A Person Like Me (Chapter 3)

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: Chapter || Genre: School-life, family, romance || Rating: PG-13

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

 butterfly-soft-pastel-colours (3) copy

part 1 : https://confessionofhanna.wordpress.com/2013/03/30/a-person-like-me-chapter-1/

part 2 : https://confessionofhanna.wordpress.com/2013/04/16/a-person-like-me-chapter-2/

Preview

“Kau bahkan memiliki sifat yang sangat angkuh dari yang kuduga, Suzy-ssi!” Ujarnya tajam dengan matanya yang tepat menatap ke pusat kedua bola mata Suzy. Gadis itu bergetar hebat, sebelumnya ia tak pernah menerima perlakuan seperti ini.

Samar-samar terdengar pintu ruangan ini terbuka lebar…..

“YAK! Apa yang kau lakukan hah?” Terdengar teriakan dari balik pintu ruangan ini

“Suzy-ah, gwencana?” Lanjut lelaki tersebut

Author POV

Gadis cantik itu langsung berjalan kearah lelaki yang sepertinya datang untuk mencarinya.

“Minho, bawa aku pergi dari sini” Ujarnya dengan wajah ketakutan

Sedangkan pria tampan yang ada di hadapan Minho dan Suzy hanya tersenyum aneh

“Suzy-ssi, bukankah kau ingin membujukku kan? Apa nyalimu cukup sampai tadi saja eoh?” Ujar Myungsoo meremehkan gadis cantik tersebut

“Sebenarnya apa yang kau maksud? Apa kau tak lihat wajahnya begitu ketakutan hem?” Minho berusaha untuk mencari masalah apa yang dihadapi temannya

“Suzy, sebenarnya ada apa?” Tanya Minho

“Ani, aku pulang dulu. A..ku ingin istirahat” Ujar Suzy dan ia langsung berlari keluar dari ruangan tersebut

“Sebenarnya ada apa diantara kalian?”

“Tsk, bukankah kau teman dekat yang satu-satunya ia punya?” Balas Myungsoo

“Aku bukan teman dekatnya, aku namjachingunya”

“Oh, bagus. Berarti kau lebih tau dia segalanya kan? Gadis angkuhmu itu sungguh membuatku terganggu!” Ujar Myungsoo dan langsung berlalu dari hadapan Minho

———–

Minho POV

“Oh, bagus. Berarti kau lebih tau dia segalanya kan? Gadis angkuhmu itu sungguh membuatku terganggu!”

Aku masih mengingat perkataan lelaki itu. Tidak mungkin kalo Suzy membuat masalah, gadis itu bahkan tak pernah membuat orang lain merasa kesusahan karenanya. Dia itu begitu baik dan tak pernah merepotkan orang lain dan dia merupakan gadis yang sangat mandiri.

“Aissshh gadis itu ternyata aku belum mengenal sepenuhnya. Ck!”

“Kau kenapa?” Ujar Taemin, teman sekamarku

“Gwenchana”

“Tsk, aneh. Apa kau memikirkan yoejachingumu itu ya? Kalau aku jadi dirimu, sepertinya aku langsung memutuskannya saja. Kau itu berpacaran atau tidak sih? Atau kau berpura-pura ya?” selidik Taemin

“Aku satu-satunya namja yang ia kenal dengan dekat. Apa itu tidak cukup untuk meyakinkanmu? Sifatnya memang begitu tapi sebenarnya dia sangat mencintaiku”

Taemin yang mendengar hanya bergidik ngeri, aku juga tak mau berbicara hal sekonyol itu. Jika Suzy mendengarnya pasti dia langsung membunuhku.

“Sudahlah aku mau tidur duluan” Ucap Taemin. Aku pun mengikutinya untuk tidur karena besok aku harus bekerja lebih keras untuk mengetahui masalah yang terjadi antara Suzy dan anak baru itu.

Aku melihat Suzy sedang berjalan beriringan dengan teman satu kelasnya. Baguslah, ternyata dia bisa memiliki teman juga berarti kalau Suzy tak mau bilang masalahnya dengan anak baru itu aku bisa menanyakan hal itu pada temannya.

Kulihat Suzy sedang memesan makanan di kantin dan aku melihat temannya yang sudah duduk di bangku kantin, inilah kesempatanku untuk menanyakan kepada temannya.

“Chogiyo…”

“Ne, kau memanggilku?”

