Marrying Mr. Photographer (Part 6)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

Akhirnya, aku menyempatkan diri untuk melanjutkan FF yang sederhana ini. Maaf kalau lama ngepostnya, aku ga bisa kalau ngepost cepet. soalnya aku lagi UAS. Jadi mohon maaf kalo lanjutannya geje dan tak menarik. otak aku udah dipenuhi oleh rumus-rumus dan hafalan-hafalan yang memang harus dipahami -_-

So, buat para readers… aku butuh komen dari kalian, mau komen apapun aku terima asal ga ada unsur ngebash nya ya! hihi

Marrying Mr. Photografer (Part 6)

 mmp 6

Kim Myungsoo’s POV

Setelah beberapa jam di pesawat, akhirnya aku dan Suzy sampai di Paris. Entahlah apa yang dipikirkan Orang tuaku, kenapa Kota ini yang dijadikan destinasi honeymoon kami. Yang terpenting, aku harus memanfaatkan sebaik-baiknya momen honeymoon ku ini di Paris.

“Oppa, tour guide kita mana?”

“Kau tunggu disini ne? Aku yang akan mencari”

“Ani, kita cari bersama saja.”

Aigoo! Aku tahu dia itu masih cape karena perjalanan kami. Tapi dia malah ingin ikut mencari tour guide. Baiklah, asal jangan nanti malam ia langsung tidur seperti kemarin saja.

Mr. Kim and Mrs. Bae?” Sapa lelaki bertubuh tinggi dengan perawakan orang barat. Aku yakin dia pasti tour guide kami.

Yes, are you our tour guide?” Aku langsung menanyakan padanya. “Yes, I’m. Let’s go to hotel.” Dia langsung membalas pertanyaanku dan menyuruh orang yang sejak tadi berada di sampingnya untuk membawa barang-barang kami.

Di perjalanan dia selalu saja menanyakan tentang keadaan Korea saat ini. Ternyata dulunya juga dia termasuk fanboy Suzy. Ish menyebalkan! Untung saja Miss A sudah tidak ada dan Suzy tidak terlalu aktif di dalam drama sehingga lelaki tinggi ini tidak tahu kabar tentang Suzy lagi.

You’re lucky man. You must protect her, I think there’re many people who like Suzy so much and maybe they dislike you hahaha”

Aish, candaannya sungguh tidak bermutu! Suzy terlihat begitu senang dan malah menanggapi ucapan lelaki asing itu.

So what’s your name?”

My name is Ian

Oh really? Ah, your name like my idol who play in vampire diaries, Ian Somerhalder”

 

“So, will you like me too?”

 

“Oh of course, because you’ll be our tour guide so I must be like you for enjoying my trip.”

Jawaban yang bagus, yeobo. Aku kira Suzy akan ikut memberikan gombalan murahan kepada lelaki asing itu.

Finally, arrived !!” Ujar lelaki asing tersebut.

Kami beranjak menuju kamar hotel yang ditujukan oleh Ian.

Enjoy your honeymoon” Ujarnya sebelum meninggalkan kami.

“Aku duluan yang mandi.” Suzy langsung membuka kopernya dan mencari barang-barang yang ia perlukan untuk kegiatannya di kamar mandi.

“YAK! APA-APAAN INI?!” Teriaknya yang membuatku harus menghampirinya

“Wae?”

“Yak! Jangan mendekat” Ujarnya dengan tangannya berusaha menutupi kopernya. Aku semakin penasaran sebenarnya apa yang ia tutupi

“Aish! Jangan dilihat” Ujarnya dengan mengerucutkan bibirnya.

Ah ternyata isi kopernya itu didominasi oleh em.. Lingerie. Entahlah, apa yang direncanakan orang tua kami. Karena koper-koper semuanya mereka yang urus. Namun, bagaimanapun aku harus berterimakasih kepada mereka karena berkat mereka sepertinya aku bisa melancarkan aksiku malam ini kekekeke.

