Game Over (Part 8-End)

Title : Game Over

Author : Hannayunisty

Main Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo
  • Nichkhun Horvejkul as Bae Nichkhun

Cast : Choi Minho, 2PM’s Members , Lee Jieun

Genre : Romance, Family, Crime, Mystery

Rating : PG-15

Type : Chapter

Untitled-1

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. Don’t be plagiat and forbid for silent readers!

– ©2014 Hannayunisty Fanfiction –

 part 1 | part 2 | part 3 | part 4 | part 5 | part 6 | part 7

Author POV

“Aku minta maaf untuk semuanya, Jin Hyuk yang melakukan penggelapan dana perusahaan dan dia juga yang merencanakan kecelakaan ayah dan ibumu” helaan nafas terdengar dari lelaki paruh baya itu, perlahan-lahan dia mulai menceritakan semua yang menjadi beban hidupnya selama ini. Nichkhun dan Suzy akhirnya tahu yang menjadi penyebab dari kecelakaan kedua orang tuanya itu. 

“Lalu tentang kesaksianmu?” Tanya Suzy dengan ragu.

“Aku menjelaskan kesaksianku dengan jujur namun kesaksianku tak dianggap dan pada akhirnya Jin Hyuk ingin membunuh keluargaku maka dari itu aku dan keluargaku berniat untuk pergi dari Negara ini”

“Choi Jin Hyuk memiliki seribu cara untuk menghancurkan orang-orang yang menjadi penghalangnya”

“Penghalang? Ayahku penghalang baginya?” Ujar Nichkhun dengan bingung, yang ia tahu ayahnya itu tak pernah berbuat jahat kepada siapapun bahkan dia tak pernah dimarahi sekalipun oleh ayahnya

“Jin Hyuk mencintai ibumu”

“Mwoya” teriak Suzy dan Nichkhun bersamaan. Jadi semua kejahatan Jin Hyuk didasari karena cinta tak terbalasnya? Pikir Suzy-

“Cinta itu sangat kejam bukan? bisa menjadikan orang baik menjadi orang yang sangat jahat. Belum lagi ayahnya yang merupakan keturunan Korea Utara, jadi sudah jelas Jin Hyuk sangat ingin menghancurkan Negara ini dengan menyelundupkan barang-barang yang illegal”

“Lalu apa Ahjussi telah bertemu dengan Myungsoo?” Tanya Nichkhun

“Melihat Myungsoo adalah tujuanku untuk kembali, terimakasih untuk membantu Myungsoo mengingat masa lalunya. Kau mirip dengan ayahmu, ayahmu di surga pasti senang melihat putra putrinya memiliki sifat yang baik seperti kalian”

“Myungsoo eoddiseo?” Tanya Nichkhun kepada adiknya-Suzy

“Aku belum melihatnya lagi setelah oppa dibawa kemari”

“Yaaa… apa kau mendiaminya?” selidik Nichkhun

“Aniyo, aku kan mengkhawatirkan oppa jadi tidak sempat untuk melihat keadaan yang lain”

“Apa kau ingin kehilangan myungie oppa mu lagi eoh? Ppali cari Myungsoo, oppa akan berbicara dengan Kim Ahjussi dulu”

Suzy pun langsung keluar dari ruangan rumah sakit yang dihuni kakaknya itu. setelah 10 menit ia mengelilingi rumah sakit, akhirnya Suzy melihat Myungsoo yang berada di dalam kantin rumah sakit yang terlihat sedang menikmati minuman hangat.

“Kau disini?” Myungsoo langsung menoleh kearah gadis yang baru saja menghampirinya

“Kenapa tidak menemui oppaku? Khun oppa sudah sadar” Ujar Suzy tanpa melirik Myungsoo

“Syukurlah”

“Hanya itu? harusnya kau menemui oppaku dan mencari kebenaran tentang ayahmu itu”

“Mian. Aku belum ingat apapun”

“eoh, yang terpenting kau harus mengingatku dengan baik” ucap Suzy tanpa sadar dan Suzy langsung menepuk dahinya karena sadar telah mengucapkan hal tersebut.

