Marrying Mr. Photographer (Part 8)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

Marrying Mr. Photographer (Part 8)

101218040226e2d240f907608c copy

 

Author’s POV

Sudah semingguu Myungsoo dan Suzy menghabiskan waktu bersama di kota Paris yang terkenal dengan keromantisannya itu. Hari ini mereka sudah harus kembali ke Seoul untuk melanjutkan kerjaan mereka yang sudah lama mereka tunda.

Sesampainya di Seoul mereka tinggal bersama di rumah orang tua Myungsoo sebelum mereka menempati rumah baru mereka.

“Bagaimana liburan disana? Menyenangan bukan?” Tanya Monsoo

“Yeah, lebih dari sekedar menyenangkan” Jawab Myungsoo yang sedang mengganti-ganti channel TV.

“Hyung, cepat kau ceritakan. Aku ingin dengar pengalamanmu” Ujar Monsoo sangat antusias dengan cerita kakaknya

“Tsk, kau menikah saja dulu baru aku ceritakan”

“Ish, aku akan menikah di umur yang sama denganmu saat ini”

“Ya, berarti aku nanti juga akan menceritakan pengalamanmu 2 tahun yang akan datang”

Teet teeett

Bel rumah keluarga Kim terdengar jelas membuat Myungsoo menyuruh adiknya untuk membukakan pintu rumahnya.

“MYUNGSOOOO” Teriak 3 orang namja yang begitu memekakkan telinga membuat Myungsoo langsug menghampiri ketiga orang tersebut.

Ketiga orang tersebut langsung memeluk erat Myungsoo

“Bogoshippo, hyung” Ujar salah satu dari 3 namja tersebut

“Lepaskan aku” Myungsoo langsung melepaskan pelukan dari ketiga temannya tersebut

Setelah itu mereka langsung menduduki sofa yang berada di dalam ruang tamu tersebut. Sungjong, salah satu temannya Myungsoo langsung mengedarkan matanya kesegala penjuru arah seakan sedang mencari sesuatu.

“Kau kenapa?” Tanya Sunggyu

“Aku mencari kakak ipar”

“Suzy sedang ada di kamar. Dia sangat kelelahan karena baru tadi pagi kita sampai di Seoul” Ujar Myungsoo yang tahu maksud Sungjong

“Palli ceritakan kepada kita” Ujar Hoya yang langsung diangguki oleh Sunggyu dan Sungjong

“Ceritakan apa?” Tanya Myungsoo polos

“Arra … arra” Ucap Myungsoo setelah melihat Sunggyu mengepalkan tangannya bertanda kalau ia sudah tak sabar untuk mendengar cerita Myungsoo yang baru saja datang dari bulan madunya dengan Suzy

“Yah mungkin seperti yang kalian bayangkan. Kami pergi ke tempat-tempat yang indah seperti Eiffel, Disney land dan…”

“YAK! Aku tidak mau basa-basimu, langsung saja ceritakan hal yang menurutmu paling ‘wah’ ” Hoya memotong omongan Myungsoo

“Ish, tak sabaran sekali. Kalian juga sudah dewasa kan? ya aku melakukan seperti halnya suami istri yang sedang berbulan madu. Sudahlah kalau kalian masih saja memaksaku lebih baik kalian pulang saja. Aku masih capek dan ingin beristirahat”

“Hhh… Myungsoo kau benar-benar tak kasian denganku eoh? Aku kan ingin belajar darimu sebelum aku menikahi Eunji bulan depan” Ujar Hoya menunjukkan wajah sedihnya terhadap Myungsoo.

“Hyung kan bisa belajar dari Sunggyu Hyung dan Woohyun Hyung”

“Aku tak yakin mereka melakukannya dengan lembut”

“Aish, sebenarnya apa yang kalian bicarakan eoh?” Tanya Sungjong yang sedari tadi tak mengerti dengan pembicaraan Myungsoo dan Hoya. “Melakukan dengan lembut?” Lanjutnya yang membuat ketiga namja tampan tersebut tertawa terbahak-bahak

“Apa aku mengatakan hal yang lucu?” Tanya Sungjong polos

“buahahahaahahahaha” Sontak mereka langsung menertawai maknae mereka tersebut

“Sudahlah, kalian pulang saja. Aku ingin istirahat dan besok aku akan menceritakannya secara ekslusif kepada kalian except Sungong-ie”

“Aish, sekarang aku mengerti. Baiklah aku memang belum cukup umur untuk mengetahui hal tersebut” Gumam Sungjong

“Cha, maaf kita telah mengganggumu. Tapi ingat besok kita akan menandatangimu lagi.” Ujar Sunggyu

“Ne, sampai jumpa” Ujar Myungsoo sambil menutup pintu rumahnya

“Baru saja datang, aku sudah ditagih cerita oleh mereka ckck” Gumam Myungsoo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah itu dia langsung menuju kamarnya. Myungsoo langsung mencari Suzy yang tadi masih tertidur namun sekarang ia sudah tidak ada di dalam kamar tersebut.

