Marrying Mr. Photographer (Part 9)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

Author’s POV

Kehidupan Myungsoo dan Suzy sudah kembali dengan semestinya. Myungsoo kembali menjalani aktivitasnya sebagai seorang fotografer serta Suzy yang melanjutkan dunia entertainer nya. Setelah 2 minggu pernikahan mereka, banyak teman-teman dari keduanya mengunjungi rumah baru Myungzy. Bahkan sahabat-sahabat Suzy hampir setiap hari bermain di rumah wanita cantik itu.

“Suzy-ah, aku kangen dimana aku manggung dengan F(x)” Ucap Sulli sambil mengambil cemilan dari toples yang tersedia diatas meja ruang tamu rumah Myungzy

“Kau kunjungi saja mereka”

“Aku tak enak, mereka kan sudah menikah semua ya kecuali Soojung”

“Bukankah kau hampir setiap hari mengunjungiku? Aku juga kan sudah menikah”

“Ne, keundae dirimu kan berbeda”

“Apanya yang berbeda?”

“Kau kan soulmate-ku hihi”

“Tsk, kau ini! Makanya suruh Minho Oppa menikahimu”

Sejenak Sulli diam, dia merasa dia belum yakin karena Minho yang merupakan namjachingunya itu belum memperlihatkan tanda-tanda keseriusan terhadapnya.

“Sulli-ah gwenchana?” Tanya Suzy karena melihat keanehan dari raut wajah sahabatnya itu.

Sulli masih terdiam, perlahan-lahan air mata turun dari kedua matanya. Ia terisak hebat, Suzy yang mengetahui hal itu langsung memeluk Sulli.

“Sulli-ah, waeyo?”

“Kau ada masalah dengan Minho Oppa?”

Sulli masih menangis di dalam pelukan Sulli. Suzy yang mengerti keadaan Sulli langsung tak melanjutkan pertanyaannya tersebut. ia yakin Sulli ingin waktu untuk berdiam diri.

“Kau bisa tidur di kamar tamu, aku akan memasak untuk makan malam nanti. Uljima.. aku nanti akan berbicara dengan Minho Oppa” Ujar Suzy menenangkan sahabatnya.

Suzy langsung menuju dapur untuk memasak makanan yang akan dihidangkan nanti malam. Dia masih saja khawatir dengan keadaan Sulli, sebelumnya ia tak pernah melihat sahabatnya itu seperti tadi. Sulli tidak mungkin menangis jika tak ada masalah yang sangat berat, gadis itu dikenal dengan sifatnya yang sangat kuat dan ceria. Suzy tahu luar dalam Sulli, karena dia sudah lama dekat dengan Sulli semenjak ia bersekolah bersama dengan gadis itu.

“Aku harus menghubungi Minho Oppa” Ucap Suzy sambil menekan nekan layar LCD ponselnya

“Yobosseo”
“…”
“Aku ingin membicarakan hal yang penting, Oppa ada waktu?”
“…”
“Besok, jam 9 di JYP cafetaria. Eotthe?”
“…”
“Ne, sampai jumpa”

Suzy langsung menyimpan ponselnya di saku celananya dan tak menyadari bahwa Sulli sudah berada di sampingnya.

“Kau menelponnya?”

“Ne, aku akan membicarakan hal tadi. Tak apa kan?”

“Suzy-ah, mian… aku tak bisa menceritakan masalahku kepadamu” Batin Sulli

“Ne, tak apa. Gomawo Suzy… kau memang sahabatku yang terbaik”

Suzy langsung memeluk sahabatnya berniat untuk sekedar menenangkan Sulli.
Setelah itu Sulli pamit untuk pulang sewaktu ia keluar dan sampai di halaman rumah Myungzy ia berpapasan dengan namja yang menjadi masalahnya kali ini.

“Minho Oppa?”

“Eh…”

“Kau diberi tahu oleh Suzy kalau aku berada disini?”

“Emm… ah .. ne. kau sudah mau pulang? Baiklah aku antar.” Ucap Minho dengan gugup

Suzy yang melihat dari jendela hanya bisa tersenyum melihat kedatangan Minho yang menjemput sahabatnya.

“Minho Oppa pasti tahu keberadaan yoejachingunya” Gumam Suzy

Kim Myungsoo’s POV

Sudah beberapa jam aku berkutat dengan kamera kesayanganku. Kini aku berada di sebuah studio foto milik salah satu majalah internasional. Aku memang menjadi fotografer di majalah ini. Aku tertarik menjadi fotografer dalam majalah ini karena majalah ini memang membahas tentang ilmu fotografi sehingga yang menjadi objek pembicaraannya bukan model-model cantik, sehingga Suzy tidak mungkin cemburu denganku. Dulu aku memang ditawari banyak majalah terkenal untuk menjadi fotografer mereka namun aku menolak karena aku harus mengambil foto model-model cantik, dan pasti hal itu akan membuat Suzy berprasangka buruk kepadaku.

