(Songfic) First Love

(Songfic) First Love

By : Hannayunisty

Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

Support Cast : Son Naeun, Park Jiyeon, Shin Won Ho, Choi Sulli etc.

Genre : Romance, Hurt, Sad

Rating : T

firstlove1

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is based from After School – First Love’s lyric. This story is 100 % mine.

– ©2013  Hannayunisty Fanfiction –

 

Semua POV adalah POV Suzy dan yang bercetak miring tebal adalah flashback

 

Pagi ini terasa seperti biasanya, aku kembali melaksanakan aktivitasku sebagai mahasiswa fakultas teknik. Hidupku kini mulai terasa monoton, apa sih yang terlihat menarik dari kehidupan mahasiswa yang menetap di kota orang? Kuliah, menjalankan organisasi, mengerjakan tugas lalu kembali ke asrama. Untung saja aku tak salah masuk fakultas, setidaknya jurusan yang kupilih itu membuatku terlihat rajin di mata orang-orang. Mungkin jika aku masuk ke jurusan seni, sudah kupastikan aku akan banyak menghabiskan waktuku dengan bermain-main dengan imajinasiku sendiri.

Oke, Bae Suzy sudah saatnya untuk mengerjakan tugas plant design mu ini! semangat! Tahun ini adalah tahun terakhirku di kampus, jadi mata kuliah yang kuambil hanya tinggal beberapa saja jadi jadwal kuliahku tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya. Pagi ini aku berniat untuk pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan suasana yang sepi untuk mengerjakannya.

Benar kan dugaanku, tempat ini pasti sepi jika masih pagi seperti ini. aku langsung mencari tempat duduk yang nyaman lalu kulihat ada beberapa temanku yang sudah berada di dalam perpustakaan. Aku memang berniat untuk mengerjakan tugas plant design ini bersama-sama, tugas ini memang diperuntukkan untuk 3 orang jadi aku dan teman-temanku sudah pasti harus mengerjakan dengan bersama-sama.

“Suzy, disini” sahut temanku dengan suara yang dikecilkan

“Hey, sepertinya aku terlambat sedikit ya? Mian”

“Gwenchana, lagipula kami juga baru datang” ucap teman namjaku.

“Tumben kau datang tepat waktu”

“Minho menjemputku terlalu pagi” jawab Sulli, Minho dan Sulli memang sudah berpacaran dari sekolah menengah atas. Tak heran kalau mereka sering terlihat bersama, terkadang aku iri dengan keserasian pasangan ini. Sulli sangat beruntung karena Minho adalah cinta pertamanya, dan mungkin akan menjadi cinta terakhir untuk temanku yang bawel ini.

“Yasudah kajja kita mulai bagi-bagi tugas saja” ujar Minho dan mulai membagi tugas untuk kami bertiga.

“Chagi, kau yang menghitung luas lantai produksi saja ya dan untuk Suzy, kau buat layout produksi jadi kau harus menunggu perhitungan dari Sulli dulu. Eotthe?”

“Arra, kalau begitu aku boleh pergi keluar sebentar kan? perutku sudah mulai berdemo hehe”

“Ne, kau sarapan dulu saja daripada nanti kau malah kelaparan di kelas” Sulli mengijinkanku untuk pergi ke kantin. Jam segini apa ada makanan berat yang sudah jadi ya? Di dalam perjalanan menuju kantin aku melihat sebuah banner festival band yang akan dilaksanakan dikampusku minggu depan. Hmm… sepertinya menarik, setidaknya aku tidak akan mengacaukan kencan Sulli Minho untuk minggu ini kekeke. Aku memang terbiasa menjadi orang ketiga diantara dua sahabatku yang merupakan sepasang kekasih itu. Jangan salahkan aku jika aku harus bersama mereka, mereka sendiri yang mengajakku pergi, dengan alasan mereka tak tega jika harus membayangkan betapa tak berdayanya diriku di asrama sendiri tanpa adanya hiburan yang dapat menyegarkan otak

INFINITE? Band Infinite merupakan salah satu band yang akan menjadi bintang tamu festival band itu, rasanya aku familiar dengan nama band itu. Ah molla, mungkin aku teringat tentang nama butik yang dimiliki oleh sepupuku.

“Bae Suzy” ada yang memanggilku, langsung saja aku membalikkan tubuhku untuk melihat siapa yang memanngilku

“Omo! Kau benar Bae Suzy kan? aigoo… aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini” sepertinya orang ini sangat familiar, keundae aku lupa siapa nama orang ini lalu tiba-tiba yoeja ini memelukku dan langsung mengatakan kalau dia rindu sekali denganku dan malah bilang kalau aku ini sombong sekali karena tak pernah datang reuni SD. Reuni SD? Ah Park Jiyeon! Dia Jiyeon teman SD ku yang amat sangat cerewet, astaga aku sampai tak mengenali gadis ini ckck. Lihatlah dandanannya seperti ahjumma ahjumma saja, jangan salahkan aku kalau aku tak mengenali teman SD ku ini hehe

“Jiyeon-ah kenapa kau bisa ada disini?”