“Suzy-ah”

“Suzy…”

Myungsoo masih mencari istrinya di seluruh penjuru kamarnya tersebut

Ceklek

“Oppa, wae?” Ujar Suzy setelah membuka pintu kamar mereka.

“hh.. aku kira kau kemana”

“Oppa mengkhawatirkanku eoh?” Goda Suzy sambil menaik turunkan alisnya

Grep. Myungsoo langsung mendekap erat tubuh mungil Suzy. “Ne, yeobo.. nanti bisa-bisa kau kabur kalau tidak dijaga” Ujar Myungsoo yang membuat bulu kuduk Suzy berdiri

“Ah arra, lepas dulu ne? aku ingin membereskan koper dulu”

“Ani, tadi kau telah menggodaku. Jadi kau harus menerima hukuman dari suamimu”

Myungsoo langsung mencium tengkuk Suzy dengan lembut, Suzy hanya menahan desahannya supaya Myungsoo tidak bertambah nafsu dengannya.

“Myung… ah mian, Eomma kira kalian sedang tidak melakukan apa-apa” Ujar Ibu Myungsoo yang tiba-tiba datang sehingga membuat Myungsoo menghentikan aktifitasnya.

“Eomma, kenapa tak ketuk pintu dulu?”

“Pintumu tak ditutup. Lagipula kalian itu kan baru saja pulang. Apa tidak lelah eoh? Kau tak kasian dengan uri Suzy hem?”

“Ah sudahlah Eommonim.. Myungsoo Oppa memang seperti itu, aku tak apa. Oh iya memangnya Eommonim ada perlu apa?”

“Nanti besok, kalian pindah ke rumah baru kalian ya..”

“Rumah baru? Eommonim memberikan kami rumah?”

“Ani, itu Myungsoo yang membelinya. Sudah 1 tahun yang lalu dia membuat rumah untukmu. Dan besok kalian akan menempati rumah kalian.”

“Oppa?” Suzy langsung meminta penjelasan dari suaminya tersebut

“Ne, aku sudah menyiapkan rumah baru kita dari dulu.”

“Yasudah, Eomma tinggal dulu”

Ibu Myungsoo langsung meninggalkan Suzy dan Myungsoo.

 

Bae Suzy’s POV

Aku tak menyangka jika suamiku ini sudah menyiapkan rumah baru untuk kami. Ternyata Myungsoo Oppa memang sangat mencintaiku. Aku bahagia sekali memilikinya. Lalu aku harus melakukan apa untuk membalas semua kebaikannya?

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku kini sedang berada di dalam ruang keluarga. Setelah kami makan malam bersama, Myungsoo Oppa langsung kembal menuju kamarnya. Dan aku langsung menuju ruang keluarga untuk mengakrabkan diri dengan mertuaku.

“Suzy-ah, apa Myungsoo selalu memaksamu?”

“Memaksa?” aku langsung bertanya karena memang aku tak menegerti dengan apa yang ditanyakan Eommonim

“Ne, tadi siang kan Myungsoo…”

“Oh, tidak begitu juga tapi dia selalu menginginkan hal itu”

“Ish, anak itu benar-benar… tapi Eommonim juga ingin cepat-cepat menimang cucu dari kalian. Jadi berusahalah dengan giat. Hwaiting!”

Anak dan ibu sama saja, aku kira Eommonim khawatir denganku tapi nyatanya dia sama saja dengan putranya. Aku juga ingin cepat-cepat memiliki anak dengan Myungsoo Oppa tapi aku masih harus menjalani kewajibanku sebagai entertainer.

“Suzy?”

Eommonim memanggilku dan membuatku membuyarkan lamunanku

“Ne?”

