Suddenly (End)

Suddenly (End)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s): Kim Myungsoo, Bae Suzy || Length: Twoshoot, Songfic || Genre: Angst, Romance, Sad || Rating: PG-15

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This fanfiction is based from 2PM’s lyric – Suddenly

– © Hannayunisty Fanfiction –

sudden

Suzy POV

Sudah seminggu aku tinggal bersama orang tuaku di Jepang. Aku memang merahasiakan ini dari semua temanku di kampus kecuali Kai dan Sulli.

Sudah dari dulu orang tuaku memintaku untuk tinggal bersama mereka di Jepang. Namun aku tak pernah menggubris keinginan mereka. Dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk memenuhi keinginan mereka. Yah, walaupun harus mengorbankan seseorang yang aku cintai. Aku sadar kalau aku tak begitu baik untuknya. Naeun, gadis itu, aku yakin mampu untuk membahagiakan Myungsoo. Aku hanya seperti penghalang dari mereka berdua. Lebih baik aku mundur daripada menyakiti Naeun.

Drrrt drrrrt …

Kulihat ponselku bergetar, Sulli menelponku. Ah akhirnya dia menelpon juga.

“Yobosseo”

“Suzy-ya, bogosipho!! Joengmal bogosipho!!!”

“Jinjja? Bukankah akan lebih puas karena tidak ada aku yang mengganggu kau dengan Kai”

“Ani… Kau tetap yang paling berarti”

“Ah Sulli, aku sangat kesepian disini. Orang tuaku tak pernah ada di rumah”

“Yasudah, kau kembali saja ke Seoul.”

“Ish. Tidak mungkin dan tidak akan mau”

“Wae? Suzy-ah, Myungsoo selalu menanyakanmu. Aku jadi tak tega selalu membohonginya. Namja itu terlihat sekali bahwa ia sangat mencintaimu”

“Emm.. Sulli, aku putus ya telponnya. Nanti aku hubungi lagi. Annyeong”

Klik.

Aku sengaja memutuskan telpon dari Sulli. Aku tidak ingin mengetahui kabar dari namja itu. Aku tidak mau memikirkannya lagi, dia berhak untuk hidup bahagia tanpa ada aku disampingnya.

Tok tok

“Suzy-ah, ayo keluar. Eomma bawakan makanan enak untukmu.” Suara lembut Eommaku terdengar dari luar kamar, aku segera melangkahkan kakiku untuk keluar dari kamar.

“Eomma, kau pulang cepat? Ah senangnya …” Aku langsung memeluk tubuh wanita paruh baya ini dengan erat.

“Eiiyy, ada apa ini? Kenapa kau terlihat seperti lama tak melihat Eomma? Apa masih pusing?” Tanyanya

“Ani. Aku sudah sembuh, aku kan gadis yang sangat kuat!” Ucapku yakin

“Ne, maka dari itu kau harus makan dengan banyak dan jangan buang obatmu lagi. Ne?”

“Arraseo!” Jawabku mantap

Author POV

Gadis cantik itu terlihat sangat menikmati makan malamnya bersama Ibunya. Siapa sangka kalau gadis itu mengemban beban yang begitu berat.  Bae Suzy, gadis berumur 20 tahun itu memiliki ganjil yang tak sempurna. Ia tak mau menyusahkan orang tua maka dari itu sebelumnya ia sengaja untuk tinggal sendiri di Seoul bersama Jung Ahjumma – pengasuh Suzy sejak kecil -. Selama 2 tahun ia menyembunyikan penyakitnya, Suzy sudah bertekad untuk tidak mau menyusahkan orang lain terutama orang tuanya. Hanya Jung Ahjumma yang mengetahui penyakitnya, itu pun karena faktor keteledoran Suzy yang membiarkan obatnya tergeletak di meja makan. Namun kini mau tidak mau ia harus memberi tahu keadaannya terhadap orang tuanya. Keadaannya sudah semakin parah. Semula ia hanya check up untuk mengambil obat tapi kini ia sudah harus mencuci darahnya tiap minggu sekali. Orang tuanya tidak bisa membiarkan putri satu-satunya itu tinggal sendiri di Seoul.

***

-Seoul, 02.00 PM-

Kim Myungsoo, lelaki tampan ‘mantan’ dari seorang Bae Suzy. Sepertinya lelaki itu sampai kapanpun tak akan mau memudarkan perasaannya untuk Suzy. Ia tahu betul kalo Suzy tak mungkin berbuat seperti ini jika tak ada masalah yang menimpanya.