“Ne, kau temannya Suzy kan? Boleh aku bertanya padamu?” dia sepertinya sangat ramah, buktinya dia bersedia untuk aku tanyai

“Suzy emm… apa dia punya masalah dengan anak baru di kelasnya?”

“Maksudmu Kim Myungsoo?”

“Aku tak tahu namanya, yang jelas kemarin aku melihat mereka bertengkar tentang sesuatu. Mungkin kau mengetahui sesuatu. Ah Suzy menuju kemari, kalau begitu aku pergi nanti aku akan menanyakannya lagi dan jangan beritahu Suzy kalau aku menanyakan hal ini ya

Fiuh hampir saja ketahuan …

Ponselku bergetar aku lihat Jinri menelponku. Tumben sekali dia meneleponku…

“Yoboseo”

“Minho, kau sedang bersama Suzy tidak?”

“Kau menelponku hanya untuk menanyakannya eoh? Sopan sekali hemm”

“Aish, bukan begitu… aku juga akan bersekolah ditempatmu dan Suzy. Oleh karena itu tadi aku sebelum menghubungimu aku menghubungi Suzy tapi ia tak mengangkat teleponku. Hari ini aku kembali dari Jepang, kau mau menjemputku kan?”

“Kau akan tinggal disini? Pasti, aku menjemputmu. Kau sampai jam berapa?”

“Jam 4 sore, jangan lupa kau ajak gadis sombong itu ne?”

“Arasseo”

 

Akhirnya dia kembali…

Suzy POV

 

Mwo? Tadi Jinri meneleponku… aku langsung menghubunginya, dia teman baikku selain Minho. Dari kecil kami sudah berteman. Aku sangat rindu dengannya, setelah lulus sekolah menengah dia pindah ke jepang mengikuti eomma dan appanya. Hanya dia satu-satunya teman dekatku, maka dari itu walaupun kami berpisah kami tetap saling menghubungi satu sama lain.

 

“Jinri-ah, kenapa kau meneleponku?”

“Tsk, apa kau melupakanku? Tega sekali kau tak mengangkat teleponku”

“Ayolah… ada apa sebenarnya?”

“Jam 4 sore jemput aku di Incheon ne?”

“Kau sedang liburan? Baiklah, aku pasti menjemputmu”

“Ani, aku kembali Suzy-ah hehe… aku juga tadi menghubungi si katak gila dan dia juga akan menjemputku, jadi kau nanti pergi bersamanya ne? Sudah ya, aku sedang bersiap-siap”

“Ne, baiklah”

 

“Suzy-ah”

“Kajja kita ke kelas, sebentar lagi masuk”

“Oh ne”

Ternyata memiliki teman di kelas tak buruk juga, Jieun sangat baik padaku. Setidaknya ini membuatku merasa nyaman, lalu bagaimana dengan urusanku dengan Myungsoo ? aku belum menepati janjiku kepada yang lain kalau aku bisa membujuknya.

Di kelas tadi, aku tak sengaja bertatapan mata dengan Myungsoo. Dia masih menatapku dengan tajam, sepertinya di dalam otaknya memang ada yang tidak beres. Aku masih ingat sewaktu dia baru sehari menjadi anak baru, Myungsoo masih bersikap ramah padaku tapi kini? Apa karena tema itu? Apa dia memiliki masalah dengan keluarganya oleh karena itu ia menolak keras ideku. Hal ini harus kuberitahukan pada yang lainnya, bagaimana akan latihan jika salah satu orang dari kelompok tidak setuju dengan ide yang sudah ditetapkan.

“Jieun, bisakah setelah sekolah kita berbicara tentang tugas kelompok itu?”

“Tentu saja, apa kau sudah berhasil membujuknya?”

“Hal itu yang akan aku bicarakan, jangan lupa ajak yang lainnya kecuali Myungsoo”

Shin sonsaengnim sudah datang dan menghentikan obrolanku dengan Jieun, ini pelajaran yang tak kusukai. Dance, menurutku itu sangat tak penting seharusnya di dalam jurusan yang kuambil ini tak seharusnya pelajaran ini ada. Aku memang sekolah di sekolah khusus kesenian tapi aku mengambil jurusan music. Karena di dalam drama musical itu harus ada acting dan tari jadi kedua pelajaran itu dimasukkan di dalam jurusan music. Padahal di jurusan acting, menyanyi tak dimasukkan ke dalam kurikulum mereka, ini sungguh tak adil!

