My Crazy Namja (End)

My Crazy Namja (End)

Untitled-1

Author: Hannayunisty || Main Cast(s): Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast (s) : Find it by yourself || Length: threeshot || Genre: romance || Rating: PG-16

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

Author POV

Sekembalinya dari Thailand, Myungsoo benar-benar mengikuti apa yang dikatakan oleh Sooji. Ia bisa dibilang sudah menyerah dengan semuanya, percuma saja jika namja ini terus bersikap menjadi namja yang sibuk mengejar Sooji jika pada akhirnya gadis itu tetap bersih kukuh untuk tidak menanggapi sikap gila Kim Myungsoo.

 

“Sooji ya, apa kau ada masalah dengan Myungsoo?” Tanya Jia yang selama ini menjadi hair stylist nya selama pemotretan.

“Hemm… bukankah dia memang selalu bermasalah?” Ucap Suzy dengan wajah tak berminatnya, Jia langsung diam setelah melihat raut wajah Sooji.

“Aku pulang duluan ya”

“Ne, hati-hati di jalan eonni”

Sudah seminggu Sooji pulang tanpa ditemani Myungsoo, biasanya Myungsoo selalu memamerkan wajah polosnya di depan Sooji dan langsung mengutarakan kata-kata romantisnya yang akan mengantar Sooji sampai di rumah dengan selamat. Namun kini Myungsoo dengan sendirinya menjauh dari gadis ini, sepertinya namja ini sudah terlampau sakit hati dengan apa yang dikatakan Sooji sewaktu di Thailand.

“Cha, aku juga harus pulang sebelum eomma mengomeliku lagi karena aku selalu pulang telat” gumam Sooji sambil melangkahkan kakinya menuju basement.

Sooji memandang aneh ban mobilnya yang terlihat tidak seperti biasanya. ban mobil depannya terlihat mengempes. Ada yang tidak beres dengan ban mobilnya ini, Sooji langsung mencari akal untuk membereskan masalah yang tak mampu ia selesaikan sendiri

Suzy POV

Sial! Kenapa harus disaat seperti ini sih… menyebalkan!!! Aku bisa saja meninggalkan mobilku disini tapi sekarang sudah jam 8 malam dan akan sulit mendapatkan taxi di daerah ini.

Sohyun? Ah aku tahu dia pasti akan berbaik hati menjemputku jika aku memintanya, ku tekan tombol-tombol yang muncul di layar lcd ponselku lalu ku tempelkan ponsel di telingaku.

“Yobosseo”

“Sohyun-ah … kau bisa tidak menjemputku dikantor? Ban mobilku kempes dan teman-temanku disini sudah pulang semuanya. Kau kan baik hati dan cantik jadi pasti kau mau membantuku kan?”

“Sooji ah, mian… aku sekarang sedang bersama yoseob oppa hehe, aku sedang kencan jadi tak bisa menjemputmu”

“Mwoya? Aish… lalu aku bagaimana? Jiyoung apa ada di rumahnya ya? Sulli dan Soojung, apa mereka juga sudah pulang ya?”

“Tadi dia bilang dia sedang berkunjung ke rumah bibinya, Sulli sudah pasti sedang berduaan dengan Minho dan Soojung juga sedang sibuk mempersiapkan pertunangannya, kau tau sendiri kan?”

Hah… kalau begini sudah saatnya aku mencari pacar, ternyata menjadi single itu tak selamanya enak huh!

Kututup teleponku dan langsung keluar, semoga saja keberuntungan berpihak padaku.

Sudah 10 menit aku menunggu taksi tapi hasilnya tetap nihil. Aku lupa kalau ini sudah mau memasukki musim dingin jadi aku tak membawa mantel tebalku, pabo Sooji!

Andai saja Myungsoo tiba-tiba datang dan menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang, di saat seperti ini namja itu memang sangat dibutuhkan

———

Tok tok tok

“Sooji, ireona… ini sudah pagi, bukankah kau harus datang ke butikmu eoh?”

Samar-samar ku dengar suara eomma yang membangunkan mimpi indahku. Ah kenapa sudah pagi lagi …….

“Ne, eomma”

Aku memang masih mengurusi butikku itu selain menjadi model di majalah bibi Hyeonjoo, dan ini membuatku sukses menjadi wanita muda yang sibuk.

Kakiku masih pegal-pegal mengingat semalam aku terus berjalan sampai menemukan taksi, sekitar satu jam aku berjalan sehingga aku menemukan taksi. Untung saja tidak ada pria jahat di jalan, setidaknya aku masih beruntung kan?

