Marrying Mr. Photographer (Part 11)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

 we_love_vintage_by_paulalaloca-d1au2ta copy

 

Author’s POV

 

Hari ini Myungsoo bersiap-siap untuk keberangkatannya menuju London. Sebenarnya dia masih tak tega meninggalkan Suzy, pikirannya tak bisa tenang jika Suzy tak ada disampingnya. Apalagi sms dari peneror yang tak henti-hentinya mengancam Myungsoo.

 

“Oppa, sudah siap?”

 

“Ne, kau tunggu saja diluar”

 

Setelah mengecek segala sesuatunya Myungsoo pun keluar dari kamar dan segera menghampiri istrinya.

“Hyung, semuanya sudah siap?” Tanya Moonsoo yang memang akan mengantarkan kepergian Myungsoo. Myungsoo tak akan pernah berani membiarkan istrinya menyetir mobil sendiri maka dari itu ia menyuruh adiknya untuk mengantarkannya.

 

“Kajja”

 

Setelah menghabiskan beberapa menit di perjalanan, mereka ber-3 turun dan segera masuk ke bandara. Selama Myungsoo menyelesaikan administrasinya, Suzy dan Moonsoo menunggu di tempat duduk yang disediakan di beberapa tempat di dalam bandara tersebut.

 

“Suzy, jika kau merasa takut tinggal di rumah kau bisa tinggal dengan eomma. Lagipula eomma juga tinggal sendiri di rumah”

 

“Memangnya kau dan ahboeji pergi kemana?”

 

“Aku ada deadline jadi selama seminggu ini aku tinggal di studio dan ahboeji sedang ada tugas kantor di luar kota, eomma pun sudah bilang kepadaku untuk menyampaikan hal ini padamu”

 

“baiklah kalau begitu”

 

Myungsoo dari kejauhan menghampiri mereka dan langsung berpamitan kepada monsoo dan suzy. moonsoo tiba-tiba meminta izin pada myungsoo karena setelah ini pasti kedua sejoli ini akan bermesraan yang membuat moonsoo merasa semakin iri. Dan ia tak mau mengganggu kemesraan kakak dan kakak iparnya itu.

 

“Oppa, hati-hati ya disana. Jaga kesehatanmu dan jangan berbuat hal aneh, arra?”

 

“Hemm, kau juga… tinggalah di rumah eomma. Kalau tidak, aku akan segera menyewa bodyguard sekarang juga”

 

“Ck, berlebihan. Geurae, aku akan tinggal di rumah eommonim”

 

Sebelum myungsoo pergi, ia tak lupa memeluk suzy dan mengecup lembut bibir istrinya. Sejauh ini ia tak yakin akan keputusannya pergi ke London namun suzy terus menerus memaksanya untuk tidak menolak kesempatan ini. myungsoo takut jika peneror itu melakukan hal yang tidak-tidak pada istrinya.

 

Cekrek cekrek

 

“Mwoya?” ucap myungsoo yang kaget karena bunyi jepretan kamera sehingga menghentikan myungsoo yang sedang mencium mesra istrinya.

 

“hh, wartawan” cetus suzy. “Oppa, pergilah sebelum kau diwawancarai para wartawan itu” lanjut suzy

 

“Arra, kau jaga baik-baik dirimu. Setelah sampai disana aku akan menghubungimu dan Setiap jam aku akan menelponmu.”

 

Para wartawan pun segera menghamipiri wanita cantik itu, dan langsung melontarkan beberapa pertanyaan terkait kejadian yang baru saja mereka lihat.

 

“Suzy-ssi, apa yang terjadi dengan rumah tangga kalian?”

 

“Apa myungsoo meninggalkanmu”

 

“Berapa lama ia akan pergi?”

 

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mereka lontarkan membuat suzy suli untuk melangkahkan kaki jenjangnya.

 

“baiklah, akan aku jawab. Suamiku pergi untuk menghadiri acara pameran foto internasional di London selama satu minggu” ujar suzy yang diakhiri dengan senyum hangatnya

 

“lalu kenapa anda tak berpikir untuk ikut dengan suami anda?”

