Stay With Me [1/2]

stay with me poster (2)

– Stay With Me –

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s): Lee Junho, Bae Suzy || Support Cast (s) : 2PM’s Members and Miss A’s members || Length: Twoshoot || Genre: Romance, Hurt || Rating: PG-15

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine.

– © Hannayunisty Fanfiction –

 

Bae Suzy POV

Ruangan ini amat sangat sepi, setahuku ruangan ini dulu selalu saja diisi dengan canda tawa dari mereka. Apa mereka sesibuk itu? Aku tahu konsekuensi dari seorang idol pasti harus merelakan sebagian besar waktunya untuk fans, shooting dan show. Tapi kami juga perlu hiburan bukan?

Ceklek

Pintu ruangan ini terbuka, refleks aku langsung menoleh ke seseorang yang memasukki ruangan ini.

“Oppa..” Sapaku sambil tersenyum

“Suzy-ah, kau disini. Apa kau tak ada jadwal?” Tanya namja berwajah innocent ini

“Ani, aku diberi bonus libur shooting karena aku sudah menyelesaikan bagianku di episode ke-5 dengan cepat hehe” Balasku dengan membanggakan diri di hadapannya

“Wah good job. Itu baru dongsaengku hehe” Ujarnya dengan tawaan renyahnya.

Aku rindu dengan salah satu senyuman orang yang kusayangi. Tawaan namja ini mengingatkanku padanya. Bahkan di ruangan ini kita sering mengobrol bersama. Dan senyumannya selalu menghiasi setiap pembicaraannya.

“Oppa, apa dia ada disini?” Ujarku tiba-tiba

“Apa kau merindukannya, Suzy?” Tanyanya yang seakan mengerti perasaanku

“Aku rindu dengan kalian semuanya”

“Tsk, kau tak bisa membohongiku”

Lelaki ini memang sudah sepeti kakak kandungku. Aku memang begitu beruntung menjadi Bae Suzy Miss A, dikaruniai orang-orang yang selalu menyayangiku. Namja yang ada di hadapanku ini adalah salah satu personil Boyband terkenal yang berada di bawah naungan agensi yang sama dengan Miss A. ‘Beastly idol’ itulah sebutan mereka. Aku sudah menganggap semua artis yang satu agensi denganku adalah keluargaku. Tapi berbeda hal dengan salah satu namja tampan yang merupakan personil dari ‘Beastly idol’ ini. Aku terlanjur jatuh hati pada satu-satunya namja yang memiliki eye smile tersebut, dia bahkan terlalu berarti untuk seorang Bae Suzy.

“Ya… Kenapa kau malah melamun ?”

“Ah ani. Aku hanya rindu dengan suasana ramai ruangan ini” Ujarku masih mengingat-ingat kenangan kami di ruangan ini

“Kan sudah ada Oppa.” Celetuknya

“Itu tidak cukup”

“Suzy semuanya tak akan pernah sama, selalu ada dimana kita tidak bisa berdiam diri terus-terusan di tempat tersebut. Begitu juga denganmu, aku dan semuanya. Kau sudah dewasa bukan? Jadi, anggaplah ini memang suatu proses kedewasan yang harus kau hadapi.” Jelasnya yang menasihatiku. Namja ini bahkan terlihat berbeda, sangat dewasa. Apa hidup memang harusnya seperti itu? Berjalan kedepan dan tak boleh melihat kebelakang?

“Sudahlah, lebih baik kita turun saja. Di bawah ada Khunnie hyung dan Junho” Ajaknya

 

Deg

Wooyoung Oppa langsung menarik lenganku menuju kebawah. Aku tahu kalau dia juga sebenarnya tahu apa yang aku pikirkan.

Sesampainya dibawah, aku melihatnya. Lelaki yang selalu berusaha melindungiku ini. Walau tak terlihat dari luar tapi aku tahu kalau dia akan selalu menjagaku. Keundae itu mungkin kejadian lampau, kini sifatnya sedikit membeku kepadaku. Apa aku melakukan sebuah kesalahan?

