[Twoshoot] Am I a Fool? -End-

Author: @Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Twoshoot || Genre: Family, Romance, Sad || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. 

– © Hannayunisty Fanfiction –

Warning : It’s very longshoot ….

Am I a Fool?

 abstract_white_wallpaper copy

Author POV

Gadis cantik itu masih saja bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Dirinya yang tiba-tiba saja di daftarkan didalam kompetisi karya ilmiah membuatnya bertambah sulit. Pasalnya jika mahasiswa yang sudah terdaftar harus menyerahkan karya ilmiahnya 2 bulan kemudian, jika tidak menyerahkan maka ia akan diberi denda karena sudah membuat kapasitas peserta menjadi over sehingga menyulitkan mahasiswa lainnya yang benar-benar ingin mengikuti kompetisi tersebut.

“Myungsoo..” Gumam gadis cantik tersebut

Jari lentiknya mengalun cepat di atas layar ponselnya, beberapa kali ia harus menunggu panggilan yang ia buat. Sesekali ia mendesah kesal karena panggilannya belum diangkat oleh sang penerima.

“kau dimana?”

“di kampus, wae?”

“aku harus berbicara denganmu”

“ne, setelah aku selesai. Nanti aku hubungi”

“geurae. Aku tunggu”

 

“Suzy-ah, kau lihat ini aku tadinya ingin mengambil bahan tentang bahan alami untuk pengobatan kanker. Ada beberapa tanaman yang dapat menyembuhkan kanker. Bahkan tanaman tersebut tidak mungkin kau duga sebelumnya bahwa tanaman tersebut bisa menjadi obat.”

“untung saja kompetisi itu tidak sampai menyuruh mahasiswa untuk praktek percobaan kepada makhluk hidup, jadi itu bisa mempermudahkan kita”

Gadis mungil bernama jieun itu masih terus berbicara tentang idenya yang akan dibuat karya ilmiah tersebut. dia terus memaksa suzy untuk mencoba mengikuti kompetisi tersebut. dan dia bersedia menjadi partner yang akan membantu suzy dalam menyusun karya ilmiah

“sudahlah Jieun, nanti aku akan membertitahu panitia penyeleggara kompetisi kalau ada kesalahan dengan namaku yang terdaftar. Nanti aku akan menggantikan namaku dengan namamu”

“Yaaaa… apa kau sudah tak waras? Itu tak akan mungkin bisa. Kau tahu sendiri kan sebelumnya sudah diwanti-wanti untuk tidak bermain-main dalam kompetisi ini. nah, kalau kau membicarakan hal tersebut pasti kau dikira mempermainkan kompetisi ini”

“Aku tak peduli. Aku pergi sekarang” Ucap Suzy meninggalkan Jieun yang masih sibuk dengan buku-buku tebalnya.

“Harusnya dia berterimakasih pada si pendaftar itu” Gumam Jieun

Suzy melangkahkan kakinya menuju ruangan panitia kompetisi yang berada di lantai dua tersebut. dia benar-benar kesal dengan orang yang telah mendaftarkan namanya itu. Apa orang tersebut berusaha menghinanya eoh?

Menghina? Batin suzy

Pasti gadis tersebut mengira kalau orang yang mendaftarkannya itu telah meremehkan suzy makanya ia menantang suzy untuk mengikuti kompetisi tersebut. tapi dengan ia mengira hal tersebut akan membuat suzy merasa harus mengikuti kompetisi itu.

Setelah sampai di depan ruangan panitia, ia malah ragu untuk memasuki ruangan tersebut.

Suzy POV

Ah bagaimana ini? kalau orang yang mendaftarkanku itu berniat untuk menghinaku berarti seharusnya aku malah menantang hal tersebut kan? harusnya aku mengikuti kompetisi itu saja dengan begitu ia tak bisa meremehkanku lagi. Ah iya, aku harus ikut!

Aku membatalkan niatku untuk membatalkan namaku mengikuti kompetisi, aku harus menerima hal itu dan sebisa mungkin aku harus memenangkan kompetisi itu. Dengan cara ini pula aku bisa membanggakan ayah. Apa mungkin aku bisa memenangkan kompetisi ini? tanaman apa yang bisa kujadikan sebagai bahan karya ilmiahku? Ah molla…. Kenapa aku malah bertambah pusing seperti ini..

Drrrt drrrt

 

From : Myungsoo

Aku sudah selesai, aku tunggu di basement

 

^^^^

“Suzy-ah, kau ikut kompetisi karya ilmiah itu eoh?” Tanya myungsoo

“Ada fans-ku yang mendaftarkan, jadi yah aku harus ikut agar bisa menyenangkannya.”

“Tsk, narsis sekali kau Bae Suzy… kajja naik ke mobilku”

“Kau mau bawa aku kemana?”

“Sudahlah ikut saja.”

Aku tak tahu apa yang ada di pikiran namja ini, aku hanya ikut jalan pikirannya saja. Bukankah tadi aku yang mengajaknya berbicara eoh? Tapi kenapa ia yang malah menguasaiku huh…

Setelah 20 menit, akhirnya kami sampai di tempat yang aku tak tahu namanya ini. tapi terlihat jelas kalau tempat ini seperti perkebunan dengan skala yang kecil.

Kajja turun…”

“tempat apa ini?”

“Nanti juga kau akan tahu” Ujarnya yang kemudian ia menarik lenganku untuk memasuki tempat tersebut

Tempat ini seperti perkebunan karena di dalamnya terdapat beberapa tanaman. Dan di setiap tanaman tersbut di beri papan nama beserta khasiatnya. Apa myungsoo ingin membantuku untuk mencari bahan karya ilmiahku?

“Nah kau bisa lihat kan? sekarang kau terserah memilih tanaman apa yang akan kau jadikan bahan karya ilmiahmu. Aku akan menunggumu disitu” Ujar Myungsoo

Myungsoo, aku rasa dia yang mendaftarkanku agar aku tak diremehkan lagi oleh teman-teman di kampus. Apa aku bisa membuat karya ilmiah dengan bagus dan bisa memenangkan kompetisi ini? apa aku bisa membuat bangga ayahku?dan apa aku bisa mendampingi myungsoo pergi ke jerman? Molla, seperti ini semua hanya sebuah delusi bagiku. Aku hanya bisa memimpikan semuanya, aku tak mungkin bisa mencapai semuanya.

“Eotthe?”

“hemm.. ah aku belum menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan karya ilmiah. Myungsoo-ah, bisa kah kau membantuku?”

“sejak kapan aku tak pernah membantumu eoh?”

Myungsoo menjelaskan kepadaku kalau aku harus mengambil bahan yang simple namun orang-orang tak pernah berpikir jika tanaman itu bisa digunakan sebagai obat. Sebisa mungkin tanaman tersebut banyak ditanam oleh orang-orang dan kegunaannya ampuh untuk mengobati suatu penyakit. Jika panitia tak mengharuskan peserta untuk mengaplikasikan khasiat tanaman obat terhadap makhluk hidup, tapi tetap saja bukti real bisa menambah point plus bagi peserta.

“Bagaimana kau sudah ada ide?” Tanya myungsoo

“Myungsoo-ah, aku benar-benar bingung. Terlalu banyak tanaman disini, lebih baik aku menyerah saja”

“YAK! Apa kau ingin teman-teman mu itu terus meremehkanmu eoh? Dan apa kau tetap ingin mendengar hinaan dari ayahmu itu hah?” bentak myungsoo

Myungsoo, aku tak pernah melihatnya semarah ini. apa aku membuatnya kecewa?

“Yasudah kalau memang kau tak bisa, apa boleh buat. Sepertinya aku tak akan pernah mampu untuk membawamu dari keterpurukan”

Mianhae, aku akan mencoba. Kau tunggu saja di tempat tadi, aku butuh lebih banyak waktu untuk melihat semua tanaman disini.”

Ginseng, bawang putih, mengkudu…. Ah semuanya sudah pasti tahu kalau tanaman ini bisa dijadikan obat.

Kanker? Tak mungkin aku mengambil bahan tanaman yang berkhasiat mengobati kanker. Itu terlalu sulit untuk diaplikasikan kepada makhluk hidup. Aku harus mencari tanaman yang digunakan untuk penyakit kecil. Flu? Itu terlalu ringan, batuk juga…

Sudah 15 menit, aku memutari tempat ini namun aku belum menemukan tanaman yang kujadikan sebagai bahan karya ilmiah.

Lidah buaya? Untuk maag? Joengmal?

