Game Over (Part 3)

Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members , Lee Jieun,

Genre : Romance, Family, Crime, Mistery

Rating : PG-16

Type : Chapter

Untitled-1

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– © Hannayunisty Fanfiction –

 

Nb : Yang bergaris miring adalah flashback

Warning : Typo berkeliaran, soalnya ga direvisi lagi ^^V

 

Author POV

Minggu pagi di kediaman keluarga Bae ini cukup menyenangkan, walau hanya berdua mereka tetap menjalankan aktivitas dengan penuh keceriaan. Suzy selalu mencoba hal-hal yang membuat kakaknya tertawa, contoh saja untuk pagi ini, Suzy ingin mencoba memasak spaghetti dengan pasta yang baru saja ia coba dari kedai yang kemarin ia kunjungi bersama Jieun.

 

“Hahahahaha” tawa Nichkhun semakin membahana melihat tingkah adiknya yang masih berkutat dengan eksperimen barunya itu

“Yaaaa… oppa, apa kau tak bisa membantuku eoh? Jangan hanya tertawa saja!” pekik Suzy sambil melemparkan serbet kearah Nichkhun

“Arra arra… sudahlah, kau memang tak berbakat untuk membuat pasta itu. Biar oppa pesankan makanan saja. Kau tak usah repot-repot untuk memasak” bukan Nichkhun namanya, jika pria ini tak bisa mendamaikan hati adiknya itu. Suzy langsung membersihkan dapur sambil tetap berdumel

************************

Myungsoo baru saja bangun dari tidur singkatnya, semalam ia mulai bekerja lagi di kawasan Incheon. Sebenarnya ia malas jika harus bekerja dengan rekan kerja semodel Choi Minho, namja sombong yang selalu merendahkan kemampuannya. Atasannya sangat menyukai kerapihan kerja Myungsoo, sehingga Minho sering iri dengan lelaki tampan ini.

“Huh untung saja semalam aku bisa lolos” ucap Myungsoo yang mengingat kejadian yang baru saja ia alami tadi malam

“Ya ppali! Sepertinya NIS sudah mengetahui tempat ini. cepat ubah posisi”

Beberapa pria terlihat saling membereskan barang yang menjadi pemain utama di dalam transaksi yang akan mereka lakukan malam ini. Myungsoo pun yang terlibat langsung berlari menuju  mobilnya tanpa memperdulikan yang lain, yang terpikirkan hanyalah dirinya sendiri. Pekerjaannya memang mengambil banyak resiko, ia tak boleh terpeleset sedikitpun untuk masalah pekerjaan ini.

 

Sirine mobil polisi mulai terdengar di sekeliling gedung kosong tersebut, semuanya sudah pergi tanpa meninggalkan jejak apapun hanya saja seorang anggota yang bertugas dalam penggrebekan malam ini tak ada dalam gerombolan polisi tersebut.

Seseorang menyadari keberadaan temannya yang tak ada disekitarnya tersebut, lalu pria itu langsung menghubungi temannya dengan wajahnya yang begitu khawatir

 

“Yaaa! Kau dimana?” bentaknya

 

“Aku sedang mengikuti salah satu mobil yang keluar dari gedung tersebut” jawab seorang pria yang focus dengan mobil yang berhasil ia ikuti

 

“Hah? Apa kau sudah gila? Jika kau tertembak bagaimana? Kau harusnya menghubungiku dulu baru mengikuti mereka!”

 

“Aish! Neo… karenamu aku jadi kehilangan mereka! Ya… ini kesempatan bagus, neo arra?” jawab lelaki tersebut dengan kesal, baru saja ia berhasil mengikuti mobil dari sasarannya namun harus gagal karena teman satu profesi tersebut.

 

“Yasudahlah, ketua juga sudah menyuruh kita untuk kembali. aku yakin mereka akan melanjutkan  transaksi mereka. Kau pulang saja, kasihan adikmu harus menunggumu”

 

“Ne, tapi aku akan membunuhmu jika kau menggagalkanku lagi” ancam pria tersebut, namja tinggi yang berada didalam gedung tua itu langsung menutup teleponnya. Ia bergidik ngeri setelah mendengar ucapan temannya dari telepon

 

“Mana mungkin Khun mencelakakanku, dunia pasti akan kiamat kkkk” gumamnya lalu ia berbalik arah menuju mobilnya  

 

Suzy POV

Bosan sekali jika tiap minggu aku selalu di rumah seperti ini, Jieun pasti sedang berkencan dengan Wooyoung oppa. Khunnie oppa pasti sedang tidur siang, sejak dari tadi ia tak keluar dari kamarnya. Myungsoo sunba?

