A Person Like Me (Chapter 4)

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: Chapter || Genre: School-life, family, romance || Rating: PG-13

 butterfly-soft-pastel-colours (3) copy

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

Author POV

Myungsoo tak bisa mengira kalau cokelat dan minuman yang tiba-tiba ada untuknya itu adalah pemberian dari si freezer berjalan. Membayangkannya saja ia tak bisa, Myungsoo hanya bisa terkekeh jika memang kenyataannya gadis itulah yang memberikan ini semua. Mungkin ini merupakan hal yang langka atau bisa disebut sebuah keajaiban, semua orang pasti akan kaget jika mendengar ini karena mengingat si freezer berjalan itu adalah gadis sombong sejagad raya yang hobi menyendiri dengan dunianya yang entah dimana.

“Myungsoo-ssi”

Baru saja ia memikirkan si gadis batu ini dan sekarang gadis ini sudah berdiri dihadapan Myungsoo, sesuatu yang kebetulan kan? Yups, Myungsoo akan menanyakan hal ini langsung pada Suzy.

“Ternyata kau memang belum menyerah?” Tanya Myungsoo dengan nada yang sinis

“Sebelum itu, aku akan menanyakan sesuatu padamu. Apa sekarang kau sudah mendeklarasikan diri sebagai fansku?”

Suzy yang mendengar hanya menyerngitkan dahinya, sejak kapan ia menjadi fans dari seseorang yang sama sekali ia tak sukai? Tapi bukankah ini sesuatu yang bisa menguntungkan dirinya?

“Oh fans? Mungkin. Apa kau merasa senang?” Ujar Suzy dengan senyum yang ia paksakan

 

Myungsoo yang melihatnya merasa tak mungkin, apa ini salah satu usahanya untuk membujuk lelaki ini? Tentu saja, apa lagi motif Suzy selain untuk membujuk Myungsoo agar setuju dengan idenya itu. Tapi Suzy tak tahu menahu tentang hal ini, mungkin ini perbuatan Sungyeol, Sungjong dan Hoya yang ingin membantunya.

“Aku tak peduli dengan usahamu itu. Aku juga tak sudi jika kau menjadi fansku, disukai oleh gadis batu sepertimu rasanya tak menyenangkan” Ujar Myungsoo dan langsung meninggalkan Suzy

“Yaaa… kenapa kau malah pergi? Aku belum selesai berbicara heh! Teriak Suzy yang telah melihat Myungsoo berjalan tanpa menghiraukan teriakan dari gadis itu

“Huh, batu? Mungkin kau yang pantas mendapatkan julukan itu, Kim Myungsoo” Gumam Suzy sambil meniupkan poninya tanda bahwa ia sangat kesal sekali kepada namja itu.

 

Suzy POV

Namja menyebalkan, dia pikir dia itu siapa hah? Kalau tidak karena tugas kelompok, kau tak akan membiarkan diriku berbuat hal yang menjijikan seperti itu. Membujuknya, berpura-pura menjadi fansnya, dia pikir dia putra dari presiden atau menteri eoh?

Aku lihat Sungyeol berlari menuju kearahku, pasti anak itu sudah menemukan sesuatu yang membuatnya menghampiriku.

“Suzy, aku tak menyangka jika Myungsoo adalah putra dari Tuan Kim. Maksudku Menteri Kim, ayahnya itu salah satu menteri negeri kita.”

Mwoya? Jadi dia benar-benar putra dari seorang menteri? Pantas saja dia memiliki sifat sombong tsk…

“Lalu apalagi info yang kau dapatkan dari keluarganya?”