“Ah, Suzy-ah! Kau ada disini? Aigoo.. Kau makin cantik saja kkk~ kemari, Oppa ingin memelukmu, Oppa rindu dengan anak emas JYP hyung ini” Seru Khunnie Oppa, dia memang selalu membuat orang di sekitarnya merasa nyaman. Aku segera memeluknya dan setelah itu aku melihat kearah namja sipit yang berada di sebelah Khunnie Oppa dan tentu langsung membuatku kikuk. Namun Khunnie Oppa seakan tahu kalau kami berada di zona canggung. Dan Khun Oppa langsung menyuruhku memeluk namja itu dengan arahan kepalanya.

“Junho juga merindukanmu, Suzy!” Ujar Khun setelah aku dan namja itu melepaskan pelukan kami

“Hemm.. Hyung, aku ke toilet sebentar ya” Ujar namja itu. Mungkin dia bermaksud untuk menghindariku

“Suzy, apa kau ada masalah dengan Junho?” Tanya Khun Oppa

“Hyung, kajja kita beli ice cream” Ujar Wooyoung Oppa seperti mengalihkan pertanyaan Khun Oppa

“Ne, kau pergi saja duluan. Aku ingin mengobrol banyak dengan Suzy.”

“Aisshh, tak asyik. Lebih baik mengobrol di kedai ice cream saja. Kajja hyung, Suzy kau juga harus ikut dengan kami!” Paksa Wooyoung Oppa sambil menarik lenganku.

“YAK! Umurmu sebentar lagi akan bertambah, kurangi sifat childishmu itu !” Omel Khun Oppa. “Ah, kita tunggu Junho. Junho juga harus diajak” Lanjut Khun Oppa dengan usulannya

“Ne, arraseo!” Jawab Woo Oppa dengan memanyunkan bibirnya. Wajahnya memang begitu imut, tapi kini pipinya semakin tirus saja tidak seperti dulu yang masih chubby.

Aku menyunggikan senyuman, jika mengingat wajah Woo Oppa dulu. Sewaktu kami main di drama dream high 1, pipinya sering sekali di cubit oleh fans-fans ahjumma yang sering mengunjungi shooting kami hehe.

“Ya… Kau kenapa tersenyum sendiri eoh?” Tanya Woo Oppa

“Eh, ani.”

“Ah itu Junho sudah kembali, baiklah kajja kita berangkat. Nanti biar Wooyoung saja yang menyetir.” Ajak lelaki tampan ini, Khun Oppa memang sedikit trauma dengan kecelakaan yang membuatnya sempat hiatus beberapa bulan dari 2PM. Dan dia merasa sangat bersalah, aku tahu Khun Oppa mungkin sedang ada masalah sewaktu itu.

“Mwo? Memangnya mau kemana?” Tanya Junho Oppa dengan muka polosnya. Jujur aku sangat rindu dengan muka polosnya ini

“Ah, sudahlah! Kajja berangkaaaaat!!!” Seru Woo Oppa

Selama perjalanan aku berbincang-bincang dengan mereka terkecuali Junho Oppa. Aku tidak tahu apa yang membuatnya seakan menjauh dariku. Jujur, aku tersiksa dengan perasaan aneh ini. Aku akui aku telah terjerumus ke dalam pesona eye smile dan suaranya yang teramat sempurna. Dia juga sosok yang begitu perhatian kepadaku. Ya, walaupun semuanya juga sangat baik kepadaku tapi ada perbedaan darinya yang membuatku bisa luluh karena namja ini. Junho Oppa, bogoshippo …

“Cha, sampai!”

Aku segera turun disusul dengan Khun Oppa dan lainnya. Ah, setidaknya hari ini aku bisa merefreshkan otak dan tubuhku hehe. Aku sungguh bahagia jika aku berada di dekat mereka, tentu terlebih didekatnya.

