Marrying Mr. Photographer (Part 3)

25-1 copy copy copy

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Comedy, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

 

Dia tampan dan sangat mengagumkan, namun profesinya itu membuatku sulit untuk selalu berada disampingnya

-Bae Suzy-

Gadis cantik ini adalah milikku, namun aku merasakan kalau dia bukan milikku seutuhnya

-Kim Myungsoo-

Author’s POV

Langit pada hari itu menunjukkan corak warna yang indah, lembayung merupakan warna yang ikut menghiasi keindahan langit pada sore itu. 2 insan ini terlihat berada di dalam mobil yang mereka tumpangi, sang yoeja terlihat begitu kelelahan dan namja dari gadis tersebut masih betah dengan keseriusannya dalam mengendarai mobilnya dan sesekali tersenyum melihat ke sebelah kanannya untuk memastikan bahwa gadis tersebut dalam keadaan baik.

“Neomu kyeopta! gomawo karena telah memberikanku kesempatan untuk selalu menjagamu” Gumam lelaki tampan tersebut

Di saat traffic light memberhentikan mobilnya, dia selalu saja memeriksa keadaan gadisnya tersebut.

“Oppa, apa masih lama?” Tiba-tiba gadis tersebut menanyakan sesuatu kepada lelaki tampan tersebut

“Kau lebih baik tidur saja, nanti jika sudah sampai aku akan membangunkanmu” Jawab lelaki tersebut sambil menyentuh hidung mancung gadis cantik yang ada di sebelahnya

“Oppa, apa semua ini adalah mimpi?”

“Maksudmu?”

“Kim Myungsoo dan Bae Suzy akan menikah” Ujar Suzy sambil menoleh kearah Myungsoo dan memamerkan senyumannya yang hangat

“Ne, keinginan Myungzy Shipper akan terkabul hahaha”

“Dan kau pasti seperti mendapatkan bidadari dari surga”

“Jinjja? Sepertinya dirimu yang paling bahagia karena mendapatkan pangeran tampan sepertiku hihi”

“Arraseo.” Dengus Suzy pasrah dengan pernyataan Myungsoo

Keduanya berniat untuk mengunjungi rumah orang tua Myungsoo yang masih berada di kawasan Seoul namun cukup jauh dari butik yang menangani pakaian pernikahan mereka

15 menit berlalu kedua manusia tersebut turun dari mobil mewah lelaki tampan itu.

Ting Tong …

“Wah putriku yang cantik kkk~ semakin hari dirimu semakin cantik saja, Eomma bangga terhadapmu, Suzy!” Ujar wanita paruh baya setelah membuka pintu rumahnya

“Emm.. Kamsahamnida, Eomma juga semakin cantik” Suzy pun ikut memuji calon mertuanya tersebut

“Ish, Eomma kenapa kau malah tak menyambut anakmu yang tampan ini eoh?”

Pletak

“Huh appo” Rintih Myungsoo karena mendapatkan jitakan dari Ibunya

“Kau itu benar-benar masih cildish, kalau sifatmu begitu terus aku jadi tak yakin kau bisa menjaga Suzy dengan baik”

“Ish, terserah Eomma saja. Aku lapar. Suzy, kajja” Myungsoo langsung masuk ke dalam rumah sambil menarik lengan Suzy

“Eomma, jangan dengarkan Myungsoo. Dia memang masih labil hahaha” Canda Suzy

“Ne, aku jadi heran kenapa dirimu bisa menerima Myungsoo hahaha”

“YAK! Kalian berdua dasar biang gosip! Ah kalau sudah begini aku jadi tersingkirkan huh!” Omel Myungsoo dan langsung ditertawai oleh 2 wanita yang sangat  dicintai lelaki tampan tersebut

Ketiganya langsung larut dalam sebuah pembicaraan yang serius sesekali Myungsoo mendengus kesal karena candaan Ibu dan calon istrinya itu. Mereka sedang membicarakan tentang segala hal yang menjadi persiapan pernikahan mereka yang akan dilaksanakan 5hari lagi.

