Please, Believe Me! (End)

Please, Believe Me! (End)

 

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast(s) : Jang Wooyoung, Kim Monsoo, Lee Jieun || Length: Twoshoot || Genre: Sad, Romance ,Hurt || Rating: PG-15

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is from some lyrics, my imagination and also fanmade video of MyungZy. This story is 100 % mine.

– Hannayunisty Fanfiction –

Author POV

Hidup itu sangat sulit, ada kalanya hidup begitu indah dan ada kalanya pula hidup itu terasa begitu menyakitkan. Tapi tidak untuk Kim Myungsoo, namja yang terlihat dari luar begitu dingin dan angkuh. Bahkan dia terlihat seperti fatamorgana di tengah-tengah jalanan aspal atau di gurun pasir. Ya, dia seakan hanya merasakan ketidaksempurnaannya kehidupan. Hanya Bae Suzy yang kini menjadi sandarannya dan ia tak ingin dan tak akan membiarkan  siapapun mengambil gadis itu. Bae Suzy, satu-satunya yoeja yang ia cintai sampai kapanpun.

Hiruk pikuk di tengah-tengah keramaian kota Seoul sudah menjadi pemandangan yang biasa dilihat. Tak terkecuali Myungsoo, namja tampan yang kini sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di kota Seoul. Apalagi yang sedang dilakukannya selain menunggu gadis yang ia cintai. Ya, saat ini dia sudah menyuruh Suzy untuk bertemu di tempat tersebut. Suzy memang sedang berada di Perusahaan Properties yang dekat dengan tempat itu, oleh karena itu Myungsoo menyuruh Suzy untuk bertemu di tempat yang dekat Perusahaan tersebut.

“Ah, Jieun! Matilah! Ini sudah jam 3, Oppa pasti sudah menungguku” Gumam Suzy yang sedang berada di dalam acara workshop di salah satu perusahaan properties

“Sssssttt.. jangan berisik! Tenang saja, Myungsoo Oppa pasti setia menunggumu!” Ujar Jieun menenangkan sahabatnya itu

“Bukan itu masalahnya”

“Lalu apa?”

“Dia itu sudah terlalu sering menungguku, kau pasti mengerti kan?”

“Tumben, biasanya kau malah sengaja memperlambat untuk bertemu dengannya”

“Itu dulu hehehe” Jawab Suzy dengan senyum tak jelasnya dan mengingat-ingat kejadian kemarin yang bisa membuatnya merubah mindseatnya selama ini

“Jieun, aku keluar duluan ya. Kalau ada yang menanyakanku emm.. bilang saja aku ada keperluan yang amat begitu penting hehe.. bye”

Gadis cantik itu segera keluar dari workshop yang padahal masih belum selesai. Wajahnya terlihat cerah sekali, yang ada dalam pikirannya hanyalah wajah namja yang segera ingin ia temui saat ini. Dia terburu-buru menaikki lift dan langsung keluar dari gedung tersebut.

“Aneh, kenapa Oppa tidak menghubungiku ya. Padahal aku kan sudah telat 10 menit. Biasanya ia langsung menghubungiku kalau aku baru telat 2 menit saja. Tapi ini?” Pikir Suzy saat berjalan menuju tempat yang sudah ia janjikan dengan kekasihnya

Disisi lain Myungsoo terlihat begitu gelisah, ia ingin menghubungi gadis yang ia tunggu sedari tadi tapi ia menahan hasratnya itu. Karena mulai saat ini ia ingin sedikit melonggarkan sifat possesivenya itu. Kini ia sudah yakin kalau saat ini Suzy sudah tak berniat untuk melepaskan Myungsoo.

“Kemana dia? Bukankah di dekat toko buku ini ya?” Gumam Suzy

“Ah itu dia! Omo… kenapa wajahnya terlihat berbeda, dia tersenyum dan aku menyukai caranya tersenyum.” Lanjut Suzy dengan senyuman tulusnya dan dia langsung menghampiri namjanya itu.