“Good job, Myungsoo”

“Thanks, John”

“Next week, there’s invitation for photo exhibition in London. So you must follow me because you’re our great photographer and I must promote you in there” Ucap pria berkebangsaan Amerika ini yang dari dulu sudah menjadi mitra kerjaku sambil menyerahkan sebuah undangan kepadaku

“How many days on there?”

“Just one week. So you must prepare it. Oke, I’ll go to lunch with my client. See you, Myungsoo”

Apa aku harus menerima undangan ini ya? Selama seminggu aku harus meninggalkan Suzy, ah rasanya berat sekali. Aku yakin dia pasti menyuruhku untuk pergi, karena ia tak akan pernah mau menghalangi pekerjaanku ini. Ck, namun aku pasti tak bisa jika harus jauh darinya belum lagi orang yang selama ini menerorku. Aku yakin dia akan berbuat macam-macam jika aku tak berada di sisi istriku.

Drrt drrt

Suzy menelponku. Aku tahu dia mulai merindukanku hehehe

“Yobosseo”
“Oppa, malam ini kau makan di rumah kan?”
“Ne, yeobo”
“Cepatlah, pulang. Aku sudah membuatkan makanan lezat untukmu”
“Ne, sebentar lagi ya. Sabarlah menunggu suamimu yang tampan ini”
“Ish, pede sekali dirimu. Hati-hati di jalan, aku tutup dulu”

Selama ini aku pasti mengharuskan diriku untuk makan malam di rumah, biarpun masakan Suzy masih belum dikatakan sangat lezat. Tapi aku menghargai usahanya itu, dia sangat bekerja keras untuk membuatkan makanan untukku.

Drrrt drrrt

Ah aku kira telepon dari Suzy lagi ternyata sms dari nomor yang sudah 2 minggu ini menerorku.

From : xxx
Bagaimana Myungsoo kau sudah menyiapkan segala sesuatu untuk mempertahankan Suzy?
Aku berada di sekitarmu.

Lelaki pengecut, setiap hari bisanya menerorku seperti ini. aku tak pernah membalas pesannya sama sekali walaupun seminggu yang lalu ia menelponku. aku sudah tak peduli! 2 hari yang lalu, aku telah membicarakan hal ini kepada Taecyeon Hyung, dia mengira kalau lelaki itu pasti hanya kesal terhadapku. Dan dia yakin lelaki itu adalah orang yang dekat dengan Suzy. tapi ia tak bia menebak siapa lelaki itu yang jelas dia bukanlah salah satu dari JYPNation. Taec Hyung sudah mengenal baik semua teman-temannya di agensi yang menaunginya selama ini. mereka menganggap semuanya adalah keluarga walaupun Junho Hyung pernah menyukai Suzy tapi ia tak mungkin berbuat sepengecut ini. lagi pula semua dari member 2PM dan 2AM yang belum menikah sudah memiliki kekasih dan berniat untuk menikah secepatnya. Sebentar lagi saja Jinwoon berniat ingin menikahi Nicole, sahabatnya sendiri di 91 line.

Aku sebenarnya sudah mencurigai beberapa orang namun aku tak yakin juga sehingga aku tak mau berpikiran negative terlebih dahulu terhadap mereka yang aku curigai.

Aku langkahkan kakiku menuju mobil yang berada di ruang parkir gedung ini. setelah kunaiki mobilku sepertinya aku merasakan sesuatu yang tidak beres. Mobil ini terasa begitu berat, aku turun dan langsung melihat kearah ban mobil dan ternyata dugaanku benar. Ban mobilku bocor bahkan semua ban mobilku bocor. Hal yan aneh bukan? Tidak mungkin jika semua ban mobilku terkena benda tajam seluruhnya? Apa ada seseorang yang ingin mengerjaiku?

“Tuan Myungsoo, apa ada masalah dengan mobil anda?” Tanya salah satu security yang kebetulan lewat

“Ne, Ahjussi bisakah aku meminta bantuan anda?” Ucapku

“Tunggu sebentar, aku akan memanggil bengkel langganan kantor ini.”