“Eomma, Appa eoddi?” Tanya Myungsoo

“Biasa, sedang mengurusi usahanya di Busan”

“Tsk, sebentar lagi anaknya akan menikah dia masih sempat-sempatnya mengurusi usahanya!”

“Kau jangan berpikiran buruk dulu, Appa-mu berniat untuk mengundang colleganya juga untuk datang ke pesta pernikahanmu” Jelas Ibu Myungsoo

“Oppa, kenapa dirimu selalu saja berpikiran negatif eoh? Cobalah berpikir lebih positif!” Suzy menasihati Myungsoo dan respon Myungsoo hanya menganggukan kepalanya saja

“Aigoo! Uri Suzy, kau memang gadis yang sangat baik. Beruntung sekali Myungsoo dapat menikahimu!”

“Tsk, terus saja memuji Suzy! lama-lama aku seperti tak dianggap oleh Eomma” Ujar Myungsoo terlihat jelas kalau ia sangat cemburu dengan perhatian ibunya terhadap Suzy.

“Myungsoo-ah, Eomma bahkan sangat bangga kepadamu.”

“Mwo? Eomma mencoba untuk menghiburku hem?”

“Eomma bangga, karena kau bisa menaklukan hati Suzy dan bisa menikahinya bahkan nanti Eomma akan lebih bangga lagi kalau kalian cepat-cepat memberikan Eomma cucu yang tampan dan cantik seperti kalian”

“Ah itu, kalau itu pasti aku akan mengusahakan dengan giat jika Eomma menginginkan cucu dari kami. Iya kan chagi?” Ucap Myungsoo sambil memamerkan barisan giginya dan mencoba untuk menarik perhatian Suzy.

“Tsk, aku tidak janji.” Jawab Suzy singkat

“YAK! Eomma lihatlah Suzy tidak mau menuruti keinginanmu huh!” Rengek Myungsoo pada ibunya

“Cish, dasar lelaki dimanapun sama saja hahahaha” Jawab wanita paruh baya tersebut. “Oh iya semua persiapan sepertinya hampir sempurna sekitar 90%. Dan bagaimana dengan gaunmu Suzy? apa sudah pas?” Tanyanya kepada calon menantunya

“Ne, keundae sepertinya Oppa masih belum puas” Jawab Suzy dengan nada kecewa

“Jinjja?” Tanya ibu Myungsoo memastikan hal tersebut kepada putranya

“Ani, Eomma. Aku sudah puas”

“Oppa tak usah berbohong, komentarmu tadi disaat aku fitting baju tidak menunjukan bahwa kau suka. Kau hanya diam dan komentarmu sangat datar.”

“Ah sudahlah Myungsoo, kau tak usah complain dengan gaun Suzy yang terpenting semuanya hamper selesai dan kalian em… Eomma akan pisahkan kalian terlebih dahulu ne?”

Kim Myungsoo’s POV

 

Mwo? Maksud Eomma?” aku terkejut dengan perkataan Eommaku tadi. Apa maksudnya? Eomma menyuruhku untuk pisah dengan Suzy.

“Ne, mulai besok Eomma larang dirimu untuk bertemu dengan Suzy. arra?”

“ANDWAEEE!”

“Yak! Anak nakal, ini demi kebaikanmu. Saat hari pernikahan kalian kan akan dipertemukan, bukankah itu sangat romantis eoh? Setelah menahan rindu selama berhari-hari dan itu akan membuat kalian lebih mesra disaat malam pertama hihi” Jelas Eommaku. Alasan apa itu? Mana ada yang begitu? Aku pernah dengar adat seperti itu keundae tapi ini jaman modern. Dan haruskah aku juga ikut melestarikan adat itu yang entah berantah dari mana asalnya?