Omo! Bagaimana bisa aku memikirkan namja aneh itu. Ani ani, itu pasti karena dia orang yang baru kukenal, jadi aku tiba-tiba memikirkannya. Andai saja, appa eomma masih disini mungkin oppa tak akan membatasiku seperti ini dan aku bisa bermain seperti hal nya para gadis remaja.

Baiklah, lebih baik aku menonton TV saja daripada harus memikirkan yang tidak-tidak. Kulihat oppa keluar dari kamarnya lalu pergi kedapur dan membuka kulkas untuk mengambil minuman. Kemudian ia  menghampiriku dan duduk disebelahku.

“Kau tak pergi dengan Jieun?” tanyanya

“Ani, Jieun pergi dengan Wooyoung oppa. semenjak berpacaran, Jieun jadi sedikit mengacuhkanku”

“Gwenchana, bagaimana kalau oppa yang menemanimu jalan-jalan untuk hari ini?”

“Jinjja?”

“Hmm… kajja sekarang bersiap-siap. Sepertinya kita harus berbelanja terlebih dahulu untuk mengisi kulkas yang sudah kosong”

Kyaaa, senangnya…. Oppa memang yang terbaik untukku! Dia selalu tau kalau aku sedang bosan. Cha, aku harus ganti bajuku dulu lalu pergi dengan oppaku yang paling tampan ini

Kami telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan, sesuai dengan dugaanku, disini sangat ramai kemungkinan karena hari ini adalah hari minggu. Sebagian besar pengunjung adalah pasangan-pasangan yang sedang berkencan, apa aku juga bisa seperti mereka ya suatu saat nanti?

“Suzy-ah, ayo kita kesana” ajak Khunnie oppa sambil menarik lenganku menuju ketempat games

“Oppa kenapa malah kemari?” tanyaku saat mengantri untuk membeli koin

“Oppa butuh hiburan, kurasa ini hiburan yang cukup menyenangkan” jawabnya dengan senyuman

Seharusnya aku bersyukur memiliki oppa sepertinya, aku tau pasti dia stress dengan pekerjaannya yang mengurusi kasus-kasus kejahatan di Negara ini ditambah lagi dia harus mengurusiku dengan begitu baiknya. Dulu aku pernah melarangnya untuk masuk menjadi anggota NIS, kalau bukan karena appa eomma, aku pasti tak akan mengijinkan oppa menjadi anggota NIS. Profesi itu terlalu berbahaya untuknya, aku tak mau kehilangan oppa yang merupakan satu-satunya keluargaku.

“Oppa akan ikut test pegawai negeri minggu depan” ucapnya serius

“Pegawai negeri? Aku tak salah dengar kan? bukankah oppa ingin mengambil profesi notaris kan?”

Aku tau kalau oppaku itu dari dulu sangat ingin menjadi notaris, dan ini tahun kelulusannya mendapatkan gelar sarjana hukum, ia ingin melanjutkan kuliahnya mengambil profesi notaris. Tapi sekarang ia malah ingin menjadi pegawai negeri? Apa karenaku dia jadi tak melanjutkan kuliahnya?

 

“Oppa tak usah mengkhawatirkanku, jika oppa tak mempunyai uang, aku tak akan memakasakan diri untuk kuliah tahun ini”

Ini tahun kelulusanku dari senior high school dan aku lulus test di universitas terbaik di Korea, aku memang dari dulu menginginkan kuliah di tempat itu sampai akhirnya aku selalu giat belajar dan akhirnya aku lulus dalam test masuk universitas tersebut.

 

“Bukan karena itu”

 

“Ini semua karena appa dan eomma. Oppa harus mencari tau penyebab kecelakaan dan kebangkrutan perusahaan appa. Minggu depan oppa akan ikut tes masuk anggota NIS”

 

“NIS? Oppa yakin? Andwae! Aku tak mau oppa masuk kedalam NIS!”