Yang aku tahu lidah buaya itu berkhasiat sebagai laksativ dan menyuburkan rambut. Apa kandungan lidah buaya itu terdapat alkali sehingga bisa menetralkan asam lambung yang berlebih?

 

Author POV

 

Gadis cantik itu menyunggikan senyuman manisnya, ada sesuatu yang membuat ia selalu saja tersenyum. Dia melangkahkan kakinya untuk mencari seseorang yang telah merubah jalan pikirannya, sampai pada akhirnya myungsoo yang sedang duduk di sebuah rumah kayu itu ditemukan oleh gadis tersebut.

“Myungsoo-ah, aku menemukannya!”

“Apa kau tahu apa saja khasiat dari lidah buaya?” lanjut yoeja cantik itu

“laksatif, menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes, pelembab kulit, penyubur rambut, dan masih banyak yang lainnya. Kenapa memang?”

“Ah, kau tak tahu kalau lidah buaya juga bisa menyembuhkan maag?”

“maag? Jinjja? Sepertinya tak ada kandungan yang bisa menetralkan asam lambung, hanya ada… aloctin? Apa bisa?” Tanyanya antusias yang menyebutkan salah satu kandungan lidah buaya

Solma, Myungsoo… aku akan menjadikan lidah buaya sebagai bahan karya ilmiahku. Eotthe? Simple kan? dan bisa diaplikasikan kepada manusia dan pastinya tanaman lidah buaya banyak terdapat di pekarangan rumah.”

“Wah sudah kuduga kalau kau pasti bisa mendapatkan bahan yang brilliant. Aku pasti membantumu.”

“Kalau begitu, kajja kita pulang. Aku harus segera membuat karya ilmiahku, setidaknya aku harus menyiapkan kerangkanya terlebih dahulu dan minggu ini aku harus menyelesaikan pendahuluannya.”

Arraseo, tapi aku lapar. Kau harus mentraktirku karena kau telah membuat Kim Myungsoo kelaparan menunggumu menemukan idemu itu”

“Baiklah, aku juga sudah berhutang banyak kepadamu”

^^^^^

Suzy, gadis cantik itu masih saja berkutat dengan laptop yang berada di hadapannya tersebut. kopi yang ada disampingnya sudah habis diminum, gadis itu sudah menghabiskan beberapa gelas kopi semenjak ia memposisikan dirinya diatas tempat tidurnya untuk menyelesaikan pendahuluan karya ilmiahnya. Jarum jam sudah menunjukan jam 11.30 PM, waktu yang tepat untuk memejamkan mata tapi suzy masih memaksakan kedua matanya untuk menghadap layar laptopnya.

“Hei”

“Omo! Kau mengagetkanku saja” ucap suzy karena keberadaan myungsoo yang tiba-tiba ada disampingnya

“Kau meminum kopi eoh? Kau ingin begadang?”

“Ne, aku harus menyelesaikan teori dasarnya malam ini agar aku bisa cepat menyelesaikan pendahuluan.”

“kau tidak ada tugas?”

“ada, tapi itu dikumpulkan minggu depan. Jadi aku bisa menundanya”

“Mana tugasmu? Aku akan mengerjakannya”

“eiyyy, tak usah. Tugasnya mudah jadi aku akan menyelesaikannya sendiri. Kau sudah banyak membantuku”

“Sudahlah, ini juga jadi tanggung jawabku” ucap Myungsoo sambil mengobrak-abrik tas suzy yang berada di atas meja belajar suzy

Setelah menemukan apa yang namja itu cari, ia langsung mengambil alat tulis yang berada di atas meja belajar suzy dan langsung duduk di kursi sambil membuka-buka buku tebal yang kini ada dihadapan Myungsoo.

“Kau benar-benar membuatku merasa berhutang” Gumam Suzy yang tak dianggapi oleh Myungsoo

Selang beberapa menit myungsoo selesai menyelesaikan tugas suzy, ia segera melihat kearah suzy yang berada diatas tempat tidurnya.

“Ck, rupanya caffeine yang terdapat di kopi tak bisa membuatmu bertahan” Ucap Myungsoo yang mendekat kearah suzy yang tertidur dengan posisi menelungkup kearah laptopnya.

Myungsoo membenarkan posisi suzy agar gadis itu bisa tertidur dengan posisi yang baik. Setelah itu ia melanjutkan pekerjaan suzy yang tertunda karena suzy cukup kelelahan untuk melanjutkan karya ilmiahnya yang sedang digarap.

“Kau sudah bekerja keras untuk semuanya, aku pasti selalu membantumu” Gumam Myungsoo sebelum memberikan kecupan hangat dikening suzy.

Myungsoo memindahkan laptop keatas meja belajar agar ia bisa mengerjakan pekerjaan suzy tanpa harus mengganggu suzy yang sedang tertidur.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu kamar suzy yang membuat myungsoo khawatir akan keberadaannya. Ia langsung bersembunyi sebelum ia meng-save dan meng-shut down laptop suzy.

Suara langkah seseorang terdengar memasuki kamar suzy. orang tersebut merupakan ayah suzy yang memastikan kalau putrinya sudah terlelap.

“maafkan ayah, ayah memang belum bisa menjadi yang kau inginkan. Semoga keputusan ayah membuatmu lebih dewasa” gumam namja paruh baya itu

Myungsoo yang mendengar dibalik gorden hanya bingung akan apa yang dibicarakan ayah suzy.

Keputusan? Memang nya apa yang sudah diputuskan ayah suzy? Batin myungsoo

 

Suzy POV

 

Beginilah hidupku, memulai hari dengan sarapan bersama orang tuaku setelah itu aku pergi ke kampus dan setelah itu aku melanglang buana ke tempat manapun yang aku suka. Namun kali ini ada sesuatu yang harus aku kerjakan, aku akan mencoba untuk membuat waktu luangku menjadi waktu yang berharga. Myungsoo, lagi-lagi lelaki itu membuatku berharap lebih. Semalam selain mengerjakan tugasku, dia juga membantu menyelesaikan teori dasar karya ilmiahku. Apa itu bentuk rasa kasihannya terhadapku? atau dia merasakan rasa seperti yang aku rasakan terhadapnya? Apa aku terlalu mengharapkan lebih dari lelaki yang selama ini bersikap baik padaku? Pernyataan besar yang selalu aku tanyakan adalah, kenapa dia selalu berbuat baik kepadaku? Dan hal itu lah yang membuatku terus meminta hal yang lebih dari nya, aku ingin ia selalu ada di sampingku tak peduli ia menganggapku sebagai apa. Yang terpenting dia selalu menemaniku, menemaniku mengarungi semua keterpurukan ini.

“Ayah ingin berbicara sesuatu yang penting setelah kau pulang kuliah”

“Penting? Baiklah, aku pulang mungkin sekitar jam 3 sore.”

