Game Over (Part 5)

Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members , Lee Jieun

Genre : Romance, Family, Crime, Mistery

Rating : PG-16

Type : Chapter

Untitled-1

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– ©2013 Hannayunisty Fanfiction –

 

Nb : Yang bergaris miring tebal adalah flashback

 

Author POV

Myungsoo dan Suzy, keduanya kini resmi berpacaran. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu, baginya berada di dekat Myungsoo seperti berada didekat sahabat kecilnya yang disukainya. Tanpa sepengetahuan Nichkhun, Suzy sering pergi dengan Myungsoo setelah pulang kuliah. Setelah kejadian malam itu, Nichkhun masih mencari tau tentang Myungsoo, dia tidak mau langsung mengambil keputusan apa yang telah dilihatnya itu

 

“maaf aku mungkin sudah memaksamu, tapi aku memang benar-benar menyukaimu” ucap Myungsoo memecah keheningan yang selama ini ia ciptakan di dalam perjalanan pulangnya bersama Suzy

 

“Oppa tidak salah”

 

“Lalu apa kau mau menerimaku?” Myungsoo menghentikan mobil yang ia kendarai demi mendengar apa yang akan dijawab oleh Suzy

 

“Apa kau mau menjagaku? Apa kau tak akan mempermainkanku?”

Diam, Myungsoo tak yakin dengan pertanyaan Suzy yang kedua. Dari awal ini hanya permainannya untuk mengalahkan Minho agar Minho tak lagi meremehkan kemampuannya. Dia ingin dihormati Minho yang notabenenya putra dari Jin Hyuk yang selama ini sudah merawatnya

 

“Aku tau oppa pasti tak serius, aku akan terima jika oppa tulus mencintaiku” lanjut Suzy sambil membuka pintu mobil yang ia tumpangi

 

Myungsoo memandang kecewa Suzy yang tiba-tiba keluar dari mobilnya, tujuan mereka bukan ditempat ini dan Suzy sudah pergi dengan memanggil taksi. Sekarang Myungsoo sadar kalau sudah sepenuhnya ia jatuh cinta dengan gadis polos itu. Sebelumnya dia tak pernah merasakan kekecawaan seperti ini jika ia ditolak atau ditinggalkan gadis lainnya, tapi Suzy mampu membuat namja ini begitu frustasi.

 

“Jadi kau sudah menerimanya? Lalu bagaimana dengan Khun Oppa?” Tanya Jieun disela pembelajarannya di dalam kelas

 

“Nanti aku ceritakan” jawab Suzy takut jika dosen akan mempergoki mereka berdua mengobrol di dalam mata kuliahnya

 

Myungsoo sudah menunggu Suzy di depan kelas yeojanya itu, dilihatnya selalu jam tangan yang menempel di lengannya lalu sesekali ia mengintip ke dalam kelas yoejanya. Ia tak sabar untuk mengajak Suzy ke tempat yang selama ini bisa membuatnya senang

 
“Yaaa… Bae Suzy kau jangan pulang dulu, ceritakan dulu hubunganmu itu” pekik Jieun setelah melihat Suzy yang langsung keluar setelah kuliah selesai

 

“Ne, nanti aku akan menelponmu. Myungsoo oppa sudah menungguku”

 

Myungsoo tersenyum melihat yoejanya yang keluar dari kelas dan langsung menghampirinya, lalu namja itu menarik lengan gadisnya, memasukkan tangan mungil Suzy ke dalam saku mantelnya.

“Kita mau kemana?”

“Nanti juga kau tau”

Setelah 15 menit mereka sampai ke tempat yang selama ini selalu membuat Myungsoo bahagia.

“Panti? Kenapa oppa mengajakku kemari?” Tanya Suzy heran

“Kajja turun”

“Aku selalu datang ke tempat ini, nanti aku akan memperkenalkanmu dengan teman kecilku disini” Myungsoo dan Suzy telah sampai didepan pintu panti asuhan itu lalu Myungsoo menarik Suzy untuk masuk ke dalamnya. Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam dan langsung menyambut hangat Myungsoo.

