Game Over (Part 2)

Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members, Lee Jieun, etc.

Genre : Romance, Family, Crime (?), Mystery

Rating : PG-16

Type : Chapter

Untitled-1

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– ©2013 Hannayunisty Fanfiction –

 

Author POV

 

Gemerlapan lampu disko mengiringi dentuman music yang terdengar begitu memekikan telinga bagi para pengunjung yang belum terbiasa memasuki klub malam seperti pria beralis tebal ini. ia terpaksa mendatangi tempat yang tak nyaman seperti ini demi sebuah tugas yang menjadi kepentingan negaranya.

Nichkhun dan Taecyeon menyamar menjadi pria hidung belang yang biasanya mengunjungi tempat ramai seperti ini

“Taec, aku tak menyangka jika tempat ini begitu menyesakkan” ucap Nichkhun sambil menutup telinganya

“Kau baru pertama kali?” Nichkhun hanya mengangguk-anggukan kepalanya lalu mendorong Taec untuk segera menelusuri klub malam tersebut

“Kau harus sering-sering ke tempat seperti ini, Khun. Lumayan untuk merefreshkan otakmu yang rumit itu hehehe” Pria bertubuh tinggi itu malah menggerak-gerakkan badannya mengikuti irama music yang diputarkan oleh seorang DJ

“Mwoya.. sexy sekali” pekik Taecyeon yang langsung mendapat jitakan dari Nichkhun

“Yaa… kau ini kenapa sih?”

“Jangan bertingkah macam-macam. Cepat cari orang yang dikatakan sajangnim itu. Coba kulihat fotonya” Taecyeon langsung menyerahkan selembar foto kepada sahabatnya itu.

I get it!” seru Nichkhun, Taecyeon langsung melihat kearah pria yang ditunjukkan oleh Nichkhun. Seorang pria paruh baya berjas hitam yang duduk di sofa dengan beberapa wanita penghibur

“Cish… pria seperti itu, bisanya menggodai para wanita sexy!” umpat Taecyeon

“Ya, sama sepertimu kan?”

“Aish.. jangan samakan aku dengan pria bejat itu! Aku kan mentraktir teman kencanku dengan uang hasil jerih payaku sendiri bukan seperti ahjussi itu. Dasar tak tau malu, sudah tua masih saja ingin daun muda!”

“Yaa… kau ini seperti ahjumma-ahjumma saja! Ppali kita dekati pria itu” suruh Nichkhun yang diangguki Taecyeon

Nichkhun langsung mengambil posisi untuk duduk di bangku ke-5 dimana bangku tersebut bersebelahan dengan bangku yang ditempati oleh pria yang menjadi sasarannya itu. Dia berusaha menguping apa yang dibicarakan oleh pria tersebut.

“Tuan, aku sudah menyuruh anak muda itu untuk bertransaksi di daerah Incheon. Kurasa dia dapat dipercaya dengan baik. Lagipula dia tak mungkin bisa dicurigai oleh polisi-polisi tengik itu. Dan pihak NIS juga kurasa tak mampu memecahkan kasus ini”

“Ne, bagus kalau begitu. Lalu bagaimana dengan daerah Daegu? Kudengar NIS sudah mengetahui hal ini”

“Maaf tuan, rupanya anak buah kami tidak becus untuk menyogok pegawai polisi disana”

Brak! Pria tersebut langsung memukul keras meja yang ada dihadapannya itu. Wanita-wanita yang sedari tadi mengelilinginya langsung bergidik ngeri dan segera menjaga jarak terhadap pria tersebut

“Pihak Jepang sudah mewanti-wanti ini dan kau malah seperti menyepelekan masalah ini! segera pecat orang tersebut, aku tak mau mempekerjakan orang yang tak berguna sepertinya!”

“Baik tuan. Maaf untuk anak buahku itu, aku pasti akan segera memecatnya”

**********************************

Suzy tak punya cukup nyali untuk melarang sunbae yang baru dikenalnya itu untuk menemaninya malam ini. sebenarnya ia sangat takut dengan sikap Myungsoo yang sedikit aneh baginya, tiba-tiba saja Myungsoo meminta Suzy untuk memutarkan film romantic agar bisa meramaikan suasana diantara mereka. Kenapa harus film romantic? Bukankah film comedy itu lebih ampuh untuk bisa meramaikan suasana?

