Am I weird? (1)

A Dry Rose On BookMain Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Support Cast(s):Park Jiyeon, Kim Jongin, Lee Jieun || Rating: PG-13

Ada sesuatu yang tidak bisa kudapatkan selama apapun aku menunggu. Sebanyak dan sekuat apapun doa dan perjuangan, ada hal-hal yang memang tidak diciptakan untukku dan tidak akan pernah menjadi milikku.

-0-

Begitu banyak beban pikiran yang dialami seseorang disaat dia beranjak menuju usia seperempat abad. Pendidikan, karir, keluarga dan pendamping hidup. Semua orang pun menginginkan segalanya seimbang baik dalam hal apapun begitu juga dengan Bae Suzy.

Gadis berusia 25 tahun itu pun menginginkan semuanya berjalan dengan lancar, dalam hal karir dia sudah mendapatkan segalanya yang ia inginkan. Dia tidak terlalu muluk soal karir selama itu cukup untuknya dan cukup untuk membantu keluarganya dia tak akan serakah untuk mencari uang dengan cara apapun. Suzy merupakan gadis yang sederhana dan baik, itulah yang dikatakan teman-temannya. Bahkan bisa dikatakan, dia adalah gadis yang begitu innocent.

 

“Kapan kau akan pulang ke Gwangju?”

 

“Aku merindukanmu”

 

Benda yang sedari tadi berdering pun tiba-tiba ia lemparkan ke atas kasur empuknya, gadis itu masih menghargai benda yang merupakan alat komunikasinya itu dengan melemparkannya ke tempat yang aman.

Pesan-pesan singkat yang ia terima merupakan pesan dari seseorang yang ia kenal. Ya, cukup hanya untuk dikenal tidak untuk didekati. Pria aneh yang selama ini selalu mengganggu ketenangan gadis itu selama hampir 2 tahun terakhir.

“Apa dia tidak juga sadar?” cerocos Suzy seraya mengambil ponselnya.

 

Kim Jongin, yang mengakui bahwa Suzy adalah cinta pertamanya yang selama ini dia hanya menyukai Suzy dan dengan anehnya tiba-tiba muncul setelah Suzy lulus dari pendidikannya.

“Kalau dia menyukaiku, mengapa tidak dari dulu saja dia berjuang? Mungkin aku akan lebih mempertimbangkan hal tersebut” Begitulah pemikiran Suzy.

Karena baginya semua yang dilakukan Jongin tidak semudah apa yang telah dilakukan gadis itu terhadap cinta pertamanya.

 

“Kalau dia berjuang sama dengan apa yang aku telah perjuangkan pasti aku akan menerimanya” gumam Suzy

Diantara seratus wanita yang sedang jatuh cinta mungkin hanya ada dua yang bersikap seperti Suzy. Suzy hanya mampu mencintai seseorang dari kejauhan dengan waktu yang cukup lama.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan cinta pertamamu? Apa 9 tahun adalah waktu yang wajar untuk menyukai orang yang sama?

 

-0-

 

Winter, 2007

Tahun ini adalah tahun terakhir dimana Suzy menjalani sekolah menengah tingkat pertama, cuaca dingin pun tidak menghalangi gadis itu untuk menjalani kelas tambahan yang telah ikuti sebulan terakhir ini. Dia mengikuti saran dari sekolah untuk mengikuti kelas tambahan yang diselenggarakan oleh pihak luar sekolah, oleh karena itu ia bisa juga berteman dengan sekolah lain di dalam kelas tambahan tersebut.

Sekumpulan siswa dari sekolah lain pun telah berkumpul di dalam kelas sambil menyiapkan buku dan alat tulis yang akan mereka pakai. Suzy pun mulai membuka tasnya untuk mengambil buku yang akan ia pelajari.

Sejam berlalu Suzy pun keluar kelas dan menghampiri beberapa teman sekolahnya yang juga ikut di kelas tambahannya itu.

