Confession (Songfic)

Author: Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast(s): GOT7, Park Jiyeon, Jung Soojung || Length: Oneshot || Genre: Romance, School life || Rating: PG-13

tumblr_munkzsCtsr1shgxauo1_500

DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is inspired by GOT7’s Confession Song MV. This fanfiction is 100 % mine and this story is only fiction.

–         2015 © Hannayunisty Fanfiction –

nb : Semua dilihat dari sudut pandang Suzy kecuali untuk karakter yang bercetak tebal adalah POV Author

Sekelompok siswa sedang berkumpul di kelas kosong yang memang sering digunakan untuk markas ketujuh siswa tersebut. Mereka mendirikan suatu club yang mungkin aneh bagi orang lain yang baru mengenal mereka. Namun para siswa lain sangat menyukai kinerja club tersebut. Mereka tak memiliki pekerjaan yang spesifik, membuat kegiatan di dalam atau di luar sekolah menjadi keahlian club mereka. Bahkan para siswa lebih memilih acara yang diselenggarakan mereka dibanding acara yang dibuat oleh anggota OSIS sekolah.

 

“Ya.. kudengar GOT7 akan mengadakan acara special”

 

“Kapan sih mereka tidak membuat acara yang special? Mereka kan memang ahlinya membuat acara seperti itu”

 

Para siswa sedang membicarakan tentang club yang sangat terkenal di sekolah mereka. Lagi-lagi mereka mendengar jika GOT7, nama dari club itu akan mengadakan acara. Entah apa acara yang mereka buat namun banyak siswa yang sangat penasaran dengan acara itu. Terakhir kali GOT7 mengadakan acara ulang tahun yayasan sekolah mereka dengan sangat meriah dan sanggup mendatangkan Day 6, Twice dan Seventeen yang merupakan grup idol rookie yang sangat terkenal. Kepala sekolah mempercayakan club tersebut untuk menjadi event organizer dari perayaan anniversary yayasan mereka.

 

“Menurutmu apalagi yang akan dibuat oleh GOT7?” Tanya Soojung kepada temannya yang sedang mengerjakan tugas di sela-sela waktu kosong mereka.

 

“Molla, nanti juga kita akan tahu. Mungkin acara untuk menyambut winter”

 

“Suzy, kau kan teman baik dari Jinyoung, kenapa kau tidak tanya saja?” Sahut Jiyeon yang diangguki Soojung

 

“Eyy.. kau tidak tau saja kalau dia itu tidak pernah memberitahuku tentang rencana club nya itu”

 

“Aku jadi tidak sabar, aku yakin kalau acara mereka pasti sangat spektakuler seperti sebelum-sebelumnya”

 

Ini tahun terakhirku di sekolah, setidaknya aku harus membuat kenangan yang indah di tahun terakhirku ini. Banyak orang yang bilang jika masa SMA adalah masa-masanya menjalin hubungan dengan cinta pertamamu. Cheotsarang? Aku malah tidak tahu siapa cinta pertamaku itu. Tapi kalau boleh jujur, akhir-akhir ini ada namja yang selalu mengganggu pikiranku. Sebenarnya aku sangat membencinya, dia selalu saja menggangguku… mungkin karena itu yang membuatku jadi selalu memikirkan namja itu bukan karena aku menyukainya.

“Suzy-ya, bisa kau jelaskan tentang arti cinta pertama?” celetuk Jinyoung yang tiba-tiba berada di sampingku

“Wae? Apa kau sedang jatuh cinta? Kau kan tahu kalau aku belum pernah jatuh cinta”

“Maldo andwae… menurut penelitian yang aku baca di internet kalau semua manusia itu pasti mengalami cinta pertama ketika masa-masa sekolah”

“Berarti mereka tidak men-survey semua orang. Buktinya aku belum pernah menyukai seseorang”

“Jujur saja kepadaku, kita kan sudah berteman sejak bayi. Jangan kau tutupi perasaanmu itu”

“Sana urusi saja urusan percintaanmu itu, jangan urusi aku yang sudah ada di jalan yang benar”

“Namja tampan sepertiku mana mungkin memiliki masa-masa sulit di dalam percintaan, neo arra? Aku sampai bingung untuk memilih yoeja” ucap Jinyoung dengan tingkat kenarsisan yang tinggi. Kalau tidak ingat dia temanku dari kecil pasti aku akan menceburkannya ke dalam sungai han

GOT7 merupakan club independent yang di ketuai oleh Im Jaebeom atau biasa dipanggil dengan JB. Dia merupakan salah satu orang yang berpengaruh di sekolah tempatnya menimba ilmu, orang tuanya menanam saham yang banyak di yayasan sekolahnya itu dan JB adalah leader dari club sepak bola di sekolahnya juga. Wajah tampannya sukses membuat namanya dielu-elukan para yoeja belum lagi kalau dia sudah free style dance, pasti para yoeja itu langsung berteriak histeris.

Kemudian Mark, member yang paling pendiam di GOT7. Soal wajah, kalian jangan meragukannya lagi. Bisa dikatakan jika Mark merupakan visual dari club tersebut. Sebelumnya Mark menetap di Los Angeles dengan keluarganya dan saat SMA dia kembali ke Seoul, maka dari itu dia masih sering mencampurkan bahasa koreanya dengan bahasa inggris.