Ayah mengajakku berbicara sesuatu yang penting? Apa dia ingin mengatakan lagi kalau aku merupakan putri yang tak bisa dibanggakan olehnya lagi? Molla… semoga aku bisa mengarungi hari ini dengan baik.

~~~

Aku berjalan menelusuri koridor kampus, sebenarnya waktu kuliahku jam 10 tapi aku ingin pergi ke perpustakaan dulu untuk melanjutkan penyusunan karya ilmiah ku.

“Suzy?”

“Kau Suzy, FK 2011 kan?”

“Kau tak ingat aku eoh? Aku Choi Jinri, teman SMA mu tapi memang tak pernah sekelas sih namun kita pernah menjadi partner sewaktu kita sama-sama menjadi panitia acara pensi sewaktu dulu”

Aigoo… mian, aku lupa. Iya, aku ingat! Kau kan yoejachingu nya Minho sunbae hehehe”

“Kau juga kuliah disini? Kedokteran juga?” lanjutku

“Ne, tapi aku tak mungkin mengambil jurusan tersulit itu hehe. Aku di fakultas teknik, tepatnya jurusan arsitektur”

Arsitektur? Itu salah satu jurusan yang aku inginkan. Dulu juga aku sempat ingin masuk jurusan tersebut namun ayahku tak pernah menyetujui hal tersebut

“Ah itu… aku akui kedokteran memang tersulit. Oh iya bukankah gedung kampus kita berbeda, lalu kenapa kau bisa ada disini?”

“Aku ingin bertemu dengan Kim Myungsoo, bukankah kau kenal dekat dengannya?”

“Ne, mungkin bisa dibilang begitu. Memangnya ada perlu apa?”

“Kau tak usah khawatir, aku hanya ingin menyampaikan pesan Minho Oppa. ada hal penting yang Minho Oppa berikan untuknya. Apa aku bisa memberikan ini melaluimu?” jinri memberikanku barang yang entah apa isinya, barang tersebut seperti kado karena terbungkus rapi. Aku jadi penasaran apa yang ada didalam kotak ini.

Tadi dia bilang aku tak usah khawatir? Memangnya wajahku terlihat seperti itu eoh?

“Cha, aku pergi dulu. Gomapta karena telah membantuku, Suzy-ssi”

Aku hanya melihat gadis itu langsung pergi setelah memberikan kotak ini. apa ya isinya? Kenapa Minho sunbae memberikan ini kepada Myungsoo?

“Kau sudah terima dari Jinri?”

Aku menoleh kearah samping, ternyata Myungsoo sudah berada di dekatku.

Ige, katanya Minho sunbae menitipkan ini” myungsoo malah mengajakku ke tempat duduk yang berada di taman kampus.

“Coba dibuka” Ujarnya

Aku langsung membuka kotak ini, dan setelah aku buka ternyata isinya daun lidah buaya yang masih segar. Lidah buaya? Apa myungsoo?

“itu untukmu. Kau bisa mempraktekannya terhadap pasien di rumah sakit ayahmu. Pasti banyak pasien penderita maag kronis yang dirawat”

“Aku ingat Minho memiliki pekarangan yang terdapat tanaman lidah buaya yang banyak, maka dari itu aku menghubunginya dan memintanya” Ucap myungsoo yang seakan tahu pikiranku yang dipenuhi banyak pertanyaan

Lagi-lagi dia membantuku. Myungsoo, tolonglah jangan membuatku berharap lebih darimu …

“Kenapa kau berbuat seperti ini kepadaku? Kenapa kau selalu membantuku?”

“Suzy-ah… kau kenapa? Bukankah ini sudah menjadi hal yang biasa eoh?”

“Myungsoo, cukup sampai disini. Aku tak mau terus bergantung kepadamu. Biarkan aku mandiri dan menjalani segala sesuatu dengan kemampuanku, dengan begitu aku bisa yakin kalau aku memang bukan orang yang bodoh” cerocosku tanpa sadar yang membuat Myungsoo kaget setelah mendengar perkataanku

Aku melihatnya hanya menundukkan wajahnya lalu menghela nafasnya dengan berat “Arraseo, aku senang kalau kau bisa percaya diri. Aku pergi dulu”

Apa yang aku lakukan? Kenapa aku malah begini? Pasti myungsoo… ah ani, perkataanku sudah benar. Aku tinggal melanjutkan segala sesuatunya dengan sendiri tanpa bantuannya lagi. Lagipula dia juga memiliki banyak hal yang harus dia kerjakan. Pasti aku bisa!

Aku langsung melangkahkan kakiku menuju perpustakaan.

Wah ternyata perpustakaan ini lengkap juga, aku mendapatkan bahan yang banyak tentang lidah buaya dan maag. Tapi apa aku juga harus membahas khasiat lain dari lidah buaya juga ya? Ah  harusnya aku tanyakan ini kepada myungsoo…

Myungsoo? Ternyata namja itu benar-benar berarti buatku huft …

“Wah Suzy-ah… kau sudah membulatkan hatimu untuk mengikuti kompetisi ini?” aku menoleh kepada orang yang mengajakku berbicara. Aku tahu suara ini suara Jieun, ternyata gadis ini memang penunggu perpustakaan ini ckck

Ne, Jieun… aku boleh meminta bantuanmu kan?” Tanyaku ragu

“Tentu, aku pasti akan membantumu.”

Gomawo

Ternyata Tuhan masih berpihak kepadaku, buktinya Dia memberikan orang baik kepadaku seperti Jieun.

 

Author POV

 

Selesai mengurusi urusannya di kampus Suzy langsung pulang ke rumahnya, hal yang tak biasa ia lakukan. Itu dikarenakan ayahnya yang ingin berbicara hal yang penting terhadap Suzy.

Kedua kaki jenjang gadis tersebut terlihat memasuki sebuah ruangan yang dindingnya dihiasi dengan poster-poster mengenai organ tubuh manusia. Suzy ditelpon oleh ayahnya agar bertemu di rumah sakit ayahnya.

Mian, karena harus menyuruhmu kemari” ucap lelaki paruh baya yang notabeneny adalah ayah dari gadis cantik ini

“Bagaimana semester pendekmu?” lanjutnya yang mulai berbasa-basi membuat Suzy menunjukan wajah tak sukanya

“Baik, setidaknya aku mencoba untuk memanfaatkan kesempatan ini. ayah, sebenarnya apa maksud ayah ingin menemuiku? Tak seperti biasanya ayah menemuiku dan mengajak berbicara seperti ini. apakah ada hal yang penting?”

“Ayah ingin kau bisa sukses, Ayah tak punya siapapun selain dirimu, jadi ayah ingin kau menjadi putri ayah yang bisa meneruskan perjuangan ayahmu ini. ayah sudah siapkan semuanya untuk kepindahanmu ke Jerman. Ayah sudah titipkan dirimu kepada kerabat ayah disana, disana kau bisa belajar dengan baik jadi ayah harap kau tak akan menolak permintaan ayah”

Hening, itulah suasana di dalam ruangan tersebut. suzy hanya terdiam setelah mendengar perkataan ayahnya tersebut. entah apa yang harus ia katakana, baginya ini adalah sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Ayah tahu kalau Myungsoo mendapat beasiswa untuk belajar disana.” Lanjut lelaki paruh baya tersebut

“Ayah ingin kau seperti Myungsoo, setidaknya jika kau mengikuti langkahnya Ayah akan tenang karena Myungsoo bisa menjagamu dengan baik”

Suzy masih tak memberikan suaranya untuk merespon perkataan ayahnya. Ia masih tak percaya kalau ayahny aakan berbuat hal yang membuatnya merasa menjadi orang yang tak berguna

“Apa ayah berusaha ingin membuangku?”

“Aku juga punya hati dan keinginan, kalau ayah terus menerus memaksa seperti ini aku akan bersedia mengundurkan diri menjadi putri Tuan Bae.” Ucap Suzy lalu gadis itu langsung keluar dari ruangan tersebut.

Ayahnya pun hanya terdiam, ia hanya tak ingin putrinya menanggung penderitaan. Sebagai ayah, ia ingin Suzy menikmati kehidupan yang baik seperti saat ini. ia tahu kalau hidup pasti tak akan berjalan secara mulus. Dan ia pun tahu kalau sebentar lagi ia tak bisa terus menerus menjaga putrinya dengan baik.

—–

Entah apa yang ada dipikiran gadis itu, dia berjalan tanpa tujuan. Ia merasa kalau hidupnya memang tak pernah berarti, bahkan keluarganya sendiri pun tak menginginkan kehadirannya. Sampai ia terduduk di bangku dekat pertokoan, Suzy melihat anak kecil yang sedang bersama ayah anak kecil tersebut. dan itu malah membuatnya mengingat perkataan ayahnya.