“Myungsoo itu anaknya sangat obsesif. Jika ia sudah mencintai sesuatu dia pasti sangat menjaga dan pasti akan sangat overprotective dengan sesuatu yang ia cintai. Dan Myungsoo itu sangat mencintaimu, Eommonim ingat sewaktu Myungsoo pulang ke rumah setelah ia menyelesaikan salah satu acara music di Bangkok. Wajahnya begitu terlihat bahagia dan ternyata sebabnya adalah orang yang yang ada dihadapan Eommonim ini.”

Aku langsung tersenyum mendengar ucapan Eommonim. Hal ini membuatku bahagia sekaligus khawatir, khawatir karena aku takut tak bisa membahagiakan Myungsoo Oppa.

“Eommonim mohon, Kau selalu mencintai Myungsoo dalam keadaan apapun. Cobalah selalu mengerti keadaannya dan jangan pernah meragukan ketulusan cintanya terhadapmu. Dia itu putra kebanggaan Eommonim, semua putraku begitu membanggakan tapi Myungsoo membuatku sungguh beruntung memiliki putra sepertinya.”

“Pasti Eommonim.” Ujarku

Eommonim langsung memelukku kedalam dekapannya. “Terimakasih Suzy, kau membuatku dan putraku bahagia. Aku percaya kau bisa membahagiakan Myungsoo”

Aku melepaskan dekapan Eommonim dan langsung meyakinkan mertuaku.

“Eh, Myungsoo Oppa”

Aku melihat Myungsoo Oppa yang sudah berdiri di dekat lemari di dalam ruangan ini. Dia tersenyum melihat ku dengan Eommonim. Kemudian ia menghampiriku.

“Eomma sudah membuka kartuku kepada Suzy?” Tanya Myungsoo sambil merangkulku

“Iya, wajar saja kan kalau istrimu itu harus tahu semua tentangmu.”

“Ne, kalau begitu sekarang aku bisa membawa istriku ke kamar kan?”

“Ne, silahkan. Lekaslah buatkan little Kim untuk Eomma”

Myungsoo langsung menarikku menuju kamar. Apa ia berniat untuk membuat anak lagi? Molla, yang pasti aku harus mengikuti semua keinginannya itu. Tsk. Mr. Obsessif!

Kim Myungsoo’s POV

Aku senang melihat keakraban istriku dan Eomma. Aku harap kebahagiaan ini terus menyelimuti keluargaku. Sebelum aku menghampiri mereka, aku mendapat pesan aneh  lagi dengan nomor pengirim yang sama dengan sms yang sewaktu itu aku terima saat di Paris. Ternyata tak mudah untuk menjadi suami dari nya.

Isinya masih sama dengan sms yang dulu, menyuruhku untuk berhati-hati. Dasar pengecut! Jika ia memang berani seharusnya ia tak usah mengirimku sms yang berisikan ancaman seperti itu.

“Jadi kau ingin memberikan surprise untukku Tuan Kim?” Tanya Suzy sambil membereskan alat make-up nya.

“Tidak apa kan kalau aku memberikan sesuatu yang berharga untuk orang yang kucintai?”

“Memang itu sudah kewajibanmu” Ucap Suzy sambil mengedipkan sebelah matanya

“Saranghae” Ucapku sambil mengecup pucuk kepalanya

“Nado”

Drrt drrtt

From : xxx

Rupanya kau meremehkanku Tuan Kim? Ancamanku ini serius.

Gunakanlah waktumu dengan baik sebelum aku beraksi

 

Aku memang tak pernah membalas sms-sms yang berasal dari nomor itu. Menurutku kalau aku meladeninya ia malah senang. Oleh karena itu aku tak berniat sedikitpun untuk membalas pesan yang tak berguna itu.

 

“Nugu?”

“Eh, ini dari Sungjong” Jawabku bohong

“Emm… Oppa, aku ingin tahu rumah kita seperti apa, apa kau punya foto dari rumah itu?”

Aku langsung mengambil kameraku dan menunjukan foto rumah yang nantinya akan kami tempati. “Ige” Ujarku sambil menyerahkan kameraku

“Yeppuda” Ujarnya dengan manis

“Kau suka?” Suzy langsung menganggukan kepalanya tanda bahwa ia suka dengan rumah kami.

“Besok aku akan mengundang teman-temanku untuk datang ke rumah kita. Boleh kan?”