“Kali ini Sonsaengnim akan mengajari sedikit tentang tango dance. Mungkin kalian sudah sering mendengarnya kan?”

“Sonsaengnim, bukankah itu dilakukan secara berpasangan?” Tanya salah satu teman kelasku

“Ne, maka dari itu sonsaengnim akan membagikan kalian. Jumlah kalian ada 20, untung saja murid perempuan dan lelaki pas karena ada murid baru. Jadi kalian jangan protes untuk pembagian kelompok ini ne? Yang tidak setuju bisa keluar dari kelas ini”

Mwoya? Mana bisa seperti ini eoh? Kami juga sudah membayar sekolah ini, mana bisa guru semudah itu mengeluarkan murid dari kelas! Lalu aku akan berpasangan dengan siapa? Membayangkan saja aku tak bisa, tarian tango itu kan sungguh menjijikan. Tarian itu seperti yang dilakukan Taecyeon 2pm di album terbaru itu kan? Aku benci tarian itu, aku tak suka idolaku menari seperti itu bersama wanita. Dan sekarang aku harus melakukan tarian ini dan entah dengan siapa!

“Sonsaengnim, apa tak bisa jika pasangan kita itu sesama? Emm maksudmu perempuan dengan perempuan ataupun sebaliknya?” Tanya Jieun

“Apa kau seorang penyuka sesama jenis?” Tanya balik Shin sonsaengnim dengan sinis membuat semua murid tak ada yang berani menanyakan sesuatu lagi. Guru ini benar-benar tak memiliki perasaan, aku lihat Jieun hanya menundukkan kepalanya.

“Agar adil, kalian mengambil nomor di dalam wadah ini. Jika ada yang mendapatkan nomor yang sama maka itulah pasangan kalian, jika didapatkan oleh sesama peremuan atau laki-laki maka kalian harus bertukar. Kalian mengerti? Cha, dimulai dari Sungyeol” tunjuknya pada Sungyeol yang duduk di depan. Aku duduk dibelakang, pasti aku kedapatan yang sisa.

Semuanya sudah dapat pasangan masing-masing hanya tersisa 4 orang dan itu aku, Myungsoo dan 2 orangnya lagi aku tak tahu pasti nama mereka.

“Min ah dan Yonguk berarti tersisa Suzy dan Myungsoo. Maka kalian berpasangan”

Berpasangan dengan lelaki itu? Yang benar saja? Aku tak mau, kalau yang lain mungkin aku masih mentolerir tapi dia? Lelaki keras kepala itu ck, menyebalkan!

“Aku akan memperlihatkan video tentang tarian tango ini. Kalian ikuti gerakannya dan aku akan mengecek satu-satu jika ada yang salah aku akan membenarkan” ucap Shin sonsaengnim

Aku melihat gerakan tarian itu, pertama-tama si lelaki memegang pinggang si wanita. Aku lihat semuanya sudah mengikuti gerakan yang ada di video hanya Myungsoo yang masih berdiam diri. Shin sonsaengnim melihat kearah kami dan langsung menuju kemari, dia menarik tangan Myungsoo dan membawa tangan Myungsoo menempel ke pinggangku.

“Cha begini, kalian harus mengikutinya dengan baik”

Lalu gerakan selanjutnya adalah si wanita memegang leher si pria. Aku ada ide, daripada aku harus mengulurkan tanganku ini lebih baik aku menarik kerahnya saja.

“Yaaa!!!” pekik Myungsoo

“Ini lebih bagus daripada harus memegang lehermu itu. Kau juga singkirkan tanganmu! Kau menarik seragamku saja, Shin sonsaengnim pasti mengira kalau kau sedang memegang pinggangku”

Akhirnya ideku ini berhasil, aku ikuti gerakan selanjutnya dengan baik tanpa harus merasakan tangannya. Gerakan selanjutnya pun aku ikuti dengan baik. Disaat kelas dance, kami memang memakai seragam seperti seragam olahraga namun celananya berbeda karena celana seragam untuk pelajaran ini hanya sepanjang lutut dan kaosnya yang berkerah dengan warna orange muda bercampur dengan warna merah muda.

“Selesai. Sekarang kalian berlatih sendiri-sendiri. Setengah jam lagi aku akan memanggil kalian berpasangan, kita adakan tes dadakan untuk tarian ini”

Gawat! Kalau begini berarti trik ku tadi tak akan mempan, eotthoke?

