A Person Like Me (Chapter 2)

butterfly-soft-pastel-colours (3)

– A Person Like Me (Chapter 2) –

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: Chapter || Genre: School-life, family, romance || Rating: PG-13

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

 

Author POV

Jam telah menunjukkan pukul 23.20 KST. Semua penghuni dorm of SOPA pun mungkin sudah terlelap. Dan mungkin ada yang masih menantang mata mereka untuk tetap terjaga demi mengerjakan sesuatu. Sama halnya dengan Suzy, gadis cantik ini sedari tadi terlihat hanya membolak-balikan tubuhnya di atas kasur empuknya seperti sedang ada yang dipikirkan. Sesekali dia melihat ponsel yang berada di samping bantalnya.

“Aigoo… Minho sialan, kenapa kau bisa memberatkanku seperti ini? Apa sebelumnya aku pernah meminta bantuan yang sangat berat untukmu eoh?” Gumam gadis cantik ini

“Argggghhhh!!! Menyebalkan!”

I don’t need a man

I don’t need a man

I don’t need a man

Nada dering ponselnya berdering, gadis itu langsung melihat kearah ponselnya dan wajahnya langsung menunjukan kekesalan.

“Tsk, apa aku dan dia memiliki kontak batin?” Gumamnya sebelum mengangkat telpon

“Yoboseyo”

“Suzy-ah, apa kau telah memikirkan yang terbaik untuk tawaranku tadi sore?”

“Ne, gara-gara kau aku tidak bisa tidur huh”

“Jinjja? Kalau begitu kau pasti mau membantuku kan?”

“Ish, liat saja nanti”

Tut.

Suzy langsung menekan tombol end. Sepertinya dia amat sangat begitu kesal dengan temannya itu.

——–

Disisi lain, di salah satu rumah dinas di kediaman seorang pejabat pemerintahan kota Seoul.

Kim Myungsoo, putra dari tuan Kim yang merupakan salah satu orang yang berkuasa di kota Seoul tersebut. Memiliki rumah dinas yang mewah dengan fasilitas yang semua orang inginkan.  Tapi rumah tersebut seperti tak menampakkan kebahagiaan, tak terkecuali putra dari tuan Kim tersebut. Setiap hari Myungsoo selalu pulang pada malam hari, dia bukan namja yang nakal yang biasa terlihat di club malan atau di jalanan yang sering dijadikan track untuk balapan motor liar. Dia hanya menyibukkan diri di rumah kecil yang hanya berukuran seperti gudang rumahnya. Dia menyewa tempat tersebut untuk tempatnya menuangkan segala kekesalannya terhadap ayahnya. Rumah kecil tersebut diubah layaknya studio musik. Setengah harinya dia habiskan di rumah kecil yang sering ia sebut sebagai studio musiknya. Dan malam ini lelaki berparas tampan itu sedang memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya belum juga terlelap hingga kini.

Kim Myungsoo POV

Insomnia, selalu saja seperti ini. Aku memandangi bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto keluargaku sewaktu aku masih duduk di bangku SMP. Bahkan dulu masih terasa indah ketika kami masih tinggal di rumah yang tidak terlalu besar namun terasa damai, sangat damai. Sedangkan kini, ini memang rumah yang dulu selalu kami impikan. Rumah mewah yang berisikan barang-barang mahal nan mewah dan di halaman belakangnya terdapat kolam renang. Namun mimpi ini seakan merampas kebahagiaan yang dulu kami rasakan. Appaku entah mengapa berubah setelah jabatan ini berhasil ditaklukkan olehnya. Dan menyebabkan semuanya pun berubah, kebersamaan yang dulu aku rasakan perlahan-lahan lenyap dan kini hanya menyisakan keheningan dan kesepian. Sungguh sangat ironis. Ketika mimpimu terwujud dan ada suatu hal yang harus kau korbankan, seperti itulah yang aku rasakan.