Suzy POV

 

“Appa, jika aku besar aku ingin menjadi penyanyi agar aku bisa terkenal seperti PSY” ucap anak kecil itu kepada ayahnya. Aku lihat ayahnya hanya menganggukan kepalanya dan mengusap lembut pucuk kepala anaknya.

Dulu aku juga pernah merasakan apa yang dirasakan anak kecil itu. Dulu, ayah selalu memanjakanku dan selalu menuruti semua permintaanku tapi kini…

Apa aku benar-benar tak bisa dibanggakan? Kenapa semua orang meremehkanku bahkan ayahku sendiri pun tak menginginkanku berada disampingya.

Sudah jam 8 malam, aku sangat lelah karena sedari tadi aku berjalan kaki menelusuri pertokoan ini. aku hanya ingin mengenang masa kecilku, ketika aku masih menjadi putri manja ayah.

Ponselku terus saja bordering sehingga memaksaku untuk menonaktifkan benda berlayar ini.

Tiit tiit

“Suzy-ah”

Nugu? Ck, myungsoo. Lelaki yang selalu menjadi pahlawan ini. aku benar-benar muak dengannya! Dia selalu saja mengasihaniku. Aku tahu pasti ayah menyuruhnya untuk mencariku.

“Yaaa… apa kau tuli?”

Aku terus saja berjalan tanpa menghiraukan perkataannya dan dia pun mengikuti langkahku dengan masih mengendarai motornya sampai ia menarik paksa lenganku.

“Kau! Berhentilah menjadi anak kecil hah!” teriaknya

“Aku? Kenapa ? apa kau sekarang berniat untuk menjadi kaki tangan ayahku eoh? Pergilah, aku tak ingin diganggu oleh siapapun”

“Suzy-ah, aku minta maaf jika perkataanku menyakitimu. Ayahmu tak menyuruhku untuk mencarimu, tapi inisiatifku sendiri”

Cukup myungsoo… aku tak mau terus berharap lebih kepadamu!

Akhirnya dia pergi juga, aku tahu dia tak tulus kepadaku. Hah, lagi-lagi aku mengharapkan sesuatu yang tak mungkin aku dapatkan darinya. syukurlah, aku menemukan bangku lagi jadi setidaknya aku bisa meregangkan otot-ototku karena sejujurnya tadi aku sangat lelah terus berjalan dengan cepat karena myungsoo.

“Kau lelah? Ige..” aku menoleh kearah samping dan ternyata Myungsoo sudah berdiri dengan tangannya yang terjulur memegang kaleng softdrink yang mengarah kepadaku.

“Kau kira aku menyerah eoh?” tanyanya yang ikut duduk disampingku.

“Ambillah, aku lelah kalau harus memegang kaleng ini” dia langsung menarik tanganku dan meletakkan kaleng tersebut di telapak tanganku.

“Ayahmu mengkhawatirkanmu. Kau tahu kan kalau kau ini putri semata wayangnya?”

“Dia tak pernah mengharapkanku. Bahkan dia berniat membuangku”

“Kenapa pikiranmu sedangkal itu eoh?”

“Kau tahu? Bahkan aku ingin memiliki ayah seperti ayahmu, ayahku lebih kejam. Dia meninggalkanku demi mengabdikan dirinya sebagai dokter di sebuah desa. Sedangkan ayahmu, dia selalu menuruti kemauanmu dan ia juga ingin putrinya bisa menjadi dokter yang handal dan ingin menyekolahkanmu di Jerman”

“Kau sudah tahu?” dia hanya menganggukan kepalanya.

“Aku harus belajar dengan mati-matian agar bisa mendapatkan beasiswa itu tapi dirimu bisa mendapatkannya dengan mudah karena Ayahmu. Lalu apa yang kau sesali? Bukankah hidupmu sangat sempurna?” Ucap Myungsoo seraya menatap kedua mataku. Aku melihat ketulusannya, caranya melihatku bukan seperti orang yang mengasihani

“Aku tahu mimpimu bukan menjadi dokter tapi apa salahnya kau mewujudkan mimpi kedua orang tuamu yang selama ini telah merawatmu sampai kau tumbuh menjadi gadis secantik ini.”

Blush. Aku yakin wajahmu sudah semerah buah tomat. Ya, harusnya aku bersyukur karena telah menjadi gadis yang cantik tapi apa dengan wajahku yang cantik ini kau bisa menyukaiku?

“Jangan pernah menyakiti kedua orang tuamu. Dia hanya ingin hal terbaik untuk putrinya. Mereka tak bersalah hanya cara berpikirmu yang sedikit menyimpang. Jika kau tak menjadi dokter, lalu rumah sakit ayahmu bagaimana? Apa akan tutup dengan sebegitu mudahnya jika ayahmu tak ada lagi di dunia ini? apa kau tega menghentikan semua impian ayahmu dan bagaimana dengan orang-orang sakit yang selama ini menyenderkan hidupnya dengan mengandalkan rumah sakit ayahmu sebagai harapan mereka? Lalu orang-orang yang bekerja disana…”

“Cukup Myungsoo… kenapa kau jadi sebawel ini? aku tahu tapi aku masih belum menerima semuanya, aku hanya belum siap kalau harus jauh dari mereka lagipula aku belum bisa membanggakan mereka.” Aku mengusap kasar air mata yang tiba-tiba turun dari kedua mataku. Aish, kenapa aku secengeng ini…

“Uljima… kau akan terlihat jelek. Lalu apa lagi yang bisa kau banggakan jika kau jelek?” ejeknya

“Kajja, kita pulang. Aku harus membawa putri cantik ini ke istana” ujarnya sambil menarikku agar aku berdiri

“Yaaa… kau mengejekku?” Myungsoo hanya tersenyum menanggapiku lalu berlari. Kenapa senyumannya terlihat semakin indah di mataku? Ah ani, kau tak boleh begini, Bae Suzy …

“Myungsoo, bukannya kau membawa motor?”

“Hemm, untung saja aku memiliki teman di sekitar daerah ini jadi aku menitipkan motorku di rumahnya.”

“Wae? Lalu kenapa tak diambil?”

“Aku lebih memilih berjalan dengan putri daripada naik motor, kesannya lebih romantic kan?”

“Ck, tak lucu!”

“Memangnya aku sedang bercanda eoh? Aku serius dan kau harus tahu akan hal itu” ucapnya dengan tatapannya yang tajam

Aku hanya terus berjalan tanpa menanggapi perkataannya.

“Suzy-ah, kau tetap akan meneruskan karya ilmiahmu itu kan? aku hanya menyarankan kalau sebaiknya kau tetap ikut itu dan jika kau menang pasti ayahmu akan bangga terhadapmu”

Molla, kita lihat nanti saja”

Dia menarik lenganku, sekarang apa lagi yang ia ingin katakan eoh?

“Aku hanya ingin kau bahagia, entah apa yang kau putuskan aku tetap mendukungmu. Selama itu membuatmu senang”

Myungsoo-ah …

Author POV

Ini adalah hari dimana pengumpulan karya ilmiah tersebut, Suzy pun mengambil keputusan bahwa ia akan tetap mengikuti kompetisi karya ilmiah ini. jika dia gagal dalam kompetisi ini mau tidak mau ia harus mematuhi kemauan orang tuanya. Sebelum diputuskan juaranya, panitia memilih 5 peserta yang memiliki karya ilmiah dengan cara penulisan dan tema terbaik yang nantinya ke-5 peserta tersebut harus mempresentasikan hasil karya tulisnya. Pengumuman 5 besar tersebut akan diumumkan esok hari melalui pesan yang akan dikirimkan ke masing-masing peserta dan presentasi karya ilmiah akan dilaksanakan lusa sehingga mau tidak mau semua peserta harus mempersiapkan presentasi tersebut

“Ah selesai. Walau aku kalah toh aku tetap pergi ke Jerman”

Suzy, gadis itu sedang bersama Jiyeon. Jiyeon memang sudah kembali dari liburannya karena semester baru sudah dimulai. Jiyeon tak henti-hentinya bercerita tentang liburannya di kampong halamannya sampai-sampai Suzy bosen mendengar cerita sahabatnya tersebut. suzy pun akhirnya bercerita kalau sebentar lagi ia akan meninggalkan Korea dan hal itu malah membuat Jiyeon menangis.

“Jiyeon-ah, kan masih ada yang lain.. kau tahu kan Jieun? Dia menjadi teman baikku selama kau liburan. Kau nanti bersahabat dengannya saja, bahkan ia sangat pintar dan bisa menemani hari-harimu ini”

“Ck, aku tak butuh yang lain. Hanya kau yang tahu tentang fashion terkini, kalau kau tak ada nanti model bajuku pasti akan biasa-biasa saja”

