Marrying Mr. Photographer (Part 10)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

 we_love_vintage_by_paulalaloca-d1au2ta copy

 

Author’s POV

Hari ini Suzy akan melakukan pemotretan di sebuah majalah sebelum itu ia akan mendatangi kantor agensinya untuk membicarakan CF yang akan ia bintangi. Pagi ini, ia sudah bangun awal dari Myungsoo. Sepertinya Myungsoo masih enggan untuk beranjak dari kasur empuknya.

“Sepertinya kemarin Oppa begitu lelah” Gumam Suzy setelah selesai dari aktivitasnya di kamar mandi. Lalu ia meninggalkan kamar untuk menyiapkan sarapan di dapur.

 

Dengan lihainya Suzy memotong-motong bawang yang akan dijadikan sebagai bumbu nasi goreng yang akan ia buat.

Beberapa menit kemudian Myungsoo terbangun karena mencium wangi masakan yang berasal dari dapur rumahnya.

Lalu namja tampan itu melangkahkan kakinya menuju tempat yang ia maksud. Ia melihat istrinya sedang berkutat dengan alat-alat dapur yang membuatnya terlihat semakin cantik.

 

“Kenapa tidak membangunkanku hem?” Tanya Myungsoo sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Suzy dari arah belakang membuat Suzy terhenti dari aktivitas menggoreng.

 

“Sepertinya kau begitu lelap jadi aku tak tega untuk membangunkanmu, pria malas”

 

“Emm… jadi istriku saat ini bisa dibilang rajin begitu?”

 

“Kau lihat sendiri kan? aku sudah memasakan sarapan lezat untukmu. Sudahlah, Oppa lebih baik kau duduk manis disana. Aku merasa terganggu atas melingkarnya tanganmu yang besar ini”

 

Myungsoo langsung melepaskan dekapannya dan segera menuruti perkataan istrinya.

 

“Sepertinya aku akan berkunjung ke studio. Monsoo tadi memberitahukanku untuk membereskan foto-foto yang harus aku serahkan kepada Mr. Lim”

 

“Jam berapa Oppa akan kesana?” Tanya Suzy yang membawa 2 piring makanan yang telah siap.

 

“Setelah aku menyelesaikan pemotretan di Everland”

 

“Everland?” Ujar Suzy dengan mata yang berbinar-binar

 

“Wae? Aku melakukan pemotretan bukan untuk bertamasya jadi aku tak akan mengajakmu.”

 

“Oppa…” Rengek Suzy

 

“Arraseo, setelah semua pekerjaanku selesai aku akan mengajakmu kesana”

 

“Kapan?”

 

“Entahlah, pekerjaanku saat ini begitu banyak. Jadi bersabarlah”

 

Setelah sarapan, Myungsoo langsung menuju kamar mandi untuk mandi karena ia harus mengantarkan Suzy menuju kantor agensinya.

 

Selang beberapa menit Myungsoo telah siap dengan pakaian casualnya dan segera menghampiri Suzy yang sudah menunggunya di ruang tamu.

 

“Kajja”

 

Mereka telah sampai di gedung JYPEnt, Myungsoo mengantarkan Suzy sampai Suzy masuk kedalam gedung tersebut.

 

“Nanti aku akan menuju studiomu setelah selesai pemotretan”

 

“Baiklah, hati-hati ya…”

 

Myungsoo langsung mengecup kening Suzy sebelum ia keluar dari gedung JYPEnt.

 

^^^^

 

Satu jam berlalu dan yoeja cantik itu terlihat keluar dari ruangan. Baru saja ia membicarakan kontrak iklannya dengan manajernya. Ia tahu, kalau setelah menikah ia harus membatasi job yang ia terima. Ia tak mau terlalu sibuk oleh karena itu ia tidak bisa begitu saja menerima tawaran pekerjaan sehingga ia harus membicarakannya terlebih dahulu.

 

Drrt drrrt ..

