My Crazy Namja (Part 2)

My Crazy Namja

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: threeshoot || Genre: romance || Rating: PG-17

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

 

Author POV

Sudah seminggu ini Suzy disibukkan dengan pemotretan untuk pakaian musim seminya. Dan pada minggu ini ia akan berangkat ke Thailand untuk melakukan pemotretan pakaian musim panasnya. Cuaca yang mendadak berubah dari Seoul ke Thailand pasti akan memberikan pengaruh besar bagi tubuhnya. Maka dari itu ia menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi, termasuk menyiapkan mental untuk menghadapi Myungsoo yang sedikit aneh akhir-akhir ini. well, Suzy sudah terbiasa dengan sikap Myungsoo yang gila tapi untuk kali ini dia kaget dengan perubahan Myungsoo yang seperti bukan Myungsoo si namja gila yang dari dulu mengejar-ngerjar cinta Suzy.

 

“Myungsoo dan Suzy, yang akan ikut ke Thailand bersama kalian hanya 5 orang. Anggap saja ini liburan untuk kalian, terutama untuk Suzy, aku tahu akhir-akhir ini kau pasti sangat lelah dengan launching acara fashion akhir-akhir ini” ucap seorang lelaki paruh baya yang bekerja sebagai manager perusahaan majalah ini.

Suzy dan Myungsoo langsung meninggalkan ruangan manager tersebut. Suzy langsung menyamakan langkah besar Myungsoo, sebenarnya dari kemarin ia penasaran dengan sikap Myungsoo yang aneh. Myungsoo selalu mengantar jemput gadis ini namun tak pernah mengeluarkan sepatah kata pun selain kata-kata “turun” atau “sampai”.

“Yaaa… Myungsoo, jalanmu cepat sekali sih!”

Myungsoo tiba-tiba berhenti dan membuat Suzy menabrak tubuh tegap namja ini

“Ah… kau ini menyebalkan! Kau itu ingin menjadi supirku ya? Setiap hari terus mengantar jemput ku tapi tak pernah mengajakku berbicara seperti halnya supir saja”

“Ne, kalau itu maumu aku bersedia” jawab Myungsoo datar dan langsung melanjutkan langkahnya

Suzy hanya mengeluarkan sumpah serapahnya setelah Myungsoo langsung melesat pergi. “Namja ini sedang datang bulan ya? Aish… apa terlalu lama di Jerman ya sehingga dia menjadi aneh seperti itu” rutuk Suzy

Suzy POV

“Cheers!!!” ucap Jiyoung, Sulli, Soojung dan Sohyun serempak. Mereka adalah sahabatku, dari sekolah menengah kami terus bersama sampai sekarang. Dan setiap hari sabtu, kami selalu berkumpul minum soju bersama di kedai langganan kami.

“Aku ingin minum sepuasnya” ucapku sambil menuangkan botol soju ke gelas

“Nado, aku pusing dengan customer-customer ku, mereka selalu menuntutku huh” ucap Jiyoung yang diangguki Sohyun. Jiyoung dan Sohyun bekerja di perusahaan yang sama.

“Heh aku yang lebih sengsara sepertinya, aku bertengkar lagi dengan Minho Oppa belum lagi boss ku selalu menyuruhku lembur” sahut Sulli

“Eoh… berarti hanya aku yang paling bahagia disini ya? Kalian tau, kalau kemarin Minhyuk oppa melamarku. Aigoo… aku seperti hidup di negeri dongeng yang menerima lamaran dari seorang pangeran” ujar Soojung yang sontak membuatku dan yang lainnya terdiam, dan langsung mengacak-acak rambut panjang lurusnya yang seperti papan triplek itu

Eiyyy, ternyata memang hanya aku yang belum memiliki pacar. Mereka semua sudah memiliki hubungan serius dengan namjachingu mereka. Sebentar lagi pasti Soojung menikah, lalu mungkin Sulli kemudian Jiyoung dan Sohyun juga ikut menyusul. Mereka semua jahat huh…

“Yaaa… kalian ini kriminal sekali menganiaya diriku huh. Nanti aku akan laporkan ini kepada Minhyuk oppa, dia kan seorang jaksa terkenal” ujar Soojung

“Soojung, kenapa kau tega sekali ingin mendahului Jiyoung untuk menikah?” Tanya Sulli

Pletak!