“Aku sedang mewakili kampusku untuk berpartisipasi dalam festival band kampus ini. lalu kau sendiri kenapa bisa ada disini?” tanyanya balik

“Aku kan kuliah disini”

“Wah mian aku tak tahu, salahmu sendiri karena tak pernah bertemu denganku huh”

“Aish kau ini ternyata masih sama seperti dulu, selalu bawel”

“Oh ya, aku tak tau sekretariat festival band itu. Kau bisa kan mengantarkanku ke tempat itu?”

“Hmm sebenarnya aku mau ke kantin untuk mengisi perutku ini setelah itu aku akan ke perpustakaan, temanku sudah menunggu untuk mengerjakan tugas bersama. Kau disini tidak buru-buru kan?”

“Aniyo, aku kan datang dari Daegu ke Seoul memang untuk festival band ini”

“Daegu? Kau kuliah disana eoh?”

“Ne,  astaga berapa lama sih kau tidak bertemu denganku? Kau mau ke kantin? Yasudah kajja aku juga akan ikut denganmu saja daripada aku tak jelas sendiri disini”

“Kau tinggal dimana selama di Seoul?”

“Aku tinggal di rumah bibiku selama seminggu kedepan. Kau sendiri dimana?”

“Aku tinggal diasrama kampusku tapi jaraknya agak jauh dari kampus”

Aku langsung menuju ke kantin bersama Jiyeon, aku tak menyangka jika akan bertemunya di kampus sekarang. Terakhir aku bertemunya sejak aku main ke rumahnya saat aku baru lulus sekolah menengah atas.

Setelah sampai di kantin, aku langsung memesan sandwich dan Jiyeon pun akhirnya memesan apa yang kupesan juga.

“Suzy-ya, kau sering bertemu yang lainnya tidak? Bagaimana dengan Won ho eoh? Apa kalian masih berhubungan?”

“Won ho? Shin Won Ho maksudmu?” Jiyeon hanya mengangguk-anggukan kepala sambil masih mengunyam makanannya

“Molla, aku tak pernah bertemu lagi sejak kelulusan sekolah dasar”

“Mwoya? Bukankah kalian itu saling suka kan? aigoo… kau ini sombong sekali pantas saja Myungsoo sering menanyakan hubunganmu dengan Wonho bagaimana”

Myungsoo? Apa benar dia menanyakanku?

“Oh iya dulu juga Myungsoo bilang kalau kalian sering berhubungan lewat telepon kan? kau ini menyebalkan sekali, masa hanya dengan Myungsoo saja eoh!

“Dia yang mulai menghubungiku dulu”

“Lalu apa kalian pernah bertemu?”

“Hanya beberapa kali” jawabku singkat.

Myungsoo, dia adalah teman kecilku dan dia namja yang pertama kali memberikanku harapan. Dia namja yang aku suka untuk pertama kalinya. Sedangkan Won Ho, dia adalah teman saat aku duduk di sekolah dasar dan dulu kami menjadi bahan ejekan karena aku dan Won Ho sering bersama untuk mengikuti lomba-lomba dulu di saat ku SD. Dulu aku juga suka dengan WonHo dan beranggapan kalau dialah cinta pertamaku namun seiring berjalannya waktu, Myungsoo tiba-tiba datang dan mematahkan teori cinta pertamaku itu

I  was so young back then, I could only see you

I didn’t need anything if we could be together

Ini adalah tahun ketigaku di Seoul, sebelumnya aku tinggal di Gwangju sampai lulus sekolah dasar. Appa ditugaskan di Seoul maka dari itu aku dan eomma pun ikut tinggal di Seoul. Sejujurnya aku tak mau jika harus pindah, teman-temanku sudah banyak dan begitu baik, aku tak mau kalau harus berpisah dengan mereka.

 

Di tahun ketiga ini, aku belum pernah bertemu dengan teman-teman SD ku lagi. Namun aku sering berhubungan dengan Myungsoo lewat telepon atau saling mengirimkan pesan. Aku yakin beberapa menit lagi pun myungsoo pasti akan menelponku.

 

Myungsoo is calling

“Yobosseo” ucapnya memulai percakapan

“Kau sering sekali menelponku eoh!”

“Wae? Bukankah kau rindu denganku?” godanya yang membuatku sedikit membenarkan perkataannya

“Aish kau ini percaya diri sekali”

“Suzy-ya kapan kau akan main ke Gwangju? Anak-anak sering menanyakanmu disini”

“Molla, mungkin liburan kali ini aku akan berlibur kesana, kau doakan saja appaku mengijinkanku berlibur disana”

“Aku pasti selalu mendoakanmu untuk datang kemari, apa kau juga belum pernah bertemu dengan Wonhomu itu?” lagi-lagi Myungsoo menanyakan tentang namja itu. Yaaa… itu kan hanya masa lalu huh, lagipula aku dan Wonho tidak ada apa-apa

“Hey kenapa kau malah diam?” tanyanya yang menyadarkanku

“Sudahlah tau usah membahas Wonho lagi, memangnya aku dulu dekat dengannya apa? Kau ini menyebalkan sekali jika kau menleponku hanya untuk membahasnya lagi lebih baik kau tak usah menelponku!”