“Kamsahamnida, maaf telah merepotkan Ahjussi”

“Gwenchana, itu sudah kewajiban sesama manusia untuk saling menolong. Tuan bisa tunggu di dalam saja, aku sudah menghubungi bengkel dan mereka membawa mobil derek untuk membawa mobil anda. Setelah mereka datang, aku akan panggil Tuan”

Setelah mengucapkan terimakasih, aku langsung masuk kembali ke dalam gedung majalah ini. kalau begini caranya aku tak bisa pulang cepat. Jika harus menunggu mobilku, mungkin aku akan pulang malam. Suzy pasti akan mengkhawatirkanku.

Aku akan meminta bantuan Monsoo saja untuk membawa mobilku nanti, biar aku naik taksi untuk pulang ke rumah.

“Yobosseo”
“Monsoo, kau sedang dimana?”
“Aku berada di dalam studio, wae?”
“Ban mobilku bocor semua, dan sebentar lagi derek akan membawa mobilku dan dibawa ke bengkel. Kau nanti ambil mobilku ne? aku sudah janji pada Suzy untuk pulang cepat.”
“Arraseo. Hyung tenang saja”
“Gomawo, aku tutup dulu.”

Selesai, aku tinggal menunggu Derek.

Bae Suzy’s POV

Ini sudah jam 6, kenapa Oppa belum datang juga ya? Bukankah tadi dia sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Teenng tonggg

Ah itu pasti Myungsoo Oppa!

Tanpa melihat layar bel, aku langsung membuka pintu. Dan langsung membuka gerbang rumah, tapi yang kulihat bukanlah mobil Myungsoo Oppa

Aku lihat Minho Oppa yang berada di dalam mobil tersebut, sekilas ia tersenyum padaku dan langsung memakirkan mobilnya di halamanku.

“Suzy-ah” ucapnya dengan wajah yang sumringah. Ah aku tahu pasti ia akan memberikan kabar baik padaku tentang Sulli.

“Minho Oppa… ada apa kau kemari? Kau ini namja yang pengertian ya. Padahal tidak ada yang memberitahumu bahwa tadi siang Sulli berada disini tapi kau tahu dan menjemputnya kemari.”

“Eh… ne. keundae Suzy, tadi aku tak bermaksud menjemput Sulli.”

“Lalu?” Tanyaku tak mengerti

“Suruh aku masuk dulu baru aku ceritakan”

Kami langsung masuk kedalam rumah. Aku persilahkan Minho Oppa untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Kemudian aku langsung menuju dapur untuk memberikan minum padanya.

“Myungsoo belum datang?” Tanyanya setelah aku menghidangkannya minuman

“Belum, mungkin masih di jalan”

“Oppa, aku khawatir dengan keadaan Sulli. Kenapa sampai saat ini Oppa belum mau menikahinya? Gadis itu benar-benar mencintaimu”

“Aku masih ragu. Aku takut akan menyakitinya”

“Selama ini tindakanmu itu sudah menyakitinya, Oppa sudah menggantung Sulli tanpa memberikan komitmen yang pasti”

Minho Oppa belum menjawab pendapatku. Ia terlihat begitu frustasi, aku mengenalnya sudah lama semenjak Miss A debut aku langsung dikenalkan oleh Junho Oppa dengan Minho Oppa. namja ini sungguhu begitu baik padaku dan dulu aku pernah dengar dari Soojung kalau namja ini menyukaiku tapi aku yakin kalau dia hanya menganggapku seperti adiknya saja.

Teeng tooonggg

Ah, mian… sepertinya itu Myungsoo Oppa yang datang.

Setelah membukakan pintu untuk Myungsoo Oppa, aku langsung heran dengannya karena dia pulang tanpa mobilnya.

Grep

Dia tiba-tiba menarikku ke dalam dekapannya.

“Oppa, wae? Kemana mobilmu?”

“Kau baik-baik saja? Tidak ada yang menyakitimu, Suzy-ah?” Tanyanya sambil mengarahkan lengannya pada wajahku

“Gwenchana. Ah, itu kita kedatangan tamu” aku langsung menyadarkannya karena aku tak enak dengan Minho Oppa yang menunggu di dalam.

“Nugu?”

“Minho Oppa.”

Sepertinya aku tak akan mengintogerasi Minho Oppa karena sudah ada Myungsoo Oppa. tak enak jika membicarakan hal yang penting tentang sahabatku jika ada Myungsoo Oppa, bagaimanapun suamiku itu merupakan orang lain bagi Sulli dan Minho Oppa.

“Annyeong Myungsoo” Sapa Minho Oppa

“Annyeong… jadi ini tamu kita?” Tanya Myungsoo Oppa dengan nada yang tak enak. Aku tahu mungkin ia kelelahan dan tak ingin ada orang lain yang mengganggu waktu istirahatnya saat ini.

