Quarter Life Crisis (Prolog)

Quarter life crisis?

suzy-bae-grazia-magazine-1

What is quarter life crisis? Sebuah periode dalam hidup setelah remaja sampai dengan permulaan 30-an, dimana seseorang mulai mempertanyakan kehidupannya yang terjadi karena stress menjadi seorang yang dewasa.

Everything shall pass” merupakan sebuah mantra yang selama ini menjadi sugesti disetiap aku melakukan segala sesuatu. Am I ambitious? Absolutely not, aku hanya egois dan pemalas. Karena mungkin menjadi anak terakhir membuatku selalu berpikiran untuk selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, but I am not childish anymore. I am officially woman now.

Selama 24 tahun aku hidup, banyak kejadian yang membuatku berubah menjadi seseorang yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Mungkin menjadi sedikit pendiam dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Keluargaku cukup harmonis selayaknya keluarga pada umumnya sebelum masalah itu datang disaat aku berumur yang ke 23. Bahkan sampai sekarang pun masalah itu masih membayangi kehidupanku. Bersikap menjadi wanita tangguh merupakan satu-satunya tameng agar aku tak terlihat begitu menyedihkan.

Di usia tersebut, biasanya seseorang telah memliki teman hidup yang membuat mereka memiliki sandaran dalam segala hal.

Lalu bagaimana denganku? Aku pun sama seperti yang lainnya, menyukai seseorang dan berniat untuk menjadikannya sebagai teman hidup tapi apakah seseorang yang kusukai itu juga memiliki perasaan yang sama denganku? Aku selalu menunggu dan tak pernah berniat untuk mundur tapi apakah dia sadar kalau ada seseorang yang sedang menunggunya?

“kau harus berusaha, zy” begitulah yang dikatakan Jieun, salah satu teman di tempat kerjaku. Berusaha? Berusaha untuk apa? Jika itu adalah sebuah pelajaran di dalam sekolah mungkin aku bisa memahaminya dengan belajar tapi ini bukanlah sebuah mata kuliah yang bisa kamu taklukan. Ini menyangkut perasaan seseorang yang kadang selalu berubah-ubah.

Jika hanya dengan satu pertemuan saja bisa membuatku gila, bagaimana dengan pertemuan selanjutnya? Apa aku bisa melihat lagi senyumannya? Senyuman yang bisa membuatku jatuh cinta kembali. Apa dia sadar kalau senyumannya begitu sangat berarti di dalam kehidupan seseorang?

Ketika beberapa pria mengajakku untuk berkencan tapi aku malah memilihnya yang tak kukenali sifatnya. Dia bukan seseorang yang baru kukenal, dia hanyalah kenangan kecil yang mungkin hanya aku saja yang ingat.

Mungkin hanya itu yang bisa memberikanku sedikit semangat dalam menjalani hidupku diusiaku yang ke 24 ini.

“eonni, kau berniat untuk menikah kan?” sebuah celetukan dari adik sepupuku yang membuatku berpikir jika aku merupakan seseorang yang begitu tak peduli dengan pernikahan.

Aku juga sama denganmu dan dengan yang lainnya. Aku hanya ingin bernafas lebih dalam sebelum aku menentukan pria mana yang akan aku jadikan sandaran. Ini bukan tentang tampan atau mapan saja, tapi tentang kehidupan yang akan aku habiskan di sisa hidupku. Bagaimana mungkin aku hidup bersama seseorang yang tak mengerti dengan sifatku. Setelah kejadian itu, aku jadi berpikir 1000 kali untuk menentukan pria mana yang akan aku jadikan teman berbagi kesenangan dan kesedihan.

Mungkin saat ini aku sedang merasakan quarter life crisis yang sering dibicarakan di beberapa portal media. Situasi dimana kamu kecewa dengan masa lalumu dan ragu dengan masa depanmu.

Bagaimana kau menjalani kehidupanmu jika ayahmu berselingkuh di depan kepala matamu sendiri dan disaat kakakmu yang seharusnya kamu jadikan sebagai contoh tapi malah bersikap menjadi “nappeun namja” yang bercerai dengan istrinya dan malah menghabiskan harta dari orangtuanya sendiri?

“Suzy-ah, oppa boleh meminjam uangmu?”

“Untuk apa?”