“Oppa, mianhae. Pasti kau telah lama menungguku. Mianhae, joengmal mianhae. Ini saja aku keluar duluan padahal workshopnya belum selesai. Tadi acaranya telat dimulai jadi sampai saat ini acaranya pun jadi ngaret.” Cerocos gadis itu dengan menundukkan wajahnya dihadapan namja tampan sedari tadi hanya tersenyum

“Gwenchana, bukankah dari dulu pun kau sering telat untuk menemuiku? Jadi bersikap seperti biasa saja, Suzy-ah!” Balas Myungsoo sambil mengangkat dagu Suzy agar dia bisa melihat wajah gadisnya  yang sedari tadi menunduk

“Mwo? Oppa…” Ujar Suzy tak percaya karena baru saja Myungsoo memberikan senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan

“Kajja, kita makan dulu saja” Ujar Myungsoo sambil menggandeng tangan mungil Suzy

Suzy POV

Aku heran kenapa Myungsoo Oppa bisa berubah. Dia seperti bukan Kim Myungsoo yang aku kenal. Senyumannya sungguh membuatku terperosok jauh ke dalam pesonanya. Teruslah begini dan jangan pernah menghapus senyuman indahmu, Oppa.

Aku terbiasa dengan keadaan hening seperti ini tapi keheningan kali ini berbeda, jantungku terus saja berdegup tak semestinya. Ya, bahkan melihat matanya pun kini aku tak sanggup. Aku takut kalau aku semakin jatuh ke dalam pesonanya. Aisshh, pabo! Bukankah dia itu pacarku ya? Kenapa aku jadi begini?

“Suzy, setelah ini aku akan mengajakmu menemui salah satu keluargaku. Mulai saat ini, aku usahakan tak akan memaksamu lagi. Karena sepenuhnya aku mempercayaimu.” Ujarnya serius dan tetap menunjukkan sifat dinginnya. Apa senyumannya itu limitid edition ya ckckck

“Ne, Oppa. Kita mulai dari awal lagi.” Ujarku mantap

Setelah makan dia langsung mengajakku untuk menemui salah satu keluarganya. Jujur, selama ini aku tidak kenal dengan keluarganya, satupun. Bahkan rumah orang tuanya pun aku tak tahu. Yang aku tahu hanya apartemen yang ia tinggali saja. Menurutku dia hidup sebatang kara karena di apartemennya pun aku tak menemui satu pun foto keluarga. Aneh bukan? Sepertinya ada yang ia sembunyikan selama ini atau ini sengaja ia sembunyikan?

“Cha, sudah sampai” Ujarnya membuyarkan pikiranku.

“Mwo? Panti asuhan?” Gumamku. Aku kaget kenapa ia malah membawaku ke tempat ini?

“Kajja, kita turun. Aku akan mengajakmu ke salah satu keluargaku. Ya, mereka semua merupakan keluargaku, Suzy. Aku harap kau menerima mereka semua.”

“Ne, Oppa.”

“Wah Myungsoo hyung sudah datang, kajja kita kesana” Teriak salah satu anak kecil sekitaran umur 12 tahun

“Eonni, apa kau kekasih Myungsoo Oppa?” Tanya tiba-tiba gadis kecil yang begitu imut kepadaku. Ah anak kecil ini lucu sekali

“Ne, adik kecil. Suzy imnida. Kalau namamu siapa?”

“Namaku Hye Soeng, eonni kau cantik sekali. Kau mirip denganku kkk~”

“Sudah-sudah kalian lebih baik masuk dulu, Oppa akan memberikan kalian hadiah. Kajja semuanya kedalam” Ajak Myungsoo Oppa. Dia begitu berbeda, kenapa dia terlihat seperti pangeran?

“Suzy, kajja masuk” Ujarnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya dihadapanku. Aigoo, memalukan sekali! Aku kepergok melihatnya tadi. Pasti aku terlihat seperti orang pabo.

———–

Author POV

Kini hubungan antara Myungsoo dan Suzy pun terlihat semakin dekat. Myungsoo dan Suzy saling menyupport satu sama lain. Myungsoo yang sedang sibuk mempersiapkan sidang untuk kelulusan S1 nya dan Suzy yang  disibukkan oleh tugas-tugas kuliahnya.