 

“Yobosseo”

“…”

“ah, hampir saja aku lupa. Baiklah aku segera kesana”

 

Rupanya Suzy akan bertemu dengan seseorang dan dia harus berpamitan terlebih dahulu terhadap managernya itu.

 

“Eonni, pemotretannya jam 11 kan? aku pergi sebentar. Tidak akan lama setelah itu aku akan kembali”

 

Suzy langsung melangkahkan kaki jenjangnya menuju café yang berada di sebrang gedung JYPEnt. Ia memang sudah berjanji untuk menemui seseorang di café tersebut. hampir saja ia melupakan janjinya itu, untung saja orang yang akan ditemuinya itu tadi menelponnya.

 

Terlihat namja tampan yang sedang tersenyum kepada yoeja yang baru saja datang ke café yang ia datangi. Yoeja itu langsung menghampiri namja tampan tersebut.

 

“Sudah lama?”

 

“Tidak, aku juga baru datang”

 

“Kau sedang sibuk?”

 

“Kalau aku sibuk, aku tak mungkin menemuimu” lelaki itu hanya cengengesan. Ia rasa basa-basinya itu memang sangat tidak bermutu.

 

“Baiklah, kita langsung saja pada permasalahannya”

 

Minho, lelaki itu terlihat bingung dengan perkataan gadis yang berada dihadapannya itu. Seingatnya ia tak memiliki masalah dengan Suzy.

 

“Oppa, aku tahu kau ada masalah dengan Sulli oleh karena itu sebagai orang yang kenal dekat dengan kalian aku akan membantu kalian menyelesaikan masalah ini”

 

Sesaat Suzy menghela nafasnya sejenak, ia akan memberitahukan kejadian kemarin disaat Sulli menangis. Entah masalah apa yang dihadapi oleh sahabatnya itu. Maka dari itu ia menemui Minho yang notabenenya namjachingu Sulli yang kemarin menjadi bahan obrolan Suzy dan Sulli.

 

“Kapan Oppa akan menikahi Sulli?” “Kemarin disaat aku menanyakan tentang dirimu, dia langsung menangis.”

 

Minho langsung tahu permasalahan apa yang Suzy bicarakan. Ia tahu persis dialah penyebab semuanya. Dia yang masih tidak mau menjadikan Sulli sebagai pasangan hidupnya.

 

“Sepertinya aku tahu” Ujar Minho

 

“Lalu apa yang membuatmu begini?”

 

“Aku belum bisa. Sepertinya dia harus mencari lelaki lain, aku tak pantas untuknya”Ujar Minho yang membuat Suzy kaget.

 

“2 tahun. Dan Oppa baru mengucapkan hal ini? kenapa tidak dari dulu? Disaat cinta Sulli belum seperti ini padamu… aku kecewa” Ujar Suzy tak bisa berpikir apa yang ada di otak Minho. Ia tak pernah menduga kalau lelaki ini bisa sebegitu teganya terhadap Sulli. Siapapun pasti akan menghujat Minho, gadis mana yang tak sakit hati jika kekasihnya selama 2 tahun ini tidak serius menjalani hubungan dan malah mengatakan hal penting itu disaat sang yoeja menginginkan komitmen yang pasti.

 

“Lalu bagaimana dengan hatinya? Siapa yang patut disalahkan? Sulli yang sudah terlanjur sangat mencintaimu atau Oppa yang masih ingin bermain dengan hubungan yang tak pasti hah?”

 

Emosi Suzy seketika memuncak, ia tak tahu harus berbuat apa pada orang yang sudah dianggapnya Oppa ini. menurutnya hal ini merupakan hal yang terkejam yang dilakukan Minho terhadap Sulli. Selama ini dialah yang sudah mendekatkan Minho dengan Sulli. Mereka berpacaran akibat campur tangan yoeja cantik ini. maka dari itu ia sangat bertanggung jawab apabila sahabatnya ini tersakiti.