 

“Hanya dengan cara ini oppa bisa mencari tau”

 

“Cha, kajja kita bersenang-senang!” oppa langsung menarikku ke wahana permainan. Aku merasa dunia ini terlalu kejam untukku dan juga Khun oppa. keundae oppaku mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan diriku. Diusianya yang terbilang cukup matang ini, ia belum pernah berkencan dan juga tak pernah membicarakan soal wanita yang ia sukai kepadaku. Ini semua karenaku, dia bilang sebelum menikahkanku dia tak akan berkencan terlebih dahulu.

“Step dance!” tunjuk Khun oppa kearah permainan yang terdapat di depan. Aku segera mengikuti langkahnya.

Aku melihat keadaan disekitarku, di dalam tempat games pun sangat rame. Apa mungkin oppa bermain permainan itu eoh?

“eoh… Myungsoo sunbae?”

“Ne? tadi kau sebut siapa?” Tanya Khun oppa yang membuatku mengalihkan pandangan dari namja yang baru saja kulihat

“Itu… ada sunbaeku. Yasudah, oppa dulu yang bermain, atau kita mau battle eoh?” tantangku padanya dan oppa menyetujui hal itu

Setelah 15 menit aku battle dengan oppa, aku langsung duduk di tempat duduk yang tersedia di tempat tersebut sedangkan Khun oppa langsung membelikanku minuman.

“Suzy!” omo… siapa yang memanggilku, sepertinya aku kenal dengan pemilik suara ini. lalu aku menoleh …

“Annyeong” aigoo… namja ini kenapa bisa ada dihadapanku seperti ini?

“Oh sunbae… annyeong”

“Kau sendiri disini?” Tanya nya sambil menengok kearah sampingku

“Aku bersama oppaku”

“Jinjja? Kalau begitu aku bisa berkenalan dengan oppamu itu kan?”

“Ne…”

Aish… orang ini menyebalkan sekali, apa sih motif dari sunbae ini? kenapa ia ingin tau tentang oppaku huh

Aku lihat Khun oppa selesai membeli minuman dan berjalan kearahku

“Suzy-ah, ige minumanmu” aku langsung mengambil botol minuman yang diserahkan oleh nya tanpa melihat Myungsoo sunbae yang duduk disampingku. Biar saja aku mengacuhkan keberadaanya, siapa pula yang mau mengenalkan oppaku dengan pria ini.

“Ini oppamu, Suzy-ah?”

Die! Oke, kali ini aku tak tau apa yang akan terjadi jika oppaku tau aku berteman dengan pria yang tak dikenalnya.

“Ne, oppa perkenalkan ini sunbaeku di kampus” ucapku dengan terpaksa.

“Nichkhun imnida” ujar nya yang membuatku terkejut melihat Khun oppa tersenyum kepada Myungsoo sunbae

“Kim Myungsoo”

“Sudah lama kenal dengan Suzy?”

“Ne, kami kenal sejak aku masuk kampus. Dia sunbaeku di English club” sahutku bohong, aku tau Myungsoo sunbae mengatakan hal yang tidak-tidak kepada oppaku

“Kalian sedang bermain disini? Bagaimana kalau kalian datang mengunjungi kedai kecilku disana”

“Wah kau punya kedai disini?”

“Hanya kedai kecil hehehe”

“Arasseo” ucap Khun oppa. lalu pada akhirnya aku dan kedua lelaki ini pergi menuju kedai yang dikatakan Myungsoo sunbae.

Myungsoo POV

Pantas saja Suzy selalu menceritakan tentang oppanya, Nichkhun hyung memang orang yang baik.

“Ini menu special di kedai ini”

“Wah sunbae gomapta” ucap Suzy

“Ini kedaimu atau orangtuamu?”

“Ini kedaiku, orangtuaku sudah tidak ada”

“Oh mian aku tak bermaksud”

“Gwenchana hyung, kita sepertinya senasib kan?”

“Wah rupanya kau dan Suzy sudah kenal begitu dekat sepertinya”

Aku lihat Suzy begitu takut, memangnya kenapa kalau ada pria yang mendekatinya? Apa Nichkhun hyung tak mengijinkan Suzy untuk dekat dengan namja?