Myungsoo hanya tersenyum, rupanya Suzy tak mengambil pusing apa yang dikatakan Minho tentang perbuatan ayahnya yang belum pasti kebenarannya itu.

“Bagaimana bisa aku tidak mengingat gadis cantik sepertimu eoh?”

“Kalau begitu kau harus mentraktirku makanan. Aku akan memesan makanan yang mahal” Suzy langsung menoleh kesamping untuk menutupi wajahnya yang merah seperti tomat

“Ck dasar namja” gumam Suzy kepada dirinya sendiri

Nichkhun POV

Masalah keluargaku akhirnya akan segera berakhir, mungkin ini jawaban dari semua kerja kerasku selama ini. kehadiran Kim Ahjussi seolah menjadi keajaiban didalam kehidupanku, Minho pun kini harus menerima segala pertanggungjawabannya di sel jeruji sedangkan Jin hyuk pun sebentar lagi akan menemani putranya itu.

“Ahjussi selama ini kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal dipanti jompo, aku sengaja mencari panti untuk tempat persembunyianku. Awalnya aku tinggal dipanti asuhan setelah itu aku pindah karena disana aku melihat Myungsoo sering mampir ke panti tersebut”

“Wah ternyata ikatan batin seorang anak dan ayah memang tak bisa diragukan lagi. Keundae kenapa kau malah pindah? Bukankah itu malah membuatmu semakin dekat dengan Myungsoo dan bisa hidup bersama kembali dengannya?”

“Awalnya aku berpikir seperti itu sebelum tahu jika Myungsoo membantu pekerjaan Jin Hyuk. Dari situ aku mulai menahan diriku untuk bertemu dengannya, aku tak mau kejadian 9 tahun yang lalu menimpa keluargamu dan keluargaku lagi”

Ceklek. Pintu terbuka dan Suzy muncul dengan membawa Myungsoo. Aku yakin Myungsoo akan senang jika tahu ayahnya masih ada di dunia ini.

“Hyung, aku senang kau sudah sadar” Myungsoo menghampiriku tanpa menyadari keberadaan ayahnya yang duduk di seberang tempat tidurku

“Kau pasti akan lebih senang jika melihat kebelakang”

“Myungsoo-ah, sudah lama tidak bertemu.” Ujar Kim ahjussi

“Appa?”

“Ne. kau masih mengingatku?”

Myungsoo langsung memeluk ayahnya dengan erat, aku senang melihat mereka bisa bertemu kembali. andai saja appa dan eomma juga masih hidup seperti Kim ahjussi, mungkin Suzy dan aku bisa merasakan kebahagiaan yang kini dirasakan oleh Myungsoo.

“Suzy-ah, appa dan eomma pasti senang bukan?”

“Maja oppa. aku tak mau kehilanganmu. Jadi setelah ini jangan harap untuk bekerja menjadi agen NIS lagi atau aku akan membunuh diriku sendiri”

“Ne, aku juga tak mau meninggalkan adik oppa yang cengeng ini dan akan memilih pasangan hidup yang tepat untukmu”

“Ehem”

“Eoh kalian… aku kira kalian masih berpelukan hehe”

“Hyung, tadi kau bilang ingin mencari pasangan yang tepat untuk adikmu itu hem? Kau tak usah repot mencarinya” Ucap Myungsoo

“Geurae, kau benar. Aku tak usah repot-repot untuk itu”

“Yaaa yaa oppa, apa maksudmu? Apa kau akan menjodohkanku dengan teman-temanmu di NIS itu? heol~ aku tak mau memiliki suami yang bekerja menanggung beban Negara”

“Eyy kau ini sepertinya benci sekali dengan orang-orang yang bekerja menjadi agen NIS”

“Ish kau ini masih bisa tersenyum seperti ini eoh? Bagaimana kalau kau tidak selamat karena tembakan itu? kenapa kau bisa setenang itu oppa?” cerocos Suzy yang membuat kami tertawa. Adikku ini sudah besar namun sifatnya masih seperti anak kecil yang membuat orang-orang merasa ingin melindunginya dengan baik.