 

“Mianhae” Lirih Minho

 

“Itu tak berarti”

 

“Lalu sekarang Sulli ada dimana?” Lanjut Suzy dengan nada yang ketus

 

“Sulli… ia pergi ke Busan.”

 

“Mwo?”

 

Sekali lagi Suzy masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Minho. Sulli pergi ke Busan dan ia dengan santainya masih berada di Seoul tanpa menyusul Sulli ke kampung halamannya.

 

“Apa kau tidak ada niatan untuk menyusulnya?” Sindir Suzy

 

Minho masih terdiam, sebenarnya dia tak tahu harus berbuat seperti apa. Masalah ini seolah-seolah menunjuknya sebagai tersangka yang patut dihukum. Dia sebenarnya tak ingin menyakiti hati yoeja yang sudah setia selama 2 tahun ini namun dia juga memiliki hati yang bukan diperuntukkan untuk Sulli. Minho belum sepenuhnya mencintai Sulli.

 

Suzy langsung pergi begitu saja tanpa berbicara sedikitpun kepada Minho. Ia sudah kesal dan tak akan mau menemui lelaki itu lagi. Rasanya dia begitu kecewa kepada Minho, dari dulu Sulli selalu bercerita tentang sunbae di managementnya yang ia sukai dan lelaki itu adalah Minho yang merupakan partner MC nya di sebuah acara music. Suzy yang baik hati mencoba menjodohkan mereka berdua dan hasilnya berhasil walau diperlukan waktu yang lama. Namun kini ia harus mengelus dada menlihat sikap Minho terhadap Sulli.

 

^^^

“Kau sudah kembali? Baiklah kita menuju tempat pemotretan sekarang” Ucap manager Suzy setelah Suzy tiba di ruangannya

 

Sampai di tempat pemotretan, yoeja cantik itu masih mengingat pembicaraannya dengan Minho. Setelah acara pemotretan selesai, Suzy langsung istirahat di sofa yang disediakan di tempat tersebut.

 

Drrt drrrt

 

Suzy melihat ponselnya yang menunjukan ada panggilan dari Jiyoung dan dia langsung mengangkat telepon tersebut.

 

“Yobosseo”

“Suzy-ah… Sulli dia ke Busan”

“Aku sudah tahu”

“Sulli memberitahumu?”

“Ani, namja sengit itu yang memberitahuku”

“Minho Oppa? apa kau bertemu dengannya?”

“Ne, aku tadi membicarakan hubungannya dan Sulli. Dan dia dengan gampangnya mempermainkan Sulli”

“Suzy-ah … Minho Oppa”

“Wae?”

“Dia mencintaimu, ah ani.. dia masih mencintaimu?”

“Apa?”

“Sulli semalam memintaku untuk mengunjunginya dan dia bercerita kalau Minho oppa dari dulu mencintaimu. Suzy-ah eotthoke?”

“Aku akan menyusulnya ke Busan kalau begitu”

“Jangan! Dia ingin memiliki waktu sendiri”

“hhh.. Arraseo”

“Nanti kita bertemu bagaimana? Aku sekarang ada di Gyeonggi, jadi tak mungkin menemuimu untuk saat ini”

“Baiklah, jika ada waktu segera hubungi aku”

“Ne, aku tutup dulu”

 

Suzy’s POV

Minho Oppa mencintaiku? Jadi ini sebabnya ia belum menikahi Sulli. Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus enyah dari hidup ini agar mereka bisa bersatu? Apa yang harus kulakukan? Kenapa dia dari dulu tak pernah mengatakan yang sebenarnya? Jika dari dulu dia mengatakan hal yang jujur mungkin Sulli tak akan menderita begini. Kenapa jadi serumit ini? kenapa cinta bisa sebegitu kejamnya mempermainkan hati seseorang?