Mwoya? Jadi hanya karena itu? Jahat sekali kau!”

“Tidak juga, kau kan sering mentraktirku jika aku memberikan contekan tugasku kepadamu dan hadiah-hadiah yang selalu kau terima dari para namja yang menyukaimu biasanya kau akan memberikannya padaku”

Jinjja? Bahkan itu terdengar sangat kejam, Park Jiyeon!”

“Kau pikir aku sekejam itu? Suzy-ah… aku pasti akan kesepian, ayahmu jahat sekali. Ah, chankaman… jangan-jangan kau juga akan dijodohkan dengan Myungsoo sunbae eoh?”

“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Jika ayahku begitu pasti Myungsoo langsung menolak” Ujar Suzy dengan raut muka yang lesu

Neo… apa menyukainya?”

“ah i..tu.. a..ku”

“Bingo, kau mana mungkin menolak pesonanya emm? Keundae apa dia juga menyukaimu?”

“Jiyeon-ah, aku juga bisa sadar diri”

“Maksudmu? Kau itu primadona fakultas ini, Bae Suzy yang notabenenya sahabatku. Kau bisa lihat kan para namja banyak yang mengidolakanmu. Bisa jadi Myungsoo sunbae juga menyukaimu secara diam-diam. Hati manusia tak ada yang tahu kan?”

I’m stupid and all of people know this

“Definisi pintar itu berbeda-beda. Kau pintar dalam mendesain, tapi kau kurang dalam urusan akademik. Memang kebanyakan orang lebih menerima pengertian pintar dalam hal akademik, tapi itu tak berlaku bagi orang yang menjalani hidup dengan rasa bukan hanya dengan otaknya saja.”

Kedua gadis cantik itu masih terus berbincang-bincang sebelum mereka berpisah untuk jangka waktu yang lama

Pada malam hari Suzy sedang bersiap-siap untuk keberngkatannya ke Jerman sampai eommanya memanggilnya untuk makan bersama.

Suzy heran melihat kedatangan keluarga Myungsoo yang sudah duduk rapih di ruang makan rumahnya.

“Salamlah kepada paman dan bibi” suruh Ny.Bae

Kedua keluarga itu pun selesai makan malam bersama dan dilanjutkan dengan obrolan garing yang membuat Suzy bosan.

“Suzy, Myungsoo… ada hal yang ingin paman sampaikan. Mungkin Myungsoo sudah tahu akan hal ini tapi Suzy baru akan diberitahui sekarang.” Ucap Tuan Kim selaku ayah dari Myungsoo. Tuan Kim baru saja kembali dari tugasnya kemarin. Dan ia berencana untuk membantu Tuan Bae dalam mengembangkan rumah sakit Tuan Bae.

“Kalian… sudah kami jodohkan” suzy yang mendengar hanya bisa mendengus kesal, pasalnya ini adalah kemungkinan yang tadi siang ia bicarakan dengan Jiyeon dan kemungkinan ini malah terjadi di malam hari.

“Diam berarti setuju” Ujar Tuan Bae yang membuat Suzy tambah dongkol

“Sudah kuduga kalau selama ini kalian memiliki perasaan satu sama lain” lanjutnya

Suzy POV

 

Skenario apalagi ini? kenapa aku hidup bagaikan boneka seperti ini? apa hidupku akan begini terus hah? Selalu diatur oleh orangtuaku bahkan orang yang aku cintaipun sudah ditentukan oleh mereka.

Myungsoo… aku memang suka dengannya, tapi apa dia juga merasakan hal yang sama sepertiku? Kenapa dia tak menolak perjodohan ini? ah , aku tahu jawabannya. Dia mana mungkin menolak ayahku, ayahku itu bak Hitler yang bersifat otoriter! Tapi setidaknya, sebelumnya dia membicarakan hal ini.

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun karena hari ini ada kuliah pagi, aku buka ponselku yang sejak tadi berdering.

Jiyeon? Pagi-pagi begini di asudah menanyakan apakah aku masuk kedalam 5 peserta terbaik. Huh!

Dan ini ada nomor yang tak dikenal…

Selamat, kepada Bae Suzy dengan NPM 11.D40046.

Anda masuk kedalam 5 peserta terbaik, bersiap-siaplah untuk presentasi esok hari

-Panitia KKI-

 

Mwo? Apa ini benar? Aku masuk kedalam 5 peserta terbaik! Aku harus memberitahukan hal ini kepada Myungsoo. Ani, Myungsoo sudah menyembunyikan rahasia perjodohan itu dan aku tak mau berbicara dengannya. Ah, Jiyeon…

Aku langsung bergegas menuju kampus tanpa sarapan terlebih dahulu. Eomma yang menyiapkan sarapan hanya melihatku bingung, aku tak peduli dengan teriakannya menyuruhku untuk sarapan terlebih dahulu

Pantas saja kampus masih sepi, ini baru jam setengah 8. Jiyeon pun belum datang. Aku lapar sekali, kalau sepagi ini kantin dan café pun belum buka. Lebih baik aku menunggu di koridor gedung A saja.

“Suzy-ah…” aku menolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang memanggilku

“Myungsoo?”

Dia langsung duduk disampingku. Aku  masih kesal terhadapnya dan ia malah bersikap seperti biasanya setelah mengetahui perjodohan kami.

Chukkae, kau masuk kedalam 5 peserta terbaik. Kau bisa membuktikan kepada ayahmu, aku tahu hal ini karena temanku menjadi panitia dalam kompetisi ini”

“Tadi, eomma mu bilang kalau kau terburu-buru ke kampus dan tak sempat sarapan. Memangnya ada perlu apa kau datang sepagi ini?” lanjutnya dan aku masih diam tak memberikan jawaban

“Kau marah padaku? Mian…

Myungsoo memegang lenganku agar aku bisa menoleh kepadanya.

“Suzy-ah, aku hanya mencoba untuk menghargai paman yang sudah kuanggap seperti ayahku sendiri dan aku rasa cinta bisa datang seiring berjalannya waktu”

“Apa kau menyukaiku? Ah, pasti kau tak menyukaiku.”

“Aku menyukaimu”

“Aku tak perlu kebohongan lagi darimu. Aku sudah lelah menjadi boneka ayahku, aku juga ingin mengikuti kata hatiku sendiri” aku menatap Myungsoo, entah kenapa aku merasa kalau perkataannya tadi benar-benar dari hatinya tapi egoku menolak itu karena pada dasarnya myungsoo memang hanya menganggapku sebagai temannya, atau maksimalnya hanya jadi sahabatnya.

“Baiklah, kalau itu maumu. Aku akan bicara kepada paman untuk menolak perjodohan ini. dan tetap ikuti kata hatimu itu”

Myungsoo langsung pergi. Apa ada yang salah dari perkataanku? Aku mencintainya tapi aku tak bisa dijodohkan seperti ini. myungsoo juga berhak bahagia dan menentukan pasangannya sendiri.

Kuliahku sudah selesai tapi aku tak mau pulang ke rumah, ayah pasti akan membahas tentang perjodohan. Myungsoo, lelaki itu pasti sudah mengatakan semuanya pada ayah.

Harusnya, hari ini menjadi hari yang paling bahagia karena teman-temanku di kelas memberiku selamat dan mengakui kalau aku bisa menaklukan kompetisi ini. sebelumnya aku selalu diremehkan tapi kini mereka sudah mau mengakui kelebihanku. Jiyeon dan Jieun pun tak henti-hentinya memberiku selamat dan mereka akan membantuku agar presentasiku lancar dengan baik.

Drrrt drrrt. Telepon dari Myungsoo? Huh..

“yoboseo”

“Suzy, pulanglah… aku tahu pasti kau tak mau pulang, kalau kau tak pulang aku akan lebih merasa bersalah”

“Hemm. Kau tak bersalah”

“Ayahmu sudah menghentikan perjodohan ini dan aku sudah bilang kepada ayahmu bahwa kau masuk kedalam 5 besar. Dia sangat senang, maka dari itu pulanglah… aku akan menjemputmu”

“Terserah kau saja”

Klik

AAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Kenapa ini malah membuatku semakin stress, bukankah ini yang aku inginkan agar Myungsoo bisa menikah dengan gadis yang ia cintai. Aku tak boleh egois, ini memang yang terbaik dan Myungsoo akan tetap menjadi sahabatku. Setidaknya aku masih tetap menjadi orang yang dekat dengannya.

Myungsoo datang dengan motornya dan aku langsung menaikki motornya. Di dalam perjalanan kami saling membisu, kenapa dia bersikap seperti ini? biasanya Myungsoo selalu mengoceh disetiap kami jalan bersama.