“Apa kau baik-baik saja?” Batin Myungsoo

Dari kejauhan Sulli melihat Myungsoo yang masih terlihat murung. Ia tahu namja itu sangat mencintai sahabatnya. Tapi ia tak mungkin membocorkan masalah Suzy, dia sudah berjanji untuk tutup mulut di hadapan namja ini. Terkadang Sulli merasa takdir itu sangat tak adil. Gadis cantik dan baik seperti Suzy harus menanggung beban seperti ini.

Sulli pun melihat Naeun yang datang menghampiri Myungsoo.

“Ck, yoeja itu! Aku benar-benar ingin membunuhnya jika hukum tak diberlakukan!” Umpat Sulli yang kesal dengan gadis yang selalu berada di dekat Myungsoo.

Sulli tahu Naeun adalah sahabat Myungsoo dari dulu. Tapi ia pun tahu kalo gadis itu menyimpan hati untuk Myungsoo, bisa dilihat dari tatapan sinisnya setiap bertemu Suzy.

 

Myungsoo POV

“Namja bodoh!”

Ck, dia lagi. Aku benar-benar bosan dengan yoeja ini. Sudah beberapa kali aku peringati untuk tidak menggangguku namun ia tak pernah mengindahkan perkataanku. Aku tahu dia sangat cemas kepadaku tapi untuk saat ini, aku sungguh ingin menyendiri.

“Kau tahu aku bodoh. Lalu kenapa kau terus mendekatiku?”

“Myungsoo.. Kau! Apa karena Suzy kau jadi seperti ini hah? Ck, gadis itu bahkan telah menyakitimu! Meninggalkanmu tanpa sebuah alasan! Dulu kau tak begini, Kim Myungsoo!”

“Apa kau belum pernah mencintai seseorang dengan  tulus?”

Naeun terdiam setelah aku mengucapkan hal tersebut. Aku langsung meninggalkan gadis itu, aku bosan berurusan dengannya. Setiap hari selalu saja menasihatiku. Dia tak tahu apa yang aku rasakan!

Aku harus menanyakan Suzy kepada Sulli, aku yakin ada sesuatu yang ia sembunyikan. Tak mungkin kalau Sulli tak tahu apa-apa mengenai sahabatnya.

Kulihat Sulli yang sedang menikmati makanannya di kantin. Ini adalah kesempatanku untuk menanyakan Suzy.

“Sulli”

“Ck, kau lagi! Sampai kapanpun, aku tak tahu keberadaan Suzy. Sudahlah lebih baik kau menyerah. Aku lelah melihatmu sefrustasi itu” Ujarnya

“Kalau begitu, kau mau kan membantuku?”

“Kau yakin aku akan membantu orang yang telah menyakiti sahabatku itu?”

“Aish, keceplosan!” Ucapnya dengan suara yang kecil

“Apa maksudmu? Aku menyakiti Suzy? Sepertinya ada kesalahpahaman”

“Arraseo, aku akan memberitahukan semuanya untukmu”

Apa ? Jadi Suzy selama ini menyangka bahwa Naeun merasa tersakiti karena keberadaannya? Sudah kuduga, gadis baik itu pasti tak akan mau membebani orang lain. Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan keadaan hatiku?

Sudah beberapa hari ini aku tak bertemu dengannya rasanya baru kemarin aku masih bisa menghirup wangi rambutnya, menatap betapa indah karya Tuhan yang diaplikasikan kepada gadis cantik itu.

Aku merindukanmu .. Sangat merindukanmu ..

Tapi Sulli tak mengatakan keberadaan Suzy, tak penting apa alasan ia meninggalkanku yang paling penting adalah keberadaannya saat ini. Aku harus menanyakan hal ini kepada Ahjumma yang menunggu rumah Suzy. Kemarin-kemarin aku sempat menanyakan tapi seperti Sulli, Ahjumma itu masih enggan mengatakan Suzy dimana.

Selang beberapa menit, aku sampai di depan rumah yang dulu sering ku kunjungi.

Tok tok tok

Ceklek

“Ahjumma, aku mohon kali ini bantulah aku” Aku langsung berlutut dihadapan wanita paruh baya ini, entahlah apa yang harus aku lakukan yang aku pikirkan hanya memohon seperti ini.

