Marrying Mr. Photographer (Part 5)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

 Marrying Mr. Photographer ( Part 5)

e5rbl4 copy

Dia tampan dan sangat mengagumkan, namun profesinya itu membuatku sulit untuk selalu berada disampingnya

-Bae Suzy-

Gadis cantik ini adalah milikku, namun aku merasakan kalau dia bukan milikku seutuhnya

-Kim Myungsoo-

Author’s POV

 

Tak ada lagi senyuman di wajah tampan seorang Kim Myungsoo, namja itu masih saja sibuk dengan ponselnya dan dia tak henti-hentinya mengendarai mobilnya guna mencari gadis yang dicintainya tersebut. Tak ada niatan bagi dirinya untuk menyerah dalam masalah ini. Tidak sepenuhnya ia bersalah namun dia begitu menyalahkan dirinya. Bae Suzy, calon istrinya menghilang sejak tadi pagi dan sampai tengah malam begini, gadis cantik itu belum memperlihatkan batang hidungnya. Hal tersebut semakin menambah terpuruknya keadaan Kim Myungsoo.

“Suzy-ah, kau dimana?” kata-kata tersebut yang selalu diucapkan oleh Myungsoo.

Lelah, itulah yang kini dirasakannya. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan lelaki tampan itu masih memaksakannya dirinya untuk mencari calon istrinya itu.

Drrt drrtt …

Ponselnya bergetar, langsung saja Myungsoo mengangkat telponnya tersebut.

“Bagaimana? Apa Suzy mengangkat telponmu?”

“Oppa, apa kau tidak tahu tempat yang biasa Suzy datangi jika ia sedang marah atau sedih?”

“Molla”

“Ish! Aku jadi ragu denganmu.kenapa bisa kau tidak tau hah?”

“YAK! Cepat Jiyoung, katakan padaku. Pasti kau tahu kan tempat yang sering didatangi sahabatmu itu?”

“Arasseo, banyak tempat. Seperti tempat sauna, salon dan emm … ah aku tahu, pantai ah tidak, itu terlalu jauh. Ah atap! Ne, dia sering bercerita kalau jika ia sedang marah ia akan pergi ke atap gedung JYPEnt!”

“Jinjja? Ah gomawo. Aku tutup dulu”

klik

Kang Jiyoung, yoeja yang tadi menelpon Myungsoo. Dia merupakan salah satu sahabat Suzy. siang tadi yoeja tersebut ditelpon oleh Myungsoo untuk menanyakan Suzy namun usahanya tak menemukan hasil. Sampai akhirnya tadi Jiyoung mengabarkan bahwa Suzy tak mengangkat telponnya. Dan dia ingat tentang tempat yang sering didatangi Suzy.

Myungsoo langsung mengemudikan mobilnya menuju gedung JYP Entertainment. Kali ini ia sangat mengharapkan kalau Suzy memang ada di tempat tersebut.

Di sisi lain terlihat seorang gadis dengan wajah pucatnya yang menyandarkan tubuhnya di sebuah pintu. Terlihat sekali kalau ia begitu lelah, lelah dengan kehidupannya. Ini sudah H-3 menjelang pernikahannya namun ternyata tak semudah apa yang ia pikirkan. Bahkan ini malah menjadi sulit, sempat terpikirkan untuk membatalkan pernikahannya dengan namja tampan yang sangat ia cintai. Namun hatinya enggan menolak, ia tak sanggup jika harus membatalkan impiannya itu. Dia tak sekuat itu, bagaimanapun gadis cantik itu masih memiliki hati yang ia gunakan untuk mencintai Kim Myungsoo. Ya, namja yang kemarin telah membuatnya begitu rapuh.

“Neomu appeuda” Lirih gadis cantik tersebut.

—-

Myungsoo langsung berlari meninggalkan mobilnya menuju lantai tertinggi gedung yang ia datangi. Tak peduli dengan apapun yang sudah ia tabrak, sampai-sampai ia tak menyadari kalau ada seseorang yang melihatnya aneh.

“Tuan Myungsoo” Ucap seseorang yang sedari tadi melihat Myungsoo

“Lee Ahjussi”

“Tuan, ada perlu apa malam-malam begini datang kemari?”

Lee Ahjussi merupakan salah satu security gedung tersebut, Myungsoo memang mengenali Lee Ahjussi

“Apa Suzy kemari?”