“Aku tidak tahu kenapa orang-orang sering membicarakan acara kita yang belum pasti itu, padahal kita belum tahu akan jadi apa acara itu”

 

“Jinyoung-ah, kau kan yang bertugas men-survey. Apa kau sudah dapat hasilnya?”

 

“Baru satu orang yang aku tanyai”

 

Park Jinyoung, pria manis dengan senyumannya yang bisa menghangatkan musim salju itu. Berlebihan mungkin, tapi para siswi sering sekali beteriak tidak jelas kalau sudah melihat Jinyoung tersenyum. Jinyoung adalah teman dekat Suzy semenjak mereka masih bayi. Mereka tinggal bertetangga, bahkan hari ulang tahun mereka hanya beda beberapa hari.

 

Kemudian pria yang sedang mengemut lollipop itu adalah Jackson. Sama halnya dengan Mark, Jackson adalah pria belasteran Amerika-Korea. Namun dia  tidak lama tinggal di Amerika, maka dari itu dia sudah fasih dengan bahasa korea. Jackson adalah namja terusil diantara GOT7, banyak korban dari keusilannya sehingga keberadaannya sering meresahkan banyak siswa (?).

 

“Hyung, kau belum memberiku tugas apa-apa” Ucap namja yang berwajah imut

 

“Bambam, Youngjae dan Yugyeom… kalian tunggu survey dari Jinyoung dulu nanti baru kami akan memikirkan apa tugas kalian” Sahut JB yang diangguki lainnya

 

Bambam, namja yang satu tahun lebih muda dari JB, Mark, Jinyoung dan Jackson. Begitu juga dengan Youngjae dan Yugyeom, umur mereka satu tahun lebih muda. Mereka pun masih duduk di kelas 2, berbeda halnya dengan JB, Mark, Jinyoung dan Jackson yang berada di tahun terakhir. Ketiga maknae club itu selalu menjadi noona killer di sekolah, kelakuan dan wajah mereka sangat lucu dan begitu polos sehingga membuat para yoeja di kelas tiga selalu menyukai mereka.

 

Confession” celetuk Mark yang masih setia memandang benda panjang berwarna putih yang ada di genggaman tangannya itu.

 

Got it, sepertinya bagus untuk tema acara kita kali ini” seru JB yang membuat Mark menoleh

 

“Ne? ini hanya sebuah judul artikel dari temanku di LA”

 

Say thanks kepada temanmu, kurasa itu ide yang bagus” ucap Jinyoung

 

Confession? Pengakuan seperti apa yang akan kita usung?” Tanya Yugyeom

 

“Cinta?” celetuk Youngjae yang langsung dihadiahi seruan dari para anggota GOT7

 

“Eyy… kau sudah dewasa rupanya” Jackson langsung mengelus-mengelus kepala Youngjae seakan Youngjae adalah puppy kesayangannya.

 

“Kurasa confession of love itu merupakan ide yang bagus. Kita bisa mencari main cast dari confession itu dan kita harus mencari mereka yang benar-benar sedang jatuh cinta namun mereka sulit untuk mengatakannya”

 

“Jadi disini kita berperan sebagai cupid, hyung?” Tanya Bambam yang diangguki JB.

 

“Daebak… keundae apa tidak sulit untuk menemukan main cast nya itu?”

 

“Kita cari namja yang paling menarik bagi para yoeja dan yoeja yang paling menarik bagi para namja di sekolah ini atau malah sebaliknya”

 

“Maksudmu sebaliknya itu berarti orang-orang yang keberadaanya tidak dianggap?”

 

“Maja. Keberadaan mereka yang sering diacuhkan oleh orang-orang”

 

“Jangan lupa hanya untuk kelas tiga. Karena ini tahun terakhir mereka” usul Yugyeom

 

“Aku pilih Myungsoo dan Suzy untuk masuk kategori namja dan yoeja yang paling menarik” Jinyoung tersenyum penuh arti dengan usulannya itu. Jinyoung tahu ini sesuatu yang tepat untuk teman baiknya itu.

 

“Suzy noona? Andwae… dia itu idolaku, kalau dia punya namchin aku tidak bisa dekat dengannya lagi” seru Bambam tak terima

 

“Kita lihat keadaan sekeliling dulu, kalian harus menemukan mereka yang akan menjadi main cast acara ini setelah itu kita berdiskusi kembali”

 

Aku jadi bingung dengan masa depanku, bahkan aku belum memutuskan akan melanjutkan kuliah dimana. Selama ini aku hanya mengikuti Jinyoung karena eomma yang menyuruhku untuk selalu bersekolah di tempat yang sama dengan Jinyoung. Sebenarnya aku ingin sekali mengambil seni rupa karena kurasa aku hanya berbakat didalam hal itu. Aku sadar diri kalau aku tidak pintar dalam hal akademik dan olahraga.

“Ya… bakpau, kapan kita akan mengerjakan tugas dari Kang saem?”

Pasti si nappeun yang sedang mengajakku berbicara. Lebih baik aku tidak meladeninya saja

“Bakpau… kau tuli ya? Baiklah kalau begitu, aku akan mengerjakan sendiri dan aku tak akan mencantumkan namamu di dalam tugas itu”

“Ish! Nappeun… berhentilah memanggilku bakpau. Namaku itu Bae Suzy!”