“Yaaa… appo! Kenapa kau malah menjitakku? Aku kan ingin membelamu” teriak Sulli yang mendapat jitakan dari Jiyoung.

“Itu bukan membela tapi menghina, apa maksudmu huh? Bukan kemauanku aku lahir lebih dulu dibanding kalian…. Salahkan saja eommaku! Kalian jahat sekali” Rengek Jiyoung yang membuat kami tertawa terbahak-bahak.

Jiyoung memang merupakan objek yang pas sebagai bahan ejekan hehehe

“Sooji-ah, bagaimana hubunganmu dengan Myungsoo-mu itu?” goda Sohyun. Eh apa tadi dia bilang? Myungsoo-mu? Aish…

“Tidak ada hubungan apa-apan antara aku dengannya. Aku kesini tidak untuk membicarakan namja itu”

“Kenapa kau malah marah? Sohyun kan menanyakan dengan baik-baik, kau jangan seperti itu… Myungsoo itu namja yang baik, wajahnya pun sangat tampan lebih tampan dibanding Minho Oppa lagi. Harusnya kau tak menolak cintanya itu” sahut Sulli

“Yasudah kau pacari saja Myungsoo. Dia itu menyebalkan, namja aneh dan ada satu hal yang membuatku tak akan pernah mencintai namja itu”

“Mwoya? Kau itu dinashati malah begitu. Ne, arasseo… dia itu namja yang merebut first kissmu itu kan? ayolah, itu sudah lama dan mungkin itu sebuah kecelakaan” sahut Soojung yang membuatku semakin tambah tak mood

“Aku pulang duluan ya. Kalian bukannya membuatku senang malah membuatku semakin tak mood”

Aku langsung pergi dari kedai tersebut. sebenarnya aku masih ingin bersama mereka tapi aku keluarpun tak ada yang melarangku untuk pulang.

Masih jam 8 malam, lebih baik aku pergi ke sungai han saja sebelum aku pulang ke rumah.

 

Myungsoo POV

Aku melihatnya, sepertinya dia sedang dalam keadaan tidak baik. Apa aku harus menghampirinya ya? Tapi sepertinya akulah penyebab hari-harinya menjadi kacau. Aku mencintai Sooji, bahkan aku rela meninggalkan pekerjaan fotograferku di Jerman hanya untuk mengejar Sooji kembali. Aku memang namja yang gila, tapi kegilaanku ini hanya untuk gadis ini. Sayangnya Sooji menganggap remeh perasaan tulusku ini huh…

Aku menghampirinya tapi aku takut kalau keberadaanku malah membuatnya terganggu, baiklah lebih baik aku melihatnya dari sini saja. Toh dari sini, aku masih bisa melihatnya secara jelas. Keundae, kenapa dia duduk sendiri disini? Bukankah tadi Sooji bersama teman-temannya ya? Tadi aku memang mengikuti Sooji yang pergi dengan teman-temannya tapi sekarang Sooji malah sendiri di tempat ini, cuaca pun semakin dingin… apa dia tidak merasa kedinginan ya? Lihatlah, dia hanya menggunakan mantel yang tak cukup tebal. Gadis ini benar-benar harus aku lindungi, seharusnya kau meladeni keberadaanku, Bae Sooji …

“AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!! SEMUANYA MENYEBALKAN! AKU INGIN MATI SAJA! KENAPA SEMUA ORANG BERSIKAP BEGINI KEPADAKU! DAN NAMJA ITU, KENAPA DIA JADI SEMAKIN ANEH HAH!!”

Yaa… apa yang dilakukannya? Teriak-teriak seperti orang gila saja. Untung saja tidak banyak orang yang lewat. Siapa yang ia maksud? Namja aneh? Apa itu aku eoh? Kalau benar itu aku, berarti usahaku selama ini sudah membuahkan hasil kan… buktinya sekarang dia sedang mengingatku!

Aku tak tahan kalau harus mendiaminya seperti ini, masa bodoh dengan tipe idealnya yang menyukai namja tak banyak bicara. Aku akan mendapatkannya dengan caraku sendiri!

Hap. Aku menutupi kedua matanya dari belakang, bisa kurasakan tubuhnya tiba-tiba menegang. Dia tak mungkin tau siapa yang ada di belakangnya ini.

“Yaaaaa! Nuguseyo?”

“Aku namja aneh yang kau sebut tadi, Baby Sooji….”

