Marrying Mr. Photographer (Part 12A)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

L-Myungsoo-l-myungsoo-33903988-1280-800 copy

 

 

Myungsoo’s POV

 

Ini sudah jam 4 sore, tapi kenapa Suzy belum juga pulang. Bukankah hanya pemotretan untuk satu brand tapi kenapa lama sekali? Dari tadi aku menghubunginya namun dia tak mengangkat telponku lalu aku juga menelpon managernya dan bilang kalau sudah sejam yang lalu Suzy sudah meninggalkan kantor agensinya, lalu sebenarnya ia kemana?

Entah kenapa pikiranku langsung menuju ke si peneror itu. Ani, pasti Suzy bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik. Keundae, dia tak pernah peka dengan keadaan sekitar. Lalu aku harus menghubungi siapa lagi kalau sudah begini? Ah Sulli, aku ingat kemarin dia bertemu dengan Sulli mungkin sekarang Suzy berada dengan Sulli.

 

Nihil, Sulli pun tak tahu keberadaan Suzy. setelah aku menelponnya, dia mengatakan hal yang aneh. Menurut Sulli, aku harus berhati-hati dengan Minho. Bukankah Minho itu namjachingunya? Apa ini berkaitan dengan sms teror yang selalu aku terima? Apa mungkin dia si peneror itu?

 

Aku langsung memberi tahu Sulli tentang semua sms yang selama ini telah menerorku, kemungkinan ia tahu siapa pelakunya. Sulli pun langsung menceritakan kalau Minho sebenarnya masih mencintai Suzy dan itu sudah membuatku yakin kalau si namja itu yang telah menerorku. Aku langsung mengecek keberadaan Suzy melalui navigasinya setelah itu aku langsung menuju ke tempat tersebut.

 

Bugg

“Oppa”

 

Bugg

Bugg

Bugg

 

“Apa kau tak tahu malu hah? Mengganggu wanita yang telah bersuami?” ucapku penuh emosi pada namja ini

 

Bugg

 

Aku puas melihatnya terkapar di lantai dengan sudut bibirnya yang penuh darah. Aku kesal, bahkan ini tak bisa kutahan lagi. Aku melihat Suzy menangis, aku tak tega melihatnya namun biar bagaimanapun aku harus menyelesaikan ini semua.

 

Tak cukup sampai situ, aku membangunkan Minho dan memukulnya lagi tepat dibagian perutnya. Dia bahkan terlihat lemah sekali dihadapanku, dia sama sekali tak melawan pukulanku.

 

“Oppa, geumanhe jebal …” Isak Suzy sambil memposisikan dirinya diantara aku dan Minho. Aku langsung mendorongnya kesamping. Entah apa yang membuatku semarah ini, mungkin aku marah karena Suzy yang tak memberitahuku kalau minho mencintainya. Aku kesal karena ia masih saja menemui Minho, aku kecewa karena ia tak mempercayaiku sebagai suaminya.

 

Author’s POV

 

Kekacauan di sebuah café menyebabkan pemilik café harus menutup café tersebut. terlihat lelaki tampan yang sudah tergolek lemah diantara bangku-bangku yang sudah tak tentu bentuknya. Sedangkan di sudut lain, seorang gadis pun terlihat sedang menahan sakit di bagian kepalanya. Minho, lelaki yang masih dengan kesadaran sedikit pun mampu melihat yoeja yang ia cintai tergolek lemah. Lelaki itu langsung menuju Suzy dan Myungsoo yang melihat pun langsung mengepalkan tangannya, ia tak tahu kalau Suzy pun menderita karenanya sampai ia menemukan istrinya terduduk lemas.

 

“Suzy-ah”

 

Hiks…hiks…

 

“KAU! KAU BOLEH MEMUKULKU SAMPAI AKU MATI TAPI KAU TAK BERHAK MENYAKITINYA! YA, AKU YANG SELAMA INI MENERORMU! DAN SEKARANG AKU TAHU KALAU KAU MEMANG TAK PANTAS UNTUKNYA!!!” Teriak Minho membabi buta dan setelah itu ia merobek bajunya untuk menahan darah yang terus menerus keluar dari dahi Suzy.

 

“Suzy…”

 

“Kau bukan Myungsoo Oppa yang ku kenal, aku membencimu…”

 

Myungsoo memandang miris kearah Minho yang menggendong Suzy. ia merasa kacau, ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Suzy telah membencinya, dia gagal menjadi suami yang baik untuk yoeja yang ia cintai.

