My Crazy Namja (Part 1)

My Crazy Namja (Part 1)

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: twoshoot or threeshot || Genre: romance || Rating: PG-17

 

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

Author POV

Winter akan segera tiba, warga Seoul disibukkan dengan persiapan mereka untuk menerima kedatangan musim dingin ini. tak jarang banyak orang yang membeli beberapa baju hangat untuk membuat tubuh mereka menjadi nyaman. Bae Suzy, seorang model yang juga ikut berperan di dalam perkembangan fashion pun ikut menyiapkan segala sesuatunya menjelang musim dingin ini.

“han..dul..set… ya, good, next pose…” aba-aba sang fotografer menjadi alunan suara yang sering didengar oleh Suzy, gadis ini pun dengan senang hati berpose sesuka hatinya setelah mendengar aba-aba dari fotografernya itu.

“Cha, selesai” ucap si fotografer

“Sooji-ah, semakin hari kau semakin bagus dalam berpose. Keundae sayang sekali, aku tak bisa menjadi fotografer majalah ini lagi sehingga aku tak bisa melihat wajahmu lagi” Sooji, itulah sapaan untuk Bae Suzy. orang-orang yang kenal dekat dengannya pasti akan menyapanya dengan panggilan Sooji. Begitu pula dengan Lee Junho, si fotografer yang sekarang berada di hadapan gadis cantik ini.

“Junho oppa, kenapa kau harus pindah sih? Lalu siapa yang akan menggantikanmu?”

“Aku dengar dia seorang fotografer yang handal, umurnya juga masih muda. Keundae kau harus hati-hati, kudengar banyak fotografer yang sedikit pervert” ucap Junho menakut-nakuti Sooji.

“Yaaaa… oppa macam apa kau ini eoh? Kau tau kan aku meenjadi model di majalah ini karena oppa yang notabenenya sepupuku ini yang menjadi fotografer tapi kalau kau pindah ke Jepang, apa aku juga harus berhenti dari pekerjaan ini?”

Sooji memang dulunya tak pernah memikirkan untuk menjadi model, dia hanya seorang designer yang membuka butik di daerah Cheongdamdong. Namun bibinya yang menjadi pemilik majalah ini, memksa Sooji untuk menjadi model majalah yang dimiliki bibinya ini dengan jaminan Junho yang hanya menjadi fotografernya. Ia tak mau difoto, jika bukan Junho yang menjadi fotografernya. Ia takut dengan desas desus banyak orang bahwa kebanyakan fotografer itu pasti memiliki skandal dengan para modelnya. Tapi bagaimana jika Junho pindah ke Jepang? Apa ia tetap akan menjadi model?

“Junho-yaa…” sapa wanita paruh baya yang baru memasuki ruangan yang kini ditempati Sooji dan Junho

“Eomma, kau datang juga. Aku sudah mengira kalau ponakanmu ini tak mau menjadi model lagi jika bukan aku yang menjadi fotografernya. Lalu bagaimana? Atau kau carikan saja fotografer yoeja” adu Junho kepada eommanya yang merupakan pemilik dari majalah fashion ini.

“Arra, aku juga sudah menemukan fotografer yang pas untukmu, Sooji-ah. Dia kenal denganmu, dia teman kuliahmu” ucap eomma Junho

“Bibi, apa dia seorang yoeja? Apa ada ya teman kuliahku yang menjadi fotografer?” gumam Suzy sambil menerawang mengingat teman-teman kuliahnya yang kebanyakan membuka butik atau bekerja di perusahaan design

“Dia tidak satu jurusan denganmu tapi dia bilang dia satu kampus denganmu, nanti sore bibi akan mempertemukanmu dengannya”

Suzy POV

Bibi Hyeonjoo menyuruhku mendatangi café yang terletak di daerah Gangnam. Katanya si fotografer itu ingin bertemu denganku. Apa aku mengenalnya juga ya? Bibi tak bisa menemaniku sehingga aku pergi menemuinya sendiri. Kudengar namanya L, pasti namja ini sudah gila. Bagaimana bisa dia memiliki nama panggilan sependek itu? Apa dia terobsesi dengan tokoh L di death note eoh?