“Kau marah? Mian kalau begitu”

“Suzy-ya, jika kau tak menyukai Wonho lalu siapa yang kau sukai?” aish Myungsoo ini selalu saja ingin tau kehidupanku!

“Ani, aku tak suka siapa-siapa. Memangnya kau suka dengan siapa?”

“Kau”

Kau? Myungsoo menyukaiku? Apa aku tak salah dengar? Aku tak langsung melanjutkan pembicaraan karena masih terkejut dengan ucapannya itu

“Suzy… bagaimana keadaan sekolahmu?”

“Oh itu baik-baik saja. Em myungsoo, aku tutup dulu ya”

 

Dan setelah itu myungsoo jarang menghubungiku, selalu aku yang harus menghubunginya terlebih dahulu.

Aku mendapatkan kabar dari Jiyeon jika Myungsoo sering menanyakanku, Jiyeon dan Myungsoo memang selalu satu sekolah hingga junior high school. Jadi dia sering bertemu dengan myungsoo.

 

Sudah sebulan semenjak Myungsoo mengucapkan kalau aku yoeja yang dia sukai dan sampai saat ini dia jadi jarang menghubungiku. Aku selalu berusaha untuk menghubunginya namun Myungsoo selalu menghindar, ada saja alasan ketika aku menelponnya dan ia hanya membalas pesanku dengan singkat tak seperti biasanya.

 

Sekarang aku akan mengantarkan Jiyeon ke secretariat festival band, selama aku mengerjakan tugas Jiyeon pun ikut denganku ke perpustakaan. Rasanya sangat senang sekali bertemu dengan sahabat kecilku yang bawel ini hehehe

“Suzy-ya… teman namjamu yang tadi itu sudah punya yoejachingu ya?” Tanya Jiyeon yang menanyakan Minho. aigoo sifat anak ini tak pernah berubah selalu saja peka dengan keberadaan namja tampan kekeke

“Sulli itu yoejanya. Kau jangan berharap untuk bisa dekat dengan Minho”

“Eiyyy… aku kan hanya bertanya, lagipula aku juga sudah punya namja”

“Arra, baguslah kalau begitu”

“Oh Myungsoo” pekik Jiyeon tepat sekali disamping telingaku, aku langsung mengalihkan pandangan

“Myungsoo? Kim myungsoo?” tanyaku hati-hati

“Ne, band nya akan menjadi perwakilan dari kampusku. Infinite itu nama bandnya” bagaimana bisa dia ada disini, kenapa harus namja ini yang menjadi perwakilan band di kampusnya?

“Kau satu kampus dengannya?” Jiyeon mengiyakan dan melangkahkan kakiknya menuju namja yang sudah berdiri tak jauh dari kami

“Kajja” ajak Jiyeon agar aku menghampiri namja itu

********************************************

“Bagaimana kabarmu?” Tanya namja yang ada di hadapanku ini. semenjak pertemuan kemarin, aku mengajaknya bertemu di café dekat kampusku.

“Seperti yang kau lihat”

“Sudah lama ya kita tak bertemu pasti kau banyak berubah”

“Mungkin”

“Kau jadi pendiam” ujarnya yang membuatku tersenyum tipis. Ternyata ini rasanya bertemu dengan cinta pertama, canggung dan entah apa yang ingin kukatakan.

“Hey Suzy! kenapa kau jadi seperti ini? ayolah aku kan teman lamamu, lalu untuk apa kau mengajakku bertemu jika kau hanya diam seperti ini?”

“Kau menyebalkan”

“Aish kau mengajakku bertemu hanya untuk mengumpatku saja? Yasudah kalau begitu, aku pergi” Myungsoo langsung berdiri dan berniat untuk meninggalkan tempat ini

“Kau namja yang tak peka” Myungsoo benar-benar tak kembali, kenapa aku bisa seperti ini? kenapa aku masih mempermasalahkan perasaanku yang dulu itu ? kenapa rasanya sangat sulit untuk merelakan perasaan itu pergi?

Myungsoo juga tau kalau aku menyukainya, aku mungkin yoeja yang tak pernah siap dengan apa yang akan aku dapatkan. Myungsoo suka denganku tapi aku belum menyukainya dan ketika aku sadar jika aku menyukainya, dia sudah dimiliki orang lain yang merupakan sahabat kecilku juga-Naeun.

Bagaimana bisa aku merebut myungsoo dari Naeun yang notabenenya dari dulu semenjak kita di sekolah dasar, Naeun sudah menyukai Myungsoo dan semua orang pun tau akan hal itu. Kenyataan yang sangat pahit jika Naeun tau aku juga menyukai cinta pertamanya itu.

Aku berjalan menelusuri koridor kampusku dengan perasaan yang tak menentu, di umurku yang ke-21 ini aku belum memiliki namjachingu dan aku masih memikirkan cinta pertamaku. Ayolah Bae Suzy, kau tak seharusnya seperti ini! myungsoo saja sudah sering berganti-ganti pacar, lalu kenapa aku masih saja memikirkan namja itu?

“Bae Suzy”

“Oh Sulli Minho. kalian mau kemana?”