“Aku belum tahu pasti tapi menurutku Myungsoo itu bosan dengan keluarganya yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Yang aku tahu eommanya Myungsoo juga mengurus beberapa butik dan restoran dan dia adalah satu-satunya putra Tuan Kim, jadi kita bisa menyimpulkan kalau Myungsoo jauh dari kasih sayang orang tuanya dan mungkin itulah penyebabnya ia tak mau menerima idemu.” Jelas Sungyeol dengan beberapa analisisnya yang kemungkinan benar. Pantas saja ia bersikap seperti itu, jadi aku harus bagaimana?

 

“Suzy, jika kau tak keberatan kau mungkin bisa mengunjungi eomma Myungsoo di butiknya. Aku mendapatkan informasi tentang butik yang selalu Ny. Kim datangi, kau mungkin bisa membicarakan hal ini kepadanya. Bicaralah dengan baik seperti kau berbicara pada eommamu, aku percaya kau bisa melakukan hal ini”

“Baiklah, akan aku usahakan” Jawabku pasrah. Kenapa harus aku lagi? Aku mengahadapi Myungsoo saja tak bisa, bagaimana aku menghadapi eommanya? Bukankah sifat anak dan ibu itu tidak jauh berbeda kan?

Aku bosan sekali, Jinri katanya ingin masuk ke sekolah ini dan hari ini akan mengurus administrasinya tapi kenapa aku tak melihat batang hidungnya di kawasan sekolah ini eoh? Setelah pelajaran olahraga, dilanjutkan dengan istirahat lalu aku akan masuk kelas acting. Membosankan sekali hari ini, rasanya aku rindu untuk memainkan alat itu. Aku selalu suka jika bermain alat music terutama dengan harpa. Harpa? Alat music yang menurutku sangat anggun dan kokoh, melihatnya saja membuat kesan seperti itu dan aku ingin menjadi pemain harpa professional. Aku ingin memilih sebuah orchestra yang bisa mengiringi penyanyi-penyanyi hebat dan menciptakan alunan-alunan music yang indah, namun itu merupakan sesuatu yang tak mudah dan ku pastikan suatu saat nanti aku akan berdiri di panggung besar yang memimpin ratusan pemain alat music tersebut.

“Suzy-ah, ternyata kau disini eoh? Aku dari tadi mencarimu, sebentar lagi aka nada kelas acting kan?” Tanya Jieun yang tiba-tiba datang

“Kenapa mencariku? Apa kau perlu sesuatu?”

“Ani, kau kan teman dekatku jadi aku tak nyaman jika aku tak di dekatmu” Jawab gadis mungil ini dengan senyumannya yang ceria.

Teman dekat? Aku tak menyangka jika ada teman ku yang memberiku gelar seperti itu, sejujurnya ini membuatku merasa begitu senang karena baru kali ini aku merasakan hal ini. Selain Minho dan Jinri ternyata aku memiliki teman dekat di kelasku sendiri, menakjubkan!

“Yaa… kenapa malah melamun? Kajja kita ke kelas bersama” Ajak Jieun

Entah kenapa aku merasa senang diperlakukan seperti ini, merasa dibutuhkan oleh orang lain. Apa mungkin ini yang selalu eomma inginkan? Eomma pernah bilang, jika aku sudah dewasa aku harus berbuat baik kepada siapapun. Eomma ingin aku menjadi putrinya yang selalu membuat orang lain senang. Tapi selama aku di sekolah, aku tak pernah mendapatkan teman yang tulus, teman-temanku sewaktu SD dan SMP selalu memanfaatkanku dan setelah itu mereka mengacuhkanku hingga akhirnya aku memutuskan untuk tak bergabung dengan teman-teman di sekolahku. Aku dekat dengan Jinri dan Minho karena mereka adalah tetanggaku dari kecil sehingga aku merasa mereka lah yang selama ini menjadi teman baikku.

“Kau sudah tahu kan latar belakang keluarga Myungsoo?” Tanya Jieun setelah kami sampai di dalam kelas

“Ne, apa harus aku yang melakukannya?”

