[Songfic] False Hope

[Songfic] False Hope

8fc776707eee41299fc5111613b16970

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Genre: Sad, Angst, Romance || Rating: PG-17

 this story is based from ‘Song Jieun-False hope’ lyric

Tell me it’s all over now
Never tease me
Tell me that there’s no use anymore
Make it easy

 

Gadis itu masih terdiam, entah apa yang ia tunggu dari lelaki yang berada dihadapannya ini. semuanya begitu jelas, ia melihat sesuatu kekeliruan yang membuat hati dan otaknya tak berjalan seperti biasanya. kukunya masih betah ia mainkan, seakan mengisi keheningan yang tercipta diantara keduanya.

“Kau mau apa lagi?” gadis itu akhirnya membuka suaranya dan sesekali ia menghela nafasnya

 

“Mian, aku tahu aku salah. Tapi aku tak mau jika kau menjauhiku seperti ini” Myungsoo, lelaki yang ada di hadapannya ini mulai membela diri

“Semuanya sudah berakhir dan aku sudah menerima keputusanmu itu. Bukankah itu sudah jelas? Dan jangan harap kalau aku akan bersikap seperti biasanya kepadamu. Hubungan kita selesai begitu juga dengan urusan kita”

Myungsoo langsung kehilangan kata-kata yang  ia telah susun rapi. Gadisnya yang kini ada dihadapannya bukan lagi miliknya. Seminggu yang lalu Myungsoo yang memutuskan Suzy, entah apa yang menajdi alasannya yang pasti Suzy tak habis pikir jika namja yang selama ini ia cintai ternyata sudah tak mencintainya lagi. Ya, alasan yang tak logis, Myungsoo mengakhiri hubungannya dengan Suzy lantaran dia sudah tak memiliki perasaan lagi kepada gadis cantik ini. Apa 5 tahun yang mereka jalani benar-benar tak berarti bagi namja tampan ini? lalu kenapa ia tak menginginkan Suzy menjauh darinya? bukankah Suzy sedang berusaha menata ulang hatinya kembali dengan cara menghindari Myungsoo?

“Hanya dengan cara menghindarimu, aku bisa melupakanmu” genangan air mata mulai muncul di kelopak mata Suzy. sudah mat-matian ia bertahan agar air matanya ini tidak jatuh tapi nyatanya nihil. Ia memang rapuh, dan Myungsoo adalah penyebab kerapuhannya itu.

“Apa sesakit itu? Maaf kalau semuanya begitu mendadak, dari dulu aku sudah tak nyaman dengan hubungan kita yang semakin terasa monoton ini. aku harap kau bisa menemukan namja yang lebih baik dariku. Tapi aku harap kita masih berteman seperti dulu”

Suzy POV

5 tahun, dan dia dengan mudahnya mengatakan dengan mudahnya seperti itu. Bahkan aku sering menceritakan kepada teman-temanku betapa indahnya hubunganku dengannya tapi ternyata yang selama ini kurasakan itu tidak seperti yang ia rasakan. Kenapa Tuhan memberikan ketidakadilan ini kepadaku? Apa tidak cukup dengan kehidupan yang selama ini ku jalani? Aku hidup hanya untuk diriku sendiri selama ini, sampai dia datang dan mengubah segala pemikiranku. Aku tak punya keluarga, aku hidup sendiri dengan mengandalkan belas kasih orang-orang. Ya, aku seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sampai aku lulus SMA. Untungnya aku memiliki otak yang encer sehingga memudahkanku untuk mendapatkan beasiswa dan bisa membuatku mendapatkan kehidupan yang layak.

“Aku tak bisa, maaf kalau aku egois. Semuanya karenamu, kalau bukan kau penyebabnya, aku tak akan pernah seperti ini”

Aku bergegas meninggalkannya, aku tak mau memperlihatkan betapa lemahnya aku dihadapannya. Aku tahu ini sangat sakit oleh karena itu aku tak mau menunjukan rasa sakitku ini dihadapan orang yang telah menyakitiku.

One message received

From : Myungsoo Oppa

Maaf kalau aku yang membuatmu berubah, aku mohon jangan pernah membenciku. Aku tak akan bisa hidup dengan tenang jika orang yang berharga di dalam hidupku membenciku.