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu terlihat seperti pakaian yang belum disetrika begitu?” Tanya Sulli

“Gwenchana, aku hanya sedang tak mood”

“Yasudah kajja ikut dengan kami saja” ajak Minho yang diangguki Sulli

“Arasseo, kalau itu tak mengganggu kalian”

“Aish biasanya juga kau seperti itu hahaha”

Syukurlah aku masih memiliki sahabat pasangan kekasih ini, aku tau kalau aku pasti bisa terus menerus murung.

“Suzy-ah, kau akan datang kan ke festival band nanti besok?” Tanya Sulli

“Sepertinya tidak”

“Ayolah datang saja sekalian kau cari namja tampan dari kampus lain kekeke”

“Iya daripada kau di asrama saja, nanti aku akan mengenalkanmu dengan temanku sewaktu sekolah menengah atas” ujar Minho

Bagaimana mungkin aku datang jika ada lelaki itu disana? Belum lagi kalau aku harus menghadapi kenyataan jika dia membawa pasangannya sendiri ke acara itu? Rasa penyesalanku memang tak pernah berakhir sepertinya

Sometimes I’m so curious about you, I could die

But there’s nothing I can do about it now

Sometimes I think of you and I miss you so much

But I will just bury it in as beautiful memories

 

Hari ini aku akan berlibur di kota kelahiranku dan aku akan tinggal di rumah sepupuku, rasanya menyenangkan jika disana aku bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku. Aku tak mau tau tentang keberadaan lelaki tak bertanggung jawab itu! Lelaki pengecut yang lepas tangan dengan apa yang dikatakannya, mana mungkin aku menyukai Myungsoo. Lebih baik Wonho daripada Myungsoo, semoga saja aku bisa bertemu dengan Wonho …

 

“Wah yeppuda” hari pertamaku di Gwangju, aku pergi untuk berlari pagi dengan Naeun. Naeun adalah orang yang pertama kali kuhubungi setelah aku sampai di Gwangju dan dia langsung mengajakku untuk pergi berolahraga.

 

“Suzy-ya aku rindu sekali denganmu”

 

“Na do”

 

“Andai saja kau ada disini pasti aku tak akan susah mencari orang yang akan setia mendengar curhatanku hehe”

 

“Kau tau tidak? Aku sudah berpacaran dengan Myungsoo. Aku tak sangka jika dia akan menyatakan cinta kepadaku, ah senangnya” Lanjut Naeun yang membuatku begitu terkejut

Mwo? Apa tadi dia bilang? Berpacaran dnegan Myungsoo? Lalu ucapannya yang di telepon itu …

 

“Suzy-ya, Myungsoo bilang kalau aku yoeja yang lucu… dan sore ini aku akan berkencan dengannya, ternyata dia memang lelaki yang sangat romantic, setiap hari selalu saja mengirimkan kata-kata indah untukku” aish kenapa aku malah tak suka mendengar apa yang diucapkan oleh Naeun ini? apa hebatnya namja kurus itu? Kenapa aku malah menginginkan kalau Naeun tidak berkencan dengan Myungsoo …

 

“Aku sangat mencintainya, dia cinta pertamaku, Suzy-ah”

 

“Na do” ucapku dengan pelan. Aku harus mengakui kalau aku sudah mencintai Myungsoo, perasaan yang telat bagiku, telat untuk aku sadari sampai pada akhirnya Myungsoo berpacaran dengan Naeun

 

“Bagaimana denganmu? Siapa cinta pertamamu?”

 

“Ne? aku?”

 

“Iya. Apa cinta pertamamu itu Shin Wonho? Namja yang sering dipasangkan guru untuk mu hehehe”

 

“Yaaaa berhentilah mengatakan itu! Aku tak suka dengannya, hanya saja aku juga ingin tau bagaimana kabarnya … apa dia masih sepintar dulu ya?” aku mencoba untuk mengalihhkan pembicaraan Naeun yang terus menerus menceritakan Myungsoo

 

“Wonho itu murid teladan, yah sama seperti dulu. Sangat cocok denganmu, sama-sama pintar”

First love, my unforgettable love

Why does it hurt so much? Am I the only one who

remembers?

First love, I call out to you with this desperate voice

Until it can reach you, until always

Hiruk pikuk keramaian sudah mulai terasa di setiap lorong kampusku, orang-orang sedang mendekorasi koridor kampusku agar terlihat indah disaat festival band besok malam. aku melihat namja itu datang kemari dengan teman-temannya.

First love?

Jadi tema festival band tahun ini adalah first love? Astaga…. Kenapa mereka seakan menyudutkanku seperti ini… ah molla, memang seharusnya aku tak datang ke acara itu

**********************************

Sore ini aku berjanji untuk bertemu dengan Jiyeon di taman dekat asramaku, Jiyeon yang mengajakku bertemu katanya ada yang ingin ia bicarakan. Yoeja itu bisa-bisa saja berlaga so serius, pasti juga dia ingin menceritakan tentang namja yang ditemuinya kemarin. Semalaman kami bertukar pesan, Jiyeon menceritakan tentang pertemuannya dengan namja tampan kemarin di kampusku, namja itu mirip sekali dengan cinta pertamanya. Lagi-lagi cinta pertama, apa efek cinta pertama itu bisa sedahsyat itu kah?