Suzy POV

Sekarang aku bisa bersantai-santai dengan Jieun di salon hehehe. Hari ini Khun oppa sedang mengurusi pengunduran dirinya sebagai agen NIS dan Myungsoo oppa sedang membantu ayahnya untuk memindahkan barang-barangnya ke apartemen Myungsoo oppa. dan aku sedang menikmati pijatan dengan masker coklat di salon ini… oh damainya …

“Suzy-ya, aku bingung” Ujar Jieun yang berada di sebelahku.

“Wae?”

“Wooyoung oppa melamarku”

“Mwoya? Jinjjayo? Astaga Jieun… entah aku harus memberikanmu selamat atau tidak… karena yang aku tahu menjadi keluarga dari agen NIS itu sangat mengkhawatirkan”

“Lalu aku harus bagaimana? Aku juga tidak mau menjadi janda muda”

“Yaaa… pikiranmu jauh sekali. Asal Wooyoung oppa tak bekerja di lapangan, aku yakin namjachingumu itu akan baik-baik saja”

Aku tidak mungkin untuk membujuk Jieun agar tidak menikahi Wooyoung oppa, walau aku tahu bekerja di NIS pasti akan menanggung banyak resiko tapi melihat Jieun sangat mencintai namjachingunya itu aku jadi tak tega untuk meracuni otaknya itu

“Suzy-ah, berarti kau masih lama ya untuk menikah. Myungsoo sunbae kan belum menjalankan wajib militernya. Pasti setelah lulus kuliah tahun ini, ia akan langsung pergi untuk menjalankan kewajibannya itu”

“Astaga aku sampai lupa tentang hal itu. apa aku harus menunggunya lagi?”

“Aku kagum denganmu, kau bisa menunggu Myungsoo sunbae selama 9tahun. Dan sekarang pasti kau juga bisa untuk menunggunya selama 2tahun”

Apa aku bisa melakukan apa yang diucapkan Jieun? Semoga saja…

Author POV

“Myungsoo” teriak seorang namja yang berada di lorong sebuah kampus

“Yaaa… tunggu aku”

“Kudengar Minho dipenjara ya?” Tanya namja itu setelah menyetarakan jalannya dengan Myungsoo

“Mungkin” jawab Myungsoo datar

“Selama ini kau kemana saja? Dosen pembimbingmu terus menanyakanmu, katanya kapan kau akan merevisi tulisanmu itu”

“Yaa Lee Howon, sepertinya kau semakin cerewet saja! Aku tadi sudah menemuinya dan tentang Choi Minho itu aku tidak perduli”

“Lalu bagaimana dengan Suzy? apa kau tidak peduli juga?”

“Aish… kenapa memangnya dengan yoejaku itu?” Tanya Myungsoo dengan kesal. Lee Howon ini atau yang sering dipanggil Hoya itu senang sekali menggodanya

“Tadi kudengar ada yang ingin mengincar Suzy, aigoo aku lupa dengan namanya. Yang jelas dia tak kalah tampannya denganmu. Kudengar dia orang Amerika, jadi kuharap kau tidak mempermainkan pacarmu untuk kali ini”

“Sudahlah, aku sedang sibuk. Aku pergi duluan ya” jawab Myungsoo dengan santai. Mana mungkin Suzy akan meninggalkannya, 9 tahun itu waktu yang cukup lama dan yoejanya itu masih menungguinya jadi pria ini tak mungkin pusing jika ada namja yang mendekati Suzy.