 

Minho’s POV

 

Entah apa yang ada dipikiran namja itu sampai ia tega melukai istrinya. Ia mendorong Suzy sampai Suzy terkena ujung bangku kursi yang lancip sehingga dahinya terluka. Untung saja aku melihatnya dan langsung membawanya ke rumah sakit. Sejujurnya aku sudah menyerah akan perasaanku terhadap Suzy, aku mengajaknya bertemu untuk meminta maaf kepadanya tapi tiba-tiba pria itu datang dan langsung memukulku. Tapi setelah kejadian ini, aku langsung tak percaya terhadap Myungsoo. Keundae aku sudah berjanji kepada Sulli untuk tidak berhubungan dengan apa yang berhubungan dengan Suzy.

 

“Oppa, kenapa ini bisa terjadi?” Sulli datang ke rumah sakit, aku memang menelponnya untuk segera kemari.

 

“Mianhae, ini semua karenaku”

 

“Kau bertemunya? Lalu Myungsoo oppa datang?” Tanya Sulli khawatir

 

“Oppa, aku yang salah” Ujar Sulli yang membuatku heran

 

“Aku bilang semuanya kepadanya. Mungkin dia sudah kesal terhadapmu dan sampai terjadi seperti ini. mian”

 

Sulli langsung menundukan wajahnya, entahlah apa yang harus kuperbuat. 2 yoeja yang berarti bagi hidupku sedang merasakan sakit hati. Suzy, aku yakin dia tak menyangka dengan suaminya dan Sulli, mungkin ia merasa kalau aku telah melanggar janjiku lagi.

 

“Sulli ya”

 

“Bibi.. kau sudah datang?”

 

“Apa Suzy sudah siuman?”

 

“Belum” sejenak wanita paruh baya yang baru datang ini melihatku dengan tatapan yang membuatku tahu kalau aku adalah penyebab kesalahan ini.

 

Dia adalah eomma Suzy  yang langsung datang setelah dihubungi Sulli.

 

“Oppa, apa Myungsoo oppa belum datang?”

 

“belum, mungkin lelaki itu tak berani menampakkan dirinya”

 

“Oppa, lebih baik kau pulang saja. Aku akan menghubungi Myungsoo Oppa biar bagaimanapun pasti Suzy membutuhkannya.”

 

Ya, aku memang yang menyebabkan semua ini terjadi. Aku tahu posisiku disini saja sudah membuat semua orang membenciku. Aku yakin Suzy akan lebih baik jika suaminya datang kemari.

 

Suzy’s POV

 

Aku membuka perlahan mataku, rasanya sakit sekali. Aku langsung mengingat semua yang terjadi dari mulai Minho oppa meminta maaf kepadaku sampai aku tiba-tiba merasakan sakitnya dahiku.

 

“Suzy, kau sudah sadar?” aku mengenal suara ini, suara lembutnya telah kembali.

 

“Suzy, mianhae… joengmal mianhae”

 

Aku membencinya, hatiku terlalu sakit untuk menerima permohonan maafnya. Myungsoo oppa yang kukenal bukan seperti orang jahat yang berani memukul orang dengan sebegitu kejamnya. Dia telah berubah dan aku sangat takut, aku tak mau melihatnya.”

 

Cup

 

Bisa kurasakan ketulusan hatinya saat ia mengecup keningku tapi jujur aku masih belum bisa memaafkannya.

 

“Suzy ya…”

 

“Eomma”

 

“Eomma sangat khawatir. Apa masih sakit, Suzy-ah? Kenapa bisa seperti ini?” aku melihat eomma menitikkan air matanya, aku tahu dia pasti merasakan juga rasa sakit yang kualami

 

“Myungsoo, sebaiknya kau pergi sebelum aku melaporkanmu ke polisi” Ujar eomma dengan tatapannya yang sinis

 

“eommonim, aku …”

 

“cepat pergi, sebelum aku merubah pikiranku”

 

Aku memandang sedih Myungsoo oppa yang keluar dari kamar rumah sakit ini. eomma pasti sangat membencinya.

 

——

 

Sudah seminggu semenjak kejadian itu, kini aku tinggal sementara di Gwangju. Guna menghindari wartawan-wartawan yang menanyakanku. Untung saja agensiku sudah menutupi kejadian ini dan bilang kalau aku sakit karena kelelahan.