Aku langsung mengajak Myungsoo Oppa ke dalam kamar untuk menunggu sebentar, sementara setelah itu aku akan memberitahu pada Minho Oppa agar membicarakan hal tentang Sulli lain kali.

“Minho Oppa, sebaiknya kita bicarakan hal tentang Sulli nanti saja. Sekarang sepertinya Myungsoo Oppa membutuhkanku. Mianhae” Ujarku sesopan mungkin agar tidak menyinggungnya

“Gwenchana. Tapi kau sudah janji untuk menemuiku esok hari kan jam 9 di JYP Cafetaria?”

“Ah ne. besok aku pasti akan menemuimu”

Aku langsung menghampiri suamiku setelah mengantar Minho Oppa sampai pintu depan.

Aku rasa ia memiliki banyak pekerjaan maka dari itu prilakunya sedikit sensitive.

“Suzy, ada apa tadi? Kenapa Minho kemari?” Tanyanya setelah mengambil handuk putihnya

“Ah itu, itu tentang Sulli. Oppa mandi dulu saja, aku akan menyiapkan makan malam.”

Author’s POV

Myungsoo dan Suzy kini berada di dalam ruang kamar mereka. Myungsoo sedari tadi hanya berdiam diri membuat Suzy bingung akan tingkah laku suaminya itu.

“Mobilku sedang ada di bengkel dan Monsoo yang akan mengambilnya” Ucap Myungsoo mulai membuka suara

Suzy langsung menoleh kearah Myungsoo dan memberikan senyuman manisnya.

“Oppa, besok aku akan memulai shooting CF-ku jadi mungkin aku tak bisa memasakanmu makanan untuk makan malam, mianhae” Myungsoo langsung membelai lembut rambut istrinya tersebut.

“Gwenchana, nanti besok aku akan mengajakmu makan malam di luar saja”

“Joengmal?”

Myungsoo mengangguk pasti dan langsung memberikan kecupan singkat tepat pada bibir istrinya.

Setelah itu Myungsoo mencoba melumat bibir Suzy namun belum sempat ia melancarkan aksinya itu Suzy sudah menghindar dan langsung berlari menuju kamar mandi.

“Yak! Suzy-ah!!!! Jangan menghindar!” Teriak Myungsoo membuat Suzy hanya cekikikan di dalam kamar mandi

Rumah besar yang ditempati pasangan muda itu terasa begitu sepi, Myungsoo dan Suzy hanya bisa menonton TV untuk sekedar membuat rumah mereka sedikit ramai.

Suzy sedari tadi tak henti tertawa melihat reality show favoritnya sedangkan Myungsoo hanya terkekeh melihat istrinya. Myungsoo tertawa karena melihat Suzy bukan karena reality show yang ia lihat.

“Oppa, lucu sekali hahaha… aigoo! Aku sudah tak kuat lagi hahaha” Ucap Suzy sambil memegang perutnya disertai tawaannya.

“Suzy-ah…”

Suzy masih tak menyadari kalau Myungsoo memanggilnya, ia masih focus terhadap apa yang ia lihat saat ini

“Suzy”

“Yakk… Suzy-ah!” teriak Myungsoo hingga membuat Suzy sadar dan langsung menoleh pada Myungsoo

“Tak usah teriak bisa kan?” Ujar Suzy memanyunkan bibirnya

“Aku sedari tadi sudah memanggilmu. Emm.. aku dapat undangan untuk pameran foto internasional”

“Wah, bagus kalau begitu. Oppa pasti akan datang kan? aku tak mungkin ikut karena aku pasti tak mungkin mengerti karena bagiku semua foto itu sama saja hihi”

“Tapi…”

“Sudahlah Oppa datang saja” Sahut Suzy sambil mengambil cemilan

“Memangnya acara pamerannya kapan? Dan dimana?” Tanya Suzy

“Minggu depan di London” Ucap Myungsoo membuat Suzy mengehentikan aktivitas memakan cemilannya.

