Marrying Mr. Photographer (Part 12B-End)

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Family, Romance, Married life || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.

– © Hannayunisty Fanfiction –

Untitled-1

Author’s POV

 

Wanita cantik itu masih terdiam tanpa sedikitpun ada niatan untuk meninggalkan kasurrnya yang nyaman. Diam mematung itulah yang dilakukannya semenjak satu jam yang lalu. Ponselnya yang terus berdering tak mengubah sikap wanita tersebut.

 

“Noona… noona… bukalah pintu kamarmu” teriak Sangmoon sang adik dari wanita ini. setelah beberapa menit Sangmoon mencoba untuk mengetuk pintu kamar kakaknya namun hasilnya tetap nihil. Suzy tetap tak membukakan pintu kamarnya, ponselnya masih berdering sehingga membuat Sangmoon khawatir

 

“Noona, apa yang terjadi? Gwenchana?”

 

Ceklek

 

Suzy membukakan pintunya dengan tampilan yang kacau, matanya sembab dan itu cukup meyakinkan bagi Sangmoon bahwa kakaknya sedang dalam keadaan yang tidak baik.

 

“Sangmoon-ah, jangan ganggu aku. Aku ingin sendiri dulu. Jika ada yang mencariku bilang saja aku sedang istirahat dan tak mau diganggu”

 

“keundae, noona…”

 

Blak. Pintu kamar Suzy langsung tertutup membuat Sangmoon harus menyerah untuk mengetahui kabar kakaknya itu.

 

Myungsoo’s POV

 

Entah apa yang aku perbuat sehingga aku juga merasakan apa yang Suzy rasakan selama ini. aku gagal menjadi suami. Aku mencintainya tapi aku tak bisa membuatnya bahagia, aku selalu membuatnya menangis. Padahal aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya namun aku merasa lemah untuk kembali ke hadapannya, aku tak bisa melihatnya terus menangis.

 

“Kenapa kau menjadi begini hah? Aku tahu kau itu ini orang yang pantang menyerah! Maka dari itu akhirnya aku menyerah untuk mencintai Suzy” ucap Minho dengan suara yang keras

 

“Molla, pergilah… percuma saja jika kau membujukku”

 

“YAAA!!! Aku yang menyebabkan kalian menjadi begini jadi aku harus menyatukan kalian lagi. Sampai kapanpun aku tak akan menyerah walau aku tahu lelaki yang ada dihadapanku ini berhati pengecut”

 

“Terserah apa yang kau katakana, aku tak peduli. Suzy sudah membenciku, lalu apa lagi yang harus aku perjuangkan eoh?”

 

“Tapi dia masih mencintai lelaki pengecut sepertimu. Neo arra? Kembalilah, Suzy sangat membutuhkanmu. Aku tahu pasti dia sangat merindukanmu, dia sungguh mencintaimu, Myungsoo”

 

“Pergilah, sebelum aku membuatmu pergi ke rumah sakit”

 

“Ne, setiap hari aku akan menemuimu jadi jangan harap kalau kau bisa menjadi lelaki yang pengecut lagi”

 

Tadi minho menyuruhku untuk menelpon Suzy, aku tak berani untuk mengeluarkan suaraku. Dan yang paling menyakitkan adalah aku mendengar Suzy menangis, hanya itu yang terdengar darinya. aku orang yang jahat bukan?

Suzy… apa dosaku begitu besar kepadamu? Mianhae, joengmal mianhae…

Apa aku bisa untuk mengobati lukamu? Aku yang merupakan orang yang telah menyakitimu… dan juga sekaligus orang yang akan mengobatimu… apa mungkin bisa?

 

Eomma is calling …

 

“Yobosseo”

“Myungsoo-ah, eomma mohon kembalilah. Suzy hancur, dia tak akan mungkin  bisa bertahan tanpamu. Eomma mohon…”

“Eomma… apa aku bisa membuat Suzy tersenyum kembali?”

“Tentu, eomma mohon… eomma akan melakukan apa yang kau minta agar kau bisa kembali, jebal”

“Aku masih ada satu bulan lagi untuk menyelesaikan semuanya, setelah itu aku kembali”

“Jinjja? Kau tak berbohong kan? putra eomma pasti akan membahagiakan istrinya kan?”