Myungsoo masih bisa tersenyum melihat aksi para hoobae nya di kampus yang sedang berlatih theater di lapangan kampusnya sampai ia melihat seorang gadis sedang tersenyum hangat kepada seorang namja dengan wajah yang tak umum dari wajah orang Korea.

“Suzy? neo.. ck mulai berani dengan namja lain eoh” gumamnya sambil terus berjalan menghampiri gadis itu

“Myungie oppa” sahut Suzy yang melihat Myungsoo menghampirinya

“Katanya kau sedang di salon? Lalu kenapa kau berada disini dan bersama…”

“Mark Tuan” Jawab seorang namja yang berada di samping Suzy

“Aku tak menanyakanmu”

Seakan tahu aura gelap yang timbul dari Myungsoo, Suzy langsung membawa Myungsoo menjauh dari pria Amerika itu.

“Kau mulai bohong denganku?” selidik Myungsoo

“Tadi aku memang ada di salon setelah itu aku langsung ke kampus, Tadi itu sunbaeku. Aku kan mengambil mata kuliah keatas jadi aku tadi bertanya dengannya tentang jadwal yang harus diganti ke hari lain”

“Kenapa harus ke orang itu? memang tidak ada teman yang lain?” cecar Myungsoo seakan dirinya menjadi hakim di sebuah persidangan

“Dia kan ketua kelas. Dan dia juga yang memberitahuku, untung saja dia mengirimiku pesan, kalau tidak pasti aku sudah bolos di mata kuliah itu”

“Jadi kalian sering berhubungan melalui ponsel juga?”

“Oppa cemburu ya?” Tanya Suzy dengan polos. Myungsoo langsung menyadari akan sikapnya yang tak wajar itu, baru kali ini dia bisa merasakan pikirannya yang terasa panas jika melihat Suzy berbicara dengan namja lain

“Oppa.. kau tak berhak untuk cemburu kepadanya. Aku juga tak suka pria asing sepertinya”

“Jinjja?”

“Yaa… jadi kalau dia orang Korea, kau akan menyukainya?”

“Aish sepertinya aku salah berbicara”

“Ah sudahlah, yang pasti aku tak mungkin menyukai namja lain. Kalau begitu aku pulang duluan”

“Pulang sendiri?”

“Eoh, pacarku sepertinya sedang marah” jawab Suzy sambil memainkan jari-jarinya

“Mian. Kajja aku akan mengantarkanmu” ajak Myungsoo dengan tatapan memohonnya

*****************************

Penangkapan Choi Jin Hyuk pun sesuai dengan perencanaan. Jen yang sedang bersiap-siap pergi ke luar negeri berhasil ditangkap oleh polisi. Ini merupakan kasus terakhir yang diselesaikan oleh Nichkhun, setelah ini dia mengundurkan diri dari pekerjaannya itu.

“Khunnie-ya, kau yakin akan keluar dari tempat ini? lalu kau akan bekerja dimana?” Tanya pria bertubuh tinggi itu

“Aku akan melanjutkan kuliahku, mengambil profesi notaris. Kau tau kan dari dulu aku ingin menjadi notaris? Aku juga mendapatkan beasiswa jadi aku tak perlu memakai uang simpananku untuk meneruskan kuliahku”

“Lalu kau masih mengajar di sekolah itu?” nichkhun memang menjadi pelatih badminton di tim nasional Korea Selatan dan juga menjadi guru di sekolah sehingga ia tak akan khawatir dengan keadaan perekenomiannya jika keluar dari NIS.

“Suzy sangat beruntung memiliki oppa sepertimu. Suzy masih belum tau kan kalau kau juga menjadi guru dan pelatih badminton?”

“Jangan sampai dia tahu. Sudah sewajibnya jika aku menjaga dan membahagiakannya, setidaknya usahaku ini cukup berhasil kan?”