Yoeja bernama Bae Suzy itu sedang sibuk mengerjakan salah satu laporan praktikumnya di taman kampusnya. Tak peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang di sekitaran taman itu.

“Suzy-ah” Sapa seseorang namja yang memiliki pipi chubby yang menggemaskan dan terlihat begitu lucu

Begitu mendengar ada seseorang yang memanggilnya Suzy langsung menoleh kearah sumber suara

“Kyaaaaaaa! Wooyoung Oppa! Kapan kau datang? Kenapa tak memberikan kabar kepadaku? Aisshh nappeun!” Ujarnya sambil memukul-mukul tangan namja itu

“YAK! Kau jangan memukulku, aku kan ingin memberikan surprise untuk adik kecil Oppa yang manja ini hehe”

“Ishh! Kau itu tidak pernah berubah! Oppa bagaimana dengan matamu?”

“Mataku baik-saja. Ani, ini bukan mataku tapi mata titipan dari namja itu” Ujar Wooyoung menerawang

Flashback

“Tolong anakku, dokter! Tolong, jebal!” Isak wanita paruh baya dengan air mata yang terus mengalir di kedua pelupuk mata lelahnya.

 

“Eomma, Oppa gwenchana? Aku tak mau kehilangannya! Oppa harus tetap menjagaku!” Rengek gadis cantik yang sama-sama menangis seperti ibunya.

 

“Kalian tunggu diluar, kami akan berusaha semaksimal mungkin.” Ujar dokter yang membawa namja yang dipenuhi lumuran darah tersebut

 

Dikabarkan terjadi kecelakan pada KM 90 di kawasan Incheon, korban dikabarkan mengalami luka parah. Penyebabnya adalah pengendara motor yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan remnya blong. Nomor plat nomor motor adalah D22236 dan korban langsung dibawa ke Seoul Hospital

 

“ANDWAEEE!! Monsoo! Aniyo!” Teriak lelaki tersebut dan langsung segera pergi ke rumah sakit yang dikabarkan oleh pembawa berita itu.

 

Namja tersebut berlari-lari di koridor rumah sakit, ia berusaha mencari adiknya yang merupakan si pengendara motor yang mengalami kecelakaan.

 

“Chogiyo, anda merupakan keluarga dari Kim Monsoo?” Tanya salah satu suster

“Ne, bagaimana keadaan adikku? Dia baik-baik saja kan?”

“Ne, keundae seseorang yang ditabraknya yang mengalami luka yang parah”

“Apa? Dia menabrak seseorang?”

“Ne, kau bisa lihat korban di ruang sebelah ruangan adikmu”

 

Terlihat seorang yoeja yang menangis dipinggir ranjang kakaknya. Berharap kakaknya bisa sadar dari komanya.

“Oppa, katanya kau akan menjagaku dan Eomma tapi kenapa kau malah begini? Kenapa takdir begitu kejam? Kau harus bertahan Oppa! Jebal~” Isak yoeja tersebut

 

——

 

“Kim Myungsoo, adikmu sudah sadar. Kau bisa menjenguknya” Ujar dokter yang menghampiri namja tersebut

“Ne, dokter. Kamsahamnida”

 

“Hyung, mianhae. Lebih baik aku mati saja, daripada aku menanggung penyakit ini. Dan kau akan bebas dari tanggungjawabmu.”

“Kau kenapa begitu pabo! Hah! Appa dan Eomma menitipkanmu kepadaku, aku hyungmu dan aku tak pernah sama sekali merasa terbebani olehmu!”

“Hyung, bagaimana keadaan namja yang telah kutabrak? Apa dia selamat?”

“Kau tak usah memikirkan, aku yang akan membereskan semuanya.”

“Sepertinya Appa dan Eomma akan segera menjemputku. Kau harus bersiap hyung agar bisa hidup sendiri di dunia ini.”