“Pagi eomma” sapaku sesampainya di ruang makan

“Sooji, bisa eomma minta tolong kepadamu? Rekan eomma yang dari Canada akan datang siang nanti jadi eomma minta kau menjemputnya dan anaknya di bandara ya”

“Eomma… kenapa tidak eomma sendiri? Aku kan pasti akan sibuk di butik”

“Eomma akan pergi ke Gwangju dan mungkin besok eomma baru kembali, appamu kan sedang mengurusi tanah sengketanya disana jadi eomma harus membantu appamu itu”

“Memangnya teman eomma itu asli orang Canada ya?”

“Ani, dia hanya mengikuti suaminya disana dan sekarang dia bersama putranya akan kembali untuk membuka usaha di Korea. Sementara mereka akan tinggal di rumah kita, kasihan juga kan kalau mereka harus tinggal di hotel?”

“Arasseo, aku akan menjemputnya” jawabku dengan pasrah

Author POV

Seorang namja sedang mencari-cari seseorang yang akan menjemputnya di bandara ini. setelah yakin dengan apa yang dilihatnya, namja itu langsung menghampiri gadis yang sedari tadi memegang name tag bertuliskan nama ibunya.

“Sooji?” gadis yang dihampirinya langsung kaget dan menjatuhkan name tag yang ia pegang. Sudah cukup semalam ia menghadapi kesialan tapi kini di depannya sudah berdiri namja yang dulu pernah menjadi bagian dari hidupnya.

“Aku mencari Ny.Wu … maaf aku harus pergi”

“Chankaman, itu nama ibuku, kau lupa kalau margaku itu Wu?”

Sooji dan pria bermarga Wu itu akhirnya berjalan beriringan menuju mobil Sooji yang terparkir di depan bandara.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya namja itu seramah mungkin

“Baik. Untung saja eommaku menelponku kalau ibumu tak jadi datang hari ini. kalau eomma tak memberitahu pasti aku akan meninggalkanmu di bandara ini” cerocos Sooji yang serius mengendarai mobilnya

“Kau masih cerewet seperti dulu ya, Miss.Bae?” Sooji tak membalas pertanyaan namja yang ada disampingnya itu.

“Bae … Bae… aku merindukanmu” lanjutnya yang membuat Sooji mengerem mobilnya dengan mendadak

“Turun” ujar Sooji tanpa melihat orang yang berada di sebelahnya

“Apa kau masih kecewa denganku? Mian, aku dulu belum bersikap dewasa. Sekarang aku janji untuk membahagiakanmu semampuku dan membayar semua kesalahanku dulu”

“Kris, aku tak peduli dengan apa yang kau ingin lakukan dulu atau sekarang. Kalau kau terus berbicara lebih baik kau turun disini saja”

“Hemm… mian, kalau perkataanku mengganggumu”

Myungsoo POV

Bosan sekali rasanya, tak ada yang harus kulakukan lagi di negeri ini. apa lebih baik aku kembali ke Jerman saja? Orang yang menjadi tujuanku untuk kembali ke negeri ini malah tak menginginkan keberadaanku.

Itu bukankah mobilnya Sooji? Kenapa berhenti mendadak? Apa dia sedang dalam keadaan tidak baik?

Andwae Myungsoo… kau tak boleh peduli lagi dengannya, arra! Keundae sepertinya dia tidak sendiri.

Kris? Apa aku salah liat? Namja itu yang selama ini menjadi saingan terberatku, apa dia kembali menjalin hubungan dengan Sooji lagi? Aku tahu semuanya tentang Sooji, jadi aku tau tentang kris yang telah selingkuh di belakang Sooji.

Ani, aku tidak boleh mencari tau lagi tentang Sooji. Sekarang aku harus berjalan sendiri tanpa menggganggu hidupnya lagi.

“Myungsoo…”

“Oh kau sudah datang”

“Hemm… maaf karena aku telat, aku langsung saja ke topik pembicaraan”

Aku mendengar semua yang dikatakan gadis yang berada di dhadapanku ini. dia yang memintaku untuk datang ke café ini, mungkin ini ada hubungannya dengan Sooji.

“Apa kau sudah tidak mencintai Sooji?”

“Sooji yang memintaku… sebenarnya ada apa denganmu Jiyoung?” Kang Jiyoung, sahabat Sooji sedari sekolah dulu dan aku mengenalnya karena aku teman satu sekolahnya juga. Ia yang memintaku bertemu di tempat ini.

“Aku khawatir dengannya dan aku mau kau tetap berada di sampingnya”

“Aku tak boleh egois, ada kalanya aku harus menyerah demi kebahagiaannya” Jiyoung mengambil nafasnya dalam-dalam

“aku tau pasti Sooji mengeluhkan ceritanya kemarin disaat ban mobilnya kempes dan ia harus berjalan selama satu jam demi mendapatkan taksi. Aku tahu kalau Sooji selalu pergi dan pulang sendiri dengan mobilnya di saat hujan lebat, aku tau semuanya, aku tau karena selama ini aku tetap mengikuti langkahnya” lanjutku

“lalu kenapa kau tak membantunya? Kau itu bodoh atau bagaimana sih?” gertak Jiyoung. Come on Jiyoung, kau tak tau apa yang dikatakan sahabatmu itu kepadaku!  