“Tuan, maafkan aku. Tapi aku tak bisa mengatakan”

“Apa ini Suzy yang menyuruh?”

Brak! Seketika pintu rumah ditutup oleh Jung Ahjumma

Ah sial! Lagi-lagi aku gagal!

Suzy-ah, jebal… Aku tak bisa hidup terus menerus seperti ini …

Suzy POV

Apa aku orang yang begitu kejam? Sehingga Tuhan menghukumku dengan memberikan penyakit ini…

Apa aku telah menyakiti banyak orang? Hingga aku tak bisa menjalani kehidupanku dengan sesuka hatiku?

Apa Naeun sesakit ini? Apa dia merasakan sakit seperti ini sewaktu aku bersama Myungsoo?

Tuhan, tolong aku… Aku tak mungkin bisa bertahan dengan cara seperti ini …

“Suzy-ah, kau sudah siap?”

“Ne, Eomma”

Lagi-lagi aku harus menjalani cuci darah untuk yang kesekian kalinya. Rasanya sakit sekali, mungkin ini balasan dari Tuhan untukku karena telah merebut kebahagiaan orang lain.

Aku akan menerima semua ini jika memang ini bisa menebus kesalahanku.

Aku memasuki ruangan yang bertuliskan ‘Hemodialisa’ diatas pintu ruangan ini. Tempat yang selama sebulan ini menjadi tempat yang setiap minggu aku datangi.

“Kalau sakit, bilang pada Eomma. Eomma, akan berdoa pada Tuhan agar Eomma saja yang menanggung rasa kesakitanmu” Ucap Eomma, bisa kulihat matanya yang berkaca-kaca menahan butiran air matanya.

“Aniyo, aku sudah biasa. Eomma, tak usah khawatir. Bae Suzy adalah gadis yang kuat!”

Setelah itu aku dibawa masuk oleh suster di rumah sakit ini. Sebelumnya aku harus mengganti bajuku dulu dan seterusnya aku tak bisa menjelaskan karena rasanya sungguh begitu sakit.

Samar-samar aku mendengar ucapan Eomma dengan Dokter yang selama ini merawatku. Syukurlah, Tuhan masih menyayangiku sehingga aku lagi-lagi dapat bertahan.

“Nyonya, kami belum mendapatkan pendonor untuk putri anda. Jika memang dapat, itu juga belum pasti akan cocok dengan putri anda. Jadi maafkan kami jika Tuhan telah berkehendak lain”

Tes tes tes …

Aku benci dengan air mata ini, kenapa selalu datang dengan begitu mudahnya eoh?

Jika Tuhan berkehendak lain, aku siap menerima semua kehendak-Mu.

Tapi aku mohon, jaga Eomma dan Appaku dan jaga orang-orang yang selalu menyayangiku …

Jika Tuhan bisa melakukan itu, aku rela jika harus meninggalkan mereka …

“Suzy-ah…” Ucap Eomma yang menghampiri ranjang rumah sakitku

“Gwenchana?” Aku hanya bisa menganggukan kepalaku dan semampuku aku menahan buliran-buliran air mata ini

“Semuanya akan baik-baik saja, sekarang Eomma akan penuhi semua keinginanmu.”

Eomma? Apa Eomma juga menyerah dengan keadaanku? Kenapa Eomma mengatakan hal seperti itu?

 

Author POV

Di sebuah kampus, akhir-akhir ini pemandangan yang selalu saja terlihat adalah seorang pria yang terdiam dengan memandangi langit di siang hari.

Kim Myungsoo, namja itu selalu betah dengan keadaan terpuruknya. Seperti orang yang tak memiliki tujuan hidup, setiap hari ia hanya duduk di tempat itu. Tempat yang dulu ia jadikan sebagai tempat pertemuannya dengan gadis yang ia cintai. Berharap gadis nya datang dan segera memeluknya suatu hari.

“Myungsoo”

Terdengar suara bass yang menyapa lelaki itu. Myungsoo yang merasa terpanggil segera menoleh kearah sumber suara.

“Suzy sudah kembali”

“Joengmal? Kau tidak bohong kan, Kai?”

