I’ll Protect You (Part 1)

Author: Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Short chapter || Genre: Romance, sad, arranged marriage || Rating: PG-15

 

myungzy___spring_memoirs_by_knightsha-d5avbc2

 credit poster : http://myungzy-clan.tumblr.com/

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine and this story is only fiction.

 

–         2014 © Hannayunisty Fanfiction –

nb : karakter yang bercetak tebal adalah POV Suzy

Tahun ini adalah tahun terakhir Bae Suzy menjalani perannya sebagai mahasiswi di salah satu  universitas terfavorit di kota Seoul. Tak jarang banyak pria yang memintanya untuk menjadi kekasihnya, keelokan rupanya memang tersohor di kalangan para mahasiswa namun sampai saat ini gadis cantik ini masih saja betah mempertahankan kesendiriannya itu.

Miss. Perfect itulah sebutan untuk Suzy, wajahnya yang cantik dengan rambut cokelat hitamnya yang bergelombang serta kulit seputih susunya menjadi dambaan bagi setiap gadis di kampusnya. Ditambah lagi dengan menyandang putri tunggal salah satu pengusaha ternama dia Seoul, siapapun pasti tak akan menolak pesona dari Bae Suzy ini.

“Hey Bae Suzy! Sore ini kau harus temani temanmu yang cantik ini ya” pinta Jinri

“Barang apalagi yang ingin kau beli?” respon Suzy yang sudah tau kebiasaan sahabatnya itu. Jinri hanya tersenyum sambil menampilkan wajah memohonnya.

“Arra arra, Nona Choi! Asal kau traktir aku saja ya”

“Oke, call” ucap Jinri bersemangat

Choi Jinri aneh, untuk apa memiliki pacar kalau belanjanya saja harus aku yang menemaninya. Percuma saja dia memiliki Lee Taemin, si namja cantik itu yang notabenenya adalah kekasih dari sahabatku yang cerewet itu. Maka dari itu aku masih senang untuk hidup single, lagipula ada atau tidak adanya pacar pun aku akan terus belanja sendiri dan melakukan apa-apapun sendiri.

 

“Hey Bae, kau tahu tidak Kim Myungsoo?”

Aku tahu siapa itu Kim Myungsoo bahkan aku sudah kenal dengannya dari dulu.

 

“Ne, kenapa memangnya?”

 

“Dari sekian banyak surat yang dimaksudkan untukmu, tak ada satupun surat dari namja itu. Bukankah itu sangat menarik eoh?”

 

“Jadi selama ini pekerjaanmu hanya mengabsen surat yang masuk untukku?”

 

“Eyyy kau sombong sekali hahaha. Lagipula mereka tak berani memberikan surat-surat itu kepadamu, jadi mereka menitipkannya kepadaku. Lumayanlah, bisa menjadi bahan hiburan untukku”

 

“Sebelum memberikan kepadaku, kau selalu membacanya terlebih dahulu?”

 

Of course honey baeby”

 

Astaga sebenarnya dulu eommanya Jinri mengidam apa sih sampai Jinri bersikap seperti ini.

 

“Oh ya, back to the topic about Kim Myungsoo. Menurutku dia pria tertampan di jurusan kita. Mungkin kau bisa cocok dengan pria seperti Myungsoo”

 

“Yaa berhentilah untuk menjodohkanku!”

 

“Umurmu hampir 22 tahun”

 

“Lantas?”

 

“Ish! Kau ini kenapa ngeyel sekali sih”

 

Suzy hanya melenggangkan kaki jenjangnya meninggalkan sahabatnya itu. Gadis itu memang tidak peduli dengan namja-namja yang selama ini mengaguminya. Menurutnya namja-namja itu hanya ingin menaikkan popularitas, maka dari itu mereka ingin sekali menjadikan Suzy sebagai yoejanya. Bisa dikatakan bahwa Suzy adalah gadis yang penuh arrogant, sebagai gadis yang tercipta hampir sempurna dia tumbuh menjadi gadis yang berkecukupan. Ayahnya selalu memanjakannya setelah ibunya pergi semenjak Suzy berumur 15 tahun.