“Nona Suzy? Ani, aku tak melihatnya.”

“Apa kau tadi pergi ke atap gedung ini?”

“Ne, tadi aku mengunci pintu atap. Ada apa memangnya?”

“Aku membutuhkan kunci tersebut. tolong pinjamkan kepadaku”

“Untuk apa?” Tanya Lee Ahjussi begitu heran

“Suzy, ada disana.”

“Mwo? Jinjjayo? Arasseo, aku akan mengambil kunci atap di ruanganku. Tuan tunggu disini ne?” Lee Ahjussi segera menuju ruangannya guna mengambil kunci atap tersebut. Myungsoo terlihat begitu cemas, sampai ia tak sadar kalau kini ia tidak menggunakan mantel tebalnya.

Saat ini, di bulan maret pada Negara yang mendapatkan 4 musim sedang mengalami indahnya musim semi. Dan angin pun sering berhembus membuat orang-orang pun pasti akan mengenakan pakaian tebal mereka jika keluar murah. Bahkan Myungsoo melupakan hal tersebut karena ia ingin cepat-cepat bertemu dengan gadis pujaannya tersebut

“hh hhh .. Tuan ini kuncinya, maaf lama. Tadi aku lupa menyimpannya.”

“Gwenchana, kamsahamnida Ahjussi. Aku langsung keatas. Ahjussi bisa kembali bertugas, maaf telah mengganggu” Ujar Myungsoo dan langsung bergegas menuju arah lift.

Ceklek

Pintu atap berhasil ia buka, Myungsoo langsung terpaku melihat gadis cantik dengan dress peachnya yang sedang duduk di sebuah bongkahan kayu-kayu yang ada di tempat tersebut. ia tak bisa berpikir lagi, lelaki itu langsung menghampiri gadis tersebut yang ternyata gadis yang sedari tadi ia cari dan langsung mendekap tubuh gadisnya itu.

“Pabo! Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri!” Myungsoo berusaha memarahi tindakan bodoh gadisnya itu.

Diam, gadis itu masih terdiam dengan tatapan kosongnya. Entah apa yang ia pikirkan namun terlihat jelas bahwa gadis itu mengalirkan air mata dari kedua mata hazelnya. Myungsoo semakin mempererat pelukannya terhadap Suzy. mencoba untuk mengerahkan segala tenaga yang ia punya untuk menghangati tubuh Suzy.

Sudah 30 menit, kedua insan tersebut masih diselimuti dengan keheningan. Hanya hembusan angin kencang yang ikut berpartisipasi dalam keheningan malam itu.

“Suzy, mianhae” Lirih Myungsoo

“Seharusnya kau mengetahui yang sebenarnya, sebelum kau bertindak hal bodoh seperti ini” Ujar namja tampan tersebut

“Kalau begini, kau telah menyakiti dirimu dan praktis membuatku juga sakit melihatmu seperti ini”

“Kau bodoh! Sangat bodoh!” Myungsoo masih terus mengucapkan apa yang ia ingin sampaikan pada Suzy namun gadis itu masih betah dengan diamnya tersebut.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Naeun. Kalau kau tak percaya, kau bisa menanyakan hal ini padanya. Apa kau masih meragukanku hem?”

“Kau gadis terbodoh yang pernah aku temui. Melakukan sesuatu tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.”

Brak

Tiba-tiba Suzy melepaskan kedua tangan Myungsoo yang sedari tadi melingkar di tubuhnya. Tubuhnya sangat lemas bahkan untuk berdiri pun ia terhuyung-huyung, jika saja Myungsoo tidak menahannya mungkin gadis itu sudah terjatuh. Tapi Suzy langsung melepaskan genggaman tangan Myungsoo.

“YA, AKU MEMANG GADIS BODOH. YANG DENGAN MUDAHNYA MEMPERCAYAIMU, KIM MYUNGSOO” Ucapnya penuh emosi

“AKU MUNGKIN MEMANG GADIS YANG TAK PANTAS UNTUKMU, LEBIH BAIK KAU BATALKAN SAJA PERNIKAHAN INI!” Lanjutnya yang langsung membuat Myungsoo kaget

“LEBIH BA…. Mmmmm”

Myungsoo langsut melumat bibir Suzy dengan ranum. Mencoba untuk menghentikan perkataan Suzy.