“Sudahlah, kita berlatih dengan cara yang semestinya lagipula aku tak akan tertarik denganmu” ucap Myungsoo seakan tahu apa yang kupikirkan.

“Cish, arasseo. Siapa pula yang berpikiran seperti itu” aku melihat kearah yang lainnya dan mereka melakukan tarian dengan baik, sedangkan aku dan Myungsoo sangat kaku. Setidaknya aku harus mendapatkan nilai yang bagus untuk tes dadakan ini.

“Yaa… kau bisa tidak gerakanmu itu tidak kaku?” Ucapku padanya yang sedang meminum air

“Bisa saja, tapi jarak kita harus lebih dekat lagi. Kau tidak lihat mereka bisa begitu karena jarak mereka memang dekat, menempel seperti itu” ujarnya sambil menunjuk kearah pasangan Jieun dan Sungjong

Benar juga keundae itu berarti aku harus berjarak dekat sekali dengannya. Astaga mimpi apa aku semalam, kemarin baru saja aku dibentak-bentak dengan namja itu dan sekarang aku harus berjarak kurang dari 10 cm. Kehidupanku sepertinya berubah semenjak ia ada disini

“Bagaimana? Kalau tak mau juga tak apa tapi ya nilai kita akan kecil, dan aku akan menyalahkanmu”

“Ck, baiklah kalau bukan karena nilai aku juga tak mau”

“Menurutmu aku merasa diuntungkan karena ini? Aku juga tak mau kalau harus berdekatan dengan kulkas berjalan sepertimu”

Aish, namja ini harus ku beri pelajaran! Bisa-bisanya dia berani mengataiku seperti ini.

Grep. Myungsoo menarikku kedalam dekapannya, bahkan ini kurang dari 5cm, apa harus sedekat ini? aku bahkan bisa merasakan wanginya yang seperti permen mint yang biasa aku makan. Aigoo, pikiranku sudah gila…

“Nah seperti ini baru benar” ujarnya yang mulai menggerakan badannya.

Myungsoo POV

 

Nyaman, kenapa aku bisa merasakan kehangatan di dalam dekapannya ini? Aku seakan tak ingin melepaskannya. Kami menggerakan tangan kami kesamping lalu keatas mencoba mengikuti alunan music yang sedang diputar. Dia pun ikut mengikuti gerakanku dengan baik.

“Wah daebak!” kudengar suara teman kelasku, entah siapa yang dikatakannya hebat. Aku hanya peduli terhadap gerakanku ini, aku mencoba memberanikan diri untuk menatap manik matanya yang indah.

Indah? Ya, aku akui gadis ini memiliki mata yang indah. Aishh, kenapa aku jadi seperti ini?

“Myungsoo”

“Apa?”

“Lepaskan aku, musiknya sudah berhenti”

“Wae? Tak apa, kita bisa merasakannya lewat hati. Agar kita bisa menggerakkan tubuh kita dengan indah”

“Kau bicara apa hah?” dia memaksa melepas tanganku yang bertengger manis di pinggang rampingnya.

“Kau tak lihat Shin sonsaengnim sudah kemari eoh? Lihatlah kedepan dan lihat ke segala arah, kita menjadi tontonan gratis tsk!”

Aigoo… apa yang aku lakukan? Kenapa aku jadi tak sadar begini…

“Myungsoo yaa… kau sepertinya terbawa suasana ne?” goda Sungyeol.

“Baiklah karena sudah dari 15 menit, Sonsaengnim akan memanggil kalian”

—–

Selesai sudah sekolahku hari ini. Entah kenapa aku ingin cepat-cepat pulang ke dorm. Seperti ada sesuatu yang salah semenjak pelajaran dance selesai.

“Myungsoo, kau langsung pulang kan?” Tanya Sungjong

“Ne, kenapa memangnya?”

“Ani, kalau begitu aku duluan ya. Sampai jumpa besok” aku hanya menganggukan kepalaku. Aku lihat Suzy berjalan keluar bersama Jieun, rupanya sekarang dia bisa beradaptasi dengan baik.

Kenapa aku jadi memikirkan yoeja itu?

Aku juga ikut keluar kelas, sebelum itu aku pergi ke toilet sebentar untuk mencuci wajahku, mungkin setelah ini pikiranku akan kembali waras.