“Oppa, setelah ini kita langsung berbelanja ne?” ucap Suzy. Nichkhun hyung sepertinya tak mendengar apa yang diucapkan adiknya tersebut dan malah sibuk dengan ponselnya itu

“Suzy-ah, sepertinya oppa harus pergi dulu. Emm kau bisa kan pulang sendiri? Myungsoo, kau bisa temani Suzy kan? aku ada urusan mendadak dari kantor”

“Oppa… kau kan sudah janji huh. Yasudahlah kalau begitu, aku juga bisa berbelanja sendiri” Suzy malah memanyunkan bibirnya, astaga yoeja ini tak bisakah sedikit saja tak menggodaku eoh?

“Myungsoo, tak apa kan kalau aku menitipkan adikku kepadamu?”

“Ne, gwenchana hyung”

“Kalau begitu aku bayar dulu makanan ku dan Suzy”

“Tak usah, hitung-hitung salam perkenalan dariku hyung hehe”

“Wah aku jadi tak enak begini, sudah menitipkan Suzy lalu dapat traktiran darimu. Lain kali aku harus mentratirmu. Kalau begitu aku keluar dulu ne. Suzy, setelah berbelanja langsung pulang ne? jika terjadi apa-apa langsung hubungi oppa” pamit Nichkhun hyung dengan tergesa-gesa, sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengannya.

Nichkhun POV

Ada panggilan mendadak dari ketua untuk berkumpul di kantor, Junho menemukan sesuatu yang berkaitan dengan kawanan mafia yang kini menjadi sasaran kami. Aku segera meninggalkan Suzy dan langsung menuju tempar parkir mobil. Sebelum sampai mobilku, aku melihat mobil yang semalam aku sempat ikuti. Plat nomornya sama dengan mobil semalam, berarti pemilik dari mobil ini sedang mengunjungi tempat ini. sayang sekali, andai saja ketua tak memanggilku, pasti aku sudah mengintogerasi pemilik mobil ini.

Cekrek. Aku berhasil mengambil foto mobil ini, lalu aku segera mengemudikan mobilku menuju kantor

Sudah ada beberapa orang yang sampai di kantor, tinggal menunggu Chansung yang merupakan maknae dari tim investigasi kami.

“Maaf semuanya, aku terlambat. Aku harus mengurusi tentang dokumen dari detektif Jo terlebih dahulu” Chansung masuk dengan membungkukan badannya, dia memang sangat hormat dengan hyung-hyung nya kalau disaat seperti ini

“Baiklah sepertinya semuanya sudah berkumpul disini. Maaf jika rapat ini begitu mendadak dan mengganggu acara santai kalian semua. Ada sesuatu yang penting yang baru didapatkan dari rekan kita. Junho berhasil menemukan lembaran-lembaran hitam dari target kita. Selanjutnya, saya langsung serahkan ini kepada Junho untuk melaporkan apa yang ia temukan” Lee sajangnim yang notabenenya ketua tim kami langsung membuka rapat dadakan ini.

“Baik, saya langsung ambil alih. Disini saya menemukan beberapa fakta dari masa lalu target yang selama ini kita cari. Dengan nama samaran JQ, nama Korea Choi Jin Hyuk atau lebih dikenal dengan nama Jen ini merupakan warga asli Negara Jepang. Lama tinggal di Korea dari mulai ia berumur 20 tahun untuk kuliah di Sunkyunkwan” Junho mulai membacakan hasil yang ia dapatkan, ternyata si bos besar itu bukan asli orang Korea, pantas saja wajahnya terlihat seperti Orang Jepang

“Kuliah sampai umur 24 tahun lalu melanjutkan kerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan milik keluarga Bae…” Ucapan Junho terhenti dan semua orang langsung melirik kearahku, aku tau kalau ia mengucapkan nama margaku, tapi orang yang memiliki marga Bae itu kan banyak di negeri ini

“Bae… Yong.. Jun” ucap Junho dengan terbata-bata membuatku sangat terkejut mendengar nama appaku disebutkan oleh pria sipit ini.