“Eoh… neo… kenapa bisa ada disini? Lepaskan tanganmu! Ini sama sekali tidak lucu tau!” ucapnya yang berusaha melepaskan tanganku.

Ah senangnya, dia memegang tanganku erat seperti ini….

“Myungsoo-ah, lepaskan tanganmu… mataku jadi gatal huh!” rengeknya yang membuatku semakin gemas. Kyeopta.. suaranya terdengar sangat manja sekali…

“Yaaa… namja menyebalkan… kukira kau orang gila atau namja hidung belang tiba-tiba menutup mataku!”

“Jadi memangnya kau harus melakukan apa? Apa aku harus melakukan hal ini?” aku langsung memeluknya dan dia bersusah payah melepaskan dekapanku.

“Jadi kau tak mau aku peluk? Bagaimana kalau ini?”

Cup~ aku mencium pipi gembulnya yang seputih susu.. dia semakin mempautkan bibirnya. Lalu aku mencium pipi satunya lagi dan ia malah memukulku membabi buta. Aigoo.. tenaganya cukup besar juga ternyata….

“Kau ini maunya apa? Yaa…. Hentikan pukulanmu itu, baby Sooji…” ucapku yang berhasil menangkap kedua tangannya.

“Aigooo… pasangan muda itu lucu sekali, yeobo… aku jadi ingat ketika kita masih muda dulu” gumam sepasang nenek-kakek yang melewati sungai han ini.

“Haelmoni…” sapaku sengaja pada nenek yang tadi lewat

“Ne… anak muda, kau memanggilku?” aku menganggukan kepalaku lalu nenek dan kakek itu menghampiriku dan Sooji. Sooji hanya mendengus kesal seakan berkata “apa yang akan kau lakukan kali ini?”

“Haelmoni, apa kalian juga pernah mengalami kejadian seperti ini?”

“Ne, istriku ini pernah bersikap ngambek seperti yoejamu ini” kali ini si kakek yang menjawab

“Lalu apa yang harus kulakukan?”

“Dulu aku menciumnya tepat di depan sungai han ini dan istriku langsung tersipu-sipu malu. Mungkin kau harus melakukan hal yang sama sepertiku”

“Omo! Yeobo… aku jadi malu kalau mengingat hal itu. Sebaiknya kita harus pergi sekarang, semoga usahamu berhasil ya, anak muda” ucap si nenek

Pasangan nenek kakek itu meninggalkan kami dan melanjutkan perjalanan mereka. Sooji langsung pergi seakan tau apa yang akan kulakukan selanjutnya setelah mendengar saran dari pasangan tua itu.

“Baby Sooji… kau mau kemana?” tanyaku sambil menyetarakan langkahnya

Dia berhenti dan langsung menatap tajam kearahku, keundae ini semakin membuatnya terlihat lucu. Mata Sooji itu seperti kelinci jadi setajam apapun dia menatapku dia tak akan bisa, itu malah terlihat semakin membuatku gemas kepadanya.

“Aku lelah, aku ingin pulang” ucapnya yang membuatku menarik lengannya dan pergi menuju mobilku

“Kajja” ucapku penuh semangat

 

Author POV

Sooji terlihat sedang membereskan barang-barangnya di koper. Ia baru saja sampai di negeri gajah ini. Sudah saatnya ia meliburkan otak dan tubuhnya, kali ini ia tak akan menyia-nyiakan waktu liburnya. Tujuannya ke Thailand memang bukan untuk pemotretan saja, ia sudah merencanakan liburannnya dengan matang  karena managernya sudah memberikan waktu seminggu untuknya disini. Pemotretan yang akan dia lakukan hanyalah 3 hari dan ia akan menghabiskan sisanya untuk bersenang-senang.

Tok tok tok

Ceklek

“Baby Sooji… sebentar lagi kita akan makan malam, siapkan dirimu ne?” Ucap namja yang sudah tidak asing lagi bagi gadis ini. siapa lagi yang memanggilnya baby Sooji selain namja tampan nan gila ini, Kim Myungsoo.

Sooji hanya menganggukan kepalanya dan menyuruh Myungsoo untuk pergi

Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Sooji langsung pergi ke resto yang ada di dalam hotel yang ia tinggali. Sebelumnya Myungsoo menghubunginya dan menawarkan diri untuk menjemput Sooji namun Sooji ingin pergi sendiri oleh karena itu ia pergi ke resto tanpa Myungsoo.