Lama kelamaan mungkin aku bisa menjadi anak yang broken home. Apa lebih baik aku fokus untuk sekolahku saja ya? Mungkin dengan cara itu aku bisa sedikit melupakan masalahku di rumah. Setidaknya aku bisa memanfaatkan masa-masa sekolahku untuk kebahagiaanku. Sepertinya aku harus memberitahukan hal tentang asrama yang sekolahku sediakan. Mungkin appa akan mengijinkanku untuk tinggal di asrama. Tapi bagaimana dengan eomma? Aissh, kenapa aku bisa melupakan wanita yang paling kusayangi ini? Hal yang terberat itu adalah membujuk eommaku. Aku yakin eomma bisa mengatasi kesedihannya sendiri, lagipula dia kan sering mengunjungi rumah saudaranya. Ya, Myungsoo. Kau harus putuskan hal ini sekarang juga. Dan keputusanku adalah tinggal di asrama.

——————

Kring kring kring

Aku terbangun karena mendengar suara alarm jam-ku. Kenapa pagi datang begitu cepatnya ya?

Ah, aku baru ingat kalau sekolahku itu amatlah jauh dan harus memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke sekolah baruku itu.

Tok tok tok …

“Myungsoo-ah, apa kau sudah bangun?” Teriak eommaku disertai dengan mengetuk pintu kamarku

“Ne, eomma!”

“Setelah mandi, cepatlah ke bawah dan sarapan bersama.”

“Arraseo!”

Kalau dipikir-pikir jika aku tinggal di asrama, apa aku merindukan teriakan eommaku ya? Hehe. Ah sudahlah aku mandi dulu. Semangat pagi! Fighting !

Aku segera turun dan menuju ke ruang makan, kulihat eomma dan appa telah duduk manis di kursi meja makan.

“Anyyeong eomma, appa!” Sapaku dengan senyuman fresh

“Anyyeong” balas eomma dan appa

“Myungsoo, ada yang ingin appa bicarakan. Lekas duduklah.” Perintah Appaku.” Nanti setelah sarapan appa akan mengantarmu kesekolah dan mendaftarkanmu untuk tinggal di asrama sekolahmu” lanjutnya

“Mwo? Jinjja?” Tanyaku. Sungguh aku kaget dengan appa bicarakan. Kali ini sepertinya Appa sedikit bisa mengerti putranya ini.

“Ne, kau harus tinggal disana. Agar kau tak menjadi pemuda berandalan yang tiap malam selalu berkeliaran.”

“Appa tahu kalau kau selalu pulang larut malam, maka dari itu dengan tinggal di asrama pasti kau akan mengikuti aturan asrama tersebut.” Jelasnya

“Dan eomma pun setuju dengan keputusan Appa.” Lanjutnya dan Eomma hanya mengangguk-anggukan kepalanya

“Baiklah.” Balasku dan langsung mulai memakan sarapanku.

“Appa telah menyuruh Jung ahjumma untuk membereskan baju-baju dan keperluanmu. Jadi setelah sekolah kau langsung pulang ke rumah dan kembali lagi ke sekolahmu dan langsung tinggal di asrama.” Ujar Appa

“Ne.”

Setelah sarapan, aku langsung bergegas memakai sepatu dan langsung menaikki mobil appaku.

Choi Minho POV

Hari ini aku sungguh tidak sabar dengan jawaban Suzy. Aku sudah mengenalnya sedari dulu, dia gadis cantik namun sangat cuek. Kalau saja dia tidak memiliki sifat cueknya itu mungkin aku akan betah berteman dengannya. Siapa yang tidak bangga jika memiliki teman seperti Suzy. Dia itu bisa dibilang primadona SOPA. ‘The gorgeous Suzy’ itulah julukannya, keundae sifatnya yang amat sangat dingin itu membuatnya tidak memiliki teman. Dari dulu dia memang seperti itu, tapi walau bagaimanapun dia adalah temanku.

“Minho-ya!” Sapa temanku -Key-

“Hey bro!” Balasku

“Bagaimana dengan misi terselubungmu?”

“Mwo? Misi apa memangnya?”

“Yak! Kenapa kau menjadi babo eoh? Itu loh Suzy, bukannya kau ingin menjadikannya sebagai pacar pura-puramu kan?” Jelasnya

“Oh itu. Ne, tapi dia belum menjawab”

“Aku rasa nanti kau akan jatuh hati padanya.”