“Tentu saja, kau kan cantik” Ucap Jieun yang membuatku tak mengerti, apa hubungannya kecantikan dengan itu. Buktinya Myungsoo saja tidak menghiraukanku selama ini huh.

Hwang Sonsaengnim pun datang dengan tampilannya yang wah seperti biasa, sonsaengnim memang sangat fashionable dan itu membuatnya lebih pantas untuk mengajarkan design dibanding acting. Kalau menurutku aktingnya sungguh tak menarik, dia sering membawa para pemain teater jadi kami cukup banyak mendapatkan pelajaran.

 

“Kudengar ada festival yang akan diadakan dalam waktu dekat ini bukan? Apa ada yang akan menampilkan drama musical dari kelas ini?” Tanya Hwang sonsaengnim yang reflex membuat Sungyeol mengangkatkan tangannya

“Apa tema yang akan ditampilkan?”

“Sonsaengnim ini masih rahasia, jika diberitahukan sekarang maka tidak akan membuat orang lain penasaran” Jawa Sungyeol yang diangguki oleh Sungjong yang berada disampingnya

 

——-

Sore ini aku akan mengunjungi butik Ny.Kim yang merupakan eomma dari namja menyebalkan itu. Aku lihat butiknya yang lumayan besar, bagaimana bisa aku masuk ya? Isi dari butik ini merupakan para yoeja yang terlihat wah dengan pakaian glamournya sedangkan aku masih memakai seragam. Bagaimana kalau aku tidak diijinkan bertemu dengan eomma Myungsoo.

“Agasshi, ada perlu apa kemari? Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah satu pegawai yang berada di dalam butik ini membuatku tak tahu harus menjawab apa, akhirnya aku menjawab kalau aku ingin bertemu dengan Ny. Kim. Tak disangka-sangka pegawai tersebut langsung menuju kedalam ruangan dan setelah itu aku melihat wanita paruh baya yang seumuran dengan eommaku keluar dari ruangan tersebut.

 

“Ny.Kim, agasshi ini yang ingin bertemu dengan anda. Mungkin nona ini adalah temannya Tuan Myungsoo” ucap pegawai tersebut

Kini aku duduk di dalam ruangan yang merupakan ruangan dari Ny.Kim, aku jadi bingung apa yang harus kukatakan.

 

“Namamu siapa?” Tanya Ny.Kim

 

“Bae Suzy imnida, aku teman sekelasnya Myungsoo, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, Ny.Kim”

 

“Apa ada sesuatu yang terjadi dengan putraku?” tanyanya dengan cemas

 

“Ani, hanya saja ada sedikit masalah yang dapat membuatnya akan sulit mendapatkan nilai untuk salah satu mata pelajaran yang sangat penting di sekolah”

Akhirnya aku menceritakan semuanya tentang Myungsoo yang menolak tema keluarga yang akan diusung oleh kelompok kami, Ny. Kim hanya tersenyum dan sesekali menanggapi dengan ramah. Bahkan Ny. Kim menyuruhku untuk memanggilnya eommonim, katanya baru kali ini ada temannya Myungsoo yang berani mendatanginya untuk membicarakan masalah Myungsoo dan mengira bahwa aku ini sangat perhatian dengan Myungsoo. Sejujurnya aku sangat nyaman berbicara dengan eommanya Myungsoo, rasanya seperti berbicara dengan eommaku tapi yang aku anehkan adalah kenapa Myungsoo memiliki sifat yang jauh berbeda dengan eommanya ini eoh?

 

“Kalau begitu, nanti aku akan lebih memperhatikan myungsoo. Maaf jika anak itu berbuat hal yang tidak menyenangkan kepadamu dan lainnya. Sifatnya persis sekali dengan ayahnya, keras kepalanya itu memang tak bisa diubah” ujar eomma Myungsoo

 

“Kamsahamnida, maaf jika aku harus melakukan hal ini. Emm… kalau begitu aku pamit untuk pulang dulu Ny. Kim”

 

“Aigoo… jangan bilang begitu, panggil saja aku eommonim. Sudah lama aku ingin memiliki putri, aku akan menganggapmu seperti putriku sendiri. Jadi, sering-seringlah datang ke butikku ne?”