Aku memasuki café yang menjadi tempat pertemuanku dengan L itu. Bibi bilang L itu namja yang tampan, tingginya sama seperti Junho oppa. aku melihat keseliling, hanya ada ahjussi-ahjussi dan ada salah satu namja yang kulihat seumuran denganku namun aku tak melihat wajahnya karena dia duduk membelakangi pintu masuk.

“Chogiyo…” sapaku

“Mian, aku sedang mencari seseorang dan aku…” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, namja ini membalikkan tubuhnya dan sontak membuatku terkejut…. Bagaimana bisa namja ini…

“Bae Suzy? Sooji? Nama yang sedikit berbeda, tapi dugaanku sama ternyata Suzy dan Sooji itu orang yang sama” ucapnya dengan seringai khasnya, ya aku hafal betul sikapnya yang seperti ini.

“Kim Myungsoo?”

“Duduklah, aku tau kau pasti sangat merindukanku” mwoya igeu? Namja ini ternyata tidak berubah. Kukira dia sudah menjadi orang yang waras setelah dia pindah ke luar negeri.

Flashback

“Sooji-yaa, saranghae… aku tau semuanya tentangmu… selama ini akulah yang selalu menyelipkan surat di lokermu, aku tau semua jadwalmu, aku tau semua temanmu, dan aku tau namja yang selama ini kau sukai tapi aku tak peduli jika kau menyukai namja bule itu. Karena aku tau kalau namja asing itu tak akan pernah menyukaimu”

Mwoya? Namja gila ini sungguh membuatku frustasi. Jadi selama ini surat yang kukira dari Kris itu ternyata dari namja ini? aigoo… bagaimana bisa aku menyukai namja gila ini, namja ini dari dulu selalu mengusik hidupku. Dari sekolah menengah dia selalu mengikutiku, dan selalu mengatakan kalau dia mencintaiku. Ini pernyataan cintanya yang ke-100 kalinya. Eomma, eothhoke? Kenapa namja ini selalu menggangguku eoh?

 

“Sooji-ah, eotthe? Kau menerima cintaku ini kan? aku tau kau ini orang yang baik, jadi pasti kau menerima cintaku ini kan? ayolah, ini sudah ke-100 kalinya aku menyatakan cinta padamu” ucapnya sambil menarik-narik tanganku, ish menyebalkan sekali.

 

“Myungsoo, mian. Aku kan dari dulu sudah mengatakan kalau aku tak pernah bisa mencintai namja sepertimu. Dan kau tau pasti kan siapa namja yang kusukai jadi sekali lagi aku minta maaf karena tak bisa menerimamu”

Aku melihatnya tertunduk, sebenarnya dia sangat tampan dan banyak yoeja yang menyukainya tapi dia sama sekali bukan tipe idealku jadi aku tak bisa menyukainya. Sifatnya sungguh menyebalkan, dia tak memiliki karisma seperti Kris, Myungsoo terlalu agresif dan aku sangat tak suka namja bersikap seperti itu.

 

“Arasseo, kalau begitu ini sudah saatnya aku meninggalkan Korea. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika kau menolakku kali ini aku akan pergi mengikuti ahboeji di Jerman. Keundae bisakah aku meminta satu hal kepadamu sebelum aku pergi?”

 

“Apa yang kau minta?”

 

Grep

Mwoya? Apa-apaan ini… myungsoo langsung memelukku, baiklah aku menerima ini karena ini merupakan hari terakhirku dengan namja gila ini. akhirnya, aku bisa terbebas dengan namja ini. setiap hari, aku bisa hidup dengan tenang setelah dia pergi hehehe.

 

Dia melepaskan pelukannya dan langsung menatapku. Perlahan dia menangkupkan wajahku dengan kedua tangannya. Apa maksudnya ini? apa yang ingin ia lakukan?

 

Cup

Seketika tubuhku menegang. Ciuman pertamaku… omo! Bagaimana bisa dia merebut first kissku? Namja gila ini… Kim Myungsoo!!!!