“Oh Myungsoo…” sapa Sungyeol  yang juga berada di sekitar toilet

“Ne, kau belum pulang?”

“Ah itu… aku setelah ini juga akan pulang, bagaimana kalau kita ke dorm bersama?” ajak Sungyeol dan aku menyetujuinya

Sepanjang perjalanan menuju dorm Sungyeol terlihat sedang memikirkan sesuatu. Lelaki ini tak seperti biasanya bersikap aneh

“Kau kenapa?”

“Sepertinya ada sesuatu yang tertinggal di kelas. Aku akan kembali ke kelas, kau duluan saja ne?” ucapnya.

“Baiklah, aku duluan kalau begitu”

Sepertinya hari ini tidak hanya perasaanku saja yang aneh, Sungyeol juga sepertinya merasakan keanehan jika dilihat dari raut wajahnya. Berarti aku masih waras kalau begitu

Author POV

Ada 4 orang yang masih betah berada di kawasan sekolah mereka. Suzy, Jieun, Sungjong dan Hoya, mereka sedang menunggu Sungyeol yang tak kunjung datang. Setelah 10 menit, mereka memutuskan untuk menunggu di kantin. Sungjong pun sudah mengirimi pesan kepada Sungyeol agar dia segera menuju ke kantin.

“Hosh .. hosh … mian, aku terlambat” Sungyeol terlihat berlari menuju kantin, bisa dipercaya karena ia berbicara dengan nafas terengah-engah

“Gwenchana, santai saja lagipula ini bukan untuk latihan” ucap Jieun

“Tapi Myungsoo sudah pulang kan?” selidik Suzy

“Tenang saja, kupastikan dia sudah pulang. Apa kau sudah berhasil membujuknya? Kulihat tadi di kelas dance, kau sangat akrab dengannya”

“Wah benar, pasti kau berhasil menaklukannya kan?” Sahut Hoya yang terdengar sedikit berlebihan dengan kata-katanya

“Omonganmu mengerikkan” ucap Sungjong

Suzy yang mendengar hanya mendengus kesal, kerja kelompok pasti akan begini, waktu bisa habis dengan cepat karena terus saja mengbrol dengan tak jelas.

“Dia itu batu, susah sekali dilunakkan. Kemarin, dia marah besar terhadapku dan aku belum berhasil. Jadi aku pasrahkannya kepada kalian semua, aku menyerah”

Semuanya Nampak bingung namun suzy pun cukup merasa dibebankan atas ini, pasalnya ia yang bersih keras mengambil tema keluarga dan mau tak mau ia harus memaksakan yang lain untuk menerima idenya itu.

“Sebenarnya aku ada ide tapi sedikit agak ekstrim” celetuk Jieun

“Sebut saja” Sahut Sungyeol

“Jadi begini, ah ini pasti menyangkut kehidupan pribadinya Myungsoo. Mungkin kita harus menyelidiki keluarganya, sepertinya dia memiliki masalah yang berat dengan keluarganya”

“Kalau sudah seperti itu, aku tak mau ikut campur.” Ujar Suzy

“Sepertinya ini masuk akal, kalau begitu aku yang akan menyelidikinya. Mungkin dimulai dari mencari tahu biodatanya di administrasi sekolah setelah itu kita bisa dapat alamat rumahnya”

“Aku juga akan menyelidikinya. Mungkin lebih baik para namja saja yang menyelidiki keluarganya dan untuk Suzy & Jieun lebih baik kalian menyusun konsep dari tema yang sudah kita usung” Ujar Sungyeol

“Baiklah aku setuju.” Jawab Jieun, Suzy pun mengangguki hal tersebut

“Emm sepertinya aku harus pergi duluan, aku harus ke bandara untuk menjemput seseorang” Ijin Suzy kepada teman-temannya

Suzy POV

 

“Buahahahaha hahahaha” Jinri sudah aku jemput dan kini ia sedang bersamaku dan Minho. Jika sudah ada Jinri pasti Minho sangat senang sekali, sedari tadi mereka terus saja bercanda membuatku sangat bosan. Menurutku candaan mereka sungguh tak lucu tapi kenapa mereka terus saja tertawa ya?