“Akhirnya kau kemari juga. Anak-anak banyak yang menanyakanmu, Myungsoo. Wah kau membawa yoejachingumu? Aku kira kau akan selalu sendiri” ujar Wanita itu yang membuat Suzy heran, yang ia tau selama ini Myungsoo sudah berpacaran dengan yoeja lain sebelum namja itu berpacaran dengannya

“Ahjumma, perkenalkan ini Suzy. dia hoobaeku di kampus dan juga yoejachinguku”

“Anyyeong, Bae Suzy imnida. Senang bertemu dengan anda” ucap Suzy sambil membunggkukan badannya ke depan

Belum lama ketiga orang itu berbincang-bincang, tiba-tiba ada namja kecil yang keluar dari dalam dan berlari menuju Myungsoo

“Hyung…. Aku rindu denganmu”

“Omo… Yoogeun-ah, kau semakin tampan saja… oh ya kenalkan ini Suzy, mulai sekarang ia akan menjadi noonamu”

Yoogeun hanya takjub memandang yoeja yang lebih tua darinya itu. Dia hanya menatap Suzy dengan diam. Myungsoo yang lihat langsung menyadarkan namja kecil itu dengan menggerak-gerakkan telapak tangannya di depan wajah imut Yoogeun.

“Hyung, apa kau membawa bidadari untukku? Ternyata bidadari yang sering kulihat di TV memang kenyataannya ada! Suzy noona. Neomu yeppo….”

“Aish kau itu masih kecil, jangan menggoda yoejachinguku”

“Mwo? Yoejachingumu? Shireo! Kau tak pantas dengannya, Suzy noona lebih pantas denganku yang tampan ini”

“Yasudah, ahjumma tinggal dulu ya. Yoogeun, kau jangan nakal dengan Myungsoo dan Suzy”

“Noona, kajja bermain denganku di taman belakang” seru Yoogeun menarik lengan Suzy tanpa mempedulikan Myungsoo yang ada di sebelahnya

“Mwoya? Aku jadi dilupakan begini” gumam Myungsoo sambil mengikuti Yoogeun dan Suzy

**************************************

“Khun, bagaimana dengan pencarianmu itu?” Tanya Taecyeon

“Aku harus bagaimana? Sepertinya Suzy nyaman dengan Myungsoo”

“Apa kau akan membiarkan Suzy nyaman dengan seorang penjahat?”

“Entah kenapa aku merasa kalau dia bukan orang yang seperti itu”

“Bukankah kau sendiri yang membuktikan bahwa Myungsoo itu kaki kanan nya Jen? Kenapa kau malah tak yakin seperti ini?”

“Molla, rasanya aku pernah mengenalnya dulu. Dia mirip sekali dengan teman kecilnya Suzy, putra dari Kim Ahjussi”

“Chankaman… kau tadi bilang Kim Ahjussi? Kim Ahjussi yang kau bilang teman ayahmu itu? Yang selalu mengunjungi rumahmu dulu lalu dia tak pernah mengunjungi kalian lagi setelah orang tua meninggal kan? solma… Myungsoo mungkin benar putra dari Kim ahjussi dan dia bekerjasama dengan Jen yang kita duga sebagai teman ayahmu juga- Choi Jin Hyuk” Taecyeon mulai menerka dari mulai hubungan Jen dan Myungsoo. Nichkhun pun terlihat sependapat dengan sahabatnya itu.

