[Twoshoot] Am I a Fool? (Chapter 1)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Sad || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. 

– © Hannayunisty Fanfiction –

Am I a Fool?

abstract_white_wallpaper copy

Suzy POV

Kau tahu betapa rendahnya seseorang yang mendapat julukan ‘bodoh’ ? dan apakah si bodoh pantas mendapat perlakuan tersebut? apa orang bodoh juga tak bisa mendapatkan kebahagiaan? Aku yakin kebahagiaan yang didapatkan itu adalah salah satu bentuk rasa kasihan mereka kepada si bodoh. Pertanyaan yang terbesar yang selalu aku tanyakan adalah kenapa Tuhan menciptakan orang bodoh di dunia ini? mereka selalu bilang tak ada yang bodoh di dunia ini, tapi nyatanya fakta membuktikan bahwa banyak orang bodoh yang berada di dunia ini. kata mereka itu bukan bodoh tapi karena mereka malas untuk belajar. Lalu apa yang bisa mereka jelaskan jika si bodoh itu telah belajar habis-habisan dan masih mendapatkan hasil yang buruk? Apa factor keberuntungan pun enggan mendekati si bodoh?

“Suzy, kau dapat nilai apa?”

 

“Seperti yang kau terka, pastinya”

 

“Suzy-ah, masih ada kesempatan. Jangan menyerah!” Jiyeon sahabatku lagi-lagi mulai menyemangatiku.

 

“Gomawo” aku mencoba tersenyum

 

Bae Suzy, semua orang mengenalku sebagai si bodoh. Suzy si cantik jelita yang bodoh, mereka bilang percuma saja jika memiliki wajah cantik namun otaknya tak berisi. Dan yang lebih menyakitkan, mereka bilang kebodohan adalah kesalahan yang mutlak, dunia ini tidak membutuhkan orang bodoh. Bahkan mereka bilang lebih baik aku menjadi artis saja jika masih melestarikan kebodohan. Oh great! Inilah yang tak aku suka! Memangnya siapa yang  mau menjadi orang yang terlahir bodoh? Aku juga tak suka, bahkan ini pun bukan aku yang sebenarnya. Dulu aku tak begini…

 

“Aku pulang” Ucapku setelah sampai di rumah. Entahlah, apa bangunan ini bisa dikatakan sebagai rumahku?

 

Aku langsung menuju ke kamarku, mungkin hanya ini ruangan yang aku sukai. Aku terlahir dari keluarga yang sangat berambisi di dunia kedokteran. Sampai akhirnya ayah dan ibuku memaksaku untuk masuk ke dalam fakultas kedokteran. Dokter memang profesi yang sangat mulia tapi aku sungguh tak berbakat dalam hal tersebut. dan pasti kalian sudah tahu kenapa aku disebut orang bodoh di kampusku.

 

Baru sebulan kemarin aku menjalani ujian akhir semester 4, dan seperti yang aku kira aku pasti tidak jauh mendapatkan nilai C di setiap mata kuliahku. Aku sudah belajar dengan semaksimal mungkin namun pasti semaksimal hasil yang kudapatkan hanyalah nilai B. memang sulit jika menjadi putri tunggal seorang Dokter yang menjadi Kepala rumah sakit di distrik ternama.

 

Drrt drrt

 

From : Jiyeon

Suzy-ah, bagaimana kalau besok kita pergi berbelanja? Kata sepupuku sedang ada sale besar-besaran untuk memeriahkan musim panas ini ^^

 

Jiyeon, dia memang sahabatku yang sangat pengertian. Aku ingin sekali memiliki otak pintarnya, orang-orang selalu membandingkanku dengannya. 2 gadis cantik yang bersahabat dengan kapasitas otak yang sangat berbeda. Lagi-lagi mereka membanggakan kepintaran mereka dan meremehkan kebodohan yang aku punya.

 

Aku mengetik beberapa kata di layar ponselku, aku balas pesan dari Jiyeon dengan meng-iyakan ajakannya.

 

Sepertinya ada hal yang kulupakan, ah iya aku lupa membuka jendelaku. Sebenarnya aku anti untuk membuka jendelaku karena tetanggaku selalu saja menggangguku jika aku membuka jendela kamarku yang memang berada di tingkat 2 rumahku. Tapi rasanya kamar ini pengap sekali seperti nilai-nilai yang aku dapat.

 

“SUZY BABO!!!!”

 

Apa ku bilang, dia pasti mulai menggangguku. Kim Myungsoo, putra kebanggaan Tuan Kim dan sunbae-ku di kampus yang memiliki tingkat kepopuleritasan yang tinggi karena kejeniusan dan ketampanan yang ia milikki. Berbanding terbalik dengan seorang Bae Suzy.

 

Seperti biasa ia meloncati batas tembok antara kamarku dan kamarnya. Ia memang selalu begitu, dari kecil kami memang sudah berteman baik.

