Game Over (Part 1)

Untitled-1
Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members, Lee Jieun, etc.

Genre : Romance, Family, Crime

Rating : PG-16

Type : Chapter

 

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– ©2013 Hannayunisty Fanfiction –

 

Author POV

Lelaki tampan yang berhati mulia, itulah yang sering diucapkan para penghuni panti asuhan ini kepada lelaki yang kini berada di dalam tempat tinggal anak-anak yang kurang beruntung tersebut. senyum tulusnya pun selalu menghiasi wajah sempurnanya, setelah memberikan beberapa kardus yang berisikan bahan makanan kepada ahjumma pengasuh panti asuhan ini, ia langsung duduk di ruang tamu panti asuhan tersebut

 

“Myungsoo hyung, kajja ikut aku bermain di belakang” sesosok anak kecil tiba-tiba muncul di hadapan lelaki baik ini

 

“Yoogeun-ah, wah kau sudah pulang dari sekolah?” namja kecil itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Yoogeun langsung menarik lengan Myungsoo dan mengajaknya pergi ke taman belakang panti tersebut.

 

“Hyung, aku mendapatkan nilai bagus untuk ulangan harian minggu kemarin”

 

“Jinjja? Wah chukkae… aku yakin kau pasti bisa mendapatkan rangking pertama jika nilai ulangan harianmu selalu bagus”

 

“Hemm… keundae, teman-temanku selalu meledekku karena orangtuaku tak pernah datang untuk menghadiri acara di sekolah” ujar namja kecil itu membuat Myungsoo menyetarakan tubuhnya dengan Yoogeun

 

“Kau bisa menghubungiku jika ada acara di sekolahmu, jadi jangan khawatir tentang ledekan teman-temanmu itu”

 

“Joengmal?”

 

“Heem, hyung janji akan datang ke sekolahmu kapanpun kau minta”

 

“Yaksok?” ucap Yoogeun dengan mengulurkan jari kelingkingnya lalu Myungsoo menyilangkan jari kelingkingnya terhadap jari kelingking namja kecil itu. Yoogeun langsung memeluk namja tampan itu dengan senang. Myungsoo pun mengusap-usap kepala Yoogeun dengan lembut dan langsung mengajak Yoogeun bermain di taman belakang

**************************

 

“Aku mengumpulkan kalian disini untuk memberikan laporan tentang kasus yang kini meresahkan Negara kita” ucap pria paruh baya yang kini berdiri di depan 6 lelaki dengan pakaian rapihnya

 

“Ada penyelundup dari Negara lain yang sekarang mulai memasuki daerah Daegu, aku ingin kalian menyelidiki kasus ini dengan mencari apakah ada orang dalam yang membantu penyelundupan ini”

 

“Untuk Minjun, aku tugaskan kau untuk pergi ke Daegu dan yang lainnya, kalian selesaikan kasus yang sebelumnya, setelah itu baru kalian membantu Minjun”

 

“Baik, sekian untuk rapat kali ini. semoga kalian bisa menjalankan tugas ini dengan baik dan jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselematan kalian”

 

Sepeninggalnya paruh baya itu, keenam lelaki tersebut langsung keluar dari ruangan yang sering mereka gunakan sebagai ruangan rapat mereka.

 

“Aigoo, aku yakin sajangnim menyuruhku ke Daegu karena aku asli dari Daegu. Ck, menyebalkan sekali!” ucap Minjun

 

“Syukuri sajalah, dengan begitu kan kau bisa menemui ibu dan adikmu disana tanpa harus mengeluarkan uang untuk bensin mobilmu itu. Semuanya ditanggung oleh kantor kan?” namja tinggi ini meladeni ucapan Minjun yang kini masih memasang muka cemberutnya tersebut

 

“Ah kau ini, kenapa sajangnim tidak menyuruhmu saja ya? Bulan ini kan kau juga belum ditugaskan untuk keluar Seoul”

 

“Hush! Kecilkan suaramu itu, aku tak mau kalau ditugaskan diluar. Nanti aku bisa melewatkan kencanku dengan yoejachinguku”

 

“Taecyeon hyung, yoeja mana lagi yang kau jadikan sebagai yoejachingumu itu eoh?” sahut lelaki bermata sipit

 

“Junho-ya, pacarku itu hanya satu keundae teman kencanku memang lebih dari satu hihi”

 

“Taec, you’re a great player! But I’m not proud of it huh” celetuk namja tampan yang kini ikut ke dalam pembicaraan ketiga lelaki itu

 

“Khunnie-ya, aku tau kau pasti sangat iri denganku kan? come on boy, kau jangan terus mengurusi adikmu itu. Adikmu sudah besar dan bisa menjalani hidupnya dengan baik. Sudah saatnya kau mencari yoeja untuk kau kencani.”