 

“Aku sedang sibuk untuk shooting iklan dan melakukan beberapa pemotretan jadi aku tak bisa menemani myungsoo oppa” jawab suzy yang terus berjalan kelaur bandara

 

“jeosonghamnida, aku tak bisa berlama-lama… untuk lebih jelasnya lagi kalian bisa tanyakan pada manajemenku saja. Kamsahamnida”

 

Suzy’s POV

 

Ah wartawan itu benar-benar jeli sekali, awas saja kalau mereka memberitakan hal yang tidak benar… hari ini aku ada jadwal untuk shooting iklan setelah dari bandara aku langsung menuju kantor agensiku.

 

Ah, lelah sekali hidup menjadi public figure apapun yang aku lakukan pasti ada saja yang mengawasi. Rasanya aku ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku ini.

 

Para wartawan memang memiliki kecepatan intelejensi yang hebat, lihat saja mereka sudah bertengger manis di depan kantor agensiku. Kadang aku merasa takjub dengan keahlian mereka itu.

 

Aku rasa ponselku bergetar, kau kira dari managemenku ternyata dari Sulli. Ah sulli, syukurlah dia sudah ingin menghubungiku.

 

From : sulli

Suzy, aku ingin bertemu denganmu sore ini

 

To: sulli

Baiklah, aku tunggu di café dekat kantor JYP jam 5 sore J

 

Aku senang sulli menghubungiku, setidaknya dia mulai membuka diri pada orang terdekatnya. Unung saja jadwal hari ini tidak selesai sampai malam. Sebelum itu aku harus menghubungi eommonim dulu agar ia tak mengkhawatirkan aku.

 

^^^^^

Selesai shooting iklan aku langsung memberitahu sulli kalau aku sudah menunggunya di café dekat kantor agensiku.

 

Sudah 5 menit aku menunggu dan akhirnya sahabatku muncul dengan wajah yang tak biasanya ia tunjukkan pada orang-orang. Aku semakin yakin kalau ia tidak dalam keadaan baik, kalau dia membenciku pun aku tak marah karena aku adalah orang yang menyebabkannya begini.

 

“Sulli, gwenchana?” Aku memulai pembicaraan kami karena bagaimanapun aku harus menyelesaikan masalah ini

 

Aku melihatnya menitikkan air mata, sesakit itukah? Sulli-ah, mianhae… aku benar-benar tak ada maksud untuk menyakitimu.

 

“Suzy ya, apa Minho oppa menemuimu?”

 

Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Baiklah, aku harus menanggug resiko ini.

 

“mianhae sulli, aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Aku berniat untuk membantu menyelesaikan masalahmu dengan minho oppa”

 

“kau tak salah, kau yang sepenuhnya salah. Seharusnya dari dulu aku melihat perhatian minho oppa yang berbeda kepadamu. Aku yang malah memaksa diriku untuk masuk ke dalam masalah ini”

 

Aku mencoba mencerna tiap perkataan yang sulli utarakan. Jadi selama ini dia emgira kalau minho oppa mencintaiku dari dulu? Harusnya aku lebih peka terhadap keadaan sekitar. Kalau tau begini, dulu aku tak akan mau jika minho oppa mengajakku main bersama.

 

“Jadi kau akan bagaimana?”

 

“mungkin aku harus merelakannya”

 

“andwae! Kau tak boleh begitu” ujarku yang kaget dengan jawabannya

 

“wae? Kau takut kalo minho oppa akan merusak rumah tanggamu dengan myungsoo oppa?”

 

“sulli-ah, aku juga mengerti perasaanmu. Tak mudah untuk melupakan seseorang yang kita cintai, aku tak mau kau sakit hati melebihi ini”

 

“apa dulu juga kau menyukai minho oppa?” tanyanya. “apa kau juga merelakan minho oppa untukku hem? Karena aku tahu sebelum kau kenal dengan myungsoo oppa, kau lebih dulu dekat dengan minho oppa karena kalian partner dalam sebuah pekerjaan” lanjutnya

 

Sejujurnya dulu aku juga pernah menyimpan rasa pada minho oppa namun aku tahu kalau aku harus sadar dengan posisiku yang sangat jauh berbeda dengan nya. Dulu aku masih rookie idol yang tiba-tiba mendapatkan peran hebat di sebuah drama dan menjadi MC yang mempertemukanku dengannya. Namun perasaan itu tak lama hilang sampai aku menjadi orang yang orang lain bilang hebat karena aku sukses membintangi beberapa drama. Karena kesibukanku aku melupakan perasaanku pada minho oppa sampai myungsoo oppa muncul di dalam kehidupanku dan dengan begitu mudahnya mencuri perhatianku. Ya, sejak itu aku benar-benar menyerahkan seluruh hidupku pada nya.