“Yasudah pakai saja.”

“Hh. Terpaksa” Ujarnya sebelum melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar mandi.

Is this my lucky day?” Ujarku setelah Suzy masuk kamar mandi.

Aku langsung mengambil kameraku yang berada di dalam ransel. Monsoo pasti yang menyuruh Orang tuaku untuk memasukkan ini ke dalam tasku. Adik yang baik, aku tahu kalau dia sudah mengira kalau aku tak akan bisa hidup dengan kamera.

Ceklek

Inilah momen yang aku tunggu, melihat Suzy memakai pakaian yang membuatnya semakin err.. Sexy.

“Mwoya? Kau belum memakai bajumu?” Ujarku karena melihatnya masih dibalut dengan handuk kimono

“Sudah”

“Oppa, giliranmu yang mandi.”

“Ne”

Aku langsung memasuki kamar mandi. Aku baru sadar ternyata sekarang masih jam 5 sore. Berarti aku harus menunggu beberapa jam lagi.

Bae Suzy’s POV

Apa-apaan ini, aku jadi memakai baju luar. Kenapa Eomma memasukan baju-baju kekurangan bahan itu eoh? Bahkan dress yang dipakai untuk keluar pun sangatlah ketat dan begitu mini. Ini, satu-satunya dress yang terlihat mending di bandingkan dengan baju lainnya. Bahkan tidak ada celana panjang di dalam koper. Yang ada hanya hotpants, mini dress tanpa lengan dan lingerie.

Drrt drrrt

“Yobosseo”

“Suzy-ah, kau sudah sampai?”

“Ne, sejam yang lalu. Eomma kenapa koperku isinya pakaian kekurangan bahan semua eoh? Kau tahu disini itu begitu dingin!”

“Aish, kan ada suamimu yang bisa menghangatkanmu”

“Shireo! Untung saja aku bawa uang yang cukup dan aku akan membeli pakaian yang longgar.”

“Yak! Kau itu harus memberikan hak pada Myungsoo”

“Hak? Mwoya? Sudahlah aku tutup”

Tut

“Suzy-ah”

Aku merasa ada yang tidak beres. Pundakku seperti ada yang meniupkan angin. Ah benar saja, ternyata Myungsoo Oppa memelukku dari belakang dan hidungnya tepat berada di pundakku.

Aku segera membalikkan tubuhku

“Wae? Palli, pakai bajumu. Aku sudah lapar” Ujarku langsung melepaskan dekapannya itu. Namun tenagaku belum bisa menandingi tenaganya. Ia malah semakin mempererat pelukannya itu.

“Biarkan seperti ini.” Ujarnya. Aku merasakan kalau hidung mancungnya sedang menelusuri tengkukku. Ah, jangan bilang ia ingin …

“Yak! Jangan berbuat mesum!” Ujarku yang langsung meloloskan diri dengan berjongkok.

“Hh.. Baiklah, kau tunggu. Aku pakai baju dulu.”

19951-miss-a-33Emm.. untunglah, ini bukan musim dingin sehingga aku tidak terlalu merasakan kedinginan memakai pakaian yang sedikit terbuka ini. Keundae bagian depanku sedikit terbuka, ah tak apalah nanti aku bisa menutupi ini dengan dompetku.

“Tadi kau bilang kau lapar?” Ujar Myungsoo Oppa setelah memakai kaosnya.

“Ne”

“Lalu setelah makan, kau akan kemana?” Tanyanya lagi. “Aku ingin membeli baju yang tertutup.” Ujarku

“Mwo? Wae?”

“Sudahlah, jangan banyak Tanya, palli… aku sudah sangat lapar”

Setelah itu aku langsung mengambil dompetku dan langsung membuka pintu hotel tapi Myungsoo Oppa menahan lenganku.

