A Person Like Me (Chapter 1)

poster1

– A Person Like Me –

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho || Length: Chapter || Genre: Sad, Romance, School-life || Rating: PG-13

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine.

– © Hannayunisty Fanfiction –

Summary: Aku hidup hanya untuk keluargaku

Aku tak peduli dengan segalanya

Yang ku sayangi hanya eomma, appa dan dongsaengku

Kau tau rasanya diasingkan dan dianggap tak ada?

Menyebalkan bukan? Jadi jangan salahkan aku untuk tidak peduli dengan mereka

Mereka saja tak peduli denganku, lalu haruskah aku peduli dengan mereka?

Author POV

Di sebuah asrama putri Seoul Performing Art School. Ya, atau yang dikenal dengan dorm of SOPA. Sekolah elite yang khusus untuk murid-murid dengan memiliki bakat seni yang tinggi. Tidak heran kalau lulusan dari sekolah itu langsung bisa direkrut menjadi artis.

Bae Suzy, salah satu siswi dari sekolah tersebut dan tinggal di dorm of SOPA. Dia beda dengan yang lain, sifatnya yang angkuh dan terkesan dingin itu. Dia begitu cantik dan anggun tapi teman-temannya seakan malah menjauhi gadis itu. Mereka seakan takut untuk dekat dengan gadis cantik nan angkuh itu.

Gadis tersebut terlihat memasuki sebuah ruangan. Di depan pintu ruangan tersebut tertera “piano class”

Di dalam ruangan itu terdapat piano putih besar dan banyak terdapat bangku-bangku yang dilengkapi dengan meja untuk menyimpan kertas-kertas yang berisikan not-not balok. Dan di ujung ruangan tersebut juga terdapat 2 piano yang berukuran sedang.

Gadis itu membiarkan kaki rampingnya untuk terus berjalan mendekati bangku di depan piano putih tersebut. Dan langsung menduduki bangku itu. Lantunan nada pun perlahan-lahan terdengar dari piano besar itu.

Hanya beberapa tuth-tuth piano yang ia mainkan. Selebihnya ia hanya diam, seakan sedang merenungi nasibnya sendiri. Sampai sebuah pintu terbuka dan terlihat seorang namja dengan pakaian seragam memasuki ruangan itu hingga gadis cantik itu menoleh kearah lelaki itu.

“Ah, rupanya ada orang!” Ujar lelaki tersebut

Gadis itu hanya menoleh tanpa mengucapkan apa-apa dan langsung beranjak dari bangku yang ia duduki

“Apa aku mengganggumu, nona?” Namja tampan itu kembali bersuara untuk sekedar menanyakan hal yang tidak penting. Tapi gadis itu hanya diam dan langsung pergi keluar ruangan tersebut.

“Tsk, sombong sekali! Tapi dia cantik, bahkan lebih dari kata cantik. Sempurna!” Gumam namja tampan itu

Kim Myungsoo POV

Aku lelah dengan semuanya, bahkan aku sangat muak dengan kedua orangtuaku terlebih dengan appaku. Apa yang sebenarnya ia inginkan? Dia menganggapku seperti mainannya saja atau bahkan kelinci percobaannya. Setahun yang lalu dia menyuruhku untuk sekolah di london dan dengan terpaksa aku menyanggupinya. Tapi kini, aku malah disuruh untuk kembali ke Seoul dan melanjutkan sekolah disini. Cissh, benar-benar egois!

Lebih baik aku menenenangkan pikiranku di ruangan ini saja, walau sempat mengganggu seseorang tapi tak apalah. Lagipula aku tak kenal dengan gadis tadi.

Drrt drrrt …

Ponselku bergetar dan pasti appaku yang sangat otoriter itu yang menelponku.