Sulli menghampiri kedua namja tersebut, lalu ia menunjukkan ponsel yang berisikan pesan yang membuat Myungsoo memunculkan senyumannya yang selama ini ia sembunyikan

“Aku tahu dia akan kembali ke sisiku” Gumam Myungsoo

Lalu namja itu langsung melangkahkan kakinya untuk menemui gadis yang selama ini selalu memenuhi hatinya.

Sulli hanya tersenyum melihat sikap Myungsoo, namun tetes demi tetes air matanya terjatuh. Ia tahu ini situasi yang tak tepat untuk menampilkan sisi kesedihannya tapi dia tak sanggup, Sulli tak mampu menahan air matanya.

Myungsoo, lelaki itu seperti mendapatkan semangat hidupnya kembali. Seketika ia sudah berada di depan rumah gadis yang selama ini ia khawatirkan.

Terlihat gadis cantik yang sedang duduk dipekarangan rumah yang Myunsoo datangi. Suzy, gadis itu telah kembali ke kehidupan Myungsoo.

“Suzy-ah” gadis itu langsung menoleh. Dia terdiam dan langsung menghampiri orang yang memanggilnya

“Myungsoo?”

Grep

Myungsoo tak bisa menahan segala kerinduannya. Yang ia tahu sekarang ia harus memeluk yoeja yang selama ini ia rindukan. Otaknya langsung menyuruh namja itu untuk segera mendekap Suzy.

“Bogoshippo, kau kemana saja?”

Suzy berniat melepaskan pelukan Myungsoo, namun namja itu enggan memberikan kelonggaran membuat Suzy tak bisa berkutik. Perlahan-lahan ia juga mencoba untuk melepas kerinduannya kepada Myungsoo.

“Biarkan seperti ini.” Ucap Myungsoo

“Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi. Tak akan pernah, jadi jangan coba-coba untuk menghindar dariku lagi”

“Myungsoo”

“Suzy, kau tak tahu betapa terpuruknya aku selama kau tak ada hah?”

“Mian”

“Kau tak bersalah, tak ada yang salah. Sekarang kau cukup ada disisiku dan jangan pernah pergi lagi” Ucap Myungsoo yang semakin mengeratkan lengannya di pinggang gadisnya

“Aku sebentar lagi akan pergi”

Myungsoo kaget dengan pernyataan Suzy, ia langsung melonggarkan dekapannya dan memegang wajah lembut suzy dengan kedua tanggannya. “Maksudmu apa?” Ujarnya

“Mianhae, aku tak bisa terus menemanimu. Hiduplah bahagia dengan gadis yang lebih baik dariku”

Myungsoo POV

 

Entah kenapa perkataan suzy membuatku takut. Apa ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku?

Lusa, aku akan pindah ke Ottawa tapi bagaimana dengan Suzy, bagaimana jika aku meninggalkannya?

“Myungsoo, aku ingin jalan-jalan denganmu”

“Ye? Ah, geurae. Keundae aku harus pamit dulu ke Jung Ahjumma”

“Tidak perlu, tadi aku sudah bilang kalau aku ingin keluar rumah” ujarnya dengan menyunggingkan senyuman cantiknya.

“Suzy-ah… wajahmu kenapa pucat? Kau sakit?” aku dari tadi menyadari perubahan pada wajah cantiknya yang kini tak bersinar seperti dulu. Aku rasa ia memang menyembunyikan sesuatu dariku.

“Aniyo, aku baik baik saja. Kajja, kau harus mengajakku jalan-jalan hari ini”

Aku menggenggam erat tangan mungilnya, ia semakin kurus. Pipi chubbynya tak terlihat lagi dan senyumannya sangatlah berbeda. Sebenarnya ada apa?

Sudah beberapa menit aku dan suzy berjalan di sekeliling komplek rumah Suzy, tadi aku mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat dengan mobilku namun ia tak mau. Katanya dengan berjalan kaki waktu akan tersa lebih lama.

“Myungsoo, boleh kah aku memintamu untuk menemaniku satu hari penuh?”

“Tentu, aku pasti akan menemanimu seumur hidupku”

“Ck kau ini, kau tak perlu mengorbankan seumur hidupmu untukku. Kau cukup memberiku satu hari saja, itu pun sudah cukup untukku”

“Suzy-ah apa ada yang kau sembunyikan dariku?”

Ia hanya menggelenkan kepalanya. Aku tahu kau sedang ada masalah yang mungkin membuatmu berkata aneh seperti ini. apa kau tak percaya lagi kepadaku?