“Ne, eomma. I promise”

“Eomma senang, baiklah.. eomma tutup dulu. Eomma tunggu janjimu”

 

Hhh… memang sudah saatnya aku kembali…

 

Aku harus menyelesaikan pekerjaanku secepatnya. Dan aku akan mengorbankan fotografiku ini deminya… sudah seharusnya aku melakukan hal ini sedari dulu.

 

—–

Drrt drrtt

 

From: xxx

Cepat selesaikan pekerjaanmu, aku akan menemuimu.

-Minho-

 

To: xxx

Tak usah repot-repot membujukku. Sebulan lagi aku akan pulang

 

Terhitung dari kemarin saat eomma menelponku berarti tinggal 29 hari lagi. Ani, aku akan mempercepat segalanya. Mungkin minggu ini aku bisa kembali.

 

Mr.Kim, are you sure with this?” Tanya atasanku yang sedang melihat surat pengunduran diriku

 

yes, sorry for it. But I must comeback

 

How’s about my offer? I’ll build school of photography in Seoul and I want you for being owner in this school”

 

“Are you serious?”

 

“Yes, I know your skill, Mr.Kim..”

 

Apa ini benar? Aku tidak sedang bermimpi kan?

 

please sign this first”

 

“I have built the building and all facilities are done so you just search for the teachers”  Lanjutnya yang masih membuatku tak percaya

 

“Thank you very much, Sir. I’m glad to hear it, I’ll do hard for it”

 

Aku harus mengabarkan berita bahagia ini kepaada eomma, pasti dia akan senang. Tapi sepertinya ini akan lebih baik jika aku merahasiakannya kekeke.

 

Suzy’s POV

 

Minggu depan dramaku akan berakhir dan setelah itu aku harus mengurusi berakhirnya kontrakku dengan JYP ent. Aku tak mungkin untuk memperpanjang kontrak ini, aku sudah berjanji kepadanya walau aku tak tahu apakah dia akan kembali.

 

“Suzy-ah… chukkae dramamu mendapatkan rating tertinggi lagi” ucap Min eonni. Kami memang sedang berada di dalam resto Fei eonni

 

“Hehehe itu merupakan kerja keras para crew. Eonni, apa Kwangmin masih ada di sekolahnya?” ujarku yang menanyakan putranya yang sudah menduduki bangku sekolah TK

 

“Ne, ini giliran Gikwang yang menjemputnya”

 

“Aku sudah memiliki putra, Fei eonni juga dan Jia eonni sebentar lagi akan melahirkan. Lalu kapan giliranmu hem?” Tanya min yang membuatku mengingat masalahku

 

“Aigoo.. mian Suzy yaa aku tak bermaksud” lanjutnya yang sedang merutuki kebodohannya

 

“Gwenchana. Ah itu makanannya sudah siap” ucapku mengalihkan perhatian. Ini sudah biasa bagiku, sahabat-sahabatku hampir semuanya sudah memiliki aegi hanya aku, Sulli dan Soojung yang belum. Sulli dan Soojung baru saja menikah jadi wajar saja jika belum memiliki aegi, tapi aku? Ah sudahlah, aku tak mungkin bisa mendapatkan aegi kalau suamiku saja tidak ada disampingku. Apa aku pantas menganggapnya sebagai suamiku lagi?

 

—–

“cut! Selesai… terimakasih semuanya… kalian sudah bekerja keras untuk drama ini” ucap sutradara

 

“Suzy-ssi, kamsahamnida berkatmu drama ini mendapatkan rating pertama. Aku harap kita bisa bekerja sama lagi namun mengingat dirimu akan mengundurkan diri dari dunia entertain aku tak mungkin memilihmu menjadi pemain dalam dramaku nanti.”

 

“Cheonma. Jwesonghamnida… ne, aku harus menjalankan tugasku sebagai istri.” Ucapku yang kedengarannya sangat klisye

 

“Aku jadi iri terhadap Myungsoo-ssi”

 

Aku hanya tersenyum mendengar hal itu. Semua orang tidak tahu kalau sebenarnya aku dan Myungsoo Oppa sedang ada dalam masalah. Mereka hanya tahu kalau Myungsoo oppa sedang bekerja di London menjadi fotografer di sebuah perusahaan ternama dan namanya menjadi kebanggaan bagi Korea Selatan. Namun bagiku dia sama sekali tak membuatku bangga, aku membencinya. Tapi aku tak mungkin bisa untuk menghentikan rasa cintaku padanya.