Nichkhun atau yang lebih dikenal dengan nama panggilannya Khunnie, lelaki yang kini berusia 25 tahun itu hidup dengan adik perempuannya yang begitu ia sayangi. Benar apa yang dikatakan Taecyeon, yang merupakan rekan kerjanya sekaligus sahabatnya yang sama-sama bekerja sebagai pegawai negeri di sebuah instansi Kota Seoul. Mereka bekerja menjadi agen NIS atau yang lebih dikenal sebagai FBI nya Korea Selatan.

 

“Keluargaku yang tersisa itu hanya adikku. Tak peduli apapun, aku pasti akan menjaganya semampuku”

 

“Adikmu juga pasti ingin berkencan, jika kau selalu mengekangnya pasti dia juga tak suka”

 

“Arra, keundae Suzy tak seperti itu. Dia masih menjadi adik kecilku yang manis, sudahlah aku bosan jika harus membahas soal ini. aku pergi dulu untuk menjemput Suzy di kampus” ucap Nichkhun

 

“Khun hyung selalu begitu” gumam Junho yang melihat kepergian Nichkhun

 

Lelaki beralis tebal itu sibuk mencari-cari adiknya yang berkuliah di kampus besar yang dikenal sebagai kampus terfavorit di Negara ginseng ini. Senyumannya mengembang setelah melihat seorang gadis cantik yang keluar dari sebuah gedung.

 

“Oppa” gadis itu langsung memeluk Nichkhun, kakak adik ini memang terlihat seperti sepasang kekasih. Bae Nichkhun dan Bae Suzy, mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua mereka. Kematian orangtuanya pun masih menjadi misteri, kecelakaan yang terjadi 9 tahun yang lalu masih terasa janggal di pikiran putra Tuan Bae ini.

 

“Kajja, ppali kita pulang”

 

“Yaaaa… Bae Suzy, tunggu aku” teriak seorang gadis yang berlari menghampiri Suzy

 

“Waeyo?”

 

“Cish, kau ini! bukumu tertinggal di kelas. Oh oppa, anyyeong” ucap Jieun yang tiba-tiba lembut setelah melihat pria yang berada disamping sahabatnya itu

 

“Anyyeong, Jieun. Oh iya kudengar kau sedang dekat dengan temanku itu ya?”

 

“Eiyy oppa, Jieun dan Wooyoung oppa sudah berpacaran dari minggu kemarin. Apa Wooyoung oppa belum bercerita denganmu?”

 

“Mwoya? Aigoo… namja itu benar-benar, awas saja kalau aku bertemu dengannya di kantor”

 

“Jieun, kau pulang dengan siapa? Apa wooyoung oppa akan menjemputmu?”

 

“Ne, hari ini kami akan berkencan hehe”

 

“Yasudah, kami pulang duluan ya” pamit Nichkhun kepada Jieun

 

Sesampainya di rumah Suzy langsung berganti baju begitu pula dengan Nichkhun. Nichkhun tak harus bekerja full di kantornya, disini ia bekerja sebagai agen yang bertugas di lapangan jadi dia bisa bebas pergi kemana saja.

 

“Suzy, jika oppa tak bisa menjemputmu bagaimana? Akhir-akhir ini oppa sedang banyak kasus jadi kemungkinan oppa tak bisa terus menerus menjemputmu”

 

“Gwenchana, aku bisa pulang sendiri. Oppa tak usah khawatir, aku kan sudah besar”

 

“Kalau saja wooyoung tak berpacaran dengan Jieun, pasti aku sudah menyuruhnya menjemputmu seperti waktu minggu lalu. Kalau aku menyuruh Taecyeon, pasti namja player itu selalu menggodamu” sahut Nichkhun

 

“Yasudahlah oppa, aku juga tidak apa-apa” suzy langsung menuju dapur dan menuangkan air kedalam gelasnya dan juga gelas oppanya.