Sesampainya di rumah, ia langsung menuju kamarnya yang seperti seorang putri kerajaan itu. Gadis itu mengingat pembicaraannya tadi dengan Jinri tentang Kim Myungsoo. Sebenarnya, dia sudah mengenal lelaki itu sejak high school. Ayahnya yang mengenalkannya dengan namja itu dan berniat untuk menjodohkannya dengan lelaki yang cukup terbilang tampan itu dan tak ada yang tahu tentang perjodohannya dengan Myungsoo.

“Aku tak mau dengan namja sombong itu” pikirnya

Tok tok tok

“Nona, Tuan Myungsoo datang untuk menemuimu”

“Mwoya, dia datang lagi eoh? Belum cukupkah kemarin dia telah menghinaku?”

Suzy akhirnya keluar dari kamarnya dan menghampiri Myungsoo di taman rumahnya.

‘Mau apa kau kesini?”

“Jangan kegeeran dulu. Aku kesini karena ayahmu”

“Kau tak perlu menuruti kata-kata ayahku. Apa karena kau ingin mendapatkan sebagian bisnis darinya?”

“Aku tak sepicik yang kau pikirkan. Aku datang untuk mengajarimu tata karma yang benar. Ayahmu yang menyuruhku, dia ingin putrinya bisa tumbuh dewasa, tak manja sepertimu”

“Neo!!! Berani-beraninya kau berkata seperti itu! Apa hakmu hah?” myungsoo tersenyum sinis melihat Suzy yang menahan amarahnya

Perlahan Myungsoo mendekati Suzy sampai-sampai gadis itu mundur dan tertahan di dinding tembok.

“Bukankah aku adalah calon suamimu, Kim Suzy?” tanyanya dengan menyeringai

“YAAAAAAA” Kaki jenjang gadis itu berhasil menginjak kaki Myungsoo sehingga dapat meloloskan dirinya.

“Menarik” ucap Myungsoo melihat kepergian Suzy

Namja sialan, bagaimana bisa appa membawanya untukku. Aku manja kan karena appa yang selalu menuruti apa kataku lagipula aku ini putri tunggalnya jadi sudah sewajarnya aku begini.

 

Keesokan harinya aku kembali menjalankan aktivitasku sehari-hari, sejujurnya aku tak lagi ada kuliah namun aku harus tetap ke kampus untuk mencari literature untuk tugas akhirku.

 

“BAE SUZY”

 

“Waeyo, Jinri-ya?”

 

“Aku punya ide yang cemerlang untukmu” lalu Jinri membisikkan sesuatu yang membuatku terkejut. Dia menyuruhku untuk menjalankan blind date dengan salah satu pria pilihannya.

 

“Apa aku tak selaku itu eoh?”

 

“Aniya, keundae kau kan sangat pemilih. Sebentar lagi kan akan wisuda, masa kau tak memiliki pendamping wisuda jadi aku dan Taemin oppa akan merencanakan blind date untukmu. Eotthe?”

 

“Andwae! Aku tak mau!”

 

“Ayolah Suzy-ya, dari dulu aku ingin sekali double date dengan mu. Aku tak memaksamu untuk mau denga pria itu tapi tolong turuti saja untuk datang ke blind date itu. Siapa tahu lelaki yang ku pilih itu cocok denganmu” Jinri menunjukan puppy eyes nya untuk merayuku, daripada aku muntah melihatnya terus menerus seperti itu lebih baik aku mengiyakan ajakannya itu.

 

“Geurae. Atur saja sesukamu”

 

“YEAY! Kau memang sahabatku”

 

Selesai menemui Suzy, Jinri mencari namjachingunya untuk membicarakan blind date yang akan dibuatnya itu.