Keesokan harinya Sooji langsung mengerjakan tugasnya sebagai model, untuk pemotretan kali ini ia memakai tanktop dengan bawahan rok Hawaii. Dalam pemotretan kali ini, ia hanya menonjolkan aksesoris apa yang ia pakai.

Myungsoo langsung meng-capture foto Sooji dengan semangat, baginya ini adalah pekerjaan yang sungguh menyenangkan karena bisa melihat wajah cantik Sooji yang tersenyum dengan natural secara cuma-cuma.

“Cha, selesai.” Ucap Myungsoo dan langsung menghampiri Sooji.

“Sooji-ah, kau cantik sekali… pantas saja aku tak bisa mencintai gadis lain” Sooji tak meladeni Myungsoo dan langsung pergi.

“Bersabarlah, Myungsoo” gumam namja ini untuk mengibur dirinya sendiri

Ini hari ke-3 mereka melakukan pemotretan dan membuat Sooji terlihat senang, setelah pemotretan selesai ia akan pergi sepuasnya untuk mengelilingi pulau ini.

“Finished!!! Sekarang kalian bisa bersenang-senang!” Ucap Myungsoo yang mengakhiri kerjaannya.

Sooji langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian renangnya, rencananya ia ingin berenang di pantai ini. dari kemarin ia ingin sekali berenang di pantai yang terkenal di Thailand ini. jika tahun kemarin ia bisa bersenang-senang di Bali, sekarang ia menghabiskan waktu liburnya di Phuket. Phuket merupakan sebuah pulau yang berada di negri gajah ini, pulau yang sangat indah dan banyak wisatawan asing yang mengunjungi pulau ini. dan sepertinya ini keberuntungan bagi Sooji karena pada kali ini pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari, dengan begitu ia bisa melakukan sesuatu dengan sepuasnya.

Suzy POV

Ah senangnya….. 4 hari itu waktu yang cukup pendek tapi aku sangat bahagia karena sekarang aku berada di surga dunia. Aigoo… yeppuda! Andai aku bisa mengajak Jiyoung, Sulli, Soojung dan Sohyun, pasti sangat menyenangkan

Holidaying-at-a-Phuket-villa

Aku membuka cardiganku yang sedari tadi aku pakai untuk menutupi tubuhku.

“Yaaaaa Yaaa Yaaa….. Baby Sooji! Apa yang kau lakukan?” aku menolehkan kepalaku kebelakang dan ternyata Myungsoo yang meneriakiku. Namja ini benar-benar …

“Kau mau membuka cardiganmu?”

“Aku ingin berenang, apa aku harus memakai cardigan jika ingin berenang?” ucapku penuh penekanan pada kata ‘berenang’

“Kau pakai kaos saja, jika kau tak punya, kau bisa pinjam kaosku dan itu terlihat semakin baik karena kaosku pasti kebesaran di tubuhmu yang mungil ini”

Oh God ! pria ini sebenarnya berasal darimana? Kenapa keberadaanya selalu mengganggu hidupku eoh?

“Kau marah kepadaku ya?” tanyanya sambil menundukan kepalanya agar bisa melihat wajahku, mungkin.

“Aku hanya tidak ingin pria lain melihat tubuhmu ini. aku tidak mau pria lain yang melihatmu itu berkhayal yang tidak-tidak tentangmu, mian kalau aku membuatmu terganggu” ucapnya yang langsung pergi.

Benar juga perkataannya… baiklah, mungkin aku memang harus mengganti bikini ini.

“Yeppuda ….”

Cekrek… cekrek …

Aku melihat Myungsoo sedang membidikkan kameranya kesekitar pantai ini. dasar fotografer, mau bagaimanapun pasti ia akan menggunakkan kamera dimanapun ia berada.

“Eoh… Sooji-ya… kau tidak jadi berenang?” tanyanya

“Jadi” jawabku singkat. Aku memang sudah mengganti bajuku dengan kaos dan hotpants, pakaian ini memang terlihat lebih baik digunakan untuk berenang.

“Kalau begitu, kajja kita berenang bersama. Untung saja aku membawa kamera anti air ini jadi bisa mengambil fotomu disaat kau bermain di pantai”

“Yaya, terserah katamu sajalah”

Segarnya, walaupun cuacanya panas tapi aku tak begitu merasakannya. Aku lihat Myungsoo hanya memegang kameranya… katanya mau berenang, kenapa malah mengambil foto terus huh!