“Suzy, jika Myungsoo datang ke apartemenmu atau menghubungimu dengan cara apapun jangan dibalas ya. Dan kalian tidak boleh keluar sendirian, setidaknya ada yang menjagamu. Tapi Eomma sarankan kepada Myungsoo untuk tinggal dengan Eomma dan Suzy tinggal dengan orang tuamu di Gwangju” Jelas Eomma. “Oh ya, Eomma sudah menghubungi Eomma-mu, Suzy dan besok dia akan datang menjemputmu.” Lanjutnya

“Apa harus begitu?” Tanya Suzy

“Ne, Suzy-ah.” Jawab Eomma dengan pasti

“Hhhh baiklah, berarti 5 hari kedepan benar-benar hari yang amat sangat indah di dalam hidupku” Ucapku pasrah dengan peraturan konyol eommaku.

Nampaknya Suzy tidak keberatan dengan peraturan Eomma-ku ini yah walaupun tadi dia sedikit menanyakan. Jelas saja gadis itu menerima hal tersebut pasti jika tidak ada aku dia akan puas menelpon atau berkirim pesan dengan Soo Hyun atau siapapun. Ish, menyebalkan

Hari ini aku harus mengobrol banyak dengan Suzy dan aku akan memata-matainya walau dia berada jauh. Ah iya, aku suruh adiknya saja untuk mengawasi Suzy, dengan begitu aku tahu dia berhubungan dengan siapa saja selama aku tak ada disampinya selama 4 hari kedepan.

“Eomma, kami pergi dulu ne?” Pamitku pada Eomma

“Kalian akan berkencan eoh? Baiklah, hati-hati di jalan ya. Suzy, jika Myungsoo macam-macam kepadamu, laporkan saja pada Eomma ne?”

“Ish, aku ini calon suaminya jadi dia sudah menjadi tanggung jawabku dan aku tak mungkin menyakitinya. Yasudah, Eomma kami pamit. Besok aku akan kemari.. bye ..”

Dalam perjalanan aku masih memikirkan tentang kekhwatiranku terhadap Suzy. apa dia baik-baik saja jika tidak ada aku? Atau dia malah senang?

“Oppa …” sapanya

“Hemm..”

“Kita memangnya mau kemana? Bukankah setelah dari rumahmu kau akan langsung mengantarkanku pulang?”

“Ani, kita harus membicarakan hal yang serius terlebih dahulu. Kita pergi ke resto dulu. Aku yakin kau juga lapar kan?”

Sesampainya kami di resto langganan kami, kami langsung memesan menu makanan yang menjadi makanan favorit kami. Sepertinya Suzy begitu kelelahan. Mianhae, Suzy… aku malah mengajakmu kemari. Aku hanya ingin mengutarakan semua unek-unek yang ada di pikiranku jika 4hari kedepan aku tidak bisa bertemu denganmu.

“Oppa, aku ngantuk. Kalau makanannya sudah jadi. Bangunkan aku ya!” Ujarnya dan langsung menyenderkan kepalanya ke meja makan resto tersebut.

“Lebih baik kita duduk di ujung sana saja. Kajja, Suzy!” aku mengajaknya untuk pindah tempat duduk di ujung sana. Tempat duduk disini tidak begitu nyaman. Kalau Suzy tidur pasti dia akan sakit leher. Lebih baik aku memilih tempat duduk sofa panjang agar kepalanya bisa bersender di pundakku.

“Cha, kau senderkan kepalamu saja di pundakku” Ujarku dan langsung menarik pinggang rampingnya

“Nyaman bukan?”

“Emm..” Jawabnya dengan mata yang sudah terlelap. “Mianhae, kau pasti sangat lelah” Gumamku

Makanan pun sudah datang tapi Suzy masih terlelap di pundakku. Aku jadi tak enak jika harus membangunkannya. Wajah damainya membuatku tak bosan-bosannya untuk menatapnya selalu.