——-

Myungsoo tak sanggup untuk mendengar celotehan adiknya yang tak jelas itu, dia lebih keluar dari kamar rumah sakit adiknya itu. Monsoo memang satu-satunya keluarga yang dia milikki. Orang tuanya sudah dipanggil Tuhan ketika mereka masih berumur 16 dan 14. Dan kini umur Myungsoo telah 18tahun dan ia sudah memimpin perusahaan Appanya dengan bantuan keluarga jauhnya. Yang lebih menyakitkan lagi bahwa Monsoo memiliki gagal ginjal sejak kecil. Kalau boleh meminta, dia ingin meminta pada Tuhan agar dia lebih baik tidak dilahirkan di dunia ini. Atau biar dia ikut bersama orangtuanya saat perjalanan menuju Jepang agar ia juga bisa mengalami kecelakaan mengenaskan yang membuat orangtuanya meninggal.

“Selamat siang, kami dari pihak dokter dari korban kecelakaan tabrakan adikmu.” Sapa dokter yang menghampiri Myungsoo

“Ne, apa dia sudah sadar?”

“Ne, tapi ada masalah di bagian kornea matanya. Kemungkinan besar matanya tak akan berfungsi lagi. Korneanya terkena pecahan kaca mobilnya.”

“Mwo? Lalu apa bisa diselamatkan, dokter?”

“Ne, tapi cukup sulit karena kami harus mencari pendonor mata yang bisa mendonorkan mata untuknya”

“Baiklah, jika tidak ada pendonor. Aku akan bersedia menjadi pendonor.”

——-

“Hyung, apa yang kau lakukan? Aku sudah dengar pembicaraanmu dengan dokter!” Tanya Monsoo setelah kakaknya masuk ke kamarnya

“Lebih baik aku saja yang mendonorkan mataku untuknya. Aku yang bersalah!” lanjut Monsoo

“Tapi, kau sudah menderita Monsoo. Giliranku yang menderita!”

“Hyung, kalau kau yang melakukannya aku tak akan mau cuci darah lagi dan menjalani pengobatan lagi.”

“YAK!!! Kau! Kenapa kau ? Isshh, baiklah! Hyung tak bisa berbuat apa-apa kalau kau sudah mengancam seperti itu.”

 

——

Operasi mata sang korban pun berjalan dengan baik dan namja tersebut dapat melihat lagi. Tapi Monsoo, namja itu harus lebih berusaha lagi untuk menjalani kehidupannya. Selain ginjal yang sudah tak berfungsi lagi dia juga sudah tidak bisa melihat lagi. Bahkan takdir pun bisa sebegitu kejamnya terhadap Kim Monsoo.

 

Flashback end

Myungsoo POV

Sudah setahun semenjak kepergian adikku. Sewaktu itu aku memberanikan diri untuk menjadi namja yang kejam. Takdir saja bisa sebegitu mudahnya mengambil semua keluargaku, kenapa aku tak bisa mempermainkan orang-orang yang membuat adikku menderita. Ya, setelah adikku mendonorkan matanya. Ia terlihat semakin memprihatinkan. Teman-temannya pun mulai menjauhinya, dunia pun seakan menjauhinya. Sampai akhirnya dia menyusul Appa dan Eommaku. Setelah itu aku bertekad untuk mencari namja pemilik mata adikku. Sejujurnya aku tak mau membalaskan dendamku padanya tapi setelah aku mengingat semua pengorbanan adikku, aku semakin berani untuk membalaskan dendamku. Ternyata takdir tidak mengijnkanku untuk berbuat jahat pada namja itu, keundae takdir menyediakan adik namja tersebut untuk aku permainkan. Dan gadis itu adalah Bae Suzy. Ya, dia yang awalnya hanya untuk aku sakiti tapi lama kelamaan aku malah terjatuh ke dalam pesonanya. Bahkan dia begitu manis untukku. Kini aku benar-benar mencintainya dan aku akan membahagiakan satu-satunya orang yang kini aku cintai.

Aku melihatnya dengan seorang namja. Ya, namja itu Oppanya. Rupanya, Oppanya telah kembali dari New York. Ya, setelah kecelakaan itu Oppanya melanjutkan kuliah ke negeri paman Sam itu. Wajahnya begitu bahagia. Aku tak pernah melihat wajahnya sebahagia itu.