“Mwo? Aniyo. Tidak mungkin, yang ada juga dia yang akan jatuh hati padaku hehe” jawabku

“Aisshh, kau itu narsis sekali. Kita lihat saja nanti.” Ejek Key. Baiklah aku akan buktikan kalau pada akhirnya Suzy akan jatuh hati padaku.

Daripada aku melihat Key si bocah menyebalkan ini lebih baik aku mencari Suzy saja. Mungkin dia sudah berada di kelasnya.

Wah ternyata dia baru sampai di sekolah, segera ku hampiri Suzy.

“Suzy-ah!” Aku berlari menuju Suzy yang berada di pintu kelasnya. Dan akhirnya aku sampai di ambang pintu kelasnya tapi sepertinya dia tak memperdulikanku huh. Dia langsung masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya. Gadis ini benar-benar tak tahu sopan santun

“YAK! Apa kau tak mendengarkan panggilanku huh?” Ujarku setelah memasukki kelasnya dan berdiri di depan bangku gadis ini.

“Oh. Kau memanggilku?”

“Aisshh, kau benar-benar membuat pagiku sungguh tak indah!”

“Kalau begitu, kau bisa keluar dari kelas ini. Dan sambutlah pagi mu yang indah itu” Ujar Suzy datar. Sabar Minho, kau harus ingat kalau gadis ini sangat bisa untuk membantumu

“Hh, baiklah. Aku tak akan berlama juga. Aku hanya ingin menagih jawabanmu, Suzy”

“Terserah kau saja, asalkan itu tidak merugikanku.” Balasnya dengan angkuh

“Wah berarti kau mau kan hemm?”

“Apa kau tuli eoh?” Tanyanya dengan wajah yang terlihat kesal. Setelah ini kalau aku menanyakannya lagi pasti dia tak mau membantuku

“Arra. Gomawo Suzy cantik hihi. Semoga harimu akan indah. Bye, chagi” aku langsung bergegas keluar setelah mengucapkan kata-kata tadi. Hahaha aku yakin dia langsung memarahiku kalau aku tidak keluar. Dan tatapan dari teman-teman kelasnya itu yang sangat menakutkan. Mereka seperti ingin menerkamku saja.

Bae Suzy POV

Ah lapar sekali, untung saja setelah pelajaran ini adalah jam istirahat.

Pluk

“Aw” ringisku

Siapa yang melempar kertas ini kepadaku, aku langsung menoleh kebelekang dan Sungyeol langsung mengisyaratkan sesuatu kepadaku agar aku membuka gumpalan kertas tadi.

Aku membuka kertas ini dan terdapat tulisannya ternyata

Note : Setelah ini, kita membicarakan tugas kelompok ya, kau hutang ide kepada kami ^^

Yah, aku tak mau tahu setelah ini aku harus langsung ke kantin. Tak peduli dengan mereka, lagipula setelah itu juga kami kan masih bisa bertemu.

Kring kring kring

Aku telah memberi ancang-ancang untuk segera menuju ke kantin. Untuk soal perut, aku memang tak bisa berkompromi.

“Suzy, chankaman!” Seseorang menarik lenganku dan aku langsung menoleh kearahnya, siapa pula yang berani menarik lenganku ini. Tidak tahu apa wajahku sudah menunjukkan kelaparan akut.

“Wae?” Tanyaku kesal

“Kita membicarakan tugas kelompok dulu” Jawabnya dengan senyuman yang sok ramah itu

“Aku ingin ke kantin” Ujarku dan langsung ingin keluar dari kelas. Tapi ternyata lenganku masih dipegang oleh namja ini.

“Baiklah, kita ke kantin bersama. Nde?”

“Mwo?”

Aissh, namja ini berani sekali menarikku. Dan senyumannya itu yang membuatku kesal. Kenapa orang-orang di sekitarku seakan menatap kami berdua ya? Apa ada yang aneh eoh?

“Cha, sampai. Kau mau pesan apa?” Aishh, senyumannya sungguh membuatku mual.

“Bibimbap dan bubble tea.” Jawabku

“Wah, selera kita sama ya. Kau tunggu disini ya, biar aku yang pesan.” Ujarnya lagi-lagi dengan menyunggingkan senyumannya. Kenapa para namja sering sekali bersikap ramah tamah seperti itu ya? Tsk.