“hh.. apa lagi?” Ujarku kesal

“Ige, aku tak mau orang-orang melihat tubuh sexy-mu” Dia memberikanku jaketnya yang berwarna coklat. Syukurlah, aku bisa bernafas lega karena hal ini. “Gomawo” Ujarku sambil memakai jaketnya.

Kami telah sampai di resto yang berada di hotel ini. Seorang pelayan langsung menghampiri kami.

Would you like to order something?” Tanyanya. “Yes, is there korean food?” Myungsoo Oppa membalas pertanyaan pelayan tadi.

Oh yeah, what do you like?

“Suzy-ah, kau mau pesan apa?”

“Aku sama dengan Oppa saja”

“I have to order 2 of bulgogi and 2 of cappuccinos float”

Oke, wait a minute sir….”

 

Setelah memesan Myungsoo Oppa langsung mengambil ponselnya dan langsung menekan screen yang ada pada ponselnya. Kenapa dia jadi mencueki-ku begini?

Setelah beberapa menit, makanan yang kami pesan pun datang. Dan aku langsung menyantap bulgogi dengan lahap. “Ah, mashitta” Ternyata walaupun di Paris, makanan Korea disini pun sungguh lezat.

“Lahap sekali ckck”

“Ne, karena setelah ini aku akan berbelanja dan sepertinya cukup banyak sehingga memerlukan tenaga”

“Apa tidak lelah eoh? Lebih baik besok saja, Suzy-ah” Saran Myungsoo Oppa

“Ani, aku ingin membeli piyama untuk tidur.”

“Kan kau bisa memakai kaosku dulu jika kau tidak ingin memakai baju yang ada di kopermu itu”

“Shireo! Jika Oppa tidak ikut denganku juga tak apa, lagipula aku tidak menyuruh Oppa untuk menemaniku”

“hh, aku sudah pasti menamanimu. Sudah kewajibanku untuk menjagamu.” Ujarnya dengan pasrah. “Baiklah, setelah ini kita menuju pusat perbelanjaan.” Lanjutnya

Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya itu. Lagipula mana berani aku keluar sendiri tanpa suamiku itu. Apalagi ini bukan di Korea.

Author’s POV

 

Myungsoo dan Suzy kini sedang berada di pusat perbelanjaan yang letaknya dekat dengan hotel yang mereka tinggali. Untung saja hotel yang ditempatinya berada di pusat kota sehingga jaraknya dekat dengan pertokoan.

“Aish, kenapa baju tidurnya begini semua” Keluh Suzy yang sedari tadi hanya mondar-mandir di antara kumpulan baju-baju tidur tersebut

“Apa sudah ketemu? Sudah setengah jam kita berputar di tempat ini.” Lelaki tampan itu sepertinya sudah kesal karena sedari tadi istrinya itu tak kunjung menemukan baju yang ia cari.

“Oppa, baju disini sama seperti yang ada di dalam koperku. Kenapa tidak ada piyama?”

“Yasudah kalau begitu, kau tidak usah membelinya dan kita langsung kembali ke hotel”

“Aku ingin membeli jaket atau sebangsanya yang bisa menghangatkan tubuhku” Suzy langsung menuju ke tempat jaket-jaket yang berada di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Myungsoo hanya pasrah mengikuti keinginan istrinya itu.

Setelah satu jam Suzy dan Myungsoo mengelilingi tempat tersebut, akhirnya mereka kembali menuju hotel.

“Sudah jam 8.” Gumam yoeja cantik tersebut

“Kau mau langsung tidur?” Tanya Myungsoo

“Aku belum mengantuk, mungkin efek dari cappuccino tadi. Oppa tidur duluan saja.” Ujar Suzy yang membuat Myungsoo menghela nafas.

“Bersabarlah” Gumam lelaki tampan tersebut

Suzy langsung memposisikan dirinya di atas sofa yang terletak di depan TV yang ada di dalam kamar hotelnya itu dan langsung menyalakan TV tersebut. Myungsoo pun mengikuti apa yang dilakukan Suzy.

