Game Over (Part 7)

Untitled-1

Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members , Lee Jieun

Genre : Romance, Family, Crime, Mystery

Rating : PG-15

Type : Chapter

 

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– ©2014 Hannayunisty Fanfiction –

 

Nb : Yang bergaris miring tebal adalah flashback

 

Author POV

Hari demi hari ingatan Myungsoo tentang masa lalunya sedikit lebih baik, selain dengan bantuan Suzy, ia juga berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memudahkan mengingat semuanya. Hari ini pun Myungsoo menjalakan terapinya di rumah sakit yang ditemani dengan Nichkhun, sepertinya lelaki tampan itu sudah menerima Myungsoo dengan baik karena akhir-akhir ini ia selalu mengantarkan Myungsoo untuk terapi ke rumah sakit. Sebenarnya ia juga berjaga-jaga agar Myungsoo tak kabur dan terjerumus lagi ke dalam dunia gelapnya dulu.

 

“Hyung, aku ingat kalau dulu kau sering mengajakku bermain basket di rumah mu kan? lalu aku juga ingat ketika Suzy menangis karena hyung selalu mencubit pipinya yang seperti bakpau itu” ujar Myungsoo yang menceritakan beberapa kenangan yang berhasil ia ingat

Nichkhun hanya tersenyum, 9 tahun yang lalu ia tak pernah memikirkan jika hidupnya akan ditinggalkan oleh ayah dan ibunya. Dulu ia sering menjahili Suzy sampai Suzy sering mengadu kepada Myungsoo oleh karena itu Suzy sangat dekat dengan Myungsoo.

“Kau begitu kuat, hyung. Pantas saja adikmu selalu membanggakanmu”

“Keadaanlah yang membuatku seperti ini” ucap Nichkhun sambil mengehela nafas panjang

“Geurae, aku akan menge-tesmu berapa persen kau sudah mengingat semuanya”

“Arasseo, aku akan jawab semua pertanyaanmu. Oh ya, apa Suzy masih belum pulang dari kampus?”

“Waeyo? Kau merindukannya eoh? Tenang saja, satu jam lagi dia akan pulang” jawab Nichkhun

Myungsoo pun langsung tenang setelah mendengar jawaban Nichkhun, entah kenapa dia merasa jika akan terjadi sesuatu dengan yoejanya itu. tapi ia tak ambil pusing pikirannya itu karena Nichkhun sudah mengatakan kalau Suzy masih berada di kampusnya.

**************************************

“Jadi dosennya tak datang?” Tanya Suzy kepada ketua kelasnya – Jaebeom

“Ne, sedang ada urusan ke luar kota. Dan kemungkinan aka nada kuliah tambahan untuk minggu depan”

“Geurae, kalau begitu aku pulang duluan saja. Jaebeom-ah, kalau ada pengumuman jangan lupa memberitahuku ya” ucap Suzy yang langsung meninggalkan kelasnya itu. dia hendak mencari Jieun yang berada di dalam kantin untuk membeli minuman. Sesampainya di kantin, Suzy akhirnya menemukan Jieun yang sedang duduk bersama Minho.

“Jieun, kajja kita pulang” seru Suzy tanpa mempedulikan Minho yang sedari tadi menatap gadis putih itu.

“Suzy-ah, aku ingin menemui Wooyoung oppa setelah ini. jadi aku pulang duluan ya, kau tunggu oppamu disini saja”

“Ish kencan lagi eoh?”

 

“Hehe ya begitulah. Oh ya Minho sunbae, aku titip Suzy ya… cha, aku pulang dulu”

Suzy hanya bergumam tak jelas setelah melihat sahabatnya pergi, dia selalu merasa aneh jika berada di dekat Minho. Suzy merasa kalau Minho itu sedikit berbahaya baginya, mungkin karena image Minho yang terkenal bad boy di kampusnya itu.