 

Setelah ini aku harus mendatangi kantor agensiku untuk berpamitan kepada semuanya. Aku memang sudah menandatangani berakhirnya kontrakku. Malam ini, agensiku mengadakan pesta perpisahan untukku. Rasanya baru kemarin aku melakukan debut dibawah naungan JYP ent. Tapi sekarang … mereka sudah seperti keluargaku sendiri, berat sekali rasanya meninggalkan agensi ini.

 

“Suzy-ah, eonni pasti akan merindukanmu” ucap managerku

 

“eonni, kau kan bisa bermain denganku nanti. Siapa artis yang akan kau tangani nanti?”

 

“hhhh.. namja gila”

 

“nugu? Jo kwon oppa? Jinwoon oppa? or Taecyeon oppa?”

 

“Taecyeon, hah aku benar-benar harus merefleksikan diriku sebelum menjadi manager dari orang narsis sepertinya”

 

“hahaha tapi eonni harus berhati-hati dengan yoejachingunya. Yoona eonni langsung marah jika ada wanita yang berdekatan dengan taecyeon oppa.”

 

“Aish, lagipula Taecyeon kenapa bisa kembali lagi dengan yoeja kurus itu ckck.”

 

“Mungkin sudah jodohnya, sebentar lagi kan mereka akan menikah.”

 

“Baguslah, aku juga sudah bosan melihat Taecyeon berganti-ganti pacar. Anyway, Nichkhun apa dia benar-benar berpacaran dengan orang Thailand?”

 

“Ne, orang tuanya yang menjodohkan. Kalau kau melihatnya pasti takjub dengan kecantikannya, dia sangat mirip dengan Khunnie oppa mungkin mereka memang sudah berjodoh berbeda jauh denganku”

 

“Suzy-ah… keajaibanmu sebentar lagi akan datang” ujarnya yang membuatku menyeringatkan dahi. Keajaiban? Aku bahkan tak berani memimpikan hal itu terjadi, karena bagiku semuanya sudah tak mungkin lagi terwujudkan.

 

Author’s POV

 

“Bersulang untuk Suzy, putriku yang paling cantik” ucap lelaki paruh baya dengan wajah yang berseri. Namun di dalam hatinya ia tak pernah ikhlas untuk melepaskan artis yang sudah dianggapnya sebagai putri cantiknya.

 

Semuanya terlihat bahagia namun berbeda dengan Suzy, yoeja yang menjadi alasan terciptanya pesta kecil-kecilan ini. ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan setelah ini. menjadi pengangguran ataukah bunuh diri? Karena sesuatu yang ia cintai tak ada lagi di kehidupannya. Sempat terbesit hal keji itu didalam otak Suzy namun sekali lagi sahabat-sahabatnya tetap menuntunnya ke jalan yang positif. Setiap hari Fei atau Sulli selalu menyemangatinya sampai 5 bulan terlewati.

 

Suzy meminum banyak minuman sampai ia mengatakan semua unek-uneknya membuat semua temannya yang hadir menatapnya iba. Ternyata wajah cantik dan kebaikan hati tak membuat gadis ini hidup dengan bahagia. Semua orang mungkin menginginkan hidup sepertinya yang terlihat menyenangkan dengan wajah cantik, imagenya yang terkenal dan memiliki suami yang begitu tampan.

 

“Suzy yaa sudahlah, kau sudah meminum banyak. Aku akan mengantarmu pulang sekarang” ucap Taecyeon yang sedari tadi khawatir melihat Suzy yang terus menerus memaki dirinya sendiri

 

Yang tersisa hanya Taecyeon, Wooyoung, Fei, Min, Jia dan Yerin.