“Ne, kau sangat berhasil”

“Cha, Ok Taecyeon juga seharusnya sadar untuk berhenti menjadi player”

“Siapa yang menjadi player? Aku hanya ingin mencari yang terbaik saja”

“Ck alasan yang klisye. Geurae, aku pergi dulu”

Sebelum pulang ke rumah, Suzy mampir dulu ke gedung pusat NIS yang bertujuan untuk menemui kakaknya. Setelah sampai, ia melihat mobil Nichkhun yang keluar dari gedung tersebut dan Suzy pun menyuruh Myungsoo untuk mengikuti mobil kakaknya itu.

“Oppa akan kemana sih?” Gumam Suzy kepada dirinya sendiri

“Ini kan bukan jalan ke rumah… apa dia akan berkencan dengan wanita? Rasanya sangat mustahil”

“Ish kau ini bukannya mendoakan oppamu!” sahut Myungsoo

“Aku tahu siapa saja wanita yang dekat dengannya dan selama ini aku hanya kenal dengan ahjumma penjual ramyun dan penjaga minimarket di dekat rumah. Ne, hanya itu saja wanita yang dekat dengan oppa karena oppa adalah langganan mereka”

“Omo.. sesuram itukah kehidupan oppamu itu?”

“Itu semua karenaku, pasti dia tak ada waktu untuk berkencan karena terus menjagaku” ucap gadis itu yang terus menyalahkan dirinya sendiri

“Apa kau pernah melihat oppamu mengeluh karenamu?” Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya lalu Myungsoo tersenyum dan mengusap tangan mungil Suzy yang berada disampingnya.

“Stadium olahraga?” pekik Suzy yang melihat Nichkhun memasuki kawasan stadium yang menjadi tempat latihan para atlet nasional negaranya.

Suzy dan Myungsoo keluar dari mobil dan tetap mengikuti langkah Nichkhun yang masuk ke sebuah ruangan bertuliskan “badminton”

Suzy menyerngitkan dahinya melihat Nichkhun yang bermain badminton dengan para atlet yang sering ia lihat di dalam TV. Tidak hanya bermain tapi Nichkhun pun seperti mengajar para atlet itu

Suzy dan Myungsoo masih bersembunyi di balik pintu ruangan tersebut lalu mereka melihat seorang atlet yang keluar dari ruangan dan berniat untuk menanyakan tentang keberadaan Nichkhun

“Agassshi” Panggil myungsoo

“Ne? kau memanggilku?”

“Aku ingin bertanya tentang pria yang ada disana. Apa dia sering kemari?” Tanya Myungsoo sambil menunjuk kearah Nichkhun

“Maksudmu si coach tampan itu?”

“Coach?” Pekik Suzy dan Myungsoo bersamaan, gadis yang ditanyai pun langsung mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat

“Ne, maksudmu Nichkhun oppa kan? dia adalah coach yang paling tampan disini, dia masih muda dan sangat tampan. banyak atlet yang mencoba untuk mendekatinya keundae Nichkhun oppa tak pernah menanggapi mereka”

“Sudah berapa lama dia menjadi coach disini?”

“Kurang lebih 4tahun. Apa kalian kenal dengannya?” Myungsoo dan Suzy tak menanggapi pertanyaan dari gadis tersebut

“Oppa membohongiku” ucap Suzy sambil menunduk. Myungsoo pun membawa Suzy menjauh dari ruangan tersebut untuk menenangkan gadisnya itu

*****************************

“Nichkhun oppa, tadi ada yang menanyakanmu diluar”

“Nugu?”

“Molla, tadi mereka langsung pergi. Kurasa dia seumuran denganku, gadis itu bersama dengan seorang namja tampan”

Bae Suzy, itulah yang ada didalam pikiran Nichkhun. Siapa lagi yoeja yang dekat dan berusaha untuk mencari-cari tahu tentang kakaknya itu.