 

“Hey yoeja bakpau” seru Minho memulai membuka pembicaraan

 

“Oppa jangan memanggilku bakpau lagi! Aku juga kan tak memanggilmu namja kodok lagi huh” ujar gadis berpipi chubby itu sambil menggembungkan kedua pipinya yang malah semakin memperlihatkan pipi bakpau nya itu

 

“Bagaimana rasanya berpacaran dengan Myungsoo? Beberapa hari ini Myungsoo tak terlihat di kampus, apa kau tau keberadaan namjamu itu?” Tanya Minho basa-basi. Minho hanya ingin bersikap tak tahu apa-apa di depan yoeja yang dari dulu berhasil mengambil hatinya itu.

Well, dan Suzy pun menjawabnya dengan canggung. Ia tak mau kalau orang lain mengetahui keberadaan Myungsoo yang kini berada di dalam pengawasan NIS.

 

“Emm… itu dia sedang pergi ke luar kota … ya, ke luar kota untuk menemui keluarganya”

 

“Keluarga? Bukankah dia sudah tak memiliki keluarga?” Tanya Minho mulai memancing

 

“Mungkin saudara jauhnya”

 

“Mungkin? Kurasa kau memang belum begitu kenal dengan namjachingumu itu ya”

 

“Maksudmu apa? Aku tau segalanya tentang Myungsoo oppa. oppa, kau merusak mood-ku. Lebih baik aku tidak menunggu Khun oppa disini” Suzy pergi dari hadapan namja bermata besar itu, dia pikir Minho bukan orang yang akan mencampuri urusan orang lain dan dia mau berteman baik dengan namja itu.

Minho pun mengikuti Suzy pergi, namun keberadaannya tak diketahui gadis cantik itu. inilah saatnya Minho melaksanakan tugas dari ayahnya. Tapi dia tak akan mungkin menyiksa atau malah membunuh gadis yang disukainya itu. minho memiliki rencana lain yang dapat membuatnya bahagia.

 

“Yoeja bakpau”

 

“Yaaa… oppa kau mengikutiku! Sudah sana pergi, aku sebal kepadamu” seru Suzy yang berjalan cepat menjauhi Minho yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

 

“Aww” pekik Suzy yang tersandung batu dan Minho segera memegang lengan Suzy agar gadis itu bisa menjaga keseimbangannya

 

“Suzy-ah, mian. Aku tak bermaksud seperti itu hanya saja kau harus tau kan kehidupan pribadi Myungsoo”

 

“Tapi oppa tak berhak mencampuri urusanku!”

 

“Mian, aku tak mau kalau kau dibohongi oleh Myungsoo” ujar Minho. suzy hanya diam dan masih tetap berdiri di depan gerbang kampusnya itu.

 

Suzy POV

“Aku antar kau pulang daripada kau menunggu oppa mu disini. Kajja”

Minho oppa menarik lenganku dan tak mau melepaskan pegangannya padahal aku sudah mencoba untuk melepaskan tanganku dari pegangannya.

 

“Yaa… ini namanya pemaksaan!” aku meneriakinya dengan suara yang kencang namun Minho oppa tetap menarikku menuju tempat parkir mobilnya.

 

“Masuklah, aku akan mengantarkanmu sampai tujuan”

 

“Appo” aku melihat tanganku yang merah karena pegangan Minho oppa yang sangat kuat. Minho oppa segera menyuruhku masuk ke dalam mobilnya lalu aku pasrah dan mengikuti apa ucapannya itu.

 

Minho oppa pun hanya diam selama di dalam perjalanan, setelah beberapa menit aku merasa ganjil dengan Minho oppa yang mengendarai mobilnya dengan cepat dan bukan mengarah ke rumahku. Atau dia tak tau rumahku ya?

 

“Oppa rumahku bukan kearah sini” ujarku memperingatinya tapi dia malah tak meresponku dan semakin mempercepat kecepatan mobilnya.

 

“Oppa, kau tak tau alamat rumahku kan? sebenarnya kalo lewat jalan ini lebih jauh dan …”

 

“Memangnya siapa yang mau mengantarkanmu ke rumah?” Ucapnya memotong ucapanku yang belum selesai. Jadi sebenarnya dia mau membawaku kemana eoh?

 

Kiss kiss kiss baby … hush hush hush baby

 

“Jangan angkat teleponmu”

 

“Ini pasti dari Khun oppa”

 

“Maka dari itu kau jangan mengangkatnya, aku tau oppamu sangat over protektiv kepadamu!”