“Tentu saja. Sekalian ada yang membantu kita hehehe”

“Aish…” Gumamnya sambil memanyunkan bibir mungilnya

Aku langsung mengambil ponselku untuk menelpon teman-temanku juga. Ah iya, sepertinya aku harus membicarakan sms-sms yang telah menerorku selama ini kepada Oppadeul Suzy di 2PM dan 2AM. Aku yakin mereka tahu tentang siapa pria yang dekat dengan Suzy.

Aku lihat Suzy sedang menelpon teman-temannya itu. Aku yakin pasti ia mengundang Sulli, Jiyoung, Jieun dan Jiyeon. Mereka memang sahabat-sahabat Suzy sedari dulu. Aku senang jika Suzy mempunyai banyak teman. Kadang ia selalu merasa kesepian setiap ia disibukkan dengan shootingnya itu. Aku juga kadang harus mengahadiri acara di luar Seoul sehingga aku tak bisa menemaninya selalu. Profesiku sebagai fotografer ini juga bisa membuatku harus tinggal jauh dengan Suzy. karena banyak tempat pemotretan yang diadakan di luar kota bahkan di luar negeri.

“Sudah menelpon semua temanmu?”

“Belum. Aku belum menelpon Minho Oppa, Min Eonni, Soo Hyun Oppa emmm ah masih banyak ternyata” Jawab Suzy sambil menggaruk-garukkan kepalanya

“Yak! Kenapa banyak sekali? Orang yang tak penting tak usah kau undang!”

Apa-apaan dia, mengundang semua temannya. Dikira besok kita mengadakan syukuran rumah? Besok kan hanya acara pindahannya saja. Soal acara syukuran kan bisa diadakan setelah pindahan.

“Suzy-ah, besok itu kita hanya pindahan jadi kau mengundang teman dekatmu saja.” Lanjutku dengan suara yang lembut setelah melihatnya sedang memasang wajah yang menyeramkan

“Teman dekatku juga banyak”

“Coba kau tulis nama-nama teman dekatmu nanti aku akan memilih beberapa dari daftar teman dekatmu itu”

Akhirnya Suzy langsung menuliskan nama teman-temannya tersebut.

“Tapi Sulli, Jiyoung, Jiyeon Eonni, Jieun Eonni, Jia Eonni, Fei Eonni dan Min Eonni tidak termasuk kedalam daftar ini karena mereka wajib datang besok.”

“Arraseo, aku tahu kalau mereka pasti wajib diundang olehmu”

“Ige” Suzy memberikan selembar kertas yang berisikan nama teman-temannya itu.

Sohyun

Minho Oppa

Taecyeon Oppa

Junho Oppa

Wooyoung Oppa

Nichkhun Oppa

Chansung Oppa

Minjun Oppa

Jinwoon Oppa

Jokwon Oppa

Seulong Oppa

Changmin Oppa

Soo hyun Oppa

Bora Eonni

Dasom Eonni

 

“Sohyun?”

“Ne, Sohyun teman 94line ku. Kau harus mengundangnya. Aku kangen sekali dengannya”

Sohyun

Taecyeon Oppa

Junho Oppa

Wooyoung Oppa

Nichkhun Oppa

Chansung Oppa

Minjun Oppa

Jinwoon Oppa

Jokwon Oppa

Seulong Oppa

Changmin Oppa

Soo hyun Oppa

Bora Eonni

Dasom Eonni

 

“Mwo? Kau hanya tidak mencoret nama Sohyun?” Tanya Suzy sambil memperlihatkan kertas.

“Ne, Oppadeul-mu 2PM dan 2AM sudah aku undang. Tapi tidak semuanya juga sih, aku hanya mengundang Taec Hyung, Junho Hyung, Chansung Hyung, dan Jinwoon. Lalu Minho itu menurutku tak penting apalagi Soo hyun.”

“Baiklah”

Aku akan mempersempit ruang lingkup Suzy. bagaimanapun juga aku khawatir dengan sms dari si peneror itu. Entahlah, aku belum mencurigai siapa-siapa tapi menurutku dia juga orang yang dekat dengan Suzy.

Baru jam 9. Mana mungkin aku langsung tidur lebih baik aku keluar untuk menghirup udara segar di halaman rumah.

“Oppa, eoddi?” Tanya Suzy yang melihatku beranjak keluar dari kamar ini

“Kau mau ikut?”