 

Saat ini aku sedang menuju ke studio Myungsoo Oppa. terkadang aku memang mengunjungi studio tersebut, sekedar untuk melihat-lihat hasil karyanya.

 

“Noona, kau datang” Sapa Monsoo

 

“Ne. Monsoo-ah, jangan memanggilku Noona.. aku kan seumuran denganmu” Aku merasa tak enak jika Monsoo memanggilku Noona, aku tak mau dianggap tua olehnya

 

“Aku juga inginnya seperti itu tapi Hyung selalu menyuruhku memanggil Noona”

 

“Bagaimana kalau tak ada Oppa, kau panggil aku Suzy saja. Eotthe?”

 

“Baiklah..”

 

Aku langsung bergegas memasuki ruangan pribadi Myungsoo Oppa. tadi Monsoo memberitahuku bahwa foto-foto pada saat honeymoonku dan Myungsoo Oppa sudah dicetak dan ada di meja Myungsoo Oppa.

 

“Mwo? Fotoku banyak sekali” Ujarku yang tak merasa difoto pada saat berpose seperti ini

 

“Kau seperti tidak tahu kakakku saja. Dia itu freak terhadapmu hahaha” Ujar Monsoo sambil meletakkan minuman di meja.

 

“Gomawo. Ckck aku jadi takut terhadap kakakmu, Monsoo hahaha”

 

Kudengar suara mobil yang berhenti di halaman studio ini. pasti itu Myungsoo Oppa.

 

“Oh iya aku dengar dia mendapatkan undangan pameran foto internasional ya?” Tanya Monsoo yang aku jawab dengan anggukan

 

“Pasti ia sangat senang. Sudah lama ia menginginkan hal tersebut karena itu bisa menjadi batu loncatannya untuk melebarkan karirnya di internasional” Ucap Monsoo sebelum Myungsoo Oppa tiba-tiba sudah ada di ruangan ini.

 

“Suzy-ah… kau sudah lama disini?”

 

“Tidak. Aku juga baru sampai”

 

Monsoo langsung meninggalkan kami berdua. Namja itu memang begitu perhatian terhadap Myungsoo Oppa, aku jadi teringat perkataannya tadi. Sepertinya aku harus rela ditinggalkannya pergi untuk pameran foto itu.

 

“Oppa, jadi kapan kau akan berangkat ke London?”

 

“Tadi malam kan aku sudah bilang padamu untuk tidak pergi”

 

“Oppa pergi saja. Aku tahu Oppa pasti ingin sekali pergi kesana. Aku tak apa”

 

“Kau yakin?” Tanya Myungsoo dengan nada yang khawatir

 

“Aku yakin sekali. Kau tak usah khawatir padaku.”

 

“Baiklah, berarti lusa aku berangkat kesana”

 

Aku jadi tenang setelah mendengarnya akan pergi. Aku juga ingin mendukung karirnya yah walaupun aku terkadang kesal dengan profesinya itu.

 

“Sebentar ya. Aku akan membereskan foto-foto ini dulu” Ujarnya sambil merapihkan lembaran-lembaran foto miliknya. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

 

Aku beruntung sekali menjadi istri dari seorang Kim Myungsoo. Menurutku dialah lelaki tertampan didalam hidupku walaupun sebenarnya ada Nichkhun Oppa yang lebih tampan darinya hihi

 

Tapi aku juga sangat khawatir jika ia berada di luar rumah untuk melakukan tugasnya sebagai fotografer. Fotografer sangat identik dengan model, dan model-model itu pasti sangat cantik. Aku terkadang menaruh curiga terhadapnya tapi ia selalu meyakinkanku untuk tidak berpikiran negative terhadapnya.

 

‘Suzy, kau sudah makan siang?”

 

Aigoo… aku lupa, ternyata aku belum mengisi perutku. Pasti sebentar lagi Myungsoo Oppa akan mengomeliku.