 

“manis, sesuai dugaanku. Gomawo, Bae Sooji… ah aku harus pergi sekarang juga” ucapnya yang langsung melesat meninggalkanku yang masih terkejut atas apa yang diperbuatnya

“Yaaaaa…….. Kim Myungsoo!!!!!!!!!”

Flashback end

“neo… kenapa kau kembali hah?” tanyaku emosi. Aku masih ingat dengan apa yang ia perbuat 3 tahun yang lalu. Dia mengambil first kissku, yang seharusnya kuberikan kepada suamiku kelak. Aku sudah susah payah mempertahankan first kissku sehingga aku tak bisa bertahan jika aku memiliki namjachingu. Aku langsung memutuskan namjachinguku jika mereka sudah meminta ciuman dariku dan dengan seenaknya namja gila ini mengambil first kissku!

“Omo! Calm down, baby… aku hanya ingin menjalin hubungan denganmu, mungkin kali ini untuk hubungan yang lebih serius. Eotthe?”

“Yaaa… jadi kau yang akan menjadi fotograferku? Shireo! Aku tidak mau, lebih baik aku berhenti jadi model.”

“Sayang sekali, kau tak bisa mengambil keputusanmu sendiri, Sooji. Lihatlah! Bibimu sudah menandatangani kontrakku sebagai fotografer majalahnya yang khusus diperuntukkan hanya untuk menjadi fotografermu” Ujarnya sambil memperlihatkan map yang didalamnya tertera surat kontrak yang sudah disetujui bibi Hyeonjoo

Bagaimana bisa bibi Hyeonjoo mengambil keputusan tanpa sepengetahuanku? Strategi apa yang digunakan oleh namja gila ini eoh?

“Kau! Apa yang kau katakan pada bibi Hyeonjoo sehingga dengan semudah ini ia bisa menerimamu?”

“Well, ternyata ini sangat mudah Baby Sooji… cukup memperlihatkan sertifikat keahlianku yang diakui secara internasional… Akhirnya… aku bisa terus bersamamu juga. Sudah lama aku mencari keberadaanmu dan ternyata takdir yang mempertemukan kita, bukankah kita ini berjodoh?” ucapnya yang membuatku ingin muntah dihadapannya ini.

“Andwae! Aku pergi, aku tak akan mau bertemu denganmu lagi!”

Myungsoo POV

Pertemuan awal yang mengesankan, dia sama seperti yang dulu. Manis dan mengagumkan, bahkan kali ini dia terlihat begitu cantik. Dari dulu dia tak pernah berubah sedikitpun, rambut panjangnya yang bergelombang lalu bibir merah mudanya yang dulu sempat kucoba. Aigoo… aku bisa gila jika harus memikirkannya seperti ini… uri Sooji, tumbuh menjadi wanita yang sangat mengagumkan.

“Heh Myungsoo…”

“Ne?” jawabku

“Kau sudah bertemu dengannya?” Tanya Hoya hyung

“Ne, kau tau? Dia semakin cantik dan sikapnya yang jutek itu benar-benar membuatku semakin jatuh hati padanya hehehe”

“Heh.. kau itu tak punya malu ya? Kau kan sudah ditolak mentah-mentah dari dulu, dan sekarang kau muncul lagi dihadapannya. Kalau aku jadi Sooji, sudah pasti aku akan  bunuh diri saja”

“Eisshh.. pikiran Sooji tak mungkin pendek sepertimu hyung! Aku sudah menjadi fotografernya dan sudah kubayangkan hari-hariku akan indah untuk kedepannya”

“Kau memang sudah gila … sampai sekarang kau belum pernah berpacaran, kau mencintai gadis yang sudah pasti tak akan mencintaimu. Aku benar-benar kasihan terhadapmu, cobalah kencani yoeja-yoeja yang selama ini mengejarmu itu!”