“Annyeong” sapaku kepada Jiyeon yang sudah duduk di bangku panjang taman tersebut

“Suzy-ah, akhirnya kau datang juga”

“Mian, sepertinya aku terlambat beberapa menit”

“Tak apa yang penting kau datang dan mendengarkan ucapanku dengan baik” ujar Jiyeon dengan raut wajah yang tak seperti biasanya, dia begitu serius dengan apa yang diucapkannya tadi membuatku penasaran dengan apa maksud ia menyuruhku untuk datang menemuinya.

“Jiyeon? Kenapa kau seserius ini? apa orang yang mirip dengan cinta pertamamu itu sangat tampan sampai bisa membutakan jalan pikiranmu itu eoh?”

“Ayolah aku sedang tak ingin bercanda. Ini tak ada hubungannya denganku. Ini menyangkut masalahmu dengan Myungsoo”

“Myungsoo? Memangnya apa masalahku dengannya?” apa yang diketahui Jiyeon tentangku dan Myungsoo? Bukankah diantara kami memang tak ada apa-apa? Itu hanyalah masalah hatiku sendiri dengan masa lalunya.

“Kau menyukainya bukan? kau menyukainya dari dulu kan?”

“Aku tau semuanya dari Myungsoo. Kenapa kau tak menceritakan semuanya padaku? Apa kau telah melupakan sahabat kecilmu ini eoh?”

“Aku sudah tak menyukainya lagi, itu hanya masa laluku”

“aku tau tapi kau masih bertahan dengan masa lalumu itu kan? aku siap menjadi tempat keluh kesahmu, bukankah dari dulu aku selalu mengatakan hal itu kepadamu kan?”

Akhirnya aku menceritakan semuanya tentang Myungsoo, dari mulai Myungsoo yang mulai menghubungiku lalu sering menemuiku dan akhirnya aku mencintainya. Dan sampai saat ini aku jujur mengatakan kalau aku masih berharap dengan cinta pertamaku yang tak terbalaskan itu

“Mwoya? Mana bisa kau seperti itu? Aku akan mengatakan kepada namja itu! Kau yakin kan dengan perasaanmu itu? Kau masih mengingin kan Myungsoo?”

“Jiyeon-ah etthokoe? Aku juga tak ingin begitu tapi tiba-tiba Myungsoo datang lagi dan itu membuatku kembali teringat tentang masa lalu itu”

“Apa sebelumnya kau tak pernah menyukai seseorang setelah menyukai Myungsoo dulu?”

“Sudah tapi tetap saja bayang-bayang masa laluku itu selalu menghantuiku. Jadi menurutmu aku harus bagaimana?”

“Kau katakan saja semuanya kepada Myungsoo, walau aku tak yakin jika Myungsoo mengerti tentang perasaanmu itu. Pasti namja tak akan bisa mengerti perasaan cinta yang begitu lama terpendam, mungkin mereka akan menganggap kalau yoeja itu adalah mahluk yang bodoh”

“Ani, aku tak mau”

“Tapi besok kau datang ke festival band itu kan?”

“Ani, aku ingin mencoba untuk melupakannya lagi untuk yang keberapa kalinya. Kuharap kali ini aku bisa melupakannya dengan benar. Aku lelah kalau harus begini, aku juga ingin hidup seperti orang lain yang bisa menyukai namja yang bukan namja masa lalunya”

“Tapi kumohon kau untuk kali ini datang ya? Setelah itu kau terserah ingin tak bertemu dengan Myungsoo atau tidak tapi untuk besok aku mohon kau harus datang,… jebal Suzy-ah …” pinta Jiyeon, kenapa Jiyeon begitu menginginkan aku datang ke acara itu?

“Jebal Suzy-ah…. Ada sesuatu yang harus kau tau dari acara itu”

“Aku akan menjemputmu jam 5 sore besok” lanjut Jiyeon lalu langsung pergi meninggalkanku yang masih duduk di bangku taman ini

I can’t be held by you anymore, even in my dreams

Don’t ever hurt again and be happy, I will pray for you

The past memories flicker before me, I can’t do anything

Why am I such a fool?

Aku tak peduli dan memang seharusnya aku tak memikirkan Myungsoo, biar saja dia menjadi cinta pertamaku yang tak pernah bisa kugapai. Mulai sekarang aku harus bisa menerima semuanya, semoga Myungsoo juga bisa mendapatkan gadis yang dapat membahagiakannya kelak.

Sebelum ku tidur, ponselku bergetar dan segera kulihat benda persegi panjang itu. Ada pesan dari nomor yang tak dikenal olehku

From : 081320xxxxxx

Aku mohon datanglah besok ke acara kampusmu. Untuk kali ini saja, tolong turuti kata-kataku. Semoga kau tak akan menyesal dalam mengambil keputusanmu kali ini

Nugu? Kenapa selalu saja ada yang menghalangiku untuk melupakan Myungsoo?