 

Just when I’m about to get over you

You keep appearing, shaking me up

I still can’t forget you like a fool

 

Aku tak peduli apa yang ia katakan, mulai saat ini tak ada lagi Bae Suzy yang lemah yang hanya bergantung kepada Kim Myungsoo.

Jam istirahat sudah habis, aku segera menuju kantorku yang jaraknya tak jauh dari resto yang tadi aku datangi. Aku bahkan tak sempat untuk mencicipi makanan disana, karena dia terus saja meminta maaf. Jika tau begitu, aku tak mau mendatanginya.

“Suzy-ah”

“Eoh Jiyeon…. Ada apa?”

“Aku sudah tau semuanya” ucap Jiyeon dengan tatapan iba

“Hemm.. kalau begitu aku ke ruanganku dulu. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan dibandingkan membicarakan hal ini”

“Pulang kerja, aku akan menginap di apartemenmu yaa. Dan kau jangan menolak kedatanganku karena tak ada lagi alasan untuk menolak kehadiran sahabatmu ini, neo arra?” aku hanya menganggukan kepala

Memang benar, aku tak bisa lagi menolak kedatangan Jiyeon yang ingin datang ke apartemenku. Dulu mungkin aku masih bisa, karena namja itu selalu datang ke tempat tinggalku. Namun kini, semuanya hanya menjadi kenangan. Kenangan bagiku lebih tepatnya karena aku yakin dia tak mungkin mengingat momen-momen dimana aku selalu ada dengannya setiap hari.

You don’t love me

I know everything

I turn away, I push you away but you come to me again

Aku melihat kearah meja kerjaku, terpampang jelas fotoku dengannya. Huh,  sudah seharusnya aku menata semua barang-barangku karena hampir semuanya pemberian darinya. bagaimana dengan barang-barangku yang kuberikan untuknya? Apa dia juga sudah membuang semuanya? Mungkin sudah dari dulu atau mungkin ia memang tak menyimpannya.

 

Don’t look at me with those eyes

Don’t say those obvious lies, don’t do that

Leave me alone now, don’t come to me

Lagi-lagi aku memikirkan namja itu lagi, mengingat hal yang baru saja aku alami. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau aku orang yang berharga untuknya setelah dengan mudahnya ia memutuskanku?

Tok tok tok

Jiyeon datang keruanganku, sudah pasti ia ingin mendengar ceritaku yang menyakitkan ini heh

“Suzy-ah… bisa kau ceritakan padaku eoh? Aku tak bisa berkonsentrasi untuk membuat design baru jika kau belum menceritakan masalahmu, ayolah”

“Dia memutuskanku seminggu yang lalu dan yah begitulah, selayaknya orang yang putus, aku tak mau bertemu dengannya lagi tapi ia bersih keras agar aku jangan pernah menjauhinya”

“Seminggu yang lalu? Bukankah itu hari ulang tahunmu? Omo! Apa benar dia Kim Myungsoo? Sunbae kita yang dulu mengejar-ngejarmu di senior high school? Yang selama 5tahun ini menjadi kekasihmu kan?” cerocos Jiyeon yang tak percaya dengan perkataanku

“Aku masih banyak pekerjaan, kalau kau terus menggangguku, aku tak bisa menyelesaikannya dengan cepat” aku berusaha mengindar dari semua pernyataan Jiyeon

Lagi-lagi air mataku dengan mudahnya lolos membasahi kedua pipiku. Jiyeon melihatku dan langsung menenangkanku.

 “Suzy-ah, uljima… mian aku membuatmu mengingatnya lagi. Tapi aku tahu pasti jika semua ini terjadi karena sebuah alasan. Myungsoo sunbae pasti memiliki sesuatu yang tak bisa dia ceritakan kepadamu, aku tahu kalau dia sangat mencintaimu.”

Semua orang bisa berubah begitu juga dengan Myungsoo oppa, mungkin dia memang sudah bosan denganku. Aku juga tidak berhak untuk mengatur hidupnya untuk terus mencintaiku sesuai dengan keinginanku. Tapi tidakkah ini mendadak? Jika memang dia sudah tak menginginkanku seharusnya dia mengerti jika aku ingin menjauh darinya.

——–

9 hari yang lalu aku masih bersamanya, merayakan ulang tahunku lalu dia memutuskanku. Benar-benar kenangan yang buruk bukan? sepertinya dia memang mengambil waktu yang tepat agar aku bisa langsung membencinya.