“Jadi ini yang akan kau katakan? Kau memarahiku hanya karena masalah ini? Kau lihat tadi Sooji sedang bersama Kris, lalu apa yang harus kuperbuat hah? Apa aku harus menjadi peran antagonis diantara mereka?”

Brak … gadis di depanku ini malah menggebrakan meja dengan keras membuat pengunjung café yang lain mengalihkan perhatian mereka kepada meja kami.

“Sooji sudah mulai mencintaimu, neo arra? Kau puas mempermainkannya kan? kau bangga berbuat hal ini kepadanya eoh?”

Sooji menyukaiku? Hal bodoh apa yang dikatakannya, aku tak pernah sedikitpun merasakan hal tersebut. dan aku tak mungkin mengharapkan hal itu lagi karena memang hal itu tak akan terjadi sampai kapanpun.

“Dia terus saja membicarakanmu, itu bukti kalau dia mulai memperhatikanmu. Aku kasihan denganmu yang terus mengejar Sooji dan Sooji malah mengabaikanmu, aku hanya ingin Sooji bersama dengan orang yang benar-benar mencintainya”

Setelah pertemuan dengan Jiyoung kemarin, aku malah berpikir untuk mendekati sooji lagi tapi apa yang dikatakan Jiyoung itu benar?

“Myungsoo, kau dipanggil Sajangnim di ruangannya”

“Algeusemnida”

Aku memasuki ruangan CEO majalah ini, siapa lagi kalau bukan Hyeonjoo ahjumma. Aku memang kenal baik dengannya sehingga dia menggapku sebagi anaknya sendiri.

“Myungsoo, ada yang ingin kukatakan” ucapnya dengan nada yang serius

“Aku melihat Sooji selalu melakukan kesalahan di dalam pemotretan selama seminggu ini. aku juga tau kalau fotografer yang sekarang menanganinya itu bukan dirimu lagi, jadi apa mungkin karena hal itu? Kemarin, dia malah ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya ini”

Apa maksudnya ini? kenapa Hyeonjoo ahjumma seakan menyalahkanku seperti ini…

“Apa maksudmu akulah penyebab Sooji ingin keluar dari sini?”

“Ani, aku hanya merasa ada yang aneh setelah kalian kembali dari Thailand. Apa ada yang kalian sembunyikan?”

“Mian, keundae ini mungkin bukan masalahku. Ahjumma bisa tanyakan langsung pada Sooji. Apa ada hal lain yang ingin dibicarakan lagi?”

“Ani, baiklah kau bisa kembali ke ruanganmu” aku bisa melihat kalau Hyeonjoo ahjumma pasti kecewa dengan jawabanku, aku sudah benar kan? aku benar karena berusaha tidak peduli dengannya lagi, kuharap ini bisa bertahan lama.

Suzy POV

Kehidupanku mulai berubah perlahan-lahan, aku mengundurkan diri menjadi model dan hanya mengurusi butikku saja. Kris tiba-tiba datang dan sementara tinggal dirumahku bersama eommanya, lalu Myungsoo sukses menjauh dariku. Apa semua ini adalah hal yang kuinginkan? Tapi kenapa aku merasa ada yang kosong, sesuatu yang tak dapat aku jelaskan. Aku hanya bisa merasakan kehampaan yang entah berasal darimana.

“Sooji, kau bisa kan mengantarkan Kris ke kantor majalah bibimu? Dia ingin mengirimkan lamaran menjadi reporter disana” aku hanya mengiyakan dan langsung mengganti pakaian rumahku. Kulihat Kris sudah siap dengan pakaian casualnya ditambah mantel tebal.

Hubunganku dengan Kris ya begini, kami jarang sekali mengobrol. aku tak pernah berniat untuk mengajaknya berbicara. tidak ada yang tahu kalo Kris tinggal dirumahku yang tau hanyalah keluargaku. Kris hanyalah sebuah masa lalu yang sudah kulupakan, dia hanya kenangan burukku dan aku tak mau menjalin hubungan dengannya lagi. Sudah cukup dulu aku menjadi gadis yang bodoh karena menerima cinta dari pria yang tak tulus mencintaiku.

“Kau sudah siap, tak apa kan aku memintamu untuk mengantarkanku?” Tanya Kris setelah melihatku keluar dari kamar

“Gwenchana, kajja. Tapi  kau yang menyetir, aku hanya menunjukan jalannya”

“Arasseo”

Sesampainya di kantor, aku melihat Myungsoo sedang berbicara dengan salah satu karyawan kantor majalah ini. entah kenapa aku ingin sekali menyapanya, apa mungkin aku mulai rindu dengan kegilaannya?