“mm.. mmm.. lepas.. mmm” Suzy mendorong pundak Myungsoo guna melepaskan ciumannya itu tapi kekuatannya masih belum bisa menandingi kekuatan namja tersebut.

Sudah 15 menit Myungsoo melumat bibir pucat Suzy, Suzy pun tak kuasa untuk melepaskan ciuman tersebut.

“Op..pa” setelah sekian lama Suzy masih bisa menahan lumatan Myungsoo, ia langsung terhuyung dan akhirnya ia terjatuh dan sesegera mungkin Myungsoo langsung menahan tubuh lemas Suzy.

“Suzy-ah”

Gadis itu jatuh di pelukan Myungsoo. Matanya tertutup dengan badan yang terasa hangat di tangan Myungsoo. Myungsoo langsung membawa gadisnya itu menuju bawah.

“Tuan, ada apa dengan Nona Suzy?” Tanya Lee Ahjussi setelah melihat Myungsoo keluar dari pintu lift dengan menggendong tubuh Suzy ala bridal style yang tergolek lemah.

“Aku akan membawanya pulang”

“Ah ne. hati-hati di jalan” Lee Ahjussi hanya bisa mengatakan hal tersebut mengingat ia tak boleh mencampuri urusan Myungsoo dan Suzy.

“Suzy, bertahanlah. Maafkan aku.” Lirih Myungsoo yang tak henti-hentinya melihat Suzy yang berada di sampingnya.

Mereka sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah Myungsoo. Ya, Myungsoo tak mau dianggap tak bertanggung jawab oleh calon mertuanya sehingga ia membawa Suzy menuju rumahnya.

Brak

Pintu rumah namja tersebut langsung dibuka dengan paksa. Lelaki itu menggendong Suzy dan membawa gadis itu menuju kamarnya.

“Suzy, sadarlah.” Gumam Myungsoo yang mencoba menempelkan minyak angin kepada Suzy

Drrt drrrtt

“YAK! Anak nakal, kau sudah menemukan menantuku?”

“Ne, Eomma dimana? Suzy sudah kubawa dan sekarang dia sedang tidur di kamarku”

“hh.. syukurlah. Eomma tak mungkin pulang ke rumah, dari tadi Eomma mencari Suzy  dan bersinggah di tempat Jiyeon.”

“Ne, baiklah besok aku menjemput Eomma.”

“Tak usah, Eomma pulang sendiri aja. Jagalah Suzy kalau kau tak ingin Ny.Bae membatalkan pernikahan kalian”

“Ne, arraseo”

“Suzy, kau harus sadar dan memaafkanku.” Ujar Myungsoo.

Jam menunjukan pukul 11 malam, namun Suzy masih belum juga sadar membuat Myungsoo begitu khawatir. Sedari tadi ia bolak-balik untuk mengganti air guna mengompres dahi Suzy.

“mm..” Suzy terlihat membuka matanya perlahan-lahan setelah beberapa menit Myungsoo tertidur di samping ranjang yang Suzy tiduri. Gadis itu langsung merasakan lengannya sedang digenggam oleh namja yang sedari tadi menjaganya.

Gadis itu menoleh kearah Myungsoo dan reflex memindahkan tangan yang ada di genggaman Myungsoo.

“Oppa..” Suzy mengusap kepala Myungsoo dengan lembut.

Bae Suzy’s POV

 

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Badanku sungguh begitu lemas, yang aku bisa lakukan hanya terbaring di kasur ini. Semenjak aku keluar dari rumah, aku tak memakan apapun maka dari itu badanku terasa begitu lemas. Namun itu tak seberapa dengan keadaan batinku ini. Apa benar apa yang dikatakan namja ini? Aku belum bisa mempercayai sepenuhnya. Dia sudah terlanjur menghancurkan harapanku. Apa memang harapanku itu terlalu tinggi? Harapanku kini hanyalah bisa memiliki namja tampan ini dengan seutuhnya tanpa ada wanita lain dihatinya. Tapi mengingat kemarin ia bertemu dengan Naeun, membuat hatiku goyah.

Dia terbangun dan langsung menarikku kedalam dekapannya. Hangat, itulah yang bisa kurasakan. Aku sungguh rindu dengannya, tapi mengingat hal kemarin aku masih tidak bisa mencurahkan rasa rinduku ini.