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Kenapa semuanya selalu menjurus ke dalam masalah orang tuaku? Apa mereka membenci appa ku? Wae? Bukankah appaku yang memberikan mereka pekerjaan?” nichkhun tak habis pikir jika kedua teman ayahnya itu tega mencelakakan ayahnya sampai meninggal

“Manusia tak pernah puas dengan apa yang diraihnya, itulah sebabnya ada orang sejahat Jen. Atau mungkin ada sesuatu yang tak bisa ia gapai tapi ayahmu bisa mendapatkan hal itu”

“Benar, kalau begitu aku akan menyelidikinya lagi. Gomawo Taec, kau memang sahabatku yang cerdas! Oh ya good luck untuk kencanmu kali ini” ujar Nichkhun sambil tertawa

“Akhirnya kau mengakui kejeniusanku ini hehehe”

Myungsoo POV

Hari ini aku mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari yang sebelumnya aku dapat jika mengunjungi panti ini. aku tak menyangka yoeja sepolos Suzy ini bisa membuatku sebahagia ini, lalu apa maksud Minho menyuruhku untuk bisa mendapatkan gadis cantik ini? apa ada hal yang ia sembunyikan dariku?

“Oppa, kau suka berada di panti ini?”

“Hemm… hidupku sama seperti mereka, jadi aku nyaman bermain dengan orang yang senasib denganku hehe”

“Apa aku juga sepertimu ya? Aku juga nyaman denganmu, oppa”

“Na do. Maka dari itu kau jangan melirik namja lain, arra?”

“Oppa juga! Kalau kau selingkuh, aku akan membunuhmu huh!” Ujarnya sambil memelotokan mata beningnya itu. cantik, itulah kesimpulan yang kudapat darinya. oppanya benar-benar mendidik Suzy menjadi gadis impian bagi semua namja.

Setelah kemarin aku membiarkan Suzy menolakku, aku memberanikan diri untuk mendatanginya sekarang. Kudatangi Suzy yang sedang duduk di bangku taman kampusku, kulihat dia sedang membaca sesuatu.

 

“Suzy-ah”

 

“Oppa… kau mau apa lagi?” suzy berdiri dan berjalan meninggalkanku, aku langsung menahannya agar mau mendengarkanku.

 

“Aku tulus mencintaimu, aku janji tak akan mempermainkanmu dan aku akan meminta ijin kepada Nichkhun hyung…”

 

“Andwae… jangan bilang ke Khun oppa, jebal…”

 

“Kalau begitu kau harus menerimaku kalau tidak aku akan bilang pada oppamu”

 

“Baiklah” jawabnya pasrah, gadis ini polos sekali keundae hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkannya

 

“Kalau begitu sekarang aku resmi menjadi namjachingumu kan?”

 

“Ne”

 

Cup

 

“Yaaa…. Oppa kau tak sopan! Tiba-tiba menciumku disini!” pekik Suzy sambil memuku-mukul lenganku

 

“Emm… berarti kalau kita tidak disini aku bebas untuk menciummu begitu?”

 

“Omo… sepertinya aku salah berbicara. tidak begitu juga, ah sudahlah aku pergi dulu”

 

“Hyung, Aku mau ice cream. Ppali belikan aku ice cream” rengek Yoogeun

“Arra, kalau begitu kau tunggu disini. Aku dan Suzy akan pergi membeli ice cream dulu”

“Shireo! Jangan membawa Suzy noona, dia akan menemaniku disini, iya kan noona?”

Astaga tak biasanya Yoogeun bisa langsung dekat dengan seseorang, dulu sewaktu aku membawa Hoya, dia malah menangis karena takut dengan wajah Hoya yang katanya sangat menakutkan itu.

“Baiklah, aku akan pergi sendiri”

Suzy POV

Lelah sekali seharian ini aku bermain di panti, myungsoo oppa ternyata sangat baik. Aku yakin Khunnie oppa pasti akan menyetujui hubungaku dengannya, aku akan bilang padanya bahwa Myungsoo oppa adalah namja yang mandiri dan masih memikirkan keadaan disekitarnya.

“Aku pulang” Khun oppa sudah pulang, aku harus menyiapkan malam malam untuk oppa

“Suzy-ya, setelah makan oppa akan membicarakan sesuatu yang penting”

“Geuraeu. Sekarang kita makan dulu”

Sesuatu yang penting? Apa oppa sudah tau kalau aku berpacaran dengan Myungsoo oppa?

Setelah 15 menit, aku dan oppa selesai makan aku langsung membereskan piring-piring dan merapihkan meja makan. Oppa memberitahuku untuk segera menuju ke ruang TV setelah aku membereskan ini semua.