Aku menunggu kris di ruang resepsionis, lagi-lagi aku melihat Myungsoo. Kurasa Myungsoo pun melihatku tapi ia hanya diam dan berjalan melewatiku. Kenapa ada sesuatu yang terasa sakit ketika dia hanya berjalan tanpa menyapaku?

“Ah kau menungguku disini ternyata” ucap Kris yang sudah selesai denagn urusannya.

“Tadi aku melihat Kim Myungsoo, kau ingat kan? teman seangkatan kita di kampus walau tidak sejurusan tapi dia sangat terkenal, banyak hoobae yang menyukainya. Pasti kau tau kan?” aku hanya menganggukan kepalaku. Ne, bahkan dia yang selama ini mengejarku.

“Dia menjadi fotografer di majalah ini”

“Ah itu dia” tunjuk Kris kepada Myungsoo yang ingin menaikki tangga

“Myungsoo… Kim Myungsoo…” Kris menghampiri Myungsoo serta menarik tanganku untuk ikut menghampiri Myungsoo.

“Kau ingat denganku kan?” aku merasa Myungsoo melihatku dengan tatapan kecewanya, ayolah Bae Sooji… kenapa kau jadi merasa bersalah seperti ini?

“Kris Wu? Ne, aku ingat sekali denganmu. Kau disini? Emm…” ucapan Myungsoo menggantung disertai dengan tatapannya yang mengarahku

“Sooji mengantarku kesini, kau juga teman kerjanya Sooji disini kan? tapi Sooji sudah tak bekerja lagi disini dan sebagai gantinya aku yang akan menjadi rekan kerjamu nanti hehe”

“Oh… jadi ini alasanmu mengundurkan diri?” aku heran dengan maksud dari ucapannya itu.

Aku mengisyaratkan kepada Kris untuk segera pulang, aku tak betah jika harus ditatapi aneh seperti ini oleh Myungsoo.

“Myungsoo, kami pulang dulu ya. Semoga kita bisa bertemu lagi, Annyeong”

Aku langsung menuju butik dengan Kris, dari kejadian di kantor tadi aku menjadi tak canggung lagi dengan Kris. Apakah aku harus berterimakasih kepada Myungsoo? Myungsoo lagi? Kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan namja aneh itu hah?

“Apa kau berteman baik dengan Myungsoo?” aku hanya menggelengkan kepalaku

“Tapi sepertinya ada sesuatu di antara kalian, mungkin aku bukan siapa-siapa untukmu tapi aku masih peduli denganmu.”

“Mian Kris, ini bukan urusanmu. Kita bisa kembali berteman tanpa harus mengusik privasi diantara kita kan?”

“Arasseo”

————

“Kau kembali menjalin hubungan dengan Kris?” Tanya Sulli, seperti biasa aku dan sahabat-sahabatku berkumpul di kedai ayam goreng langganan kami

“Tidak, eommanya Kris teman dekat eommaku. Mereka tinggal sementara di rumahku, hanya sebatas itu saja”

“Aku curiga, jangan-jangan orang tuamu berniat untuk menjodohkan kalian” pikir Soojung yang sungguh tak masuk akal itu

“Mana mau Sooji menerima perjodohan itu, dia kan mencintai namja gilanya itu” sahut Jiyoung yang diangguki Sohyun

“Terserah katamu saja, aku pusing. Siapa memangnya namja yang kau maksud? Aku rasa tak ada namja yang sedang mendekatiku”

“Kau itu babo sekali, seantero kirin pun tau kalo Kim Myungsoo itu sasaeng fansmu huh! Coba lihatlah dia, dia itu tampan dan baik hati. Apa kau tak merasa kalau selama ini kau selalu menyakitinya?” cerocos Soojung yang membuatku kaget. Aku tau waktu SMA dia terus mengejarku dan sampai sekarang pun sehingga aku membentaknya.

“Baiklah, kalian jangan menyalahkan Sooji dulu. Dia juga merasa bersalah kepada pria itu. Iya kan Sooji?” Tanya Sulli yang membuat hati kecilku menyetujui pernyataannya.

“Apa aku terlalu keterlaluan dengannya? apa seperti itu sampai kalian sekarang menyidangku seperti ini?”

“Bukan seperti itu, hanya saja kau harus merasakan apa yang dirasakan Myungsoo. Bagaimana kalau karma itu berpihak kepadamu nanti? Aku sudah mengobrol dengannya, asal kau tau saja dia itu selalu mengikutimu walau kau membentaknya saat di Thailand bahkan dia mengikutimu saat ban mobilmu kempes” Jiyoung sepertinya marah besar kepadaku. Aku tak tahu harus melakukan apa keundae aku sedikit sadar atas apa yang selama ini kulakukan

“Apa karena dia menggantikan bajumu saat kau tenggelam di Thailand? Dia mencuri first kissmu dan telah melihat tubuhmu itu, apa karena itu kau sangat membencinya?”