 

Aku langsung menggelengkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya. Sudah kuduga matanya langsung melotot bersiap utnuk mengocehiku

 

“Arraseo, aku nanti akan makan. Aku lupa karena asyik dengan pemotretan tadi dan lupa memakan nasi chatering yang diberikan managerku” aku langsung mengatakan hal tersebut untuk menghindari ocehannya.

 

“Baiklah, kita pergi makan dulu”

 

“Tapi kan Oppa masih membereskan foto-foto itu”

 

“Tidak masalah, dirimu lebih penting dari segalanya”

 

Aigoo! Detak jantungku kenapa bisa secepat ini. mungkin jika biasanya detak jantung itu berdetak 70x permenit tapi ini mungkin 1000x permenit. Perkataannya benar-benar mengagumkan. Lalu bagaimana dengan jantungku yang berdetak secepat ini? apa bisa dikembalikan seperti semula?

 

“Kajja” tangannya menarik lenganku. Pasti dia merasakan detak jantungku ini karena ia menarik lengan kiriku.

 

 

Myungsoo’s POV

Kulihat Suzy yang sedari tadi hanya berdiam duduk manis disebelahku. Sesekali dia memegangi dadanya dan menghela nafas. Apa ada yang terjadi pada dirinya?

 

“Suzy-ah.. gwenchana?”

 

“Eh… gg..gwenchana..” Jawabnya gugup

 

Aku memberhentikan mobilku di depan sebuah resto yang sudah menjadi langganan kami. Aku melirik Suzy yang masih memegang dadanya. Aku jadi khawatir, apa mungkin dia sakit?

 

“Suzy… kau yakin tak apa? kau sakit?”

 

Suzy hanya menggelengkan kepalanya, dan sedikit tersenyum. Sepertinya aku tahu hal yang bisa menyadarkan wanitaku ini.

 

Cup

 

Kedua matanya membulat dan ia malah terdiam. Biasanya setelah aku mengecup bibirnya pasti ia langsung mengoceh seperti Ahjumma-Ahjumma di komplek.

 

“Yaaa… kau benar dalam keadaan baik?”

 

“Oppa, berhentilah menatapku. Aku… aku tak tahan melihat tatapanmu itu” Ucapnya sangat pelan tapi masih bisa kudengar.

 

Astaga! Dia seperti orang yang baru jatuh cinta saja hahaha.

 

“Jadi kau tak tahan dengan pesonaku eoh?” Aku menggoda Suzy sambil mencubit pipinya yang chubby

 

“YAAAKKK” Teriaknya yang membuatku tertawa

 

“Geurae, kita turun sekarang. Kau pasti sangat lapar” aku langsung membuak pintuku dan menghampiri Suzy untuk membukakan pintunya dan segera menggenggam tanganya yang mungil dan tak lupa memberikannya senyuman

 

^^^

Kami kini sedang menyantap makanan yang tadi kami pesan. Aku lihat Suzy memakan dengan begitu lahapnya, wajar jika ia begitu. Ini sudah jam 3 dan dia baru makan siang. Untung saja tadi aku hanya memakan sedikit makanan kantor jadi aku masih bisa menyantap makanan ini bersama Suzy.

 

Drrt drrt …

From : xxx

She’ll be mine!

 

Lagi-lagi aku menerima pesan dari peneror ini. aku benar-benar tak peduli, aku percaya Suzy tak akan berpaling dariku. Biar saja peneror itu terus bermimpi untuk mendapatkan Suzy

 

“Oppa, sms dari siapa?”

 

“Eh.. ini .. dari Monsoo, iya tadi aku bilang padanya untuk melanjutkan membereskan foto-foto yang tadi” Ujarku berbohong. Dia langsung percaya dan melanjutkan acara makannya itu. Syukurlah, dia tidak mencurigaiku..

 

Setelah makan kami langsung pulang ke rumah. Aku memang sudah meminta tolong kepada Monsoo untuk membereskan foto-foto yang sempat tertunda tadi.