“I love you” Ujarku dan langsung mengecup bibir mungilnya.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Ujarnya yang tiba-tiba bangun sambil memanyunkan bibirnya

Cup

“Ish! Nappeun!” Ucapnya sambil memukul pelan lenganku setelah aku mengecup sekilar bibirnya. Aigoo! Aku jadi tak yakin kalau aku bisa berpisah dengannya untuk 4 hari kedepan

“Wae? Kini aku bebas menciummu dimana saja karena public sudah mengetahui kalau kita akan menikah hehehe”

“Ish, tetap saja itu memalukkan!”

“Jinjja? Tapi sepertinya kau menikmatinya eoh? Lihatlah wajahmu sudah berubah warna menjadi merah padam hahahaha”

“Oppa, jangan mengajakku bercanda! Aku sedang tidak mood!”

“Tsk, arraseo. Mari kita makan makanan lezat ini!! Ujarku dengan mencubit hidung mancungnya

“YAK! NAPPEUN!”

Bae Suzy’s POV

 

Namja ini benar-benar membuatku naik darah. Sudah tau aku sedang mengantuk tapi tetap saja menggangguku. Aku pastikan jika kita sudah menikah pasti setiap detik dia selalu menjahiliku. Image ‘L’ yang dulu ada pada dirinya seakan hilang, aku bahkan tak pernah ingat kalau ia memiliki image ice prince. Dulu mungkin masih, tapi kini sifatnya benar-benar berubaha malah terkesan over-protective kepadaku. Apa dia benar-benar meragukanku? Jadi sebaiknya aku harus bagaimana untuk membuatnya percaya seutuhnya terhadapku?

Dia terlihat begitu serius menyantap makanan yang ada di hadapannya. Apa aku sanggup untuk berpisah dengannya selama 4 hari kedepan?

Drrrt drrrtt …

Handphoneku bergetar dan aku langsung melihat handphone yang berada di dalam tas kecilku. ‘Junho Oppa’ nama yang tertera di layar LCD-ku, kalau aku mengangkat telepon ini pasti Myungsoo Oppa mencurigaiku dan langsung menuduhku yang tidak-tidak.

“Kenapa kau tak mengangkat teleponmu? Memangnya dari siapa?” Tanyanya yang sedang melihat kearah handphoneku

“Ah ne. aku ijin ke toilet sebentar” aku sempat melihat raut wajahnya yang terlihat begitu kesal. Aku sudah menduga kalau ia mencurigaiku

-on the phone-

“Yobosseo”

“…”

“Oppa, aku juga merindukanmu”

“…”

“Besok, aku akan pulang ke Gwangju”

“…”

“Baiklah, ajak yang lainnya juga ne”

Tut

Setelah aku mengangkat telepon dari Junho Oppa, aku langsung kembali menuju tempat dudukku. Kulihat dia memasang wajah dinginnya, baru saja aku merasakan kalau image ‘L’ nya sudah tidak ada tapi kini ice princenya begitu lekat di wajahnya. Lagi-lagi ia mencurigaiku huft …

“Siapa yang kau rindukan?” Tanyanya dingin

“Oh, Oppa mendengar pembicaraanku?”

“Langsung kau jawab saja. Aku sudah lelah dan ingin pulang!”

“Aku merindukan oppadeul dan eonnideul di JYP Nation”

“Jinjja? Tapi yang aku dengar ‘Oppa, aku juga merindukanmu?’ apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Bae Suzy?

Deg

Sudah kuduga jika lelaki ini pasti akan memulai kebiasaan buruknya. Ayolah, Myungsoo Oppa… kini kita sebentar lagi akan menikah dan dirimu masih belum mempercayaiku sepenuhnya? Aku harus melakukan apa agar kau tak meragukanku lagi?

“Kurasa kau tak mungkin untuk menjawab pertanyaanku.” Ucapnya dengan tatapan yang aku tak menyukai tatapan tajam tersebut. “Baiklah, kita lebih baik pulang.” Lanjutnya yang langsung berdiri dan melangkah keluar dari resto.

Aku hanya pasrah dan mengikutinya keluar dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Oppa, kenapa kau tak bisa mempercayaiku? Aku telah menyerahkan semuanya untukmu dan tak mungkin aku menyukai pria lain dank au harus percaya hal itu!