Akhirnya kami duduk di sebuah bangku taman, taman ini sepi pengunjung karena mungkin ini masih siang sehingga banyak orang yang masih berkutat dengan pekerjaannya masing-masing. Namun aku sungguh mensyukuri siang yang cerah ini, sepertinya Tuhan mulai memberiku harapan lagi.

“Kau harus hidup dengan baik, lihatlah disekelilingmu. Banyak gadis cantik yang menyukaimu, jangan terus mengharapkan aku”

“Kau berkata apa? Aku tak membutuhkan gadis lain selain dirimu”

“Kita kan sudah putus, dan aku sudah banyak mengecewakanmu”

Aku langsung menoleh kearahnya, wajahnya begitu pucat. Aku tahu ada hal yang tidak beres darinya. aku langsung mengecek suhu badannya tapi suhu badannya normal namun kenapa wajahnya begitu pucat?

“Suzy-ah… gwenchana?” dia hanya menganggukan kepalanya

“Kau bohong kan? katakanlah yang sebenarnya kepadaku, jebal …”

“Ani, aku hanya ingin mengahabiskan sisa waktuku bersamamu. Mian, kalau aku membuatmu khawatir”

 

Suzy POV

 

Apa waktuku sudah habis? Kenapa rasanya sakit sekali?

Tuhan, aku ingin waktu lebih lama lagi untuk bersama Myungsoo. Aku ingin meyakinkannya kalau dia harus hidup dengan baik walau aku nanti tak ada lagi disisinya.

Aku menyenderkan kepalaku dipundaknya, rasanya nyaman sekali. Tangannya mengelus rambutku, sesekali dia mengecup keningku. Apa ini kecupan terakhirku darinya?

“Myungsoo…”

“Hemm…”

“Sepertinya kita tak ditakdirkan bersama oleh Tuhan”

“Tak usah mengatakan yang tidak-tidak. Aku tak mau kehilanganmu lagi”

Aku mencoba nyaman dengan keberadaan Myungsoo disisiku saat ini, walau tubuhku terus membuatku sakit namun dengan adanya Myungsoo membuatku bisa menahan rasa sakitku ini. Eomma, Appa apa jika berada di dekat seseorang yang kita cintai ini membuat kita lebih kuat? Apa aku bisa membuat kenangan indah di dalam hidup orang yang kucintai ini?

“Suzy, kau menangis?” Tanyanya. Kenapa aku membuatnya kahawatir lagi? Kenapa air mataku terus saja memaksaku untuk minta dikeluarkan?

“ah ini, aku hanya bahagia. Terlalu bahagia jadi mengeluarkan air mata”

“Jinjja? Aku senang kalau begitu. Sepertinya kau mengantuk. Bagaimana kalau kita pulang saja?”

“Ani, aku ingin tetap disini. Biarkan aku tidur dipundakmu seperti ini. rasanya begitu nyaman”

“Baiklah, jalja …”

Entahlah, sampai kapan aku bisa bertahan namun untuk saat ini aku ingin mempergunakan waktuku yang sedikit ini untuk berada di samping orang yang kucintai.

^^^^^

Kenapa ini begitu nyaman? Apa aku sudah berada di surga? Lalu bagaimana dengan Eomma dan Appa? Apa mereka sudah ikhlas untuk melepaskanku?

“Kau sudah bangun?”

Aku langsung membukakan mataku perlahan dan langsung melihat keberadaan Myungsoo tepat di sampingku. Kenapa aku berada di kamar? Bukankah tadi aku ada di bangku taman dengan nya?

“Myungsoo, kau sudah tau semuanya?” tanyaku ragu

Aku melihat ia hanya menundukkan wajahnya, aku yakin aku akan membuatnya bersedih.

Aku langsung menggenggam erat tangannya dan mengatakan kalau aku baik-baik saja namun sepertinya ia tak mampu menunjukan wajahnya kepadaku.

“Myungsoo-ah, aku akan sembuh. Percayalah”

“Kenapa kau tak katakan dari dulu eoh? Kau selalu saja membuatku khawatir! Jika seperti ini, apa yang bisa kuperbuat? Aku harus bagaimana?”