 

Aku merindukannya, sangat merindukannya. tapi rasa sakitku belum bisa menerimanya kembali, aku tak suka kekerasan dan dia tahu itu. Namun sepertinya dia dalam pengaruh kemarahan yang tak tertahankan. Minho Oppa pun pergi keluar negeri untuk menghindari semuanya, dia bukannya pengecut tapi ia takut kalau ia berada disini malah akan memperkeruh suasana. Aku harus bagaimana? Myungsoo oppa, aku merindukanmu …

 

“Suzy ya, lihat lah siapa yang datang…”

 

“nuguya?” aku langsung keluar dari kamarku dan melihat ada beberapa orang yang telah lama kukenal. Fei eonni, Jieun eonni, Taecyeon oppa dan Junho oppa… ah senangnya, setidaknya aku tidak suntuk lagi.

 

“Suzy ya, kenapa kau kurus sekali eoh?” ucap Jieun eonni. Kurus apanya, dia yang lebih kurus dariku huh

 

“Lukamu sudah sembuh?” Tanya Junho oppa dan aku angguki

 

“Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin kami bicarakan” aku lihat semuanya memasang wajah serius mereka. Aku tahu mereka pasti menginginkan aku pulang ke Seoul.

 

“pulanglah, kembalilah ke Myungsoo” Ajak fei eonni yang disertai anggukan dari lainnya

 

“aku takut”

 

“Dia tak sepenuhnya bersalah, jika kau mendengar ceritaku pasti kau akan memaafkannya” Ujar taecyeon oppa.

 

“ceritakan saja padaku”

 

“dari awal aku sudah memperhatikan sikapnya, ketika aku baru kenal dengan INFINITE dia selalu membuatku melihatnya. Sunggyu bilang kalau salah satu membernya ada yang menyukai salah satu dari JYPNation, leader INFINITE itu sangat peduli terhadap member-membernya. Entah kenapa aku langsung menebakmu” Ucap Taecyeon oppa yang mulai bercerita

 

“aku tahu kalau Myungsoo itu tak bisa akrab dengan orang yang baru ia kenal, tapi kepadaku dia beda dia langsung akrab denganku. Dari sejak itu kami selalu berbagi cerita tentang apapun sampai ia bilang ia tertarik padamu. Aku yang mendengarnya hanya bisa memaklumi karena aku juga pernah mendengar hal serupa dari member idol lainnya tapi dia berbeda. Pertama kali ia mengatakan itu ia bilang kalau ia serius dan itu malah membuatku mengira ia itu seseorang yang freak” aku belum mendengarnya bercerita seperti ini

 

“tapi aku melihat ketulusannya, dari cara ia memperhatikanmu. Maka dari itu aku selalu menjodohkanmu dengannya tidak dengan namja yang satu ini” ujar Taecyeon oppa sambil melirik junho oppa

 

“hahaha sudah-sudah jangan membahas masa lalunya. Lagipula kau ini memalukan sekali, masa menyatakan cinta lewat twitter! Jelas saja dimarahi Jinyoung oppa kekeke” sahut fei eonni yang ditertawakan oleh semuanya

 

Aku masih mendengar Taecyeon oppa bercerita tentang semuanya sampai ia bilang kalau ini berawal dari sms yang sering mengancam Myungsoo oppa. minho memberikan pesan terror yang bisa membuat Myungsoo menjadi semarah ini dan membuat hal yang membuatku takut.

 

“Eotthe? Kau sudah mengertikan?” Tanya fei eonni

 

Baiklah, aku harus menyelesaikan masalahku ini. jika dibiarkan masalah ini tak akan mungkin selesai dan mungkin rumah tanggaku tak mungkin terselamatkan lagi.

 

“keundae, ada sesuatu yang harus kau ketahui. Bahkan hal ini sangat penting sebelum kau kembali ke Seoul” tiba-tiba Jieun eonni menatapku dengan pandangan yang tak bisa kujelaskan

 

Aku melihat Jieun eonni belum melanjutkan perkataannya. Sampai Junho oppa membuka suaranya.