“Yobosseo”

“…”

“Aku sudah menghadap ke kepala sekolah”

“…”

“Ne, aku pasti akan menurutimu”

Argghhh!! Andai saja aku boleh meminta untuk tidak dilahirkan di keluarga ini! Appa yang begitu gila dengan uang dan jabatan sedangkan eomma yang seakan tak memiliki kekuatan untuk sekedar berkata tidak satu kalipun pada appa. Eommaku itu terlalu baik. Dan aku? Aku juga sepertinya akan mengikuti jejak eommaku yang baik itu. Ya, tidak ada cara lain.

Lama-lama bosan juga di ruangan ini. Emm, piano class. Pantas saja aku bosan, aku bahkan tak menyukai alat musik ini karena menurutku piano itu tidak sekeren gitar dan suaranya terkesan monoton.

Tapi aku penasaran dengan apa yang dilakukan gadis tadi, dia hanya duduk di bangku depan piano putih ini. Aku malah tak mendengar suara piano. Ya, dia hanya diam saja, aneh.

Sepertinya aku harus beradaptasi dengan sekolah ini, aku harus berkenalan dengan siswa disini. Ya, minimal satu orang lah.

-kantin-

“Hey!” Sapa namja bertubuh tinggi. Aku hanya membalasnya dengan senyuman

“Kau siswa baru pindahan dari London itu kan? Tadi aku tidak masuk kelas vocal jadi aku tidak tahu. Perkenalkan, Hoya imnida” Ujar namja tersebut memperkenalkan dirinya

“Ne, kau bisa memanggilku Myungsoo. Kau sekelas denganku?”

“Ne, kajja kita makan bersama. Dan bergabung dengan yang lain” Ajak Hoya

Akhirnya aku dapat chingu di sekolah baruku ini, setidaknya aku bisa betah disini daripada di rumah. Dan itu malah membuatku sumpek!

“Myungsoo, apa kau juga tinggal di asrama?” Tanya Hoya

“Memangnya disini ada asramanya juga ya?”

“Ne, kau tinggal di asrama saja. Ya, menurutku itu lebih menyenangkan”

“Kalian! Kemarilah, sini aku kenalkan dengan Myungsoo, siswa pindahan dari London” Lanjut Hoya dan menyapa segerombolan namja yang baru tiba di kantin

Aku sudah melihat mereka tadi sewaktu di kelas, tapi aku belum tahu nama-nama mereka

“Myungsoo, aku Sungyeol. Yang disebelahku Sungjong dan yang paling tidak waras ini namanya Dongwoo dan yang terlihat tua itu namanya Sunggyu.” Ujar lelaki disamping Hoya yang memperkenalkan dirinya dan teman-temannya

“Yak! Kau benar-benar! Myungsoo, kau jangan dengar Sungyeol. Dia yang sebenarnya sangat tidak waras!” Ujar namja yang kata Sungyeol bernama Dongwoo

Wah sepertinya orang-orang ini sangat menyenangkan.

“Ne, bangapseumnida semuanya! Apa kalian juga tinggal di asrama?” Tanyaku

“Tentunya. Kau tinggal di asrama saja, pasti hidupmu akan lebih berwarna!” Ujar Dongwoo

“Ah baiklah kalo begitu”

“Sungyeol, lihatlah gadis cantik nan angkuh pujaanmu itu. Dia sedang memesan makanan!” Ujar namja dengan berewajah manis yang kata Sungyeol bernama Sungjong

“YAK! Itu gadis pujaanku juga, jongie!” Sanggah Hoya bersemangat

Hemm gadis itu kan gadis yang tadi berada di ruang piano. Dan namja-namja ini sepertinya menyukai gadis itu. Tapi kenapa dia disebut gadis cantik nan angkuh ya?

“Myungsoo, pasti kau terpesona dengannya kan?” Tanya Sunggyu

“Ah, ani..”

“Jinjja? Daritadi kau hanya menatap gadis itu sedari tadi.”

“Emm.. Memangnya tidak boleh eoh?”