Sebenarnya benar apa yang dikatakan Sohyun, aku curiga jika Myungsoo telah melakukan sesuatu yang tak seharusnya ia lakukan disaat aku tak sadarkan diri.

“Kalau memang karena itu, kau harus meminta maaf padanya karena Myungsoo tak pernah melihat tubuhmu, dia tak menggantikan pakaianmu. Dia menyuruh karyawan kantor majalahmu yang pasti karyawan itu seorang yoeja.”

Pagi ini aku berniat untuk menemui Myungsoo, sesampainya di kantor majalah bibiku, aku langsung menuju ruangan Myungsoo. Aku lihat Myungsoo sedang melakukan pemotretan dengan model wanita. Wanita? Bukankah dia pernah bilang kalau dia tak akan mengambil foto yoeja jika yoeja itu bukan yoeja yang ia sukai. Jadi dia sudah melupakanku? Apa semudah itu? Kenapa terasa begitu perih?

“Suzy-ssi… kau tidak jadi keluar dari kantor ini?” Tanya salah satu pegawai yang bertugas mengatur lighting ruangan pemotretan

“Eoh.. itu, ani, aku hanya ingin bertemu dengan seseorang”

“Apa dia model baru penggantiku?”

“Ne, untung saja Myungsoo mempunyai teman yoeja yang cantiknya sama denganmu. Kalau begitu aku pergi dulu”

Teman yoeja? Solma …

Aku menunggu pemotretan sampai selesai. Aku lihat Myungsoo begitu akrab dengan model baru ini. setlah 2 jam aku menunggu akhirnya pemotretan pun selesai.

“Myungsoo” ucapku setelah berhasil berada di belakangnya

“Kau memanggilku?” tanyanya dengan datar. Aku tak pernah melihat Myungsoo berbicara kepadaku tanpa ekspresi seperti ini. aku memang tak mengenal sifatnya selain sifat gilanya, tapi sekarang aku merasa kalau ini bukan Myungsooku. Myungsooku? Aaaaaaaaaarrhh….

“Aku ingin berbicara denganmu, ini sesuatu yang penting. Kau ada waktu kan? ini hanya sebentar.”

“Baiklah, kau tunggu disini. Aku harus pamit dulu kepada temanku” Myungsoo pergi menuju ruang make-up. Persis sekali dengan apa yang dilakukannya sewaktu aku menjadi modelnya dulu. Apa teman yang ia maksud itu model barunya?

“Jiyeon-ie … kau hati-hati ya, sampaikan salamku kepada ahjumma” Teriak Myungsoo

“Ne, oppa” kudengar ada jawaban dari ruang make up tersebut

Jiyeon-ie? Panggilan sayang eoh? Sungguh menggelikan…

Author POV

Sungai Han, itulah tempat dimana Sooji berbicara empat mata dengan Myungsoo. Keduanya saling diam satu sama lain. Sooji hanya menarik-narik ujung mantel rajutnya itu, keheningan dan dingin itulah yang dirasakannya.

“Apa kau hanya ingin mengajakku untuk merasakan dinginnya cuaca di sekitar sungai ini?” Tanya ketus

“Mian, aku hanya tak tau harus memulainya darimana” jawabku gugup

“bicaralah, mungkin dulu aku ingin sekali merasakan momen seperti ini” Sooji hanya tersenyum pahit ketika mendengar kalimat yang diutarakan Myungsoo “Mungkin dulu”. Tak bisakah pria ini sedikit berbohong demi menyembuhkan luka yang baru saja diterima oleh gadis yang berada disampingnya ini?

“Apa kau membenciku?”

“Mungkin”

“Mungkin? Bukankah dulu kau men…” tak sempat Sooji menyelesaikan ucapannya, Myungsoo langsung berdiri dari bangku panjang yang ia duduki itu membuat Sooji tak melanjutkan ucapannya

“Aku tak bisa berlama-lama disini. Aku ada janji dengan seseorang”

“Myungsoo, apa semudah itu kau melupakanku? Apa kau tak mengerti apa yang aku inginkan saat ini? apa kau tak bisa meluangkan waktumu untukku? Apa karena wanita yang kau sebut ‘Jiyeon-ie’ itu hah?” sepersekian detik buliran air mata jatuh dari pelupuk mata Sooji, dia tak bisa menahan emosinya. Mungkin inilah pernyataan penyesalannya, menyesal karena selama ini dia tak memanfaatkan waktunya dengan namja yang tulus mencintainya.