 

“Emm Suzy.. Myungsoo.. dia sedang berada di London dalam jangka waktu yang lama”

 

Apa ini? jadi setelah mereka membujukku untuk kembali ke Seoul mereka malah mengatakan kalau Myungsoo oppa tidak berada di Seoul. Lelucon apa yang sebenarnya mereka buat? Lalu apa untungnya jika aku kembali kesana? Kenapa Myungsoo oppa berbuat hal ini kepadaku? Apa dia sudah menyerah dengan pernikahan ini?

 

Tak sadar aku meneteskan bulir-bulir air mata. Fei eonni langsung menarikku kedalam pelukannya dan berkata semuanya akan baik-baik saja.

 

“Myungsoo bilang kalau selama ini dia mencoba menghubungimu tapi kau tak pernah mengangkat telponmu sehingga ia berpikir kalau kau sudah tak bisa memaafkannya lagi dan disaat itu pula ia bingung dengan tawaran menggiurkan dari perusahaan majalah ternama di London. Dan akhirnya…”

 

“dan akhirnya dia malah memilih profesinya itu. Ya, aku tahu kalau dia pasti begitu” ujarku

 

“aku tahu aku salah tapi kenapa dia malah begini. Apa memang ini akhir dari pernikahanku?”

 

“suzy-ah… kami akan membantumu” ucap Jieun eonni menenangkanku. Tapi percuma saja ini malah membuatku merasa lebih bersalah.

 

—–

 

Author’s POV

 

Bulan ini sudah memasuki musim panas yang membuat orang-orang akan pergi berlibur dengan orang yang disayanginya namun berbeda halnya dengan lelaki berparas asia yang kini berada di Negara yang terkenal dengan sepak bolanya tersebut. lelaki itu terlihat sedang sibuk dalam memimpin pemotretan yang dilaksanakan di sebuah stadium bola. Ia mengarahkan para fotografer untuk mengambil sudut bagus untuk memotret sebuah lapangan yang cukup besar ini.

 

Sir, how’s about mine?” Tanya pria bertubuh besar sambil menunjukan kamera professionalnya.

“oh.. good job, but I think you must take this posisition” saran lelaki tampan tersebut.

 

“Mr.Kim” sahut seseorang yang membuat pria tampan itu menoleh

 

Kim Myungsoo, sudah 5 bulan dia berada di Negara asing ini. siapa yang menyangka jika pria berwarga Negara korea selatan ini menjadi fotografer handal yang bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota London. Dia masih berstatus suami sah seorang aktris terkenal yang bernama Bae Suzy. pria ini mungkin bisa dibilang kembali menjadi L, image L yang dulu ia pakai disaat ia masih menjadi member INFINITE.

 

“will you take a vacation this month? Maybe, you’ll go to your country” ucap Jane, salah satu partner kerjanya

 

“I won’t. I must be patient more and more. after I do all my jobs here I’ll go to there”

 

“how’s about your family? Emm… your wife?” jane mengatakan hal tersebut dengan ragu. Wanita inggris itu tahu kalau Myungsoo sudah memiliki istri. Terkadang myungsoo bercerita tentang masalahnya dengan wanita paruh baya ini.

 

“I don’t know. Sorry, I must teach my students again.” Myungsoo masih menghindari pertanyaan dari jane. Jane memang selalu menanyakan tentang istri myungsoo. Sebagai wanita ia tahu kalau ini adalah masalah yang serius. 5 bulan tanpa kabar dengan pergi meninggalkan negaranya tanpa memberitahu istrinya. Tidak masalah kalau itu merupakan orang lain tapi apa istri juga dikategorikan sebagai orang lain?

 

“Suzy-ah” lirih myungsoo disela kegiatannya yang sedang mengajari beberapa muridnya.

 

Myungsoo’s POV

 

Aku mungkin bisa dibilang sebagai lelaki yang tak bertanggungjawab, meninggalkan istri dengan segala masalah yang belum terselesaikan. Aku terlalu takut untuk mendengar bahwa istriku membenciku. Aku masih mencintainya namun apa dia juga masih sudi untuk menerimaku?

 

Suzy, apa kau dalam keadaan baik disana? Apa kau masih kecewa terhadap sikapku? Mianhae, aku memang bukan lelaki yang baik. Pantas saja eommaku tak pernah bangga dengan keberadaanku, dia bilang bangga memiliki putra sepertiku disaat aku bisa menikah dengan Suzy.