“Hahahahaha. Satu lagi namja yang terjebak dalam wajah cantiknya. Poor Myungsoo!” Ujar Dongwoo dan langsung dipelototi oleh yang lainnya

“Dia itu sebenarnya siapa?” Tanyaku penasaran

“Bae Suzy, gadis yang bisa dibilang tercantik di sekolah ini dan pintar. Tapi sayangnya sifatnya sangat tertutup. Dia seperti memiliki dunianya sendiri dan dia pun bahkan tak memiliki seorang teman.” Jelas Sunggyu

Aneh, keundae ini membuatku menjadi penasaran. Bae Suzy, sepertinya dia sangat menarik.

 

Bae Suzy POV

 

Seharusnya aku tak usah bersekolah disini. Apa eomma dan appa juga berniat untuk tidak peduli denganku juga? Bahkan sekolah ini terkesan angker untukku. Para siswi yang selalu saja mempercantik diri mereka demi seorang lelaki yang bernama Choi Minho. Ya, Minho yang terkenal dengan parasnya yang tampan dan kecerdasannya dalam berolahraga dan sangat pintar dalam pelajaran dance. Bahkan para siswi itu tidak mengetahui kalau sebenarnya Minho adalah anak dari seorang pejabat yang diduga sebagai pelaku korupsi. Ne, aku jelas tahu semuanya tentang Minho. Dari kecil aku selalu bersama dengan Minho, dia teman kecilku sampai sekarang pun kami masih berteman. Tapi kini keadaannya sudah berbeda, dia seperti dibutakan oleh ketenarannya di sekolah ini dan aku jelas tidak suka dengan jalurnya.

“Suzy-ssi, apa kau sudah menemukan kelompok untuk tugas yang diberikan Kang songsaenim?” Tanya salah satu siswi yang tidak aku ketahui namanya.

“Apa harus dikerjakan secara berkelompok?”

“Ne, kalau kau mau. Kau bisa berkelompok denganku. Kelompokku kurang satu orang dan katanya hanya kau yang belum punya kelompok jadi aku mengajakmu.” Jelasnya

“Baiklah”

“Apa boleh aku meminta nomor ponselmu?” Tanyanya dengan hati-hati

Aku menuliskan nomor ponselku untuk diberikan kepada yoeja ini

“Ige”

“Gomawo, nanti akan kuhubungi kalau akan mengerjakan tugas”

“Ne. namamu siapa?” Tanyaku karena aku tak tahu dengan nama-nama teman sekelasku semua

“Lee Jieun. Kau bisa memanggilku Jieun.”

Oh jadi namanya itu. Aku memang tak peduli dengan orang-orang di kelasku. Sifatku memang begini, terkesan dingin dan angkuh. Lagipula memang tidak ada yang peduli kan dengan keberadaanku kan? Dalam hidupku, aku hanya menyayangi keluargaku. Soal teman? Aku tidak punya bahkan di asrama pun aku memiliki kamar sendiri karena aku sengaja untuk tidak berbagi kamar dengan siapapun.

“Mwo? Jadi Suzy si kulkas berjalan itu tidak tahu namanya?”

“Ne. bahkan Jieun itu kan terkenal ramah kepada semua orang, setidakanya dia tahu dengan Jieun.”

“Aku bahkan tak mau jika berkelompok dengannya walaupun dia sangat jenius. Mungkin aku bisa mati kedinginan jika disampingnya terus hahahaha.”

“Ssssstt… tak bisakah kau mengecilkan suaramu? Tadi dia melihat kearah kita”

Tsk. Apa tak ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan selain membicarakanku? Aku memang sudah terbiasa dengan obrolan mereka yang tak penting itu. Dasar tidak berguna, apa hidupnya didedikasikan hanya untuk membicarakan orang lain?

Aku berjalan keluar kelas dan berniat untuk membeli sesuatu di kantin, aku dengar ada yang memanggilku. Tapi aku terus saja berjalan, bukankah dia yang perlu denganku? Kenapa aku yang harus menghampirinya?