“Oppa apa yang ingin kau bicarakan?”

“Kim Myungsoo…” Khun oppa sepertinya akan membicarakan tentang hubunganku dengan Myungsoo oppa, eothhoke? Aku pasti akan dilarang untuk berdekatan dengan nya

“Kim Myungsoo adalah putra dari Kim Ahjussi”

 

“Myungie oppa?”

 

“Ne, dan ini ada hubungannya dengan kematian eomma dan appa”

 

“Apa maksudmu oppa? kau menuduh Kim ahjussi yang melakukan ini semua? Bukankah Myungsoo oppa juga sudah tak punya keluarga?”

“Ne, kemungkinan orang tua nya meninggal tapi myungsoo bekerja dengan penjahat terbesar yang selama ini menjadi incaran NIS” ujar Khun oppa yang mengejutkanku, aniyo myungsoo oppa tak mungkin seperti itu

“Jen atau Choi Jin Hyuk adalah mafia yang selama ini kita cari dan dia adalah teman appa kita. Myungsoo bekerja untuknya jadi oppa harap kau jangan berteman lagi dengannya, apapun bentuknya kau harus menjauhinya mulai dari sekarang”

“Aniyo, oppa… aku tak mungkin menjauhinya, selama ini aku telah kehilangan myungie oppa dan sekarang kau malah menyuruhku untuk menjauhinya”

“Ini demi kebaikanmu, oppa tak mau kau disakiti olehnya. Percayalah pada oppa, jebal… aku tak mau kehilanganmu, Suzy-ah”

“Oppa…” aku melihat Khun oppa menahan air mata yang segera ingin berjatuhan dari kedua matanya, aku tak pernah melihatnya serapuh ini. apa ini begitu membuatmu sakit?

“Untuk kali ini oppa mohon, jauhi Myungsoo”

“Jika benar myungsoo oppa adalah myungie oppa, kenapa dia sama sekali tak mengingatku?”

“Oppa telah menyelidiki semuanya, keluarga Kim ahjussi mengalami kecelakaan disaat mereka ingin melarikan diri ke luar negeri. mereka terbukti melakukan penggelapan uang perusahaan appa dan di dalam kecelakaan itu hanya myungsoo yang selamat dan dia mengalami amnesia”

“Oppa, aku mencintainya” aku jujur dengan Khun oppa agar dia tau kalau aku tak mungkin bisa mnejauhi Myungsoo oppa yang ternyata juga Myungie oppa itu

“Mian, oppa harus melarangmu berdekatan dengannya. Mulai saat ini oppa akan menyuruh Taecyeon untuk mengantarkanmu kemana pun” Khun oppa langsung beranjak menuju kamarnya

Oppa… kenapa kau bisa bersikap seperti ini? ini pertama kalinya aku mencintai seseorang, pertama kalinya aku merasa senang dengan orang lain selain bersama appa eomma dan oppa. tapi kenapa kau malah melarangku? Aku benar-benar mencintainya, apalagi setelah tau kalau dia juga myungie oppaku. Kenapa dunia harus sekejam ini?

Author POV

Ada yang beda dari gadis ceria ini, senyumnya tak secerah dulu, ia memulai hari ini dengan wajah masamnya. Suzy tak ada niatan untuk bersikap seperti ini terhadap oppanya, jangan salahkan gadis ini bila mulai hari ini ia tak akan bersikap baik dengan oppanya itu.

“Taecyeon sudah menunggu di depan, oppa tau semua jadwal kuliahmu jadi jangan harap untuk pergi setelah selesai kuliah. Taec akan langsung menjemputmu” pria tampan itu mulai mengancam adiknya lagi, yah dia juga tak akan menyangka akan bersikap sekejam ini terhadap adiknya. Ini semua demi keselamatan Suzy, dia tak mau kehilangan orang yang paling berharga untuknya.