 

“suzy-ah, apa benar dugaanku itu?” Tanya sulli yang membuatku berhenti membayangkan kejadian dulu

 

“Ne? ani, aku hanya menganggapnya sebagai sunbae ku yang baik. Sama seperti aku menganggap wooyoung oppa yang sangat baik kepadaku.”

 

“jadi dulu kau juga menjadikannya tipe idealmu seperti kau menganggap wooyoung oppa?”

 

Ah aku salah jawab, dulu kan wooyoung oppa memang tipe idealku tapi bukan berarti minho oppa juga tipe idealku zzzzz~

 

“bukan begitu maksudku, kau salah persepsi. Sudahlah sulli, jika kau masih mencintainya seharusnya kau mempertahankan minho oppa. kau tahu kan orang-orang sering mengatakan kalau ini Cuma masalah waktu. Yah, mungkin minho oppa juga nanti akan berubah seiring berjalannya waktu”

 

“kau tidak berniat menghiburku kan?”

 

“sama sekali tidak, aku serius mengatakan ini kepadamu. Kau bisa lihat jiyeon eonni yang tiba-tiba menikah dengan seungho oppa si actor tampan itu. Kau tahu kan dulu seungho oppa tidak menyukai jiyeon eonni? Nah, tapi kau bisa lihat sekarang mereka sudah menikah dan akan memiliki aegi”

 

“hemm… kau selalu menghiburku dan aku tahu itu. Aku sudah bulat dengan keputusanku ini mungkin memang saatnya aku tak bersikap egois.”

 

Aku miris mendengar perkataan sulli, apa yang dibicarakannya tak sejaaln dengan kata hatinya. Aku tahu sulli luar dalam, semenjak aku satu sekolah dengannya dulu kami menjadi dekat. Apalagi dulu dorm Miss A dan dorm f(x) berada di gedung apartemen yang sama sehingga membuatku tahu apa saja mengenai sulli.

 

“Suzy-ah, kau tahu Jong in si anak nakal itu kan? dulu dia menyukaiku, mungkin sekarang aku yang harus membalas perasaannya dulu” ucap sulli yang aku yakin itu bukan dari dalam hatinya.

 

“baiklah, aku menyerah. Jika itu yang kau inginkan. Yang jelas kau harus tahu kalau Jon in juga dulu pernah menyatakan perasaannya padaku” aku hanya ingin mengingatkan pada sulli kalau jong in atau yang lebih dikenal dengan nama Kai itu bersifat playboy. Aku ingat kalau dulu di sekolah dia sering sekali berganti pacar dan sudah pasti dia menebar pesona pada sulli juga.

 

Aku lihat sulli kesal dengan perkataanku.

 

“baiklah, aku menyerah. Aku tetap mempertahankan perasaanku” ujarnya pasrah

 

“Nah itu baru Choi Jinri hahahaha” aku rasanya perasaanya sudah mulai membaik.

 

“Yaa, itu ponselmu bergetar”

 

Ah iya ternyata ada panggilan dari nomor luar negeri, aku yakin ini Myungsoo oppa kkkk~

 

“yobosseo”

“yeobo, aku sudah sampai. Kau sekarang ada dimana?”

“aku bersama sulli, katanya dia kangen denganku makanya aku bertemu dengannya”

“jangan pulang terlalu malam, telepon monsoo biar dia yang menjemputmu jika ingin pulang jangan sampai naik taxi”

“arrasseo, tuan Kim”

“aku merindukanmu, kau tahu kan semenjak menikah aku selalu tidur denganmu dan itu membuatku yakin nanti akan sulit untuk tidur disini”

“ck, gombal sekali.. sudah ya aku tutup aku tak enak dengan sulli, sedari tadi dia sudah ingin muntah mendengarkan pembicaraan kita hahaha”

“oke, ingat pesanku. Saranghae”

“ne, nado”

 

Klik

 

“Aigoo! Suamimu romantic sekali… aku ingin memiliki suami seperti myungsoo oppa” goda Sulli.