Namun kini aku malah meninggalkan Suzy lalu apa eomma masih bisa membanggakanku lagi? Semua orang tak menyangka kalau aku bisa melangkah sejauh ini, aku bisa dibilang sukses mendalami profesi yang sekaligus sudah menjadi hobiku ini. tapi mereka semua tak tahu kalau seorang Kim Myungsoo ini hanyalah lelaki pengecut yang melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai suami.

 

Tok tok

 

Aku langsung menghampiri pintu apartemenku

 

“Myungsoo”

 

“Minho?”

 

Flashback

 

aku masih shock dengan keputusan yang dibuat oleh agensiku. Woolim ber-merger dengan SM yang berarti aku masuk dalam agensi besar yang menaungi beberapa idol group tersebut. dulu aku sempat mengatakan bahwa SM lebih mementingkan kepada penampilan mereka dan itu membuat para fans mereka memberikan komentar yang pedas terhadapku. dan kini aku malah masuk kedalam agensi ini, aku sebenarnya tak bermaksud untuk mengatakan kalau agensi ini memiliki kualitas yang buruk. Hanya saja para fans agensi ini salah paham dengan perkataanku. Aku cukup kecewa dengan keputusan woolim, aku tak mau dibilang kalo INFINITE hanya ingin ikut tenar karena kami kini berada dibawah SM. Entahlah aku harus bagaimana lagipula bagaimanapun juga aku masih member dari boy group ini

 

“Myungsoo, kau sudah siap kan? sekarang kita harus mengunjungi kantor SM. Yah katanya kita harus dekat dengan artis-artis mereka” ucap sunggyu hyung

 

Setelah sampai di kantor SM, kami hanya mengikuti perkataan dari manager kami. Aku sudah mengenal sebagian dari artis-artis SM tapi tetap saja itu membuatku canggung. Bahkan ini membuatku seperti artis yang baru debut

 

“Myungsoo” sahut pria dengan rambut blondenya. Key, aku mengenalnya karena dia sangat dekat dengan Woohyun hyung.

 

“wah aku tak menyangka sekarang kita berada dalam naungan yang sama. Aku harus berhati-hati karena bertambah lagi namja tampan di agensi ini ck”

 

“kau bisa saja”

 

“tapi kau tidak menyukai yoeja di agensi ini kan? aku dulu pernah dengar bahwa kau menjalin hubungan dengan salah satu yoeja di agensi SM”

 

“ah itu? Ani, aku menyukai yoeja lain” astaga kenapa aku malah mengatakan hal ini

 

“Jinjja? Nugu? Barangkali saja yoeja yang kau sukai itu yoeja yang kusukai juga. Inisial nama yoeja yang kau sukai bukan N kan?”

 

“N? aniyo.. ah sudahlah, kita bergabung dengan yang lain saja”

 

Aku melihat beberapa anggota SHINee lainnya namun aku tak melihat Minho

 

“Minho tak kemari?” tanyaku kepada key

 

“Ah anak itu, dia sedang menonton drama hihi. Dia tak sempat menonton drama yoeja yang ia sukai jadi dia membeli dvd drama itu”

 

“drama apa memangnya?”

 

“Gu family book”

 

“Dia menyukai Suzy Miss A?” tanyaku dengan ragu

 

“of course! She’s the only one for Minho’s heart”

 

Dari sejak itu aku tahu kalau Minho menyukai Suzy, yoeja yang aku sukai juga.

 

Flashback end

 

Aku teringat saat pertama kali aku mengetahui perasaan Minho. Dan kini orang yang selama ini aku benci berada di depan mataku, dengan menyunggingkan senyuman hangatnya.

 

“apa kau tak mengajak temanmu untuk masuk?” dengan hati terpaksa aku menyuruhnya masuk

 

“ada perlu apa kau datang kemari? Dan kau tahu darimana kalau aku berada disini?”

 

“aku menyayangi Suzy”

 

Apa orang ini tuli? Aku harus menahan amarahku kali ini.

 

“aku menyayanginya bukan mencintainya. Mungkin dulu aku memiliki perasaan yang sama seperti yang kau rasakan tapi kini aku mencoba untuk menerima semuanya.”

 

Lalu minho menunjukan jari yang terdapat cincin yang melingkar manis di jari tengahnya.