“Jangan bersikap masam kepadaku, Khun hanya ingin melindungi orang yang paling ia sayangi. Seharusnya kau bersyukur memiliki oppa seperti kakakmu itu” Ujar Taecyeon selama di perjalanan menuju kampus Suzy.

“Kenapa oppa mau mengantar-jemputku?”

“Waeyo? Kau tak suka? Aku hanya ingin membantu Khun, setidaknya hanya dengan cara ini aku bisa membalas kebaikannya. Sudahlah cari saja namja lain yang lebih baik daripada myungsoo itu”

Diam, Suzy tak merespon apa yang dikatakan Taecyeon. Dia sibuk memikirkan bagaimana jika ia bertemu dengan namjachingunya itu di kampus, dia tak mungkin langsung mengatakan kalau khun oppa lah yang menyuruhnya untuk menjauhi pria yang dicintainya itu.

“Aku turun, oppa”

“Ne, hati-hati. Ingat perkataan oppamu itu” Ucap Taecyeon sebelum menancap gas mobilnya untuk meninggalkan kampus Suzy

“Bae Suzy” sebelum sampai di kelasnya Suzy dipanggil oleh seorang pria sehingga menghambat perjalanannya ke kelas.

“Minho oppa?”

“Kudengar kau sudah berpacaran dengan Myungsoo ya? Chukkae, aku harap kau tak menyesal telah mencintai Myungsoo. Apa Oppamu tak melarangmu?” Tanya namja belo itu yang membuat Suzy heran, bagaimana pria ini bisa tau akan hal itu?

“Kau heran kenapa aku bisa mengetahu itu? ayolah, aku sudah mengenalmu dan oppamu itu. aku tau semuanya tentangmu. Bahkan aku lebih memperhatikanmu dibandingkan myungie oppamu itu”

“Aku ke kelas dulu, oppa” ujar Suzy lalu meninggalkan namja bermata besar itu. lagi-lagi Minho bersikap aneh, namja itu seakan tau semua tentang Suzy. mulai saat ini Suzy harus berhati-hati dengan namja itu.

************************************

“Ahjussi, apa Myungsoo itu masih sering membantu Jin Hyuk untuk melancarkan pekerjaannya?”

“Ne, anak muda. Sepertinya Myungsoo merasa berhutang budi kepada orang yang sudah merawatnya itu. bahkan Jin Hyuk lebih mempercayai Myungsoo daripada putranya”

“Jadi Jin Hyuk juga memiliki putra? Apakah seumuran dengan Myungsoo?”

“Ne, kau harus cepat-cepat membongkar kejahatan pria jahat itu. kurasa disini Myungsoo hanya menjadi korban, penjahat sebenarnya adalah Jin Hyuk”

“Kamsahamnida, ahjussi telah banyak membantuku. Aku pergi dulu, lain kali aku akan menghubungimu lagi”

Pria tampan itu harus bekerja keras untuk mengungkapkan kejahatan pria Jepang yang telah menyebabkan kematian orang tuanya itu. dari kejauhan ahjussi yang tadi bertemu dengan Nichkhun itu terlihat sedang berbincang dengan pria yang seumuran dengannya.

“Tuan, kenapa tidak kau saja yang memberitahukan ini semua? Ini akan lebih mempercepat pembongkaran kasus penjahat itu”

“Belum waktunya aku muncul, aku yakin Jen dan anak buahnya pasti mengetahui keberadaanku ini”

“Tapi bukankah kau merindukan putramu itu?”

“Benar, aku sangat merindukannya. tapi sebelum aku membantu Nichkhun, aku harus menyembunyikan identitasku” ucap pria paruh baya itu

“Terimakasih atas bantuanmu, jika Nichkhun menghubungi lagi jangan lupa untuk memberitahuku juga”

“Ne, tuan. Kalau begitu aku pergi, jangan lupa untuk menjaga dirimu baik-baik”

Suzy POV

Aku benci dengan oppa, kenapa dia melarangku seperti ini? aku yakin kalau Myungsoo oppa itu bukan penjahat, kenapa bisa dia berpikiran seperti itu? lalu apa benar myungsoo oppa adalah myungie oppa ku?