“Berapa kali kau menonton film ini?” Tanya Myungsoo setelah mendapatkan kaset dvd yang baru saja diberikan oleh Suzy

“2 kali mungkin. Filmnya tak begitu menarik, aku menontonnya sewaktu ada Jieun dan teman kerja oppaku yang main kemari”

“Aish … covernya saja sudah membosankan seperti ini! apa tidak ada film yang lain?” Suzy hanya menggelengkan kepalanya. Film romantic yang ia punya hanyalah itu, hampir semuanya film yang ia punya adalah bergenre action atau fantasi. Mana mungkin Nichkhun mencekoki adiknya itu dengan film-film romantic kepada adiknya itu.

“Bagaimana kalau kita menonton diluar? Kudengar ada film romantic yang sedang tayang” usul Myungsoo dengan wajah berbinar-binar

“Ne? maksud sunbae kita menonton di bioskop, begitu?”

That’s right, kajja jadwalnya satu jam lagi. Sekarang jam 7 berarti masih ada waktu. Cepat kau ganti bajumu. Anyway, aku pinjam baju oppamu bisa kan? bajuku masih terasa basah”

“Shireo!” tolak Suzy

“Wae? Apa kau tak kasihan terhadapku eoh? Aku basah kan karenamu juga yang mengajakku bermain hujan-hujanan tadi sore”

“Katamu filmnya dimulai jam 8 kan? kita bisa membeli baju dulu. Oppaku tak akan suka jika ada orang yang memakai barangnya” ucap Suzy bohong. Bagaimana mungkin ia meminjami myungsoo baju kepunyaan oppanya, bisa-bisa oppanya langsung menyidangnya satu hari satu malam jika ketauan meminjamkan baju kepada pria yang baru dikenalnya itu

“Aish.. pelit sekali oppamu itu. Yasudah kajja kita berangkat sekarang”

“Ne, aku ganti baju dulu”

Suzy POV

Aku tak pernah berpikir untuk memnonton di bioskop malam ini dengan sunbae yang baru tadi sore aku kenal, membayangkan pun saja, aku tak pernah. Kata Jieun jika kita diajak seseorang untuk menonton di bioskop itu berarti pria tersebut dengan cara tidak langsung mengajak kita untuk berkencan. Apa Myungsoo sunbae juga bermaksud untuk mengajakku berkencan eoh?

“Suzy, menurutmu toko baju  mana yang bagus yang berada didekat bioskop yang akan kita datangi?” Tanya Myungsoo sunbae sambil tetap focus memperhatikan jalan raya

“Biasanya oppa mengajakku membeli baju di toko itu” aku menunjukan sebuah butik besar yang berada dipinggir jalan

“Waw.. selera oppamu bagus juga”

Aigoo… sepertinya aku salah merekomendasikan butik itu. Butik itu kan kepunyaan Jia eonni, teman kuliahnya Khunnie oppa. bagaimana kalau Jia eonni melaporkan kepada Khunnie opaa kalau aku datang kemari bersama seorang pria…

“Sunbae, aku tunggu dimobil saja ne?”

“Yah … padahal aku ingin meminta pendapatmu untuk memilih baju. Yasudahlah kalau begitu, aku ke dalam sebentar ya”

Syukurlah… Aku bisa mendapatkan ide dengan cepat hehehe

Setelah 15 menit menunggu, myungsoo sunbae terlihat keluar dari butik tersebut dengan membawa bungkusan yang berisikan bajunya

Kenapa dia tak langsung berganti pakaian saja di butik itu eoh?

Ceklek

“aku tak lamakan?” tanyanya setelah membuka pintu mobilnya

“Kenapa tak langsung ganti baju disana?”