“Kau menyesal?”

“Apa kau mulai mencintaiku, Bae Suzy?” Suzy… bahkan pria ini memanggil gadis yang ada didekatnya ini dengan nama modelnya, layaknya orang yang baru mengenal yoeja ini.

“Aku mencintaimu, kau puas? Neo… apa sengaja membuatku seperti ini? apa dengan cara ini kau merasa senang? Kau membuatku rapuh dan langsung mengacuhkanku! Kau tak mengerti semua tentangku, percuma saja kau mengejarku selama bertahun-tahun kalau pada akhirnya kau memang belum tau apa-apa tentangku. Ya, aku mencintaimu. Maaf kalau pernyataanku ini membuatmu terkejut atau kau malah senang dengan pengakuan bodohku ini?”

Sooji langsung pergi berlari menjauhi Myungsoo yang berdiri dengan raut wajah nya yang kaget. Myungsoo tak menyangka jika malam ini gadis yang ia cintai mengakui perasaan sukanya kepada Myungsoo.

Brak

ARRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!

“Sooji yaaa” Myungsoo langsung menyusul Sooji yang berlari kearah jalan raya, perasaanya mulai tak enak.

————

“Hiks… hiks … kenapa bisa seperti ini chagi? Kenapa kau bisa seperti ini? eomma tak bisa menjagamu dengan baik, mianhae” jerit tangis wanita paruh baya terus saja menghiasi ruangan yang didominasi dengan warna putih itu. Tuan Bae hanya mengusap lembut bahu istrinya untuk menenangkan sang istri.

Sooji terbaring lemah di rumah sakit dengan perban yang berada di kepalanya dan kakinya. Tabrakan hebat terjadi sewaktu ia menyatakan perasaannya kepada Myungsoo. Bagaimana dengan Myungsoo? Pria itu hanya berdiam diri di ruang tunggu, ia tak berani melihat gadis yang masih ia cintai itu terbaring tak berdaya. Ini kesalahannya, sudah pasti ia berpikiran seperti itu.

“Myungsoo”

“sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?” Tanya kris

“Ini kesalahanku, aku tak bisa menjaganya. Kalau saja aku menghentikan langkahnya mungkin tak akan seperti ini. sekarang aku tau kalau aku memang tak baik untuk Sooji. Aku serahkan Sooji kepadamu, kris. Jangan bilang apapun pada Sooji kalau aku menunggunya disini, aku menyerah, aku bukan pria yang baik untuknya. Mianhae”

“Kau mencintainya? Sooji juga mencintaimu? Apa ada sesuatu yang tak aku ketahui lagi dari hubungan kalian?”

“Ani, aku hanyalah namja gila yang terus mengejarnya dari mulai high school. Kau tak perlu khawatir tentang ini, aku percayakan Sooji padamu”

“Aku pergi, mungkin pergi untuk selamanya dari kehidupan Sooji”

Kris hanya diam, ia baru tau semuanya. Ia kira Sooji hanya mencintainya namun pada kenyataannya gadisnya itu mencintai Myungsoo. Kris sudah tak mengharapkan Sooji lagi namun apa ini kesempatan baginya untuk memulai hubungan baru dengan Sooji? Toh Myungsoo sudah merelakan gadis cantik ini kepadanya.

Suzy POV

“Eomma … appa …” kepalaku sakit sekali, aku melihat eomma appaku tersenyum hangat kearahku lalu eomma menghamburkan pelukannya kepadaku dengan mata yang sembab. Aku ada dimana?

“Syukurlah, kau sudah sadar chagi”

“Myungsoo”

“Ne? kau tadi menyebut nama, apa kau ingin bertemu dengan orang yang kau sebut itu?”

Aku ingat kalau malam itu aku mengakui perasaanku kepada Myungsoo lalu aku berlari dan ada sebuah mobil yang menabrakku karena aku tak melihat kanan-kiri untuk menyebrangi jalan raya. Lalu Myungsoo ada dimana? Apa dia tak peduli denganku?

“Sooji-ah… wae? Kenapa kau menangis? Apa terasa begitu sakit hem?”

“Ani, eomma… hanya saja aku mengingat sesuatu.”

“Gwenchana, eomma akan menjagamu. Nanti sahabat-sahabatmu juga akan kemari dan Kris yang selama 2 hari ini menjagamu. Kau harus banyak berterima kasih padanya” eomma tak mengucapkan Myungsoo, berarti ia memang tak mengunjungiku. Dia benar-benar sudah melupakanku, bukankah harusnya aku bahagia?

——–

“Selama di rumah sakit, Kris selalu menjagamu ya. Tapi Sooji, kau harus ingat kalau namja itu pernah mengkhianatimu, neo arra!”