Aku menunggu pria penebar senyum ini. Kemudian ada seorang sunbae yang menghampiriku

“Suzy-ssi, apa murid baru tadi itu namjachingumu?” Tanyanya to the point

“Ani.” Jawabku sesantai mungkin

“Wah aku kira kau berniat untuk menduakan Minho. Yah aku jadi tidak bisa mendekati Minho lagi huh!”

“Apa maksudmu, sunbae?” Tanyaku penasaran dengan perkataannya tadi

“Minho tadi bilang kalau dia sudah mempunyai yoejachingu. Dan yoejachingunya itu dirimu. Aku tahu kalau Minho itu adalah temanmu yang paling dekat, keundae tak bisakah kau menolak cintanya eoh?” Lirih sunbae tersebut

Jadi, Minho mengatakan ke orang-orang kalau aku pacarnya? Omo! Kenapa dia sebawel itu! Baru beberapa jam aku menyanggupi bantuannya dan kini seorang sunbae seakan meminta pertanggung jawabanku. Aisshh, apa dia sepopuler itu eoh?

“Baiklah, aku permisi dulu. Semoga hubunganmu dan Minho tak bertahan lama.” Ujarnya sinis

“Suzy, ige spesial untukmu.” Namja penebar senyum ini menghampiriku dan langsung memberikan pesananku

“Gomawo”

Setelah 10 menit kami menghabiskan makanan, aku langsung berdiri dari bangkuku dan berniat untuk membayar makananku

“Ahjumma, ini aku bayar makananku”

“Makananmu tadi sudah dibayar oleh namja tampan itu” Jawab Jung ahjumma si pemilik kantin sambil menunjuk namja penebar senyum itu.

“Oh. Baiklah, aku permisi dulu” Ujarku

Aku langsung mengahampiri namja itu dan langsung memberikan uang makananku kepadanya.

“Apa ini?” Tanyanya

“Uang untuk makananku”

“Oh itu tak usah, itung-itung aku mentraktirmu begitu hehe”

“Ani, kau harus ambil. Aku tak mau punya hutang budi kepadamu.” Aku menyerahkan uang ini kepadanya

“Baiklah, kajja kita ke kelas” Balasnya dan langsung menarik tanganku yang masih memegang uang.

“Yak! Kenapa malah menarikku?”

“Kau kan tadi menyerahkan tanganmu” Ujarnya dengan menaikkan alisnya

“Ish! Lepas tidak?”

“Arra, tapi kau harus menerima traktiranku tadi.” Tawarnya

“Tsk, arraseo!

Dari kejauhan, aku melihat namja menyebalkan itu berjalan menuju kearah ku. Mau apa lagi  dia, tadi saja sudah membuatku kesal karena perlakuan sunbae yang menyukainya.

“Hey! Kau siapa?” Tanya Minho sambil menunjuk kearah Myungsoo

“Bukan urusanmu. Kajja Suzy kita ke kelas”

“Yak! Suzy, kau harus menemaniku ke kantin!” Paksa namja bermata belo ini

“Kami akan mengerjakan tugas kelompok. Jadi kami harus segera ke kelas!” Ujar Myungsoo

“Apa benar, Suzy-ah?”

“Ne” ucapku datar dan langsung menarik lengan Myungsoo meninggalkan Minho yang wajahnya sudah terlihat kesal.

Sosok Minho sungguh membuat mood-ku jadi tidak bagus. Aku menyesal dengan perkataanku tadi pagi. Rasanya aku seperti menjadi bonekanya saja yang harus mengikuti kemauannya. Tsk!

“Suzy, tadi itu namjachingumu?” Tanya Myungsoo setelah kami sampai di kelas

“Apa kau perlu tau?” Tanyaku balik, malas menjawab pertanyaannya yang berhubungan dengan namja bermata belo itu

“Emm.. Baiklah, kita langsung membicarakan tentang tugas kita saja”

Ah ini sungguh membosankan, mendengar ide-ide orang lain yang begitu konyol. Apa mereka selalu melihat drama melow saja eoh? Bahkan ide-ide mereka amat sangat pasaran!

“Suzy, bagaimana denganmu?” Tanya Myungsoo

“Bagaimana kalau temanya keluarga? Mungkin itu akan lebih menyentuh dibanding tema cinta atau persahabatan?” Ujarku

“Aku tak setuju” Myungsoo lmenjawabnya dengan tegas.