 

“Ah ne, eommonim. Aku pulang dulu, anyyeong. Terimakasih untuk semuanya”

 

Author POV

Cuaca pada hari ini begitu mendung, mungkin karena bulan ini akan memasuki musim gugur di kota ini. Dari kejauhan terlihat beberapa siswa yang keluar dari sekolah, karena pelajaran hari ini sudah selesai dan ada pula yang masih bergosip ria di pelataran halaman sekolah. Berbeda halnya dengan Suzy, dia masih berkutat dengan buku catatannya, ia dan Jieun memang sedang mengonsep drama musical yang 2 minggu lagi akan dilaksanakan. Tapi sampai saat ini kelompoknya belum juga latihan, sebenarnya mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya dari mulai peran dan berlatih acting ataupun menyanyi hanya saja peran utama yang diemban salah satu personil kelompok mereka belum juga disetujui oleh Myungsoo. Ya, Myungsoo yang memang berparas tampan dipilih sebagai pemeran utama dari drama musical mereka.

 

“Suzy-ah, disini Colin sangat merindukan ayahnya, apa bisa Myungsoo bersikap seperti ini eoh?” Tanya Jieun yang sedang memahami sebuah novel yang akan mereka jadikan sebagai drama musical.

The secret garden, itulah judul novel yang akan mereka jadikan sebagai drama musical, novel yang pada tahun 1993 ini ditayangkan menjadi film di Inggris. Novel yang mengisahkan tentang betapa kesepiannya seorang anak yang tinggal di sebuah kastil dengan beberapa pelayan. Colin, itulah nama dari anak tersebut, ibunya meninggal disaat ia melahirkan Colin dan itu membuat ayahnya sedikit membenci Colin. Mary yang merupakan keponakan dari ibunya Colin datang untuk tinggal di kastil tersebut. Colin hanya berdiam diri di dalam kamar megahnya dan tak boleh ada seorangpun yang mengijinkannya keluar dari ruangan tersebut sehingga membuatnya menjadi lemah karena tak pernah tersinari oleh sinar matahari. Sampai pada suatu hari Mary yang bosan tinggal di kastil ingin  mengelilingi kastil tersebut dan menemukan sebuah ruangan yang merupakan kamar dari Colin. Selang beberapa lama Mary dan Colin akrab satu sama lain sehingga Mary merasa kasihan terhadap Colin yang dari lahir sampai saat ini belum pernah merasakan betapa indahnya dunia luar dan hingga akhirnya Mary pun menemukan sebuah taman yang tak terawat dan berniat mengajak Colin mengunjungi taman tersebut.

 

“Aku yakin dia bisa menjadi Colin” jawab Suzy mantap

 

“Lalu bagaimana denganmu? Apa kau bisa menjadi Mary yang disini sangat perhatian dengan Colin? Pada kenyataannya kan kau sangat membenci Myungsoo”

 

“Walaupun aku membenci acting dan tak menyukai namja itu tapi aku akan melakukan segala sesuatunya demi kesuksesan drama musical ini”

 

“Daebak! Kau memang sahabatku yang sangat hebat, Suzy-ah hehehe… mwo? Wanita itu siapa? Suzy-ah, apa kau tahu siapa wanita yang ada di sebelah Myungsoo itu?” Ucap Jieun yang tiba-tiba melihat kearah pintu gerbang sekolahnya, Suzy pun mengikuti apa yang dilihat jieun.