 

“Ada apa?” Ucapnya setelah melihat wajahku yang muram

 

“Yah seperti biasa” Jawabku sambil menghela nafas

 

“Mata kuliah apa?”

 

“Farmakologi”

 

Farmakologi adalah mata kuliah yang menjelaskan tentang bagaimana tubuh merespon obat. Jika dijelaskan maka farmakologi adalah ilmu khasiat obat atau ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya. Dari namanya saja aku sudah tak tertarik, ck!

 

“Kenapa sewaktu itu kau tak memanggilku untuk mengajarimu?”

 

“Bukankah kau sedang sibuk dengan eksperimen obat anti histamine-mu itu?” lagi-lagi aku mengucapkan nama yang identik dengan dunia kedokteran. Bagaimanapun juga aku mulai terbiasa dengan ilmu yang tak kusukai ini.

 

“Mianhae. Lagipula kau bisa mengikuti remedial kan? jadi tetap semangat!”

 

Geurae, dan aku harus mengikuti remedial 4 sks untuk mata kuliah yang keluar dalam minggu ini. oh iya total sks nilai mata kuliah yang sudah keluar ada 10 sks dan aku sudah harus menabung 4 sks untuk remedial nanti. What a pitty I am!

 

Aku tak pernah meminta uang untuk membayar remedial kepada orang tuaku. Aku pasti akan dimarahi oleh mereka jika putri cantiknya ini harus mengikuti remedial maka dari itu aku tak pernah menyerahkan lembaran nilai-nilai ku kepada mereka. Dan kesibukan mereka menjadi factor keberuntunganku.

 

“Suzy-ah, aku bosan!” ucap Myungsoo sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurku yang masih rapi.

 

“Yaaaa… kasurku masih rapi dan kau sudah menidurinya saja, ck! Buat apa memiliki otak pintar tapi tak memiliki kepekaan!”

 

“Aku lelah, kau ini tak pengertian sama sekali sih!”

 

“Lelah kenapa memangnya? Kau kan tak perlu mendengar cercaan seperti diriku yang bodoh ini”

 

Myungsoo terdiam dan dia langsung beranjak dari tempat tidur dan menghampiriku. “Jangan pernah mengejek dirimu sendiri, arra!” Ujarnya sambil mengacak rambutku.

 

“Aku lelah dengan semua kepercayaan dosen kepadaku, mereka selalu menutut kesempurnaan dariku. Kalau tahu begini, aku tak mau dilahirkan menjadi orang jenius” Ucapnya yang kini berada disampingku

 

“Ck narsis sekali dirimu”

 

“Aku serius. Dosen-dosen memintaku untuk menjadi partner mereka dalam penelitian mereka. Ada 3 dosen yang memintaku seperti itu dan semuanya terlihat menarik dan aku mengambil semua tawaran mereka dan akhirnya aku sangat sibuk akhir-akhir ini. seperti mengambil semester pendek saja, setiap hari aku harus ke kampus, ck!”

 

Saat ini memang sudah libur untuk perkuliahan regular namun aku mengikuti semester pendek untuk memperbaiki nilai-nilai ku pada semester sebelumnya. Biasanya orang akan mengambil semester pendek untuk mengambil mata kuliah keatas tapi aku malah mengulang. Yah, itulah nasib orang yang bodoh!

 

“Daripada tidak ada pekerjaan, bukankah itu lebih baik eoh?”

 

“Kau tidak tahu sih siapa yang menjadi partnerku itu.”

 

“Nugu? Asisten dosen? Atau mahasiswa?”

 

“Son Naeun”

 

Naeun, yah aku kenal dengan sunbae-ku itu. Aku dengar dia sering menarik perhatian dosen untuk mendapatkan nilai yang bagus. Dan ternyata dia berhasil menjadi mahasiswa yang mendapatkan kepercayaan dosen untuk membantu penelitian dosen.

 

“Di semua penelitian?”

 

“Tidak juga sih, tapi tetap saja aku merasa risih”

 

“Dia menyukaimu mungkin”

 

“Yah seperti yang aku kira dan itu membuatku pusing”

 

“Kau tak boleh begitu. Lagi pula Naeun sunbae kan lumayan cantik dan …”

 

“Dan memiliki otak yang licik begitu?” myungsoo memotong pembicaraanku

 

“Hahaha sudahlah. Aku mau tidur, kau pergi sana”

 

“Tsk! Aku juga ingin tidur” Ucapnya sambil mengikutiku menuju tempat tidur

 

“Kenapa kau mengikutiku? Kau pulang sana! Tidur di kamarmu sendiri!”

 

“Tidak mau, aku ingin tidur denganmu…”

 

“Yaaaa……… kau mau membuatku menjadi seorang pembunuh eoh?”

 

“Cish, galak sekali. Baiklah aku pulang…”

 

Kenapa Myungsoo selalu berbuat seperti itu? Apa dia tak tahu setiap dia menjahiliku aku pasti merasakan perasaan yang aneh seperti saat ini.