Keduanya memang saling menyayangi, setelah kematian orangtuanya, Nichkhun selalu berusaha untuk melindungi Suzy, pria ini sudah berkorban banyak kepada adiknya ini. diusianya yang masih muda, ia harus bekerja keras menghidupi keduanya. Harta yang ditinggalkan orang tua mereka disita oleh bank, Nichkhun yang tidak tau apa-apa pun mengikuti segala peraturan yang membuatnya harus bekerja disaat dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Untung saja orang tua mereka memiliki tanah di kampung halamannya di Gwangju sehingga Nichkhun bisa menjadikan tanah tersebut untuk membangun rumah kecil dan membangun usaha kecil sewaktu itu. Kini Nichkhun bisa menghidupi Suzy dengan cukup, pekerjaannya yang dipandang sangat beresiko itu sebanding dengan fasilitas, rumah dan segalanya yang ia punya saat ini.

 

“Suzy-ah, nanti malam oppa ada tugas jadi sebelum oppa pergi, kau jangan lupa untuk kunci semua pintu rumah dan tutup semua jendelanya ne?”

 

“Arasseo, oppa.” jawab Suzy yang kini sedang sibuk memainkan ipadnya

 

“Kau sedang apa eoh?”

 

“Game? Sejak kapan kau maniak game seperti ini?” Tanya Nichkhun yang kaget dengan kebiasaan baru adiknya ini

 

“Sejak oppa menangani kasus minggu kemarin, Jieun yang menyuruhku untuk memainkan ini. katanya biar aku tau apa saja yang menajdi pekerjaan oppa. sepertinya dia tertular oleh pacarnya itu. Keundae permainan ini memang sangat bagus”

 

“Emm…baiklah, oppa sudah memesan makanan. Nanti kau buka pintunya ya, oppa ingin tidur dulu”

 

*************************************

“Minho, bagaimana dengan daerah Incheon? Kau sudah mengamankan semuanya kan?”

 

“Aku sudah mengamankan semuanya dengan baik”

 

“Bagus, kau memang anak buahku yang bisa diandalkan”

 

Lelaki yang dipanggil Minho itu langsung membungkukan badannya kepada namja paru baya yang ada dihadapannya itu.

 

“Selesai, aku pasti bisa mengalahkan namja tengik itu” gumamnya yang siap menancapkan gas mobilnya

 

Mobil yang ia kendarai berhenti di depan kampus yang notabenenya adalah tempat kuliahnya tersebut.

 

Setelah memakirkan mobilnya, Minho langsung masuk kedalam gedung kampusnya tersebut. siapa yang tak kenal Choi Minho? Namja belo dengan rupa yang tampan, siapapun pasti ingin mengencani bintang basket di kampusnya itu.

 

“Choi Minho? 3 menit lagi kau pasti telat”  sahut namja yang berdiri di depan ruangan yang menjadi tujuan Minho

 

“Sepertinya keberuntungan selalu berada di pihakku, Kim Myungsoo” ucap Minho yang terdengar sinis

 

“Bersikaplah cepat, jika tidak kau akan kalah denganku” Myungsoo pun meladeni ucapan Minho dengan perkataan yang membuat Minho acuh

 

“Apa kau tak salah? Bagaimana kalau aku memberikan sesuatu yang harus kau kerjakan, stelah kau berhasil melakukannya. Aku akan mengakui bahwa kau lebih hebat dariku!” tantang Minho, Myungsoo langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya

 

“Aku tau pasti semua yoeja akan menyukaimu, oleh karena itu aku memberikan tugas ini kepadamu”

 

“Tugas? Apa aku tak salah dengar? Hei, memangnya kau itu siapa?”