 

“aku sudah menikah dengan Sulli. Tapi aku masih belum menyelesaikan masalahku maka dari itu aku datang mencarimu dan akhirnya aku menemukanmu”

 

Suzy’s POV

 

“Suzy-ssi, coba kau pegang balon ini dan tersenyum… ya … bagus”

 

Aku kembali dari keterpurukanku dan menjalani aktivitasku di bidang entertainment ini. banyak tawaran iklan, film, drama dan aku mengambil semua tawaran itu. Setidaknya dalam 5 bulan ini aku sudah menyelesaikan filmku dan kini aku sedang dalam pemotretan untuk drama terbaruku.

 

“selesai, terimakasih kau sudah bekerja keras hari ini”

 

“ne, sama-sama.”

 

Akhirnya selesai juga, di dramaku kali ini aku berperan menjadi guru TK yang mencintai ayah dari salah satu muridku. Peran ini berbeda dari peran-peranku sebelumnya, lumayan untuk mengisi kekosonganku.

Kekosongan? Yah, aku memang berada disini namun hatiku entah berada dimana. 5 bulan ini aku hanya mengikuti kata-kata dari sahabat-sahabatku untuk melakukan hal-hal positif agar aku tak selalu memikirkannya.

Harusnya aku tahu kalau dia sudah tak memikirkanku lagi bahkan mungkin harusnya aku mengajukan surat perceraian padanya saja tapi ini tak semudah yang aku pikirkan karena aku masih menjadi artis yang harus menjaga image-ku.

 

“aku pulang” saat ini aku tinggal di apartemenku yang dulu tinggali, aku tinggal bersama adikku. Adikku memang bekerja di Seoul dan dia disuruh menjagaku disini.

 

“Noona, tadi aku mendapat telpon dari Minho hyung”

 

Aku muak, kalau boleh aku ingin berteriak sampai suaraku ini habis. Minho oppa memang sudah mengakui kesalahannya dan kini ia berniat untuk membantuku. Namun aku sudah pasrah dengan semuanya, lagipula selama ini Myungsoo oppa tak ada niatan sedikitpun untuk menyelesaikan masalah ini. lalu apa aku harus yang berjuang sendirian? Apa aku yang sepenuhnya salah dalam masalah ini hah?

 

“dia sudah bertemu dengan Myungsoo hyung”

 

“aku lelah, aku ke kamar dulu” ucapku menghindar

 

Hiks..hiks…

 

Apa yang harus kuperbuat? Aku tak bisa terus berpura-pura bahwa aku ini dalam keadaan baik! Aku ini sedang sakit, sakitku ini amatlah parah dan tak ada seorangpun yang bisa menyembuhkanku. Bahkan jika ia datang pun, ia tak akan bisa mengobati lukaku!

 

Myungsoo oppa …

Kau kemana? Kenapa kau malah meninggalkanku? apa kau melupakan janjimu itu hah?

 

Flashback

 

aku bahagia akhirnya aku bisa menikahimu”

 

“jinjja? Oppa apa yang tak akan kau perbuat di dunia ini?”

 

“meninggalkanmu”

 

“mwo? Jawaban apa itu huh!”

 

“ne, aku tak akan pernah melakukan hal bodoh itu di dunia ini. kecuali jika Tuhan yang menghendakki kalau aku dipanggil kembali kepangkuan-Nya.”

 

“kenapa kau bilang seperti itu?”

 

“Sudahlah, kita tidur saja. Saranghaeo, Bae Suzy… jalja…”

 

Flashback end

 

Myungsoo oppa, apa kau benar-benar sudah melupakanku?

Aku merindukanmu … sangat merindukanmu …

 

Aku melihat ponselku bordering menampilkan nomor telepon yang tak ku ketahui. Sepertinya ini kode nomor telepon luar negeri.

 

Nugu? Apa jangan-jangan ….

 

To be continued

anyyeong ^^ lama tak bersua ya hihi.. mumpung masih bulan syawal jadi author mau ngucapin mohon maaf lahir batin yaa. maaf nih kalo ff nya makin ngaco dan kependekan, next part bakal jadi finalnya yaa. gomawo buat chingudeul yang udah nungguin dan mention di twitter buat nanyain kelanjutannya nih FF. saran dan kritik monggo ditulis di coment ~

Advertisements

57 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 12A)

  1. Myung yaampun knp pk acara ke london. yaampunnn semoga minho bisa ngebujuk myung pulang. Huhff

  2. omoo suzyy knp lgsg blg benci gakk mw dengeriin penjelasann duluu. . kann jadii buat myung binguungg ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s