“Wae?” Tanyaku beserta anggukan dari yang lainnya

“Myungsoo, bukankah itu tema yang brilian. Bahkan semua orang pasti akan tersentuh. Kita ini hidup di dorm, pasti para siswa sangat rindu dengan keluarga mereka. Nah, itu membuat mereka akan tersentuh jika kita menampilkan hal yang berbau keluarga.” Jelas Jieun

“Tsk” lelaki ini hanya berdecak kesal dan langsung keluar dari kelas

“YAK!!! Myungsoo, kau kenapa?” Teriak Hoya berniat untuk mengehentikkan langkah panjang myungsoo

“Aneh” Gumamku

“Suzy, kajja kau jelaskan idemu itu” Ujar Sungyeol menyuruhku untuk mengemukakan ideku.

Kim Myungsoo POV

Cissh, apa-apaan ini tema keluarga? Aku jelas kontra dengan apa yang gadis itu idekan. Jelas saja, aku tak mau dengan idenya itu.

“Myungsoo, kau tetap tak mau dengan ideku?” Tiba-tiba aku mendengar suara gadis itu. Apa dia berniat untuk memohon kepadaku?

“Ne.” Jawabku singkat

“Wae? Apa ada yang salah dengan tema itu? Apa kau tak me..miliki keluarga, mian…” Cecar gadis itu dengan pertanyaan yang pasti membuatku tersinggung

“Kau tidak perlu tau!” Balasku sambil memasangkan earphone berniat untuk tak mendengar ocehannya lagi

“Yak! Kau sungguh tak sopan!” Ujarnya sambil melepaskan earphone-ku

“Jinjja? Lalu memangnya sikapmu selama ini sudah sopan begitu?”

“Tsk!”

Gadis itu akhirnya menyerah dari intogerasinya. Gadis itu memang aneh, kenapa dia sebegitu ngotot dengan idenya. Apa mungkin hanya aku saja yang memiliki keluarga yang terbilang tidak begitu harmonis? Ani, maksudku hanya bermasalah pada ayahku saja.

Gadis itu sepertinya tak berani menurunkan gengsinya di depanku. Sebenarnya aku tak mau mengungkit-ungkit tentang keluargaku di lingkungan sekolah walaupun itu dengan teman baik sekalipun. Keluargaku bukan untuk konsumsi khalayak. Aku tak mau mereka tahu kalau ternyata ayahku adalah seseorang yang begitu penting di dalam pemerintahan kota Seoul. Dan tentunya aku tak mau kalau mereka mengetahui jika nyatanya seorang Kim Myungsoo hanyalah putra yang begitu malang karena sifat kerakusan ayahnya terhadap jabatan dan uang. Ya, walaupun ayahku bukan seorang koruptor tapi tetap saja aku tak suka dengan sifat ayahku yang terlalu mengagungkan uang diatas segalanya.

Aku beranjak memasuki kelas olahraga. Lee Sonsaengnim menyuruh kami untuk segera berganti baju dan segera menuju lapangan. Susana di kelas memang tidak begitu ramai karena kapasitas perkelas sekolah ini memang hanya 20 orang. Aku melihat teman-temanku –Sungyeol dan Hoya- menghampiriku.

“Myungsoo-ah, tadi kenapa kau malah pergi eoh?” Ujar Sungyeol

“Kapan?”

“Sewaktu kita membicarakan tema yang akan kita ambil untuk pementasan kelompok.”

“Oh..” Balasku datar

“Wah Myungsoo-ya, badanmu bagus juga ya kekeke~ tapi tetap badanku yang terlihat perfect. Lihat abs-ku coba hahahaha” kami memang sedang berada di ruang ganti dan Hoya memamerkan tubuh besarnya yang dia maksud dengan abs. cish.. bukankah itu lemak? Bisa-bisanya dia mengatakan abs.

Pletak

“Mwo? Kenapa kau menjitakku hah?” Hoya tak terima dengan jitakan Sungyeol

“Tutup tubuhmu yang berlemak itu, aku tak tega untuk melihat tubuh berlemak seperti itu” Balas Sungyeol

“YAK! Dasar kerempeng~” Ejek Hoya tak terima dengan perkataan Sungyeol

Hahahaha kedua temanku memang benar-benar gila. Setidaknya inilah yang membuatku melupakan masalahku di rumah.