“Ah gerah juga jika memakai jaket” Ujar Suzy yang membuka jaket suaminya tersebut.

Myungsoo hanya menatap istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah membuka jaketnya tersebut, Suzy beralih menuju meja rias yang berada di samping ranjang kamarnya itu. Rambutnya yang panjang itu, ia ikatkan keatas hingga terlihat jelas leher dan pundaknya yang begitu sempurna.

Kim Myungsoo’s POV

 

Aigoo! Apa lagi yang ia lakukan? Setelah membuka jaketku yang ia pakai, ia langsung mengikatkan rambutnya itu. Dan jelas semakin membuatku menginginkan hal ‘itu’

“Oppa, kau kenapa eoh?” Tanyanya dengan wajah yang ah, sungguh aku tak bisa menjelaskan hal tersebut.

“Ani. Emm.. Suzy-ah, kau pasti tahu kan kita itu sudah menikah dan …”

Aish, kenapa aku sulit sekali menjelaskan keinginanku itu, paboya!

“Yak! Kau itu kenapa? Apa yang membuatmu aneh begini?” Tanyanya.

Wajahku mungkin sudah terlihat tak nyaamn sedari tadi, sehingga Suzy menanyakan hal itu kepadaku.

“Ah lupakan, kita nonton TV saja” Ujarku mengalihkan rasa penasaran Suzy sambil mencari acara yang bagus untuk ditonton.

Ternyata pernikahan itu tidak seindah yang kubayangkan. bahkan aku merasa begitu gugup setelah hari pernikahanku kemarin. Kenapa dia bisa memiliki wajah dan tubuh yang sesempurna itu hem? Sedari tadi banyak sekali pesan yang masuk yang semuanya rata-rata berisikan kata-kata yang menyemangatiku untuk melakukan hal ‘itu’

Aku benar-benar bertahan dengan posisi kepala yang tak mengarah kepada Suzy. aku tak tahan dengan pundaknya yang terlihat emm.. begitu menggoda naluri lelakiku. Dan aku takut dia belum siap, maka dari itu aku tak berani untuk memaksakan keinginanku itu.

Pluk

Aku merasakan sesuatu sedan menimpa pundakku. Ah, ternyata Suzy menjatuhkan kepalnya di pundakku. Matanya terpejam, aku rasa dia benar-benar kelelahan.

Sebanyak apapun cappuccino yang diminum-pun tak akan bisa membiarkan kita untuk membuat mata tetap terjaga. Jika sudah begitu lelah, pasti tubuh kita akan langsung memaksa kita untuk beristirahat. Begitu pula yang Suzy rasakan.

Aku mematikan TV sebelum menggendong Suzy menuju tempat tidur kami. Aku pun begitu lelah, mungkin memang belum saatnya untuk memenuhi hasratku tersebut.

Cup

Aku mengecup singkat bibir merahnya tersebut sebelum aku memejamkan mataku untuk menuju ke alam mimpi.

Silau matahari pun mulai merasuki pupil mataku sehingga memaksaku untuk bangun dari tempat tidurku ini.

Aku langsung menoleh kearah samping dan tak menemukan Suzy di tempat.

“Eoh.. sudah bangun?” Ujar Suzy yang sudah berada di sampingku.

“Kau bangun jam berapa?” Tanyaku yang melihat Suzy sudah rapih dengan dress yang ia kenakan dengan jaket yang menutupi dressnya itu.

“Sejam yang lalu. Oppa, cepat mandi lalu kita sarapan dan berjalan-jalan” Ujarnya dengan senyumannya yang indah itu.

“Ani, aku masih ngantuk.” Ujarku sambil merebahkan tubuhku dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhku.

“Yak! Untuk apa kau kemari jika hanya dihabiskan untuk tidur! Ayo bangun” Suzy hanya menepuk-nepukkan lengannya kearahku dan menarik selimut yang menutupiku. “Oppa, ayolah” Ujarnya dengan nada yang manja.