 Ceklek

“Aku pulang…”

“Suzy-ah, chukkae!!! Ayah bangga kepadamu. Myungsoo sudah menceritakan semuanya pada ayah. Dan ayah pun tak bisa memaksakan semua kehendak ayah, mianhae…”

Gomapta, aku merasa senang jika aku tak mengecewakan ayah lagi. Aku lelah, aku ingin ke kamarku dulu”

Sudah satu jam aku berdiam diri di kamar, bahkan aku belum menyiapkan dengan matang presentasiku untuk esok hari.

Tok tok tok

“Suzy-ah, ada Myungsoo ingin menemuimu” ucap Eomma.

Myungsoo? Apa dia sudah kembali menjadi Myungsooku? Baguslah, jadi aku tak usah khawatir lagi.

“Myungsoo, ah syukurlah kau kemari. Kau tahu aku benar-benar gugup untuk presentasiku besok. Kau mau kan membantuku? Kau pura-pura menjadi juri, ne?”

Aku sudah siap dengan lembaran-lembaran rangkuman karya ilmiahku. Myungsoo pun telah siap mendengarkan presentasiku.

Sudah 10menit, aku menyelesaikan presentasiku tapi Myungsoo masih tak membuka suaranya untuk mengomentari penampilanku.

“Myungsoo? Gwenchana?”

“ah…iya, kau sudah selesai?” tanyanya dengan mata yang tak focus

“Sudah 10menit yang lalu. Kau ada masalah? Ceritakan padaku, tapi sebelum itu kau harus mengomentariku dulu”

“Emm… kalau begitu, bisa kau ulangi presentasimu?”

“Myungsooooo!!!!”

“Hehe mian”

 

Baiklah, aku memulai mempresentasikan karya ilmiahku lagi di depannya. Dia terlihat mencatat sesuatu, pasti aku melakukan banyak kesalahan.

“Cha, aku akan mengomentarimu. Pertama, slide presentasimu itu sangat membosankan. Kedua, suaramu terlalu lembut dan membuatku mengantuk dan terakhir, kau terlalu pelit untuk menyunggingkan senyumanmu. Bagaimana juri akan memilihmu bila kau begini eoh?”

“Lalu aku harus membuat slide yang bagaimana? Bantu aku ne..”

Sudah 2 jam Myungsoo ikut merevisi slide presentasiku. Dia memang cerdas, pantas saja dia dikagumi semua orang bahkan aku pun mencintainya. Kenapa aku harus mencintaimu? Keputusanku sudah benar bukan untuk menolak perjodohan ini?

“Coba kau latihan lagi dengan slide yang sudah kuperbaiki.”

Aku mencoba berlatih lagi di depannya dan Myungsoo tersenyum puas melihatku.

Good job, ini baru Bae Suzy!!!”

“Myungsoo-ah, gomawo” aku memeluknya, aku senang sekali kalau akhirnya aku bisa melalui ini semua. Tinggal setahap lagi dan semuanya akan membuat ayahku bangga. Aku sadar kalau sebagai putri semata wayangnya aku harus membahagiakan orangtuaku.

“Aku ikut bahagia jika kau bahagia, maka tetaplah menjadi dirimu sendiri sekalipun ayahmu terus memaksamu. Jangan pernah mengikuti hal yang dapat menyiksamu sendiri”

saranghae” lanjutnya

Saranghae? Myungsoo mencintaiku? Aku melepas pelukanku, myungsoo menatapku dengan tulus. Perlahan tangannya mengusap kepalaku dengan lembut.

Jalja… semoga besok kau berhasil. Fighting!!! Aku pulang dulu”

Perkataannya tadi, mungkin itu hanya delusiku. Ah sudahlah, lebih baik aku tidur agar besok aku tak terlambat

Author POV

 

Senyum cantik terlihat dari wajah putih gadis tersebut, orang-orang yang berpapasan dengannya pun langsung memberikan selamat atas keberhasilannya. Suzy, yang dulu dikenal dengan gadis cantik yang pabo sekarang berubah menjadi gadis cantik yang brilliant. Dia berhasil menjadi juara pertama didalam kompetisi karya ilmiah yang diadakan oleh fakultasnya.

Sedaritadi dia mencari Myungsoo, Suzy ingin mengucapkan banyak terimakasih pada lelaki tampan itu.

“Myungsoo ya ….” Teriak Suzy saat melihat orang yang dicarinya muncul

Grep. Suzy langsung memeluk erat Myungsoo, orang disekelilingnya hanya melihat kagum mereka berdua. Pasangan yang serasi, itulah yang ada di pikiran setiap orang yang melihat kedua manusia yang sedang berpelukan itu.

“Suzy, kau tak malu memelukku di tempat umum begini?” Ucap Myungsoo merasa canggung

Suzy akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap Myungsoo dengan tanpa menghilangkan senyumannya yang cantik.

Gomawo, aku akan mentraktirmu sepuasnya. Aku tak tahu kalau kau tak ada. Myungsoo-ah, kau benar-benar pahlawan bagiku”

“Kalau begitu bagaimana kalau nanti sore kau mentraktirku?”

Arra, aku sungguh bahagia Myungsoo…”

Sesampainya di rumah Suzy langsung disambut oleh ayah dan ibunya. Orang tuanya sungguh tak menyangka jika putrinya bisa sehebat ini. suzy pun merasa senang karena pada akhirnya dia bisa membuktikan ini kepada orangtuanya, mulai dari saat ini ia akan mengabdikan dirinya di dunia kedokteran. Ia berjanji akan membuat orangtuanya selalu bahagia karenanya.

“Suzy-ah, bagaimana kalau nanti malam kita rayakan kemenanganmu ini” sahut wanita paruh baya yang sedari tadi memasang wajah bahagianya

Eomma, jangan sekarang ne? nanti sore aku sudah ada janji”

Nuguya? Pasti itu orang yang special untukmu eoh?”

“Berkatnya aku menajdi seperti ini. tentu saja dia orang yang special untukku”

Aigoo… putri eomma sudah dewasa, apa ini yang menyebabkanmu menolak perjodohanmu dengan Myungsoo? Kau sudah punya namjachingu?”

“Ah itu… emm eomma, aku mau ke kamarku dulu” ucap Suzy berusaha menghindar dari perbincangan tersebut

^^^^^

suzy sudah siap dengan kaos peachnya ditambah dengan rok remple berwarna biru muda. Perpaduan warna pastel tersebut membuatnya semakin cantik, tak lupa ia memakai bando yang berwarna senada dengan roknya.

“Siap! Let’s have fun!!!” sahutnya dengan riang

Diruang tamu Myungsoo sudah duduk manis menunggu Suzy, eomma Suzy hanya memandang Myungsoo dengan heran. Tadi siang, Suzy bilang bahwa orang yang akan ditemuinya sore hari adalah orang yang special. Namun sekarang Myungsoo sudah siap dengan tampilannya yang casual dan mengatakan pada wanita paruh baya itu bahwa ia akan mengajak Suzy jalan.

“Ah Suzy yaa”

“Eomma, aku pergi dulu ne..” ijin Suzy pada eommanya namun eommanya menarik lengan Suzy dan membisikkan sesuatu. “Jadi orang special itu Myungsoo?” tanyaya dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Suzy. suzy mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya kearah Myungsoo.

Myungsoo mengajak Suzy ke kedai ice cream yang biasa mereka datangi. Kali ini Myungsoo membawa mobilnya, ia tak mau berdebu ria dalam perjalanan yang menyenangkan ini.

“Suzy, apa kau tak menyukai seseorang?” Tanya Myungsoo. Suzy yang menyuapi sesendok ice creamnya langsung meringis. Ia tak tahu apa yang ia harus jawab.

“Kata orang, jika kita mencintai seseorang kita harus mengatakannya yah walaupun orang tersebut tidak menanggapi keberadaan kita”

“Sebentar lagi kan kau akan melanjutkan kuliahmu di Jerman, jadi kau harus mengatakan perasaanmu pada namja yang kau cintai”

Suzy hanya diam, dan pura-pura tak mendengar apa yang didengarkannya. Ia hanya sibuk menyuapkan ice creamnya.

“Kau tak menanggapiku? Aku tahu semua namja yang kau sukai dulu tapi sekarang kau tak pernah bercerita. Ayolah, nanti aku bantu lagipula namja yang kau sukai itu pasti akan senang jika selama ini ada seorang gadis cantik yang sudah menyukainya”

“Kau menghinaku eoh? Lalu bagaimana denganmu? Kau juga tak pernah bercerita tentang kehidupan cintamu huh”