“Suzy, berhenti. Aku ingin membicarakan suatu hal. Hey!”

Aku berhenti, dan menoleh kearah suara yang memanggilku. Ternyata Minho yang memanggilku, apa yang membuatnya memanggilku? Apa dia juga mengajakku untuk berkelompok mengerjakan tugas? Ani, kami kan tidak sekelas. Lantas?

“Hah akhirnya kau berhenti juga. Sepulang sekolah, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu. Nanti temui aku di taman SOPA ya jam 3 sore. Ini sangat penting, jadi kau harus datang.” Ujar Minho. Apa yang ingin dibicarakannya. Pasti tentang ayahnya lagi. Dia mungkin akan menyuruhku untuk tidak membocorkan masalah ayahnya lagi. Tanpa disuruh pun aku juga akan diam saja.

“Ne.”

———————————————————————————

“Baiklah, bagaimana dengan tugas kelompok kalian? Apa ada yang belum mendapatkan kelompok?” Tanya Kang Sonsaengnim

“Suzy-ssi, apa kau sudah mendapatkan kelompok?” lanjutnya

“Sudah, sonsaengnim.”

“Good. Waktu pementasan untuk kelompok tinggal 3 minggu lagi, jadi diharapkan dipersiapkan dari sekarang. Terimakasih untuk perhatian kalian. Sampai jumpa dan terimakasih” Ujarnya sealigus menutupi pelajaran hari ini. Aku melihat jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 14.45 KST. Aku bertemu dengan Minho jam 3 sore berarti ada waktu 15 menit lagi. Lebih baik aku ke perpustakaan saja untuk membaca kelanjutan novel yang kemarin kubaca di perpustakaan.

“Suzy, kau mau kemana? Apa langsung pulang ke dorm?” Tanya yoeja yang tadi mengajakku untuk sekelompok dengannya

“Ani, aku ingin ke perpustakaan.”

“Emm.. kalau aku mengajakmu unutk membicarakan tugas kelompok sekarang bagaimana? Apa kau mau?”

“hhh, baiklah”

“Suzy, mianhae. Kalau kau tak mau juga tak apa.. Aku tak memaksamu.” Ujar Jieun dengan wajah ketakutannya. Apa aku terlalu menyeramkan untuknya eoh?

“Gwenchana, kajja mau dimana?”

“Jieun-ah, bagaimana apa dia mau?” teriak namja yang kukenal dengan nama Sungjong. Ya, dia salah satu siswa yang memiliki wajah sangat cantik maka dari itu aku tahu namanya.

“Suzy, kajja kita kesana. Mereka juga sekelompok dengan kita”

Kini aku sedang mendengarkan penjelasan ide dari salah satu teman sekelasku yang juga sekelompok denganku. Baru kali ini aku ikut berkumpul dengan teman sekelasku seperti ini, sebelumnya jika ada tugas kelompok aku akan mengirim file lewat email sehingga tidak pernah face to face seperti ini. Tugas kali ini berbeda, jadi setiap kelompok harus menampilkan sebuah performance yang menarik, bisa teater musical atau pertunjukkan lainnya yang didalamnya harus menunjukkan vocal, music, dan acting.

5 menit lagi sudah jam 3 sore. Bagaimana ini? Aku harus menemui Minho.

“Suzy, bagaimana denganmu? Apa kau ada ide lain?” Tanya Sungjong

“Belum ada. Apa aku boleh keluar duluan? Aku ada janji dengan seseorang. Itu juga kalau kalian tidak keberatan”

“Ani, kau harus berkenalan dengan satu orang lagi. Dia murid baru dan kini dia sedang menuju kemari. Tunggulah sebentar nanti setelah itu kau baru boleh keluar” Ujar namja dengan penjelasan yang tak masuk akal itu. Apa maksudnya aku harus berkenalan dengan satu orang lagi?