“Myungsoo…”

“Menikahlah denganku”

“Myungsoo…”

‘Menikahlah denganku”

“Myungsoo…”

“Aku sudah mengatakan semuanya kepada kedua orang tuamu dan Eommaku. Besok kita akan menikah. Aku telah membatalakn kepindahanku ke Ottawa dan aku akan merawatmu semampuku. Dan siapapun tidak ada yang boleh melarang keputusanku!”

Brak!

Myungsoo langsung pergi dan menutup pintu kamarku dengan keras. Aku tahu sifatnya..

Myungsoo … dia selalu saja begini, memutuskan sesuatu hal yang bodoh disaat pikirannya sedang tak jernih.

 

Author POV

Sesosok gadis cantik berjalan dengan anggun menghampiri sang mempelai pria. Suasananya begitu khidmat, semua orang yang menghadiri pun merasakan kebahagiaan serta kesedihan yang mendalam. Menurut mereka inilah keputusan yang paling baik yang Myungsoo putuskan. Ya, lelaki itu adalah sang mempelai pria dan Suzy sudah pasti mempelai wanitanya. Semuanya memandang takjub Suzy, gadis itu sangatlah cantik bak bidadari yang jatuh dari langit. Dan Myungsoo pun menyamai kecantikan Suzy dengan memakai tuxedo hitamnya.

Setelah mengatakan sumpah pernikahan, semua tamu yang hadir langsung meneteskan air mata mereka. Entahlah apa yang mereka tangisi, kenapa di hari yang bahagia ini mereka malah meneteskan air mata mereka? Myungsoo, yang kini sudah sah menjadi suami Suzy pun tak kuasa untuk menahan air matanya.

“Myungsoo, kita sudah menikah. Inikah hal yang kau inginkan? Tapi kenapa kau malah menangis?” Tanya Suzy sambil tersenyum

“Ini tangisan kebahagiaanku. Saranghae, Bae Suzy. tetaplah bertahan demiku”

Malam ini, mungkin malam yang paling bahagia di kehidupan Myungsoo dan Suzy. keduanya saling mencurahkan perasaan mereka namun tak ada kata-kata yang mereka ucapkan selama beberapa menit ini. setelah pernikahan mereka, mereka langsung pulang ke rumah Suzy. untuk sementara Suzy dan Myungsoo tinggal di rumah Suzy dengan alasan agar orang tua Suzy bisa dengan mudah merawat putrinya. Setelah membersihkan diri mereka masing-masing, Myungsoo dan Suzy duduk di bangku pekarangan rumah Suzy, nampaknya langit pun mendukung suasana kedua insan berbahagia ini.

“Kenapa kau mau menikahiku?”

“Karena aku mencintaimu”

‘Jika aku dipanggil Tuhan, kau harus merelakanku dan mencari gadis lain”

“Jangan berkata seperti itu”

“Myungsoo, ini adalah momen terindahku. Terimakasih untuk semuanya dan maaf aku mungkin tak bisa lagi bertahan”

“Suzy-ah…”

“Aku lelah, sangat lelah. Biarkanlah aku merasakan kebahagiaan di tempat yang berbeda”

“Jangan katakan lagi, aku mohon” Ujar Myungsoo yang sudah meloloskan beberapa bulir air matanya

“Kenapa kau menangis eoh? Kalau aku tak ada kau tak boleh menangis. Apa aku memberikan kenangan yang sedih untukmu hem?”

Myungsoo langsung memberikan kecupan hangat untuk Suzy, lelaki itu tak kuasa untuk mendengar kata-kata Suzy yang membuatnya semakin frustasi. Lumatan-lumatan lembut ia berikan kepada Suzy yang merupakan gadisnya, Suzy pun menerima lumatan tersebut dan membalas sebisa mungkin.

Selang beberapa menit, pegangan lengan  Suzy yang berada di pundak Myungsoo pun mulai melemah sehingga Myungsoo merasakan hal yang aneh. Ia tahu Suzy sudah tak membalas lumatannya lagi.

“Suzy-ah…” Ucap Myungsoo cemas

“Hemm, aku ngantuk” Jawab Suzy yang membuat Myungsoo lega

“Baiklah, kita tidur di dalam” myungsoo langsung menggendong Suzy dan membawanya kedalam.

Setelah meletakkan Suzy di atas tempat tidur, Myungsoo mengecup kening Suzy dengan lembut

“Saranghae”

“Nado” Ucap Suzy lemah

“Aku tak akan tidur, aku akan terus menjagamu”

 

Myungsoo POV

Sudah setahun semenjak dia pergi namun kenangannya tak akan pernah hilang dari memoriku. Ini saatnya aku mengunjungi gadisku…

“Suzy-ah, kau tak kesepian kan?”