“Aku kan sduah mengatakannya semalam, kau tak dengar hem?”

Suzy POV

 

Semalam? Solma… myungsoo mencintaiku? Mana mungkin, aissh bagaimana ini? yaa… apalagi yang akan dilakukan bocah ini… kenapa ia malah mendekatkan wajahnya padaku?

“Kau itu kalau makan seperti anak kecil”

Mwo?” ternyata ia hanya membersihkan noda ice cream disekitar bibirku. Aku rasa pipiku sudah seperti tomat yang berwarna merah merona.

“Bagaimana? Aku kan sudah bilang, tapi lagipula aku kan masih tetap bersamamu beda denganmu yang mungkin namja yang kau sukai itu tidak akan ada di Jerman”

“Kau menyu..kai..ku?”

“Kau tak sadar eoh? Aigoo… ternyata perasaanmu sangat tak peka. Karena itu aku tak menolak perjodohan itu ya karena aku menyukaimu” ucapnya dengan lancar sambil mengelapkan tissue pada bibirnya.

Dia itu menyatakan perasaan seperti sedang presentasi saja, mana ada orang yang begitu! biasanya jika orang yang mengatakan cinta itu pasti akan gugup. Dia pasti hanya bercanda

“Kau tak percaya denganku?”

“Mana bisa kupercaya omonganmu itu, aku sedang tidak mood untuk bercanda”

“Baiklah, nanti akan kutunjukkan biar kau percaya. Sekarang cepat bayar, aku akan mengajakmu ke tempat lain”

Aigoo… baru kali ini aku dengar pernyataan cinta yang amat sangat tidak romantic begini bagaimana bisa aku percaya! Huh! Kenapa Myungsoo selalu membuatku mengharapkan hal yang lebih?

Dia membawaku ke tempat perkebunan yang sewaktu itu dia pernah mengajakku. Namja ini benar-benar tak waras rupanya, cukup tahu kalau Myungsoo berkeinginan untuk menjadi petani sepertinya.

“Kenapa kita kemari?”

“Aku ingin kau percaya kata-kataku. Sudah ikuti saja aku”

Ini memang jalan menuju perkebunan tanaman obat-obatan sewaktu itu tapi Myungsoo membawaku kearah samping dari tempat perkebunan ini. sebenarnya tempat ini tidak bisa dikatakan sebagai perkebunan juga karena ini berupa sebuah ruangan besar yang biasa kulihat di tv yang disebut perkebunan tanaman hidrolik.

“Myungsoo, ini sudah gelap. Bagaimana kalau kita pulang saja…”

“Tidak mau, kalau kau pulang pekerjaanku akan sia-sia”

Wah ternyata dibalik perkebunan kecil ini ada sebuah taman yang indah.

Eotthe? Kau sudah percaya?”

“Maksudmu apa? Aku tak mengerti?”

“Oh iya sebelum itu, kau harus katakan siapa namja yang kau sukai! Yah walaupun itu terdengar sanngat menyakitkan bagiku”

“Buat apa aku mengatakan, toh namja itu akan selalu bersamaku”

Nugu? Dia juga akan pergi ke jerman?”

“Ah sudahlah, aku mau pulang. Aku lelah, tadi aku bangun pagi-pagi sekali dan belum istirahat”

Myungsoo menarikku ke tengah-tengah taman bunga ini. jujur saja aku baru menginjakkan kakiku di sebuah taman bunga yang indah seperti ini. bahkan aku hanya membayangkan ini di mimpi karena aku tak percaya bahwa di kota sepadat ini akan ada taman bunga.

Ditengah-tengah taman ini terdapat dua kursi dan satu meja, di meja tersebut sudah ada makanan dan minuman yang sungguh menggiurkan.

“Duduklah” suruh Myungsoo

“Emm… apa boleh aku berharap kalau namja yang kau sukai itu aku?”

“Myungsoo…”

“Aku sungguh menyukaimu, ah ani.. aku mencintaimu oleh karena itu aku menerima perjodohan ini dan aku selalu membantumu. Aku hanya ingin membuatmu bahagia, aku tahu aku sedang berharap sesuatu yang tak pasti, sekarang kau percayakan dengan perkataanku?”

Ternyata selama ini cintaku tak bertepuk sebelah tangan, Myungsoo juga menyukaiku. Sekarang aku tak hanya berharap, ini memang kenyataan.

“Apa kau tak bisa bersikap lebih romantic? Ini pernyataan cinta yang sangat garing yang pernah aku alami” ucapku mencairkan suasana canggung

“Yaaaa…. Ini menurutku sudah romantic. Emm, would you like to be my girlfriend? Ah, aniyo… would you like to be my wife?

 

Yes, I would” jawabku mantap

2 years later

 

Kim Myungsoo menyebalkan, awas saja jika ia sudah ada didepanku. Aku akan memukulnya… sudah setengah jam aku menunggunya di café ini. pasti dia masih sibuk dengan pasien-pasiennya. Kalau begini terus, aku akan bilang pada ayah kalau Myungsoo tak boleh menjadi dokter tetap di rumah sakit.

“Chagiya…”

“Yaaaa… kau mau mati hah? Aku sudah menunggumu lama dan kau datang dengan wajah semanis itu cish, menyebalkan!”

“Kau tahu kan pasien…”

Arra, kau pasti akan beralasan itu lagi!”

Aku sudah kembali ke Seoul. Aku dan Myungsoo sudah lulus kuliah dan Myungsoo masih menjadi dokter magang di rumah sakit di daerah gangnam. Aku juga masih magang di sebuah rumah sakit namun Myungsoo sudah setahun magang dan setelah itu dia akan menjadi dokter tetap yang akan direkrut oleh ayahku.

Seminggu lagi pernikahanku akan dilaksanakan dan sekarang kami akan menuju butik untuk fitting gaun pengantin.

“Suzy-ssi, silahkan masuk… coba kau pakai gaun ini, jika belum cocok kau bilang saja ne?” myungsoo pun berganti baju sama sepertiku.

“wah yeppuda…”

Suzy

 

“Mwo? Kau sudah ganti pakaian juga. Kau terlihat sama saja hehe”

“Tak apa, yang penting kan calon istriku ini sangat cantik”

Emm kebiasaan, Myungsoo seperti vampire jika aku mengenakan baju dengan model pundak yang terbuka. Dia terus mencium pundakku dan akhirnya dia melumat bibirku dengan lembut. Aku suka caranya memperlakukanku, sikapnya membuatku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.

Myungsoo POV

 

Aku tak tahan jika melihat Suzy memakai pakaian yang memperlihatkan leher jenjangnya. Aigoo, kalau begini caranya aku akan menikahinya besok pagi saja. Gaunnya sangat indah, sangat pas di tubuh Suzy yang ideal. Entah kenapa akhir-akhir ini pikiranku selalu konslet dimulai dari orangtua kami merencanakan pernikahan kami, rasanya ingin selalu berada didekat Suzy dan terus merasakan wangi strawberry yang bisa menjadi aroma terapiku ini.

“Myungsoo…” tangannya perlahan mendorong pundakku, dia mulai kehabisan nafas tapi inilah yang aku suka, disaat seperti ini aku bisa terus menggodanya kkkk~

“Panggil oppa

“Emm.. Oppa, jebal” aku melepaskan bibirku tapi aku melanjutkan pekerjaanku dan mengecup lehernya hehehe

 

“Aigoo… ah mian, aku tak tahu kalian sedang… maaf telah mengganggu”

Aishh, pegawai ini mengganggu saja..

Ani, oh iya ini sepertinya sudah cocok di tubuhku. Dan Myungsoo juga sudah pas dengan tuxedonya.”

“Kalau begitu, kami pamit pulang”

Pernikahanku akan menjadi hari yang sangat special. Seminggu lagi mimpiku akan menjadi kenyataan. Aku memang sudah mencintai Suzy dari sekolah menengah, hanya saja aku masih belum berani jika harus mengatakan perasaanku pada saat itu. Suzy selalu menganggap dirinya orang yang bodoh namun sebenarnya dia tak menyadari potensinya itu. Dia terlalu malas dengan bidang kedokteran, mimpinya itu menjadi arsitektur yang akan membangun rumah impiannya. Tapi semuanya bisa teratasi karena aku akan selalu ada disisinya, aku akan kembali membangun mimpinya menjadi arsitektur walau dia menjadi dokter tapi dia masih bisa menjadi arsitektur yang akan membangun rumah kami.

FIN

ending yang kacau, maaf kalau endingnya tak memuaskan hehe. pengen buru-buru nyelesein twoshoot dulu baru deh nulis yang ff chapter. saran dan kritik monggo dishare = ]