 

“Itu eommonim” celetuk Suzy

 

“Emmonim? Kau mengenalnya? Sepertinya ia adalah eommanya Myungsoo tapi kenapa kau memanggilnya dengan sebutan eommonim, apa kau kenal dekat dengannya?” selidik Jieun

 

Suzy pun akhirnya menceritakan yang terjadi sewaktu ia mengunjungi butik eommanya Myungsoo. Jieun hanya tersenyum, pasalnya sebentar lagi pasti Myungsoo akan ikut berlatih untuk drama musical ini.

 

Disisi lain Myungsoo hanya memasang wajah kesalnya melihat ibunya tiba-tiba mengunjungi sekolahnya

“Eomma, kenapa kemari? Apa ada seuatu yang penting?” Ketus Myungsoo

 

“Mulai sekarang eomma akan meluangkan waktu eomma untuk putra eomma yang tampan ini, kajja kita makan di luar. Pasti kau bosan kan setiap hari harus memakan makanan di asrama?”

 

“Baiklah, terserah eomma saja”

——

“Suzy-ah, aku jadi si penggembala domba disini?” Tanya Sungyeol yang langsung diketawai yang lain

 

“Mwoya? Apa wajahku sangat cocok dengan peran itu eoh? Lebih baik aku jadi pelayan atau tukang kebun saja kalau begitu” sungut Sungyeol dengan wajah yang sengaja ia manyunkan

 

“Kau yakin ingin menjadi tukang kebun? Baiklah kalau begitu, disini diceritakan kalau si tukang kebun itu berumur 60 tahun. Berarti …” belum selesai Suzy berbicara Sungyeol langsung memotong pembicaraan Suzy

 

“Yaaaa…. arasseo, aku jadi si penggembala domba saja”

 

“Makanya jika belum tau ceritanya jangan protes terlebih dahulu” ejek Jieun yang langsung diangguki yang lainnya. Sungyeol hanya meringis tak jelas

 

Kelompok Suzy minus Myungsoo sedang mengadakan latihan di salah satu ruangan di sekolah mereka. Sudah 3 hari ini mereka berlatih, baik itu vocal atau acting. Rupanya bertugas kelompok bukan hal yang membuat Suzy kesal, dengan begini ia belajar banyak dari teman-temannya.

 

“Oh iya, Myungsoo bagaimana? Manalagi disini dia berperan sebagai Colin” Ujar Sungjong

 

“Jangan khawatir, Suzy sudah melakukan sesuatu untuk membuat Myungsoo setuju dengan tema ini” sahut Jieun dengan bangga

 

“Baguslah kalau begitu, setidaknya aku tidak harus menjadi Colin jika memang Myungsoo tidak setuju dengan tema kita” Sahut Hoya yang langsung dapat teloyoran gratis dari Sungyeol

 

“Memangnya kita memilihmu menjadi Colin jika Myungsoo tak mau eoh? Jangan harap lebih, Hoya” Ucap Sungjong merasa tak terima dengan perkataan Hoya

 

Suzy hanya tertawa melihat adegan yang baru saja ia lihat, belum pernah ia tertawa selepas ini selain dengan keluarganya, Minho dan Jinri. Disini, akhirnya ia bisa menemukan teman yang memang bisa membuatnya nyaman.

 

Myungsoo POV

Sepertinya sikapku ini memang keterlaluan, seharusnya aku tak boleh seegois ini. Tugas kelompok ini menyangkut beberapa orang dan jika aku masih tak mau menerima tema tersebut berarti membuat semua orang kewalahan. Baiklah sudah seharusnya aku mengalah, lagipula akhir-akhir ini eomma sangat perhatian terhadapku.