“Nah, dia baru datang. Teman-teman kau mungkin sudah tahu namanya, tapi untuk Suzy mungkin belum tahu. Ini Myungsoo siswa pindahan dari London. Bayangkan, kalau kita sekelempok dengannya pasti performance kita akan menakjubkan.” Ujar namja tadi membanggakan siswa baru itu.

“Hoya, aku sama saja dengan kalian. Emm.. kau gadis yang tadi ada di piano class kan?” Ujar Myungsoo. “perkenalkan aku Kim Myungsoo.. bangapseumnida” lanjutnya . sepertinya dia tipe namja yang sama seperti Minho. Ah aku jadi ingat Minho, sudah jam 3. Lebih baik aku keluar saja.

“Suzy, kau mau kemana?” Tanya Myungsoo

“Mianhae, aku keluar duluan. Nanti aku akan memberikan ide besok saja. Sampai jumpa.”

“baiklah, nanti aku akan menghubungimu Suzy” Ujar Jieun sambil tersenyum

Aku langsung bergegas keluar kelas dan menuju ke sebuah taman yang berada di belakang gedung sekolah ini. Pasti Minho akan marah kepadaku, aku kenal betul dengan namja itu. Waktu kita masih duduk di bangku sekolah dasar dia pernah tinggal di rumahku maka dari itu mau tak mau aku menjadi dekat dengan Minho.

“YAK! Kemana saja kau? Aku sudah menunggumu sedari tadi!” Tanya Minho setelah aku sampai dan langsung duduk di bangku panjang di taman tersebut.

“Minho, tadi aku harus membicarakan tugas kelompok dulu bersama teman kelompokku di kelas.”

“Mwo? Sejak kapan kau bisa berinteraksi dengan orang lain selain diriku dan keluargamu?” Tanya Minho meremehkanku

“Kau tak usah pusing-pusing memikirkanku. Urus saja dirimu sendiri!” Ujarku tajam. Aku pikir dia juga bisa menjadi teman yang baik tanpa mencampuri urusanku. Setauku dari dulu dia selalu men-supportku tapi kini dia sama saja seperti yang lainnya.

“Suzy-ah, mianhae. Aku tak bermaksud”

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyaku to the point

“Suzy, aku ingin meminta bantuanmu. kau tahu kan siswi-siswi disini selalu mengejar-ngejarku terus? Dan mereka akan terus begitu sampai aku memiliki yoejachingu.”

“Lantas?” Tanyaku penasaran

“Aku ingin kau menjadi pacar pura-puraku. Emm.. maksudku hanya untuk di sekitar sekolah saja setelah itu kau bebas untuk melakukan apa saja.”

“Apa kau sudah gila eoh?”

“Suzy-ah, aku mohon!” Pinta Minho dengan memegang kedua tanganku. “Aku tak akan mencampuri urusanmu bahkan kau bisa meminta apa saja padaku.” lanjutnya

Aku berpikir dengan jernih, apa dia sudah gila memintaku untuk menjadi pacar pura-puranya? Apa dia benar-benar risih dengan gadis-gadis yang selalu mengejarnya itu? Bukankah itu merupakan kesalahannya sendiri. Selalu tebar pesona kepada semua orang dan bersikap manis, sehingga siapa saja pun pasti akan jatuh hati padanya. Pabo Minho!

“Apa kau yakin? Aku bisa meminta apapun padamu?”

“Tentu.” Jawabnya dengan mantap. “Suzy-ah, hanya denganmu aku bisa meminta bantuan ini. Kau tahu kan yoeja lain pasti tidak tahan dengan pesonaku? Dan kau itu kan teman yang dari dulu sudah kukenal dan sifatmu itu sangat cuek jadi pasti kau bisa membantuku” Jelasnya dengan tetap menyombongkan dirinya. Menyebalkan!

“Aku tak bisa jawab sekarang, karena aku harus memikirkan baik dan buruknya jika aku membantumu. Mungkin besok baru kuberi keputusanku.”

“Arraseo, semoga kau masih memiliki sifat kepedulianmu untuk temanmu ini.”