 

“Suzy, kau kenal dengan Kim Myungsoo?” Suzy pun hanya menggelengkan kepalanya

 

“Dia teman sekelasmu tadi. Dia menitipkan salam untukmu”

Suzy hanya memasang wajah bingungnya dan langsung disoraki oleh teman-temannya yang ikut mendengar ucapan salah satu temannya tersebut.

“Kau beruntung, ku dengar dia salah satu siswa terpintar di sekolahnya. Selain itu dia juga sangat tampan” lagi-lagi Suzy langsung disoraki oleh teman-temannya dan tanpa pikir panjang gadis itu langsung berjalan menghindar dari teman-temannya itu.

 

Kau tahu kalau cinta pertama itu sangat manis dan sulit untuk dilupakan tapi tidak dengan Suzy. Semuanya berbanding terbalik, baginya cinta pertama adalah sesuatu yang tidak harus diingat namun sekeras apapun dia melupakan, rasa itu akan semakin bertumbuh dan tak bisa ia kontrol sendiri.

 

“Kau terlalu memanjakan perasaanmu” ucap Jiyeon, sahabatnya yang juga senasib dengan Suzy. Jiyeon juga bernasib sama dengan Suzy, namun bedanya Jiyeon setahap lebih cerdas dibanding dengan sahabatnya itu. Setidaknya dia hanya menghabiskan waktu selama 7 tahun untuk menyia-nyiakan waktunya demi seseorang yang ia sebut sebagai cinta pertama.

Dua gadis ini sama bodohnya, menyukai seseorang tanpa memberi sinyal kepada orang yang disukainya tersebut.

 

“Apa yang kalian harapkan dari sikap menunggumu itu?”

“Apa mereka akan sadar?”

“Apa mereka memiliki indra keenam?”

“Apa mereka seorang cenayang?”

 

Itulah beberapa pertanyaan yang terlontar dari mulut Park Jieun, teman baik dari Suzy dan Jiyeon. Andai saja Suzy bisa seperti Jieun, andai saja Jiyeon bisa memiliki keperibadian seperti Jieun mungkin mereka tak akan pernah semenyesal ini.

Jieun bisa begitu mudahnya melupakan seseorang, mungkin 8 orang dari 10 wanita bersikap sama seperti Jieun dan Suzy atau Jiyeon pun sangat iri dengan sifat yang dimiliki sahabatnya itu.

Suzy pun lagi-lagi merenung, meratapi nasibnya yang entah akan seperti apa nantinya. Kalau bukan karena ibunya yang sudah memberi kode keras tentang pernikahan, ia pun tak akan uring-uringan seperti ini. Suzy merupakan anak terakhir di keluarganya, dia memiliki 2 orang kakak yang semuanya telah menikah dan hanya dirinya yang kini diharapkan untuk segera menikah oleh ibu dan ayahnya.

“Jadi kau belum memiliki pacar?” Suzy hanya menggelengkan kepalanya dengan malu.

 

“Memangnya kau bisa mencarikan kekasih untuk anakku?” Tantang wanita yang kini hanya melihat kesal kearah seseorang yang sedang memainkan rambut putrinya tersebut.

 

Begitulah percakapan yang kini sedang diingat Suzy sewaktu ia memanjakan dirinya di salon langganan ibunya tersebut.

Setelah percakapan tidak penting itu ibunya malah menceritakan tentang keluarganya yang menginginkan Suzy untuk cepat-cepat menikah dan itu malah membuat Suzy semakin tak nafsu untuk bertemu dengan sanak saudaranya di kampung halamannya.

Suzy memang tinggal dan bekerja di sebuah perusahaan asing di Seoul sementara keluarganya tinggal di Gwangju. Sebulan sekali ia usahakan untuk pulang ke Gwangju.

                                                                              -0-

 

Andai aku dulu tidak mengenalnya, andai aku tidak mudah mempercayai ucapannya. Mungkin semuanya tidak akan sesulit ini.