 

“Eonni, kau jangan menyiksamu sendiri” ucap Yerin dengan matanya yang berkaca-kaca. Yerin memang menyayangi Suzy dan menganggapnya sebagai kakak kandungnya

 

“Kalian tak akan pernah merasakan apa yang aku rasakan! Hiks..hiks… lalu apa pantas aku hidup hah? Aku ditinggalkan suamiku sendiri! Lebih baik aku mati saja daripada hidup menanggung kesakitan seperti ini…”

 

Suzy masih saja berbicara tak jelas membuat semuanya kebingungan. Taecyeon tak mungkin mengantarkannya pulang sekarang, ia harus menjalankan misi dari seseorang

 

“yaa! Kau cepatlah kemari! Atau aku akan benar-benar membunuhmu, pengecut!” ucap taecyeon yang sedang berbicara lewat ponselnya

 

“bagaimana?” Tanya Wooyoung.

 

“tunggu sampai dia tak sadarkan diri. Lelaki itu belum berani menampakkan batang hidungnya disaat dia mabuk” jawab Taecyeon

 

Suzy sudah terlelap dan tertidur di sofa dengan penampilan yang sungguh acak-acakan.

 

“Myungsoo” Ucap Min tercekat melihat lelaki yang baru datang.

 

“Mian, aku terlalu pengecut menghadapi semuanya”

 

Bug

Bug

Bug

 

Beberapa pukulan mendarat dengan mulus di wajah tampan Myungsoo. Lelaki itu menerima hal tersebut dengan pasrah karena memang ini sudah menjadi haknya untuk menerima pukulan manis itu.

 

“Nappeun namja! Kau membuat eonniku menangis terus. kau harus membayar semuanya. Kalau kau menyakitinya lagi, aku tak akan segan-segan untuk  membunuhmu!” ucap yerin disertai pukulan yang ia arahkan pada perut Myungsoo

 

“Sudahlah, kalian tak lihat dia juga menderita” Ujar Fei mencoba menenangkan semuanya

 

“Myungsoo, sebaiknya kau bawa pulang Suzy” saran Fei yang diangguki Myungsoo

 

Myungsoo’s POV

 

Aku melihatnya tertidur di sofa, wajahnya masih cantik dan tak ada yang berubah hanya kelopak matanya saja yang sembab. Aku segera menggendongnya dan berpamitan kepada yang lain

 

“Semuanya, maafkan aku. Aku berjanji tak akan menyakitinya lagi. Joengmal mianhae”

 

Setelah itu aku langsung menuju ke parkiran sambil tetap menggendongnya. Bahkan dia terlihat sangat kurus sekali, aku tahu dia sangat menderita dan aku yakin kalau ia pun sangat merindukanku

 

Setelah sampai di rumah aku segera membawanya ke kamar kami. Ya, aku memang membawanya ke rumah kami. Aku akan memulai semuanya dari awal.

 

“jaljja.. mian, aku baru kembali”

 

Aku belum berani untuk tidur disampingnya jadi aku tidur di kamar tamu untuk sementara waktu sampai aku tahu kalau ia sudah memaafkanku.

 

——

Aku terbangun dari tidurku dan langsung menghampiri kamar Suzy namun hasilnya nihil, Suzy tak berada di kamarnya. Aku langsung mencari kesegala tempat sampai aku menemukannya berada di dapur.

 

“Suzy” dia menolehkan wajahnya yang ayu sambil tersenyum kepadaku. Tersenyum? Apa aku sedang bermimpi?

 

“Kau kembali, oppa” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca

 

“Ne, mianhae… aku sudah meninggalkanmu. Kau boleh hukum aku sepuasmu”

 

Dia langsung memelukku, bisa kurasakan wangi tubuhnya lagi. Rambutnya yang harum, aku sungguh merindukan segala yang dia milikki. Aku merasakan ia bergetar, aku melepaskan pelukannya dan melihat matanya yang sudah basah.

 

cup. Aku mengecup kedua matanya agar ia berhenti menangis.

 

“uljima.. aku tak akan pergi lagi”

 

“jinjja?”

 

Suzy’s POV

 

Siang ini cuacanya begitu panas namun berbeda dengan hatiku. Dia telah kembali dan itu cukup membuatku merasakan kesejukan di musim panas ini.

 

“Suzy-ah, mian atas perlakuan bocah tengik ini ne? eommonim benar-benar meminta maaf, kalau sampai dia tak kembali pasti eommonim akan membakarnya hidup-hidup”

 

“Yaa.. eomma, jangan berkata seperti itu kepadanya… suzy sudah pasti memaafkanku. Iya kan chagi?”