Percuma saja jika kau mengencani mereka toh pada akhirnya aku tetap tak bisa menggantikan Sooji. Entah virus apa yang dia berikan kepadaku sehingga aku segila ini,

“Hyung, apa aku harus bertingkah seperti namja bule itu ya?” tanyaku yang ingat bahwa Sooji dulu menyukai namja keturunan China-Canada itu

“Kris maksudmu? Aku rasa kau cukup bersikap sebagai dirimu sendiri”

“Tapi dia tak menyukai namja sefrontal diriku, dia menyukai namja yang tak banyak bicara. Kudengar Sooji sempat berpacaran dengan Kris tapi Kris pindah ke Canada, jadi aku bisa leluasa mendapatkan Sooji”

“Nah, itu… terkadang jodoh kita itu tidak sesuai dengan tipe ideal kita. Aku yakin lama-lama Sooji akan menyukaimu, jika kalian terus bersama apalagi kau menjadi fotografernya. Keundae apa Sooji sudah setuju dengan hal itu?”

“Mau tak mau dia harus setuju!”

Author POV

Sooji masih saja menampilkan wajah tak bersahabatnya kepada bibi Hyeonjoo. Setelah pertemuannya dengan Myungsoo 2 hari yang lalu, ia langsung mengadu pada bibinya bahwa ia tak mau jika Myungsoo yang menjadi fotografernya.

“Come on Sooji… dia itu fotografer muda terbaik di Jerman, bagaimana bisa bibi menolaknya? Lagipula dia itu namja yang baik dan dia juga temanmu. Jadi alasan apa yang membuatmu menolaknya?” ucap bibinya yang sudah kesal dengan kemauan ponakannya itu

“Bibi tak tau siapa dia sebenarnya…”

“Solma… dia mantan kekasihmu ya?” duga bibi Hyeonjoo

“YAAAA!” Teriak Sooji membuat bibinya mencubit pipi chubby gadis itu

“Anak nakal! Bagaimana bisa kau meneriakki bibimu sendiri eoh? Siapa yang mengajarimu seperti ini? eommamu itu yoeja yang sangat lembut…” suzy hanya meringis, mengelus-elus pipinya

“Eoh… pipimu kenapa terasa semakin gembul ya?”

“Aish, pipiku memang dari dulu seperti ini. ah sudahlah, aku mau ke ruangan wardrobe dulu” ucapnya yang langsung pergi dari ruangan presdir majalah tersebut

Suzy langsung mengganti pakaian yang akan menjadi pakaian pemotretannya, mungkin ini hari tersialnya. Bertahun-tahun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tak sudi bertemu dengan namja yang semena-mena mencuri first kissnya namun dari mulai hari ini ia harus bekerja sama dengan namja gila itu.

“Sooji… kau sudah siap?” damn! Belum saja Sooji menyiapkan diri untuk bertemu dengan namja gila ini, ternyata namja ini sudah berdiri manis menghampiri Sooji yang sedang ber-make up

“Kau buta?”

“Aku? Bagiku tanpa make up pun kau terlihat cantik dan siap untuk pemotretan”

Damn! Myungsoo dengan sebegitu mudahnya mengatakan hal yang membuat Suzy bertambah tidak mood untuk memulai hari ini. sebenarnya dia sudah wanti-wanti untuk hari ini tapi tetap saja ia ingin muntah mendengar perkataan si namja yang dari dulu memang menyukai gadis cantik ini.

———–

Hari ini Sooji melakukan pemotretan pakaian musim semi, biasanya dia melakukan pemotretan untuk pakaian musim dari jauh-jauh hari. Itu memang menjadi kebijakan perusahaan majalahnya agar tak ada yang mencontek design mereka karena majalah mereka akan menerbitkan majalah untuk fashion musim semi seminggu sebelum perkiraan musim semi datang begitu juga dengan pakaian musim lainnya.

Justru hal ini membuat Sooji bekerja lebih keras untuk beradaptasi dengan lingkungan, bayangkan saja jika ia melakukan permotretan untuk pakaian musim panas tapi dilakukan di musim semi. Tentu saja itu membuatnya harus merasakan kedinginan jika ia melakukan pemotretan di outdoor.