“Setelah pulang sekolah, kita harus mengerjakan tugas itu. Aku tak peduli kalau kau tidak bisa, aku akan tetap memaksamu”

Kenapa aku harus dipasangkan dengan Myungsoo untuk tugas ini, Kang saem benar-benar menyebalkan… bukankah dia tahu kalau aku sering adu mulut dengan si nappeun itu. Atau mungkin Kang saem sengaja memasangkanku dengannya karena tau kalau aku tidak pernah akur dengan namja itu. Huh

Disisi lain, terdapat seseorang yang menyunggingkan senyumannya melihat perdebatan Suzy dan Myungsoo.

Sepulang sekolah Myungsoo langsung mengajak Suzy untuk mengerjakan tugas Kang saem di café yang dekat dengan sekolah mereka. Tanpa sepengatahuan mereka ada seseorang yang sedari tadi mengikuti kemana langkah mereka berdua.

 

“Sudah kuduga kalau ada sesuatu”

 

Aku hanya diam mendengar penjelasan Myungsoo tentang cara mendapatkan hasil dari soal yang diberikan Kang saem. Harus ku akui jika Myungsoo memiliki otak yang encer namun kelakuannya itu yang membuatku tak habis pikir. Berkelakuan sok keren di depan para yoeja tapi di depanku dia begitu menyebalkan. Memangnya aku punya salah apa sehingga dia seringkali mengangguku dengan hal yang tidak penting

“Ya… kau mendengarkanku tidak?”

“Ne. Cepat lanjutkan”

Myungsoo terus berceloteh tentang cara untuk mendapatkan hasil dengan cara yang mudah. Aku hanya memperhatikannya tanpa berniat untuk menyelanya karena memang aku harus serius dalam hal ini karena ini tahun terakhirku di sekolah dan aku harus mengerti dengan semua soal apapun.

“Ige, kau harus menyederhanakan ini dulu lalu.. ah salah, mana penghapusmu” pinta Myungsoo, kemudian aku langsung memberikannya dan tanpa sengaja dia malah mengenggam tanganku

“Eoh” aku langsung terkejut dan Myungsoo langsung menatap kearahku. Omona… kenapa aku bisa diam seperti ini, lalu kenapa bisa Myungsoo terlihat begitu tampan…

“Kau terpesona denganku?” Tanyanya

“Ikhhhhhh…. Neo! Kau sengaja eoh menggenggam tanganku begini! Sepulang ini aku langsung mencuci tanganku dengan sabun antiseptic satu botol penuh”

“Hahahaha berlebihan sekali… kau tak boleh mencuci tanganmu, seharusnya kau tak membiarkan bekas tanganku itu hilang”

“Yaaaaa… kau sangat menye-bal-kan” Myungsoo hanya terkekeh mendengar ucapanku itu. Dia itu benar-benar nappeun. Memangnya yang tadi itu lucu apa, awas saja nanti huh.

 

“Kyeopta” seru Myungsoo dan langsung mencubit kedua pipi Suzy yang gembul dan putih seperti bakpau tersebut yang membuat Suzy terus saja bergumam tak jelas

 

“Geuman… appo, neo arra?”

 

“Pipimu itu kau beri makan apa sih sampai bulat dan kenyal seperti itu, bahkan keponakanku yang masih di nursery saja kalah, dia tak mempunyai pipi bakpau sepertimu seharusnya kan biasanya anak kecil masih memiliki pipi seperti itu”

 

“Terus saja mengejekku. Kau tahu pipiku ini merupakan salah satu daya tarikku”

Myungsoo langsung tertawa puas mendengar ucapan Suzy yang sebegitu polosnya tanpa mengetahui bahwa ada seseorang yang mengawasi gerak gerik mereka berdua

                                                                     -confession-

 

“Aku sudah yakin dengan keputusanku, aku memilih Myungsoo dan Suzy untuk menjadi main cast” seru Jinyoung dengan begitu semangat

 

“Apa kau ada bukti jika mereka memang saling jatuh cinta?”

 

“Kau lihat saja video ini” Ucap jinyoung sambil menyerahkan flashdisknya

 

Anggota club itu langsung melihat video yang diberikan Jinyoung itu dan langsung yakin dengan apa yang dikatakan Jinyoung.

 

“Mwoya… dia berani sekali mencubit pipi uri noona” sahut Bambam tidak terima bahwa Myungsoo menyentuh pipi idolanya itu.

 

“Sepertinya aku harus menahan rasa sakit hatiku ini hiks..” ucap Youngjae yang langsung mendapat jitakan dari Jackson

 

“Aku tak tahu kalau Myungsoo suka dengan Suzy, Aku selalu melihat Myungsoo itu malah sering mengganggu Suzy. Setahuku dia tak membiarkan Suzy untuk hidup dengan tenang”

 

“Itu cara Myungsoo menunjukkan bahwa dia itu suka dengan Suzy” Ujar Jackson

“Ya.. hyung, kau seperti pakar cinta saja” celetuk Bambam dan Jackson malah senyum-senyum tak jelas yang membuat anggota lain hanya menggeleng-gelengkan kepala

 

Rasanya lelah sekali hari ini. Hari kamis pasti selalu saja melelahkan karena di pagi hari sudah disuguhi dengan pelajaran olahraga yang membuatku harus berlari sejauh 1,5 km untuk pemanasan. Untung saja bukan musim panas, kalau di musim panas pasti badanku ini jadi bau tak enak hehe.