“He’em”

“Kajja” aku langsung menarik lengannya menuju halaman rumah

Ternyata musim semi saat ini masih terasa begitu dingin, hari ini tepat seminggu setelah pernikahanku dan hari ulang tahunku yang ke-26 tahun. Semuanya terasa begitu cepat berlalu. Untunglah aku bisa mendapatkan Suzy yah walau aku harus terima konsekuensinya dengan berat. Aku juga harus benar-benar menjaga nya dengan baik.

Saat ini aku dan Suzy sedang berada di halaman rumah. Disini bisa terlihat jelas hamparan langit dengan bintang-bintang yang menghiasinya. Sedari dulu mimpiku itu adalah bisa melihat langit dari sini dengan Suzy. dan sekarang mimpiku itu sudah tercapai.

“Oppa, apa aku begitu sangat berarti di hidupmu?”

“Tentu. Sampai kapanpun posisimu itu abadi di hatiku”

“Gomawo. Kau membuatku menjadi wanita yang paling beruntung saat ini”

“Ne, aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling beruntung selamanya”

Suzy menyandarkan kepalanya di bahuku. Memandang langit yang untungnya pada malam ini begitu cerah. Aku tak akan memperdulikan siapapun yang ingin merebutnya dariku. Yang terpenting aku harus menjaganya dan tetap mempercayainya.

Aku menoleh kearahnya dan ternyata ia sudah terlelap. Ck, selalu saja tertidur disaat saat yang romantis begini. Aku mengusap kepalanya dengan lembut. Wajahnya begitu polos, terlihat sekali jika saat ini ia sedang bahagia. Aku berhasil telah membuat wanitaku ini bahagia.

“Tetaplah seperti ini”

Author’s POV

 

Hiruk pikuk terjadi di dalam kediaman keluarga Kim. Mereka sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk kepindahan putra sulung mereka. Sayangnya keluarga besan tidak ikut membantu karena keluarga Bae sedang disibukkan dengan pembukaan cabang café mereka yang masih sama dengan café utama yang berada di daerah Gwangju.

“Eommonim, biar aku saja yang membawa ini” Ujar Suzy yang ingin membawa figura foto yang ukurannya sangat besar

“Sudah biar Eommonim saja. Kau duduk manis saja disana, biar kami yang membereskan barang-barang ini.”

Suzy langsung diam dan menuruti mertuanya tersebut. dia sebenarnya tak ingin merepotkan keluarga suaminya tersebut namun mereka memaksa agar Suzy tidak usah membawa barang-barang berat tersebut.

“Suzy-ah” Panggil seseorang namja yang berada di luar rumah tersebut.

“Jinwoon Oppa” seulas senyum menghiasi wajah cantik Suzy yang menghampiri Jinwoon

“Omo! Yodongsaengku ini semakin cantik saja…. Bagaimana di Paris? Menyenangkan? Lalu apa kau sudah membuatkanku keponakan hem?” Tanya Jinwoon beruntun

“Oppa, kenapa kau menanyakan hal itu membuatku malu saja… seharusnya kau cepat-cepat menyusulku untuk menikah agar kau juga bisa merasakan betapa indahnya berbulan madu hehehe”

“Ish! Tenang saja sebentar lagi juga aku akan menikahi seseorang yang aku cintai.”

“Nuguya? Apa aku mengenalinya?”

“Lihat saja nanti hahaha. Yasudah mana suamimu itu? Wah rupanya aku harus membantu kalian juga”

“Dia sedang berada di kamar, membereskan barang-barangnya. Oppa mengobrol denganku saja disini”

“Ne. rupanya kau begitu merindukan Oppa-mu yang tampan ini ya?” Goda Jinwoon dengan menunjukkan eye smile nya

“Sudah pasti aku merindukan kegilaanmu Oppa-ku yang tampan ini ” jawab Suzy dengan penekanan kata tampan sehingga membuat Jinwoon tertawa bangga

“Apa yang lain sudah datang?”

“Belum”

“Jadi aku orang pertama? Ah pasti mereka masih tertidur ckck. Apalagi Chansung, dia pasti masih betah dengan mimpinya yang sedang menghitung keuntungan tempat gym nya itu hahaha”

“Hahahaha… ada-ada saja pikiranmu itu, Oppa… ah itu bukankah Taec Oppa, Junho Oppa dan Chansung Oppa?” Tunjuk Suzy kepada mobil yang baru datang dan memasuki pekarangan rumah keluarga Kim

3 namja tampan bertubuh atletis itu turun dari mobil yang membawa mereka tersebut. salah satu dari mereka telah memasang eye smile yang begitu memukau membuat Suzy senang dengan kedatangan mereka.