From : Jiyeon

Suzy, aku mohon … besok kau harus datang 😦

 

Eotthokeo? Aku harus bagaimana? Aku tak mau menemui Myungsoo lagi ….

sabtu ini ku memulai hari dengan membersihkan kamarku, setiap sabtu kampusku memang libur jadi aku bebas untuk melakukan apa saja. Dan seperti biasanya, aku menghabiskan hari sabtu ini dengan membersihkan kamarku.

Lagi-lagi aku menerima pesan dari nomor yang tak dikenal dengan isi yang sama dengan pesan yang kuterima tadi malam.

Tok tok tok

Ada yang mengetuk pintu kamarku, lalu kusegera membuka nya dan kulihat Sulli yang berada di depan pintu kamarku dengan membawa sesuatu di tangannya

“Anyyeong, Suzy”

“Anyyeong, kau membawa apa?”

“Ini untukmu, pakailah untuk nanti malam. aku akan menunggumu di kampus. Tadi ada yang menitipkanku ini sewaktu aku membeli makanan dibawah. Kalau begitu aku pergi dulu ne? aku juga sepertinya akan memakai dresscode gaun hitam untuk nanti malam, see you …”

************************

Tepat jam 5 sore, aku sudah menggunakan gaun hitam yang tadi Sulli berikan kepadaku. Entah siapa yang memberikan ini, karena Sulli tak mengenali siapa dan dia tak mau memberitahukanku ciri-ciri dari orang tersebut. aku memang memutuskan untuk pergi ke festival band itu, setidaknya aku akan bersembunyi dari Myungsoo. Aku kesana tidak untuk melihatnya.

Tok tok tok

Aku yakin jika yang mengetuk pintu itu adalah Jiyeon, setiap menit dia mengirimiku pesan jadi aku memutuskan untuk datang ke acara itu.

“Suzy-ah, kajja. wah yeppo” ujarnya agak berlebihan

Wah ternyata yang datang banyak sekali, aku tau kampusku memang selalu menjadi juara jika mengadakan acara seperti ini tapi selama aku menjadi mahasiswa disini, baru kali ini orang yang datang banayk seperti ini dan lagi pakaian mereka sangat formal sekali.

“Acara kampusmu sukses besar! Tema yang diusung itu memang menarik banyak pengunjung” seru Jiyeon

“Kudengar dari Myungsoo, setiap anggota band harus mengajak first love nya kemari”

“Jinjja?”

“Hemm…. Aku juga mendapatkan undangannya begitu, disuruh untuk mengajak cinta pertama. Heh cinta pertamaku itu kan sudah entah berantah. Pasti akan banyak kejutan di acara ini, aku tak sabar untuk melihatnya”

Siapa sih yang sebenarnya berpikiran untuk mengambil tema ini? sepertinya untuk orang yang seusia 20-an tak akan mungkin memikirkan cinta pertama, kurasa itu pas untuk anak SMP atau SMA. mungkin juga orang itu bernasib sama sepertiku.

“Oh itu Naeun? Astaga dia semakin cantik saja” Ujar Jiyeon dan Naeun pun nampaknya mengetahui keberadaan kita dan langsung menghampiri kami

“Suzy Jiyeon! Omo… aku tak menyangka bertemu dengan kalian disini, apa kalian diajak oleh cinta pertama kalian?”

“Cinta pertama? Ini kampusku jadi aku ikut berpartisipasi untuk meramaikannya. Lalu kenapa kau bisa ada disini?”

“Seseorang mengajakku, kalau begitu aku permisi dulu ya. Sepertinya dia telah menungguku”

Solma … apa Naeun diajak oleh oleh cinta pertamanya? Kim Myungsoo? Astaga untuk apa aku memikirkan sesuatu yang tak ada hubungannya denganku.

“Suzy, kajja kita kesana” ajak Jiyeon

Aku menuju ke stand-stand pernak-pernik handmade dan disana aku bertemu dengan Sulli dan Minho, senang sekali menjadi mereka… acara ini cocok sekali untuk pasangan ini, cinta pertama Sulli adalah Minho begitu juga dengan Minho. andai saja aku tak sebodoh dulu, mungkin aku bisa seperti mereka.

 

Hello? Just saying that one word is hard so I can’t even call you

I’m sorry that I didn’t treat you better, I’m so sad over you

“Aku mencintainya” ini tahun keduaku di sekolah menengah atas, dan ini tahun ketigaku aku masih mencintai cinta pertamaku. Beruntungnya di sekolahku aku mendapatkan sahabat yang senasib denganku jadi kami bisa bercerita tanpa harus mendengar ejekan orang yang terkadang menganggap remeh orang yang masih memikirkan cinta pertamanya

 

“Kau harus memberitahukannya” ujar Jieun

 

“Aku tak bisa”

 

“Suzy-ah, dulu juga aku sempat mengatakan perasaanku tapi dia tak bisa menerimaku. Bagaimana kalau ternyata Myungsoo juga masih mencintaimu? Dia juga masih membalas pesan-pesanmu kan? turunkan gengsimu, dan ungkapakan perasaanmu itu!”