 

Aku hanya tersenyum mendengar celotehan Myungsoo oppa. semalam sebenarnya aku belum tertidur aku masih sadar ketika Myungsoo oppa datang dan akhirnya membawaku pulang. Ini benar-benar sebuah keajaiban untukku.

 

“Eomma akan membanggakanmu jika kau berhasil membuat Suzy hamil” ujar eommonim sehingga membuatku yang sedang meminum menjadi tersedak

 

“eomma… tak bisakah kau saring kata-katamu itu eoh?” sela Myungsoo oppa dengan menggarukkan tengkuknya yang tak gatal

 

“Ne, jika dalam waktu 2 bulan Suzy belum hamil eomma akan mencoret namamu dari daftar ahli waris. Biar hanya Monsoo yang mendapatkan semua sawah yang berada di desa haelmoni-mu”

 

“Aish… arra arra”

 

“Suzy yaa sepertinya kita harus bekerja keras mulai dari malam ini.” ujar Myungsoo oppa dengan memperlihatkan seringai khas ahjussi ahjussi genit ck..

 

Sudah saatnya aku melakukan kewajibanku sebagai istrinya kekeke. Min eonni, aku juga akan memiliki anak sepertimu hihihi…

 

Kami memang sengaja mengunjungi rumah eommonim karena kemarin Myungsoo oppa belum sempat mengunjunginya karena ia langsung menemuiku setelah baru sampai dari London dan kini kami akan menuju Gwangju. Ia akan meminta maaf pada orang tuaku dan setelah itu kami akan kembali menuju Seoul. Mungkin kami akan mengusahakan sesuatu seperti yang eommonim minta hehehe.

 

Author’s POV

 

Myungsoo masih serius untuk mengendarai mobilnya sambil sesekali ia melirik kearah samping untuk mengecek keadaan Suzy yang masih tertidur pulas.

 

Wajah tampannya semakin terlihat bersinar karena ia selalu menyunggingkan senyumannya yang indah.

 

“Emm.. masih lama kah?” ucap Suzy yang terbangun

 

“Sebentar lagi. Kita makan di luar ne? setelah itu baru pulang”

 

“Tapi kan eomma sudah memberikan banyak makanan untuk kita”

 

“Aku ingin menebus dosaku, chagi…”

 

“ck, terserah oppa saja kalau begitu” lalu suzy pun memejamkan matanya lagi, membuat Myungsoo mengehela nafas karena berarti ia tak ada teman untuk mengobrol lagi.

 

Selang beberapa menit Myungsoo menghentikan mobilnya di depan resto seafood yang menjadi langganannya dulu. Sepertinya ia benar-benar rindu dengan masakan seafood di resto ini sehingga membuatnya memantapkan hati untuk makan malam disini bersama Suzy

 

“Suzy-ah ireona.. kita sudah sampai” suzy masih setia untuk memejamkan kedua matanya sampai Myungsoo mengecup bibirnya dengan lembut dan ia pun terbangun dengan cara yang tak terduga

 

Cup

Myungsoo kembali mengecup bibir istrinya dan perlahan berubah menjadi lumatan lembut sampai Suzy mendorong dadanya karena merasa ini bukan waktu yang tepat untuk saling mencurahkan kerinduan mereka.

 

“arra, nanti kita lanjutkan yaa sekarang kajja turun, aku sudah sangat lapar” ucap Myungsoo yang mengerti

 

Pelayan resto itu pun takjub melihat kedatangan pasangan muda ini. pasalnya sudah lama sekali mereka tak mengunjungi resto ini dan mendengar bahwa Myungsoo sedang berada di London.

 

“Lihatlah, sepertinya mereka sangat senang melihat kedatangan artis terkenal”

 

“Aku sudah tak menjadi artis lagi. Tapi mungkin mereka senang karena didatangi oleh fotografer kebanggaan warga Korea Selatan ck”

 

“Aku juga tak akan menjadi fotografer lagi”

 

“Yaaa!! Lalu kau menafkahiku dengan apa eoh?” sahut Suzy dengan kesal

 

“Aku sekarang menjadi pemilik sekolah fotografi. Perusahaan di London mempercayakanku untuk mengurusi sekolah fotografi di Seoul jadi kau tak usah cemburu lagi dengan profesiku ini karena aku tak akan mengambil gambar model-model cantik lagi”

 

“Tak usah bermimpi terlalu tinggi, Kim Myungsoo” cibir Suzy

 

“Aku tak bermimpi, ini memang kenyataannya. Besok aku akan mengajakmu ke sekolah itu.”