Kami duduk di ujung kedai ice cream ini, sedari tadi Woo Oppa selalu saja membuat lelucon dan berbicara tentang konser What Time Is It mereka di beberapa negara yang bisa dibilang sangat sukses. Aku berharap suatu saat juga Miss A akan bisa mengikuti kesuksesan 2PM kelak. Dan tentunya aku harus lebih berusaha lagi untuk membawa Miss A lebih banyak dicintai oleh semua orang.

“Suzy-ah, bagaimana dengan dramamu? Lee Seung Gi pasti terpesona dengan dongsaengku ini kan? Hahaha” Khun Oppa menanyakan dramaku yang terbaru dengan senyuman manisnya.

“Hahahaha hyung, kau seperti tidak tahu saja. Suzy kan memang sangat pintar mengambil hati seseorang. Kau tanya saja setiap idol group, pasti setidaknya salah satu dari member mereka ada yang menjadi fanboynya. Ckck… Aku kasian terhadap namjachingunya kelak.” Cerocos Woo Oppa. Tsk, apa-apaan namja bawel ini! Berbicara yang tidak penting saja! Aku menyesal kalau dulu aku pernah mengidolakannya. Semenjak itu dia selalu saja menggodaku. Huh!

“Junho-ya, wae sedari tadi kau diam saja?”

“Ani. Gwenchana hyung” Jawab Junho Oppa sambil menunjukkan eye smilenya. Aku tahu itu senyuman palsu dari wajah lelahnya, apa dia ada masalah?”

“Aigoo. Aku lupa kalau aku harus ke tempat gym-nya Chansung. Wooyoung-ie, kau harus antarkan hyung, nde? Hehe”

“Yak…. Hyung, kenapa kau begitu tega padaku. Baru saja lidahku mencicipi ice cream banana split yang lezat ini. Wait a moment, please…”

“Ani, cepat. Ini bisa kita bungkus. Junho, kau dan Suzy bisa pulang nanti kan? Mianhae, aku meninggalkan kalian. Suzy, maafkan Oppa nde?”

“Dan Junho, kau nanti hubungi Jung ahjussi saja jika kalian ingin pulang. Bye …” Ujar Khun Oppa. ada apa ini? Kenapa tiba-tiba dia ingin pergi, pasti ini sengaja dilakukan oleh mereka. Eothokke?

Tik  tok tik tok  …

Bunyi jarum jam seakan menemani keheningan kami, selain bunyi jarum jam tersebut suara sendok dan garpuh pun ikut meramaikan keheningan yang kami ciptakan. Lelaki tampan ini seakan tak berniat untuk mengucapkan satu patah kata pun. Baik aku maupun dirinya tidak berani untuk memulai suatu pembicaraan

 

Author POV

 

2 pemuda tampan sedang membicarakan hal yang serius di dalam sebuah mobil mewah. Salah satu pemuda itu terkadang menganggap lucu pembicaraan mereka.

“Hyung, jadi kau sudah tahu kalo Suzy juga menyukai Junho?”

“Ne, terlihat dari sikap Suzy terhadap Junho.” Jawab lelaki beralis tebal tersebut

“Memangnya sikapnya terlihat beda ya? Aku memang sudah tahu karena Suzy pernah menanyakan hal aneh tentang Junho kepadaku. Sewaktu itu aku menebak kalo Suzy menyukai Junho dan Suzy malah tersenyum penuh arti. Aku hanya tak percaya saja kalau gadis kecil itu sudah dewasa hahaha”

 

Pletak!

 

“Yak! Hyung! Kenapa kau memukulku? Aku kan berkata sesuai fakta yang ada”

“Ne, tapi dia bukan gadis kecil lagi. Umurnya akan beranjak 20 th.”

“Arraseo, tapi kan kelakuannya tetap seperti anak kecil” Ujar lelaki berwacah cute ini sambil mengerucutkan bibrinya

“Ne, sifatnya sama sepertimu!”

“Mwo?”

“Ah sudahlah, kau focus saja menyetir! Aku memang sengaja meninggalkan mereka. Aku yakin Junho memiliki suatu masalah. Dan mungkin itu karena gadis itu. Karena sejak kemarin jika aku membahas Suzy, dia langsung memasang wajah murungnya.”