“Baby Sooji… coba kau berdiri disana, awannya terlihat sangat bagus disebelah sana. Aku akan mengambil gambarmu”

“Jinjja? Geurae..” aku mengikuti ucapannya itu, awannya memang terlihat sangat indah.

“Yeppo, kau memang selalu terlihat indah. Sekarang kita berselca bersama” ucapnya yang langsung mengarahkan kameranya kearah kami berdua.

Cekrek.. cekrek …

Eh? Kenapa aku jadi menuruti kata-katanya begini ya… tak apalah, sekali-kali mungkin aku harus membuatnya senang.

“Myungsoo, katanya kau mau berenang eoh? Kenapa malah sibuk dengan kameramu itu…”

“Eh… kau mengajakku berenang bersama? Geurae, aku akan menyimpan kamera ini dulu. Kau tunggu disini ne?” jawabnya dan langsung berlari untuk menyimpan kameranya.

Kenapa aku jadi seperti ini? kenapa malah mengajaknya berenang ya? Apa ada yang salah dengan otakku eoh?

Myungsoo POV

Aku menerjunkan tubuhku ke dalam air jernih ini. segarnya… kapan lagi aku bisa berenang seperti ini. aku lihat Sooji pun ikut berenang dengan wajah yang senang.

Menurutku, dia itu seperti kamera bagi para fotografer. Yang selalu menggantung di leher para fotografer, begitu juga denganku namun bedanya ia selalu menggantung di hatiku. Ya, hanya menggantung… karena aku belum bisa mendapatkan hatinya secara utuh.

“Ah… kau menyebalkan! Kenapa malah mencipratkan air ke wajahku?” lag-lagi aku mencipratkan air ke wajahnya, dia terlihat sangat menggemaskan karena sedari tadi ia mempautkan bibirnya.

“Mataku perih…”rengek Sooji

Aku langsung mendekatinya dan melihat matanya yang memang terlihat merah, pasti air laut ini mengenai matanya. Ini pasti karena cipratanku..

“Ah… perih sekali… Myungsoo, ini karenamu!”

“Ne ne… aku akan meniup matamu. Kau jangan mengucek-ngucek matamu nanti akan terasa semakin perih”

Aku meniup salah satu matanya yang terkena air laut. Mimpi apa aku semalam? Aku bisa sedekat ini dengannya… aigoo, apa Tuhan sudah mengabulkan doaku selama ini?

“Yaaa,,, kenapa kau malah diam? Ppali, tiupkan mataku!” pekik Sooji sehingga menyadarkanku

“Ne, baby Sooji..”

———-

Ini hari terakhirku di Phuket, besok pagi aku harus terbang ke Seoul kembali. Rasanya, aku ingin tinggal disini selamanya saja… apalagi kalau hidup bersama Sooji, atau mungkin nanti aku honeymoon disini saja ya hehehe.

“Sooji, kau mau kemana?” tanyaku yang melihat Sooji lengkap dengan topi pantainya.

“Aku mau naik perahu, kau tak usah mengikutiku nanti aku akan sial lagi”

“Kau masih marah? Aku kan tak sengaja, mana aku tau kalau airnya mengenai matamu”

Author POV

Myungsoo tak meladeni perkataan Sooji dan terus mengikuti gadis itu. Di dalam perjalanan ke pantai, Myungsoo selalu membidikkan kameranya kearah Sooji yang terus berjalan. Sooji pun merasa kalau ia diikuti oleh Myungsoo dan langsung membalikkan tubuhnya kebelakang.

“Neo… jangan ikuti aku! Pergilah sesukamu asal jangan mengikutiku!”

Myungsoo malah pura-pura tak mendengar ucapan Sooji sambil melihat-lihat hasil jepretannya dikamera yang menggantung di lehernya.

Sooji yang melihat hanya mengehentakan kakinya kepasir dan terus melanjutkan langkahnya.

Sooji menghampiri penjaga perahu yang sedang berjaga dijajaran perahunya, ia ingin meminjam perahu dan pergi ke berkeliling laut di pantai ini. Sooji mencari-cari orang yang ingin diajaknya untuk menaiki perahu bersamanya karena si penjaga perahu tak bisa menemani Sooji, si penjaga ada pekerjaan lain sehingga tak bisa mengantarkan Sooji.

unduhan

Lalu Sooji melihat Myungsoo yang sedang berbincang-bincang dengan gadis berbikini di sebuah tempat berteduh di pantai tersebut.