“Ah.. gwenchana, Oppa ikut saja. Pasti disana Oppa akan menerima banyak pengalaman” Ujar Suzy yang tak sinkron dengan raut wajahnya yang ragu

“Keundae itu di London dan satu minggu”

“Aku tak apa, disini aku bisa mengunjungi teman-temanku lagipula aku sudah mulai shooting juga jadi tak akan mungkin merasa kesepian”

“Kau yakin?” Tanya Myungsoo dengan cemas

“Ne, Oppa. aku kan sudah biasa ditinggal olehmu pergi jauh”

“Tapi…”

“Ah sudah jam 10, aku sudah ngantuk. Aku tidur duluan ya.” Ucap Suzy dan langsung beranjak menuju kamar

Bae Suzy’s POV

Sebenarnya aku belum mengantuk, aku hanya tak ingin Myungsoo Oppa melihat wajahku yang ragu akan keputusanku menyuruhnya datang ke acara itu. Dari dulu Oppa sering mengunjungi pameran foto dan berharap kalau suatu saat nanti ia akan datang ke acara pameran foto internasional yang sering diselenggarakan di luar negeri. Dan kali ini ia diundang, aku yakin dia sangat senang dan ingin sekali mendatangi acara tersebut. aku tak mungkin menahan keinginannya itu, aku harus mendukunng apa yang menjadi keinginannya.

Ceklek

Kudengar Myungsoo Oppa membuka pintu kamar, derap langkahnya terdengar menghampiri tempat tidur. Aku langsung berpura-pura memejamkan mataku, bisa kurasakan ia mengusap lembut rambutku.

“Jalja” Ucapnya dan kurasakan ia mengecup keningku

“Aku tahu kau belum tidur” Bisiknya

“Emmm…”

“Jangan berpura-pura sudah tidur”

Cup

Myungsoo Oppa mengecup bibirku dan aku tak bisa membiarkan dia berbuat seenaknya

“Yakkk!”

Aku langsung bangun dan kulihat dia tepat berada di hadapanku yang sedang berjongkok agar tingginya sejajar denganku yang sekarang berada di atas tempat tidur.

“Kau tak bisa menipuku” Ucapnya sambil menangkup wajahku

Cup
Cup
Cup

Aku memelototkan mataku setelah mendapatkan beberapa kecupan singkat di darinya

“Baru 3 kali” Ujarnya dengan memberikan senyuman evilnya.

Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup

Aish namja ini kenapa sebenarnya? Tak henti-hentinya dia mengecup bibirku

Cup

“Emm… Oppa, hentikan”

Aku langsung mendorong bahunya karena aku mulai kehabisan nafas. Kali ini ia bukan hanya mengecup melainkan melumat bibirku bahkan aku pikir ini sudah berjalan 10 menit.

Dia langsung tersenyum dan menarikku kedalam dekapannya

“Aku tahu kau tidak ingin aku pergi kan?”

“Aku tak akan pergi, dirimu lebih berharga dari apapun”

Dia melepaskan dekapannya dan langsung menatap mataku dengan lembut. Ah walaupun sudah 5 tahun aku bersamanya tetap saja jantungku ini selalu berdetak lebih kencang jika ia berada di sampingku.

aku langsung menyembunyikan wajahku di dada bidangnya, aku sungguh malu pasti wajahku kini sudah memerah seperti tomat

“Aigoo! Rupanya anae-ku tak tahan dengan pesona nampyeon-nya yang tampan ini”

“Oppa, jangan menggodaku terus”

“Siapa yang menggodamu?”

“Aish! Nappeun!”

“Jadi kau ingin berposisi seperti ini terus Ny. Kim?”

Ah namja ini benar-benar membuatku malu, aku masih menyenderkan wajahku di dadanya. Aku yakin ia sedang tersenyum penuh kemenangan melihatku berprilaku seperti ini.

Aku memberanikan diri untuk tidak menyenderkan wajahku dan langsung menarik selimut untuk menutupi wajahku

“Suzy-ah…. Kau kenapa?”

“Oppa, aku ingin tidur” Ujarku berbohong

“Arra. Aku juga ingin tidur kalau begitu”

Syukurlah ia sudah tak menggodaku lagi. Kini aku semakin mencintai suamiku ini. ah ralat, aku amat sangat mencintai Kim Myungsoo sampai kapanpun dan tak akan pernah mengubah perasaanku ini.

Aku merasakan tangannya melingkari pinggangku, aku bisa tidur nyenyak kalau ia terus memposisikan dirinya seperti ini. ini sangat nyaman bagiku…

“Gomawo, Oppa”

To be continued …

Huahhhhh makin geje nih FF -_- mianhae ya readers kalau FF ini jadi aneh seperti ini. sebenernya author udah mentok dan pengennya ga ngelanjutin FF ini. tapi rasanya engga afdol kalo harus berhenti di tengah jalan. Jadi harap maklum yaa, lagi belum ada inspirasi jadi ceritanya ngaco atau mungkin sangat monoton.
Nah yang kemarin udah nebak-nebak si peran antagonis, sekarang udah tau dong siapa yang jadi peran antagonisnya siapa? Hohohoho
Makasih buat para readers yang udah coment, pertahankan kebiasaan kalian ya hihihi ^^

Advertisements

60 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s