 

^^^^^

 

Seminggu setelah Myungsoo datang kepadaku ia tak pernah terlihat lagi. Pasti dia sedang sibuk dengan penelitiannya itu dan Naeun sunbae sangat beruntung karena bisa berdekatan dengan Myungsoo.

Suzy! apa yang kau pikirkan? Kenapa kau malah mengharapkan hubungan yang lebih dengan Myungsoo?

 

 

Author POV

 

Panas terik yang menjadi suasana yang sudah biasa di musim panas ini menjadi kendala bagi setiap warga Seoul yang sedang menjalankan aktivitas mereka. Tak terkecuali dengan lelaki tampan yang sedang berada di sebuah laboratorium, lengkap dengan pakaian jas lab nya yang menjadi perlindungannya agar menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan. Namja ini sedang sibuk dengan Erlenmeyer yang sedari tadi ia goyang-goyangkan untuk menghomogenkan kedua larutan yang ia campurkan.

 

“Myungsoo-ah” Ucap gadis yang sedari tadi mencatat semua hasil yang ia praktekkan

 

“Hemm”

 

“Minggu ini kau ada acara?”

 

“Ada”

 

“Kalau sabtu besok bagaimana?”

 

“Ada juga” Ujar Myungsoo yang masih focus dengan benda yang ada ditangannya.

 

“Bukankah sabtu minggu itu libur eoh?”

 

“Ne, tapi aku harus mengajarkan Suzy  untuk membantunya mengerjakan tugas-tugasnya.

 

“Ck, jadi kau mengajari orang bodoh itu?”

 

Myungsoo langsung menghentikan aktivitasnya itu dan menghampiri Naeun, gadis yang sedari tadi mengajaknya berbicara.

 

“Wae? Yang aku katakan benar kan?”

 

“Apa kau tau yang ada ditanganku ini apa?” Tanya Myungsoo sambil mengacungkan benda yang ada ditangannya.

 

“Ne, asam sulfat pekat”

 

“Kau tahu kan apa efek larutan ini jika terkena kulitmu itu!”

 

“Ne, kulit akan terbakar dan mengelupas”

 

“Bagus kalau kau mengetahui itu dan aku akan berbuat itu jika kau mengatakan Suzy bodoh!” Ucap Myungsoo ketus

 

“Mianhae, aku tak bermaksud” Naeun langsung berdiri dan berpamitan kepada Myungsoo untuk menuju toilet

 

Semua orang tahu jika Myungsoo dan Suzy itu bertetanggaan dan saling berteman dekat. Kadang mereka menatap kagum kepada Myungsoo dan Suzy, lelaki tampan dan gadis cantik yang berteman sungguh terlihat sangat serasi. Tapi ada saja yang syirik denan Suzy karena mereka beranggapan Suzy tak pantas dekat dengan Myungsoo, karena si bodoh tak pantas untuk sang jenius. Lagi-lagi kebodohan yang menjadi bahan ejekan mereka.

 

“Akhirnya selesai juga” Ucap Myungsoo sambil melihat jam yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Jam menunjukan jam 3 dan itu artinya Suzy juga sudah selesai mengikuti perkuliahannya.

 

Lelaki tampan itu langsung membereskan alat-alat laboratorium dan memasukkannya ke dalam loker, setelah itu ia membuka jas labnya dan menuliskan beberapa kata di atas kertas yang berada di meja yang dekat dengan pintu ruangan tersebut. ia menuliskan memo yang ditujukan untuk Naeun dan dosen sang penanggung jawab penelitian ini. memo yang bertuliskan bahwa Myungsoo sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya.

 

Lalu Myungsoo keluar dari ruangan tersebut dan mengambil ponsel yang berada di saku celana jeans-nya dan segera menempelkan ponsel tersebut di telinganya setelah ia mencari-cari nomor yang akan dihubunginya itu.

 

Myungsoo langsung tersenyum setelah teleponnya tersebut berhasil diangkat oleh si penerima telepon.

 

“Suzy-ah, kau sudah selesai?”

“Ne.”

“Aku juga sudah selesai. Kau ada dimana? Kita pulang bersama”

“Aku masih di kelas. Kalau begitu aku langsung menuju basement. Kita bertemu disana saja”

“Baiklah. Aku segera kesana”

 

Suzy, gadis yang dihubungi Myungsoo tadi langsung segera keluar dari kelas dan menuju tempat yang ia maksud.

 

“Suzy!” gadis itu menghentikan langkah kakinya setelah mendengar namanya dipanggil

 

“Ne? sunbae memanggilku?”

 

“Neo… jauh-jauhlah dari Myungsoo”

 

“Apa?”

 

“Apa masih kurang jelas perkataanku tadi?”

 

“Kau tak cocok dengan namja sepintar Myungsoo. Jadi tak usah mendekati Myungsoo dengan memintanya membantumu dalam hal mengerjakan tugas! Jadi menjauhlah dari Myungsoo. Dia lebih cocok dengan orang yang sama pintar dengannya!”