“Apa aku boleh memotong laporannya?” ijinku kepada Ketua tim lalu diangguki oleh sajangnim

“Bisa kau buktikan apa yang kau ucapkan tadi? Maaf tapi ini sudah menyangkut nama ayahku”

“Mian Hyung, keundae aku punya bukti untuk semua apa yang kupaorkan ini. apa bisa aku lanjutkan? Setelah ini aku akan membeberkan bukti-bukti dari apa yang kulaporkan” bela Junho dengan nada yang masih menghormatiku sebagai seniornya

“Jabatannya meningkat pesat walau dia baru bekerja selama setahun di perusahaan tersebut, karena Jen merupakan teman baik dari putra pemilik perusahaan tersebut yang notabenenya pewaris tunggal Bae Corp”

Author POV

Junho masih membeberkan hasil dari investigasinya selama ini, Junho memang dikenal sebagai agen yang sangat cerdik diantara keenam agen terbaik yang kini sedang berkumpul di ruangan yang biasa mereka pakai menjadi ruang rapat tersebut. nichkhun masih menunggu semua yang akan dikatakan Junho, pria itu yakin jika hoobae nya itu tak mungkin salah menyimpulkan sesuatu yang ia dapatkan. Tapi apa ia juga harus yakin kalau appanya itu merupakan teman baik dari seorang mafia besar yang selama ini selalu meresahkan warga Korea Selatan itu?

“Ia diangkat menjadi Direktur Produksi oleh Tuan Bae sampai pada akhirnya perusahaan tersebut tiba-tiba tutup yang disebabkan karena kematian Tuan Bae beserta istrinya sehingga semua harta kekayaan Tuan Bae pun disita untuk membayar semua hutang bank yang belum lunas. Hutang yang ia pakai untuk melangsungkan produksi perusahaannya dan membayar semua gaji para karyawan, setelah itu Jen langsung pergi ke Jepang dan membangun usaha illegalnya”

“Dan ini bukti-bukti yang aku dapatkan mulai dari dia berkuliah di Sungkyunkwan, dan aku menemukan fotonya bersama 2 pria lain disaat dia masih mengenyam bangku kuliah”

Nichkhun langsung mengambil foto yang diberikan oleh Junho, kali ini ia harus yakin kalau pria jahat itu memang benar meupakan teman baiknya.

“Khun, maaf kalau aku mengungkit kematian appamu. Keundae apa benar kecelakaan orang tuamu itu sangat aneh?” Tanya Minjun

“Appa selalu mengecek keadaan mesin mobil sebelum bepergian, dia terpukul dengan kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa haraboeji jadi ia selalu mengecek mesin setiap saat. Yang tau akan hal itu hanya keluarga terdekat dan mungkin teman terdekat appa. Jika Jen merupakan teman dekat appa, berarti hal tersebut sudah diketahui olehnya tapi ini kejadian 9 tahun yang lalu, pasti sangat sulit jika mencari semua bukti-bukti”

“Apa kau tak kenal dengan Jen? Apa tak ada teman dekat appamu yang sering berkunjung ke rumahmu?”

“Ani, aku hanya mengenal Kim Ahjussi. dia selalu berkunjung ke rumah dengan membawa putranya yang umurnya 2 tahun diatas Suzy. sewaktu itu Suzy masih berumur 10 tahun dan putra dari Kim Ahjussi berumur 12 tahun”

“Hyung, aku yakin kalau kecelakaan orangtuamu dan kebangkrutan perusahaan ayahmu itu ada sangkut pautnya dengan mafia senjata itu” sahut Chansung yang diangguki oleh lainnya

Jen merupakan mafia senjata api illegal yang selama 5 tahun ini menjadi incaran NIS dan kepolisian Korea Selatan. Pasokan senjatanya terus menerus memasuki wilayah Korea Selatan dan itu meresahkan warga karena kadang-kadang prilaku dari kawanan mafia tersebut sering mengganggu aktivitas warga. Banyak pencuri atau perampok yang kini membawa senjata api untuk melancarkan aktivitas keji tersebut.

NIS dipercaya untuk menyelesaikan masalah yang selama 5 tahun ini belum sempat mereka selesaikan. Junho mendapatkan semua informasi tersebut dari seseorang yang mengaku sebagai karyawan yang dulunya bekerja di perusahaan Bae Yong Jun tersebut. semuanya memang persis dengan apa yang diduga oleh agen pemilik mata sipit itu, apalagi ditambah dengan foto Jen bersama Bae Yong Jun sewaktu mereka kuliah di Sungkyunkwan.