“Aku benar-benar merindukanmu. Mungkinkah kita bisa bertemu lagi di kehidupan selanjutnya?”

Aku harus kuat, aku tahu Suzy pasti akan sedih jika melihatku terus menerus menangisi kepergiannya. Sampai kapanpun tak akan ada wanita yang bisa menggantikanmu, Suzy-ah …

Kau pasti bahagia, karena aku hanya dimilikki oleh mu begitu juga dirimu. Sekarang aku mengabdikan diriku di sebuah tempat yang membuatku terus mensyukuri kehidupan ini.

Sampai jumpa, Bae Suzy…

Tunggulah aku di kehidupan mendatang …

FIN

mian endingnya begini, sesuai dengan lagunya yang sedih jadi author pilih sad ending hehe. ditambah tadi pagi author baru kelar nonton Gu Family Book yang akhirnya juga sad ending, sedih banget Yeo Wool nya meninggal jadi bikin menginspirasi author buat lanjutin FF ini. mungkin endingnya agak mirip sama GFB ya karena author terinspirasi dari endingnya GFB yang sedihnya minta ampun TT

Jangan lupa comentnya ditunggu, maaf kalo feelnya belum dapet. ^^

Advertisements

35 responses to “Suddenly (End)

  1. author ceritanyaa sedih kali 😦 sampe nangis baca nya :(,ff selanjutnya end nya happy end nya author ,tapi ceritanya bagus loh author feelnya dapet kok author,ceritanya romatis kali loh

  2. iya nih thor sedih bgt 😥 apalagi pas scene terakhirnya ngigetin aku sm gfb jd tambah buat sedih…
    seengaknya disini myungzy udh sempet nikah jd ya sdkt terobati lah hehe
    ditunggu ff suzy lainnya thor ^^

  3. Sedihhhh bgt thor,,nntn GFB sedih baca ini tambah sedih 😦 ditunggu ff lainya tp dgn crita Чƍ happy end yaa thor 🙂

  4. huwaaa~~~
    ini nyesek bgt thor… T___T

    ending gfb happy kug thor mnrutq… kn yeowool reinkarnasi.. nmax jg ttp…

    kasian bgt myungsoo sendirian… #sini ma aq ja #plak #bangun 😀

    dtunggu karya slanjutnya… semangat author… ^o^

  5. hei, aku mau nawarin kamu buat jadi author di baesuzyfanfiction.wordpress.com kalo mau silahkan cek ini ya~

    baesuzyfanfiction.wordpress.com/12-2/ ditunggu partisipasinya ^^ kita masih butuh banyak author soalnya 🙂 thanks. Maaf nyepam.

  6. yahhh….sad ending…nyesek….T,T….
    pling bnci klo myungzy gk brsatu gni….T,T
    daebak…dtunggu ff slnjutnya..^,^)”0

  7. Ahh sad ending..
    Knapa suzy meninggal apa gak ada pendonor nya.?

    Bgus thor, di tunggu ff suzy lainnya ya!

  8. sediiih bangeeet 😥 suzy kenapa pergi 😦
    haah sungguh kisah cinta yang romantis 🙂 seneng jadi suzy sebelum dia menutup usianya dia sudah memiliki orang yang dicintainya dan mencintainya 🙂
    dapet banget feel nya eon :’)) bagus ceritanya alurnya juga ga kecepetan padahal ini kan short chapt tapi disini alur ceritanya bagus haah daebak deh eon pokoknya hehe :))

  9. eh sad ending? huhu~
    tapi kisahnya bener-bener daebak! romantis banget~
    myungsoo nya kece banget!! jadi iri sama suzy! 😀
    suka sama ceritanya, jinjja daebak! ^^

  10. Sad ending eoh
    Heh gpp lah yang penting myungzy udah nikah
    Moment myungzy nya bikin nyesek ih thor
    Itu nasib naeun gabegitu jelas thor kasihan dia ditolak myung kkk~
    Gomawo ne thor semangat buat ff myungzy lainnya^•^

  11. huaaa… ending nya suzy tetep meninggal… tapi sempet nikah jugaaa… jadi penyakit ini toh yang disembunyiin suzy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s