“Gomawo atas infonya, aku pulang duluan” ucap Nichkhun ramah dengan salah satu muridnya itu

Suzy POV

“Kau tidak mau pulang?” Tanya Myungsoo oppa yang sedari tadi menemaniku di depan sungai han ini.

“Pasti oppamu sangat khawatir, coba kau aktifkan ponselmu”

“Shireo! Oppa juga tak boleh mengaktifkan ponsel”

Aku memang menyuruh Myungsoo oppa untuk mematikan ponselnya juga karena Khun oppa pasti akan menghubunginya jika nomorku tak bisa dihubungi

“Aku pasti disangka telah menculikmu”

“Biar saja, aku akan menceburkan diriku ke sungai han jika oppa berani untuk memberitahukan kepada Khun oppa”

“Kau yakin? Pasti airnya dingin sekali”

“Aku serius”

Myungsoo oppa menarik lenganku dan mengajakku mendekat ke pinggiran sungai han dan memasukkan tanganku ke dalam sungai itu

“Eoh dingin”

Myungsoo oppa tiba-tiba menarikku ke dalam dekapannya, rasanya begitu hangat dan nyaman. Rasanya aku ingin terus menerus berada di dalam pelukannya seperti ini

“Nan joha” ucapku sambil mengeratkan tanganku ke pinggangnya

“Tadi aku mendaftar untuk wamil”

Aku langsung mendongakan kepalaku melihat wajahnya yang baru saja mengucapkan sesuatu yang membuatku terkejut

“Kau masih sanggup untuk menungguku kan?”

“Memangnya kapan kau akan berangkat? Bukankah harus ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu”

“Ne, minggu depan aku akan memeriksakan dan kemungkinan setelah aku wisuda aku akan menjalankan wamil. Mian, kau harus menungguku untuk yang kedua kalinya”

“Arra, aku tak akan bosan untuk menunggumu”

“Gomawo” Myungsoo oppa menatapku dengan tulus lalu perlahan-lahan ia malah menundukkan wajahnya sampai aku merasakan betapa hangatnya sentuhan lembut yang saat ini kurasakan.

Cup- aku mulai memenjamkan kedua mataku mengikuti tuntutan darinya yang semakin memaksaku untuk membalaskan lumatannya yang terasa seperti coklat -manis dan lembut-

“Saranghae” ujarnya setelah mengakhiri kecupan panjang yang baru saja kami lakukan

“Nado”

“Aku akan mengantarkanmu, jangan menolak karena Khun hyung pasti sangat mengkhawatirkanmu” ucapannya seakan menghipnotisku, aku hanya menganggukan kepalaku dan mengikuti langkahnya sambil menggenggam erat jari jemarinya

Myungsoo oppa mengantarku sampai kedepan rumah lalu Nichkhun oppa membuka pintu dan langsung menanyakanku yang tidak mengaktifkan ponsel

“Beri dia waktu hyung. Kurasa kau juga harus bisa memberikannya privasi” ujar Myungsoo oppa sebelum pergi untuk pulang ke apartemennya

Nichkhun POV

“Maaf, oppa merahasiakan ini” suzy masih diam dan hanya melanjutkan sarapannya tanpa memandang kearahku

“Oppa hanya ingin berusaha untuk mencukupi kebutuhanmu agar kau bisa berkuliah dengan baik tanpa memikirkan apapun”

“Aku membencimu”

Tuhan, beginikah rasanya dibenci oleh orang yang paling kusayangi? Baru kali ini Suzy membuatku merasa begitu sakit. Bukankah aku telah melakukan sesuatu yang benar untuknya?