 

“Myungsoo-ah, bagaimana kau mau tetap di kelompok ini atau tidak? Jika kau masih belum setuju dengan tema yang telah ditetapkan lebih baik kau pindah kelompok saja, waktunya sudah mepet jadi aku tak mau jika ada orang yang belum pasti sepertimu” Ujar Hoya

 

“Baiklah, aku setuju”

 

“Nah itu baru namanya pria sejati. Setelah pulang sekolah, kita latihan ya.. sebenarnya dari kemarin kami sudah latihan, jika hari ini kau masih belum setuju aku akan menjadi peran utama”

 

“Yaaaa… siapa yang memilihmu menajdi peran utama?” Sahut Sungyeol yang berada di dekatku

 

“Aish kau ini benar-benar tak bisa diajak berbohong eoh?” Tanya Hoya dengan menggaruk-garukan kepalanya yang menurutku tak gatal itu

 

Aku melihatnya dengan wajah yang terlihat begitu bahagia. Sejujurnya menurutku dia gadis tercantik di sekolah ini tapi sifatnya itu yang membuatku harus memikir ulang pemikiranku itu. Akhir-akhir ini dia selalu bersama Jieun, semenjak aku datang ke sekolah ini aku sering melihatnya terus saja menyendiri. Apa ia sudah berubah menjadi terbuka dengan teman sekelasnya itu eoh?

——-

Pelajaran terakhir pun telah selesai, Suzy masih duduk di bangkunya sedangkan teman sebangkunya Jieun pun masih membereskan alat tulisnya. Aigoo… kenapa aku jadi perhatian dengan gadis batu itu huh?

 

“Suzy-ah…” seseorang namja yang aku tahu kalau dia bukan teman sekelasku itu tiba-tiba masuk dan menghampiri Suzy. Ah pria itu, pria itu yang dulu mengaku kalau ia merupakan namjachingunya Suzy.

 

“Minho, kenapa kau kemari? Jinri eodiya?”

 

“Eiyyy kau sombong sekali, mentang-mentang sudah akrab dengan Jieun jadi kau melupakanku eoh?”

 

“Kajja kita makan di luar, aku yang akan mentraktirmu” ajak pria itu yang kini ku ketahui namanya, Minho

 

“Aniyo, aku harus latihan. lain kali saja ne? Lagipula kan ada Jinri” jawab Suzy dengan memegang tangan namja itu. Aish, menyebalkan sekali mereka… bisa-bisanya bermesra-mesraan di dalam kelas

 

“Emm, baiklah. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ne”

Akhirnya Minho pun pergi, ternyata memang benar kalau mereka berkencan. Lalu apa hubungannya denganku ya? Kenapa aku bisa sekesal ini melihat mereka sedekat itu?

 

Suzy POV

Usahaku ternyata berhasil, Myungsoo akhirnya setuju dengan tema keluarga ini. Aku yakin, nilai untuk kelompokku pasti akan besar mengingat ide cerita yang kami usung sangatlah berbeda dengan kebanyakan tema yang biasanya ditampilkan.

 

“Jadi kau mempercayakanku sebagai peran utama, begitu nona freezer?”

 

“Jieun yang memilihmu, namaku Bae Suzy, dan kau tau akan hal itu”

 

“Oh begitu, terus yang memilihmu itu dirimu sendiri, ternyata kau memang menyukaiku ya?”

 

“maksudmu apa? Semuanya tak ada yang memilih peran sendiri. Kau itu niat tidak sekelompok denganku? Kalau tidak lebih baik kau pindah kelompok saja!” ucapku dengan nada yang tinggi membuatnya menyunggingkan senyumannya yang menyebalkan itu.

 

“Baiklah, nona Mary. Kau tau, aku juga sangat suka film ini. Aku paling suka adegan disaat Colin akan mencium Mary di taman tersebut” ucapnya dan langsung berlalu dari hadapanku.

Namja itu benar-benar menyebalkan, aku malah tak suka dengan adegan itu. Dari dulu aku sangat tak suka jika melihat adegan tersebut, mana bisa sepupu bisa saling mencintai begitu.

 

“Suzy dan Myungsoo, sekarang bagian adegan kalian yang baru pertama kali bertemu itu” Ujar Jieun.