Advertisements

64 responses to “[Twoshoot] Am I a Fool? -End-

  1. woah aku suka aku suka, akhirnya aku udah nunggu lama kelanjutan ff ini thor..
    endingnya daebakk thor, good job thor.

  2. WOOOOOWWWWW… DAEBAAAAAAAKKKK!!!!!
    Akhirnya dilanjut juga. 🙂
    Sumpah kreeennnn thor.
    Aku suka ide ceritanya. Pendidikan n romance. Coba aja dibikin jadi drama korea. Pasti seru tuh.
    Kan jarang ada FF MyungZy yg ide critanya kayak gini. Aku suka banget. 🙂
    Akhirnya MyungZy mau nikah. Hihiiiiiiiiiiiii

  3. DAEBAAAAAAAKKK! ! !
    Akhirnya dilnjut jg FF ini,,aku udh nungguin bnget loh ni FF,,,,
    akhirny happy ending dan Myungzy akhirnya mau nikah,,,,aaahh seneng bnget,,

  4. aiss….suzy bkin myung deg degan ja…..
    DAEBAK…..pling suka klo happy end…..
    dtunggu new ff slnjutnya…..

  5. puas puas,, seru ,,
    akirnya cinta suzy terbalaskan, myungsoo juga mencintai suzy,,
    tp lucu pas myungsoo nyatain cintanya suzy tak sadar bahwa myungsoo menyatakan perasaannya,,,haha,,,
    sampai di ulang untuk memperjelas haha

  6. Memuaskan…longshoot lagi, joa. .joa ^^
    Waaah…banyak pesan moral yg didapat dri ffnya.
    Segala sesuatu yg kita impikan memang bisa jadi nyata jiga kita bersungguh2 menekuni’a. Myungsoo good boy, bener2 jadi motivator buat Suzy. Finally Suzy dpt membanggakan n membahagiakan orangtua’a 🙂
    Aigoo. .smpet sedih deh pas perhodohan MyungZy dibatalin, untung Myung gentleman mengakui perasaan’a yg sebenar’a buat Suzy. Dan pada akhirnya MyungZy bakalan jadi suami istri 😀
    Omo..gak nyangka ternyata Myung yadong juga 😮 :p
    Well done author-nim (y) 🙂
    Nice Ff ^^ Ditunggu project ff slanjut’a.
    Keep Writing n Hwaiting~

  7. sangat bagus kok thor ending’a n keseluruhan’a. Cerita’a keren, tp kalo dikuatin kata motivasi, mungkin brguna jg bwt para readers. Seneng juga akhir’a myungzy brsatu, d’tunggu ffmu yg lain.

  8. Huwaaa, kereeen
    Ternyata Myungsoo juga sama Suzy? Ya ampuun, Myungsoo jangan yadong kenapa wkwk
    Ditunggu next ff thoor 🙂

  9. keren min..
    akhirnya suzy bsa menjalani hdupnya walau dya ga’ jd sepert yg dia inginkan dulu….
    suka bangett sma endingnya…!

  10. akhirnyaa stelahh hampir lumutan nungguin ffnya udh klwr jgaa 😀

    ih seruu deehh, pngenn punyaa temenn yaang kayaa myung ahh 🙂

    hwaiting thorr 🙂 smgaa idenyaa buat ff myungzy gaa pernahh abiss 😀

    Myungzy jjaang 😀

  11. Suka sm ceritanya thor…romancenya dpt byk pesan moral jg yg di dpt ^^
    Wlpun longshoot tp gak berasa soalny ceritanya menarik, lucu jg pas ngebayangin myunpa yg nyatain cinta sm suzy tp ngomongnya kayak lg persentasi hehe
    Suka jg sm kalimat myungpa yg terkhir “tapi dia masih bisa menjadi arsitektur yang akan membangun rumah kami“ sweet thor hehe
    Ditunggu ff lainnya ^^s

  12. ahh Myungsoo sweet banget;3
    Myung selalu ada buat Suzy..
    Jadi sebenernya manusia tuh beneran gak ada yang bodoh.
    ahh mereka manis banget.. Myung selalu aja yadong-__-
    DAEBAK THOR~

  13. Waaaahhhh!! Endingnya kereen bangettt ngetttt ngettt!!:D
    banyak pelajaran yg bisa di ambil dari ff myungzy yg satu ini..
    Daebak thor.. Mian yahh aku telat baca sama commentnya. Hehehe^^ next ff ditunggu banget loh thor.. Fighting ne..
    Author jjang! Myungzy jjang!:)

  14. Keren kok thor wlaupun emng kyaknya kurang pas endingnya..tp ttep keren apalagi ke yadongan myung he he,,wahhh ditunggu ff chapternya thor 🙂

  15. bgus kk…
    kk aku anak KIR di sma aku, aku boleh ngambil inpsirasi dari crita kk ini yaitu lidah buaya aku bkalan neliti ulang pa bener lidah buya bsa nyembuhin maag dan aku bklan bikin karya ilmiah tentang lidah buaya kyak d crita kk boleh nggak kk klw kk boleh aku bklan mulai nelitinya bsok tpi klw kk nggak bleh aku nggak jdi neliti maaf y kk klw ngerasa aku plagiatin pemikiran kk. aku cma dpet inpsirasi aja dri crita kk ttng ldah buaya dan aku bru tau klw lidah buaya itu bsa ngilangin skit maag. mksih kk

    • iya boleh, tp emang kurang umum klo lidah buaya buat maag biasanya buat laksatif (pencahar). aku jg nemu dr internet soalnya selama bljr tntng lidah buaya blm pernah denger klo bisa buat maag.

  16. ia tpi aku udh dpet stu info lgi klw gel ldh buaya itu jga bsa buat ngobati luka, sma bkas lka bkar soalnya di jga mengandung antiseptik menurut kk udh bnya yg tau bloem maanfaat ldh buaya buat obt luka sma maag “mhon bntuannya y kk soal nya aku bru mencoba meneliti hehehe”

  17. iya, lidah buaya emang bnyk khasiatnya. malah terkenalnya sbg antiseptik, kecantikan (mnghilangkan jerawat dll).
    di lidah buaya bnyk mngandung bahan organik dan vitamin, itu yg ngebuat dia punya bnyk khasiat.
    klo buat penelitian lingkup SMA menurutku mending yg buat antiseptik atau mnghilangkan jerawat tp klo ke maag jg boleh hehe
    klo mau tanya2 lebih mention ke aku aja, yoo sukses yaa…

  18. wahhh keren..!!
    happy ending…^^
    myungzy slalu brsatu… myungzy jjang!!
    bnyak plaajran d’ff in, dri mnfaat ldah buaya, trus kta gk blh mndang orng hnya dri skill yg trlht aj, trus jngan mksain khendk kta pda orng lain…
    keren ff’ny… author jjang!!

  19. nice story kak!!!jjang!!!!! finally happy ending. huhu,walaupun agak lama tapi akhrinya selesai juga. kk,disini saya baru menemukan karakter suzy yg kompleks banget,keren. author sukses banget b ikin karakter suzy lebih hidup di chapt ini walaupun saya agak ga setuju disini suzy jd *maaf* pabo yeoja. dan kyaaa surprise banget bahwa ternyata myungsoo juga cinta sama suzy! uhuuuu
    big chukkae for this ff dan marriying mr.pothograper! sukses buatnext ff nya 🙂 fighting^^~

  20. Eish…keren banget eonn, berkat myungsoo suzy bisa jadi kayak gitu..pengorbanan myungsoo besar banget ya, aigoo sayang suzy gak peka-peka hehe
    akhirnya dia bisa buat orangtuanya bangga..dan akhirnya suzy myngsoo bisa bersatu!! Daebak eon, author emang jjang sama kayak myungzy keke
    ditunggu ff yang lainnya eon,gamsha neeeee

  21. Seneng banget sama alurnya apalgi waktu puncaknyaa suzy juara di lomba ilmiah….suzy jjangg…

  22. keren nih suka suka suka 🙂
    suzy udah buktiin sama keluarganya kalo dia bisa myung berperan penting bgt ya dalam hidup suzy kayanya hehee

  23. suka sama ceritanyaa!!!!
    myung tahan nafsumu itu aigoo :3 wkwk
    kenapa ff nya tamat lagi sebelum menikaaah haaah 😦 ingin liat mereka pas punya anak wkwk *pikiran reader ngaco hehehe
    eon semangat ne!!!!

  24. wkwk~ myungsoo jadi vampir? ahaha kata-kata itu bener-bener bikin aku ketawa ngakak 😀
    suka banget nget nget sama ceritanya! duh romantis banget!!!!
    akhirnya cinta keduanya terbalaskan, johahae~ ^^

  25. Wah chukae suzy,,kamu berhsil membanggakan semua org.. Eh ternyata myungsoo jg selama ini suka sm suzy mlahan lebih lama dripada yg dikira aaa mereka mau minkah!!!

  26. For newest news you have to go to see internet and on the
    web I found this site as a finest web site for latest updates.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s