“Aku juga merasakan hal-hal yang bersifat aneh darinya sejak Hyung dan Suzy pulang dari Bangkok karena kalian menjadi MC di KMWB 2013.”

“Hal aneh apa memangnya?” Namja ini menaikkan alis tebalnya menunjukkan kalau ia sangat penasaran dengan perkataan Wooyoung

“Kalian menjadi MC dengan Minho SHINee juga kan?” Tanya Wooyoung

“Ne, dengan Kwon-ie dan Jiyeon T-Ara juga” Jawab Nichkhun

“Nah, aku tahu kenapa Junho bersikap seperti itu!”

“Apa dia cemburu denganku eoh?”

“Mwo? Kenapa hyung bisa senarsis itu hem? Jelas bukan karenamu. Tapi Minho!”

“Oh begitu hehe” Balas Nichkhun dengan menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal

 

——

Disisi lain 2 manusia ini masih saja nyaman berkutat dengan keheningan. Sibuk dengan masing-masing gadget yang ada di genggaman mereka. Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk memecahkan suasan hening ini. Namun salah satu dari mereka seperti terlihat menyerah dengan keadaan tak nyaman ini.

“Oppa, apa ada masalah?” Gadis ini memberanikan diri untuk membuka suatu pembicaraan

“Kita pulang saja, aku sudah menghubungi Jung Ahjussi. Sebentar lagi dia datang” Jelas pemuda sipit ini

“Oppa, apa aku punya salah?” Gadis ini mencoba untuk mencari penyebab diamnya pemuda tampan yang ada di hadapannya tersebut

“Tidak ada yang salah.” Jawabnya dingin

Tes tes tes …

Tanpa diduga gadis ini meneteskan bulir-bulir airmata dari mata indahnya.

“Aku tidak tahu apa penyebab dari semua ini tapi aku harap kau memaafkanku.” Gadis ini mencoba untuk meredakan setiap tetesan air yang keluar dari matanya.

Junho dan Suzy, 2 idol kebanggaan JYPNation ini masih terdiam. Entah apa yang menjadi permasalahan penyebab Junho sedari tadi berdiam diri. Suzy pun tak pernah tahu apa sebenarnya yang Junho pikirkan tentangnya selama ini. Yang jelas, lelaki pemilik eye smile ini telah berhasil menyentuh hati terdalam seorang Bae Suzy.

“Mianhae.” Ujar Junho singkat tanpa berani mengarahkan pandangannya ke Suzy. “Jung Ahjussi sudah datang. Kajja pulang!” Lanjutnya

Lee Junho POV

Aku tak tahu apa yang harus ku perbuat, yang jelas aku tak mau berharap lebih kepada gadis itu. Terlebih lagi Minho, dia adalah salah satu teman baikku. Dia dari dulu ingin sekali untuk menjadikan Suzy sebagai yoejachingunya, maka dari itu aku berusaha mendekati Suzy yang notabenenya adalah hoobaeku di agensi. Dan lama-kelamaan aku malah terbuai dengan segala kepolosan dan kecantikan gadis ini. Apa lagi setelah kutahu kalau Suzy juga menyukaiku. Aku tahu hal tersebut dari Wooyoung. Aku seharusnya bahagia, sangat bahagia namun aku tak boleh seegois itu.

Girl, I’m missing You

Missing You …

Missing You …

“Yobosseo”

“Junho-yah, apa kabar? Kau sudah kembali dari konsermu di Bangkok kan?”

“Ne, aku baik. Ada apa minho?”

“Ayo kita bertemu. Apa kau tak rindu denganku? Mumpung jadwal SHINee besok sedang kosong.”

“Tapi aku sedang sibuk latihan”

“Emm, bagaimana kalau aku mengunjungimu saja?”

“Baiklah, kalau itu maumu”

“Ne. Annyeong”

Tok tok tok!

“Masuk saja”

“Aigoo… Junho, kenapa kau hanya berdiam diri di dalam kamar saja eoh?” Tanya Minjun Hyung

“Aku malas kemana-mana”

“Tsk. Dasar pemalas. Hyung akan pergi ke dorm 2AM. Apa kau mau ikut?”