 

 

Author’s POV

 

Matahari sudah tak tampak di langit, lembayung pun menghiasi langit sehingga mempercantik langit pada sore itu. Gadis itu nampaknya tak sebanding dengan indahnya langit sore ini. sedari tadi ia hanya menatap kosong langit yang dihiasi oleh burung-burung yang beterbangan di atas luasnya laut yang ada dihadapan gadis itu.

 

Gadis itu kini berada di pantai Haeundae, yang merupakan pantai kebanggan warga Busan. Kota metropolitan yang terkenal dengan berbagai industrinya tersebut. sulli, orang memanggilnya. Gadis cantik yang merupakan mantan personil girlband f(x) yang dulu sempat booming di beberapa Negara. Dia sedang berduka, berduka atas cinta yang tak terbalaskan. Ia tak bisa menyalahkan siapapun, semuanya tak ada yang salah mungkin dirinya yang harus disalahkan. Dari dulu ia tahu kalau Minho, namjachingunya hanya menganggapnya sebagai dongsaeng namun sepertinya Sulli tak puas jika hanya dianggap sebagai adik oleh Minho. Gadis itu mengharapkan hal yang lebih, sehingga Suzy yang merupakan sahabatnya berinisiatif untuk memaksa kehendak Minho. Dan well, akhirnya dia bisa memiliki Minho namun tidak bisa memiliki hati lelaki tampan itu.

 

Drrt drrt..

 

Sedari tadi ponselnya terus bergetar namun tak ada niatan dari Sulli untuk mengangkat atau sekedar membalas pesan yang masuk.

 

Sejenak dia menyerah dengan keadaan heningnya. Ia mulai membuka pesan-pesan yang masuk.

 

From : Suzy bunny

Sulli-ah, maafkan aku. Aku tahu semuanya.

Kembalilah ke Seoul dan aku akan membantu menyelesaikan masalahmu

Joengmal mianhae T_T

 

From : Jiyoung kkangji

Sulli-ah, aku tak tega melihatmu terus bersedih

Jika kau tak kembali, aku akan membunuh CHOI MINHO si katak belo itu!

 

From : My sweetheart Minho

Maafkan aku, aku belum bisa membahagiakanmu

 

Lagi-lagi gadis manis itu mengeluarkan air mata setelah membaca pesan dari Minho yang bertolak belakang dengan hatinya.

 

“Minho Oppa, saranghae” Lirihnya

 

Disisi lain Minho hanya menelungkupkan wajahnya yang sedang berjongkok di dalam sebuah ruangan yang gelap. Dia mencintai Suzy tapi Sulli mencintainya, mungkin dia orang yang terkejam di dalam dunia Sulli. Bagaimana mungkin ia mencintai sahabat Sulli, semua orang pasti akan menyumpahi Minho. Lelaki yang berani-beraninya masih mencintai yoeja yang sudah memiliki suami. Lelaki itu berdiri dan menekan saklar lampu yang berada di pinggir pintu ruangan tersebut.

 

Ia hanya bisa menatap foto-foto yang tertempel di dinding ruangan tersebut. ternyata ruangan tersebut dipenuhi oleh foto-foto yoeja yang ia cintai, siapa lagi kalau bukan Bae Suzy. banyak juga foto-fotonya bersama Suzy yang tertempel di dinding tersebut. mungkin jika orang yang melihatnya pasti akan menyangka kalau ia adalah seorang pshyco. Bahkan foto-foto yang ia tempel itu diambil dari internet, foto-foto disaat ia menjadi MC bersama yoeja cantik itu. Sesaat ia menyentuh foto-foto tersebut dengan wajah frustasinya

 

“Dari dulu kau milikku dan tak akan pernah menjadi milik Myungsoo seutuhnya” Gumamnya

 

Drrt drrrt …

 

Seketika ponselnya berbunyi dan terlihat foto Suzy yang tertera di layar ponselnya. Ia langsung tersenyum dan mengangkat panggilan tersebut

 

“Suzy-ah”

“Oppa, kumohon jangan sakiti Suzy”

“Suzy, saranghae”

Tut

 

“Sial” Umpatnya

 

Baru saja ia mengatakan hal yang dari dulu ia ingin sekali mengatakan hal tersebut tapi yoeja itu malah menutup teleponnya.