“Yaa Suzy… kau ini sedari tadi cemberut saja, kau tak senang eoh aku sudah kembali?” Tanya Jinri

“Biasa saja, ayo kita pulang. Ini sudah malam. Bukankah kau ingin menginap di asrama sekolahku? Aku harus mengurusi perijinan dulu kepada kepala asrama”

“Yah kau sungguh tak asyik eoh” sahut Minho

“Oh ya Suzy, hari ini kita putus ne?”

“Memangnya sejak kapan kita berpacaran eoh?” tanyaku malas

“Mwoya? Kalian berpacaran?” Jinri langsung memelototkan  matanya, gadis ini berlebihan sekali

Akhirnya Minho bercerita tentang status kami yang pura-pura berpacaran. Jinri hanya tertawa karena prilaku Minho yang menurutnya sangat konyol.

“Kau bodoh atau apa? Suzy, mana mau dia kau pacari? Bahkan tipe idealnya itu sangat jauh darimu! Tipenya itu bahkan sangat bertolak belakang dengan sifatnya yang cuek”

“Waeyo? Bukankah setiap pasangan itu harus saling melengkapi? Berarti aku harus mencari namja yang sangat perhatian dan mungkin terkesan overprotective padaku”

“Ish, kau tahu orang seperti itu biasanya orang yang penuh obsesi… biasanya namja seperti itu psichopat”

“sudahlah cepat kita pulang, Minho kalau gerbang asrama sudah ditutup aku akan menyalahkanmu” minho hanya mendengus kesal dan akhirnya kami pun pulang, untung saja masih ada taxi di daerah ini.

Setelah sampai di asrama, aku langsung menuju ke ruangan kepala asrama untuk meminta ijin agar Jinri bisa tinggal di kamarku. Peraturan asrama ini sebenarnya tidak terlalu ketat, tapi untuk menerima orang lain untuk menginap disini memang harus ijin terlebih dahulu

Aku dan Jinri sudah sampai di kamarku, Jinri bilang ia ingin sekamar denganku jika ia sekolah disini. Aku juga tadi menanyakan kamar kosong kepada kepala asrama, tapi di asrama wanita sudah tidak ada kamar kosong lagi karena semakin banyaknya siswa yang tak ingin berbagi kamar. Disini memang kita boleh menentukan untuk sendiri atau berbagi kamar tergantung dari bagaimana kita bayar uang asrama itu sendiri.

Sudah jam 10, aku benar-benar mengantuk tapi kulihat Jinri masih sibuk sendiri dengan ponselnya sambil senyum-senyum tak jelas. Tinggal jepang malah membuatnya semakin gila rupanya.

“Kau sedang apa eoh?” Tanyaku sambil mengintip layar ponselnya

“Yaaa… kau tak boleh lihat!”

ish menyebalkan!!! Awas saja kau, nanti aku tendang dari kamar ini !

“Suzy-ah, apa Minho menyukai yoeja di sekolahmu?”

“Molla” ucapku datar

“Aku Tanya serius, kau marah padaku?”

“Baiklah, sebaiknya aku bilang saja padamu kalau sebenarnya aku menyukainya”

“Dia siapa?”

“Choi Minho. Tapi kau jangan bongkar rahasiaku ini ya.. aku sudah lama menyukainya, setiap bertukar pesan dia selalu saja memujiku dan itu membuatku menyukainya, dia namja idamanku”

Jadi selama ini Jinri menyukai bocah tengik itu, bagaimana bisa? Dia belum tahu kalau selama di sekolah Minho selalu bersikap manis terhadap semua yoeja, pasti Minho telah memberikan harapan kepada Jinri.

Myungsoo POV

 

Hidupku sangatlah monoton, tidak seperti dulu sewaktu aku di luar negeri. Disana, aku bisa melakukan apapun sepuasnya karena aboeji pasti tak akan semena-mena melarangku seperti disini. Disini aku harus menjaga nama baiknya maka dari itu aku harus bersikap baik kepada semua orang. Jabatannya telah membutakannya, bahkan ia mengorbankan kebahagiaan puteranya sendiri demi jabatan tingginya itu. Sudah 3 tahun aboeji diangkat menjadi salah satu mentri di negeri ini, semua temanku tak ada yang tahu karena aku pun tak mau mereka tahu. Dulu temanku sewaktu sekolah menengah pertama mengetahui kalau aku adalah putra dari seorang mentri dan itu membuat mereka berbuat baik kepadaku karena alasan tersebut. Dan sekarang aku akan menutupi semua ini agar aku tahu siapa saja yang tulus berteman denganku.