“Aku ganti baju disini saja, terlalu malu jika aku langsung berganti baju disana hehe”

“Hemm… terserah apa katamu saja, sunbae”

Ne? tadi dia bilang untuk berganti baju disini? Berarti…

Omo… omo… apa yang dilakukannya eoh?

Aku langsung menutup mataku dan mengarahkan kepalaku ke samping untuk menghindari penampakan yang seharusnya tak kulihat.

“Ya… wae? Tak usah menutup matamu seperti itu!” ujarnya sambil melepaskan telapak tanganku dari wajahku

“Yaaaa…. Sunbae byeontae!”

“Kau ini gadis yang aneh, padahal di kampus para yoeja senang sekali jika aku membuka kaos basketku jika aku selesai bertanding basket!”

“Aku ini masih suci, neo arra?” omo… apa yang kukatakan! Suzy pabo… pasti dia sudah mengiraku macam-macam

“Coba lihatlah perutku, abs ku begitu menggoda kan?” godanya sambil mengarahkan tanganku untuk memegang perutnya

“Sunbae! Jangan macam-macam padaku! Aku akan langsung menelpon oppaku!”

“Yaa… kau ini menyebalkan sekali, aku kan hanya bercanda huh”

Aigoo… namja ini sebenarnya siapa sih? Baru kenal saja sudah seperti ini, bagaimana nantinya? Aku pastikan jika hari ini adalah hari pertama dan terakhirku untuk bersama sunbae byeontae ini.

Myungsoo POV

Yoeja ini lucu sekali, aku seperti mengurusi anak kecil saja. Astaga… apa yang sebenarnya ia pelajari selama ini? aku jadi penasaran seperti apa sosok oppa nya yang selalu ia banggakan itu hehehe

Yoeja ini memang sangat menarik, sepertinya aku harus berterimakasih kepada Minho.

“Kajja kita turun, 15 menit lagi filmnya akan dimulai”

Aku mengajaknya untuk menonton “The notebook”, sebenarnya aku sudah menonton film ini bersama dengan teman-temanku seminggu yang lalu. Film romantic yang menggoda, itulah kesan pertamaku ketika menonton film yang berasal dari luar negeri ini. aku jadi penasaran bagaimana raut wajah gadis kecil ini jika menonton adegan panas yang disuguhkan film romantic ini kekekeke

Aku langsung membeli tiket film, sementara itu Suzy menunggu di bangku dekat studio bioskop ini. sepertinya ini akan menjadi pengalaman menarik untukku, berkencan dengan gadis super polos sepertinya.

“Suzy, kajja masuk. Pintu studionya sudah dibuka” dia langsung mengikutiku masuk ke dalam studio 2 yang merupakan tempat untuk pemutaran film tersebut.

Kuliaht dia mengedarkan pandangannya ke segala arah, banyak pasangan-pasangan muda yang menonton film ini. bahkan aku melihat beberapa dari mereka ada yang berciuman, padahal filmnya juga belum segera diputar ck.

“Sunbae, sebenarnya ini film apa? Kenapa banyak sekali pasangan yang menonton film ini?” tanyanya begitu polos.

“Film romantic, kau juga sudah baca sinopsisnya kan tadi diluar?” dia mengangguk dan segera mengikutiku mencari bangku yang akan menjadi tempat duduk kami

“Cha, ini tempat duduk kita. Kau mau disebelah mana?”

“Aku tak mau dipinggir” ucapnya sambil menunjuk bangku yang ia inginkan

“Omo!” pekiknya setelah menyadari bangku yang disampingnya itu sedang melakukan adegan mesra bersama pria yang disampingnya. Aku hanya tertawa melihat wajahnya yang kaget seperti itu. Astaga, aku yakin kalau gadis ini adalah gadis terpolos yang pernah aku temui di dunia ini. aku yakin kalau oppanya itu adalah seorang kutu buku yang hanya mengajarkan tata karma dan pelajaran kepada adiknya itu.

“Wae?” Tanyaku pura-pura tak tau

“Sunbae, aku pindah bangku saja” ucapnya sambil melihat kesamping bangku yang kududuki. Aku duduk didekat jalan utama sehingga Suzy tak mungkin mau duduk ditempatku ini.