“Ani.” Jawabku malas

Bertemu dengan gadis itu malah membuat moodku turun. Aku harus bagaimana? Aku pun hanya manusia biasa yang sudah sewajarnya mencintai seseorang dan pasti akan merasakan kebingungan juga jika temannya pun mencintai gadis yang sama. 2PM dan SHINee memang dekat karena sewaktu itu kita debut di tahun yang sama setelah 2tahun berjalan kemudian Miss A debut dan Minho langsung tertarik dengan maknae Miss A tersebut.

Drrrrtt drrrtt…

From : Suzy ^^

Oppa, maaf untuk semuanya. Maaf …

Huft, apa aku harus menyerah dengan keadaan ini. Apa lebih baik aku mengikuti saran Khun hyung untuk melupakan kehidupan cinta. Aku ingat Khun hyung pernah mengatakan kalau sudah tak perduli lagi dengan siapa yang dicintainya. Bahkan dia sempat menolak first love nya sendiri. Karena yang menurutnya sangat berpengaruh di kehidupannya hanyalah family, 2PM, Hottest, dan JYPNation. Dan mereka semua pun dianggap sebagai keluarganya. Mungkin itu memang jalan yang terbaik bagi para idol. Tapi aku tak bisa setegar Khun hyung. Lantas aku harus bagaimana?

Drrt drrrtt…

From : Suzy ^^

Joengmal mianhae…

Oppa, aku ingin berbicara denganmu. Tolong balas pesanku, jebal~

Aku tak mau menyakiti gadis ini dan aku pun tak mau mengkhianati Minho. Baiklah, aku harus bertemu dengannya dan membicarakan soal Minho padanya. Kau harus tegar, Lee Junho!

To: Suzy ^^

Aku akan mengunjungi dorm-mu sore ini jam 5.

Semoga dengan caraku ini, semuanya tak akan ada yang tersakiti.

Bae Suzy POV

Akhirnya dia membalas pesanku juga. Oppa, apa kau tidak melihat ketulusanku hem? Kenapa kau membuatku begitu rapuh? Apa selama ini kau juga hanya dianggap sebagai yeodongsaengmu saja? Apa tidak ada kata lebih dari sekedar yeodongsaeng? Harusnya aku tidak menanggapi yang mungkin hanya lelucon bagi seorang Lee Junho. Ya, namja sipit itu pernah mengatakan cinta padaku di twitter sewaktu itu. Bukankah itu hal yang sangat frontal bagi seorang idol? Aku tak menanggapi twitternya karena aku takut dengan JYP-nim yang langsung menegurnya. Aku juga sudah merasakan hal yang lain darinya, dia seolah sangat melindungiku. Tapi sepertinya dia seperti Khun hyung yang memperlakukan baik semua wanita. Kau harusnya sadar akan hal itu, Bae Suzy!

“HUAAAHHH!!!!!”

Bukk

“YAK! JANGAN BERTERIAK” teriak seseorang dari luar setelah melemparkan seseuatu ke pintu kamarku. Ini pasti ulah dari Min Eonni.

“Aigoo… Ini sudah jam 3, berarti 2 jam lagi dia akan kemari. Aissshhh!!” Gumamku

“SUZY-AH, APA KAU INGIN MATI SECARA TRAGIS EOH?”

“YAK! Eonni, kenapa kau seganas itu?” Tanyaku membuka pintu kamarku

“Oh, pantas saja kau berteriak tak jelas!”

“Wae?”

“Lihat saja wajahmu seperti habis keluar dari horrormaze saja hahahaha ”

“Apa kau dengan Junho Oppa sudah kesana ? Kenapa aku tak diajak eoh?” Lanjut Eonniku yang memang terkenal dengan kegilaannya

“Apa sekarang Eonni telah  menjadi stalker twitterku?” Ujarku

“Mwo? Aniyo! Lagipula kau dengan Junho Oppa selalu saja menghiasi timeline-ku. Huh! Makanya kalau berkencan jangan di twitter!” Cibir Min Eonni

“KYAAAAA!!!”