 

“Aku pastikan sebentar lagi kau menjadi milikku” Ucapnya dengan senyuman yang tak bisa diartikan

 

 

Suzy’s POV

 

Aku baru saja menelpon Minho Oppa namun ia malah mengatakan hal yang membuat Sulli sakit. Kenapa bisa Minho Oppa menjadi seperti itu? Apa aku yang salah? Aku aku memberikan harapan palsu kepadanya?

 

“Suzy-ah” Sapa Myungsoo Oppa yang baru keluar dari kamar mandi

 

“Apa ada masalah?” Lanjutnya

 

“Ah, ani. Oppa, kajja kita makan. Ini sudah jam 7”

 

“Arraseo”

 

Selesai makan aku langsung menghampiri Myungsoo Oppa yang sedang menonton TV yang sedang menyiarkan pertandingan bola secara live. Aku tahu kalau sudah begini pasti dia tak ingin diganggu. Jadi daripada aku bingung mau mengerjakan apa lebih baik aku duduk disampingnya saja mencoba mengerti apa yang ia tonton.

 

Tiba-tiba ia tidur di pangkuanku. Terkadang namja ini memang sengaja ingin menarik perhatianku! Setidaknya dia selalu membuatku tersenyum disaat aku menghadapi masalah yang rumit ini.

 

Aku mengusap rambutnya, aku selalu gemas dengan lesung pipinya yang membuatku semakin terpesona. Aku menekan lesung pipinya berulang-ulang membuatnya terbangun dan menatapku dengan tatapan jahil.

 

“Wae? Terpesona dengan ini?” Tanyanya sambil menunjukan lesung pipinya

 

Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya. Lalu aku menyuruhnya untuk tidur di atas pangkuanku lagi. Tapi ia malah menyuruhku untuk tidur di pangkuannya. Sehingga kini keadaannya terbalik, aku dengan posisi tidur di pangkuan Myungsoo Oppa.

 

Myungsoo Oppa tak bosan-bosannya mengusap rambutku dan itu membuatku menjadi ngantuk. Biasanya orang-orang akan berteriak atau berloncat-loncat ketika melihat pertandingan sepak bola namun Myungsoo Oppa malah mencubit-cubit pipiku disaat team favoritnya memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Walaupun aku mengantuk tapi aku menjadi sadar kembali setelah mendapat cubitannya itu.

 

“Appo”

 

Cup

Cup

 

Seperti biasa dia memberikan kecupan yang tiba-tiba seperti ini terhadap kedua pipiku.

 

“Masih sakit? Mianhae” Tanyanya sambil mengusap-usap pipiku. Aku tahu ini tandanya Myungsoo oppa akan berbuat lebih jika aku masih mengatakan kalau pipiku masih sakit maka dari itu aku hanya menganggukan kepalaku tanda bahwa aku tak sakit lagi.

 

“Tidurlah, aku tidak akan mencubitmu lagi” Ucapnya yang kini sedang serius menatap layar TV

 

to be continued …

Jangan lupa komentnya ya ^^ mungkin sebentar lagi FF ini akan selesai, jadi dimohon untuk saran dan kritik demi kelancaran author nulis kelanjutannya =]

kamsahamnida ~

Advertisements

65 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 10)

  1. Tuh kan bneran minho yg neror
    Minho bner2 deh udah nyakitin sulli apa dia ga bsa move on apa?kn suzy udah punya myung!!!

  2. Bener minho ternyata. Soohyun oppa mian mencuriagaimu. Hihi
    myung aigoo jgn pergiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s