 

Perbincangan mereka pun terhenti karena makanan yang mereka pesan sudah tersaji di depan mereka. Suzy dan Myungsoo sangat menikmati hidangan dari resto tersebut sampai mereka tak menyadari kedatangan pasangan yang sedari tadi berada di samping meja mereka

 

“ehm…”

 

Suzy sadar dengan suara yang berada di sampingnya dan menoleh kearah sumber suara dan langsung tersenyum. Myungsoo menyadari perubahan wajah Suzy dan ikut mengalihkan wajahnya kepada pasangan tersebut

 

“Min eonni, Gikwang oppa…” sahut Suzy

 

“Annyeong Min.. Annyeong Gikwang” sapa Myungsoo ramah

 

“Boleh kami bergabung dengan kalian?” Tanya Gikwang

 

Ne, silahkan”

 

“Aigoo kalian tak sadar dari tadi kami sudah berada disamping kalian” ujar Min

 

“mian, kami sedang lapar eonni hehe”

 

Setelah kedua pasangan itu menghabiskan makanan mereka, mereka pun langsung bernostalgia membicarakan kejayaan mereka disaat mereka masih aktif menjadi idol K-pop. Siapa yang mengira kalau Gikwang yang merupakan anggota idol group Beast menjadi suami Min. mereka memang sudah dari dulu berteman sampai akhirnya mereka menjalin hubungan tanpa memberitahukan pada public.

 

“Eonni, kenapa Kwangmin tak diajak kemari eoh?”

 

“Dia sudah tidur, nampaknya dia kelelahan karena di sekolahnya ia berlatih menjadi dokter anak. Kalau kau melihatnya pasti langsung tertawa, dia sangat lucu sekali berperan menjadi dokter”

 

“Myungsoo… jadi sekarang kau akan mengurusi sekolah fotografi?” Tanya Gikwang

 

“ya begitulah. Memangnya Kwangmin sekarang sudah berapa tahun?”

 

“4 tahun. Sepertinya Kwangmin membutuhkan teman baru atau mungkin sepupu baru” sindir Gikwang yang membuat myungsoo dan Suzy hanya tersenyum garing

 

“Ah kami pulang duluan ne? Suzy pasti kelelahan karena baru saja tiba dari Gwangju”

 

“Oh ne.. kami juga akan pulang. Hati-hati di jalan yaa..”

 

Myungsoo dan Suzy pun sampai di rumah. Suzy langsung mandi terlebih dahulu karena Myungsoo masih menutupi pagar rumahnya.

 

Myungsoo’s POV

 

Rasanya begitu lelah karena seharian ini aku sama sekali tidak beristirahat di kasur yang nyaman.

 

Ceklek

 

Aku terdiam berusahan menahan salivaku ketika melihat Suzy keluar dari pintu kamar mandi dengan hanya memakai handuknya yang melilit tubuhnya dengan sempurna. Dia berjalan kearahku dan tersenyum mengingatkanku untuk mandi.

 

“Kau jangan tidur dulu ne? aku ada perlu denganmu setelah aku mandi”

 

Aku melihat wajahnya yang terlihat canggung, sebentar lagi aku akan membuat eommaku bangga  dan akan memberikan Kwangmin teman baru. Walaupun aku lelah aku harus mengusahakan hal itu lagipula aku sudah sangat merindukan segala yang ada pada dirinya.

 

10 menit aku selesai membersihkan badanku, aku melihat Suzy menepati janjinya yang belum tertidur dan menungguku duduk di pinggir tempat tidur kami.

 

I’ll get it…

 

Oppa, kau ada perlu apa? Aku sudah lelah”

 

“Kau tak ingin membantu suamimu ini eoh?”