“Suzy-ah, mianhae”

Kata-kata itu yang selalu aku dengar dari mulutnya. Aku harus bagaimana? Hatiku masih terasa perih.

Dia keluar dari kamar ini dan beberapa menit kemudian di kembali dengan membawa mangkuk. Dia mencoba memberiku makan agar aku tidak begitu lemas, akhirnya aku menuruti permintaannya.

“Cha, setelah ini kau tidur ne? nanti besok aku antar kau pulang. Jalja”

Cup

Ia memberikanku kecupan hangatnya tepat di keningku, dan aku hanya diam tidak merespon apapun. Aku masih tidak tahu apa yang harus kulakukan.

“Suzy-ah, maafkan Eommonim ne?”

Aku perlahan membuka mataku, aku langsung dikagetkan oleh keberadaan Eommonim yang berada di pinggir ranjang yang aku tiduri.

“Eommonim, aku …”

Grep

“Mianhae, karena Eommonim. Anak nakal itu bertemu dengan gadis tidak tahu diri itu! Eommonim tak akan memisahkanmu lagi. Dan tak akan mengijinkan Myungsoo untuk keluar tanpamu. Kumohon, maafkan Myungsoo ….”

“Eommonim, aku tak menyalahkan siapapun. Mungkin aku memang gadis yang tidak pantas untuk Myungsoo Oppa. dan jika dia ingin menghentikan semuanya, aku sudah siap.”

Apa yang aku katakan? Kenapa aku malah mengatakan hal yang bertentangan dengan hatiku? Apa ini terlalu sakit? Sehingga aku berani untuk mengucapkan hal tersebut…

“ANDWAE!” Myungsoo Oppa tiba-tiba berada diambang pintu kamar ini dan langsung berteriak.

“Aku harus bagaimana lagi menjelaskan semua ini? Kenapa kau sulit sekali untuk mempercayaiku hah? Apa ini begitu sakit untukmu? Kalau ini begitu sakit, tolong ijinkan aku untuk mengobati lukamu itu, Suzy-ah? Mianhae” Lanjutnya dengan suara yang semakin mengecil dan menundukan wajahnya.

“Suzy, Eommonim mohon… maafkanlaah Myungsoo” Ibu Myungsoo Oppa pun ikut merajuk kepadaku. Aku tak tega, aku tak bisa menyakiti kedua orang yang aku sayangi.

“Arra, aku coba untuk memaafkan Myungsoo Oppa.”

“Gomawo, aku tak akan berbuat hal yang bisa membuatmu meragukanku lagi. Aku janji.” Ujar Myungsoo yang perlahan menggenggam pergelangan lenganku dan memberikan senyumannya.

“Ah syukurlah… lusa adalah hari pernikahan kalian, jadi Eomma tak mau melihat mu melakukan hal yang aneh lagi. Arasseo?” Ancam Eommonim kepada Myungsoo Oppa.

Author’s POV

 

-D-Day, Myungzy’s wedding day-

 

Hiruk pikuk orang-orang menghiasi gedung mewah tersebut. di hari bahagia itu, Takdir akan mencatat janji kedua insane yang akan menyatukan hidup mereka bersama dan berharap hal itu akan terjadi selamanya.

“Yepppuda” Sulli menatap kagum sahabatnya yang telah siap dengan gaun pengantin putih yang terlihat sangat indah ditubuh sahabatnya tersebut

suzy_biff_red_carpet_121004_01“Aku baru memakai gaun ini dan belum mengoleskan apapun diwajahku. Apa ini terlihat begitu bagus eoh?” Tanya yoeja yang sebentar lagi akan mengikrarkan janji dengan calon suaminya tersebut.

“Aigoo.. kau tak percaya terhadapku? Baiklah, kau tunggu disini ne? aku akan mencari seseorang terlebih dahulu. Ingat jangan kemana-mana” Sulli langsung keluar dari ruangan tersebut. entah apa yang akan dilakukan gadis manis tersebut. dan hal tersebut membuat Suzy menjadi bingung

Ceklek

“Omo! Apa benar ini Suzy, sahabatku? Kyaaaa…… aku sekarang yakin kalau banyak idol yang menjadikanmu sebagai tipe idealmu, Suzy-ah!” Jiyoung tiba-tiba membuka pintu ruangan yang dijadikan tempat untuk si mempelai wanita tersebut.