Mwoya.. ada apa ribut-ribut? Ah pasti GOT7 sedang berkumpul di rumah Jinyoung. Aku jadi penasaran, pasti mereka sedang membicarakan acara yang digosipkan oleh anak-anak di sekolah

“Soyou” seru JB

“Aniya… dia itu menyebalkan, suaranya memang bagus tapi dengan sifatnya itu aku tak yakin ada namja yang suka dengannya”

I prefer Jiyeon”

What? Dia menyebut nama Jiyeon… nama Jiyeon di sekolah kan hanya ada satu, berarti itu Jiyeon temanku yang sangat bawel itu kan? Dan lagi itu suara dari Mark, aku yakin namja yang sering berbahasa inggris itu kan hanya Mark si bule nyasar itu.

Aku jadi semakin penasaran, aku semakin mendekatkan diriku ke balkon di kamarku yang berdampingan dengan balkon kamar Jinyoung. Aku dari tadi duduk berjongkok agar aku tidak ketahuan.

“Nona bawel itu? Suaranya saja sudah menjadi polusi bagiku. Memangnya ada namja yang menyukainya” aku mendengar suara Jaebeom, kalau saja Jiyeon mendengar hal ini pasti leader GOT7 itu sudah babak belur

Mark tetap bersikukuh dengan pilhannya, dia akan mencari namja yang menyukai Jiyeon. Jinyoung pun sepertinya setuju dengan pilihan Mark.

 

“Aku tetap tidak setuju”

Jinyoung menutup jendela kamarnya karena dirasa udaranya cukup dingin.

 

“Wae? Sepertinya hyung sangat tidak menyukai Jiyeon noona? Jiyeon noona itu sangat manis, sama seperti Suzy noona. Keundae Suzy noona tetap nomor satu dihatiku” oceh Bambam yang tidak diperdulikan oleh JB

 

“Sepertinya lebih efektif jika hanya satu pasangan. Hanya ada Myungsoo dan Suzy untuk acara confession ini” tegas JB

 

“Baiklah kalau kau sudah memutuskan, aku hanya ikut perkataan leader saja”

 

Aish.. aku jadi tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka lagi. Ah sudahlah, lebih baik aku nanti tanyakan saja pada Jinyoung.

-confession-

“Jinyoung-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu”

“Bicarakan saja sekarang, sebelum Ahn saem masuk ke kelas” aku melihat kearah Jiyeon di belakangku yang sedang menatap ponselnya itu. Kalau sekarang nanti Jiyeon malah dengar

“Nanti saja, kalau tidak banyak orang”

“Mwoya? Kenapa harus begitu? Hoksi… kau ingin mengutarakan perasaanmu kepadaku?”

“YA!” Jinyoung langsung mengusap-usap telinganya setelah mendengar teriakan Suzy yang begitu memekikan telinganya

 

“Omo… Suzy, kau menyukai Jinyoung?” sahut Jiyeon dengan suara yang cukup membuat para siswa di kelasnya menolehkan kepala mereka kepada Jiyeon, seakan tertarik apa yang diucapkan oleh gadis itu

 

Myungsoo yang ikut mendengar pun langsung melangkahkan kakinya keluar kelas.

“Myungsoo-ya, kau mau kemana? Sebentar lagi kan bel masuk” pertanyaan temannya hanya diacuhkan oleh Myungsoo

 

“Ah, sepertinya dia sedang cemburu” celetuk Jinyoung yang tak sengaja melihat Myungsoo keluar kelas

 

“Nuguya? Siapa yang cemburu?”

 

“Neo” jawab Jinyoung yang membuat Jiyeon mencibir tidak jelas

 

Jinyoung langsung mengikuti langkah Myungsoo, dan dia bergidik ngeri melihat Myungsoo berjalan dengan wajah juteknya itu.

 

“Eishh.. apa dia berniat untuk bunuh diri?” ujar Jinyoung yang melihat Myungsoo terus menaiki tangga sampai ke lantai paling atas di gedung sekolahnya.

 

“Ternyata kau disini” Jinyoung mendekati Myungsoo yang hanya menatap kearah langit

 

“Kau menyukainya”

 

“Siapa yang kau maksud?”

 

“Sahabatku”

 

“ck.. gadis itu, apa aku punya hak untuk menyukainya? Bukankah dia menyukaimu?” Jinyoung tersenyum, apa yang ia pikirkan benar jika Myungsoo salah mengartikan perasaan seseorang

 

“Aku akan membantumu”

 

“Ye?”

 

“Kau harus ikut apa yang aku perintahkan” ucap Jinyoung yang membuat Myungsoo semakin bingung

 

Kemana si nappeun itu? Untung saja Ahn saem tidak masuk. Seharusnya di tahun terakhir ini dia harus rajin masuk kelas bukannya malah membolos.

“Ya, Suzy… kenapa kau selalu menoleh kearah bangku Myungsoo. Kau mencarinya?” Tanya Soojung tiba-tiba yang membuatku terkejut

“Ne? ani… aku hanya berolahraga, jadi aku mengarahkan kepalaku untuk menengok kesana kemari” jawabku bohong

“Ish.. aneh sekali kau ini”

“Apa yang dikatakan Jiyeon itu benar? Kalau kau menyukai Jinyoung?”