Aku bahkan mengutuki sikapku yang terlalu setia terhadap seseorang yang bahkan tak pernah memikirkanku sedetikpun.

Terakhir ku lihat ia mem-publish fotonya bersama wanita yang kutahu sebagai kekasihnya itu. Kalau boleh jujur, aku memang sudah tak memiliki perasaan terhadapnya tapi entah kenapa hatiku masih terasa nyeri. Mungkin aku hanya merasa iri terhadap wanita itu karena kenapa bukan aku yang berada di posisinya… kenapa bukan aku yang selama 9 tahun sudah menyukainya… kenapa bukan aku yang selama ini telah bersedia menyediakan ruang hati dan waktu untuknya… dan kenapa harus wanita yang baru ia kenal yang bisa sebegitu mudahnya mengambil hati dari seseorang yang selama ini aku sukai?

Yang lebih aku sesali adalah aku telah berharap banyak terhadap seseorang yang hanya sebatas penasaran denganku.

3 tahun yang lalu, aku merasa terbang di awan karena tiba-tiba ia menghubungiku dan berkunjung ke rumahku dan itu membuatku semakin berharap namun pada kenyataannya lagi-lagi dia hanya memberikan harapan semu.

Kau tahu aku sangat membenci pria yang hanya menebar harapan ke semua wanita, seolah-olah dia pria dengan sejuta pesona dan bisa dengan mudahnya mengajak semua wanita tanpa memberikan harapan yang pasti. Akan lebih baik jika kamu hanya memberi satu harapan terhadap satu orang sampai pada akhirnya kamu tahu apa dia memang seseorang yang selama ini kamu cari atau bukan…

                                                                               -0-

 

Jangan salahkan Bae Suzy jika ia sangat membenci Kim Jongin. Jika kau tahu siapa Jongin, mungkin kau akan mengutuk Suzy kenapa wanita itu menolak pria sebaik dan setampan Jongin..

Jongin merupakan pria yang cukup tampan dan mapan, di usianya yang sama dengan Suzy dia sudah memiliki perusahaan sendiri. Bisa dikatakan Suzy tidak akan kekurangan apapun jika ia hidup bersama dengan Jongin namun yang membuat Suzy tidak menyukai pria itu adalah Jongin selalu membatalkan janjinya dengan wanita itu. Dan hal tersebut yang membuat Suzy semakin tidak bisa menerima Jongin. Sampai saat ini pun Suzy belum pernah bertemu dengan Jongin sama sekali.

Lalu kenapa Jongin bisa menyukai Suzy segila itu? Itulah salah satu keanehan dari segala keanehan yang dimiliki dari seorang Kim Jongin.

 

                                                                         -TBC-

I’m back….. sorry fol long updates…. karena kesibukan yang sebenarnya engga ada, aku jadi males-malesan engga jelas. Ini karena lagi ada ilham tak terduga aja jadi bisa nulis tapi ga bisa banyak kaya yang dulu, ini masih bertahap banget moga aja bisa nulis kaya dulu lagi maka dari itu aku butuh komentar kalian…

Advertisements

5 responses to “Am I weird? (1)

  1. Welcome.back…😊😊😉
    Cerita baru..suzy dan jongin sm2 aneh..tp klo nyangkut perasaan..seseorang bs ky alien *baca aneh..kkkk

  2. Hoksi cinta pertama suzy dan orang yang hanya penasaran dengannya adalah myungsoo?
    Jadi suzy di PHP-in aigoo cepet move-on ne suzy eonni jangan terus”an memikirkan orang yg sama sekali tak memikirkanmu dan meganggapmu

  3. woooww.. keren deh. tapi aku harap hati suzy terbuka untuk jong in deh tapi jong in harus tepati janji wk

  4. Menarik… Suzy masih tidak bisa melupakan cinta pertamanya, tp di satu sisi, keluarga menuntut dia untuk segera menikah… jadi apa pilihan Suzy, tetap mengikuti perasaannya atau logika di depan mata?
    Ditunggu next partnya, terima kasih ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s