“Suzy!” Sapaku menghampirinya

“Oppa, kau sudah selesai dengan urusanmu di kampus?”

“Ne”

“Woopa, aku kenalkan dengan pacarku. Namanya Kim Myungsoo” Ujarnya denga wajah yang sangat ceria membuatku yakin untuk selalu mencintai dan menjaganya

“Aku sudah tau.” Jawabnya. “Myungsoo, kau kakak dari Monsoo kan? Terimakasih untuk semuanya. Aku sangat berhutang budi padamu, terlebih pada adikmu.” Ujarnya, dan kubalas dengan anggukan, ternyata ia sudah tahu semuanya

“Apa maksudmu Oppa, Monsoo yang telah mendonorkan matanya untukmu eoh?”

“Ne, Suzy. Adiknya itu yang membuatku bisa melihat dunia ini lagi. Kau harus berterimakasih padanya dan jangan pernah mengkhianati Myungsoo.”

“Myungsoo Oppa, kau punya adik? Tapi aku tak pernah melihat siapapun diapartemenmu.”

“Dia sudah bahagia di syurga, Suzy” Ujarku dengan senyuman

“APA?” Teriak Suzy dan Oppanya bersamaan

Akhirnya aku menceritakan semuanya yang terjadi oleh adikku. Dan mereka merasa begitu bersalah dan akupun menceritakan kalau awalnya aku membenci mereka dan mendekati Suzy hanya untuk membalaskan dendamku dan pada akhirnya aku malah mencintai gadis cantik ini.

Suzy POV

Setelah kemarin aku mengetahui segalanya, penyebab dari sifat angkuh dan dingin Myungsoo Oppa. Ternyata Tuhan sudah menyiapkan kebahagiaan dari semua kesengsaraan yang telah Myungsoo Oppa hadapi. Aku bangga kepadanya, walau pada awalnya dia berniat untuk menyakitiku. Ternyata aku bisa menaklukkan hatinya yang penuh dengan kesakitannya itu. Good Job Suzy, kau memang gadis yang luar biasa! Kkkkk~

Malam ini aku berniat untuk merayakan annyversary hubungan pertamaku dengan Myungsoo Oppa. Ya, tepat setahun yang lalu dia memaksaku untuk menerimanya. Ternyata waktu pun dapat menetralkan segala hal.

Aisshh, sudah beberapa menit aku menunggunya di cafe ini. Dan kenapa dia tak kunjung tiba? Dia bahkan tak pernah telat sebelumnya? Apa dia ingin membalas dendam? Karena selama ini aku yang selalu telat! Yak! Awas kau Kim Myungsoo! Aku juga bisa tidak memberikanmu senyuman indahku padamu. Memangnya hanya kau saja yang bisa bersikap dingin. Toh aku juga bisa!

Tapi kenapa tidak ada satu orangpun di dalam cafe ini ya? Daritadi hanya aku pengunjung yang datang! Dan pelayannya pun tak ada! Aigoo, apa aku salah tempat ya? Atau ini sudah tutup! Haduh bagaimana ini? Errrrrr~

Jreng~

Terdengar suara petikan gitar dari ujung cafe ini, dan aku menyipitkan mataku untuk memperjelas penglihatanku pada seseorang yang sedang berjalan menuju ke arahku dan memegang sebuah gitar acoustic dan memainkan gitar tersebut

Dan ternyata dia adalah Myungsoo Oppa. omo! Apa aku bermimpi?

Petikan gitar serta nyanyian merdu dari seorang lelaki yang kini telah ada dihadapanku membuatku merasa menjadi gadis yang paling beruntung di dunia ini. Yang awalnya aku merasa bahwa namja ini sangat dingin namun kini sifat dinginnya telah meleleh. Digantikan dengan hangatnya kasih sayang dan senyumannya yang kini selalu menghiasi wajah tampannya.