 

Suzy langsung tak percaya dengan sunbae yang begitu saja mengatakan hal tersebut. ia langsung mengelus dadanya mencoba untuk bersabar dengan perkataan yoeja tadi.

 

“Apa aku sebegitu bodohnya?” Gumam Suzy

 

Lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi Myungsoo

 

“Suzy-ah, kau dimana? Aku sudah berada di basement.”

“Kau pulang duluan saja, aku lupa.. aku harus mengerjakan tugas kelompok dulu”

“Terus kau pulang jam berapa?”

“Molla, aku mengerjakan tugas di rumah temanku”

“Arra, kalau sudah selesai segera hubungi aku. Aku akan menjemputmu”

“Tak usah menjemputku, aku akan pulang dengan temanku. Dia membawa mobil”

“Baiklah, hati-hati.. jangan pulang terlalu malam”

“Arraseo, aku tutup dulu”

 

 

Suzy POV

 

Aku sengaja berbohong kepada Myungsoo, aku akan mulai menjauhinya. Aku sadar aku tak pantas dengan lelaki sepintar Myungsoo. Naeun sunbae mengatakan hal yang benar, Myungsoo pasti malu jika bedekatan dengan yoeja bodoh sepertiku. Aku harus membiasakan diri untuk tak bergantung dengannya. Lagipula ini bisa sedikit menetralkan perasaanku yang kini sedikit aneh jika aku berhadapan dengan mata tajamnya itu.

 

Setelah ini aku harus kemana? Aku tak mungkin langsung pulang. Ah lebih baik aku ke perpustakaan saja untuk mengerjakan tugas yan tadi baru diberikan dosen.

 

“Suzy-ah…”

 

“Kau benar Suzy kan?” Tanya Jieun si kutu buku, teman sekelasku yang memang hobinya selalu bermeditasi di perpustakaan

 

“Ne, wae?”

 

“Akhirnya, kau pasti mau mengerjakan tugas ya? Tugas apa? Siapa tahu aku bisa membantumu” Jieun memang salah satu temanku yang mengagumi kecantikanku, maka dari itu dia selalu baik kepadaku dan memang ia juga sangat menghargai orang lain. Ada untungnya juga aku pergi ke perpustakaan ini ckck…

 

Akhirnya Jieun membantuku mengerjakan tugas. Ah senangnya, berarti aku tak harus meminta Myungsoo untuk membantuku mengerjakan tugas. Mulai dari saat ini aku tak akan merepotkan Myungsoo lagi.

 

“Jieun-ah… apa setiap hari kau selalu datang ke kampus?” aku menanyakan hal tersebut karena setahuku dia tak mengikuti semester pendek

 

“Ne, aku pasti setiap hari datang kemari. Lagipula aku sumpek jika harus berdiam diri di rumah. Ibuku pasti menyuruhku untuk membantunya di kedai.”

 

“Jinjja? Kalau begitu aku bisa terus memintamu untuk membantuku kan?”

 

“Membantu mengerjakan tugasmu?”

 

Aku menganggukan kepalaku dan dia malah tertawa. Untung saja perpustakaan ini sepi, kalau ramai pasti dia sudah dimarahi oleh orang orang-orang karena kalau dia sudah tertawa pasti tawaannya itu begitu menggelegar.

 

“Wae? Apa ada yang lucu?”

 

“Suzy, jangan khawatir. Aku pasti membantumu. Hanya saja aku lucu melihatmu yang polos itu.”

 

“Ish! Kau ini benar-benar”

 

Tak terasa jam sudah menunjukan jam 5 sore dan tugasku pun sudah selesai. Aku sangat berterimakasih dengan Jieun. Caranya mengajariku sungguh membuatku paham dengan mata kuliah ini.

 

“Jieun-ah, gomawo. Maaf aku telah merepotkanmu”

 

“Santai saja, aku jug asenang bisa membantumu. Oh iya, apa Jiyeon juga ikut sepmester pendek?”

 

“Tidak, kemarin dia pergi ke Busan untuk berlibur di rumah neneknya.”

 

“Wah senangnya. Yasudah sepertinya hari sudah gelap. Kajja kita pulang”

 

Jieun pulang dengan naik bus. Sepertinya ini hari yang sial bagiku, rumahku dan rumah jieun tak searah sehingga kami berpisah di gerbang kampus menuju halte bus yang berbeda. Aku memang terbiasa menaikki bus tapi jika sudah sesore ini aku pasti pulang dengan Myungsoo. Hh.. lagi-lagi aku mengingat namja itu lagi, rupanya selama ini aku memang terlalu bergantung dengan nya. Semoga saja masih ada bus yang lewat.

 

Sudah satu jam aku menunggu bus dan sudah selama itu pun tak ada bus yang lewat. Eotthoke? Aku pasti dimarahi ayah kalau aku pulang selarut ini… kalau naik taksi berarti aku harus berjalan lagi sekitar 1 km, disini tidak ada taksi yang lewat.