 

“Memangnya apa yang ingin kau lakukan?” aku mendekatinya dan mensejajarkan tubuhku agar bisa berhadapan dengan wajah cantiknya. Sepertinya Suzy sudah mengerti akan sikapku ini

 

“Aku ingin membuat eommaku bangga” dia sudah mengerti dengan apa yang aku lakukan sehingga mempermudahku untuk mengecup bibirnya.

 

Aku berhasil melumat bibirnya yang mungil. Dan Suzy pun menerima perlakuanku ini dengan melingkarkan kedua tangannya di leherku sampai beberapa menit aku melepaskan ciumanku dan menatapnya dengan lembut.

 

“Oppa, apa dengan cara ini kau bisa membuat eommonim bangga eoh?”

 

“Tentu”

 

Aku langsung menghirup wangi tubuhnya dimulai dari lehernya yang jenjang, sudah lama aku tak merasakan surga dunia ini. sampai akhirnya Suzy berada dibawahku, ia pun hanya memejamkan matanya dan mungkin ia mencoba untuk menikmati  setiap sentuhanku.

 

—–

 

Aku terbangun karena merasakan silaunya sinar matahari yang menerpa kamarku. Aku jadi teringat kalau semalam aku belum sempat untuk menutup gorden kamarku ini.

Kulihat Suzy pun masih memejamkan kedua matanya, sesekali ia menggeliat kecil dan membuat selimut yang menutupinya terbuka sedikit demi sedikit. Kalau begini caranya, aku pasti akan tergoda lagi heh..

 

“Suzy-ah, ireona…”

 

“Oppa, ini sudah pagi?”

 

“Begitulah, cepat mandi dan buatkan aku sarapan. Kalau tidak aku akan berusaha untuk membuat eommaku…”

 

“Yak yak arraseo…”

 

Suzy langsung menutupi tubuhnya dengan selimut dan langsung berjalan ke kamar mandi.

 

“Gomawo”

 

^^^^^

 

Suzy’s POV

 

Sudah satu bulan semenjak Myungsoo oppa kembali, aku hanya menjalani tugasku sebagai istri. Setiap hari aku berada di rumah dan jika aku bosan aku pasti akan datang mengunjungi sahabat-sahabatku. Myungsoo oppa sedang sibuk mengurusi pembukaan sekolah fotografinya.

 

Aigoo… kenapa rasanya mual sekali eoh?

 

“Kau kenapa?” Tanya Myungsoo oppa yang sedang menikmati kopinya. Hari ini ia akan berada di rumah karena katanya ia sedang tak enak badan

 

“gwenchana, sepertinya aku salah makan”

 

“Suzy yaa, kau bisa pijiti aku kan? rasanya kakiku pegal sekali”

 

“ne, keundae aku membereskan rumah terlebih dahulu”

 

‘arraseo, aku menunggumu di ruang TV”

 

Aku tahu pasti oppa akhir-akhir ini begitu lelah mengingat setiap hari ia selalu berangkat pagi-pagi untuk mengurusi sekolahnya yang sebentar lagi akan dibuka. Aku dengar banyak siswa yang sudah mendaftarkan, bahkan Nichkhun oppa pun mendaftarkan diri untuk mengikuti sekolah fotorafi itu. Selain itu setiap malam ia terus mengusahakan agar aku memiliki aegi, dia masih tersugesti dengan ucapan eommonim atau mungkin itu memang nalurinya yang sedikit pervert >,<

 

“huek..”

 

“Suzy-ah gwenchana?” Myungsoo oppa tiba-tiba menghampiriku

 

“Gwenchana, oppa kenapa kemari? Nanti aku akan memijitimu”

 

“Ani, tak usah. Kau yang mungkin seharusnya aku pijiti” ujarnya dengan seringaiannya

 

“Oppa, aku tak ingin sedang melakukan hal itu” aku langsung pergi menghindarinya. Seharusnya dia tahu kalau aku sedang tidak fit tapi tetap saja menginginkan hal itu. Dasar namja!

 

Pusing sekali, kepalaku serasa ingin pecah. Mungkin lebih baik aku minum air putih dulu agar pusingku sedikit menghilang.

 

Brak

 

Aigoo…. Apa yang aku lakukan? Gelas yang kupegang terjatuh dan akhirnya pecah mengingat gelas yang kupegang terbuat dari kaca

 

“Suzy-ah kau kenapa? Neo appo?”