“Chagiya” serunya

“Eoh, kau sudah bilang padanya?” Jinri menganggukan kepalanya dengan semangat

“Aigoo uri Jinri memang pintar dalam hal merayu”

“Georom. Keundae, aku kan belum menentukan siapa prianya”

“Jangan khawatir. Aku sudah tahu pria yang pas untuk sahabatmu itu”

“Nugu?”

“Kim Myungsoo. Pewaris tunggal Kim Corp, bukankah itu cocok dengan Suzy sebagai pewaris Bae Corp?”

“Omo! Oppa jjang! Tapi sepertinya dia pria yang nappeun. Buktinya sampai tahun ini belum lulus. Bukankah dia satu tahun diatas kita?”

“Dia itu pernah cuti setahun karena harus membantu perusahaan ayahnya. Sebentar lagi dia juga akan sidang”

“Wah daebak! Suzy pasti suka dengan lelaki penuh tanggung jawab seperti itu”

Setelah nya Taemin mencari Myungsoo untuk datang ke café yang dimaksudkan untuk blind date Suzy.

“Sunbae, bisakah aku bicara denganmu?”

“Ne, ada perlu apa?”

“Sebenarnya ini sangat tidak sopan. Tapi aku mohon kau mau menerima ajakanku ini” lalu Taemin menceritakan maksud dan tujuannya menemui Myungsoo

“Bae Suzy?” ucapnya tersenyum dengan penuh arti

“Ne. kau tahu kan kalau dia itu sangat terkenal karena kecantikannya di kampus ini. aku dan pacarku berniat untuk mencarikannya pasangan. Sebenarnya banyak yang menyukainya tapi selalu saja ia tolak. Mungkin jika dengan sunbae, dia akan mau”

“Baiklah, kau atur saja pertemuannya”

“Kamsahamnida sunbae, semoga saja Suzy tidak mengecawakanmu”

Taemin langsung pergi dengan wajah cerianya. Myungsoo yang melihat hanya tertawa

“Dasar gadis sombong! Pada akhirnya juga kau akan bersamaku”

Oneday resto, Saturday : 7 pm

Suzy sudah siap dengan gaun hitamnya, panjang gaunnya hanya 10 cm diatas lutut, tanpa lengan dengan pundak yang cukup terbuka. Rambut coklat ikalnya ia gerai member kesan seksi bagi gadis berusia 22 tahun ini. semuanya sudah diatur oleh Jinri dari mulai tempat sampai penampilannya malam ini sehingga Suzy mau tak mau harus menuruti arahan sahabatnya itu.

“Pria dengan tuxedo hitam pada meja no.10” Suzy mulai mencari-cari namja yang dimaksudkan Jinri

Gadis itu mulai mendekati meja yang diyakini sebagai tempat nya tersebut.

“Aishh, jadi aku harus menunggu” gumamnya setelah tahu namja tersebut belum datang

“Bukankah ini sedikit berlebihan jika blind date di resto semahal ini” Suzy teringat dengan resto ini karena disinilah ayahnya membawa nya bertemu dengan keluarga Kim.

Sreett. Bunyi gesekan kursi membuat gadis itu melihat siapa yang telah menarik kursi yang ada dihadapannya itu. Matanya membulat, harapannya seakan hancur setelah melihat pria yang menjadi blind datenya itu.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Suzy dengan ketus

“Wae? Aku sedang mengikuti acara blind date. Jadi yang menjadi pasanganku itu adalah dirimu? Astaga kenapa dunia sesempit ini eoh? Apa mungkin ini bertanda jika kita berjodoh, Bae Suzy?”

Suzy geram dan tak merespon perkataan dari Myungsoo. Selama makan mereka hanya diam, lalu Suzy memanggil pelayan untuk memesan sebotol wine.