Weekend kali ini menjadi weekend terberat di dalam hidupku, aku melihat keseliling jalan banyak sekali pasangan-pasangan yang sedang berkencan. Seharusnya aku berdiam diri saja di apertemen, kalau bukan karena Jiyeon yang ingin menginap di tempatku aku tak mungkin keluar untuk membeli makanan seperti ini.

“Eoh agasshi, kau datang sendiri?” Tanya si kasir minimarket yang sudah menjadi langgananku ini dan aku menjawab dengan menganggukan kepalaku.

“Biasanya kau bersama namjachingumu yang tampan itu kan?”

“Eoh itu, aku sudah putus dengannya. Ahjumma, semuanya jadi berapa?”

Aku lihat ahjumma ini menunjukan wajah bersalahnya dan berkata “mian” dengan nada yang pelan.

Huft, sampai kapan aku terus-terusan begini? Sebenarnya aku tak apa jika harus tidak bersamanya, jika ini membuatnya bahagia aku terima dengan baik. Tapi setiap hari Myungsoo oppa selalu menghubungiku entah itu lewat pesan atau telepon. Dia selalu saja menanyakan kabarku, katanya ia takut kalau aku berbuat sesuatu yang tidak diinginkan. Aku sudah dewasa dan sudah terbiasa hidup sendiri walau kenyataannya dulu aku memang sangat bergantung dengan namja itu. Tapi bagaimana bisa aku melupakannya kalau setiap hari ia terus menanyakanku. Semuanya itu hanya membatku terus berharap kalau semua ini hanyalah ide jailnya yang memang untuk mengerjaiku. Aku mencintainya masih sangat mencintainya, wajar saja kalau aku berharap kalau ini hanyalah sebuah mimpi, mimpi buruk yang tak seharusnya terjadi namun ini memang kenyataan yang saat ini aku terima.

Ceklek

Kubuka pintu apartemenku ternyata Jiyeon belum datang, Jiyeon memang tahu kode pintu apartemenku sehingga ia bisa langsung masuk jika aku belum datang.

Kududukan badanku di sofa, ku simpan ponsel dan tasku diatas meja. Lalu ku nyalakan TV untuk menghancurkan keheningan di apartemen ini. belum sampai 5 menit, ponselku kembali bergetar menunjukan nama ‘Jiyeon’ di layar ponselku

“Yobosseo” ucapku membuka percakapan telepon

“Suzy-ah, Myungsoo sunbae … dia pergi ke bar dan kau harus segera kemari, ppali” terdengar kekhawatiran dari suara Jiyeon

“Yaaaa…. Cepat kemari, bar yang sering Myungsoo sunbae kunjungi disaat dia sedang stress dengan pekerjaannya. Seungho oppa yang memberitahuku keberadaannya”

“Apa aku masih berhak untuk menjemputnya?”

“Suzy-ah, untuk saat ini tolong hentikan perasaan ketidakmilikanmu itu. Ppali, Seungho oppa bilang Myungsoo sunbae terus menyebut namamu”

“Ne, arasseo”

 

Don’t touch me now

Never touch me

Don’t get drunk late at night and call me, never

I know you’re tipsy whenever you call me

Gemerlap lampu bar mulai kurasakan, aku memasuki tempat yang biasanya orang mencurahkan kekesalannya dan keputusasaannya. Sudah lama aku tak mengunjungi ini, terakhir aku datang disaat Myungsoo oppa gagal dalam memenangkan masalah kliennya. Myungsoo oppa seorang pengacara yang sangat tegas, tak jarang orang yang menjadi lawannya berbuat tidak baik padanya.

Kulihat Seungho oppa yang notabenenya rekan di kantorku berlari kearahku. Tak kulihat Myungsoo oppa di sampingnya, lalu kemana namja itu?

“Suzy, akhirnya kau datang juga. Kajja ikuti aku”

Entah aku dibawa kemana, tapi aku melihat begitu banyak kamar. Solma… Myungsoo oppa…

“Seungho oppa, Myungsoo oppa eodiso?” tanyaku tak sabar, aku semakin takut jika Myungsoo oppa kenapa-napa. Banyak yoeja dengan pakaian yang sangat minim bolak-balik di dalam koridor ini

Aku memasuki kamar dan langsung kulihat Myungsoo oppa terlentang diatas sofa dengan tampilan yang urakan, dia memakai kemeja putih yang terlihat kusut, biasanya ia selalu memasukan kemejanya kedalam celananya tapi sekarang kulihat sebagian kemejanya tak ia masukan. Oppa, apa yang sebenarnya terjadi?