 ************************************************

“Suzy, memangnya oppamu itu bekerja dimana?” Tanya Myungsoo sambil memperhatikan gadis cantik yang sedang menikmati ice cream coklat-vanilla nya tersebut

 

“Oppaku bekerja di perusahaan temannya” jawab Suzy bohong, Suzy sudah diancang-ancang untuk tidak membocorkan pekerjaan oppanya tersebut. Agen NIS memang tidak boleh memberitahukan tentang profesinya yang memang menanggung banyak resiko, bahkan seharusnya keluarganya pun tak boleh tau tentang hal ini namun Nichkhun tak tega jika tak harus memberitahukan profesinya kepada satu-satunya keluarga yang ia punya.

 

“Oh… apa memang selalu ada urusan mendadak seperti itu?” Suzy hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Ia paling sebal jika ada orang yang menanyakan tentang pekerjaan oppanya itu.

 

“Sunbae… aku belanja dulu ya? Sunbae tak usah mengikutiku”

 

“Mwo? Tidak bisa seperti itu. Oppamu kan sudah mempercayaiku untuk menemanimu!”

 

“Aish… kalau saja oppaku tau waktu itu sunbae menginap dirumahku, pasti dia tak akan mengijinkanku berdekatan denganmu” sahut gadis cantik itu sambil memelotokan mata kecilnya, Myungsoo langsung tertawa melihat tingkah polos hoobaenya itu dan malah mengusap kasar rambut Suzy yang sudah tertata rapih itu

 

“Yaa ya ya… kau merusak rambutku huh!”

 

“Kajja… kau itu bawel sekali ternyata” Myungsoo langsung menarik lengan putih Suzy menuju supermarket mall yang mereka kunjungi

 

“Biar aku yang dorong troli nya, kau tinggal memilih dan memasukan barang-barang yang akan kau beli”

 

“Arasseo sunbae jelek” sahut Suzy sebal

 

“Eoh… pudding coklat” Suzy tiba-tiba berlari menuju stan makanan dingin, Myungsoo pun mengikuti Suzy dan mendorong troli nya

 

“Sunbae, pudingnya sangat cantik”

 

“Myungie Oppa pudingnya sangat cantik sama sepertiku kan?” ujar gadis kecil sambil menunjukan pudding buatan eommanya

 

“Ne, tapi kau lebih cantik Ji-ya”

 

“Yaaa sunbae, kau melamun eoh?” Suzy mengerak-gerakan telapak tangannya di depan muka sunbae nya itu, Myungsoo langsung tersadar dari lamunannya

 

“Oh ne ne, kau lebih cantik” Myungsoo menjawab dengan spontan ucapan yang tadi sempat melewati pikirannya

 

“mwo? Mwo? Apa maksudmu? Kau mau menggombaliku huh?”

 

“Ahjumma, aku ingin beli satu saja yang ukurannya kecil”

 

“Kau tidak membelikan untukku juga?”

 

“Ahjumma beli dua saja” lanjut Myungsoo tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Suzy

 

Suzy POV

Pudingnya lezat sekali, kalau begini bisa-bisa aku selalu datang ke mall ini untuk membeli pudding selezat ini. nanti aku akan memberitahu oppa untuk membeli pudding disini saja, pudding disini lezat seperti pudding buatan eomma dulu.

 

“Kau suka dengan pudding?” Tanya sunbae

 

“Tentu, dulu eommaku sering membuatkanku pudding seperti ini. aku, oppa dan temanku selalu makan pudding buatan eommaku”

 

“Temanmu? kau sudah berteman dari kecil dengan teman kampusmu itu?”

 

“Nugu?”

 

“Temanmu yang selalu denganmu di kampus itu kan? aku tak tau namanya tapi aku selalu melihatmu selalu bersamanya”

 

“Jieun? Ani, dia baru berteman denganku dari sekolah menengah. Teman kecilku itu sangat tampan. Kau juga kalah tampan dengannya”

 

“Lalu kemana teman kecilmu itu? Pasti dia tak tahan dengan sifat bawelmu itu kan kekeke”

Benar apa yang dikatakan sunbae, semenjak appa eomma meninggal dia tak pernah main ke rumahku lagi. Oppa selalu bilang kalau myungie oppa tak mau main karena aku tak pernah berhenti menangis, semenjak itu aku selalu mencoba untuk tak menangisi kematian appa dan eomma tapi walaupun aku berhenti menangis myungie oppa tetap saja tak pernah main ke rumahku.