 

“sayangnya kau tak bisa, karena yang seperti suamiku itu hanya satu hahaha dan itu hanya milikku”

 

“arra, kau memang beruntung. Harusnya dulu aku menerima banyak tawaran job drama agar aku bisa sepertimu disukai banyak idol namja”

 

“ck, berlebihan. Kau tak tahu saja kalau selama aku menjadi idol hanya ada 2 namja yang serius mendekatiku”

 

“jinjja? Kau itu tak peka! Myungsoo oppa, junho oppa, actor kim soo hyun, dongho u-kiss, jong in, jinyoung B1A4 dan min…ho oppa”

 

“Sulli-ah, aku tak sehebat yang kau bayangkan. Percayalah! Bahkan teman-teman idolku itu banyak yang menanyakanmu. Hanya saja aku tak bilang padamu dulu hahaha”

 

“Joengmal? Kau jahat sekali, kalau tau begitu pasti aku tak akan mencintai minho oppa sedalam ini” ujarnya dengan suara kecil namun aku masih bisa mendengarnya

 

“mian”

 

“Sulli-ah sepertinya aku tahu apa yang harus kau lakukan” ujarku yang ingat akan kedekatan junho oppa dan minho oppa

 

“apa?”

 

“kau bisa bertanya pada junho oppa tentang apa saja yang ada di hati minho oppa. junho oppa kan dekat dengannya.”

 

“ani, aku sudah tahu apa yang ada di hati minho oppa selama ini tanpa bertanya kepada orang terdekatnya”

 

Lagi-lagi ucapanku salah, sudahlah lebih baik aku tak  usah membahas namjanya lagi. Ini malah semakin membuatnya sakit hati.

 

“sudah jam 8. Kau harus ingat pesan suamimu dan aku juga harus pulang sepertinya”

 

“ne, kalau ada sesuatu segera hubungi aku. Aku selalu siap menjadi pendengarmu”

 

“aku tahu, cepat hubungi adik iparmu untuk menjemputmu dan setelah ia sampai aku baru pulang”

 

Sulli memang seperti ini, maka dari itu aku sangat suka bergaul dengannya.

 

Myungsoo’s POV

 

Sepertinya seminggu ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Suzy sudah menjadi heroin bagiku, setiap malam dia selalu membuatku nyaman. Walau aku tahu dia sering kesal karena keesokan harinya dia selalu menyalahkanku karena ia harus memakai baju dengan kerah yang menutupi lehernya itu. Tapi tetap saja aku terus melakukan hal itu kkk~

 

Aku ingat-ingat lagi namja yang selama ini dekat dengannya, karena dari kemarin tanpa sepengetahuan suzy aku sudah bertemu dengan Taecyeon hyung yang notabenenya dekat dengan Suzy. menurutnya, selama suzy menjadi idol memang banyak namja yang menanyakan suzy kepada taecyeon hyung dan itu membuatku sulit untuk mengecek siapa peneror itu. Tapi belum ada yang sampai berani mendekati suzy seperti diriku katanya. Tapi ada beberapa nama yang membuatku untuk mencurigai mereka. Minho dan Kim soo hyun, 2 nama itu memang lekat sekali di hati para public yang merupakan namja yang pernah digosipkan berkencan dengan suzy sewaktu dulu. Tapi Taecyeon hyung menyangkal kalau si peneror itu Kim Soo Hyun karena katanya temannya itu tak mungkin seperti itu. Dia memang berteman dengan Kim Soo Hyun dan menurutnya Soo Hyun bukan orang yang seperti itu. Karena selama ini Soo Hyun hanya menganggap suzy seperti adiknya sendiri, katanya dia tak mungkin mencintai anak kecil seperti suzy. perbedaan usia yang jauh membuat Soo Hyun menyadari hal itu. Lalu apa Minho? Bukankah Minho itu namjachingu Sulli?