Aku sudah pulang ke rumah dan Sulli dengan yang lainnya pun ikut mengantarkanku. Jiyoung selalu memperingatiku tentang Kris. Aku tak peduli karena aku memang tak memiliki perasaan apapun kepadanya. Aku merindukannya ….

“Sooji, nanti kau harus menjalani terapimu itu agar kakimu bisa sembuh dengan total” ujar Kris yang memapahku kedalam kamar.

“Aku bisa jalan sendiri, tak seharusnya kau selalu membantuku seperti ini”

“Tak masalah, karena seseorang telah menitipkanmu kepadaku”

Aku tak mengerti dengan ucapannya, siapa yang ia maksud?

*******

Sudah sebulan aku menjalani terapi, dan aku mndapatkan hasil yang baik. Sekarang aku bisa berjalan dengan baik, dan selama ini pula aku tak pernah melihat Myungsoo lagi. Aku selalu datang ke kantor majalah bibiku yang kini sebagai tempat kerja bagi kris juga, aku sengaja mengantarkan makanan untuk kris agar aku bisa bertemu atau sekedar melihat Myungsoo namun hasilnya nihil.

Jiyeon. Ne, aku tau dia temannya Myungsoo. Aku melihatnya masih menjadi model di majalah ini. aku menghampirinya untuk menanyakan keberadaan Myungsoo.

“Jiyeon-ssi?”

“Ne, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan emm…?”

“Bae Sooji. Panggil saja Sooji, aku ingin menanyakan keberadaan seseorang. Aku rasa kau mengenalnya dengan baik”

Jiyeon kaget dengan apa yang kutanyakan, aku memang menceritakan semuanya kepada yoeja ini. aku tak peduli jika memang ia mungkin yoejachingu Myungsoo.

“Jadi kau yoeja yang selama ini Myungsoo ceritakan?” aku terkejut mendengar reaksi dari yoeja ini

“Neo…. Apa kau sangat bodoh sampai menyia-nyiakan Myungsoo selama ini? yaaa… kau seharusnya mencintai Myungsoo dari dulu!!! Neo… apa tak punya hati sama sekali hah?” cerocos Jiyeon yang malah menghinaku

“Yaaaa, arra. Aku memang telat untuk merasakan perasaanku ini keundae tak bisakah kau berbicara baik-baik kepadaku? Apa kau cemburu kerena selama ini Myungsoo mencintaiku eoh?”

“Cemburu? Aigoo… bagaimana bisa aku cemburu kepadamu, aku malah kasihan dengan Myungsoo. Dia itu sepupuku yang paling pabo sedunia, bisa-bisanya mencintai yoeja sampai segila itu huh!

“Chankaman… sepupu?”

“Ne, memang kau mengira aku siapanya eoh? Dia selalu menceritakanmu sampai kupingku panas dan sekarang aku bertemu dengan yoeja yang dia ceritakan itu, aku gemas sekali melihat tingkahnya itu”

“Jadi Myungsoo, sekarang dia ada dimana?”

“Kau ingin tau? Sepertinya kau begitu penasaran ya?” tanyanya dengan senyum yang aneh.

******

Setelah seminggu aku bertemu dengan Jiyeon, Jiyeon memberi pesan kepadaku untuk mendatangi sebuah gereja dan harus memakai gaun yang nanti akan ia kirimkan kepadaku. Kalau tidak datang, sudah dipastikan aku tak bisa lagi bertemu dengan Myungsoo. Dasar yoeja aneh, sifatnya 11:12 dengan Myungsoo…

“Sooji-ah, kau dapat kiriman” sahut eomma sehingga membuatku menghampirinya.

From: Park Jiyeon

To : Bae Sooji

Gaun putih? Terlihat seperti gaun pengantin. Selain gaun pun terdapat heels putih yang cantik lalu ada beberapa kosmetik.

“Pakailah! saat kau menemui Myungsoo di gereja yang alamatnya tertera di surat ini. Myungsoo akan menunggumu. Datanglah! atau kau tak akan pernah bertemu dengan namja gilamu ini”

-Jiyeon-

 

Ish! Terdengar seperti surat ancaman.

Ini hari dimana aku akan menemui Myungsoo. Tepat jam 10 aku berangkat dengan gaun lengkap dengan heels plus memakai kosmetik yang dikirimkan dari Jiyeon. Eomma dan appa sudah pergi keluar dari jam 6, tak biasanya eomma dan appa pergi sepagi tiu. Katanya akan kedatangan tamu penting di kantor appa, entahlah… aku tak peduli, karena itu bukan urusanku.

Kris dan eommanya pun sudah pindah ke rumah baru mereka, tapi mereka sering mengunjungi rumahku untuk membicarakan hal aneh yang tidak aku ketahui. Bahkan kris pun terlihat serius berbicara dengan eommaku di gazebo belakang.