“Aish, kau mengejekku atau memujiku sih?”

“YAK! Kau ini, jelas-jelas aku memujimu, paboo!”

“Ne hehehe. Jiyoung, apa tadi Sulli menyuruhmu untuk kemari? Aish.. aku gugup sekali. Sewaktu kau menikah, perasaanmu bagaimana?”

Suzy menanyakan sahabatnya untuk menetralkan kegugupannya itu. Jiyoung memang sudah mendahului sahabat-sahabatnya untuk menikah. Dia menikah dengan teman kecilnya, memang jodoh sulit ditebak. Bahkan ex maknae KARA seperti Jiyoung pun menikah dengan teman kecilnya yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh siapapun.

Jiyoung pun akhirnya menceritakan tentang pengalamannya pernikahannya kepada sahabatnya itu.

“Ah, tak usah kau Tanya. Sewaktu itu aku begitu gugup. Apalagi sewaktu dia mencium bibirku setelah pembacaan janji didepan pendeta. Ah hal itu benar-benar membuatku gugup sekali, padahal kau tahu sendiri kan kalau aku sudah terbiasa kissing dengan suamiku itu kkk~” Ucapnya dengan kekehan kecilnya.

“YAK! YAK! Ada apa ini? Kenapa pria bisa memasuki ruangan ini? Suzy-ah, tutupi tubuhmu dengan jaketku dulu!” Ujar Jiyoung sambil melemparkan jaketnya kepada Suzy. Suzy yang bingung hanya menuruti perkataan sahabatnya itu.

Dua namja dengan tuxedo hitam mereka tiba-tiba memasuki ruangan yang sedari tadi Suzy tempati. Ternyata dibalik kedatangan mereka adalah Suzy yang mendalanginya. Sulli ingin meyakinkan Suzy kalau ia memang terlihat begitu memesona. Dan langsung mendatangkan teman yang dulu seagensi dengannya untuk meyakinkan Suzy.

“Suzy, ini aku sengaja mendatangkan Minho Oppa dan Kai untuk melihatmu hehe”

“YAK! Apa kau sudah gila? Kau kira ini acara apa? Pemotretan eoh?” Jiyoung langsung memarahi Sulli.

Dua namja itu terlihat begitu terkesima dengan Suzy. walaupun Suzy sudah memakai jaket Jiyoung, tetap saja Minho dan Kai bisa melihat tubuh sempurna yang dibaluti gaun indah tersebut.

“Emm.. ka..mi keluar dulu kalau be..gitu”

“Suzy, kau lihat kan? mereka saja begitu gugup berbicara. Ah bagaimana dengan Myungsoo Oppa jika melihatmu! Aigoo, cepat berikan ponakan untukku ne?”

Pletak

Sulli langsung memegangi kepalanya itu setelah mendapat jitakan dari Jiyoung. “Appo” Gumamnya dan langsung ditertawakan oleh Suzy dan Jiyoung.

“Jiyeon Eonni, kenapa belum datang juga ya?” Ujar Suzy. jiyeon memang dipercayai oleh keluarga Bae untuk merias Suzy. setelah keluar dari dunia keartisannya, Jiyeon memang membuka salon kecantikan yang merangkap sebagai perias pengantin juga. Dan dia dipercaya untuk mengurusi tata rias Suzy.

Disisi lain terlihat namja tampan. Ah bukan sekedar tampan, bahkan wajahnya memancarkan cahaya yang begitu sempurna, sehingga semua orang yang melihatnya pun akan berdecak kagum. Senyumannya selalu menghiasi wajah tampannya itu.

“Hyung, kau tampan sekali….” Ujar Sungjong yang sedari tadi tersenyum melihat wajah sumringah Myungsoo

“Aku juga jadi ingin cepat-cepat menyusulmu untuk menikah hehe” Lanjut Sungjong

“Akhirnya hari ini datang juga. Aku tak sabar untuk menjadi suaminya.”

“Hari ini begitu special bagimu, hyung. Selain hari pernikahanmu, kau juga kan berulang tahun yang ke-27 tahun.”

“Ralat, 26 tahun secara global” Myungsoo merasa tak terima dengan umur koreanya.

Di tempat lain, terdapat lelaki yang sedari tadi mencoba untuk menguatkan hatinya tersebut.