“Suzy-ah … bogoshippo… kenapa kau tak membalas pesanku selama ini hik..hik” gumamnya dengan mata yang terpejam

“Suzy, dari tadi dia selalu berkata seperti itu, maka dari itu aku suruh Jiyeon untuk menghubungimu karena aku dengar Jiyeon akan tinggal di apartemenmu.” Ucap Seungho oppa

“Aku pulang ya, aku percayakan Myungsoo kepadamu. Sepertinya dia benar-benar membutuhkanmu dan aku tak akan mencampuri urusan kalian ini” lanjutnya dan langsung keluar dari kamar ini.

You’re so bad, making me cry by saying you miss me

I’m still not over you like a fool

“Oppa…ireona… kenapa kau jadi seburuk ini?”

Kulihat dia membuka matanya perlahan-lahan dan langsung membawaku ke dalam pelukannya

“Suzy-ah… kau kemari? Aku mencintaimu tapi tak bisa memilikimu, eotthoke?” racaunya yang membuatku tak mengerti

 

Don’t look at me with those eyes

Don’t say those obvious lies, don’t do that

Leave me alone now, don’t come to me

“Kalau kau mencintaiku, lalu kenapa kau memutuskanku?”

“itu semua karena Doyeon, si yoeja br*ngsek yang membuatku seperti ini” doyeon? Yoeja yang merupakan putri dari pemilik perusahaan tempatku bekerja?

Aku membasuh wajah oppa dengan air putih agar kesadarannya pulih, ku suruh dia meminum air putih yang untungnya selalu kubawa setiap aku pergi.

“Dia menyuruhku untuk memutuskanmu dan jika aku tidak memutuskanmu, dia akan menghentikan pekerjaanmu. Aku tau perusahaan ayahnya adalah perusahaan advertising terbesar di Korea dan jika ada pegawai yang dipecat maka orang tersebut tak bisa bekerja dimanapun. Aku tau kerja kerasmu untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut jadi aku melakukan hal sebodoh ini, mianhae…”

Jadi karena itu? Karena ingin menyelamatkanku dia berbuat hal ini. oppa, kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri hanya untuk orang sepertiku?

“Kajja, aku akan mengantarmu pulang” ucapku mencoba untuk menariknya agar ia berdiri

Dia menatapku dengan tatapan yang tajam, aku tahu dia belum sadar sepenuhnya, alcohol dengan kadar yang tinggi masih mempengaruhi tubuhnya.

“Saranghae… joengmal saranghae”

Cup

Perlahan-lahan oppa melumat bibirku dengan kasar, aku takut, aku tak pernah mendapatkan ciuman sekasar ini darinya. dia menggigit bibirku agar aku bisa membuka bibirku dan aku menyerah, aku biarkan ia mengekspor bibirku dengan sepuasnya …………..

I guess I loved you

I am crying again

I hate you to death but I can’t erase you

Aku  berhasil membawanya ke apartemenku, ku papah Myungsoo oppa menuju tempat tidurku.

“Hiduplah denganku dan tinggalkan Negara ini!” aku menatapnya, aku tau dia berbicara dengan serius walau masih berada di dalam pengaruh alkocol.

Lagi-lagi dia melumatku, aku pasrah dengan semuanya. Dari dulu aku selalu bergantung padanya dan sampai saat ini pun aku harus mengakui jika aku tetap berharap kalau aku bisa bersamanya hingga akhir.

Setelah 10 menit, oppa melepaskan tautannya. Berbeda dari sebelumnya, ia menciumku dengan penuh kelembutan. Aku bisa merasakan ketulusannya

“ikuti kata hatimu, aku akan membuatmu terus bahagia. Persetan dengan Doyeon, aku akan membawamu keluar dari Negara ini dan kau bisa mencapai mimpimu tanpa ada ancaman dari siapapun, aku janji”

“lalu bagaimana denganmu? Disini oppa sudah menjadi pengacara handal dan dikenal banyak orang. Jika kita pindah, maka kita mulai dari bawah lagi.”

“Kita mulai semuanya dari nol. Aku percaya jika kita bersama, kita bisa menghadapi semua masalah” ucapnya meyakinkanku sambil tersenyum. Senyumnya yang selama 9 hari ini aku rindukan.