 

“Oppa, pusing sekali…” aku tak mengingat apapun sampai aku melihat Myungsoo oppa menggendongku dan berlari menuju mobilnya

 

Author’s POV

 

Suzy masih berada di dalam ruangan yang dihiasi dengan meja yang berada di samping ranjang yang Suzy tiduri. Suzy belum tersadar karena baru saja ia meminum obat yang didalamnya mengandung sedative yang membuatnya terlelap.

Myungsoo masih menjaganya dengan wajah yang bahagia, siapapun pasti aneh melihatnya berwajah senang padahal istrinya terbaring di ranjang rumah sakit

 

Ceklek

Pintu kamar itu pun terbuka dan menampakkan wanita paruh baya dengan membawa tas besar yang entah berisikan apa.

 

“Eomma… kenapa baru datang? Aku kan sudah memberitahukanmu dua jam yang lalu” ucap Myungsoo

 

“Eiyy, eomma membelikan ini terlebih dahulu untuk calon aegimu”

 

“Apa itu?”

 

“piring, gelas, sendok. Mian, eomma baru bisa membelikan ini karena eomma belum tahu aegimu nanti namja atau yoeja”

 

“Aigoo… umur kandungan Suzy masih 2 minggu dan eomma sudah memikirkan hal ini?”

 

“Tentu saja, kau tidak tahu kan betapa senangnya diriku.. ah itu Suzy sudah sadar”

 

Suzy mengedipkan matanya beberapa kali dan langsung melihat kearah Myungsoo. “Oppa, apa yang terjadi padaku?”

 

“Semuanya baik-baik saja, bahkan ini sangat baik” jawab Myungsoo yang membuat Suzy bingung

 

“Suzy-ah, chukkae karena kau sedang mengandung” sahut eomma Myungsoo dengan wajah yang begitu bahagia

 

“jinjja?” myungsoo menganggukan kepalanya dan tersenyum

 

“Myungsoo-ah, sekarang eomma bangga kepadamu! Kau putra eomma yang paling hebat!”

 

“Hehehe jelas saja”

 

“Keundae Suzy yaa, kau harus lebih berhati-hati lagi kata dokter kandunganmu lemah maka dari itu aku akan tinggal di rumah kalian selama Suzy hamil”

 

“MWORAGO?” Teriak Myungsoo yang langsung mendapat jitakan dari eommanya

 

“Yaa… anak nakal, kenapa kau berteriak? Membuat kupingku sakit saja!”

 

“Eomma, aku masih bisa menjaga Suzy! jadi jangan tinggal di rumah kami”

 

“Tidak! Aku harus memperlihatkan gerak gerikmu, aku tahu sikap namja seperti apa. Pasti kau tak sabar untuk melakukan hal itu lagi kan? dan itulah yang eomma takutkan karena eomma tak mau kandungan Suzy kenapa-kenapa”

 

“Aish, aku tak seyadong itu” Ucap Myungsoo yang membuat Suzy tertawa melihat tingkah suaminya.

 

Cinta dan cita-cita itu mungkin bisa bertolak belakang tapi setidaknya kita harus menjalani keduanya dengan seimbang. Prioritaskan apa yang terpenting, asalkan hal itu tak membuat orang yang kita sayangi terluka. Dan yang terpenting itu, tetaplah ikuti kata hatimu ^^

 

FIN

 

Akhirnya selesai juga FF yang monoton ini. jujur, author sempat frustasi tentang bagaimana kelanjutannya FF ini soalnya ga ada inspirasi sama sekali apalagi mengingat myungzy momen yang tak kunjung tiba -.-

Gomawo buat komen-komennya, maaf author belum bisa balas tapi semua komen author baca kok. Nah setelah ini kan ada 2 FF tuh yang ‘a person like me’ dan ‘don’t know how to love’, author Cuma mau nanya yang pengen kalian lanjut yang mana nih? Soalnya author ga mungkin ngelanjutin dua-duanya secara bersamaan hehe.

Cha, sampai jumpa di FF selanjutnya yaa = ]

Advertisements

64 responses to “Marrying Mr. Photographer (Part 12B-End)

  1. Smpat ksal sama myungsoo,,untung myungsoo nya kmbli,,cba suzy kclakaan atau apa kex,,biar tau rsa th myungsoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s