 

“Suzy-ssi… kau beruntung sekali bisa menjadi modelnya” ucap hairstylist gadis tersebut

 

“Biasa saja.” Jawab Suzy datar

 

“Kudengar ini pertama kalinya dia menjadi fotografer manusia, emm maksudku selama ini dia hanya menjadi fotografer pemandangan atau lingkungan begitu. Sebelumnya dia tak pernah menjadi fotografer untuk pemotretan seperti ini”

“Dan yang kudengar lagi, dia pernah mengatakan sebelumnya di sebuah interview kalau ia tak akan mengambil foto close up yoeja selain yoeja yang ia cintai. Omo! Apa mungkin kau yoeja yang ia maksud? Kau dan dia pernah satu kampus dan satu sekolah kan? aigoo… kau benar-benar beruntung…” lanjut si hairstylist dengan wajah yang tersipu-sipu

Suzy yang mendengar hanya bergidik ngeri, dia sebenarnya tak ingin percaya apa yang si hairstylist katakan tapi mengingat sikap Myungsoo selama ini mau tak mau ia sudah pasti percaya.

 

Suzy POV

Myungsoo… kenapa namja ini selalu membuatku pusing eoh? Kukira dia sudah melupakanku, tapi ternyata dia semakin gila saja. Tapi aku merasakan kalau dia sedikit mengurangi kapasitas bicaranya kepadaku. Tapi kalau dia sudah mengajakku berbicara, ia pasti akan membicarakan hal yang bisa membuatku mati muda, pernikahanlah atau honeymoon. Heh… dia kira aku mau menjadi istrinya eoh?

 

Aku lelah sekali hari ini, kalau tadi pagi Myungsoo tidak menjemputku aku pasti membawa mobilku sendiri. Mana ada namja yang menyukai yoeja tapi menelantarkan yoeja yang ia cintai itu pulang sendiri seperti ini? eh… apa yang kupikirkan.. kenapa aku jadi menginginkan ia mengantarku pulang?!

Aku berjalan sudah 1km, tapi kenapa taxi tak kunjung lewat ya… ini sudah jam 9, eomma pasti khawatir kepadaku, aku tak bisa menghubungi eomma karena ponselku mati dan aku tak sempat mencharger ponselku.

Omo! Sepertinya aku salah mengambil jalan pintas, banyak ahjussi mabuk di dekat toko itu, eotthoke? Aku harus lewat mana? Apa aku harus berbalik arah? Eomma, aku takut …

Duk … “Awww… siapa yang sudah melempar kaleng ini?”

Sooji paboo… kenapa kau malah menendang kaleng ini dan parahnya lagi kaleng itu mengenai salah satu ahjussi mabuk itu…

“Neo… yang sudah melempar kaleng ini?” teriak ahjussi itu dari jauh, aku langsung berlari secepat yang kubisa. Aku tak boleh tertangkap oleh mereka… hiks … hiks … aku takut … siapapun, tolonglah aku… jebal ….

“Hosh… hosh” aku sudah berlari cukup jauh, kurasa ini tempat yang aman.

Tempat apa ini? kenapa bau sekali? Omo… ada tikus di sudut kardus itu, kalau aku keluar dari gang ini, pasti ahjussi itu bisa menangkapku. Bagaimana ini? aku tak peduli, aku harus pergi dari gang ini lalu berlari secepat mungkin dan pasti ahjussi mabuk itu tak bisa menangkapku.

 

“Yaaa… kau berhenti! Jangan berlari dariku!” teriak ahjussi itu sambil terus mengejarku..

 

Ah… aku terjatuh karena tak melihat batu sehingga aku tersandung batu ini.

 

Grep

Mati kau Bae Sooji… kau tertangkap ahjussi mabuk ini. eomma appa mian… aku tak bisa membahagiakanmu lagi …

Pluk !

“Yaaa…. Sooji-ah… ireona… ini aku Kim Myungsoo” samar-samar aku mendengar suara namja yang selama ini mengganggu hidupku. Myungsoo? Eoh… Myungsoo… berarti aku selamat?