 

Ah entahlah, ini membuatku pusing. Aku harus menelpon Suzy, mungkin dengan cara ini aku bisa tidur. Ani,  lebih baik bervideo call saja, mungkin cara ini lebih ampuh hehehe.

 

“Suzy-ah” aku lihat dia sedang memegang kapas dan aku yakin ia sedang membersihkan wajah cantiknya itu

 

“Oppa, kau rindu denganku eoh sampai bervideo call seperti ini?”

 

“Hemm, aku tak bisa tidur…”

 

“memang disana jam berapa?”

 

“jam satu siang, summer disini lebih panas dibanding Seoul”

 

“Oppa, kau pasti lelah lebih baik tidur saja. Aku disini aman, jangan terus mengkhawatirkan aku”

 

“Kau ini tidak bisa apa membuat suamimu senang eoh? Kalau kau mau tidur, tidur saja tapi jangan matikan panggilanku biar aku melihatmu tertidur hehehe”

 

“mwoya? Apa kau sudah gila? Aku matikan ya… aku takut oppa nanti sakit”

 

Klik

 

Aish, yoeja ini benar-benar… dia tak tahu apa aku sudah kesal seperti ini hem?

 

Drrrt drrrt

Email? Siapa yang mengirimku email?

 

From :killingyou@gmail.com

Kau sedang pergi kan? I think it’s my turn!

 

Astaga, orang ini kenapa ia tahu tentang keberadaanku? Kalau begini caranya aku harus menghubungi eomma untuk terus mengawasi suzy. bahkan aku harus bilang kepada eomma tentang masalah ini, setidaknya salah satu keluargaku harus ada yang tahu mengenai hal ini.

 

____

Sampai saat ini eomma belum membalas pesanku, mungkin dia sudah tidur. Lebih baik aku juga tidur karena ini sudah malam.

 

07.00 London’s timezone

Aku langsung mengecek ponselku untuk melihat apakah eommaku sudah membalas pesanku atau belum.

 

From : Eomma

Jinjja? Kenapa kau tak ceritakan dari dulu hah? Nappeun! Istrimu sedang ada dalam bahaya, kau malah pergi ke London! Suami macam apa kau ini! baiklah eomma pasti akan menjaga uri suzy. dan kau cepatlah pulang! Eomma akan menyalahkanmu jika sesuatu terjadi pada istrimu!

 

Tok tok tok

 

“service room!”

 

Aku langsung membuka pintu kamar hotelku dan ternyata ada pelayan hotel yang menanyakan aku akan breakfast dimana. Aku tak mood untuk makan, tapi kalau aku tak sehat ini akan lebih merugikan aku. Baiklah, aku akan turun setelah membersihkan diriku terlebih dahulu.

 

Selesai juga mandi, aku tak lupa untuk menelpon suzy. berarti di Seoul mungkin sekitar jam 3 sore. Kalau tidak di rumah pasti dia berada di kantor agensinya.

 

“yobosseo”

“Oppa, kenapa kau baru menelponku?”

“aku baru bangun, disini masih jam 7 pagi. Kau sedang ada dimana?”

“aku sedang di studiomu. Apakah kau menyuruh monsoo untuk menjadi bodyguardku eoh?”

“wae? Dia dari tadi menjagamu hem? Baguslah… berarti aku tak begitu khawatir”

“aku itu bukan anak kecil. Hah yasudahlah, kau tutup saja telponnya. Aku ingin menonton tv dulu”

“arra arra, tapi tetaplah berhati-hati ne? bye chagiya …”

 

Author’s POV

 

Sudah 6 hari suzy tinggal di rumah mertuanya, besok Myungsoo akan pulang ke Seoul dan itu membuat Suzy bahagia. Pasalnya selama ini ia selalu dikurung oleh mertuanya agar tidak bepergian kemana-mana selain untuk urusan pekerjaan. Hari ini dia tak ada jadwal sama sekali dan yoeja cantik ini berniat untuk membuat kue kesukaan suaminya tersebut.