“Kalian…. Bogoshippo” Ujar Suzy setelah ketiga namja tersebut menghampiri Suzy dan Jinwoon

“Suzy-ah, mana Myungsoo? Mana yang harus kami bantu?” Ujar Taecyeon

“Bantu?”

“Ne, kemarin suamimu mengirimkan pesan kepada kami untuk membantu kepindahan kalian.” Jawab Junho

“Katanya kami harus memanfaatkan badan kami yang sangat atletis ini untuk membantu kalian” Lanjut Chansung

“Mwo? Jadi Myungsoo Oppa berpesan seperti itu. Aish… jinjja, benar-benar tak sopan!”

“Gwenchana, ini juga kami ingin melakukannya karenamu” Ujar Taecyeon

Akhirnya 4 namja tampan itu membantu Myungsoo dan Monsoo mengangkat barang-barang dan memindahkan ke dalam truk mobil yang akan membawa barang-barang tersebut menuju rumah baru Myungzy

“Semuanya sudah selesai?” Tanya Myungsoo

“Ne. kajja berangkat” Ujar ke-4 namja tampan yang sedari tadi sudah membantu Myungzy sekeluarga.

Di tempat lain, Sulli dan Jiyoung yang merupakan sahabat Suzy sudah menunggu kedatangan Suzy di rumah barunya. Suzy memang telah memberikan alamat rumah barunya kepada sahabat-sahabatnya itu.

Sulli dan Jiyoung menunggu di depan rumah baru Myungzy sambil memasang wajah kesalnya itu.

“Apa kita datang kepagian ya?” Tanya Sulli kepada Jiyoung

“Aku kan sudah bilang, kita datang nanti saja setelah Suzy memberi kabar kalau ia telah sampai di rumah ini”

“Aish, daerah ini benar-benar sepi sekali. Apa Myungsoo Oppa memang sengaja membeli rumah di tempat sesepi ini ya?”

“Eyy… ini kan menguntungkan Myungsoo Oppa agar bisa leluasa melakukan apa saja terhadap Suzy” Ujar Jiyoung yang membuat Sulli memelototkan matanya

“Mwo? Kalau begitu dia bisa menyiksa Suzy dengan seenaknya begitu? Aish! Ini tak bisa dibiarkan, aku harus bilang pada Suzy!” Ujar Sulli menggebu-gebu sambil menekan tombol di ponselnya

“YAK! Paboya!!! Maksudku bukan begitu… Aish, kenapa aku bisa memiliki sahabat babo sepertimu eoh?” Kesal jiyoung yang langsung merebut ponsel Sulli dan mematikan panggilan Sulli kepada Suzy. “Untung belum tersambung” Lanjutnya setelah berhasil mematikan panggilan tersebut

“Kau itu kenapa membiarkan Myungsoo Oppa berbuat seperti itu?” Teriak Sulli

“Maksudku, melakukan apa saja itu bukan maksud menyiksa Suzy. maksudku itu ya melakukan hubungan suami istri. Ish! Susah memang membicarakan hal seperti ini kepada orang yang belum menikah”

“Kau menghinaku eoh?” Tebak Sulli

“Makanya segera suruh pacarmu itu untuk menikahimu” Ujar Jiyoung yang sudah kesal karena kelakuan Sulli yang begitu polos

“Minho Oppa tidak pernah mengungkit-ungkit soal pernikahan” Lirih Sulli

“Sulli-ah, mianhae… ah aku tak bermaksud” Ujar Jiyoung sambil mengusap-usapkan tangannya pada bahu Sulli

“Gwenchana”

“Ah baiklah, aku akan menelpon Suzy dan memberitahukan kalau kita sudah berada di rumah barunya”

“Ah itu bukankah mobil Myungsoo Oppa” Teriak Sulli sambil menunjuk kearah mobil yang menghampiri rumah baru Myungsoo dan Suzy.

“Ah iya”

Sulli dan Jiyoung langsung melambaikan tangan mereka sambil berloncat-loncat agar Suzy mengetahui keberadaan mereka.