“Tentu saja tidak. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepada Jinyoung tapi dia malah mengira kalau akau ingin mengutarakan perasaanku itu”

“Sesuatu yang berkaitan dengan Jiyeon” aku sedikit memperkecilkan volume suaraku agar Jiyeon tak mendengar

“Aku tidak mengerti”

“Kemarin aku mendengar bahwa Jinyoung dan club nya itu membicarakannya”

“Jinjayo?” Soojung terkejut mendengar ucapanku dan langsung bersikap kalem melihat Jiyeon yang berjalan kearah kami.

“Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali”

“Aniyo, kami hanya membicarakan tentang tugas Kang saem”

“Ah itu.. Suzy, kau kan satu kelompok dengan Myungsoo. Apa tidak terjadi apa-apa?”

“Apa maksudmu?”

“Ya… kau dengan dia kan seperti tom&jerry, kalau sudah berdekatan pasti saja bertengkar” oceh Soojung

“Apa sebenarnya kau menyukai namja itu?” selidik Jiyeon

“Bisa jadi. Kau tahu kakaku dengan kekasihnya saja dulu adalah musuh bebuyutan di sekolah tapi sekarang mereka lengket sekali seperti perangko dan amplop”

“Ya… Myungsoo, kemana saja kau ini?” teriak Sungyeol, aku pun langsung melihat kearah pintu dan melihat Myungsoo dan Jinyoung masuk bersama-sama.

Bukankah Myungsoo dan Jinyoung tidak begitu dekat? Kenapa bisa mereka bersama? Ah kenapa Myungsoo melihatku seperti itu… tatapannya itu sungguh membuatku takut dan membuat jantungku berdetak lebih cepat

Omo… aku pasti salah, ini pasti bukan suara detak jantungku…

“Ya.. cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan” ucap Jinyoung yang sudah berada di hadapan teman baiknya itu

 

“Kemarin, aku mendengar apa yang kau bicarakan dengan club mu itu”

Jinyoung langsung terlihat begitu gugup bagai pencuri yang tertangkap basah oleh polisi

 

“Kau tak marah kan?” Suzy hanya menggelengkan kepalanya

 

“Geunyang… aku hanya penasaran. Kenapa kau menyebut nama Jiyeon?”

Jinyoung berpikir cukup lama, kenapa Suzy tidak mengungkit dirinya sendiri malah mengungkit Jiyeon saja? Apa dia tak mendengarkan semuanya…

 

“Apa kau tahu siapa yang disukai temanmu itu?”

 

“Apa kau sedang merencanakan sesuatu?” selidik Suzy

 

“Aku akan menjodohkan Jiyeon dengan seseorang”

 

“Kau harusnya berkonsultasi denganku dulu”

 

“Nugu?” Tanya Jinyoung

 

“Jaebeom?” tebak Jinyoung yang diangguki Suzy

 

“Keundae… apa kau tahu masa lalu mereka?”

 

“Ah gimana ya aku mengatakannya… Dulu mereka sangat dekat tapi sepertinya leadermu itu salah paham. Lebih baik kau atur saja tapi jangan sampai kau membuat mereka jadi tambah salah paham lagi” saran Suzy

                                                                        -confession-

 

 

Jiyeon heran dengan prilaku Mark yang tiba-tiba menyuruhnya untuk menemui pria tampan itu di taman sekolah. Kenarsisannya pun muncul secara alami, dan dia berpikir jika Mark akan mengatakan sesuatu tentang perasaannya.

 

“Wae?” Tanya Jiyeon berusaha jutek terhadap pria belasteran itu

 

We choose you for our new event

 

“Ya… katakan saja dengan bahasa Korea”

 

“Aku tahu jika kau itu menyukai JB”

Jiyeon langsung terdiam mendengar ucapan Mark. Pria diam ini… kenapa bisa tahu kalau dia menyukai Jaebeom.

 

“Aku tahu karena pernah melihatmu dengan JB. Kalian membicarakan sesuatu yang tidak kumengerti tapi aku dengar kalau kau dan JB pernah dekat. Aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu dengan JB dan membuatnya dekat kembali denganmu”

 

“Tidak semudah itu. Aku sudah membuatnya kecewa denganku”

Akhirnya Mark menjelaskan apa yang ingin ia bantu, ia pun menceritakan tentang semua yang akan dilakukan club nya agar Jiyeon bisa menjelaskan semuanya kepada JB”

 

Flashback

Jaebeom berniat untuk mengajak Jiyeon pergi membeli ice cream yang sering mereka datangi. Mereka sudah berteman sejak sekolah dasar, jadi mereka sering menghabiskan waktu mereka.