“Tersenyumlah dengan tulus. Aku yakin kau pasti akan menemukan wanita yang lebih pantas untukmu dan menerimamu apa adanya dan mungkin saja lebih cantik darinya”

“I Hope so” Ujar lelaki tersebut dengan wajah yang begitu putus asa

Mempelai wanita pun sudah selesai dirias. Dan langsung menuju kedalam gereja yang akan menjadi saksi pernikahan kedua insane tersebut.

Suzy pun berjalan dengan anggun disertai ayahnya menuju altar. Suasana khidmat pun langsung menghinggapi gedung mewah tersebut. semua para tamu yang datang berdecak kagum melihat kecantikan seorang Bae Suzy. tak ada yang bisa mengingkari jika gadis yang akan menjadi wanita tersebut memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Siapapun akan iri terhadap Myungsoo, karena sebentar lagi namja tampan itu akan memiliki Suzy secara utuh.

Myungsoo yang melihat Suzy pun hanya bisa tersenyum. Bahkan dia masih belum percaya jika yoeja yang ada disampingnya ini akan menjadi wanitanya seutuhnya.

Setelah acara pengucapan janji pernikahan selesai , semua para tamu langsung bersorak karena inilah waktu yang mereka tunggu-tunggu.

“MYUNGSOO, TUNJUKAN KEJANTANANMU!” Teriak salah satu orang yang hadir di acara tersebut yang diketahui merupakan ex leader INFINITE –Sunggyu-. dan langsung disoraki oleh semua tamu yang datang. Myungsoo  langsung mengaruk-garukkan rambutnya yang tak gatal itu.

“Oppa, memang apa yang ingin kau lakukan?” Bisik Suzy yang tidak tahu apa maksud dari Sunggyu

CUP

Perlahan-lahan keduanya memejamkan mata mereka masing-masing, menikmati betapa lembutnya lumatan yang mereka ciptakan. Suzy yang tadinya masih kaget dengan perlakuan Myungsoo yang tiba-tiba itu pun langsung bisa beradaptasi dengan cepat mengikuti nalurinya.

10 detik

20 detik

60 detik

3 menit

“Aku akan melanjutkannya nanti, yeobo” Bisik Myungsoo setelah ia melepaskan lumatannya tersebut

Semua yang hadir langsung takjub dengan pemandangan yang mereka lihat. “MYUNGSOO, KAU HARUS SELESAIKAN MALAM INI. JANGAN SAMPAI KAU TUNDA” Sunggyu berteriak lagi dan langsung mendapat pelototan dari Myungsoo. Dan ditertawai oleh para tamu yang hadir.

Kyeoure taeeonan areumdaun dangsineun

Nuncheoreom kkaekkeuthan namanui dangsin

 

Gyeoure taeeonan sarangseureon dangsineun

Nuncheoreom malgeun namanui dangsin

 

Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul, gyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

 

Gyeoure taeeonan areumdaun dangsineun

Nunchereom kkaekkeuthan namanui dangsin

 

Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul, kyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

 

Gyeoure taeona areumdaun dangsineun

Nuncheoreom kkaekkeuthan namanui dangsin

 

Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida

Saengil chukhahamnida. Dangsinui saengireul

 

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

 

Lelaki tampan itu menatap kagum wanita yang kini telah sah menjadi istrinya itu. Suara lembut yang mengalun dari Suzy membuat Myungsoo tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan. Tak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan. Semua kata indah dan bagus tak bisa menandingi betapa sempurnaannya hari ini bagi namja tampan tersebut.

“Gomawo” Gumamnya yang dihiasi oleh senyumannya yang begitu indah.

“Saengil Chukkae Hamnida, yeobo” Ujar Suzy setelah mengakhiri nyanyiannya. Semua yang datang bertepuk tangan, kagum terhadap nyanyian yang Suzy berikan. Ternyata. Walau sudah lama dia tak berada di panggung music, tetap saja suaranya terdengar indah. Terlebih di telinga suaminya, Myungsoo. Namja itu terlihat sekali begitu bahagia. Ia langsung menghampiri Suzy dan langsung memberikan ciuman lembutnya di bibir istrinya tersebut.