Jogeumssik tteollyeooneun i sunganeul nan (waited for a long time)
Eolmana gidaryeonneunji moreujanha (i know everything you want it too)
Nae sonkkeute ni ongiga nae onmome ni hyanggiga baby
Gipeojin i bamcheoreom kkeuteobsi jiteun geol

I just wanna love you know that i want you
Ni gyeote isseul su itge(come to me oh)
Nugudo neoreul daesinhal sun eobseo
I just wanna be with you
I just wanna be with you my love

Cheoncheonhi dagaoneun ni moseube nan (take it slowly my baby)
Jogeumssik nae gaseumeul jeoksyeoganeun geol (i know everything you feel it too)
Ni son kkeute ni moseube ni soksagime jeonyuri baby
Neoui maeum modu da naege yeoreo jwo

I just wanna love you know that i want you
Ni gyeote isseul su itge(come to me oh)
Nugudo neoreul daesinhal sun eobseo
I just wanna be with you
I just wanna be with you my love

(JWY – Be with you)

Aku terdiam menatap matanya, mata tajamnya yang hangat. Dia begitu terlihat sempurna dimataku. Kini aku yakin kalau dia yang menjadi takdirku saat ini.

“Suzy, eothhe?” Tanyanya setelah lagu yang ia lantunkan selesai dinyanyikan.

“eh? Apa Oppa? Mian aku tidak focus hehe”

“Aisshh, kau ini tidak menghargai usahaku!” Jawabnya sampil memanyunkan bibirnya

“Yak! Kenapa kau malah ngambek huh!” Omelku dan langsung membuang muka kesamping

CUP

“Mwo?” Refleks aku menolehkan mukaku ke arahnya, tadi dia tiba-tiba mencium pipiku. Omo! Pasti pipiku sudah memerah ini.

“Aneh, kau mengacuhkanku! Ini kan malam special kita, harusnya kau memberikanku kado special. Aku saja memberanikan diriku untuk bernyanyi dihadapanmu.”

“Spesial katamu? Kalau special kenapa Oppa malah terlambat eoh?”

“Aku tidak terlambat kok, aku malah datang lebih cepat darimu. Dan café ini sudah aku siapkan hanya untuk kita berdua.”

“Kau lihatkan, disini hanya ada kita berdua!” lanjut Myungsoo Oppa dan menagkupkan kedua telapak tangannya di wajahku

“Oppa, gomawo” ucapku malu-malu dan

CUP

“Ini kado spesialku untukmu” lanjutku

Aku memberanikan diri untuk mencium bibirnya. Aisshh, aku malu sekali. Siapapun tolong aku huhuuu

“Hanya itu?” Tanya Myungsoo Oppa dan aku hanya menganggukkan kepalaku

CUP

Hening, aku memejamkan mataku dan sebisa mungkin meredakan degupan jantungku. Dia menciumku tepat di bibirku. Mengecup, ya hanya mengecup saja dan bisa kurasakan ketulusan yang ada pada dirinya. Sudah 3 menit berlalu dan akhirnya ia melepaskan kecupannya itu.

“Manis, kalau tahu rasanya semanis ini. Pasti sudah dari dulu aku menciummu terus.”

“YAK! OTAK MESUM!”

“hahahahhaha! Bukannya kau yang mulai duluan kan?”

“Kyaaaaaa! Wajahmu seperti tomat kkkk~ aku suka! KIM MYUNGSOO MENCINTAIMU BAE SUZY!!! Teriaknya lantang

“YAK! Memalukan! Tanpa kau bilangpun aku sudah tau”

“PD sekali kau Kim Suzy hahahahaha”

“Baiklah kalau begitu, besok aku akan bertemu dengan Eomma dan Oppamu. Aku akan meminta ijin untuk menikahimu.” Ujar Myungsoo Oppa dengan serius

“Mwo?”

GREP

Demi apapun otakku kini sudah tak waras. Tiba-tiba Myungsoo Oppa menarikku kedalam pelukannya. Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku dari tidurku ini Tuhan! Wangi maskulinnya sungguh membuatku betah untuk selalu berada di dalam dekapannya

“Suzy, tetaplah seperti ini. Selalu disampingku. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu sampai kapanpun. Sarangheo, Bae Suzy!”