Pletak

“Kenapa Eonni menjitakku?”

“Gendang telingaku sebentar lagi akan pecah jika kau selalu berteriak!”

“Ah sudah, aku ingin bersiap-siap dan mandi dulu. Jangan mengajakku mengobrol lagi!” Ujarku sambil beranjak menuju kamar mandi

“Ish, maknae gila” Gumam Min Eonni

“Yak! Aku dengar Eonni. Sesama gila jangan saling mengejek!” Jawabku

Oke, kini aku telah rapi dan wangi. Aisshh, sepertinya ini sangat berlebihan. Padahal dia mendatangi dorm-ku dan buka mengajakku keluar. Tenangkan hatimu, Suzy!

Tok tok tok…

“Suzy-ah, Junho mencarimu” panggil Fei Eonni mengetuk pintu kamar dan mengatakan hal tersebut.

“Pas, baiklah kali ini kau harus mengendalikan emosimu, Suzy! Ne, pasti bisa! Fighting!” Gumamku

“Suzy-ah, cepat keluar.”

“Ne, Eonni!”

Aku beranjak dari kamarku menuju ruang tamu. Kulihat lelaki tampan ini telah duduk manis. Dia memakai kemeja hitam panjang yang lengannya digulung sehingga terlihat sangat tampan dengan wajah putihnya. Kenapa dia bisa setampan itu? Mata sipitnya sunnguh membuatku terjerumus ke dalam angan-angan yang begitu tinggi.

“Oppa” Sapaku

“Lebih baik, kita bicara di luar saja. Aku sudah membawa mobil.” Ujarnya dengan datar

“Ne”

Sebenarnya dia mau membawaku kemana. Sedari tadi mobil yang dikendarainya terus saja berjalan.

“Kita mau kemana?”

Diam, itulah hal yang aku benci. Kenapa namja ini menjadi begitu pendiam eoh? Sebenarnya dia itu kerasukan apa sehingga sifatnya bisa berubah menjadi dingin seperti ini?

“Maaf jika aku telah membuatmu kesal” Lelaki yang berada disampingku ini akhirnya membuka suaranya

“Ani, Oppa tidak punya salah apa-apa”

“Jinjja? Mukamu tak menunjukkan bahwa kau dalam keadaan baik”

“Emm… aku hanya.. a…ku” Ujarku sangat gugup

“Kenapa kau gugup sekali? Apa yang ingin kau katakan, cepat katakanlah …”

Diam, aku mencoba mengumpulkan semua keberanianku

“Aku merindukanmu.”

Lee Junho POV

 

“Emm… aku hanya.. a…ku” Ujar gadis yang berada di sampingku ini. Terlihat sekali bahwa ia sangat gugup

“Kenapa kau gugup sekali? Apa yang ingin kau katakan, cepat katakanlah …”

Beberapa detik kemudian ia hanya terdiam hingga ia membuka mulutnya untuk mengatakan hal yang sungguh membuatku terdiam.

“Aku merindukanmu.”

DEG

“Ne, kau pasti merindukan kami karena 2PM sedang bersiap-siap untuk comeback dan baru saja menyelesaikan tour di Jepang.” Ujarku berusaha untuk menetralkan hati yang mungkin sudah kelewat jenuh

“Aku hanya merindukanmu” Gadis cantik ini mencoba untuk menjelaskan tentang perasaannya. Suzy, apa kau tidak tahu kalau hatiku ini sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi? Cobalah untuk berbohong sedikit kepadaku!

“Ne, semua orang pasti akan merindukanku kkk~” Lagi-lagi aku mencoba membalasnya dengan candaan garing. Setidaknya ini bisa menutupi perasaanku yang sebenarnya

“Oppa, hentikanlah semua kebohonganmu! Aku tahu kalau kau memiliki perasaan yang berbeda. Aku tahu semuanya, tolong bersikaplah dewasa dan jelaskan apa yang kau rasakan selama ini. Semuanya” Cerocos Suzy. Mianhae, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku memang orang yang pengecut.