Kim Myungsoo’s POV

Hari ini begitu lelah, setelah tadi pagi sampai siang acara pernikahan di gereja dilanjutkan malam ini yaitu resepsi pernikahanku dan Suzy. aku tak menyangka banyak tamu yang datang sewaktu tadi pagi. Kini aku bersiap untuk memakai tuxedo hitamku. Ah aku benar-benar dipuaskan oleh tampilan Suzy yang begitu cantik, bahkan bidadari pun tak bisa mengalahkan istriku itu.

“Hyung, kajja… acaranya sebentar lagi akan dimulai” Monsoo memanggilku dan menyuruhku untuk segera turun menuju aula yang masih berada di dalam hotel ini.

“Huaaahhh, ini 2x lipat dari tadi pagi”

“Ne, daebak! Aku yakin mereka datang itu karena ingin melihat Suzy Noona memakai gaun pengantin.” Monsoo menanggapi perkataanku. Sebegitu besarnya kah pesona istriku? Huh, menyebalkan!

Aku lihat Suzy sedang berbincang-bincang dengan para personil 2PM. Lebih baik aku menghampirinya saja.

“Suzy, suamimu datang. Ternyata benar kataku, ia tak akan membiarkanmu di dalam kumpulan namja tampan hahahah” Ujar Chansung Hyung. Aish, rupanya mereka sedang membicarakanku. Awas saja setelah pesta ini, aku akan segera menerkammu, Kim Suzy.

“Annyeong”

“Myungsoo, mulai dari sekarang aku mempercayaimu untuk menjaga donsaeng kami ini” Ucap lelaki yang paling tampan di dalam grup tersebut -Nichkhun Hyung-

“Pasti Hyung”

“Suzy-ah, mulai saat ini kau tak boleh beradegan mesra lagi di dalam drama-dramamu itu. Oppa saja sering kesal melihatmu beradegan kissing dengan pria lain. Apalagi Myungsoo, aku yakin dia ingin segera membunuh lawan mainmu itu hahahaha”

Ish! Apa Taecyeon hyung ini berniat untuk memanas-manasiku?

“Ah, itu aku memang sudah tak ingin bermain di dalam sebuah drama sepertinya. Em.. Taecyeon Oppa, Nichkhun Oppa dan Chansung Oppa, aku ijin sebentar. Myungsoo Oppa kajja…”

Suzy langsung mengajakku pergi, sepertinya ia sudah tahu kalau aku tidak nyaman dengan pembicaraan Taecyeon Hyung. Ah, istriku ini benar-benar pengertian.

Pesta respesi pun selesai dan aku dengan Suzy langsung menuju kamar hotel yang memang sepaket dengan ruangan ballroom yang dijadikan untuk tempat resepsi kami. Ah, akhirnya inilah moment yang dari dulu aku tunggu kkk~

Should I must show on my skill now? +_+

“Oppa, aku yang mandi terlebih dahulu ne. badanku benar-benar lengket ditambah lagi seharian ini aku memakai gaun yang sungguh ribet ini huh!” Ujar Suzy yang langsung menuju kamar mandi. Omo! Aku jadi tak sabar hoho

Aish! Kenapa yoeja itu senang sekali menghabiskan waktu mereka di kamar mandi eoh? Lama sekali! Ini sudah 20 menit.

“Hoooaaammm” lebih baik aku tidur sebentar dulu

Author’s POV

 

Yoeja cantik tersebut keluar dari kamar mandi dengan masih memakai handuk kimononya beserta rambut yang ia tutupi dengan handuk kecil dan menggulungkan rambutnya tersebut.

“Aish! Jorok sekali dia. Belum juga mandi sudah tidur” Gumam gadis tersebut melihat tingkah suaminya.

Selesai berganti baju dengan memakai piyama kerroro nya, Suzy membangunkan suaminya tersebut.

“Oppa, ireona… kau harus mandi terlebih dahulu”

“emm.. ah kau sudah mandi?” Tanya Myungsoo yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Suzy. “kau sudah tak sabar ne? baiklah aku mandi dulu” Lanjut Myungsoo yang membuat Suzy bingung.

“Tak sabar? Memang aku tak sabar untuk tidur. Huh melelahkan!”

Bruk

Gadis itu langsung memposisikan dirinya di atas kasur tersebut dan langsung terlelap tidur

Selang beberapa menit Myungsoo keluar dari kamar mandi dengan senyumannya yang mengembang.