“Sampai” aku melangkahkan kakiku memasuki gereja yang mewah ini. aneh-aneh saja, kenapa aku harus mendatangi tempat ini ya?

“Sooji-yaa …” aku mendengar seperti suara appa, langsung saja aku menolehkan kepalaku mencari si sumber suara. Benar saja, ternyata suara appa. Keundae, kenapa appa ada disini?

“Kajja… kita masuk, semuanya sudah menunggu”

“Ne?” aku bingung dengan appaku yang langsung mengaitkan lenganku ke lengannya.

Pintu gereja pun tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, aku langsung melihat banyak orang yang berada di dalam gereja dan semuanya mengarahkan mata mereka kepadaku. Lalu aku melihat Myungsoo berada di altar gereja tersebut. aku mulai merasakan sesuatu yang tidak beres, apa maksudnya ini?

“Sebentar lagi kau akan menjadi istri dari seseorang yang mencintaimu” bisik appa

————–

“Kim Myungsoo, bersediakah kau menerima Bae Sooji dikala suka ataupun duka?”

“Ne, aku bersedia”

“Bae Sooji, bersediakah kau menerima Kim Myungsoo dikala suka maupun duka?” aku masih bingung atas apa yang dilakukan namja gila ini, aku baru ingin bertemu dengannya dan namja ini malah mengajakku menikah. Pantas saja Jiyeon mengirimiku gaun pengantin.

“Sooji, cepat jawab iya” bisik namja gila yang berada disampingku

“Ne ber..sed..ia”

Sorak sorai terdengar riuh setelah pendeta menyuruh Myungsoo menciumku.

Cup

5 detik

25 detik

5 menit

Myungsoo terus melumatku dengan lembut, bisa kudengar semua orang yang berada di gereja ini bertepuk tangan. Aku sungguh kehabisa nafas, lalu aku mendorong bahu Myungsoo menyadarkannya untuk berhenti menciumku

“You’re really a crazy namja!” sahutku sambil mengusap bibirku yang sedikit basah akibat kejadian yang baru saja terjadi

“Yes, it’s me.. my baby Sooji” ucapnya dan langsung mengangkatku ke dalam gendongannya, apalagi ini… ayolah, bagaimana bisa aku mencintai namja gila ini.

“Ya…ya.. turunkan aku!”

“Shireo! Kau milikku, Baby Sooji… jadi aku boleh melakukan apa saja kepadamu!”

“Andwaee!!!!!!!!!!!”

End

mian buat yg tidak puas dengan endingnya atau alurnya yang kecepetan… author bingung mau gimana lagi kalau coment kalian pada bagus, author bakal bikin sequelnya deh tapi ga janji juga ya hehehe. sepertinya sebagian silent readers udah pada insaf hehe gomawo and keep coment = ]

untuk sekuelnya kemungkinan author bakalan protect, yang mau minta passwordnya bisa kirim email ke hannayunisty@yahoo.com atau mention ke @hannayunisty = ]

Advertisements

190 responses to “My Crazy Namja (End)

  1. Akhirnya slsai juga,,thor mnta pw nya epilog my crazy namja,,aq gak pnya email krem aja ke no aq
    087896259234

  2. Hahaha..
    Myung jjang. Dia bnar2 crazy namaj. Gk hbis pikir msa nikahin suzy ddkan,, aplg pas mrka lg pemberkatan. Aduhh..

    Omo..
    Myung udh gk than aja neh.

  3. sampai kapanpun hati nggak bisa dibohongin. dan akhirnya happy ending.. tetep gila myungsoo nya.. haha. langsung dinikahin aja..

  4. Setelah berjuang sampai bertahun2 myungso bisa juga mendapatkan cinta suzy.bahkan dia sampai menikah dengan suzy.setelah mereka mengalai pengorbaNan masing sampai suzy mengalami kecelakan. Dan menyadari perasaan cinta pada myungso.

  5. Akhirnya perjuangan myungsoo membuahkan hasil juga.. walau sempat ada beberp penghalang .. namun akhirnya happy ending…
    mungkinkah pernikahan ini hanya suzy yg tidk tahu?kkk kejutan bgt buat suzy ya..

  6. aigoo..myungsoo neuomu kyeopta..
    myungzy so sweet.. bingitszz..
    sayang kurang panjang..
    author~nim bikin aku baperr..ceritanya bagus bgt..
    semangat ya thor..terus berkarya.oiya thor blh minta pw PROTECTED: MY CRAZY NAMJA
    (EPILOG) ngk ..jebaLL…ne..ne..ne…
    ni email ku dewi.purnama286@gmail.com
    gomawo thorr

  7. aigoo… bisabisannya myungsoo langsung nikahin suzy tanpa sepengetahuan suzy… emang bener crazy namja nih namja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s