 

“Mian, sepertinya aku salah mengartikan. Terserah apa katamu, yang pasti jika kau bisa melakukannya, aku akan mengakui kehebatanmu itu”

 

“Kau lihat kan gadis yang ada di koridor itu” tunjuk Minho yang mengarah kearah jam 12

 

“Wae?” sahut Myungsoo yang tak sabar dengan apa yang ingin dikatakan pria yang menjadi lawan bicaranya ini

 

“Bae Suzy, jika kau bisa mengambil hati gadis itu. Aku akan mengakui kalau kau memang berada diatasku”

 

“Ne? kau tak salah kan?”

 

“Ne, gadis itu sama seperti gadis lainnya. Ya, hanya itu saja. Jadi silahkan lakukan apa yang kuminta” ujar Minho yang kemudian langsung meninggalkan Myungsoo yang kini terus memikirkan apa yang dikatakan Minho.

 

“Tantangan apa ini? Yoeja seperti itu, sudah pasti aku bisa dapatkan!” gumam Myungsoo sambil melihat gadis yang tadi menjadi pembicaraan kedua namja tampan itu

 

Myungsoo dan Minho, 2 pria tampan tingkat akhir yang digilai teman-teman kampusnya itu. Bad boy, mungkin itu panggilan yang pas untuk mereka. Mungkin Myungsoo lebih baik dibanding Minho, karena ia selalu memutuskan gadis-gadisnya dengan baik, berbeda halnya dengan Minho. Dan satu poin plus untuk Myungsoo juga, karena pria tampan ini sering menyisihkan uangnya untuk menyumbangkan kepada panti yang setiap minggunya ia kunjungi.

 

Dua jam terlewati dengan kuliah yang membosankan, hal yang membosankan untuk Myungsoo dan Minho. Myungsoo langsung mencari-cari tau tentang gadis bernama Bae Suzy, rasanya tugas yang sangat mudah jika harus menaklukan gadis yang tadi dilihatnya ini. minho tak mungkin memberikan tantangan yang mudah seperti ini, dan pasti ada sebabnya jika Minho menyuruhnya untuk menaklukan hati seorang Bae Suzy.

 

“Suzy-ya, apa oppamu tak akan menjemputmu?” Tanya Jieun

 

“Ne, akhir-akhir ini sedang ada kasus yang berat. Kau tidak dijemput namjachingumu?”

 

“Na do, dia juga tak menjemputku keundae adikku akan menjemputmu dengan motornya. Tadinya aku ingin mengajakmu tapi mengingat adikku hanya membawa motor jadi…”

 

“Gwenchana, aku bisa pulang sendiri. Ah aku lupa, tempat pensilku tertinggal di kelas” ucap Suzy yang langsung pergi ke dalam kelas. Myungsoo masih melihat Suzy dari kejauhan. Idenya mulai bermunculan setelah mendengar pembicaraan gadis itu dengan temannya.

 

Oppa? myungsoo masih memikirkan kata ‘oppa’ yang tadi disebut oleh Suzy. namun ia masih menunggu gadis yang menjadi incarannya itu kembali dari kelas.

 

“Sudah ketemu?” Tanya Jieun yang melihat Suzy keluar dari kelas

 

“Sudah, bukankah itu adikmu?”

 

“Oh ne, kalau begitu. Aku pulang duluan ya. Hati-hati, kalau ada apa-apa, kau hubungi aku saja ne?”

 

“Tenang saja, kenapa kau jadi seperti oppaku begini eoh?” canda Suzy, Jieun langsung pergi meninggalkan Suzy. suzy pun ikut berjalan kedepan. Rencananya ia akan pulang menaikki bus dengan begitu ia harus berjalan sekitar 1 km untuk menuju halte bus yang berada di dekat kampusnya itu.

 

Suzy POV

Harusnya dari dulu aku tidak bergantung pada oppa, ternyata pulang sendiri seperti ini membutuhkan usaha yang lebih buatku. Aku harus jalan ke halte lalu menunggu bus, belum lagi kalau bus yang aku tumpangi itu penuh dengan penumpang. Oppa terlalu memanjakanku, aku harus membiasakan diri untuk mandiri seperti ini. bagaimana aku bisa mencarikan yoeja baik untuk oppa jika untuk pulang sendiri saja aku tidak bisa huh…

 

Tes… tes…

 

Mwo? Salju? Ini salju pertama! Omona… indahnya…

Keundae kalau seperti ini pasti akan segera turun hujan. Aku harus cepat-cepat sampai di halte.