“Arraseo, aku percaya denganmu”

Pluk … dia melabuhkan kepalanya dipundakku, sepertinya dia tertidur. Aku merapihkan posisi tidurnya.

Aku tahu ini bukan hanya harapan yang salah, karena mulai saat ini aku akan hidup dengannya dan tidak ada satu orangpun yang bisa memisahkan kita, hanya Tuhan yang dapat memisahkan kita. Aku mencintainya melebihi diriku sendiri, aku ingin selalu berada disampingnya. Dan yang terpenting dia juga mencintaiku sama seperti aku mencintainya.

FIN

Fic gagal banget, author suka banget sama lagunya jadi pengen banget nulis songficnya tapi kenapa jadi aneh begini ya? kkkk. ayo ayo dicoment dan buat siders, sekarepmu lah ya *hopeless* a person like me nya mungkin minggu ini bakalan di publish.

Advertisements

51 responses to “[Songfic] False Hope

  1. suka thor… aq kira bakalan sad ending ternyata happy ending..yeay
    sebel awalnya sama myungsoo, tp ternyata semua gara2 si kdy…ieuh..
    aku udah lama nunggu ff antagonis pake doyeon..haha..
    rasain tuh doyeon, myungzy bakalan kabur..
    nice thor 🙂

  2. haiss jinja udahh nangiss nii bacaa ff kirain myung knapa gtu mtusin suzy trnyata gegara Doyeon yang ihh pngenn gue jmbak2 nyebelin ngeselin ihhhhhh ffnya kerenn daebak feelnya dapet 🙂

  3. Feelnya dapet banget.
    Awalnya nyesek banget sama tingkah myungsoo yg seenaknya aja mutusin suzy. Tapi untungnya cuman terpaksa. Myungsoo ternyata cinta mati ma suzy. 🙂
    Si doyeon dodol nenek lampir itu ternyata biangnya. Ciiihhhhh… bakar hidup-hidup aja tuh manusia.
    Untungnya MyungZy bersatu. 🙂

  4. ohh… gara-gara si DY.. pengganggu bgt tuh cwe.. cuih..
    untung happy end..
    FF lainnya d tunggu ya thor ^^

  5. ff nya ga aneh thor, keren malah. aku kira bakal sad ending juga tapi ternyata happy ending^^
    suka banget sama karakter suzy disini. yaaa a person like me nya cepet2 dipublish ya thor, fighting^^

  6. happy ending…. haduh itu nenek lmpir, muka plastik, cwek gnit, nyebelin, cari sensasi nggak jlas, egois,dll.
    utung myungpa jga cinta ma suzy oenni. emg itu si KDY harus d musnahkan dri muka bumi ini HAHAHAHAHA

  7. ahhh kirain bakal sad ending… untung happy ending… 🙂
    dasar doyeon menyebalkan…!!
    untung myung akhrnya gk nurutin tu nappeun yeoja(doyeon)..
    keren… feel’ny dapet…!!

  8. haduh, sukur deh myungzy bersama, tadinya mau kecewa dikira gak bakal bersama*myungsoo sweet*. keren thor

  9. menggancam myungsoo segala,,
    tp akhirnya myungsoo tidk kuat berpisah lama2 dgn suzy apalgi sms yg myungsoo kirim ke suzy gk dibles,,
    myungzy akan selalu bersama^^

  10. Ya ampuun, pertamanya kesel banget kenapa Myungsoo mutusin Suzy tiba-tiba. Eh ternyata buat ngelindungin suzy keke, so sweet-nya Myungsoo 🙂

  11. Tuh kan myung ad yg ngancem, dr awal udh nebak psti myung gamungkin mtusin suji gtu aj dan trnyata doyon-_-!
    Bagus lah thor critanya~ 🙂

  12. Gila thor dapet banget ni feelnya, bagus banget…
    buat lagi dong ff yg main castnya suji, yang banyak100000x.
    Fighting thor…:)

  13. engga ko ga gagal eon!!! rame malahan :))
    amit amit deeh tuuh si doyeon iiish sebel banget -___- mentang mentang anaknya yg punya kantor jadi kaya gitu issh sebel banget amit amit iiih 😦 *maaf ya eon aku kebawa sebel nih hehe
    untung jiyeon nelpon suzy kalau engga haah kayanya bakalan terus salah paham aja,, udah keluar negeri aja biar langgeng hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s