 

Apa yang akan ia lakukan kepadaku? Kenapa perasaanku semakin tak enak saja?

 

Incheon? Ini kan arah menuju Incheon… aku tak berani menanyakan lebih lanjut kepadanya, aku takut… eotthoke? Aku harus bagaimana ini?

 

Myungsoo POV

 

Aku ikut ke dalam mobil Nichkhun hyung untuk menjemput Suzy. setelah sampai, kami tak menemukan Suzy dimanapun lalu aku pun sudah menghubunginya dan dia tak mengangkat teleponku dan Nichkhun hyung pun telah melakukan hal yang sama tapi hasilnya pun nihil.

 

“Incheon?” pekik Nichkhun hyung yang membuatku bingung

 

“Ada apa hyung?”

 

“Solma… kajja kita ke Incheon!”

 

“Yaa.. hyung sebenarnya ada apa? Kita cari Suzy dulu”

 

“Suzy menuju ke Incheon, aku melacak gps ponselnya. Apa Jin Hyuk memiliki tempat persembunyian disana?”

 

Aku mengingat tempat-tempat yang menjadi persembunyian anak buah Jin Hyuk ahjussi dan bulan lalu kami pun melakukan transaksi di tempat persembunyiannya di Incheon. Jadi Suzy diculik oleh anak buah Jin Hyuk ahjussi? astaga kenapa aku bodoh sekali sampai tak bisa berpikir hal seperti itu…

 

“Hyung aku tau tempatnya, kajja kita kesana”

 

Kami berulang-ulang kali mencoba untuk menghubungi Suzy, tapi tetap saja tak ada jawaban dari gadis itu. Harusnya dia tak terlibat dalam masalah ini, harusnya aku tak membiarkannya pergi sendiri ke kampus, seharusnya aku selalu menemaninya …

Jika terjadi sesuatu padanya, aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Tuhan, tolong jangan biarkan Suzy menderita untukku, jebal ..

 

“Hyung, apa kau mengenal Minho? dia putra dari Jin Hyuk”

 

“Minho? apa dia satu kampus denganmu dan Suzy?”

 

“Ne, sepertinya Minho yang merencanakan ini semua, awalnya dia menyuruhku untuk mendekati Suzy”

 

“Sudahlah, yang terpenting kita cepat sampai ke tempat itu”

 

Setelah sampai di Incheon, aku segera berlari mencari Suzy ke dalam rumah besar yang sering dijadikan sebagai tempat persembunyian Jin Hyuk ahjusii.

 

Aku ingat kalau rumah ini ditempati oleh Jung Ahjumma untuk menjaga rumah besar ini. aku segera mencari Jung Ahjumma dan sampai akhirnya aku melihatnya sedang di dapur.

 

“Jung Ahjumma”

 

“Omo… tuan… kau a..da disini?” terlihat sekali wajah gugupnya, benar dugaanku sepertinya Suzy berada disini

 

“Cepat beritahu aku dimana Choi Minho berada”

 

“Tuan… saya tak bisa mmberitahu anda”

 

“Ck, Ahjumma aku mohon… ini menyangkut kepentingan orang lain, aku tak bisa membiarkan Minho melakukan seenaknya”

 

“Geurae, tadi saya hanya disuruh untuk menyiapkan gaun pengantin dan pendeta untuk hari ini. tadi aku melihat Tuan Minho membawa gadis cantik tapi gadis itu sepertinya tak sadarkan diri”

 

“Mwoya? Minho..”

 

Aku langsung memberitahu Nichkhun hyung yang berjaga diluar, dia pun sudah mengabarkan kepada anak buahnya dan mereka sebentar lagi akan sampai kemari. Aku mengajaknya untuk menuju gereja yang tadi disebutkan Jung ahjumma.

 

Author POV

“hyung, mian .. karena aku Suzy menjadi sasaran mereka”

 

“Ini bukan salahmu, seharusnya aku lebih menjaganya. Aku gagal menjadi oppanya.