“Jiyeon-ah, ini untukmu”

 

“aku kan tidak ulang tahun”

 

Kemudian Jaebeom langsung memberikan sebuah kotak berwarna biru kepada Jiyeon, gadis itu hanya heran dengan prilaku dari teman baiknya itu

“Aku tak mau menerima ini”

 

“Kau harus menerimanya, aku memberikan itu hanya untuk orang yang paling spesial” Jaebeom hanya menggosok-gosokkan kedua tangannya guna menghangatkan diri di cuaca yang cukup dingin tersebut

 

“Buka saja” Jiyeon langsung membuka kotak tersebut dan langsung terkejut dengan isinya

 

 

“Sepatumu?” Jaebeom menganggukkan kepalanya

 

“Ini sepatu futsal yang berarti untukku, ini pemberian dari eomma. Walaupun eomma sudah tak ada disisiku aku ingin tetap menyimpannya. Aku ingin memberikan ini kepadamu karena kau adalah orang yang spesial bagiku. Jangan sampai kau membuang sepatunya ya walau sepatu ini sudah jelek”

 

“Geurae, aku pasti akan menyimpannya”

 

Sekolah Jiyeon dan JB mengadakan study tour selama 3 hari ke pulau Jeju. Dan itu membuat keduanya harus berpisah karena kelas mereka yang memang berbeda sehingga bus dan tujuan wisata pun berbeda

JB yang pulang lebih dulu ke Seoul, langsung segera mengunjungi rumah Jiyeon. Ia akan memberikan oleh-oleh yang ia beli sewaktu study tour. Tak sengaja ia melihat kotak biru di dalam tong sampah yang berada di depan rumah Jiyeon.

 

“Jaebeom-ah, kau sudah pulang dari study tour mu” sahut wanita paruh baya yang keluar dari pintu rumah Jiyeon

 

“Ah… ne, ahjumma. Sepertinya aku harus pulang dulu ke rumah”

Mwoya.. aneh sekali anak itu.. sepertinya dia ingin menemui Jiyeon pikir wanita itu.

Flashback end

 

Belakangan ini Myungsoo selalu pergi dengan Jinyoung, membuat Suzy merasa aneh yang melihat kedekatan kedua temannya itu.

“Apa kau berpikiran sama denganku?” bisik Soojung yang melihat Suzy selalu menatap aneh Myungsoo dan Jinyoung

 

“Kupikir ada sesuatu yang mereka sembunyikan” Lanjut Soojung

 

“Molla, aku tak ada urusan dengan mereka” ucap Suzy

 

“Tak ada urusan, tapi matamu selalu menatap mereka”

 

“Ah sudahlah, aku ingin ke toilet dulu” Suzy berusaha menghindar dari Soojung

 

Apa yang di sembunyikan Jinyoung ya? Anak itu semakin hari sikapnya semakin aneh kepadaku… dia bahkan tak pernah mengajakku pergi ke kedai ramen bersama lagi. Setiap weekend pun dia selalu tak ada di rumah. Apa ini berhubungan dengan acara dari clubnya itu? Keundae, kenapa si Myungsoo bocah nappeun itu juga selalu mengikuti kemana Jinyoung pergi?

“Aku akan menjodohkan Jiyeon”

 

Apa Jinyoung mencoba menjodohkan Jiyeon dengan Myungsoo? Ani… jinyoung kan tahu kalau Jiyeon menyukai JB. Tapi apakah dia putus asa karena JB tidak meresponnya lalu dia berencana untuk menjodohkan Jiyeon dengan si nappeun itu.. ah eotthoke?

“Hoy bakpau”

 

“Wae?” ketus Suzy

 

“Mwoya… ketus sekali, pantas saja tak ada namja yang menyukaimu”

 

“Aku ingin meminta pendapatmu. Seseorang sedang mencoba untuk membantuku mengungkapkan perasaan kepada yoeja yang kusukai. Apa aku harus menerima bantuannya itu?”

 

“Memangnya aku siapa, sampai-sampai kau meminta nasihatku?”

 

“Teman. Aku minta pendapatmu karena kau temanku dari kelas 1, pasti ku sudah tau sifatku luar dalam kan?” Myungsoo menoleh kearah Suzy, dia tersenyum melihat gadis itu hanya cemberut dan hanya menundukkan wajahnya ke bawah.

 

“Ya… kalau ada yang sedang berbicara kepadamu kau harus menatap matanya” Myungsoo menarik kepala Suzy dengan kedua tangannya sehingga dia bisa menatap mata lawan bicaranya itu

 

Eoh.. ada apa denganku? Kenapa jantungku rasanya mau copot… kenapa si nappeun itu bisa setampan ini?

“Eoh… wajahmu memerah, apa kau sedang demam?” Myungsoo malah menyentuh wajahku dan itu malahh membuatku semakin memanas, padahal cuaca hari ini begitu dingin

“Astaga… Bae Suzy… kajja, aku antar kau ke UKS” Myungsoo langsung menarik lengan Suzy sehingga membuatnya berdiri dan hanya mengikuti kemana Myungsoo pergi dan hanya menatap pria itu dari belakang

 

“Aku tidak sakit”

 

“Ye? Pipimu merah sekali, tapi kenapa kau tidak panas ya” sekali lagi Myungsoo mengecek suhu tubuh gadis itu dan menyentuh kedua pipi Suzy yang sudah memerah seperti buah tomat

 

“Aku pergi dulu” ucap Suzy yang langsung berlari menjauh dari Myungsoo. Namja itu hanya tersenyum

 

“Sepertinya dia menyukaiku” gumam Myungsoo

 

“Besok, kita akan tahu jawabannya” sahut Jinyoung yang tiba-tiba muncul dari belakang

 

“Soal diterima atau tidak itu tidak masalah untukku yang penting aku sudah mengungkapkan perasaanku”

 

“Cih, menggelikan”

 

Ini adalah hari dimana GOT7 akan melancarkan aksinya sebagai cupid. Dari jam 5 pagi mereka sudah datang ke sekolah untuk menyiapkan segala sesuatunya. Kemarin mereka mendekor ruangan olahraga indoor.