 

Baiklah, sepertinya aku harus naik taksi. Ini sudah menjelang malam pasti tak mungkin ada bus yang lewat.

 

Setelah berjalan 1km akhirnya aku menemukan taksi dan langsung menaikki taksi tersebut.

 

 

Author POV

 

Sudah jam setengah 8 malam dan Suzy belum pulang. Hal tersebut membuat ayah Suzy menjadi khawatir. Sedari dulu Suzy memang tak diperbolehkan untuk keluar malam selain bersama Myungsoo. Dan ayah Suzy baru tahu kalau putrinya itu mengikuti semester pendek dan itu semakin membuat Tuan Bae marah. Tuan Bae yang merupakan ayah Suzy menanyakan keberadaan Suzy kepada Myungsoo dan mau tidak mau Myungsoo harus jujur kepada orang yang dihormatinya tersebut. ayah Suzy beberapa bulan ini memang sangat sibuk karena harus mengurusi pembangunan rumah sakit namun malam ini ia pulang cepat karena ia ingin makan malam dengan keluarganya tersebut.

 

“Aku pulang”

 

Ayah Suzy langsung menghampiri Suzy yang baru saja sampai.

 

“Kemana saja? Jam segini baru pulang? Mengerjakan tugas? Mengikuti semester pendek? Tolong jelaskan semuanya kepada Ayah”

 

“Ayah sudah tahu?”

 

“Kalau saja ayah tidak menanyakan hal ini pada Myungsoo mungkin ayah tak akan tahu jika ayah memiliki putri yang begitu bodoh”

 

“Ayah…” lirih Suzy. matanya berkaca-kaca mencoba menahan setiap bulir air mata yang mulai memaksa untuk keluar dari kedua bola mata sipitnya.

 

“Ayah kecewa. Memangnya ayah kurang memberimu apa?”

 

“Ayah, mianata…” bulir mata itu akhirnya sukses keluar dari kedua mata indah Suzy.

 

“Cepat bersihkan dirimu setelah itu kita makan, agar kau bisa menjelaskan semuanya pada ayah”

 

Suzy langsung bergegas menuju kamarnya. Ia sakit sangat sakit, ayahnya sendiri yang mengatakan ia bodoh. Jika orang lain mengejeknya bodoh itu masih tak apa tapi ini ayahnya sendiri. Dan itu amat sangat menyakitkan!

 

Tok tok

 

Suzy mendengar jendelanya diketuk oleh seseorang dan dia yakin itu perbuatan Myungsoo. Suzy terlanjur benci kepada Myungsoo, namja itu sudah membeberkan semuanya. Sekarang ia yakin kalau ia harus benar-benar menjauhi Myungsoo.

 

Suzy tak meladeni ketukan jendelanya tersebut dan langsung mandi. Setelah beberapa menit Suzy  keluar dari kamar mandi ia dikagetkan oleh kehadiran Myungsoo yan berada di kamarnya.

 

“kau!”

 

“Suzy-ah, kau habis menangis?” Tanya Myungsoo yang melihat Suzy dengan mata yang sembab

 

“Bukan urusanmu. Aku akan ganti baju. Cepatlah keluar”

 

Namja itu menyerah dan langsung keluar dari kamar Suzy melewati jendela kamar Suzy.

 

Suzy langsung menuju ruang makan untuk makan malam bersama ayah dan ibunya. Suasana di meja makan tersebut amatlah sepi hanya suara sendok garpu yang menghiasi ruangan tersebut.

 

“Ayah tunggu di ruang kerja” Ucap Ayah suzy setelah selesai makan dan segera beranjak dari kursi makan.

 

 

Suzy POV

 

Aku memberanikan diri menyerahkan diriku untuk dimarahi ayah. Aku tahu pasti ayah akan mengutarakan semua kekesalannya terhadap diriku.

 

Aku menjelaskan semuanya dari mulai aku mendapatkan nilai kecil sampai akhirnya aku mengikuti SP untuk memperbaiki nilai-nilaiku dengan uangku sendiri. Dan tepat seperti yang kuduga, ayah langsung mengatakan hal ini itu yang membuatku hanya diam mendengar kata-kata pedas darinya.

 

“Ayah tak menyangka memiliki putri yang sangat bodoh. Ayah malu, bagaimana jika ayah ditanya oleh rekan ayah tentang prestasi putri ayah. Apa ayah harus berbohong?”

 

Rasanya seperti ada tusukan jarum suntik yang menusuk ulu hatiku. Ayahku tega mengatakan itu terhadap putrinya sendiri. Apa aku benar-benar memalukan di matanya eoh?