Baiklah, sekarang giliranku. Mary berjalan mengelilingi kastil yang belum beberapa ini ia tinggali lalu ia melihat sebuah ruangan tertutup dan dengan rasa penasarannya yang tinggi ia mencoba membuka pintu tersebut dan dilihatnya seorang namja yang seumuran dengannya sedang tertidur. Mary pun mendekati namja yang memiliki wajah pucat tersebut.

 

“Cut cut!!!” Pekik Hoya

 

“Yaa … kenapa?” jawab Myungsoo yang terbangun dari posisi tidurnya

 

“Bagaimana kalau kita ubah sedikit adegan ini? Kalau begini kan terlalu biasa, aku ingin semua penonton tiba-tiba kaget atau apalah yang membuat penonton jadi bersorak-sorak”

 

Aku pun melanjutkan bagian yang tadi, Mary mendekati Colin lalu Colin terbangun dengan wajahnya yang ketakutan. Akhirnya Mary pun ikut duduk di kasur yang diduduki Colin dan Mary terus mendekati Colin, Colin pun langsung membulatkan kedua matanya.

“Jangan takut, aku keponakan dari pemilik kastil ini” bisik Mary yang membuat Colin terdiam dan tak percaya dengan perkataan gadis tersebut

 

“Aigoo… kalian ini tidak bisa berakting ya? Chemistry kalian itu kurang, disini Mary Colin sangat dekat tapi wajah kalian tak menunjukan hal tersebut.” Ucap Sungyeol yang diangguki Hoya Sungjong dan Jieun

 

“Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus berkencan dengan gadis freezer ini begitu?” sahut Myungsoo yang membuat semuanya kaget

 

“Bingo, benar katamu. Kalian harus saling berdekatan selalu. Mungkin dari situ terciptalah chemistry yang akan menunjang acting kalian” saran Jieun

Kenapa jadi seperti ini? Bagaimana bisa aku berdamai dengan namja keras kepala ini eoh?

 

“Yasudah, untuk kalian. Kami akan memberi waktu 2 hari untuk memunculkan chemistry, setelah itu kita berlatih kembali”

Semuanya bergegas untuk pulang ke dorm masing-masing, yang tersisa hanya aku dan Myungsoo. Aku yakin namja ini juga tak sependapat dengan saran Jieun.

 

“Heh, bisa tidak kalau kau tidak bersikap acuh kepadaku? Ini menyangkut nilai, bukan hanya nilai ku dan nilaimu tapi nilai dari anggota kelompok ini” Ujar Myungsoo yang seolah-olah menyalahkanku

 

“Aku bisa saja bersikap tak acuh padamu asal kan sikap keras kepalamu itu Sedikit diubah”

 

“Jadi kau menyalahkanku ?” bentaknya

 

“Kau bisa lihat kan, kau yang memulainya terlebih dahulu” jawabku lalu bergegas meninggalkannya

 

Aku merasakan lenganku ditahan oleh namja menyebalkan ini sehingga membuatku menghentikan langkahku. “Maumu apa?” Tanyanya dan langsung menarikku yang entah akan dibawa kemana diriku ini

 

“Yaa…yaa… lepaskan bodoh!” teriakku setelah Myungsoo menarikku sampai ke halaman belakang sekolah

 

“Kau tau, kau itu menarik, bahkan sangat menarik tapi melihat sikapmu ini aku jadi tak menyukaimu” Myungsoo pun melepaskan tanganku, namja ini menyebalkan sekali. Sifatnay sanagt berbeda dengan eommanya

 

“baiklah, aku juga tak ingin berurusan lebih lama dengan gadis sepertimu. Anggap saja aku ini Minho namjachingumu jadi kau bisa berakting dengan baik. Bagaimana?”

 

“Namjachingu?”

 

“Ne, Minho itu namjachingumu kan?”