 

“Aku dengar dia sudah mempunyai pacar baru lagi. Mana mungkin dia masih menyukaiku, ucapannya dulu itu tak mungkin berlaku sampai hari ini. aku menyesal, aku bodoh”

 

“Igeu, teleponlah dan katakan yang sebenarnya. Aku yakin dia juga bisa menghargaimu. Setidaknya kau akan lega jika sudah mengatakan semuanya”

Aku masih tak mau, bagaimana kalau nanti aku bertemu lagi dengannya? pasti dia akan tertawa puas melihatku yang mengemis perasaan kepadanya? Dulu, aku malah tak menanggapi perasaannya dan sekarang aku malah mencintainya sampai segila ini.

 

“Yaaa… kau melamun eoh? Astaga Bae Suzy … di tempat seramai ini pun kau bisa melamun ckck” Jiyeon menarikku untuk mendekat kearah panggung

“Kita disini saja, menikmati namja-namja tampan di panggung”

“Arasseo, terserah apa katamu saja”

“Selamat malam semuanya, bagaimana kabar kalian? Apakah kalian membawa cinta pertama kalian? Saya selaku mc disana mengucapkan selamat bernostalgia semuanya. Kami akan menampilkan tentang lagu-lagu cinta pertama yang akan mengingatkan kalian tentang cinta pertama kalian… enjoy in this show!”

 

“Huuuuuuuuuuuuuhhhhh yeaaahhhh” jawab serempak para pengunjung yang sudah berdiri di depan panggung”

Semakin malam semakin ramai saja, oke aku akan mencoba untuk menikmati penampilan mereka.

“Suzy Jiyeon!”

“Eoh Naeun” aku melihat Naeun bersama Myungsoo, benar kan dugaanku kalau Myungsoo lah yang mengajak Naeun ke acara ini

“Aku ke toilet sebentar” aku tak mau melihat Naeun dan Myungsoo lagi, aku pura-pura pergi ke toilet lalu Jiyeon pun mengikutiku. Aku tau pasti Jiyeon merasakan apa yang kini kurasakan

“Suzy, chankaman….”

“Jiyeon-ah…. Kenapa mereka kejam sekali kepadaku? Wae? Apa salahku? Hiks… hiks”

“Tenanglah” ujar Jiyeon yang sudah memelukku, aku tau aku pasti akan seperti ini yang selalu tak bisa mengontrol perasaanku sendiri.

I close my eyes in this moment, tears flow in this moment

Why am I so pathetic, still not over you?

 

Mungkin inilah akhir dari segala pengharapanku selama ini, Myungsoo hanya bisa menjadi cinta pertamaku dan dia tak akan mungkin bisa menyukaiku lagi. Aku menerima semuanya, tak selamanya cinta pertama itu seindah seperti yang selalu orang-orang ceritakan.

“Aku pulang duluan” pamitku kepada Jiyeon

“Suzy-ah, kenapa kau jadi seperti ini! aku mengenalmu dari kecil dan aku mengenal sifat pantang menyerahmu itu”

“Ini sudah 7 tahun, apa yang bisa kuharapkan dari ucapan namja yang berumur 15 tahun? Aku tak mau menjadi orang bodoh terus menerus, aku juga punya rasa lelah Jiyeon”

“Arra, keundae Suzy-ah… bagaimana kalau dia menyukaimu? Apa kau tak punya harapan sedikitpun?”

Mian, kurasa ini sudah keterlaluan jika aku harus mengharapkannya sampai saat ini. dia hanyalah angin bagiku yang tak bisa kugenggam sampai kapanpun. Aku menyerah…

 Without a choice, I’ll pray for your happiness

Aku tak peduli dengan teriakan Jiyeon yang terus menerus memanggilku aku terus berlari meninggalkan acara itu.

“Suzy-ah” ucap seseorang  yang kuyakini bukan suara Jiyeon. Ani, mungkin aku hanya bermimpi. Dia tak mungkin Myungsoo, ini pasti khayalanku saja

“Bae Suzy! saranghae”

Suzy pabo, dalam keadaan seperti ini pun kau masih mengkhayal kalau Myungsoo mengejarmu dan mengucapkan cinta kepadamu. Ani, lagi-lagi aku berkhayal!

“Yaaa…. Berhentilah! Aku sudah lelah hosh … hosh” aku terus berlari tanpa mempedulika suara yang kudengar itu, aku bermimpi lagi-lagi bermimpi yang tak pasti

Grep

“Aku mencintaimu, nae cheossarang”

“Apa kau mau menyia-nyiakanku lagi?” lanjutnya kemudian aku membalikkan tubuhku, ini benar. Aku tidak sedang bermimpi…

“Kenapa kau malah pergi? Padahal aku menyiapkan sesuatu untukmu!”

“Ini pasti hanya khayalanku”

“Suzy pabo, ini kenyataan” pria di depanku ini mengusap pipiku lalu mencubitnya dengan keras. Apa ini jawaban dari semua pengharapanku? Ini benar-benar kenyataan yang saat ini terjadi antara aku dan cinta pertamaku

“Jangan menyia-nyiakanku lagi, dari dulu sampai sekarang kau itu milikku”

“Kau bohong! Kenapa kau tak mengatakan ini kepadaku dari dulu? Kau tak tau apa aku hampir mati karena terus menerus tak bisa melupakanmu huh”

“Mian, aku hanya berusaha agar bisa sejajar denganmu, agar bisa seperti Wonho”

“Ck wonho lagi, dia tak ada apa-apanya dibanding dirimu”

“Dia pintar, tampan dan namja yang sopan. Dulu kau selalu belajar bersamanya sampai tak menyadari kalau aku ini selalu kau acuhkan”

Cup

“Saranghae”

“Na do”

“Maaf kalau aku terlambat. Sudah berapa lama kau menungguku eoh?”