 

“Agassi”

Seperti ada seseorang yang memanggil, molla… lebih baik aku mempercepat jalanku daripada nanti aku kehujanan.

 

“Agassi, tunggu”

Aku menoleh kebelakang, aku melihat namja yang berlari menghampiriku.

 

Tes tes tes… hujan, ah bagaimana ini?

 

Keundae kenapa aku tidak merasakan air hujan ini lagi ya? Aigoo… pria ini kenapa jadi memayungiku?

 

“Kau tadi memanggilku? Apa barangku ada yang tertinggal?” tanyaku hati-hati

 

“Aniyo, aku hanya ingin memayungimu saja. Apa kau tak melihat berita yang mengabarkan bahwa hari ini akan turun salju dan hujan?”

Aku hanya diam dan bingung dengan pria yang ada dihadapanku ini. aku melihat payung yang memayungi kami berdua. Pink, payung berwarna pink ini dimiliki oleh seorang namja. Aigoo, apa pria ini seorang pinkie boy! Ah kyeopta, aku tak membayangkan jika pria setampan ini bisa memiliki hati yang cute

 

“Agassi, kenapa kau malah diam? Kajja lanjutkan perjalananmu. Kau mau ke halte kan?”

Akhirnya kami berjalan menuju halte, disepanjang perjalanan aku hanya diam dan namja itu pun juga diam. Seingatku, dia adalah sunbaeku di kampus, aku tau karena dulu aku pernah melihatnya bermain basket melawan kelasku.

 

“Kau menunggu bus jurusan apa?”

 

“Oh ya, aku Kim Myungsoo, sunbae mu di kampus. Aku hanya tak tega melihat gadis kehujanan jadi aku memayungkanmu. Kau Bae Suzy kan?”

 

“Ne.. gomawo sunbae. Aku jadi tak enak begini, lebih baik kau pulang duluan saja lagipula ini sudah ada di halte. Jadi aku tak mungkin kehujanan”

 

“Kim Myungsoo!” aku melihat mobil berhenti di depan halte lalu si pengendara mobil tersebut membuka kaca mobilnya dan memanggil sunbae yang berada di sampingku ini

 

“Sedang apa kau disini? Bukankah kau membawa mobile eoh?”

Ne? membawa mobil tapi kenapa ia malah berada di halte ini. kurasa ada sesuatu yang aneh dengan pria ini.

 

“Fighting! Aku pulang duluan”

 

“Ish! Minho sialan!” rutuk Myungsoo sunbae yang sempat kudengar

 

“Sunbae… kau membawa mobil? Lalu kenapa kau masih berada disini? Emm… maaf kalau aku lancang, keundae apa benar ini payungmu?”

 

“Ne, ini payungku. Memangnya kenapa?”

 

“Payungmu berwarna pink dan …”

 

Myungsoo POV

 

Apa ada yang salah dengan payung ini ya? Pink? Aish… kenapa kau tak menyiapkan segala sesuatunya, Kim myungsoo!

 

“Ini payung sepupuku, ne ini payungnya”

Tadi aku memang langsung merampok payung temanku setelah melihat saljut turun, aku tak memikirkan kalau payung ini berwarna pink. Kesan pertama saja sudah memalukan seperti ini, ah tak penting juga, justru dengan begini dia bisa mengingatku selalu.

 

“Sepertinya bus yang akan kau tumpangi tak muncul-muncul, bagaimana kalau kau pulang bersamaku saja?” bagus Myungsoo, idemu memang cemerlang…

 

“Apa tidak merepotkan sunbae?” tanyanya dengan polos. Bagaimana bisa Minho menyuruhku untuk menaklukan yoeja sepolos ini?