 

“Ayah, dari awal aku tak tertarik dengan semua yang berhubungan dengan kedoteran dan ayah memaksaku untuk masuk fakultas kedokteran jadi maafkan aku jika aku tak bisa bersaing di dalam fakultas tersebut. aku mengaku, aku bodoh dalam hal tersebut”

 

“Sudahlah jangan membuat alasan. Ayah pusing, ayah akan tidur”

 

Setelah itu ayah langsung keluar dari ruangan ini. begitu pula aku yan langsung menuju kamarku. Lagi-lagi aku menangis, aku sakit bahkan obat manapun tak akan bisa menyembuhkan sakitku ini.

 

Setelah aku sampai di kamar lagi-lagi aku dikejutkan dengan keberadaan Myungsoo yang sudah berada di atas tempat tidurku. Dia melihatku menangis, dan langsung menarikku ke dalam pelukannya.

 

“Myungsoo… ayahku sendiri yang mengatakan kalau aku bodoh… hiks hiks..”

 

“ayahku yang bilang kalau ia malu dengan putrinya sendiri, lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus enyah dari hidup ini agar ayah tak malu lagi terhadap rekan-rekannya itu karena tak bisa membanggakan prestasi putrinya?”

 

Aku masih menangis di dalam pelukannya. Entahlah apa yang aku pikirkan aku masih nyaman berada di pelukannya, di pelukan namja yang aku cintai.

 

“Suzy-ah, mianhae.. aku tak bisa membohongi ayahmu”

 

“Gwenchana, sikapmu sudah benar. Dan aku memang pantas mendapatkan ini”

 

Aku langsung melepaskan dekapannya dan tertunduk untuk menyembunyikan wajahku yang sudah dibasahi oleh air mataku ini.

 

“Aku akan mengajarimu, sampai kau bisa menguasai semuanya. Aku berjanji, aku yakin ayahmu bisa membanggakanmu” Ucap Myungsoo

 

Aniyo, aku memang bodoh. Segiat apapun aku belajar aku pasti tak akan bisa”

 

“YAK!! Kau tak yakin dengan kemampuanmu eoh? Aku akan berjanji pada diriku sendiri untuk mengajarimu. Percayalah!”

 

Yaksok?

 

Myungsoo segera menganggukan kepalanya dan ia langsung mengecup keningku. Inilah yang membuatku sulit menjauhkan namja ini. dia seakan memberiku harapan, aku sekarang benar-benar membutuhkannya. Entahlah aku harus berbuat apa jika sekarang tak ada Myungsoo yang meyakinkanku.

 

“Tidurlah” “Dan besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Aku lihat kau sudah lama tak menggeluti kesukaanmu itu.”

 

“Apa memangnya?”

 

“Melukis. Bawalah semua peralatan melukismu dan besok kau harus memberikanku lukisan yang bagus”

 

Arraseo

 

Myungsoo langsung pergi dengan melewati jendela kamarku namun sebelumnya aku menahan lengannya.

 

“Myungsoo-ah, gomawo

 

Myungsoo hanya tersenyum dan ia malah mengahampiriku, dengan langkah yang pasti perlahan ia mulai mendekatiku sampai akhirnya aku merasakan deru nafasnya yang semakin dekat.

 

Cup

 

Aku memejamkan mataku setelah menerima lumatan lembut di bibirku. Myungsoo lagi-lagi membuatku merasakan hal yang aneh. Perasaan ini aku tahu pasti, ini perasaan yang setiap orang pasti akan merasakannya. Tapi apa myungsoo juga merasakan hal yang sama dengan yang aku rasa selama ini?

 

Aku memberanikan diri untuk membuka mataku namun aku tak melihat Myungsoo dihadapanku. Apa tadi aku hanya bermimpi?

 

Mulai sekarang, aku tak akan merendahkanku sendiri dan tak akan pernah berputus asa! Walau aku tak menyukai bidang itu tapi aku harus menaklukannya! Yah.. lagipula ada Myungsoo yang ada di sampingku. Aku harus semangat!

 

^^^^^

Perlahan aku membuka mataku, rupanya sudah pagi tapi kenapa aku merasakan silaunya sinar matahari? Bukankah semalam aku sudah menutup gorden kamarku eoh?

 

“YAKKK! SUZY… IRREONA!”

 

Ah berisik sekali, siapa yang pagi-pagi begini membangunkanku? Ibu tak mungkin membangunkanku dengan cara seperti ini. pasti ini… aigoo! MYUNGSOO?

 

“kyaaaaa~ kau kenapa berada disini?”

 

“Neo? Ish! Dasar pikun, kau pasti lupa mengunci jendela kamarmu dan aku dengan begitu mudahnya memasuki kamarmu ini”

 

“Aishh! Kau tak tahu kalau memasuki kamar gadis dengan tiba-tiba itu tidak sopan eoh?”

 

“Kalau aku sedang berganti baju bagaimana hah?”

 

“Yah i…tu berarti salahmu, iya salahmu sendiri yang tak mengunci jendelamu. Lagipula bukankah aku sudah terbiasa tiba-tiba berada di kamarmu? Dan kenapa kau baru protes hari ini? sudahlah kau cepat mandi. Aku kan ingin mengajakmu pergi”

 

Arra…arra. Kau juga harus pergi sana!”