“Suzy-ah” myungsoo oppa menghampiriku, eothhe? Apa aku harus bilang yang sebenarnya?

“Kau kenapa chagi? Apa ada masalah?”

“Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu yang penting”

“Ne, kau mau menanyakan apa?”

“Apa oppa pernah mengalami kecelakaan dan mengalami amnesia?”

“Ne, bagaimana kau bisa tau? Aku kan belum pernah menceritakan hal itu kepadamu”

Pasti myungsoo oppa heran dengan pertanyaanku ini, bagaimana kalau yang dikatakan khunnie oppa itu benar lalu myungsoo oppa bersikap jahat kepadaku… bagaimana ini?

“Oh itu, aku hanya menebaknya saja. Kalau begitu aku pergi dulu, Jieun sudah menungguku di kantin”

“Kalau begitu kita pergi bersama ke kantin, kajja” ujarnya sambil menggenggam lenganku. Khun oppa mian, aku tak bisa menuruti perkataanmu… aku tak mungkin menjauhi namja ini …

Aku malah mengikuti myungsoo oppa ke kantin, lalu aku bergabung bersama Jieun yang sudah dulu menungguku di kantin

“Wah Suzy ternyata kau membawa namjachingumu eoh, kalau tau begini aku tak akan menyuruhmu untuk menyusulku” sahut Jieun yang ditertawai myungsoo oppa

“Gwenchana lagipula aku tak akan mengacuhkanmu, babo”

“Eish awas saja kalau kalian bermesraan di depanku, aku akan melaporkan wooyoung oppa agar dia segera kemari”

“Andwae, aku akan mengacuhkan myungsoo oppa. kau tak usah khawatir” jawabku dengan cepat. Kalau wooyoung tau pasti dia bilang kepada Khun oppa jika sekarang aku bersama Myungsoo oppa.

“Suzy-ah bagaimana bisa kau bisa menebakku dengan benar ya?” Tanya Myungsoo oppa

“Memangnya Suzy menebak apa, sunbae?”

“Baiklah, sudah seharusnya aku menceritakan semuanya kepadamu”

“9 tahun yang lalu aku dan orang tuaku berencana untuk pindah ke luar negeri, di dalam perjalanan kami malah mendapatkan kecelakaan dan akhirnya orang tuaku meninggal dan hanya aku yang selamat dalam kecelakaan itu keundae aku harus mendapati kalau aku mengalami amnesia dan sampai sekarang aku masih lupa dengan semuanya karena tak ada seorang pun yang dapat membantuku mengingatkan masa laluku itu” ujar myungsoo oppa, jadi benar kalau dia adalah myungie oppaku.

“Oh Jieun, sebentar lagi kita ada kelas”

“Jinjja? Aigoo aku lupa, kalau begitu kajja kita ke kelas”

“Oppa, aku ke kelas dulu ne. kau tak usah menemuiku, oppaku yang akan menjemputku”

Aku berbohong, padahal aku tak ada kelas setelah ini. untung saja Jieun lupa dengan jadwal kuliah.

“Jieun, kita tak ada kelas. Bagaimana kalau kita ke perpus saja”

“Loh? Bukankah tadi kau bilang ada kelas… kenapa kau berbohong? Apa kau menghindari myungsoo sunbae? Apa ada sesuatu dengan kalian?”

Aku menceritakan semuanya kepada Jieun, aku tak mungkin menanggung bebanku sendiri. Dari dulu Jieun selalu menjadi kepercayaanku selain Khun oppa. aku pun pernah bercerita tentang Myungie oppa dan sekarang aku katakan bahwa myungsoo oppa adalah myungie oppa.

“Jadi dia adalah myungie oppamu? Lalu bagaimana jika myungsoo sunbae tau kalau sebenarnya kau kenal dengannya dulu? Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya kepadanya? Mungkin saja dia bisa ingat dengan kenanganmu dulu” saran Jieun, aku juga ingin mengatakan hal itu, tapi ini tak semudah yang aku pikirkan. Semuanya terlalu sulit untukku, bahkan Khun oppa menentangku untuk berhubungan dengan myungsoo oppa yang notabenenya myungie oppa.