“Kau tahu? Aku ini seperti orang yang paling jahat di dunia ini. oppa seharusnya membagi waktumu untuk kebutuhan yang lain. Appa dan eomma tak menyuruhmu untuk mencurahkan semua waktumu untukku. Aku juga bisa membantumu, tapi kenapa oppa seolah-olah tak menganggap keberadaanku eoh? Aku juga sudah dewasa dan aku bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhanku sendiri”

“Mian. Oppa hanya tak ingin melihatmu kelelahan. Oppa tak tega jika melihatmu mengeluh kelelahan”

“Oppa bekerja dimana lagi selain menjadi pelatih di tim nasional?”

“Aku menghabiskan waktu weekend-ku untuk mengajar di sekolah menengah sebagai pengajar ekskul badminton”

“Appa dan eomma pasti marah kepadaku karena membiarkan oppa bekerja keras sendirian seperti ini. apa oppa tahu kalau selama ini aku selalu merasa menjadi orang yang tak berguna eoh?”

“Aku berangkat” lanjutnya dan segera beranjak dari kursi makannya. Aku langsung menghentikan langkahnya

Dia langsung memelukku, bisa kurasakan tubuhnya bergetar.

“Uljima, oppa akan merasa bersalah lagi jika membuatmu terus menangis”

“Khun oppa, mianhae… aku hanya khawatir denganmu. Jangan menyembunyikan sesuatu lagi”

“Arra. Geurae, jangan bersikap seperti itu lagi”

“Aku berangkat dan oppa harus mengantarku”

“Maja, kajja nanti kau akan terlambat”

Author POV

Seminggu yang lalu Myungsoo berhasil mendapatkan gelar sarjana ekonominya lalu hari ini ia berencana untuk pergi menjalankan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua warga pria Korea selatan tersebut.

“Jangan melirik pria lain” ujar lelaki yang kini memiliki rambut yang sedikit di kepalanya itu

“Hemm… oppa juga harus cepat-cepat menumbuhkan rambutmu itu, aku tak mau berkencan dengan pria berkepala botak”

“Yaaa… neo! Awas saja kalau kau berencana untuk berpaling dariku! Khun hyung, aku titipkan calon istriku yang cengeng ini ya. Jangan sampai pria bernama Mark itu mendekatinya atau menghubungi ponselnya” cerocos Myungsoo yang menjadi bahan tertawaan oleh ayahnya itu

“Yasudah, kalau begitu kami pulang dulu ya” ucap ayah Myungsoo

“Chankaman, aku harus diberi energy dulu sebelum menjalankan hari-hari beratku disini”

“Eiyy dasar anak nakal, yasudah appa dan Nichkhun akan menunggu Suzy di mobil”

Myungsoo langsung menarik pinggang kecil Suzy dengan cepat, Suzy hanya mendenguskan nafasnya dengan kesal.

“Myungie oppa, jaga dirimu baik-baik ne… kau jangan mengkhawatirkan aku, aku tak akan kemana-mana”

Cup

Myungsoo menekan bibir mungil Suzy dengan lembut. Suzy yang sudah siap untuk menerima perlakuan tersebut langsung memejamkan matanya mencoba untuk merasakan sentuhan yang tak akan ia rasakan lagi untuk waktu yang lama. Suzy mengalunkan kedua lengannya keleher panjang Myungsoo kemudian Myungsoo mempererat pegangannya di pinggang Suzy sambil mengusap-usap punggung gadisnya itu.

PLUITTTTTTTTT

Myungsoo terkejut dengan suara peluit yang didengarnya dan segera melepaskan bibirnya dari bibir Suzy

“Kim Myungsoo! Cepat masuk dan bereskan barang-barangmu!”

“Siap komandan” jawab Myungsoo dengan tegas

Suzy tersenyum dan menjijitkan kakinya untuk mengecup singkat bibir namjanya itu.

“Aku akan menunggumu, Myungie oppa” ucap Suzy sebelum meninggalkan Myungsoo

-GAME OVER-

Advertisements

55 responses to “Game Over (Part 8-End)

  1. happy ending akhirnyaaaaa……. biarpun suzy harus nunggu 2 tahun lagii tapi kereenn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s