 

“Jika Suzy tidak menerima Myungsoo… kita harus bagaimana?” Tanya Mark yang sedang mengikat-ikat balon

 

“Tak masalah untuk kita. Setidaknya waktu yang kita habiskan ini bermanfaat untuk Myungsoo yang bisa mengungkapkan perasaannya itu”

 

“Dia harus mentraktir kita” ujar Jackson

 

“Aku sudah memberikan pilihan untuknya, jika diterima dia akan mentraktir kita tiket ke lotte word tapi kalau tidak diterima kita hanya ditraktir di kedai ramen dekat sekolah” jelas Jinyoung

 

“Mwoya pelit sekali…”

 

“sudah jam 7”

 

GOT7 mengadakan acara ini di hari sabtu sehingga tidak ada kegiatan belajar mengajar di kelas. Sekolah mereka hanya mengadakan kegiatan KBM di hari senin sampai jumat, untuk hari sabtu mereka membebaskan para siswa untuk mengikuti kegiatan ekskul. kegiatan ekskul pun dimasukkan sebagai absensi sekolah.

 

Mark dan Jinyoung langsung pergi mendatangi Jiyeon yang sudah menunggu mereka di koridor kelas 3.

 

“Aku gugup sekali” ucap Jiyeon

 

“Apa JB tidak akan marah dengan kita?” Tanya Mark

 

“Gwenchana, lagipula ini demi kebaikannya”

 

“Kalian jangan khawatir, aku akan menjelaskan semuanya tentang kesalahpahaman kita dulu lalu aku akan mengutarakan perasaanku ini. Semoga saja dia bisa menerima penjelasanku itu”

 

“Kau harus semangat” sahut Jinyoung mencoba menyemangati Jiyeon

 

Di lain tempat, Jackson dan JB langsung pergi ke kelas Suzy dengan memakai kepala berbentuk rilakkuma.

 

“Ah… kiyowo” sahut para siswi yang melihat Jackson dan JB berjalan di koridor sekolah

 

“Aigoo… kepalaku kepentok” Celetuk Jackson yang berusaha memasuki kelas Suzy

 

“huahahahahahaha… omo omo… nuguya” para siswa saling mengoceh satu sama lain melihat kedatangan JB dan Jackson

 

Mereka berdua langsung menarik lengan Suzy yang langsung diteriakki oleh para siswa

 

“Ya…. Apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Suzy

 

“Cukup ikuti saja kami”

 

“Suzy-ya… aku akan menolongmu” seru Soojung mencoba menarik lengan pria berkepala rilakkuma itu

 

“Ya… Soojung, lepaskan…”

 

“Mwoya, dia mengenaliku” ucap Soojung yang malah melepaskan tangannya sehingga pria berkepala rilakkuma itu bisa langsung lari dengan menarik lengan Suzy

 

Akhirnya Suzy sampai di ruangan olahraga dan terkejut dengan dekorasi yang ada di dalam ruangan tersebut.

 

Kemudian musikpun mulai terdengar di dalam ruangan, lalu pria berkepala rilakkuma pun muncul kembali namun dengan postur tubuh yang berbeda dari dua orang yang tadi menarik lengan Suzy

 

Jackson muncul dengan kemampuannya menge-rapp…

Hundreds of confessions without success
I feel so unconfident should I just go back
I say I’ll confess for sure but it’s pointless with no actions in the end
Can’t keep my head up in front of you

Jinyoung pun tiba-tiba muncul yang membuat Suzy terkejut

I’m in love with you, why are these words so hard
I keep hesitating to say over and over again
Why is it so hard just to write a simple letter
I keep writing and tearing it over and over again

You may not feel the same way as I do
I may never see you again, that’s what I’m afraid of
Don’t have the courage to tell you
With this song let me open my heart to you

Tiba-tiba JB pun muncul dan ikut bernyanyi melanjutkan Jinyoung..

I love you, baby I, I love you (for a very long time)
I love you, baby I, I love you

All day long I wait for your reply
I keep writing and erasing to make sure there’s no mistake in my words
I accidently say things that I don’t mean
The dramatic lines that I practiced in front of the mirror
Are all forgotten when I stand in front of you, flustering me
My hands hesitate in front of yours
My heartbeat sound getting louder, you might hear it yeah

You may not feel the same way as I do
I may never see you again, that’s what I’m afraid of
Don’t have the courage to tell you
With this song let me open my heart to you

I love you, baby I, I love you (for a very long time)
I love you, baby I, I love you

My heart beats like a DRUM
My arms just wait for the day to hug you tight
My calendar just waits for the day marked red
My confession just waits for my courage

Though I am still a timid fool
I hope this song I wrote for countless nights
Deliver my sincerity
Take one side of the earphone in your hand
Shall we?

I love you, baby I, I love you (for a very long time)
I love you, baby I, I love you

Pria di hadapan Suzy pun membuka kepala rilakkumanya itu dan langsung tersenyum menatap gadis yang menjadi pujaan hatinya tersebut.

 

“Myungsoo” Suzy menatap Myungsoo dengan tatapan bingungnya

 

“Saranghae”

 

“Ye?”