“Ah sama saja” gumamnya sambil melihat bangku yang berada disamping ku yang dibatasi dengan jalan utama itu

“Sudahlah, kau tak usah melihat mereka”

“Fokus saja terhadap filmnya. Nah, itu sudah dimulai” lanjutku yang membuatnya pasrah dengan keadaannya itu

bagiku film ini sangat membosankan diawal karena ceritanya begitu klasik, pria miskin yang mencintai wanita kaya lalu orang tua si wanita tak merestui mereka. Kulihat Suzy pun focus melihat apa yang ditampilkan oleh layar besar itu.

45 menit berlalu, cerita dari film itu masih biasa dimana si pria pergi untuk mengabdikan diri dengan menjadi tentara perang lalu ia terus menerus menulis surat untuk sang kekasih.

1 jam berlalu, konflik mulai muncul dimana si wanita tak pernah membalas surat-surat yang dikrim oleh kekasihnya itu.

“Ish… kasihan sekali pria tampan itu” gumam Suzy yang menghentak-hentakan kakinya

“Tampan?”

“He’em.. pria yang memiliki senyum indah itu sangat tampan menurutku. Oppaku juga begitu”

Lagi-lagi dia membicarakan oppanya, memangnya oppanya itu seperti apa sih? Kurasa tipe idealnya pun pasti seperti oppa nya itu huh.

“Omo!” pekiknya sambil menutup matanya

“Yaa… kenapa ditutup? Kau jangan melewatkan scene ini” ucapku menggodanya

“Yaa… sunbae, ini film yadong! Kau mau menjerumuskanku eoh?” tanyanya dengan bibirnya yang ia manyun-manyunkan

“Astaga… namanya film luar ya begini!”

“Aku mau pulang saja, pasti adegan seperti itu akan muncul lagi nanti” rengeknya

“Andwae… kalau kau tak mau melihat lebih baik kau tidur saja, nanti kalau filmnya sudah selesai, aku akan membangunkanmu”

“Arasseo, kurasa idemu cukup bagus”

Aku melihatnya langsung memejamkan matanya. Ck dasar gadis aneh, adegan seperti itu saja, dia sudah tak mau melihat padahal adegannya baru French kiss ckck.

Film pun selesai lalu kulihat Suzy masih tidur dengan kepala yang bergoyang-goyang kedepan kebelakang.

“Mian, aku ingin lewat” ujar yoeja yang tadi duduk disebelah Suzy

“Kurasa kepala yoejamu menganggu jalanku, mian”

“Oh ne, mian” aku langsung menyandarkan kepala Suzy di pundakku. Lebih baik aku tunggu sampai studio ini kosong baru kubangunkan Suzy.

Author POV

Terdengar deringan yang berasal dari ponsel namja yang sedang memegang lembut pundak dari gadis yang sedang tertidur tersebut

“Yobosseo” Ucapnya setelah menekan layar ponselnya

“…”

“Malam besok? Baiklah, akan aku usahakan”

“…”

“Aku tak bisa mengurusi transaksi itu selain diluar Seoul”

“…”

“Arasseo, aku pasti akan menyelesaikannya secepat mungkin”

“Huh… sepertinya akan sulit untuk mendekati yoeja ini, malam besok saja aku harus menyelesaikan pekerjaanku” gumamnya sambil menatap yoeja yang kini berada di dalam dekapannnya.

Tersisa dua orang di dalam studio bioskop tersebut, Myungsoo, lelaki yang kini menjaga yoeja yang sedang tertidur itu terlihat tak tega untuk membangunkan hoobaenya itu.

“Bagaimana ini? aku jadi tak tega membangunkannya” ucap Myungsoo dan mencoba untuk menggoyang-goyangkan Suzy dengan pelan

Akhirnya Myungsoo mengalah dengan membawa Suzy kedalam gendongannya, kemudian Myungsoo berjalan sambil tetap membawa Suzy menuju ke tempat parkir mobilnya.