“Arraseo. Keundae, aku punya syarat”

“Mwoya?”

“Give me a morning kiss, honey” Ujarku dengan senyuman

Cup

“Sudah kan? cepat mandi”

“Mwo? Itu ciuman di pipi. Aku mau disini” Ujarku sambil menunjuk kearah bibir

“Nappeun” Gumamnya yang beranjak dari tempat tidur namun aku langsung menariknya hingga ia sukses terjatuh diatasku.

Ia hanya mengerjap-ngerjapakan mata indahnya itu. Aku mendekatinya dan langsung mengecup bibirnya.

Ternyata aku tak puas dengan mengecup saja. Aku membiarkan bibirku ini menjelajahi tiap centi bibir merahnya itu. Lama-kelamaan aku melumatnya dengan sedikit ganas.

“emm.. emm..” Aku melepaskan lumatanku setelah mendengar erangan dari Suzy.

“Sudah puas, Tuan Kim?” Sindirnya

“Belum”

“awww…………” Suzy langsung mencubit perutku. Aigoo! Kuku-kukunya itu seakan ingin mengoyak perutku.

“Arra arra, aku akan mandi”

Suzy hanya memamerkan cengirannya itu dengan bangga. Aku harus memotong kuku-kukunya jika ia tidur agar dia tak bisa menyiksaku lagi.

Bae Suzy’s POV

Drrt drrtt

From : Soo Hyun Oppa

Selamat atas pernikahanmu, maaf aku tak bisa datang karena ada keperluan yang begitu mendesak.

Aku harap, ia bisa menjadi suamimu dengan baik.

Chukkae! ^^

 

Soo hyun Oppa? ah iya, aku baru sadar kalau ia tak datang ke pernikahanku. Memangnya ada keperluan apa sehingga ia tak bisa datang? Huh. Seharusnya kan ia bisa menunda pekerjaannya itu. Semenjak aku bermain dengannya di drama ‘dream high’ kami memang sangat dekat, setiap hari Soo Hyun Oppa selalu mengirimiku pesan dengan menanyakan kabarku. Hal itu pasti ia tanyakan, ia memang sudah kuanggap seperti Oppa-ku. Sama dengan aku menganggap Taecyeon Oppa dan Oppadeul yang ada di JYPNation.

“Nugu?”

Pertanyaan Myungsoo Oppa membuatku membuyarkan lamunanku. “Soo hyun Oppa” Jawabku.

“oh”

Aku langsung sadar dengan ucapanku barusan dan langsung melihat Myungsoo Oppa. ah, aku melakukan kesalahan. Pasti dia mencurigaiku.

“Oppa, dia hanya mengucapkan selamat atas pernikahan kita” Ucapku dengan hati-hati

“Ne. balas terimakasih padanya” Ujarnya dengan wajah yang membuatku mengutuk diriku sendiri

Lain kali aku harus membalas pertanyaannya dengan memikirkan perasaan Myungsoo Oppa. semoga ia tak memikirkan hal yang negative.

“Kau kenapa? Sudah kenyang?” Tanyanya dengan senyumannya.

“Ah, ani” Aku langsung melanjutkan acara makanku. Kini kami memang sedang sarapan di dalam resto hotel ini.

“Kau pasti mengira aku mencurigaimu kan?”

“Aniyoo”

“Mulai dari kejadian malam itu aku sudah bertekad untuk berpikiran positif terhadap apa yang kau lakukan.”

Ah malam itu, dimana aku kecewa dengannya. Sewaktu aku kehilangan akal sehat dan mengurung diri diatas atap gedung JYPEntertainment.

“Gomawo” Gumamku yang langsung dibalas dengan senyuman hangatnya.