 

“Tidak, aku malah senang karena ada teman untuk pulang. Kajja selagi hujannya tak begitu deras”

 

Aku langsung memayunginya lagi, sesekali aku menoleh kesamping untuk melihat Suzy. gadis ini sangat cantik dan aku akui itu keundae sifatnya terlihat begitu polos. Aku ingat dulu sewaktu aku mendekati yoeja yang sifatnya sama seperti Suzy, dan sangat mudah untuk menaklukan yoeja seperti itu. Tapi kenapa namja belo itu menyuruhku untuk menaklukan Suzy? aku yakin kalau ini tidak semudah yang aku pikirkan. Aku yakin Suzy memiliki sesuatu…

 

“Sunbae, tubuhmu kehujanan” ujarnya yang membuyarkan lamunanku. Astaga, aku tak sadar kalau lengan kiriku sudah basah seperti ini.

 

“Mian, karena aku kau jadi basah seperti ini. sebaiknya kau tak usah memayungiku saja”

 

“Aniyo, aku tak apa. Aku sudah biasa kehujanan seperti ini”

 

Brak

“Ya… apa yang kau lakukan?” Suzy tiba-tiba menarik payung yang sedari tadi aku pegang sehingga membuatnya terkena air hujan yang disertai dengan butiran-butiran salju.

 

“Kalau begini jadi adil kan?” ucapnya sambil tersenyum yang memeprlihatkan eye smilenya. Cantik, gadis ini sangat cantik …

 

“Ya… tidak bisa, nanti kau bisa sakit”

 

“Ani, aku jarang sekali bermain hujan seperti ini. mumupung oppa pulang nanti malam pasti aku tak akan dimarahi olehnya”

 

“Oppa?”

 

“Hemm… oppaku selalu memperlakukanku seperti anak kecil, keundae aku sangat mencintainya.”

 

Oppa? mencintainya? Ternyata dia sudah memiliki namjachingu. Benar kan, apa yang kukatakan. Minho tak mungkin menantangku dengan sebegitu mudahnya, ternyata aku harus mengincar gadis yang sudah memiliki namjachingu.

 

“Jika kau sakit bagaimana? Aku langsung antar kau pulang sekarang” Suzy langsung mempoutkan bibirnya, gadis ini benar-benar seperti anak kecil huh.

 

“Sunbae, ayolah kita bermain dulu sebentar. Sistem imunku itu sangat baik, oppa selalu memberikan makanan yang sehat untukku” rujuknya sambil menarik-narik lenganku.

Aigoo… gadis ini seperti Yoogeun saja, sebenarnya oppa nya itu seperti apa? Apa mereka sudah tinggal bersama?

 

“Baiklah, kita ke taman saja.” Suzy langsung tersenyum sambil berloncat-loncat dengan riang

 

Hatcih… hatcih …

 

“Kau sudah bersin-bersin, lebih baik kita pulang saja” aku melepaskan jaket tebalku dan kusampirkan di bahunya.

 

“Eothhoke.. pasti oppa tau kalau akau hujan-hujanan seperti ini. sunbae apa kau tau bagaimana caranya menyembuhkan flu dalam waktu…” kulihat dia menghitung-hitungkan jarinya, gadis ini kekanak-kanakan sekali..

 

“4 jam. Ne, 4 jam lagi oppa ku pulang ke rumah”

 

“Yasudah sekarang aku antar kau pulang dulu saja, nanti di jalan aku akan membelikanmu obat”

 

Nichkhun POV

Kenapa perasaanku jadi tak enak begini? Ini salju pertama yang turun, tepat dimana eomma dan appa mendapatkan kecelakaan 9 tahun yang lalu. Aku tak akan pernah melupakan kejadian dimana orang tuaku meninggal seketika, kecelakaan yang janggal. Sangat sulit untuk membuka kasus yang menimpa orang tuaku ini. tapi bagaimanapun juga aku harus menuntaskan kasus orang tuaku yang terasa janggal ini.

 

“Hyung, kau tak menjemput Suzy?” Tanya Junho

 

“Ani, aku belum menyelesaikan laporan jadi aku tak bisa menjemputnya”

 

“Tumben? Biasanya kalau kau tak bisa kau pasti menyuruh wooyoung”

 

“Sepertinya aku harus mendengar ucapan dari kalian, Suzy sudah besar dan bisa pulang tanpa oppanya kan?”