Myungsoo berusaha keras untuk membuka pintu mobilnya, lalu ia mendudukan Suzy ke tempat duduk disamping tempat duduk pengendara

“Huh, hari ini cukup melelahkan” sesekali ia menghela nafasnya, tatapannya mengarah kepada yoeja yang kini masih tertidur pulas disampingnya. Ditatapnya bibir mungil yang menurut Myungsoo begitu menggoda dan membuat pikirannya tak menentu selama beberapa menit yang baru saja dilewatinya itu.

“Mwoya? Kenapa gadis polos ini begitu menarik untukku eoh?” myungsoo semakin mendekatkan diri terhadap yoeja itu, perlahan namun pasti sampai Myungsoo mengikis jarak diantara keduanya. Seakan tersadar dari perbuatannya ia langsung melepaskan kecupan kecil yang ia lakukan beberapa detik yang lalu.

Seketika Suzy terbangun dan langsung melihat dirinya yang sudah berada di dalam mobil sunbaenya.

“Sunbae? Kenapa aku bisa berada disini?” Tanya Suzy sambil mengucek-ngucekan kedua matanya, tertanda ia belum sadar sepenuhnya

Myungsoo langsung kaget mendengar suara Suzy, ia tampak seperti maling yang hampir saja ketauan. Belum sempat Myungsoo mengambil nafas, Suzy langsung mendekatkan diri kepada Myungsoo dan menatap aneh kepada pria itu

“Sunbae, kau kenapa? Seperti baru melihat hantu saja” ucap suzy santai

“Sepertinya aku tertidur cukup lama ya? Hehe. Sunbae, mian. Pasti kau yang menggendongku ya? Aku pasti berat kan? sekali lagi aku minta maaf, harusnya tadi kau membangunkanku”  cerocos Suzy yang masih tak ditanggapi oleh Myungsoo

“Sunbae, apa kau marah? Atau kau kelelahan karena telah membawaku ya? Aigoo.. eotthoke? Aku jadi merasa bersalah seperti ini…. sunbae, mian… aku tak bermaksud untuk menyusahkanmu… aku memang begini, selalu merepotkan orang lain… huh”

“Gwenchana, baiklah sekarang kita langsung pulang saja” ucap Myungsoo datar, ia masih mencoba menetralkan suasana hatinya yang tiba-tiba terasa aneh tersebut. sesekali ia menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi

Suzy POV

Ternyata Myungsoo sunbae tidak sejahat yang kupikirkan hehe. Kukira dia nappeun namja yang sering mempermainkan wanita, sejauh ini dia selalu bersikap baik kepadaku walaupun terkadang sikapnya terasa aneh bagiku.

“Sunbae, kau tidur di sofa ini saja ya?”

“Ne”

“Akan aku bawakan bantal dan selimut untukmu. Tetap tunggu disini ne?” aku segera menuju kamarku mengambil bantal dan selimut untuk myungsoo sunbae.

“Ige, mian jika aku hanya menyediakan tempat ini untuk tidurmu”

“Gwenchana. Oppamu akan pulang besok pagi kah?”

“Ani, oppaku pulang besok siang tadi aku baru menerima pesannya”

“Kalau begitu aku ke kamarku ya” aku langsung melangkahkan kakiku untuk menaiki tangga namun sebelum aku sampai keatas aku jadi teringat sesuatu yang aku rasakan disaat aku tidur di mobil myungsoo sunbae

“Sunbae, apa di mobilmu banyak nyamuk nya ya?” Myungsoo sunbae langsung menaikkan alisnya tanda bahwa mungkin dia bingung dengan pertanyaanku

“Tadi sebelum aku bangun, bibirku serasa dicium oleh nyamuk”

Myungsoo sunbae langsung terkejut setelah aku mengatakan hal tersebut. sepertinya memang benar kalau di mobilnya itu banyak nyamuk yang berkeliaran.

“Oh itu, mungkin… sudah lama aku tak membersihkan mobilku” ucapnya yang kurasa tak begitu yakin

“Emm… yasudah aku tidur dulu ya.. selamat malam sunbae”

Author POV

Dinginnya musim dingin di pagi hari memang terasa begitu dingin sehingga dapat membuat Myungsoo yang hanya tertidur diatas sofa kediaman keluarga Bae tersebut langsung bangun.