Setelah selesai sarapan, kami langsung bergegas menuju Place de la Concord. Tour guide kami menjelaskan jika datang ke Paris wajib untuk berkunjung menuju alun-alun yan terluas di Paris tersebut. sebelumnya aku tak pernah mendengar tempat tersebut, namun Myungsoo Oppa sepertinya tahu akan tempat tersebut, aku yakin dia sangat betah di tempat itu karena pasti akan banyak objek yang bisa ia abadikan dengan kamera kesayangannya itu.

Place_de_la_Concorde_obelisk“Tempat ini adalah tempat wisata yang merupakan alun-alun terluas di Paris, dibangun pada 1755 di lahan seluas 86.400 meter. Ciri khas tempat ini adalah monumen dan air mancur. Dulunya, kaum bangsawan tertawa-tawa sambil menonton eksekusi terbuka para penjahat hingga penentang kerajaan. Pasca Revolusi Perancis, ganti wajah-wajah para borjuis itu yang murung menghadapi eksekusi. Nama tempat wisata ini sendiri berubah beberapa kali. Dimulai dari “Place Louis XV”, “Place de la Révolution”, dan terakhir “Place de la Concorde” sebagai simbol rekonsiliasi.” Jelas sang tour guide dengan bahasa Korea sehingga aku begitu mengerti dengan ucapannya.

Ian yang merupakan tour guide kami itu menugaskan temannya utnuk menemani kami ke tempat ini. Ia bisa berbahasa Korea dengan cukup fasih. Mungkin Ian sengaja untuk menyuruhnya menjadi tour guide kami.

Ah, pria itu! Apa ku bilang, dia pasti senang berada di tempat seperti ini. Myungsoo Oppa langsung mengarahkan kamera terhadap patung yang ada di dalam kolam pancuran tersebut. apa bagusnya coba? Daripada memotret patung tak bernyawa itu lebih baik mengambil gambarku sekarang. Huh!

“Nona, suamimu itu fotografer?” Tanya tour guide kami –Chris-

“Yah begitulah, sepertinya aku harus bersabar heuheu”

“Suzy-ah” Teriak Myungsoo Oppa dari kejauhan.

“Ne?”

“Cepat kemari, aku akan mengambil fotomu disini”

“Nona, sepertinya kau mulai diladeni oleh sang fotografer kkk~”

“Hehe. Aku kesana dulu ya”

Aku langsung berlari ke tempat Myungsoo Oppa.

“Emm.. kau nanti tepat berdiri disini ya. Agar bangunan ini terlihat jelas”

Mwoya? Bangunan ini terlihat jelas? Apa kini pesonaku telah bergeser dan digantikan oleh bangunan tua ini eoh? Tsk! Tega sekali suamiku ini!

Aku langsung memposisikan diriku sesuai dengan perintah sang ‘fotografer handal’ tersebut.

“Yak! Tersenyumlah, kau terlihat jelek sekali” Ujarnya sambil melihat hasil foto yang ia ambil.

“Aaaahh.. kau kan seorang model! Kenapa berpose dengan wajah tersenyum saja kau tak bisa!” Ujarnya sambil menghampiriku.

“Oppa, kau itu suamiku bukan fotografer yang sedang bekerja mengarahkan model untuk berpose” Ujarku ketus dan langsung melangkahkan kakiku untuk menuju tempat duduk yang berada di dekat air mancur tersebut.

Aku sebal jika ia terus begini. Saat ini kami sedang berbulan madu, dan ia hanya sibuk dengan kameranya itu. Menyebalkan! Ini baru hari pertama dan ia sudah membuatku kesal. Lebih baik aku pulang saja ke Korea jika di tempat lain juga ia masih saja sibuk dengan kameranya itu.

Ia datang menghampiriku sambil tetap mengarahkan kameranya kearahku. Entahlah, objek apa yang ia ambil. Aku rasa ia mengambil patung ini untuk menjadi objek fotonya itu.