 

“Ani, dia hanya teman dekatku”

 

“Omo… apa kau gadis pemberi harapan palsu eoh? Tega sekali kau mengatakan hal ini, jika Minho dengar, pasti dia sangat sakit hati”

Apa katanya? Pasti dulu Minho pernah bilang ke namja ini kalau aku yoejachingunya. namja ini mudah sekali dibohongi rupanya…

 

Jedeerr!!!

Ah hujan, bagaimana ini? Aku tidak membawa payung hari ini. Ini semua karena namja ini. Kalau saja dia tak menarikku ke halaman belakang sekolah pasti aku sudah sampai di dorm.

 

“Kajja kita berteduh” Myungsoo menarikku ke bawah pohon yang cukup rindang, Suzy pabo … kenapa disaat musim gugur seperti ini kau malah tidak membawa jas sekolah, mana aku tak membawa jaket huh

 

“Kau tidak membawa jas atau jaket ?” Tanyanya sambil mencoba menutupi kepalaku dengan telapak tangannya, aku hanya menggelengkan kepalaku.

 

“Paboya, kalau aku wajar jika tidak membawa jaket atau jas, aku kan namja jadi ketahanan tubuhku lebih kuat. kau bisa tahan dengan air hujan kan?”

 

aigoo… hujannya bertambah deras, seragamku sudah hampir terbasahi semuanya.

 

“Hatciiiihhh” aku menggosokan hidungku yang sudah mulai gatal, aku memang tak terbiasa dengan air hujan. biasanya aku langsung sakit jika kehujanan seperti ini.

 

“Kau sakit? mungkin, begini lebih baik”

 

grep.. tiba-tiba Myungsoo menarikku ke dalam dekapannya, air hujan yang menyirami kepalanya terasa menetes di kepalaku. samar-samar masih tercium wangi mint yang menjadi khas wangi tubuh namja ini.

 

“Suzy-ah, gwenchana? apa kita pulang ke dorm saja?”

 

“Emm… molla, aku pusing sekali” lalu setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi.

Tbc …

gagal banget nih FF, maaf ya postnya lama banget udah gitu kurang memuaskan lagi. author lagi langganan ngerjain tugas, setiap hari kerjaannya resume, neliti dan presentasi jadi ya belum bisa meluangkan waktu lebih buat nulis FF. kritik dan saran, monggo ditulis di kolom komentar =]

Advertisements

68 responses to “A Person Like Me (Chapter 4)

  1. aaahhhh..myungsooo nyuri kesempatan tuh buat meluk” suzy..hihi…..aigoo…lanjutannya ditunggu loh thor 🙂 keren banget ceritanya…aku suka…lanjutkan ne 🙂 fighting….

  2. halo aku readers baru disini, salam kenal ya 🙂
    myungsoo nyuri2 kesempatan nih kkk~ kenapa pas lagi seru malah tbc ._. ditunggu next partnya thor

  3. Thor,part 5juga belum yah??
    Atau belum ada di library…
    Pengen tau nextnya,,ff author daebak…suka bikin penasaran…..:D

    Keep writing thor….

  4. Thor,part 5 belum yah??
    Atau belum ada di library??
    Ff author daebak semua nih….
    Selalu aja pas mau Tbc bikin penasaran…:D

    Keep writing thor….(y)

  5. HUjan… makasih udah buat mereka jadi dekat…
    ini udah g ada kelanjutannya lagi apa gimana ya thor?
    ditunggu banget kelanjutannya, apalagi pas perform kelompoknya mereka.. huwawawa…. baper dah
    eits.. 1 lagi makasih buat info novel the secret gardennya, abis ini bakalan aku cari tuh novel.. semangatlah! ditunggu pake banget…. banget… banget.. kelanjutannya

    • halo makasih ya udah baca dan comment..
      iya ini belum ada lanjutannya, doain aja semoga bisa dapet ilham (?)
      itu novel udah lama banget keluarnya, dulu pernah di terbitin lagi kalo ga salah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s