 

“Hemm.. syukurlah kau sudah sadar haha”

 

Apa aku terlihat seperti oppa yang mengekang adiknya kah? Aku sudah melakukan hal yang sudah seharusnya seorang kakak lakukan bukan? keluargaku yang tersisa hanyalah Suzy, jadi aku pasti akan melindunginya sebisaku. Kenapa semua orang selalu sibuk dengan apa yang kulakukan ini…

 

Drrt drrrtt

Suzy is calling

“Yobosseo”

“Oppa, kau akan pulang nanti malam kan?”

“Emm.. kau baik-baik saja kan? kau sudah sampai di rumah?”

“Ne, oppa tak usah khawatir. Aku sudah sampai di rumah. Oppa akan pulang jam berapa?”

“Molla, tergantung ketua tim. Jika kau mau makan, pesan saja di resto yang biasa lalu jika oppa belum kembali jam 10, segera kau tutup semua jendela dan pintu ne?”

“Arasseo,yasudah aku tutup ne. selamat bekerja oppa”

Tut

 

Syukurlah Suzy sudah sampai di rumah, mungkin dia pulang sebelum turun hujan. Ayolah Nichkhun, adikmu itu sudah besar dan percaya lah dengan nya …. Mungkin benar apa yang dikatakan Taecyeon, Suzy juga harus merasakan cinta selain dari oppa nya sendiri.

 

“Khun, nanti malam kita lakukan investigasi di mercy club. Kita berangkat jam 7 dan mungkin kita akan lembur untuk malam ini”

 

“Mwoya? Kenapa mendadak sekali. Aku kira tidak sampai lembur”

 

“Sudahlah, kau turuti saja kemauan sajangnim. Lagipula ini juga demi Negara kita, salah satu mafia akan datang ke club itu. Kita hanya mengontrol, penangkapannya tunggu sampai bukti-buktinya terkumpul

 

Author POV

 

Suzy sedang sibuk mengaduk-adukkan teh yang baru saja dibuatnya, Ia langsung menyerahkan cangkir teh tersebut kepada Myungsoo yang sudah duduk di dalam ruang tamu rumah Suzy.

 

“Kau tinggal dengan siapa di rumah ini?” Tanya Myungsoo

 

“Aku tinggal dengan oppa”

 

“Hanya dengannya? lalu orangtuamu? Apa kalian sudah menikah?”

 

“menikah? Berkencan saja aku tak pernah, bagaimana bisa aku sudah menikah” ujar Suzy yang membuat Myungsoo semakin penasaran

 

“Jinjja? Lalu oppa yang kau cintai itu, nugu?”

 

“Omo… sunbae, kenapa kau seperti menyidangku eoh? Oppa yang kucintai itu ya kakakku itu”

 

“Oh.. em.. aku kira hehe. Bagaimana dengan orang tuamu?” Suzy langsung terdiam setelah Myungsoo menanyakan hal tersebut. Lalu Myungsoo yang tak tau mengenai orang tua dari gadis yang baru dikenalnya itu langsung menatap Suzy

 

“Emm.. eomma appa sudah meninggal 9 tahun yang lalu” jawab Suzy sangat pelan

 

“Mian, aku tak bermaksud”

 

“Gwenchana, lagipula aku punya oppa yang seperti eomma dan appaku. Bagaimana dengan sunbae?”

 

“Ne?”

 

“Maksudku.. sunbae tinggal dimana dan dengan siapa”

 

“Aku hidup sendiri”

 

“Keluargamu?”

 

“Aku tak punya keluarga” jawab Myungsoo sambil tersenyum

 

“Ah yasudah sepertinya pembicaraan kita menjadi mellow seperti ini” lanjut Myungsoo mengalihkan pembicaraan

 

Myungsoo melihat Suzy sedang membuka ponsel nya dan langsung memasang wajah kecewanya. Apa ada sesuatu yang terjadi?

 

“Huh oppa tak akan pulang” gumam Suzy sambil menghela nafasnya dalam-dalam

 

“Wae? Apa dia lembur?” Suzy hanya mengangguk lemas. Memang ini bukan pertama kalinya ia ditinggal lembur keundae dulu disaat oppa nya lembur pasti jieun akan menemaninya.

 

“Kau sudah biasa ditinggal lembur oleh oppa mu?”