“Myungsoo, kajja kita ke lapangan. Kita tinggalkan Hoya saja.” Ajak Sungyeol dan Hoya masih melihat-lihat tubuhnya yang katanya ber-abs itu di depan cermin ckckck namja aneh.

-Lapangan-

“Baiklah, anak-anak semuanya… kita akan pemanasan terlebih dahulu yang diawali dengan lari memutari lapangan sebanyak 5 kali dan setelah itu kita akan senam ringan.” Ujar Lee Sonsaengnim memberikan pengarahan

“Sonsaengnim, untuk murid wanita apa tidak bisa di diskon?” Celetuk yoeja yang terlihat mencolok dengan make-up tebalnya

“Mwo? Ani, Dasom-ssi. Kau kira ini butik pakaian ckck. Baiklah kita mulai, cepat buat barisan. Hitung sampai 10 dan kalian harus membuat barisan dengan 2 banjar.”

Pluiiiit

 

Kami telah berbaris mengikuti perintah Sonsaengnim. Para murid namja masih terlihat kuat pada putaran ketiga namun tidak untuk murid-murid yoeja. Mereka terlihat sangat kelelahan. Bagaimana dengan gadis angkuh itu ya? Ish, kenapa aku malah memikirkan gadis itu zzzzz~~~

Huh huh huh …

Kudengar suara helaan nafas kelelahan di sampingku, ketika ku menoleh ternyata gadis angkuh itu.

“Kau kelelahan?” Tanyaku meremehkan

“Tsk” decaknya kesal dan langsung berlalu begitu saja.

Gadis itu benar-benar sangat angkuh.

Author POV

Musim semi kali ini tidak sekonsisten musim semi tahun kemarin. Terkadang hujan masih saja betah mengguyuri kota Seoul. Bahkan cuaca hari ini pun terlihat begitu mendung. Seakan tak sesuai dengan musim semi, mungkin ini akibat dari global warming sehingga musim pun tak berjalan dengan sesuai.

“Suzy-ah …” Panggil yoeja berwajah innocent

“Ne..”

“Emm… begini… emmm…”

“Kau mau berbicara apa? Tak usah gugup begitu, aku kan bukan hantu” Ujar gadis cantik itu

“Hehe ani bukan begitu. Tapi aku ingin meminta bantuanmu. eh ani, bukan aku tapi semuanya.”

“Maksudmu?” Tanya Suzy dengan perasaan yang tidak enak

“Begini, kami kan sudah setuju dengan idemu tentang tema keluarga itu. Keundae hanya Myungsoo yang belum setuju dengan idemu. Nah, kami sudah fix dengan idemu. Jadi aku memintamu untuk membujuk Myungsoo untuk setuju dengan idemu.”

“Kenapa harus aku?” Ujar Suzy sambil menaikkan alisnya.

“Karena sedari tadi kami sudah membujuk Myungsoo namun belum ada yang berhasil. Oleh karena itu kami benar-benar perlu bantuanmu. lagipula itu kan idemu jadi mungkin kau punya alas an yang jitu untuk mengambil tema itu.” Jelas gadis yang notabenenya teman sekelompok Suzy

“Hh.. baiklah, Jieun. Akan aku coba.” Balas Suzy dengan helaan nafas panjangnya

“Ige, aku berikan nomor ponsel Myungsoo” Jieun menyerahkan secarik kertas pada Suzy

“Semoga kau berhasil, Suzy. Hwaiting!” Lanjut Jieun menyemangati Suzy dengan senyuman manisnya

 

Bae Suzy POV

 

Namja itu benar-benar keras kepala, dia sungguh mengerjaiku. Kemana lagi dia? Aissh, Eotthoke? Apa aku harus meminta bantuan Minho? Eh ani, itu malah membuatku terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar lagi.

Akhirnya setelah aku memutari sekolah ini, aku menemukan namja ini juga. Aku langsung memasuki ruangan music ini. Dia terlihat sedang memetikkan gitar yang ada di pangkuannya.