 

GOT7 pun terdiam menatap Myungsoo dan Suzy, mereka menunggu jawaban dari gadis itu

 

“Eotthe?” Tanya Myungsoo, Suzy hanya menganggukkan kepalanya lalu tertunduk malu membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu bersorak sorai bergembira

 

“Berhasil” ucap Jinyoung

 

Next mission” ucap Mark dan segera menarik JB, Jinyoung pun membantu Mark untuk mengajak JB pergi.

 

JB pun langsung terdiam melihat Jiyeon yang ada di hadapannya

 

“Siapa yang menyuruhmu kemari?” Tanya JB sambil memandang Jiyeon dengan mata yang menunjukkan rasa marahnya

 

“Aku akan menjelaskan kejadian yang dulu. Tolong dengarkan aku dulu sebelum kau pergi”

 

“Aku sama sekali tidak berniat untuk membuang sepatumu. Ibuku yang membuangnya, dia mengira itu sepatuku yang sudah rusak. Setelah aku pulang dari study tour, aku langsung menanyakan kepada ibu dimana sepatu yang ada di kamarku, setelah tau ibu membuangnya… aku langsung mencari sepatuu itu bahkan aku pergi ke tempat penampungan sampah dan akhirnya aku menemukan sepatu itu”

 

“Ini aku membawanya” Jiyeon memperlihatkan sebuah kotak biru dan membuka kotak itu

 

“Kau harus mempercayaiku, Jaebeom-ah”

 

“Aku tidak bisa menjauhi orang yang kusukai selama bertahun-tahun” JB terkejut dengan ucapan Jiyeon, dia tak menyangka bahwa teman baiknya dulu menyukainya dan sampai saat ini ia pun masih menyukainya.

 

“Maaf kalau aku selama ini membuatmu kecewa. Sekarang kau bisa pergi” ungkap Jiyeon

 

Ternyata selama ini Jinyoung ingin memberikanku surprise. Aku tahu kenapa dia melakukan ini kepadaku, dia melakukan ini semua supaya aku bisa merestui hubungannya dengan Nayeon –adik sepupuku-

“Bakpau, ternyata selama ini kau menyukaiku kan?”

“Kau menyebalkan. Jangan memanggilku dengan sebutan bakpau”

“Pasti kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan chagi”

“Ih… ani..yo”

“Ya… chagi.. kita kan baru berpacaran masa kau sudah marah kepadaku” Myungsoo pun mengikuti langkah kekasih barunya itu

 

Jiyeon hanya berdiam diri di kelas, berbeda dengan Myungsoo yang berhasil mendapatkan jawaban dari Suzy. JB bahkan tidak merespon penjelasannya itu

 

“Jiyi”

Sepertinya aku sedang berhalusinasi pikir Jiyeon yang mendengar suara JB

 

“Ya… Park Jiyeon”

 

“Jadi benar itu kau” ucap Jiyeon yang melihat JB berajalan kearahnya

 

“Kenapa tadi kau malah pergi sebelum mendengarkan jawabanku?”

 

“Ah itu…”

 

“Aku menyukaimu”

 

“Mwo?”

 

“AKU MENYUKAI JIYI” Teriak JB

 

-END-

Songfic gagal hahahaha… maaf kalau terlalu geje… next ff aku bakal lanjutin I’ll Protect you ya.. jangan lupa komennya chingu =]

Advertisements

16 responses to “Confession (Songfic)

  1. Seruu , tingkah myungsoo yg ngeselin ternyata memendam rasa sm suzy..untung myungsoo g ditolak ya..kkk aduh mau donk dibuatin surprise sm club got7….. komawo buat ffnya…:)

  2. Jalan ceritanya bagus, tapi karena alurnya cepat jadi feelnya ngak terlalu berasa.
    Walaupun begitu. . Masih tetap bikin aku senyam senyum sendiri bacanya xD

  3. GFriend g disebutin su tu ru ru *lagu rookie taunya g friend doang*
    Myungsoo ntar keras kepala lagi, nyebelin sikapnya aja bikin suzy suka..
    ( ○ •㉦• ○ )♡

  4. Ya ampuun so sweet sekali ya mereka disini kyeopda
    Dasar nih myungsoo usil bgt sm suzy pdhal sm cewek lain malahan baik bgt gimana suzy ga bingung dan kesel coba hahaha
    Aku suka ceritanya sgt ringan dan bikin senyum2 sendiri hahaha
    Ditunggu i’ll protect you nya ne author-nim
    Semangay berkarya

  5. Johaa… Hahaa got7 lebih mirip sebagai club cupid disini, hohoow
    myungzy cute;)
    fighting ne thor:)

  6. Huaaaa yaampunnnn
    Akhhhh jb dapet kejutan jga ternyata dari membernya
    Huaaaa myung dasar malu2 ya ternyataa

  7. Berarti myungsoo selama ini menacari perhatian…ah,JB bersikeras ternyata msh suka,kkk,d tunggu next ff..

  8. Huwa sosweet andaikan disekolahku ada club yg sama kaya got7 itu pasti seru banget deh

    ternyata ada niat tersembunyi dibalik rencananya jinyoung untuk mnjodohkan myungzy wkwkwkwkwk
    seru banget ceritanya,ff nya gak gagal kok author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s