 

“Myungsoo? Kau benar Myungsoo?” aku bangun dari pundaknya dan melihat wajah seseorang yang menarikku ke dekapannya ini

“Sooji-ah.. gwenchana?” Tanyanya aku hanya menganggukan kepalaku. Syukurlah, ternyata Myungsoo datang tepat waktu.

“Aww…” pekikku saat aku bangun

Myungsoo langsung melihat kakiku yang ternyata mengeluarkan darah, mungkin karena tersandung batu tadi. Dia langsung mengambil sapu tangan di saku celananya dan menutupi lukaku

“Untuk kali ini, kau tak boleh menolak bantuanku” Myungsoo langsung mengangkat tubuhku, aku hanya bisa mengerjapkan kedua mataku. Kenapa disaat ini, Myungsoo terlihat begitu mengagumkan?

 

“Seharusnya kau menghubungiku! Aku kan sudah menawarkan untuk menjemput dan mengantarkanmu! Apa aku terlihat begitu menakutkan? Apa aku terlihat seperti ahjussi mabuk itu? Bagaimana kalau aku tidak ada? Bagaimana kalau aku terlambat datang? Kenapa ponselmu tak bisa dihubungi hah?” ucap Myungsoo tanpa melihat kearahku, sepertinya dia marah kepadaku. Aku tak tahu kalau dia akan kembali ke kantor. tadi kan dia ada urusan di luar jadi dia pulang duluan. Kenapa dia malah menyalahkanku?

 

“Aku…”

 

Ceklek

Myungsoo langsung menurunkanku dan memapahku ke kursi di sebelah pengemudi. Lalu ia duduk di tempat pengemudi.

Di sepanjang perjalanan Myungsoo hanya diam, biasanya ia selalu berbicara hal yang tidak jelas tapi sekarang ia terus mendiamkanku. Apa dia marah? Kenapa dia harus marah?

 

“Myungsoo…”

“Sudah sampai, kau bisa jalan sendiri?” aku hanya diam, aku takut melihat tatapan tajamnya.

Myungsoo langsung keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil disamping penegmudi lalu mengangkat tubuhku. Lagi-lagi dia tak mengucapkan apa-apa, ini malah membuatku bingung.

 

“Omo! Sooji-ah… kau kenapa? Ada apa denganmu?”

 

“Tadi Sooji jatuh jadi aku menolongnya, aku Kim Myungsoo fotografernya Sooji.”

 

“Ne.. kalau begitu kau bisa mengantarkan Sooji sampai kamarnya kan? Mian, Sooji telah merepotkanmu”

 

Myungsoo langsung pergi tanpa mengucap apapun setelah ia mengantarkanku sampai kamar. Kenapa dia jadi seperti ini?

tbc

Advertisements

137 responses to “My Crazy Namja (Part 1)

  1. myungsoonya ngga ada angin ngga ada hujan kenapa sikapnya berubah-ubah gitu? apa dia pura-pura sok cool didepan suzy? haha~
    suzynya jadi galau sendiri kan karena sikapnya myungsoo, wkwk~
    sikapnya myungsoo disini bener-bener ajaib, sebegitu cintanya kah sama suzy? haha~

  2. Wahh, si myungsoo jadi namja gila, menarik ini, karna biasanya selalu jdi namja dingin 😀

  3. Ya ampun… Suzy bisa bisa nya nolak myungsoo smpe 100 kali lagi..aigooooo
    loh itu d akhir myung kok tiba2 cuek ga banyak bicara.??

  4. hai author-nim salam kenal aku reader baru. gak sengaja nemu ff ini gara2 ngubek2 di mbah gugel :D.
    dsini ceritanya myung jadi namja gila ya ? haha kyeopta~
    kalo aku jdi suzy si mau2 aja ^^

  5. Myungso sampe 100 x menyatakan cinta sama suzy tapi selalu ditolak.moga pertemuan x ini mereka bisa bersatu…

  6. kynya krn sikap myungsoo yg berubah, suzy mulai merasakan sesuatu ..penasaran sm kelanjutanya.. hwaiting

  7. emang crazy namja si myungsoo aigoo… tapi gimana perasaan suzy ya?? next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s