 

 

Author POV

 

“Wah yeppuda …” ujar Suzy takjub dengan pemandangan yang ada dihadapannya kini

 

“Nah, cepat kau lukis pemandangan itu. Lalu lukisanmu itu harus kau berikan kepadaku”

 

Suzy memang senang melukis, bahkan Suzy ingin mengambil kuliah seni rupa namun ayahnya tak pernah mendukung cita-citanya itu. Myungsoo yang selama ini selalu mendukung kesukaannya itu, bahkan ia menyediakan tempat di rumahnya untuk menyimpan lukisan-lukisan Suzy karena kalau gadis itu  membawa lukisannya ke dalam rumah dan ketahuan oleh ayahnya , ia pasti dimarahi oleh ayahnya.

 

“Selesai” Ucap Suzy sambil melihat hasil karyanya

 

“Coba aku lihat”

 

“Lumayan” Ucap Myungsoo

 

“Sepertinya kau dalam keadaan mood yang baik eoh?” lanjutnya

 

“Aku memang berbakat dalam hal ini” Ucap Suzy menyombongkan kelebihannya

 

“Baguslah, setelah ini aku akan mengajarimu tentang imunitas”

 

“Mwo? Katamu aku hanya melukis disini”

 

“Mulai sekarang aku akan mengajakmu untuk pergi ke tempat seperti ini lalu kau bisa melukis sepuasmu tapi setelah itu aku akan mengajarimu. Bagaimana ideku ini? dengan begitu kau pasti akan semangat untuk belajar”

 

“Tapi itu tidak mungkin setiap hari kan?”

 

“Iya, sabtu minggu aku rutin mengajakmu seperti ini”

 

Suzy hanya tersenyum mendengar ide dari Myungsoo. Berarti setiap sabtu minggu ia akan berkencan dengan Myungsoo. Itulah yang ia pikirkan dan membuat Myungsoo heran melihat Suzy yang hanya menyunggingkan senyuman yang tak jelas.

 

“Jangan berpikiri kalau ini kencan” Ucap Myungsoo seakan tahu apa yang dipikirkan gadis cantik itu

 

Mwo? Siapa yang berpikir seperti itu. Aku hanya senang karena berarti setiap sabtu minggu aku bisa melukis” Ujar Suzy sedikit berbohong

 

Joengmal?”

 

Ne, tapi aku tak membawa buku untuk belajar”

 

“Jangan menyebut aku Kim Myungsoo, jika aku tak berpikir untuk membawa buku-buku ini” Myungsoo mengambil beberapa buku yang ada di mobilnya

 

“Wah… kau benar-benar mempersiapkan semuanya?”

 

“Aku kan sudah janji untuk membuatmu berprestasi”

 

Berprestasi? Suzy yang mendengarnya hanya tertunduk. Ia mengingat lagi kata-kata ayahnya semalam.

 

“Suzy… aku tak bermaksud” Ucap myungsoo yang tahu kalau dia salah berbicara

 

Gwenchana. Baiklah, cepat ajari aku sekarang”

 

Sudah satu jam Myungsoo mengajari teori-teori imunitas dan Suzy pun akhirnya mengerti. Ternyata selama ini suzy memang tak pernah serius mempelajari semuanya. Jika di kampus ia tak pernah memperhatikan dosen dan itulah akibatnya Suzy selalu mendapatkan nilai yang buruk. Sebenarnya gadis ini sama dengan yang lainnya hanya saja dia harus menyadari kenyataan bahwa ia memang tak menyukai bidang yang ia pelajari itu dan dengan cara apapun ia harus menyukai bidang tersebut guna membanggakan ayahnya.

 

“Kau tahu kenapa aku tak suka dengan kedokteran?” Ucap Suzy disela kegiatan belajarnya

 

“Wae?”

 

“Aku benci semua hal tentang kedokteran karena aku tak bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuaku. Mereka selalu disibukkan dengan pasien-pasien mereka. Aku tahu itu merupakan hal yang mulia tapi apa itu etis jika dokter hanya memberi perhatian pada pasiennya dan malah tidak sedikitpun member perhatian kepada anaknya?”

 

“itu alasanku selain karena aku tak suka dengan hafalan” Lanjutnya sambil menghela nafas

 

Suzy ingat sewaktu ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Gadis itu terpilih menjadi pemain utama di dalam drama musical sekolahnya dan sekolah menyuruh orang tua murid untuk menghadiri pementasan tersebut. namun saat itu orang tua Suzy tidak datang karena harus mengurus pasien-pasien di rumah sakit. Bahkan ayahnya sering marah-marah di rumah karena ayahnya terus memikirkan pasiennya yang tak kunjung sembuh.