“Ne, kau berdoa saja” Balasku sombong

“Mwo? Dasar gadis aneh”

to be continued …

Annyeong semuanya, kembali dengan cerita MyungZy hehe. kali ini aku coba buat FF ber-chapter. ini baru Chapter awalnya, kritik dan saran monggo dishare di kolom coment. Mianhae kalau chapter 1 nya amat sangat aneh, mohon dimaklumi = ]

Gomawo buat readers yang udah mau baca dan coment dan untuk siders dimohon segera bertobatlah. hanya sekedar mengetik beberapa kalimat saja, mudah kan?

Advertisements

58 responses to “A Person Like Me (Chapter 1)

  1. bgus bget thor, jlan crita’a rapi,kata2’a jg bgus.
    Kya’a d’chap 2 bkal tmbah seru, d’tunggu next’a 🙂

  2. ceritanya bagus kok… penasaran sama jawaban suzy… semoga aja nggak. kasian myungsoo nya.. hehe
    next part banyakin moment myungzy nya ya.. 😀

  3. Hallo aku kembali(?)-,- #abaikan
    Aku suka prolog yang bagian awal itu soalnya aku banget #apasih-.-
    Karena masih chapter 1 jadi masih belum kelihatan(?) semua jadi bingung mau comment apa-.- #perasaan aku kalau comment bingung terus._.
    Penasaran lanjutannya, huhu~~ jangan lama-lama ya kak, terus please Minhonya disedikitkan saja soalnya aku tidak suka sama dia hahaha-.- #abaikan
    Keep writing!

  4. Wo o….Myungsoo, Suzy, Minho kayaknya bakal jadi triangle love nih…seru thor…tapi part MyungZy nya kurang deh…next part jangan lama” ya thor

  5. seru dan bagus thor, kasihan suzy gk pny teman. jadi makin penasaran suzy terima minho gk? di tunggu lanjutanya.^^
    keep fighting thor.
    😀

  6. wahh kira2 suzy bakal jawab apa ya thor?? ceritanya kayaknya bakal unik nih tp iya kok alurnya rada cepet ya hehehe

  7. ngebayangin Suzy disini sama seperti Go Hyemi deh, karakter nya sama soalnya (dingin). Penasaran banget kira-kira Suzy mau atau enggak yaa:/ Keren lho thor! Next part secepatnyaaaa:)

  8. hallo.. pertama kali berkunjung ke blog ini niih..
    sama2 myungzy shipper.. kekeke
    aalurnya kereen.. ayo lanjutkaan ! 😀

  9. gmn jdnya kl suzy menerima usulan minho?
    jngan sampe,, tar myungsoo gmn..
    lanjut baca ^^

  10. Pingback: A Person Like Me (Chapter 3) | My Scratch ~·

  11. Semangat bacanya sifat Suzy rada-rada mirip sama aku. Gamau ingat nama teman sekelas, suka menyendiri xD *eh*

  12. Aiih..Suzy dingin banget xixi Tapi malah bikin menarik terutama buat Myungsoo 😀
    Lanjut ke part 2.

  13. Wow Suzy.. You’re soooo cold, but it’s OK ’cause for me it’s cool hehe 🙂
    Wah pas tuh drama musical.. Semoga Myungzy jadi pasangan utamanya.. Myungzy Jjang!
    dan juga aku harap Suzy menolak permintaan Minho
    Langsung lanjut ya author 🙂 Thanks dulu sebelumnya

  14. aku suka ceritanya..
    oh btw maaf br baca… dl aku pernah mampir blog ini trus lupa alamatnya, makanya gak pernah mampir lg… hehehe

  15. thor..aku udah lihat ff ini sjak dulu…tapi bacanya baru sekarang…
    keren kok…haha bagus malah….lajut ke part 2 dulu yah 🙂

  16. Woww karakter suzy yg cool! Nan joha~
    Penasaran gmna myung mau meluluhkan ice princess di sini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s