Tes tes . . .

Aku meraba pipiku yang ternyata sudah terbasahi oleh tetesan air mataku. Ani, aku tak boleh menangis. Aku tak mau Oppa melihatku. Kucoba untuk meredakan tetesan air mataku dan selalu saja mengahadap kearah kaca mobil, ku harap dia tak menyadari kalau aku menangis.

Kim Myungsoo’s POV

 

Dia menangis, aku sudah melihatnya beberapa kali dia menangis karenaku. Karena kegoanku, maafkan aku Suzy… aku memang tak bisa meredakan sifat cemburuku, kau terlalu berarti untukku dan aku tak akan membiarkan dirimu jatuh ke orang lain. Aku hanya terlalu mencintaimu. Apa itu hal yang salah?

“Lekaslah tidur. Sampai jumpa di acara pernikahan kita” Ucapku setelah aku sampai di depan apartemennya. Biasanya aku mengantarkannya sampai apartemennya, namun aku sedang tidak mood karena masalah tadi. Aku tak tahu harus mengatakan apalagi, apa yang kukatakan pasti tak akan mempengaruhinya. Dan dia akan tetap berhubungan dengan pria-pria yang dianggapnya sebagai Oppa-nya itu keundae aku tahu kalau mereka menyukai gadisku ini. Gadis cantik ini sungguh memiliki tingkat kepolosan yang tinggi, dia tak tahu kalau mereka sebenarnya menaruh harapan besar padanya.

“Mianhae, joengmal mianhae hiks hiks …” Kurasakan sepasang lengan yang melingkari pinggangku, punggungku terasa basah. Yang kurasakan hanya suara helaan nafas beserta tangisan dari seseorang yang memelukku dari belakang. Aku masih tetap terdiam, mencoba untuk menyadari setiap tetesan air mata yang keluar darinya.

“Oppa, apa kau akan terus mendiamkanku seperti ini? Mengertilah, aku tak mungkin menyukai pria lain selain dirimu. Aku mohon, hilangkanlah rasa cemburumu yang berlebihan itu. Sebentar lagi kita akan menikah dan aku masih menjadi aktris, apa selama itu juga kau akan mencurigaiku? Tak bisakah kau mempercayaiku sepenuhnya?”

Aku mengaku kalah, aku tak bisa kalau mendengar suaranya yang begitu rapuh. Aku membalikkan tubuhku dan kulihat ia hanya menundukkan wajahnya, bisa kulihat jika wajahnya sangat kacau. Apa aku membuatmu sebegitu sakitnya?

“Kita bicarakan di dalam” Ucapku dan membuatnya mendongakan wajahnya, dia menatapku, matanya terlihat sekali kalau ia sangat rapuh. Maaf, aku membuatmu menangis lagi.

Aku memegang lengannya memasukki apartemennya. Tiba-tiba kurasakan pegangannya melemah dan ia langsung jatuh kelantai membuatku reflex untuk menahan tubuhnya.

“Suzy, wae? Ireona !!” aku mendekap tubuh mungilnya, kenapa bisa seperti ini? Ah aku ingat kalau ia tadi belum sempat untuk memakan makanannya saat di resto.

“Suzy-ah, mianhae” aku langsung membawanya masuk apartemennya dan menuju kamarnya, untung saja aku tahu password pintu apartemennya.

“Suzy, bangunlah. Maafkan aku… kau pasti sangat lelah, aku memang bukan lelaki yang baik untukmu. Suzy-ah, jebal!!!”

Sudah 15 menit Suzy belum sadarkan diri. Aku tak berani untuk menghubungi siapapun. Sudah kucoba menyadarkannya dengan minyak angin yang berada di kotak P3K yang berada di dapurnya namun tetap saja ia belum sadar.

Aku terus saja memegangi pipi putihnya yang chubby, aku merasa sangat bersalah. Aku tahu kalau ia memiliki anemia dan tidak boleh terlalu lelah. Dan akibatnya ia bisa jatuh pingsan seperti ini.