 

Nichkhun dan Myungsoo telah sampai di gereja dan segera mencari keberadaan Suzy. ada tiga orang yang ada di dalam gereja tersebut. Nichkhun segera mengangkatkan pistolnya kearah Minho yang sudah berdiri menghadap kearah pendeta.

 

“Berhenti, pernikahan ini tak akan pernah terjadi!” umpat Nichkhun yang perlahan-lahan mendekati namja berpakaian tuxedo hitam itu.

 

Myungsoo tak peduli dengan tatapan Minho yang kaget dengan keberadaan mereka, namja itu langsung melihat keadaan Suzy yang sedang tak sadarkan diri dengan gaun pengantin yang menutupi tubuhnya.

 

“Apa kau sudah gila Choi Minho?” teriak Myungsoo frustasi

 

Pendeta yang melihat hanya menyerngitkan dahi, tak bisa melakukan apapun. Minho pun malah memaksa sang pendeta untuk mengikrarkan pernikahan gila yang diinginkan Minho.

 

Myungsoo pun berniat untuk menarik Suzy kedalam gendongannya, Minho geram dan mengeluarkan senjata api kepada Suzy yang belum sempat Myungsoo ambil.

 

“Jika kalian berani mendekat, maka aku akan membunuhnya” ujarnya sambil tetap mengarahkan pistol ke dahi gadis itu

 

“Neo … dia tak salah apa-apa, jangan melibatkan adikku ke dalam masalah ayahmu!” emosi Nichkhun kian memuncak

 

“Ayahku? Ayahku tak salah, ayahmu yang salah! Dan aku akan membawa adikmu yang cantik ini kedalam kehidupanku. Kehidupanku yang berarti juga kehidupannya. Kami akan hidup bersama, tanpa ada gangguan dari kalian ataupun ahboeji sekalipun”

 

“Kau mencintai Suzy?” Tanya Myungsoo

 

“Ne, aku mencintainya dari dulu. Semenjak 9 tahun yang lalu, aku sudah bertemu dengannya. jadi kau tak berhak untuk merebutnya dariku!”

 

“Jika kau mencintainya, kenapa kau mau membunuhnya hah? Kenapa kau tega mengorbankan orang yang paling kau cintai?”

 

“Waeyo? Yang kulakukan ini benar, lebih baik kalian pergi saja dan tak usah mengurusiku”

 

“Bae Suzy itu adikku! Aku berhak atas segalanya tentang dia, Choi Minho! oh rupanya dirimu lebih jahat dibanding ayahmu itu”

 

Minho dan Nichkhun masih beradu mulut dan tidak menyadari bahwa Myungsoo diam-diam berjalan menuju tempat Minho.

 

Bruk. Myungsoo berhasil menendang titik sensitive yang ada pada Minho. dia langsung menangkap Suzy yang terjatuh dari gendongan Minho, Nichkhun pun menghalangi Minho untuk menyerang Myungsoo.

 

“Suzy… ireona…” Myungsoo menepuk-nepukkan pipi Suzy dengan pelan, nampaknya Minho telah memberikan obat tidur kepada gadis cantik itu sehingga Suzy masih terlelap

 

“Myungsoo, cepat bawa Suzy keluar. Aku yang akan mengurusi Minho, ppali…” Teriak Nichkhun dan segera dituruti oleh namja itu.

 

Myungsoo pun membawa Suzy keluar dari gereja tersebut tapi disisi lain dia tak tega jika harus meninggalkan Nichkhun berjuang sendiri menghadapi Minho.

 

“Enggh..” desahan mulai terdengar dari mulut gadis yang sedari tadi berada di dalam gendongan Myungsoo. Myungsoo segera membantu Suzy untuk bangun.

 

“Myungie oppa”

 

“Khun oppa eoddi?”

 

DORRR!

 

“Hyung” “Oppa” teriak Suzy dan Myungsoo bersamaan dan reflex berlari memasuki gereja yang menjadi sumber suara  tembakan yang mereka dengar.

 

“OPPA!!” Suzy berlari namun dicegah oleh Myungsoo, namja itu langsung mendekap Suzy yang menangis melihat apa yang baru saja terjadi.