 

“Eommonim, setelah semuanya matang ini baru diolesi kan?” Tanya Suzy yang sedang sibuk berkutat dengan peralatan dapurnya

 

“Ne, wah ternyata menantuku ini berbakat juga dalam membuat kue”

 

“Dulu sewaktu aku tinggal di dorm, aku sering belajar dari Fei eonni. Dia sangat jago sekali dalam hal memasak dan membuat kue.”

 

“Wah aku juga senang melihat wajah Fei jika di TV sewaktu ia ikut masterchef, wajahnya dewasa sekali aku juga dulu ingin memiliki menantu sepertinya yang pandai memasak” setelah mengatakan hal tersebut Suzy merasa bahwa ia belum menjadi menantu yang diingankan eommonim

 

“Suzy yaa …”

 

“eh ne?”

 

“aku masih ingat ketika Myungsoo pulang dari acara reality show yang kau bintangi dulu”

 

“Invicible youth 2?”

 

“Ne, yang tayang di kbs. Setelah shooting dia kan pulang ke rumah dan wajahnya terlihat begitu bahagia. Semua yang lihat heran dengan sikapnya yang tiba-tiba begitu baik biasanya kalau dia pulang dia pasti akan mengeluh tentang jadwalnya yang padat. Ternyata sebab dari sikapnya itu adalah dirimu kekeke”

 

“mwoya? Jadi dia sudah dari dulu menyukaiku?” ujar Suzy yang heran

 

“Solma, yang jelas dia sangat mencintaimu” ujar wanita paruh baya itu dengan tersenyum

 

Suzy sungguh merasa senang bisa membuat kue dengan mertuanya. Dia semakin yakin kalau suaminya itu begitu mencintainya dengan tulus.

 

Setelah beberapa jam kue yang dibuat Suzy pun selesai dan sekarang ia akan bersiap-siap untuk menemani ibu Myungsoo pergi ke pernikahan putri teman mertuanya. Disaat ia sedang mengarahkan tangannya untuk menutup resleting di bagian belakang gaunnya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan seketika Suzy kaget dengan kecupan singkat yang ia rasakan di punggungnya. Ia langsung menoleh kebelakang…

 

“Oppa”

 

“kau perlu bantuanku kan?”

 

Sret. Resleting gaun Suzy pun berhasil ditutup oleh sang lelaki yang tiba-tiba datang tersebut

 

“bogoshippo… joengmal bogoshippo Suzy ya”

 

Suzy masih kaget dengan kedatangan myungsoo, pasalnya baru besok suaminya itu akan pulang namun hari ini lelaki itu sudah berada tepat di belakang gadis cantik itu dengan memeluk erat Suzy dari belakang.

 

“Kau kenapa sudah pulang? Bukankah besok?”

 

“Aku sudah rindu akut terhadapmu jadi aku mempercepat kepulanganku”

 

Suzy merasakan kehangatan di sekitar leher polosnya, sepertinya hari ini ia tak bisa menemani mertuanya karena Myungsoo yang enggan melepaskan pelukannya tersebut.

 

“Suzy ya, aigoo… mianhae, eommonim tak tahu. Sepertinya aku tak bisa memaksamu untuk ikut karena suamimu masih ingin berduaan denganmu. Yasudah aku pergi dulu ne? Myungsoo jika kau ingin melanjutkan pekerjaanmu kau lebih baik mandi dulu kekeke”

 

Suzy’s POV

 

“Nappeun, kau mau keluar dengan memakai gaun ini eoh?”

 

“Ini kan acara pernikahan jadi aku harus memakai gaun yang bagus.”

 

“Tetap saja kau tak boleh memakai gaun mini seperti ini, aku tak akan pernah mengijinkanmu lagi”

 

“Oppa, mandi dulu. Setelah itu kita makan, bagaimana? Tapi aku tidak memasak makanan hanya membuat kue kesukaanmu karena yang aku tahu kau akan pulang esok hari”

 

“gwenchana, setelah ini kita makan di luar saja. Cha, aku mandi dulu”

 

Syukurlah dia pergi ke kamar mandi. Ah jantungku kumat lagi, Oppa benar-benar membuatku tak bisa bernafas sedari tadi. Hembusan nafasnya sungguh membuatku lemas. Aigoo… apa ia ingin melakukan itu lagi eoh? Aaaahhh, molla… aku besok ada jadwal pemotretan jadi tak mungkin aku memakai baju dengan kerah yang menutup leher lagi. Lebih baik aku ganti baju saja agar dia tak bersikap seperti itu lagi.