Di dalam mobil Suzy terus saja menertawai tingkah bodoh kedua sahabatnya itu

“Omo! Pantas saja dirimu masih kekanakan begini. Selama ini kau bersahabat dengan orang-orang yang kekanak-kanakan juga” Ucap Myungsoo

“Biar saja, yang penting aku bahagia” Suzy langsung mengerucutkan bibirnya. Myungsoo yang melihat hal itu langsung mengecup kilat bibir Suzy sehingga mobil yang mereka naikki sedikit berbelok karena ulah Myungsoo yang melepaskan setirannya tersebut.

“Neo michiseo?”

“Hahahaha. Lagipula kau begitu menggemaskan”

“Cha, sampai” Myungsoo langsung memberhentikan mobilnya di depan gerbang rumahnya.

Suzy langsung turun dari mobil Myungsoo dan segera memeluk kedua sahabatnya itu.

“Sulli Jiyoung kyaaaaaaaaaa aku rindu dengan kalian”

“aku juga Suzy….”

Mereka bertiga berpelukan seperti halnya teletubbies yang sedang berpelukan dengan cara berputar-putar membuat Myungsoo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekonyolan 3 yoeja cantik itu.

“Suzy, mau ikut denganku untuk memasukki mobil kedalam atau berjalan dengan 2 sahabatmu ini?” Tanya Myungsoo yang mengehentikan pelukan ketiga yoeja cantik itu

“Aku ingin melepas rindu dengan mereka. Oppa duluan saja”

Teeet teeet

Bunyi klakson mobil terdengar yang membuat keempat orang yang berada di depan gerbang tersebut menoleh

“Suzy Myungsoo! Kami memarkir mobil dimana? Diluar atau didalam?” Tanya salah satu penghuni mobil tersebut

“OMO! Taecyeon Oppa” Teriak Sulli yang terpesona dengan kedatangan Taecyeon dkk.

“Ah ada Sulli dan Jiyoung, Annyeong! Kalian pasti diundang Suzy….”

“Oppa, parkirkan dulu mobilmu baru bisa mengobrol dengan mereka” Ujar Suzy yang langsung diangguki Taecyeon

Setelah beberapa jam mereka membereskan rumah baru Myungzy, kini mereka sedang menikmati segarnya minuman yang dihidangkan sang pemilik rumah.

“Jieun Eonni dan Jiyeon Eonni tidak datang?” Tanya Sulli

“Mereka akan datang sore”

“Lalu Fei Eonni, Jia Eonni dan Min Eonni?”

“Mereka tak bisa datang, ada pekerjaan penting katanya. Mungkin saat weekend mereka bisa datang kesini”

“Suzy-ah, rumahmu nyaman sekali… aku juga ingin seperti Myungsoo yang membeli rumah di tempat sepi seperti ini”

“Junho, bukankah kau sedang berkencan dengan wanita Jepang? Lalu memangnya dia mau tinggal di Korea?” Tanya Chansung

“Molla, aku belum begitu serius dengannya”

“Jadi Hyung sedang menjalin hubungan dengan wanita Jepang?” Tanya Myungsoo

“Ne. dia aktris, dia campuran Jepang-Korea”

Drrt drrt

Myungsoo langsung melihat ponselnya yang bergetar tersebut dan langsung kaget setelah tahu si nomor penelpon tersebut. nomor yang selama ini mengirimkan pesan aneh kepadanya

“Aku ijin bentar mengangkat telepon” Pamit Myungsoo

-on the phone-

“Yobosseo”

“Aku sudah tahu tentang kepindahan kalian, jadi waspadalah”

“YAK! Sebenarnya kau itu siapa?”

“Aku? Aku tak akan segampang itu memberi tahumu, bodoh!”

Klik

“Arggghhhh sial!”

Sang penelpon langsung mematikan teleponnya tersebut. myungsoo langsung terlihat frustasi, berarti orang itu merupakan orang yang dekat dengannya atau Suzy. Tapi dia tak mengenali suara dari peneror tersebut. bisa saja sang penelpon membuat suaranya berbeda untuk mengelabuhi Myungsoo.

“Oppa?”

Myungsoo langsung menoleh kearah Suzy setelah mendengar suara istrinya itu. Myungsoo langsung memberikan wajah tenangnya terhadap Suzy. dia tak ingin istrinya mengetahui hal tersebut.

To be continued …

Advertisements

68 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 8)

  1. Aigoo kasian myungsoo nyimpan sendiri mslhnya ..
    Sbnrnya siapa itu? Soohyun? Minho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s