“Yaa… kau tak boleh meminum itu!” seru Myungsoo yang melihat Suzy meneguk satu gelas berisikan wine. Terkahir ia melihat Suzy minum wine pada saat dia menemani Suzy menghadiri jamuan makan malam dari salah satu partner perusahaan ayahnya dan ayah Suzy dan pada akhirnya ia mabuk hanya dengan satu gelas wine saja

Terlambat,Suzy sudah meminum beberapa gelas wine dan kini gadis itu hanya bergumam tak jelas.

“Myung..soo nappeun… Jinri menye..balkan…”

“Eomma, bogo..shippo.. hik..hik”

“Aish, gadis sombong ini benar-benar!” akhirnya Myungsoo memanggil pelayan untuk melihat bill lalu membayarnya

Myungsoo memapah Suzy menuju parkiran. Dengan susah payah Myungsoo memapah gadis itu. Belum lagi dia harus menerima pukulan dari Suzy seraya bergumam menyebutkan namanya

“Kim…Myung..soo …aku mem..ben..ci..mu! nappeun nom!”

Dengan terpaksa Myungsoo menyelipkan tangannya di belakang paha gadis itu dan sebelah tangannya diselipkan di lengan Suzy. Myungsoo mengangkatnya sampai ke tempat parkiran.

“Bagaimana kalau aboeji tahu jika Suzy seperti ini?” akhirnya Myungsoo menelpon ke rumah Suzy untuk menanyakan keberadaan Tuan Bae.

“Mwoya? Tidak ada yang mengangkat”

Myungsoo memutuskan untuk membawa Suzy ke apartemennya, selama ini Myungsoo memang tinggal sendiri di apartemennya yang dekat dengan kampus.

Selama perjalanan, Myungsoo melihat kearah Suzy yang sudah tertidur pulas.

“untung aku yang menjadi blind datemu. Bagaimana kalau itu pria lain eoh?” gumamnya lalu mengusap-usap rambut gadis yang ada di sebelahnya itu

Ah pusing…

Dimana aku? Ini bukan kamarku.. lalu?

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”

 

“Oh kau sudah bangun? Apa teriak adalah tanda dari bangun tidurmu?” Tanya Myungsoo yang baru saja keluar dari kamar mandi di kamar ini.

Mwoya? Kami berada di kamar yang sama? Jangan-jangan…

 

“YAAA!! Apa yang telah kau lakukan?”

 

Nothing, aku hanya membawamu ke apartemenku karena kau mabuk. Seharusnya kau berterimakasih padaku, Nona Bae”

 

“Aku mau pulang, cepat antarkan aku!”

 

“Kau mau pulang dengan penampilan seperti itu?” astaga aku lupa kalau aku masih memakai gaun ini.

 

“Pinjam jaketmu”

 

“Arraseo. Kau cuci muka saja dulu, aku akan mencarikan jaket yang pas untukmu”

Aku segera menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku. Kenapa nasibku sial sekali, kenapa jinri memilih namja sombong itu sebagai pasangan blind date ku? Apa tidak ada namja yang lebih baik darinya lagi eoh?

 

“ige, jaketnya” Myungsoo melemparkan jaketnya tepat setalah aku keluar dari kamar mandi.

 

“Kajja, aku antar kau pulang”

 

Myungsoo mengantarkan Suzy untuk pulang ke rumah gadis itu. Selama perjalanan mereka hanya terdiam, tak tahu apa yang harus dibicarakan. Sampai pada akhirnya Suzy meringis kesakitan memegang perutnya membuat Myungsoo menoleh kea rah gadis cantik itu.

“Wae?”

Namun tak ada balasan dari Suzy membuat Myungsoo menepikan mobilnya.