“Aigoo.. dingin sekali, padahal penghangatnya sudah dinyalakan dari tadi malam” gumamnya sambil mengeratkan selimut yang semalam ia pakai

Myungsoo langsung mendengus bau harum yang tercium dari selimut yang ia pegang tersebut, seketika namja itu langsung bersikap aneh dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tak jelas.

“Baunya saja bisa membuatku seperti ini huh, baunya sama seperti wangi tubuhnya. Seperti wangi bedak bayi yang sangat segar!” racau namja tersebut tanpa menyadari bahwa ada seseorang gadis yang sudah berdiri di belakang sofa.

“Sunbae, apa yang kau maksud?”

“Mwoya? Neo… sudah berapa lama kau ada disitu?” tunjuk Myungsoo kepada gadis yang sudah berdiri di belakang sofa yang ia duduki

“Sepertinya kau belum sadar ya? Yasudahlah, aku ingin membuatkan sarapan dulu” jawab Suzy dengan santai tanpa memperhatikan raut wajah Myungsoo yang sudah merah padam

“Aish, untung saja dia tak berpikiran macam-macam” gumam myungsoo dengan suara yang terdengar seperti bisikan

***********************

Disisi lain terdapat namja yang masih tertidur terkapar diatas lantai, wajahnya terlihat begitu lusuh dan disekelilingnya terdapat banyak botol-botol minuman beralkohol yang berserakan.

“Ah pening sekali kepalaku”

Drrt drrrt drrrt

Namja itu langsung meraba-raba barang yang sedari tadi bergetar lalu langsung melihat apa yang akan ditampilkan benda persegi panjang tersebut

 

Bos sudah mengancamku! Kalau kau gagal dalam tugas ini, aku akan langsung membuangmu!

“Arrrrrrrrrrrrggggggghhhhhhhh sh*t!” teriaknya penuh frustasi

“Aku harus menjebaknya, dia harus kuhancurkan!” ucap namja belo tersebut sambil menyeringai penuh arti

tbc

maaf part ini amat teramat pendek, idenya baru segitu dulu hehe, next part diusahakan untuk lebih panjang deh ^^ tetep ditunggu saran dan kritiknya teman-teman = ]

Advertisements

75 responses to “Game Over (Part 2)

  1. suzy aah innocent kalii.. hihihi
    myung ama miho jangan2 yang dikejer khun yaa ?
    aaak penasaraan 😀

  2. Si minho suruhan anak buah ajhusi yg di diskotik kah? Apa ada hubungannya sama jeluarga bae? duh myungsoo curi ciuman suzy ><

  3. Sebenernya hubungan myungsoo minho sama incaran nichkhun dkk apa ya? Penasaran banget nih kkkk~
    Myungzy jjang !

  4. hp baru balik gak sengaja buka ini blog waduh authornya udah update ff baru lagi *ma’af author curhat ._.v*

    yang satu polosnya minta ampun yg satu bad boy dabakkk thor 🙂

  5. Pingback: Game Over (Part 8-End) | My Scratch ~·

  6. Oh jadi ada maksud tersendiri knpa minho nyuruh myungsoo deketin suzy! Aku nangkepnya gitu sih.. Aigoo~

  7. omo!! minho itu namja yang jahatnya ne? iiish myung sama suzy hati hati!!!
    atau myung juga jahat?
    aigo bingung

  8. Nah nah itu minho pasti orang jahat yg di incheon itu kan ? Terus myungsoo juga iya kan ? Astaga berarti mereka mau ngejebak suzy gitu ?

  9. Eoh minho?apa minho msuk sm komplotan org jhat yg d incar NIS itu ya?? Dn minho bilng mau ngancurin siapa?

  10. minho orang jahatnnya kah?? suzy bener2 polos.. bibirnya myungsoo dibilang nyamuk aigoo… myungsoo kayaknya mulai suka ke suzy yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s