Sudah genap satu minggu aku bersekolah disini, tapi tak ada yang menarik perhatianku selain gadis batu itu. Apa gadis itu sudah menyerah untuk membujukku eoh? Ternyata dia hanya memiliki nyali sedikit, tapi kurasa dia sedang merencanakan sesuatu. Ah itu semua tak penting karena itu tak berguna untukku.

“Myungsoo… ini aku dapat dari kolong mejamu” ujar Sungyeol ketika aku baru datang ke kelas sambil menunjukan sebatang coklat dengan pita pink yang menghiasinya

“Apa aku memiliki fans? Oh gomawo, kalau kau tahu siapa yang memberikan coklat ini tolong sampaikan rasa terimakasihku ne?”

Cokelat dari siapa ini? Ini tidak beracun kan? Solma… apa ini cara lain dari gadis itu agar aku bisa luluh dengan idenya itu eoh?

Sekarang aku harus mengganti seragamku dengan seragam olahraga, selesai berganti baju aku melihat gadis itu menuju kemari. Ternyata dugaanku benar, dia belum menyerah…

“Myungsoo… setelah pelajaran olahraga selesai, aku ingin berbicara denganmu. Kau jangan menghindar ne? Jika kau menghindar berarti kau bukan namja, neo arra?”

Cish, memangnya aku takut apa?

——

Lelah sekali rasanya, untung saja ada sebotol minuman bersegel yang tergeletak di kolong mejaku. Entah siapa yang memberikan ini tapi aku sangat berterimakasih sekali padanya.

“Myungsoo… kau dapat hadiah lagi eoh?” Tanya Sungyeol

“Ne, apa kau melihat siapa yang meletakkan ini di kolong mejaku?”

“Aku lihat tapi aku tak yakin jika orang itu yang berbuat hal ini”

“Nugu?”

“Bae Suzy” jawabnya dengan ragu. Sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan. Apa benar gadis batu itu?

tbc

Advertisements

40 responses to “A Person Like Me (Chapter 3)

  1. Next thor,jgn lma2 ne,jeballll
    Bolak balik cri klanjutan nie crta,smpe bjamur nggunya.
    Kekekkekekeeee
    Seru thor,gc sbran slnjutnya.
    Fighting!!!

  2. hampir aja lupa ama ceritanya, untung keinget.. hehe..
    eh, siapa tuh fans rahasia nya myungsoo? bener suzy?

  3. eoh…ini ff lama toh…aku pikir baru.. aku komentar borongan ya..kkk
    baru baca 3 partnya langsung ngejos..
    itu bener suzy yg ngirim ngirim? ato rencana kelompokkah?
    next part d tunggu ne thor

  4. Wah..sweet deh pas MyungZy dance.
    Tertekan deh tu Myung bner2 harus menjaga image.
    Myung jangan sinis gitulah sama Suzy, akrablah dengan Suzy.
    Eh apa benar itu Suzy yg ngasih? O.o
    Next part ditunggu banget author-nim, Hwaiting~

  5. sudah ku tunggu2 akhirnya…
    bagus thor…
    aq suka waktu dance
    hehhe
    lanjut y….
    jngn berhenti lagi 🙂
    ditunggu

  6. next thorr 🙂 jgn kelamaan donk ampe lumutan nunggunya 😦

    jihh myung emng paliinggg cocooooooookkkk kalo udah di psangin ma suzy :*

    Ahh senengnyaa, pngenn mereka cpet2 brsamaa deeh 🙂

  7. Waaah ternyata kekompakan Myungzy dance tango tetep nggak meluluhkan Myungsoo ya… 😦
    Aku kurang yakin kalau Suzy yang ngasih coklat & minuman itu untuk Myungsoo
    Aku penasaran, apa yang ingin dibicarakan Suzy ke Myungsoo ya?
    Author Fighting! Ditunggu chapter 4-nya… 🙂

  8. jinjja???suzy yg menaruhny??atau hanya rencana mereka??arrgghhh penasaran thor…hehhe
    lanjut lagi ke part 4 ne 🙂

  9. Woa… bae suzy benar2 batu.
    kirain setelah kumpul dengan teman dekatnya dia akan jadi gadis yang berbeda, tapi kenyataannya sama… #ZONK keke
    but itu yang selalu ngasih kejutan buat Myungsoo benarkah suzy? sepertinya tidak #justmyopinion. semangat kaka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s