 

Disaat aku menyiapkan kue untuk Myungsoo Oppa, aku mendapatkan sms yang berasal dari Minho Oppa. sebenarnya aku tak mau berhubungan lagi dengannya mengingat perasaannya kepadaku. Aku takut hal itu akan menyakiti Sulli lagi. Di dalam pesan, Minho Oppa ingin bertemu denganku besok, apa aku harus memenuhi permintaannya?

 

“Suzy ya, ini kue bikinanmu?”

 

“Ne, bagaimana enak bukan?”

 

“hmm… mashitta, kau belajar darimana hem?”

 

“dari eommonin hehe. Oppa setelah ini kita keluar untuk makan eoh?”

 

“Ne. kajja aku sudah lapar sekali”

 

“arra”

 

Selesai makan kami langsung pulang menuju rumah kami, sepertinya oppa memang lelah sekali. Ia benar-benar mengkhawatirkan aku makanya dia cepat-cepat pulang katanya kalau ia tak pulang hari ini lebih baik dia mati saja. Ck, berlebihan sekali orang itu..

 

Author’s POV

 

Suzy terlihat sedang bersiap-siap untuk berangkat ke tempat pemotretannya sedangkan Myungsoo pun juga bersiap-siap menuju kantor majalah untuk mengurusi sesuatu. Semalam Myungsoo tak sepenuhnya tidur dengan nyenyak, ia memikirkan suatu hal yang sangat penting baginya dan mungkin ini berpengaruh besar bagi kehidupan rumah tangganya.

 

“Kau pulang jam berapa? Nanti aku jemput”

 

“Molla, Oppa tak usah menjemputku aku bisa ikut dengan Lim eonni” ujar Suzy seperti menyembunyikan sesuatu

 

“yasudah, kajja kita berangkat”

 

Keduanya pun mengerjakan pekerjaannya masing-masing di tempat yang berbeda namun dengan pikiran yang sama-sama membuat mereka tak bisa berkonsentrasi dengan baik. Suzy, gadis itu masih berpikir apa yang harus ia bicarakan dengan Minho yang nanti akan ia temui. dan Myungsoo, sejujurnya ia sedang dilanda kedilemaan. Ia tahu kalau Suzy pasti tak akan menerima hal ini. sewaktu di London, Myungsoo ditawari menjadi fotografer majalah internasional yang terkenal di kota metropolitan tersebut dan tentu saja itu bisa menaikkan imagenya sebagai seorang fotografer handal. Namun sesuatu dapat menghambat kesempatan itu, Suzy adalah satu-satunya orang yang mungkin tidak mau Myungsoo menerima tawaran tersebut.

 

03.00 PM @cafe rose

Di sudut café tersebut terlihat seorang lelaki tampan dengan pakaian casualnya yang sedang menunggu seseorang. Wajahnya tersenyum melihat seseorang yang ia tunggu akhirnya datang, senyumnya Nampak manis sekali. Jelas saja ia begitu bahagia melihat orang yang dicintainya datang menepati permintaannya.

 

“apa Oppa sudah tahu kalau Sulli sudah pulang dari Busan?” Tanya Suzy to the point. Rupanya gadis itu tak akan berbasa-basi ria, ia tahu dengan datangnya pun sudah membuat permasalahan baru.

 

“aku tak akan membahas tentang itu”

 

“lalu?”

 

“aku hanya ingin membahas tentang kita”

 

 

 

To be continued …

makin kacau nih ceritanya, mian ya soalnya author lagi menikmati nikmatnya liburan tanpa mengerjakan apa-apa hehe. maaf juga ngepostnya lama banget gini. coment atau saran author terima dengan senang hati =]

Advertisements

54 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 11)

  1. Aduhh yaampun apaan lg ini. Hemm myung knp ga minta oppadeul suzy buat mata2in sih. Kan banyak yg di jyp jga. Akhhh myung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s