 

“Hyung, bertahanlah…”

 

“Ck. Suzy-ah, jadi kau lebih memilih namja yang merupakan putra dari penyebab hancurnya perusahaan ayahmu itu eoh?” Ujar Minho dengan sinis. Ternyata Minho dibantu oleh pendeta yang sedari tadi masih berada di dalam gereja tersebut. Mungkin Minho sudah merencanakan ini semuanya dan mengancam pendeta tersebut jika ia tak akan membantu pria bermata besar itu.

 

“Apa maksudmu? Myungie oppa, tolong Khun oppa… jebal … hiks..”

 

Nichkhun masih meringis, menahan kesakitan kakinya yang terkena timah panas itu. ia memberikan kode kepada Myungsoo untuk membawa Suzy keluar. Dia tak mau kalau Minho bisa menangkap Suzy lagi, lebih baik dia menahan kesakitan seperti ini dibanding harus melihat Suzy berada di dalam dekapan pria jahat tersebut.

 

“Kim Junsu, ayah dari Kim Myungsoo telah memberikan kesaksian palsu tentang penggelapan uang yang terjadi di perusahaan ayahmu, Bae Suzy. oleh karena itu, perusahaan dan semua yang dimiliki oleh ayahmu disita oleh bank untuk membayar semua hutang dan gaji para karyawan”

 

“Tidak mungkin… oppa… Khun oppa… yaa… Myungie oppa lepaskan aku, jebal…” Suzy masih berusaha melepaskan diri dari dekapan Myungsoo yang begitu kuat. Dia juga bingung, mana yang harus ia dahulukan, menolong Nichkhun atau menahan Suzy untuk mendekati oppanya. Disisi lain dia sedang menunggu petugas kepolisian yang masih menuju ke tempat ini.

 

“Dan yang paling parah, Tuan Kim berniat untuk melarikan diri dari Negara ini dan membawa Myungsoo dan istrinya. Dan terjadilah kecelakaan yang merenggut nyawa mereka serta membuat Myungsoo lupa ingatan.” Minho masih sibuk membeberkan beberapa kejadia di asa lalu. Namja ini memang sengaja untuk membuat Suzy membenci Myungsoo.

 

“Apa kau masih bisa untuk mencintai pria ini setelah mengetahui semua kejadian di masa lalu yang menimpa keluargamu itu hah?” Minho mulai mendekati Suzy dan Myungsoo. Myungsoo hanya diam, perlahan-lahan dia mulai mengingat kecelakaan yang menimpa keluarganya dulu. Suzy pun tak ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh Minho namun dia mulai menyadari dulu Kim ahjussi mulai menghilang setelah ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan.

 

“Oppa, apa itu benar ?” Tanya Suzy yang mulai gelisah dengan keyakinannya itu

 

Nichkhun pun baru tau dengan apa yang dikatakan Minho, dia pun bingung siapa yang harus ia percaya. Dia sudah lelah dengan semuanya, ia hanya ingin hidup tenang dengan adiknya. Bahkan dia rela untuk mengorbankan semuanya demi kebahagiaan Suzy. hanya Suzy yang menjadi tujuan hidupnya, dia tak bisa memikirkan apapun selain untuk kebahagiaan adiknya.

 

DORR!

 

Kini giliran Minho yang terkena timah panah di bagian kakinya, pasukan polisi yang menjadi bawahan NIS telah datang ke gereja tersebut dan berhasil membekuk Minho dan pendeta yang membantu Minho mengalahkan Nichkhun. Suzy segera berlari menghampiri kakaknya yang sudah tergeletak tak berdaya.

 

“Khun Oppa… bertahanlah…” Suzy tak henti-hentinya menangisi keadaan kakaknya yang kini tak sadarkan diri. Pihak kepolisian segera membawa Nichkhun kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit

 

“Suzy, kau ikut denganku saja. Mobil oppamu masih ada disini. Kajja” ajak Myungsoo namun Suzy malah berjalan tanpa memperdulikan ucapan Myungsoo.

 

“Apa kau mulai membenciku? Mianhae” gumam Myungsoo setelah melihat kepergian Suzy. dia juga tak tau semua tentang masa lalunya hanya saja ucapan Miho membuatnya merasa terpojokkan.