“7 tahun, kau harus bertanggung jawab!”

Cup. Myungsoo mengecupku untuk yang kedua kalinya

Cup

Cup

Cup

Cup

Cup

Cup

“Impas, 7 kecupan sama dengan 7 tahun jadi aku telah bertanggung jawab kan?”

“Mwoya?”

“Waeyo? Apa kau mengharapkan lebih dari ini? arra, aku juga bisa memberikannya untukmu malam ini juga”

“Yaaa… neo!”

FIN

Monoton? membosankan? mianhae, ini tak sesuai dengan perkiraan *kabur*

jangan lupa coment nya, kepanjangan banget ini …. udah jamin ngebosenin dan ga dapet feelnya ya? kritik dan saran nya ditunggu, readers ~

maaf juga karena dipublish nya telat, semuanya faktor ketidaksengajaan yaa… harap dimaklumi kekekeke

Advertisements

38 responses to “(Songfic) First Love

  1. Bisa jd selingan sambil nunggu yg game over
    Apa di kehidupan nyata suzy itu cinta pertama myungsoo hihi..
    berharap mrk jg happy ending ^^

  2. Halo author, aku reader baru, salam kenal ya.
    suka sama ff nya.tapi sebenernya masih bingung naeun itu pernah jadi pacarnya atau cuma pura-pura?.trus ga dijelasin siapa yg udah kirim pesan sama ngasih gaun buat suzy itu?
    maaf ya thor kalo aku banyak comment gini..
    aku juga mau izin baca ff-mu yg lain ya thor…
    gomawo sebelumnya 😀

  3. Myungzyjjang……klo myung sk sm suzy dr dlu knpa jdan sm naeun,…..?
    tp akhirnya mreka brsatu jg….joha…

  4. suzy beruntung… cinta pertamany masih suka dan bisa bersama, chukjae myungzy….
    myungzy keren!!
    tp itu myung masih pacaran sma naeun atw udh putus?? kok barengan?? hehe
    d’tnggu ff lainny+lanjtan game overny…

  5. Bagus sih tapi kurang puas sama endingnya.
    Masih ngegantung. Alasan kenapa myungsoo bisa pacaran sama si naeun kan blum dijlaskan dan hubungan myungsoo sama si naeun juga gemana skarang? Kok tiba-tiba myungsoo ngejar n nembak suzy trus pacaran? Apa myungsoo dah putus sama si naeun? Harus diperjelas dong thor, sequel ne? heheee
    Tapi seneng juga karena Myungsoo bisa bersatu ma Suzy. 🙂
    MYUNGZY IS JJANG!!!!

  6. Penantian panjang yang tidak sia2.
    Setelah sekian lama ternyata Myungzy masih memiliki perasaan yang sama. Chukkae 😀
    Eonni ditunggu lanjutan ff GO ya..Hwaiting~

  7. Uwaahh 😀
    aku kira bkalan sad ending sesuai sm lagunya, rupanya berbanding terbalik toh 😀 keren keren! First love, chotsarang {} kekeke~

  8. keren kok thor.. akhirnya myungzy bersatu..
    tapi masih bingung naneun itu siapa? pacarnya atau apa..? tapi melihat myungzy bersatu udah sempurna kekekee.. di tunggu ff suzy lainnya..

  9. keren banget inii kak:”) uh cheo sarang daebak! pas ngebacanya tuh aku kebawa cerita nya serasa aku yang jadi suzy,uh*lebay*wkwkwk* salut sama ide cerita ka hana yang mampu ngebawa song jadi songfict yang ngena di hati, keren kerennnnn:)

  10. agak bingung sih sebenarya…. lalu nauen itu siapa myungsoo… jadi ngak jelas nih thor…tp kl udh myungzy aku selalu suka….

  11. Engga ngebosenin koo thorr malahh kerenn ceritanyaa akuu sukaa hehehe ditunggu ff lainnya yaa thor keep writting:D

  12. Masih bingung juga sih .. Klo mmg myungso suka suzy dari dulu knpa dia jadian sama naeun? Pasti semua cewe juga yg ngalamin kejadian kaya suzy bakal nanya2 kaya gitu -_-
    Pdhl myung udh sempat blg di tlpn klo dia suka suzy -_-

  13. rame!!! keunde siapa yang ngirim gaun ke suzy? apa myung? terus apa kejutan dari myung buat suzy? kalau kata aku ffnya ada beberapa yang belum terjawab hehehe 🙂
    tapi over all daebak eon ffnya!!!

  14. sbnrnya msh penasaran hubungan naeun ma myung …. tp gak papa yg penting cinta suzy terbalaskan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s