“Kau kenapa tak setuju dengan ideku?” Tanyaku to the point

“Oh kau.. kukira siapa. Apa kau mencariku hanya untuk menanyakan hal itu?” Ujarnya sinis

“Aku tak punya banyak waktu. Kau harus menyetujui ideku. Kau kalah telak jika tidak setuju dengan ideku. Teman-teman yang lain sudah menerima kalau tema kita nanti adalah keluarga. Lebih baik kau bergabung dengan kelompok lain saja kalau kau tak setuju. Mudahkan?” Ujarku pedas. Aku kesal sekali dengan namja ini. Bahkan dia seperti memiliki kepribadian ganda, padahal sewaktu di kantin dia masih bersikap sok manis kepadaku.

Brakk

 

Aku kaget dengan perlakuan lelaki yang ada dihadapanku ini, dia menggebrak keras meja yang ada di ruangan ini. Apa dia marah kepadaku? Memangnya aku berbuat apa? Bukankah aku hanya membujuknya saja?

“Kau bahkan memiliki sifat yang sangat angkuh dari yang kuduga, Suzy-ssi!” Ujarnya tajam dengan matanya yang tepat menatap ke pusat kedua bola mataku. Aku bergetar hebat, sebelumnya aku tak pernah menerima perlakuan seperti ini. Siapapun bantu aku, jebal~

Samar-samar kudengar pintu ruangan ini terbuka lebar…..

“YAK! Apa yang kau lakukan hah?” kudengar teriakan dari balik pintu ruangan ini

“Suzy-ah, gwencana?” Lanjutnya

to be continued …

Advertisements

41 responses to “A Person Like Me (Chapter 2)

  1. Akhirnya di lanjut huhu aku udah nungguin dari kapan itu lupa #plaak

    Itu yang nolong Suzy, Minho kah? Ah, ayo kak di lanjut, jangan lama-lama agar aku tidak penasaran hehe

    Keep writing!

  2. Waw….daebak…
    Myungsoo nya tempramental bnget,
    eum ada cinta segitiga nih kyknya…keke
    lanjut

  3. Akhirnya di post juga >< aku sudah menunggu ini loh kak entah sejak kapan itu #plaaak

    Seru, penasaran Myungsoo memang kepribadian ganda(?) kayaknya lol
    Itu yang nolong Suzy Minho kah? Atau Sungyeol? *-*

    Lanjutannya jangan lama-lama kak, keep writing! ^^

  4. Annyeong.. Reader baru thor..
    Keren ceritanya thor..
    Ditunggu bgt lanjutannya yah thor..
    Keep writing n fighting!!

  5. Suzy bnr” kulkas berjalan….
    tp knp dy mw nerima tawaran minho yg sbnrx udh kliatan bklan manfaatin suzy….

    myungsoo~ ah sbr” ja dech ngadepin suzy… mnrutq waktu suzy bilang kata” membujuk myungsoo ithu kesanx bukan membujuk gk salah klo myungsoo naik pitam….

    okey dech, dtunggu lnjutanx thor…. nd dtunggu kpn myungzy jadian… hahaha… ^o^

  6. Pingback: A Person Like Me (Chapter 3) | My Scratch ~·

  7. Ternyata Suzy menerima tawaran Minho.
    Waduh..Myung marah. Siapa yg datang? Minho kah?
    Go to the next part.

  8. Selama ini aku baca ff myungzy tdk pernah ada yg seangkuh suzymu thor… Jadi aku suka nih… Sama2 dingin dan keras kepala…. Hehehe boleh diadu deh… Suka..suka…lanjut thor

  9. aaaaaa……pasti minho tuh yg datang iyakan??thor gak biosa yah di buat moment myungzy agak lama dikit..sedari tadi scene myungzynya cuma dikit doang..huhu
    lanjut” ke part 3 ne..seru seru…xixi

  10. Oo… Myungsoo esmoni ani.. emosi!
    Omo! kasian uri suzy, sepertinya dia tak terbiada dengan perlakuan kasar, dan .. dan.. dia sepertinya mulai ketakutan.
    kalo boleh nebak, namja yang datang dan menanyai keadaan suzy pasti Minho.. pasti.. haha, sotoy/// okay lanjut. thanks thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s