Entah kenapa Sooji merasa ada yang aneh di hatinya, badannya serasa lebih panas dari sebelumnya ketika melihat Myungsoo berbicara akrab dengan gadis berbikini itu. Seketika Sooji sudah berada di samping Myungsoo dan menarik-narik tangan Myungsoo. Myungsoo hanya tersenyum kepada Sooji dan melanjutkan pembicaraannya dengan gadis sexy itu.

“Myungsoo! Kau harus menemaniku menaikki perahu itu, ppali…”

“Sebentar ne, aku sedang berbicara dengan gadis ini dulu”

“Yaa… baiklah kalau kau tak mau, aku bisa mengayuh perahu sendiri!” ketus Sooji dan langsung berlari meninggalkan Myungsoo. Myungsoo yang melihat langsung mengejar Sooji.

“Kau kenapa? Aku bilang kan tunggu sebentar”

“Arra, aku memang tidak sesexy dia. Sudahlah, kau lanjutkan saja untuk mengobrol dengannya! Jangan pedulikan aku!”

“Yaaa… apa maksudmu? Sexy… sexy.. kau ini bicara apa? Sini, biar aku yang mendayung perahunya” jawab Myungsoo yang langsung merebut dayung perahu yang berada di tangan Sooji.

Di atas perahu, mereka hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Myungsoo yang biasanya banyak bicara pun betah dengan suasana hening yang mereka ciptakan. Lalu Myungsoo menyunggingkan senyumannya mengingat apa yang baru saja terjadi.

“Baby Sooji… kau cemburu ya?”

“Apa maksudmu? Kau jangan banyak bergerak, nanti perahunya akan miring”

“Eoh… arasseo! Keundae, aku merasa kalau kau itu cemburu karena aku mengobrol dengan gadis tadi. Tadi aku hanya mengobrol tentang wisata yang ada di Thailand ini, dia itu orang Phuket dan …” belum sempat Myungsoo melanjutkan, perahu yang mereka tumpangi bergerak dengan kencang mengikuti ombak yang datang tiba-tiba.

“Myungsoo… bagaimana ini? ombaknya tiba-tiba besar, aku takut…”

“Sooji-ah, tenang saja ne… aku akan mendayung dengan cepat agar tidak terkena ombaknya” Myungsoo mencoba menenangkan Sooji yang sudah bergera-gerak ketakutan

“Coba cari pelampung di perahu ini” Sooji mencari pelampung di perahu yang ia naikki namun hasilnya nihil.

“Myungsoo-ah, pelampungnya tak ada. Aku tadi tak meminta pelampung kepada penjaganya. Eotthoke?”

Blush

Ombak yang besar pun menenggelamkan perahu yang Sooji dan Myungsoo naikki, Myungsoo langsung menolong Sooji yang terlihat kesusahan untuk berenang. Myungsoo membawa Sooji yang terlihat kehabisan nafas tersbut ke pinggir pantai.

Para pengunjung yang berada didaerah itu pun mendatangi mereka dan segera membantu Myungsoo yang membawa Sooji.

“Are you oke?” Tanya salah satu pengunjung yang menolong mereka berdua. Myungsoo mengiyakan dan bilang bahwa dia bisa menanganinya sendiri lalu para pengunjung yang melihat pun langsung kembali ke aktivitasnya masing-masing.

Myungsoo bersyukur karena ia bisa menahan arus ombak yang membawanya dan Sooji. Lalu ia melihat Sooji yang sudah tak sadarkan diri.

“Sooji-ah… ireona!!!” Teriak Myungsoo sambil menggoncang-goncangkan tubuh gadis tersebut

Perlahan Myungsoo menempelkan bibirnya ke bibir pucat Sooji, mencoba untuk memberikan nafas buatan untuk Sooji. Sepertinya usahanya terlihat berhasil karena Sooji sudah mulai membuka kedua matanya. Myungsoo langsung membawa Sooji ke hotel yang mereka tempati.

——

10 menit lagi Sooji dan Myungsoo akan kembali ke Seoul, kini mereka bersama team sudah berdiri di dalam airport untuk menunggu keberangkatan mereka.