 

“Ne, sebaiknya aku harus menghubungi Jieun untuk menemaniku malam ini”

 

“Tak perlu, aku bisa menemanimu” sahut Myungsoo

 

“Ne? apa aku tak salah dengar?”

 

“Hemm.. lagipula aku juga hidup sendiri, lebih baik aku menemani hoobae ku disini. Iya kan?” jawab myungsoo dengan santai. Suzy yang mendengar hanya memasang wajah was-was nya. Baru kali ini ada pria yang baru ia kenal langsung ingin menemaninya yang sendirian di rumah. Ayolah, pria ini bukan Wooyoung atau Taecyeon yang notabenenya sering mengunjungi rumahnya untuk bermain dengan kakaknya. Pria ini adalah pria yang baru tadi sore ia kenal dan ia menawarkan diri untuk menemani Suzy malam ini. lalu apa yang harus ia lakukan?

Tbc

ff baru lagi thor? yuhuu.. author mentok sama a person like me, sebenarnya nih ff tercipta gara-gara ngeliat 2PM sama Miss A yang jadi bintang CF game crossfire itu loh. kece banget soalnya Suzy sama Nichkhun disitu jadi yah terciptalah ff ini. part 1 nya masih abstrak yah, jadi tunggu part selanjutnya yaa hehe. kritik dan saran, ayo disampaikan di coment ya chingudeul ~ ^^

Advertisements

93 responses to “Game Over (Part 1)

  1. penasaran nih thor dgn identitas myungsoo…… siapa sebenarnya dia? dan belum apa2 udh mau nemenin suzy… wah2… dasar namja…

  2. Wahh.. khunnie oppa syang bgt ma suzy.. ^^
    Hmmm.. pnasaran apa yg trjadii ma orang tua nickhun ma suzy smpe2 kcelakaanx janggal n sulit d buka kmbali kasusx…

  3. Waduh myung parah masa mau nginep dirumah suzy…

    Penasaran ma motif minho nyuruh myung deketin suzy

  4. Keren bgt thorr 🙂 minho mencurigakan nih. Suzy polos bgt. Aku ngebayangin peran nichkhun d sini pake kostum yg di crossfire. Keren abis 😀

  5. Suka banget sama cast nyaaa! Nichkhun emang cocok jadi oppa nya suzy, myungzy juga jjang! Salam kenal author aku reader baru 😀

  6. Pingback: Game Over (Part 8-End) | My Scratch ~·

  7. Hi thor..salam kenal ya…aku reader baru di wp ini..aku start baca ff ini dulu dan udah tertarik nie baca next partnya dan ff yg lainnya..

  8. Aahh keren ceritanya! Suzy di sini jadi yeoja polos yg kelewat polos malah 😀
    Aigoo jdi suzy semacam jdi taruhan gitu?

  9. Suzy jadi taruhan Myungsoo-Minho thor ?
    Kenapa harus Suzy, aigoo poor uri Suzy T.T
    Penasaran sama kehidupannya Myung thor, author jjang~

  10. myuuung gilee segitunya buat naklukin suzy -,-” ckckck
    masa baru kenal beberapa jam langsung nawarin diri buat nemenin suzy di rumah aigoo namja ini jinjjayoo!! wkwk
    sebenernya minho itu bukan mahasiswa biasa ya? hehe
    kepo nih eon langsung baca next part ne 🙂

  11. Halo,, maaf aq orang baru dlam dunia per ff_an jdi aq nggak tau mau komen ap,, tapi yang jelas BAGUS (•͡.̮ •͡ )

  12. Thooooor sukaaaaa ! Hahahaha
    Itu myungsoo minho itu macam taruhan gitu kan ya ? Heh tapi, yg tadi itu minho mempersiapkan apa ? Kenapa juga korban taruhan mereka harus suzy ? :/

  13. Omo! Myungsoo mau nemenin suzy????baru jg kenal msa lngsung dtemenin,gimana klo nichkhun tau??tau ah tp suzy mau ga ya d temenin sm myungsoo??

  14. aku lupa pernah baca ff ini apa engga…
    pas nih nichkhun jadi kakaknya suzy…myungzoo bener2 bad boy ya, masa baru kenalan udah mau nemenin suzy dirumhanya.. next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s