“Neo appo?” myungsoo menatap Suzy dengan cemas, wajah gadis itu begitu pucat dan Suzy hanya merisngis tanpa menjawab pertanyaan Myungsoo

“Yaaaa… kau kenapa? Apa yang terjadi denganmu? Malhae…”

“Appo… jinjja appo.. maagku sepertinya kambuh”

“Baiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit”

“Aniya, aku tak mau ke rumah sakit. Cukup antarkan aku ke rumah saja, pekerja di rumahku menyimpan obatnya di rumah”

“Tapi kau terlihat pucat. Sedangkan rumahmu itu cukup jauh. Bagaimana bisa aku melihatmu kesakitan seperti ini?”

“Sudahlah tak usah perdulikan aku, aku bisa menahannya” lirih Suzy sambil tetap memegang perutnya

Myungsoo hanya menuruti kemauan Suzy dan mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat.

“Arrhhh” ringis Suzy menahan sakitnya, Myungsoo tak henti-hentinya melirik kearah Suzy dan memegang lengan Suzy mencoba untuk menenangkan gadis itu.

“Sampai”

“Oh Suzy..” dilihatnya Suzy yang sudah terlelap dengan keringat yang bercucuran di dahinya.

“Astaga.. dia sampai pingsan begini, apa sangat sakit?”

Myungsoo langsung membukakan pintu mobilnya, dan mengangkat Suzy ala bridal style untuk menuju ke rumahnya.

“Omo… Tuan, apa yang terjadi dengan nona?”

“Ahjumma, tadi Suzy bilang kalau ahjumma tahu obat yang sering ia gunakan jika maag nya kambuh”

“Ah ne, aku akan membawanya ke kamar nona. Tuan bawa saja nona ke kamarnya, aku akan menyusul”

“Suzy-ya, ireona…”

Perlahan-lahan Myungsoo mengusap gadis itu dengan lembut.

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

Tok tok tok

“Tuan, ini obatnya”

“Ahjumma, apa Suzy sering begini?”

“Ne, semenjak Nyonya Bae meninggal nona jarang sekali makan. Tuan Bae selalu saja memaksanya untuk makan”

“Apa dulu Suzy sangat dekat dengan eommanya?”

“Ne, tuan. Setiap hari Nona dan Nyonya selalu menghabiskan waktu bersama. Terkadang, setiap malam aku selalu mendengar  nona menangis mengingat  eommanya”

Shin ahjumma segera keluar dari kamarnya Suzy setelah memberikan obat tersebut. Myungsoo masih berusaha untuk membangunkan Suzy dengan memberikannya minyak angin di hidungnya.

“Ternyata kau sangat rapuh. Tapi kesombonganmu selalu menutupi kelemahanmu itu”

“Ijinkan aku untuk menjagamu, Bae Suzy”

TBC

I’m back with another FF, jangan lupa pada coment ya teman-teman hehee. siapa tau aja FF ini nantinya di protect, diprotect atau engganya tergantung dari feedback dari kalian semua. gomawo udah baca, maaf  kalau ada typo bertebaran hehe

Advertisements

116 responses to “I’ll Protect You (Part 1)

  1. Knapa Suzy sebal bangt ama Myung? Apa krn Suzy mrasa Myung sombng? Padhl sbnrny Myung kharaktrny dingn, bukn sombong kok! #sotoy ^^
    mreka d jodhn? Yey! Bgus dh kalo gtu! Myung kaya’ny juga udh mulai care ama Suzy! Nan neomu jeoha! Ok dh, next part aja! ^^

  2. Ijin baca author 🙂
    Suzy dan Myungsoo dijodohkan, dan apakah sebenarnya Myungsoo memang sudah menyukai Suzy?
    Semoga Myungsoo benar2 bisa menjaga Suzy 🙂
    Ijin baca part 2 nya, gomawo author 🙂

  3. anyeong thor!
    ijin baca sebelumnya,ffnya buat tertarik aja thor kk
    si myung sebenarnya ada rasa ga ya sama suzy? si suzy jg kok ketus banget sama myungsoo? bagus sih,suzy jd kesanya ga cewe yg gampang didapetin*jempol
    next chap ditunggu secepatnya ya thor,penasaran banget kk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s