 

**********************

“Chansung-ah, Khun hyung tertembak di Incheon. Aku akan segera menyusulnya kesana, apa kau ingin ikut denganku?” Tanya pria bermata sipit itu

 

“Aku tak bisa ikut, hari ini aku harus mengikuti Lee ahjussi. kau tau kan dia juga merupakan orang yang patut dicurigai?”

 

“Geurae, kalau begitu aku duluan” ucap Junho yang diangguki oleh Chansung.

 

Chansung pun keluar dari kantor NIS tersebut dan segera melajukan mobil nya ke tempat yang diduga olehnya sebagai tempat tingga dari Lee ahjussi tersebut.

 

Seorang pria paruh baya terlihat memasuki rumah yang diawasi oleh Chansung, Chansung pun merasa aneh dengan pria itu. beberapa kali ia sering menemukan pria paruh baya itu bertemu dengan Lee ahjussi. atau mungkin Lee ahjussi itu merupakan suruhan dari pria tersebut?

 

“Sepertinya aku harus bekerja lebih cepat. Aku harus mengikuti pria itu” Chansung akhirnya mengikuti pria itu setelah beberapa menit ia menunggu ahjussi itu keluar dari rumah Lee ahjussi.

 

“Rumah duka?” pria tersebut keluar dari taxi dan masuk ke dalam rumah duka.

 

Ahjussi itu berdiri di hadapan abu yang terdapat foto wanita yang kemungkinan merupakan foto istrinya itu.

 

“Yeobo, aku datang. Mian, aku belum melakukan keinginan terakhirmu untuk menjaga mereka” ucap ahjussi itu. Chansung masih setia mendengarkan apa yang dikatakan pria paruh baya itu.

 

“Myungsoo … anak kita berada di tempat yang aman, mereka menangkapnya dan berusaha untuk menyembuhkan ingatannya”

Chansung kaget dengan apa yang baru saja ia dengar. Jadi ahjussi ini adalah Tuan Kim yang merupakan ayah dari Kim Myungsoo?

 

“Chogi” ucap Chansung yang memberanikan diri untuk menedekati pria tersebut

 

“Bolehkah saya berbicara sebentar dengan anda?” Pinta Chansung dengan sopan dan Tuan Kim pun menyutujui dan menyuruh Chansung untuk menunggunya sebentar

 

Kini Chansung dan Tuan Kim sedang berada di dalam café untuk lebih menghangatkan suasana di musim dingin ini.

 

“Apa yang ingin anda bicarakan?”

 

“Saya Hwang Chansung, teman dari Bae Nichkhun. Ahjussi pasti mengenalnya kan?”

 

“Oh sepertinya saya ada acara lain, aku harus pergi” Tuan Kim buru-buru berdiri dan berniat pergi dari Chansung. Namun Chansung segera bertindak cepat dengan memperlihatkan ID NIS nya kepada Tuan Kim untuk meyakinkan Tuan Kim bahwa dia tak akan melakukan hal yang membuatnya terluka.

 

“Kim Myungsoo, apa dia putra anda?” Tuan kim hanya menggangguk

 

“Lalu kenapa anda tidak memunculkan diri di hadapannya? Apa ahjussi tak tau kalau selama ini Myungsoo berada di dalam dunia yang tak seharusnya ia tempati?”

 

“Saya tau semuanya oleh karena itu saya menyembunyikan diri dan memberikan info-info kepada Nichkhun.”

 

“Nichkhun hyung tertembak dan Minho putra dari Choi Jin Hyuk hampir membawa pergi Suzy. apa anda juga bisa memprediksikan hal tersebut, Tuan Kim?”

 

“Ikutlah denganku dan jelaskan semuanya kepada mereka. ini semua demi tertangkapnya Chi Jin Hyuk. Saya yakin anda juga ingin berkumpul dengan putra anda, Myungsoo dan lainnya mengira bahwa kau telah meninggal seharusnya ahjussi tak boleh membiarkan mereka berpikiran seperti itu”

 

“Mereka membutuhkanmu” ucap Chansung dengan yakin.

 

“Geurae, sudah saatnya aku muncul. Beritahu aku dimana Nichkhun dirawat”

 

“Mari kita pergi bersama, sepertinya itu lebih baik bukan?”