“Untuk membayar tagihan kartu kreditku. Aku akan membayarnya tepat waktu, keundae kau jangan bilang hal ini kepada appa dan eomma”

Aku hanya mengiyakan permintaan oppaku. Disaat teman-temanku mendapat perhatian lebih dari seorang kakak tapi kakakku malah memanfaatkanku. Bagaimana bisa aku memikirkan kehidupanku sendiri jika semua orang terus saja menggangguku? Aku juga ingin memiliki apapun yang aku inginkan dengan uang yang aku dapatkan dari pekerjaanku tapi kenapa keluarga ku selalu saja membuatku pusing. Aku sama sekali tidak bisa mengharapkan kedua kakakku. Mungkin hanya eomma yang bisa membuatku tegar dan sabar karena hanya ibuku yang menjadi alasanku untuk hidup.

Dan disaat yang bersamaan, ayahku jatuh sakit dengan penyakit yang bisa dikatakan harus cukup mendapat perhatian. Setelah setahun yang lalu aku melihat appaku berhubungan dengan wanita lain.

“Mungkin Tuhan memberikan karma untuk ayahmu” ucap eommaku dengan frustasi. Aku tak pernah mengenal wanita manapun setegar ibuku yang setiap hari bekerja dan mengerjakan urusan rumah dengan sangat baik tapi suaminya malah mengkhianatinya dan disaat ayahku sakit, dia dengan sabar merawatnya.

Dulu, aku selalu mengagumi sosok ayahku, walaupun dia sangat keras namun dia memiliki pemikiran yang hebat. Dia sangat pintar dalam segala hal.

Every girl has a first love and her first love is her dad. begitu juga halnya denganku sebelum aku melihat ayaku bertemu dengan wanita itu. Entah apa yang menjadikannya gelap mata. Apa satu orang istri dan 3 orang anak tidak cukup memberinya kebahagiaan?

Disaat itu juga ada seseorang yang mengajakku untuk menikah.

Neo michesseo? apa kau berpikir pernikahan itu hanyalah sebuah permainan? karena untuk orang-orang seusiaku, menikah adalah sesuatu yang menjadi keharusan. Minimal setiap bulan aku selalu mendapatkan kabar pernikahan dari teman-temanku. Lalu kau berniat mengajakku menikah karena hanya ingin mengikuti trend? Dia sama sekali bukan seseorang yang aku inginkan.

Kemudian aku menyukai seseorang dengan cara yang aneh. Setelah 7 tahun, aku menyukai cinta pertamaku dan kini aku kembali menyukai seseorang hanya dengan sekali pertemuan. It’s not love at the first sight, aku sudah mengenalnya sebelum aku mengenal cinta pertamaku.

Apa aku bisa menjalani kehidupanku yang cukup rumit ini?

Apa aku bisa bertemu kembali dengan si pemilik senyuman itu?

And can I through this quarter life crisis?

to be continued…..

halo aku kembali membawa cerita yang berbeda dengan ffku sebelumnya. disini mungkin kalian engga bisa ngeliat yang manis-manis kaya di drama korea atau yang bikin baper kaya dramanya Woobin-Suzy hehehe. Ini mungkin sangat membosankan karena bisa jadi cerita difokuskan dengan kehidupan keluarga nya tapi tetep kok dibumbui dengan setitik kisah manis walau dengan cinta sepihak TT.

Buat ff “Iam I weird?” itu masih dalam proses pemikiran ya, tapi aku usahain buat nerusin ceritanya kok karena si empunya kisah udah nagih pengen baca cerita kisah cintanya yang diimplementasikan di ffku ini hahahaha.

kritik dan saran tetep aku tunggu ya.. jangan cuma komen baik-baiknya aja, coba tuangkan ide kalian di ff ku juga. atau request tokoh si pria nya juga bisa kok.

se u soon =]

-Hannayunisty-

 

Advertisements

6 responses to “Quarter Life Crisis (Prolog)

  1. udah esmosi duluan ama tingkah appa & oppanya
       ∧ ∧
      ( ・ω・∩
    ⊂   ノ ♥semangat♥
      O__ ノ
       (ノ

  2. Keluarganya yg berantakan menurutku, cuma suzy dan eommanya yg waras
    Poor suzy
    Ditunggu banget part 1 nya thor
    Fighting 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s