Ponselku bergetar, Khun oppa menelponku… untung saja sekarang aku tak bersama dengan myungsoo oppa. lalu aku segera mengangkat telepon darinya ini.

“Yobosseo”

“Apa kau tadi bersama dengan Myungsoo?”

“Ani”

“Aku tau kau tadi bersama Myungsoo, jangan mencoba berbohong pada oppa”

“Kenapa oppa tak mempercayaiku?”

“Sejak kapan kau mulai berbohong seperti ini? oppamu ini adalah angen NIS jadi oppa bisa melacakmu”

Tut

“Waeyo? Kenapa kau tutup teleponmu?” Tanya Jieun

“Oppaku sepertinya menyisipkan chip GPS di barangku, dia tau kalau aku bertemu dengan Myungsoo oppa”

“Mwoya? Apa dia semembahayakan itu sehingga oppamu berbuat seperti ini kepadamu? Suzy-ah, aku yakin jika oppamu itu sudah bersikap benar seharusnya kau menuruti apa katanya”

“Jadi kau mengenalku, Bae Suzy?”

Deg. Aku langsung mencari siapa yang berbicara kepadaku… myungsoo oppa? sejak kapan ia berada di dalam perpus?

“Oppa…”

“Kau harus ikut denganku” myungsoo oppa menarikku dan membawa pergi dari perpustakaan, Jieun tak mungkin bisa menolongku. Tenaga myungsoo oppa lebih kuat dibandingkannya… appo, aku tak tau kalau myungsoo oppa bisa semarah ini.

“Appo”

Brak. Myungsoo oppa menjatuhkanku di bangku taman. Rasanya sakit sekali setelah di tarik secara paksa olehnya dan kini ia menjatuhkanku di bangku yang terbuat dari besi ini

“Sekarang ceritakan semuanya padaku!”

“Aku tak tau apa-apa”

“Siapa Myungie oppa? dan apa hubungannya dia denganku?”

Aku terdiam, air mataku tiba-tiba berjatuhan. Aku tak bisa menceritakan hal ini kepadanya, aku tak yakin jika myungsoo oppa adalah myungie oppa. myungie oppa tak memiliki sifat sekasar ini kepada wanita…

“Cepat ceritakan atau aku akan memaksamu lebih dari ini”

“Yaaa… Kim Myungsoo!” ada orang lain diantara kami, aku melihat siapa yang tadi memanggil myungsoo oppa.

“Khun oppa…”

Tbc…

Advertisements

73 responses to “Game Over (Part 5)

  1. wah semakin seru saja nih… ayo donk lanjut next partnya thor… penasaran dengan kelanjutannya nih……

  2. yeaayy kim ahjussi masih hidup??yg tadi itu kim ahjussi kan…iya kan thor??
    aduuhh di sini myung kok tempramennya labil yah…..cepet sekali emosinya…harusnya nanya baik” dong ama suzy..kasian suzy-nya jdi kesakitan…..amutedeun…..keren…hehhe makin ke sini semuanya makin jelas…

  3. Makin seru aja…
    Sebenernya waktu Minho nyuruh Myungsoo untuk deketin Suzy itu untuk menangkap Myungsoo lewat Nickhun?

    Yg tadi itu Appa Suzy & Nickhun?

  4. Pingback: Game Over (Part 8-End) | My Scratch ~·

  5. ayoo suzy crtain dan buat myungsoo sadarr!
    aigoo jadi heboh ndri ni guanya –” kk mian, tapi kereenn sumpah ni ff

  6. Siapa yg tdi ngbantu nichkhun itu??penasaran. Jdi selama ini myungsoo ngalamin amnesia jdi ga tau siapa myungie itu.

  7. appa nya myungsoo masih hidup toh.. dan dia ngebantuin nichkhun…
    apa yang dilakukan myungsoo sama nichkhun yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s