“Suzy, maafkan Oppa. Oppa, janji untuk mencoba mempercayaimu.” Ucapku yang terus memegangi tangannya. Ah, tangannya bergerak dan kulihat ia membukakan matanya.

“Suzy, kau sudah sadar?” Tanyaku dengan cemas

“Oppa, mianhae. Aku hanya mencintaimu, aku menyerahkan semuanya untukmu, sampai kapanpun aku selalu menjadi milikmu seutuhnya. Jadi kumohon kau jangan pernah meragukanku lagi” Cerocosnya yang langsung bangun dan memelukku.

“Kau tak salah, aku yang salah. Mianhae, joengmal mianhae Suzy-ah” Ujarku sambil memperlihatkan senyuman untuk lebih meyakinkannya.

“Gomawo”

Cup

Aku rasa dia tak sepolos apa yang kuduga, dia mengecup bibirku. Rasanya manis dicampur dengan sedikit asin karena bekas air matanya. Dia melepaskan kecupannya namun aku tak mau menghentikannya. Aku menahannya dengan menekan tengkuknya. Aku melumat bibirnya dengan lembut dan dia menikmatinya. Aku selalu menyukai bibirnya dan segala apa yang ada pada dirinya.

“Emmhh .. emmm.. sudah Oppa” Ia mengerang dan langsung mendorong tubuhku sehingga adegan yang aku senangi terhenti

“Kita belum menikah, jangan berbuat lebih dari itu”

“Ish, tadi kau bilang kau akan menyerahkan semuanya untukku dan kau adalah milikku seutuhnya”

“Oppa, apa kau mau menyakiti orang yang kau cintai?” Ucapnya

“YAK! Aku akan melakukannya dengan lembut”

“ISH ! KAU AKAN MENYAKITIKU! AKU LELAH DAN BELUM MAKAN! APA KAU TAK MENGERTI?” Teriaknya tepat di telingaku

“Geurae geurae…. Kau ganas sekali. Lebih baik aku pulang saja!

“Tunggu!” Suzy menahan lenganku yang akan beranjak pergi. Ish, dasar wanita selalu saja mementingkan gengsinya

“Oppa jangan berpikiran negative dulu. Aku hanya ingin membicarakan hal tadi saat di resto” Ucapnya. “Kajja, kita di ruang tamu saja, kalau disini kau pasti tak bisa menahan pikiran kotormu” Lanjutnya

“Yak! Aku tak seperti itu!” Ujarku membela diri.

Author’s POV

 

Sudah 10 menit Suzy dan Myungsoo masih enggan membuka suara mereka. Hanya ada suara detakan jarum jam dinding yang meramaikan ruangan tersebut.

“Kau mau bicara apa?”

Myungsoo akhirnya menyerah dengan keadaan hening yang sedari tadi menyelimuti mereka.

“Sebenarnya apa yang Oppa ragukan dariku?”

“Aku tak suka melihatmu mengatakan rindu selain untuk diriku”

“Hanya itu?” Tanya Suzy

“Suzy-ah, apa malam ini kau benar-benar ingin aku makan hah?” Myungsoo menanggapi pertanyaan Suzy dengan senyumannya yang mencurigakan

Suzy meringis ngeri melihat perlakuan Myungsoo yang perlahan-lahan mendekatinya. Gadis itu sudah mengambil ancang-ancang untuk memberi pelajaran pada calon suaminya itu

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Suzy berhasil menjepit hidung Myungsoo dengan jepitan jemuran yang ia ambil sewaktu di kamar. Sepertinya Suzy sudah mempersiapkan hal yang pasti untuk menolak ajakan Myungsoo. Dan lelaki itu kini hanya mengelus-elus hidung mancungnya itu yang sempat dijepit oleh penjepit jemuran Suzy

“Nappeun! Sebentar lagi aku akan menikah, kau malah melukai hidungku yang mancung ini. Apa kau tak malu jika pada wajah suamimu yang mulus ini malah terdapat luka memar hah?”