“Nado sarangheo, Oppa”

-END-

Advertisements

38 responses to “Please, Believe Me! (End)

  1. Sebentar, aku mau numpang tertawa dulu HAHAHA(?) /abaikan/
    Gilaa ya Myungsoo kelakuannya, aduh aku bingung mau comment apa /.\ *digampar*
    Bagus kok bagus, sungguh tapi aku ga ngerti bagian awalnya(?) aku suka bagian akhirnya._.
    Oh ya, btw Monsoo itu kan memang adik kandung Myungsoo kan? Aduh dia ganteng loh, mirip abangnya hehehe
    Udah ah, malah ngomong ga jelas gini aku-.-
    Keep writing ya!

  2. Renkerenkerenkerenkee~ #plak
    uahhh,, aku suka ffnya thor 🙂
    feelnya dpett..
    Myungsoo ngk akan bisa tahan sama pesona suzy.. Kekeke~
    ditunggu ff myungzy lainnya ya thor.. Keep writing.. Fighting!!! 🙂

  3. Ahh Myungsoo nya manis banget-..- yang awalnya balas dendam ternyata jadi kepincut beneran hahah. Daebak thor! Aku pengunjung baru disini lho, ternyata banyak Ff Suzy didalamnya dan bagus-bagus sekaleee. Keep wraiting~~
    *komen lewat handphone sungguh menyiksa-_-

  4. Niatnya bales dendam tpi karna cinta Myungsoo musnahin kata bales dendam dgn sebuah ketulusan *plak ciat bahasanya* #wkwkditumpukauthor ~abaikan~

    Myungzy so sweet ya cerita bagus aku suka tpi kurang greget gitu hehehe. Okelah author ditunggu lagi ya karya2nya. Tetap Semangat 🙂

    Hwaitingggg

  5. aaah sukaa sukaa..
    ga nyangka yg donor maata itu adeknya myungsoo..
    saya suka happy ending 😀

  6. oh,, ternyata dibalik sifat dinginnya,, ada cerita yg menyedihkan , tp untunglah myungsoo secepat menyadarinya,,hehe,,,
    happy ending ^^

  7. Baru tau alasaannya myungsoo trrnyataa gara2 adiknya…tp sayangnya scene waktu myungsoo ndekeetin suzy untuk balas dendam dan akhirnya jatuhh cinta saama suzy tidak ddiceritain…jaadinya agak bingung jg di awal2…tapi tetep keren sih ffnya..author jjang..

  8. so sweet!!!! kkkkk~
    myung ternyata selain ngerayain anniv sekalian ngelamar yaa? hehehe
    ingin ada lanjutannya pas mereka udah nikah hehe tapi ini ff sudah selesai wkwk
    daebak eon ffnya!!!! myungzy jjang!!

  9. solma~ ternyata masa lalu mereka bener-bener ,,, duh aku nggak nyangka! kirain dari sono nya myungsoo udah kayak es, ternyata ada sebabnya toh! tapi ngga masalah~ myungsoo udah jadi baik lagi, dan itu semua berkat suzy! hihi~
    perayaan anniversay dan bakal berlanjut ke pertunangan, hihi~
    manis ceritanya, semanis aku? *plak* wkwk~
    joha~ ^^

  10. Joah sis😊
    Ternyata e ternyata ada sesuatu dibalik sikap dinginnya myung eo
    Wuah suzy eonnie hebat bisa naklukin myung hahaa
    Akkhhh manis nya myung ama suzy kkk~
    Semangat ff lainnya ne sis
    Gomawo^•^

  11. aaaahhh.. ternyata seperti itu kejadiaanya.. tapi untnglah myungsoo menyadari nya.. happy ending 🙂

  12. aigoo trnyata dulu myung sempet punya niat jhat k suzy tp dy malah jtuh cinta k suzy
    HAPPY ENDIING DAEBAAKK 😀

  13. oooo…. dunia emang sempit yaa.. ternyata adiknya myungsoo yang nyelamatin kakak suzy… happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s