 

“Aku tahu” Ucap Myungsoo. Namja itu pun merupakan anak dari seorang dokter terkenal seantero Korea Selatan. Bahkan ayahnya mengabdikan dirinya di desa terpencil. Sudah 5 tahun ia tak pernah bertemu dengan ayahnya. Untung saja ibunya hanya menjadi ibu rumah tangga, dan hanya memiliki restoran sehingga ia tidak semenderita yang  Suzy rasakan.

 

Suzy POV

 

Aku ingin sekali berlibur seperti Jiyeon. Tapi kebodohanku inilah yang membuat sengsara di setiap liburan semester genap.

 

Ada apa itu kenapa ramai sekali.

 

Aku langsung menuju tempat kerumunan orang-orang yang berada di depan papan pengumuman di dekat tangga lantai 1 kampusku.

 

“Wah hebat sekali” celetuk salah satu orang

 

“Jelas saja, dia kan memang jenius sekali” sahut lainnya

 

“Aku juga ingin mendaftar kompetisi ini agar aku bisa menjadi exchange student juga”

 

Pertukaran mahasiswa? Apa maksudnya?

 

“Suzy? kau juga ingin ikut kompetisi ini?”

 

Ternyata sedari tadi Jieun sudah melihat pengumuman tersebut. tapi aku masih bingung kompetisi apa memangnya, kenapa sampai seheboh ini.

 

“Aku belum lihat” kemudian aku membaca dengan teliti pengumuman yang tertera di papan pengumuman.

 

ATTENTION

 

Ditujukan untuk mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3 untuk mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah yang bertemakan tentang manfaat obat-obatan yang berasal dari bahan alam. Format karya tulis dapat dilihat selengkapnya di blog kampus. Pemenang akan berkesempatan menjadi salah satu mahasiswa yang dapat belajar di Jerman. Salah satu mahasiswa yang langsung diterima menjadi mahasiswa yang pergi ke Jerman adalah Kim Myungsoo.

Terima kasih atas perhatiannya, selamat berjuang !

 

Myungsoo? Dia akan pergi ke jerman? Lalu bagaimana denganku?

 

Kenapa dia tak pernah bilang kepadaku kalau ia akan pergi ke jerman? Apa aku bukan orang yang penting untuknya?

 

Sudahlah, lagipula aku juga tak berminat untuk mengikuti kompetisi ini, yang jelas aku harus focus membenarkan nilai-nilai ku dulu.

 

“Suzy-ah”

 

Pria ini, kenapa selalu membuatku berharap lebih darinya.

 

Myungsoo memanggilku dan langsung menghentikan langkahku.

 

“Kenapa kau tak bilang?” Cetusku

 

“Kau sudah tahu?”

 

“Ne, pengumumannya jelas terpampang dimana-mana, chukkae! Kau memang pantas mendapatkannya. Aku ke kelas dulu…”

 

Aku tak bisa begini, aku tak ingin perasaanku semakin dalam terhadapnya. Lagipula aku memang tak pantas untuk lelaki sepintar dia. Myungsoo jauh lebih baik dariku dan aku sadar akan hal itu.

 

Sudah 2 jam, akhirnya selesai juga… setelah ini aku akan berkunjung ke rumah sepupuku saja daripada aku harus berdiam diri di rumah.

 

“Suzy….”

 

“Jieun, kau kenapa?”

 

“Wah, kau hebat! Kau berani mengikuti kompetisi itu! Aku siap untuk membantumu, kau tenang saja hehe”

 

“Kompetisi?”

 

Ne, aku lihat daftar mahasiswa yang akan ikut di blog kampus dan disitu ada namamu”

 

Mwoya? Tapi aku tak pernah mendaftar”

 

“Jinjja? Lalu siapa yang telah mendaftarkanmu?”

 

Molla, sudahlah aku tak peduli.”

 

“Tapi, kau harus ikut. Aku juga tadinya ingin ikut tapi ternyata peserta yang mendaftar sudah mencukupi jadi aku tak bisa, maka dari itu kau harus ikut untuk mewakilkanku. Aku sudah dapat judul yang bagus untuk karya ilmiah ini.” Ucap Jieun dengan semangat

 

“Aku tak mau ikut, sudahlah aku pulang duluan. Annyeong”

 

Apa-apaan ini, siapa yang sudah mendaftarkanku di kompetisi ini! apa dia itu …

 

TBC …

Author lagi ga ada ide buat ngelanjutin MMP jadi buat twoshoot yang tiba-tiba idenya datang begitu saja. FF ini lebih ke arah menyampaikan hikmahnya tersendiri, jadi semacam ada pesan tersiratnya begitu soalnya diambil dari beberapa kasus. jadi kalau romance nya sedikit maaf ya hehe

Advertisements

52 responses to “[Twoshoot] Am I a Fool? (Chapter 1)

  1. pasti myungsoo yang daftarin suzy… ayah nya suzy kejam juga ya ke suzy.. sebenernya suzy tuh gak bodoh dia cuma gak suka bidang kedokteran jadi ngga serius.. next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s