“Biar saja. Nanti aku akan memberikan tidungku untukmu. Gampang bukan?” Ucap Suzy yang langsung dihadiahi dengan tatapan tajam Myungsoo

“Oppa, aku lapar. Masaki aku sesuatu, jebal … perutku sakit sekali…” rengek Suzy yang terlihat kesakitan dan memegang perutnya

“Arraseo, kau tunggu ya. Oppa akan menghangatkan makanan untukmu”

“Makanan apa? Aku tak punya makanan. Kalau begitu belikan aku pizza di sebrang sana”

“Ne, aku akan membelikan pizza. Jika terjadi apa-apa, segera telpon Oppa ne?” Ujar Myungsoo sambil mengusap kepala Suzy dan memberikan kecupan kecil di dahi gadisnya itu. Suzy hanya memberikan anggukan tertanda kalau iya merespon Myungsoo

Namja tampan itu keluar dari apartemen gadisnya berniat untuk membelikan makanan untuk Suzy. dan Suzy terlihat sedang menahan kesakitannya. Gadis itu memang memiliki anemia dan penyakit perut yang sering menyerang sebagian orang. Dia sudah tak tahan dengan sakit perutnya itu dan akhirnya dia mengobrak-abrik isi kulkasnya dan untung saja ada beberapa cemilan yang membuatnya bisa bertahan.

“Suzy-ah, ini cepat dimakan” setelah beberapa menit Myungsoo kembali dan melihat isi rumah yang begitu berantakan.

“Suzy? eodi?”

“Aigoo! Sudah 24 tahun tapi masih saja bersikap seperti anak kecil ckckck” Gumam Myungsoo setelah melihat Suzy terkapar di sofa dengan bungkus makanan yang berada di dalam genggaman tangan Suzy.

“Suzy, ireona. Kau makan dulu ne? lalu baru tidur” Ujar Myungsoo

“Emm… Oppa, kau sudah datang? Kenapa lama sekali?” Ujar Suzy manja sambil mengerucutkan bibir mungilnya

“Mianhae, cepat kau makan. Oppa belikan nasi iga panggang supaya calon istriku yang cantik ini tidak sakit lagi.” Myungsoo benar-benar memerhatikan Suzy, bahkan ia memperlakukan Suzy seperti anak kecil saja.

“Gomawo” Kata yang diucapkan Suzy sebelum ia memakan lahap makanan tersebut

“Ah kenyang sekali, akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak.”

“Oppa, kau temani aku malam ini ya? Sebelum besok kita dipisahkan untuk beberapa hari kita harus menyusun apa yang akan nanti kita lakukan setelah hari pernikahan kita.” Ucapnya dengan mata lelahnya

“Ne, Ny. Kim”

 

Kim Myungsoo’s POV

 

Sampai kapanpun aku tak akan pernah meninggalkan gadis ini. Hingga akhir hayatku, sebelum aku menghembuskan nafasku untuk yang terakhir kalinya aku harus memberikan yang terbaik untuknya.

“Saranghae, Bae Suzy”  Ucapku setelah melihatnya terlelap

“Semoga kau tetap menjadi Suzy-ku yang polos seperti ini, jaljayo”

Cup

Aku mengecup bibirnya sebelum aku mengeratkan tanganku di pinggang rampingnya dan menutupkan mataku.

To be continued …

Entah kenapa ngeliat coment dr readers authors jadi kaya dikejar-kejar hutang (?) maka dari itu author buat FF ini dengan sisitem SKS jadi maaf ya kalau amburadul dan bahasanya aneh nan geje. dan ditambah dengan tidak dibaca lagi ini FF jadi maaf juga kalo typos bertebaran menghiasi FF ini hehehe. kritik dan saran masih author terima dengan senang hati, jadi jangan lupa ya buat coment dan yang terpenting jangan jadi siders!!! bye …. ^^

Advertisements

56 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s