 

Suzy POV

Aku tak bisa membayangkan Jika Khun oppa tidak memakai rompi anti peluru dan Minho menembak oppa di bagian dadanya. Sepertinya namja menyebalkan itu tau kalau Khun oppa memakai rompi anti peluru sehingga dia menyerang kaki khun oppa.

 

“Suzy-ya”

 

“Eoh oppa.. sudah sadar.. syukurlah… oppa berhentilah menjadi anggota NIS, aku takut oppa kenapa-napa. Yang aku punya hanyalah oppa seharusnya oppa tak mengambil pekerjaan membahayakan ini”

 

 

“Setelah urusan ini selesai, oppa janji untuk tidak bekerja di lapangan lagi”

 

“Ish tetap saja judulnya sebagai anggota NIS”

 

“Myungsoo eoddiso?”

Aku tak menjawab pertanyaan oppa, aku juga tak tau dia ada dimana. Mungkin sedang mengingat-ingat masa lalunya itu. apa benar yang dikatakan Minho oppa tentang keluarga Myungsoo oppa?

 

“Apa kau percaya dengan apa yang diucapkan Minho? oppa harap kau tak percaya. Cepat ganti bajumu, kau belum pantas memakai gaun pengantin itu”

Mwoya? Aish… aku sampai lupa untuk mengganti gaun ini, keundae bajuku tadi sepertinya masih ada di rumah itu

 

“Eoh Chan oppa” aku melihat Chansung oppa datang, pantas saja tadi Junho oppa bilang bahwa Chan oppa akan menyusul.

 

“Suzy-ah, kau mau menikah? Dengan siapa?” Tanya Chan oppa begitu penasaran. Kalau aku menceritakan semuanya pasti dia akan tertawa dengan suara tawanya yang begitu menggelegar huh

 

“Hyung, aku membawa seseorang yang penting. Apa aku boleh membawanya masuk sekarang?”

 

“Nugu?”

 

“Kim Junsu”

 

“Kim Ahjussi?” tanyaku yang kaget dengan jawaban dari Chansung Oppa

 

“Geurae, nah itu dia”

Kim Ahjussi masih hidup? Ayah dari Myungsoo oppa…

 tbc

sorry for long update hihi… dan setelah ini author bakal update lama lagi karena author mau UAS sampai akhir januari jadi ga bisa nulis dulu. kayanya nih FF garing banget ya soalnya romance nya dikit dan author menyadari akan hal itu. untuk nex ff sepertinya author mau bikin ff semodel my crazy namja aja kali ya biar pada seneng soalnya tuh FF banyak bgt viewers dan comentnya hehee. masih inget sama a person like me? kayanya author ga akan ngelanjutin deh, itu schoollife dan author udah lupa sama suasana di sekolah dulu kkk… jadi ga usah nungguin tuh ff ya … dan mungkin next part bakal jd final dari game over. siders? I don’t care huh *pasrah

Advertisements

66 responses to “Game Over (Part 7)

  1. Andwe, suzy harus tetep sama myungsoo. Smoga stelah terbongkar, nggak ada salah paham lagi di antara mrreka.

  2. omo jd selma ini tn.kim masih hidup jd pas yg di mobil kecelakaan itu bner appa myung meninggalkan istri & jg ank yg ydi blom sadar..omo bgtu crta nya
    ah suzy kau jgn percya dlu omongan minho itu slh..
    myungppa udh ingat blom sih..

  3. Part 8 belum yah thor…aku nga ada liat part 8 di library….
    Penasaran banget….
    Author daebak bikin ff….jjang deh pokoknya….:D
    Tapi ini udah lama ga share next part…apa author masih ngelanjutin ini yah??
    Lanjut ya thor….

  4. Wah wah wah si Minho udah psycho gitu sampai mau nikah sama Suzy yang lagi ngga sadar gitu -___-
    Terus si Myung kemana thor ?
    Makin penasaraaaaaaan, part 8 ending ya thor 😀

  5. aduh kok suzy percaya apa yang dikatakan minho suzy sih?? akhirnya appa myungsoo muncul..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s