“Suzy-ah, mianhae” Ujarnya yang sudah berada dihadapanku.

“Ah, baiklah aku akan menyuruh Chris untuk mengambil foto kita. Eotthe?” Ujarnya degan mengandalkan senyuman indahnya itu. Tsk!

Akhirnya kami berfoto dengan beberapa pose, Chris yang memotret kami.

“Aku lelah” Gumamku

“YAK!” Tiba-tiba Myungsoo Oppa menggendongku ala bridal style. “Kau bilang kau lelah bukan? Maka dari itu aku menggendongmu” Ujarnya dan langsung menyuruh Chris memotret kami dengan pose aku yang berada di dalam gendongan Myungsoo Oppa.

“wah, kalian romantic sekali. Kalian membuatku cemburu” Ujar Chris setelah memotret kami dengan beberapa pose hingga pose dimana Myungsoo Oppa menggendongku dan menciumku >,<

“Sayang sekali sudah jam 12. Saatnya untuk lunch.. nanti aku akan ajak kalian ke resto yang menyediakan makanan terlezat seantero Paris.”

“Ah baiklah. Suzy-ah, berat badanmu sepertinya naik secara drastis yah.” Ujar Myungsoo Oppa sambil menurunkanku.

“Cish, suruh siapa kau menggendongku.” Ujarku dingin mengikuti Chris yang menuju mobil yang kami naiki untuk berjalan-jalan.

“Ah”

Myungsoo Oppa lagi-lagi menggendongku dan langsung berlari menuju mobil. “Aku bercanda, yeobo” Ucapnya

Cup

Cup

Cup

Omo! Apa dia sudah gila eoh? Beberapa kali ia mengecupku tepat di bibirku. Benar-benar tak bisa melihat situasi huh! Aku hanya bisa mengeratkan lenganku di lehernya karena ia membawaku dengan berlari.

Kim Myungsoo’s POV

 

Hari ini sungguh menyenangkan, hari pertamaku di Paris diawali dengan Suzy yang memasang wajah muramnya. Aku tahu itu pasti disebabkan karena aku selalu berkutat dengan kamera hehe. Namun bukan Myungsoo jika tak bisa mengatasi masalah tersebut.

“Oppa, apa nanti kita akan ke pantai?” Tanyanya

“Molla, semuanya kan diatur oleh orang tua kita. Jadi aku tidak tahu apa-apa.”

Sepertinya aku merasa janggal dengan apa yang dipakai Suzy. aku segera menoleh kearahnya dan ah ternyata ia sudah menyerah. Akhirnya lingerie yang berada di kopernya itu ia pakai juga.

Pakaian minim itu sukses membuatku beberapa kali menelan salivaku. Ralat, bukan pakaian minimnya tapi tubuh yang pakaian itu tutupi. Tutupi? Tidak tertutupi secara utuh, bahkan aku bisa melihat dengan jelas bentuk tubuhnya itu. Pakaian dengan kain transparan yang hanya menutupi bagian dadanya sampai 20 cm diatas lututnya. Ini tak bisa dibiarkan!

Aku segera mengambil jaket yang kugunakan untuk menutupi tubuhnya itu.

“Apa kau tak suka?” Tanyanya

“Kau bilang kau tak nyaman kan dengan pakaian itu” Aku berbicara tanpa melihat kearahnya.

“Kata Jiyoung dan Sulli, aku harus memakai ini. Dan ini sudah kewajiban seorang istri untuk em… memuaskan suami.” Ucapnya dengan intonasi yang begitu pelan.

Aku tersenyum dan memberanikan diri untuk menghadap kearahnya.

“Jadi kau sudah siap?” Tanyaku dengan penuh harap.

Suzy hanya mengangguk dan langsung menundukkan wajahnya.

To be continued …

Advertisements

80 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 6)

  1. Hohoho suzy akhirnya ngerti klo ga peka2 nanti myung frustasi. Aigoo semnagat myung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s