“Sooji, gwenchana?” Tanya Myungsoo dengan hati-hati. Setelah kejadian kemarin, Sooji belum membuka suaranya walau untuk sekedar menjawab pertanyaan Sooji.

Lagi-lagi Sooji hanya diam, entah apa yang membuatnya begini.

“Kau masih sakit? Kalau masih sakit, kita tunda saja keberangkatan kita” ucap Myungsoo yang berusaha mengajak Sooji berbicara

Sooji terlihat menghela nafasnya dalam-dalam lalu menatap mata myungsoo. “Kau berhentilah menggangguku!”

Myungsoo tersenyum mendengar suara Sooji yang akhirnya menjawab pertanyaannya.

“Kau tak usah berusaha melindungiku! Tak usah berada di sampingku lagi! Kau hanya membuatku menjadi sial!” namun senyuman Myungsoo tak bertahan lama setelah mendengar ucapan Sooji kali ini

“Wae? Apa aku melakukan kesalahan lagi?” Tanya Myungsoo yang menyerngitkan dahinya

“Aku sudah lelah dengan semua tingkah konyolmu! Kumohon… jangan mengusik kehidupanku lagi, Kim Myungsoo!”

Tbc

part selanjutnya ending yaa… Author udah kecewa banget sama siders so kalau masih ada siders berkeliaran di part ini mungkin author akan meng-protect part endingnya. *bow*

Advertisements

144 responses to “My Crazy Namja (Part 2)

  1. Iss suzy kok gituuu:’3 kan myungsoonya kasian ditolak mulu aissh tp gomawo thor buat ceritanyaa… romancenya kurang nih, aku blm bisa ngefly(?) Hehe^^

  2. aigooooo uri suzy udah mulai jatuh hati sama myungsoo yaa….ㅋㅋㅋ baru dijutekin sama myungsoo aja udah kayak gitu hehe XD pake acara cembutu lg sama myungsoo kekeke yp kata-katanya suzy yg terakhir sedih amat ya –‘ lanjut baca next dulu ya thorrr!!”” hehe fighting ne! myungzy jjang 😀

  3. ihhh suzy kenapa jadi gitu padahal myung kan udah nolongin dia dasar myung kasian nih disini suzy nya malah nyuruh myung jauh jauh aigoo suzy udah mulai suka ya sama myung kkk

  4. eh kenapa malah jadi begini? 😮
    kenapa suzy malah marah habis ditolong sama suzy? 😮
    aigoo~ padahal suzy nya tadi udah ada rasa cemburu gitu~ -.-

  5. Ahh, myungsoo oppa kasian 😥 suzy eonni tega deh 😥

    Tapi, suzy eonni udah suka tu ama myungsoo oppa, ciee 😀

  6. Kasian myungsoo’y :(.. Dah di bela2’n balik ke korea wat deket’n suzy lgi, ehh suzy’y msih dingin aja..

  7. Duh suzy di akhir itu kok ngomongnya gtu???kn ksian myung hatinya pasti sakit banget dibilangin kyak gtu sma suzy….

  8. kirain suzy udah mau buka hati dikit aja soalx dia kan udah “panas” tuh liat myung ngobrol asik sm cwe pukhet sexy

  9. suzy nya udah mulai cemburu tu, what , suzy kok jahat banget ngomong gitu sama myungsoo, myungnya kan jadi sedih, makin asik nie cerotanya , tambah penasaran

  10. aigoo aigoo aigoo,,, uri suzy mulai cemburu tapi masih gengsi aja.. disaat mulai eeh salah paham lagi..
    kasihan sama myung.. semangat myungg.

  11. Kasian sama myungso yg uda lakukan apa aja demi suzy.kenapa suzy nggak bisa terima myungso .kayaknya suzy uda mulai bisa menerima tp dia belum menyadari perasaannya.

  12. hmm suzy sebenrnya sudah merasa cemburu sama myungsoo.. lalu apakah yg terjadi saat suzy blng myung utk menjauh?apakah myungsoo menurutinya?penasaran.. :)..

  13. omona suzy paboo. . knp ngmnkk gituu ntrr nyesellll…. myung kann udhh baiikkk aigooosabarr ne myungpaa

  14. padahal suzy keliatan suka ke myungsoo loh tapi kok kayaknya dia membohongi perasaannya sendiri sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s