“Sudah sampai” Ujarku mencoba mengabaikannya

“Oppa, kau benar-benar keterlaluan.”

Brakk

Ia membuka pintu mobil dan langsung melaju kearah bangku yang berada di dalam taman ini. Aku mengajaknya ke sebuah taman yang biasa kami kunjungi. Taman ini cukup sepi dan cukup nyaman. Setidaknya tidak ada wartawan yang menguntit kami disini.

Aku keluar dari mobil ini dan menyusul gadis itu.

“Jadi tujuanmu mengajakku kesini untuk apa?” Tanya Suzy to the point

“Aku hanya ingin mengobrol saja. Mungkin kau sudah  salah paham dengan sikapku selama ini.”

“Maksud Oppa?”

“Jika kau merasakan hal yang berbeda dariku mungkin itu karena mood-ku yang terkadang tidak bagus. Kau tahu kan kalau aku sangat moody?”

“Lalu?”

“Tetaplah menjadi adikku yang manis, Suzy-ah” Ujarku dengan senyuman yang tulus

Hening, mungkin gadis ini sedang memikirkan apa yang sedari tadi aku katakan. Kulihat emosinya sedang labil, apa aku menyakitinya? Apa ucapanku tadi membuatnya begitu rapuh? Dia terlihat sedang menghela nafas mencoba untuk menguatkannya. Mungkin..

“Oppa, mianhae…” Ucapnya menggantung. “Sarangheo” Lanjutnya. Sebuah kata yang membuatku merasa bersalah. Apa dia tidak bisa lebih mengtrol lagi perasaannya?

“Ani, kau pasti bercanda kan hehe?”

“Apa sebelumnya aku pernah bercanda soal perasaanku?”

To be continued ..

Author nyoba buat Twoshoot JunZy nih, buatnya udah dari jaman kapan  tapi baru rampung bagian pertamanya sekarang hehe. FF ini mungkin bisa menebus dosa author yang tempo dulu pernah buat FF JunZy tapi sad ending. yah, semoga saja ini bisa happy ending tapi engga janji juga yah hehe… maaf kalau banyak typo atau cerita dan alurnya amat membosankan. author udah berusaha sebisa mungkin, jadi coment kalian entah itu saran atau kritik author sangat menghargai itu semuanya = ]

Advertisements

18 responses to “Stay With Me [1/2]

  1. Jebal….Jebal my best chingu jangan bikin MinZy jadikan akhir yang baik na…
    awasss klo Junho oppa kalah deui…

    Gila bca na berasa diposisi My bebebh sakitttttt
    Cinta tapi ga bisa ….
    ga bisa cma gra gra sahabat terbaiknya…

    Jeballl jgn bikin my bebh sedihhhhh biarkan ia bahagia dengan SuZy… jebal 😥

  2. Akhirnyaaa bkin JunZy jga thor..keren bgt critanya apalagi mreka jdi artis suka,,suka,,suka,,next part jgan lama2 Ɣªªªª thor Fighting 🙂
    Harus happy ending JunZy yaa *maksa

  3. kyaaaa junzy,,,junzy,,,junzy,,, *girang

    jebaaal bikin mereka happy end
    mereka tuh couple paling cocok seantero dunia kpop thor *lebay
    jd jebaaal happy end…junho ga boleh mengalah dari minho

  4. Hallo saya reader baru 🙂
    Aku suka banget junzy couple, ceritanya juga sangat menarik. Ditunggu next partnya ^^
    Dan semoga happy ending utk junzy pastinya º°˚н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅^⌣^н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅˚°º

    Ohya, apakah author ini hottest soalnya aku juga hottest. Salam kenal yaa 🙂

  5. Ceritax menarik untuk d kuntit… #a.ka d ikutin… hehehe…

    aq sbnrx myungzy shipper tp d cerita ini junzy ja ya thor… #hehehe…

    dtunggu lanjutanx… fighting for author… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s