“It’s time to show on. Yeah!” Gumamnya yang langsung menuju ke kasur kamar tersebut

“Mwoya? Kenapa dia sudah tidur. Aish! Bukankah dia seharusnya menunggu dan selanjutnya kita melakukan ‘itu’?” Ujarnya dengan wajah yang kesal. Merasa diabaikan oleh istrinya tersebut, Myungsoo langsung mengikuti jejak Suzy dan berbaring di samping istrinya itu.

Myungsoo seakan tak bosan-bosannya melihat wajah polos Suzy.

“Yeppo” Ujar Myungsoo sambil menekan-nekan pipi chubby Suzy dengan jari telunjuknya.

“Ah, apa yang harus aku ceritakan kepada Hyungdeul jika aku memang tak berhasil menaklukannya di malam ini.” Ujarnya yang kini sedang mengelus-ngelus lembut rambut panjang bergelombang Suzy

“Baiklah, kalau sekarang aku tak berhasil. Mungkin besok aku bisa melakukan hal ‘itu’”

“Suzy-ah, have a nice dream” Gumamnya sebelum mendaratkan ciuman hangatnya tepat di bibir Suzy. kemudian Myungsoo langsung memposisikan dirinya untuk mendekap tubuh istrinya tersebut.

Kedua pengantin baru ini masih enggan untuk membuka mata mereka. Mungkin karena begitu lelahnya mereka sehingga mereka masih betah untuk berada di alam mimpi. Namun sang istri terlihat sedang membuka matanya perlahan-lahan. Merasa ada yang menahan tubuhnya dengan erat, ia langsung bangun.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”

“Omo! Omo! Ada apa Suzy-ah?”

“YAK! OPPA! KENAPA KAU BISA TIDUR DENGANKU HAH?” Ujar Suzy dengan wajah paniknya

“Aigoo.. kita kan sudah menikah kemarin.” Ujar Myungsoo dengan mengerucutkan bibirnya

“Ah, benar. Mianhae hehe”

“Kau benar-benar membangunkan mimpi indahku huh” Myungsoo langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.

Suzy yang melihat kelakuan suaminya itu langsung menertawakan Myungsoo, tak tahan dengan wajah Myungsoo yang begitu lucu.

Selang beberapa menit Myungsoo keluar dari kamar mandi dengan half naked dan handuknya ia pakai untuk mengosok-gosokan rambutnya yang basah itu. Ia melihat Suzy yang malah melanjutkan tidurnya tersebut. “Aish! Dasar pemalas”

Tok tok

Myungsoo langsung membuka pintu kamar hotel tersebut.

“Aigoo.. sudah siang begini kenapa belum keluar dari kamar eoh? Kau belum  membaca pesan di ponselmu?” Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah ayah Myungsoo

Myungsoo langsung mengambil ponselnya tersebut.

“ckck dasar pengantin baru. Suzy eodi?”

“YAK! Aboeji! Kau tak boleh masuk dulu.” Halang Myungsoo

“Suzy masih tidur, dia benar-benar kelelahan” Lanjutnya

“Mwo? Memangnya permainan semalam kau selesaikan berapa ronde eoh? Putraku memang benar-benar daebak hahaha” Ujar Ayah Myungsoo.

“Apa maksudmu? Aku tidak melakukan permainan apapun.”

“Tsk. Jangan berbohong kepada ayahmu ini. Ah, aku jadi lupa memberikan ini” Ujarnya yang langsung memberika 2 helai kertas

“Tiket? Paris?”

“Ne, satu jam lagi kalian harus pergi ke Paris. Kami sudah memberikan hadiah yaitu paket honeymoon untuk kalian berdua. Jadi bersiaplah!”

“Semuanya sudah kami siapkan, dari mulai pakaian sampai hotel dan uang untuk bulan madu kalian jadi tak usah memikirkan hal yang lain lagi. Selamat bersenang-senang. Sejam lagi kami tunggu di bawah”

Ayah Myungsoo langsung pergi dari kamar itu. Dan Myungsoo masih terlihat bingung dengan semuanya. Dan ia langsung membangunkan Suzy

“Suzy-ah, ireona..” Ujar Myungsoo. “Suzy-ah, sejam lagi kita harus ke Paris” Lanjutnya

“HAH? PARIS?”

To be continued …

Advertisements

59 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s