 

“Setelah ini kau mau langsung pulang?”

 

“Ne”

 

“Aku akan mengantarkanmu kalau begitu”

 

“Hanya mengantarkan saja kan? tidak ikut menginap?”

 

“Ne. kau ini takut sekali denganku, lagipula oppamu tadi menitipkan…”

 

“Arasseo sunbae-nim”

 

Jika aku melihat Myungsoo sunbae rasanya seperti melihat myungie oppa. hidung dan matanya sama seperti myungie oppa. lagi-lagi aku memikirkannya lagi, seharusnya aku mengikuti kata oppa kalau myungie oppa tak mau bermain denganku lagi. Dulu aku memang yoeja yang cengeng dan selalu merepotkan myungie oppa, pantas saja jika myungie oppa meninggalkanku.

 

“Hoy yoeja bawel… kau panggil aku oppa saja ne?”

 

“Mwoya? Apa tak terlalu berlebihan?”

 

“Aniyo, semua hoobae dikampusku memanggilku oppa. itu terkesan lebih akrab dibanding panggilan sunbae”

 

“Baiklah jika begitu”

 

“Oh ya, apa kau mengenal Minho? Choi Minho” sepertinya aku sering mendengar namanya tapi dimana ya? Ah iya aku ingat, namja itu kan popular sekali di kelasku. Sulli dan Krystal selalu bertengkar untuk memperebutkan Choi Minho itu.

 

“Wae? Dia namja yang disukai kedua temanku di kelas. Apa kau mengenalnya?”

 

“Dia teman sekelasku. Oh jadi dia primadona dikelasmu?”

 

“Yah kurasa begitu”

 

“Lalu siapa namja yang kau sukai?”

 

“tidak ada”

 

“hmmm… Bagaimana kalau kau jadikan aku sebagai namja yang kau sukai?”

 

tbc

 gimana udah dapat pencerahan nya kan di part 3 ini? author sedikit terinspirasi dari drama 7civil jadi  maklum aja kalau ceritanya mungkin sedikit ada yang mirip, tapi ga begitu mirip juga sih hehe cuma mungkin motif kejahatan nya aja yang mirip begitu.. ternyata bikin FF genre crime mistery gini susah juga ya, mending bikin ff marriedlife kayanya kkk. yasudah author tunggu coment nya ya, kalau ada masukan sok aja dibilang dicoment, ga usah sungkan-sungkan hehehe

Advertisements

63 responses to “Game Over (Part 3)

  1. Jadi myungzy itu udh temenan dri kecil? Oohhh baru tau 😀
    Solma nichkhun udh langsung kenal sama myungsoo makanya dia santai aja nyuruh myun jaga suzy?

  2. Kyaaaaa ternyata Myung itu temen kecilnya Suzy ya thor kkk
    Ciyee si Myung udah mulai rasa nih kayaknya kkk
    Sukaaaaaaaaa thor ❤

  3. disini baru mulai ngerti ceritanya eon hehe
    maafkan reader ne,, rada lola baca ffnya hehe :)))
    aigoo suzy sama myung mulai dekeet :))
    gereget iiih itu kan temen kecil yang di maksud suzy yang myungsoo!!! aduuh greget bangeeeet

  4. Author, disini pencerahan banget !
    Jadi myungsoo dulu temenan sama suzy kan ya ? Gzzz tapi kenapa myungsoo malah jadi agen pedagang senjata ilegal gitu deh ? Dan, kenapa setelah orang tuanya suzy meninggal, myungsoo ga pernah ke tempat suzy ? :/

  5. Eoh myungie oppanya suzy itu myungsoo kan?? Ternyata minho sm myungsoo bneran msuk sm komplotan mafia itu..

  6. huaa.. myungpa adalah myungie oppa suzy.. huaaa.. gmn y lw myugpa tau.. pasti senang…
    nah loh siapa yg membunuh org tua suzy??? semakin penasaran.. apa jen? tw kim ahjusii??

  7. oh jadi myungsoo sama suzy tuh temen kecil yaaa?? jangan2 kemaatian appa suzy grgr si jen jen itu ya?? next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s